i PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III BATCH 4
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
LAPORAN
PELAKSANAAN
AKTUALISASI
JUDUL AKTUALISASI
PENYUSUNAN PANDUAN PRAKTIS OPERASIONAL DAN
PEMELIHARAAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH
DOMESTIK SETEMPAT (SPALD-S)
DISUSUN OLEH:
NAMA : I GEDE AGUS KRISNHAWA PUTRA, ST NIP : 199311232019031006
FORMASI JAFUNG : TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN AHLI PERTAMA UNIT ORGANISASI : SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN AIR LIMBAH
DOMESTIK DIREKTORAT PPLP, DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT 2019
i PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III BATCH 4
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PUPR WILAYAH V YOGYAKARTA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
PENYUSUNAN PANDUAN PRAKTIS OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK SETEMPAT (SPALD-S)
Disusun Oleh:
I GEDE AGUS KRISNHAWA PUTRA, ST 199311232019031006
TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN AHLI PERTAMA SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DIREKTORAT PPLP, DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
DISEMINARKAN PADA: Hari : Jumat
Tanggal : 1 November 2019
MENTOR
Suharsono Adi Broto, ST., MM NIP. 196403291987031005
COACH
Ir. Yusdiana Caya, M.Si NIP. 196802161993082001
PENYELENGGARA BALAI DIKLAT PUPR WIL. V
YOGYAKARTA
Anwar, ST., MT NIP. 197901182005021001 KEPALA PUSDIKLAT MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Ir. Moeh Adam, MM NIP. 196503031992031002
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Pelatihan Dasar bagi CPNS Golongan III Batch 4 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2018 dengan judul “Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)” sebagai pemenuhan tugas dalam rangkaian kegiatan pelatihan CPNS.
Secara umum laporan ini berisikan tentang kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan oleh penulis pada saat melaksanakan habituasi selama 30 (tiga puluh) hari kerja di unit kerja penulis ditempatkan yaitu Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik, Direktorat PPLP, dan Ditjen Cipta Karya. Dalam proses penyusunan laporan ini, tentu saja penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Dengan kesungguhan serta rasa rendah hati, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Suharsono Adi Broto, ST, MM selaku Mentor yang telah memberikan bimbingan dan masukan selama kegiatan aktualisasi;
2. Ibu Ir. Yusdiana Caya, M.Si selaku Coach yang telah memberikan bimbingan dalam persiapan seminar aktualisasi;
3. Ibu Dra. Retno Triyanti H.,M.M selaku Penguji yang telah berkenan menguji dalam seminar rancangan aktualisasi dan seminar aktualisasi sekaligus memberikan kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan kegiatan aktualisasi;
4. Bapak dan Ibu Kepala Seksi Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik yang turut memberikan pengarahan dan masukan selama kegiatan aktualisasi;
5. Dan semua pihak yang turut membantu dalam pelaksanaan aktualisasi ini.
Penulis berharap agar laporan ini dapat bermanfaat dan memberikan dampak perubahan menuju kearah yang lebih baik di lingkungan Kementerian PUPR khususnya Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik, Direktorat PPLP, dan Ditjen Cipta Karya. Penulis menyadari bahwa Laporan Pelaksanaan Aktualisasi ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis agar di masa yang akan datang menjadi lebih baik.
Jakarta, Oktober 2019 Penulis
iii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv DAFTAR TABEL ... iv BAB I ... 1 PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Tujuan Kegiatan 2 1.3. Manfaat 2 1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi 3 BAB II ... 4
DESKRIPSI ORGANISASI ... 4
2.1. Deskripsi Unit Organisasi 4 2.2. Tugas Dan Fungsi Unit Kerja 4 2.3. Kedudukan Dan Struktur Organisasi Unit Kerja 5 BAB III ... 8
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI ... 8
3.1. Penetapan Isu yang Diangkat 8 3.2. Gagasan Penyelesaian Isu 10 3.3. Rancangan Kegiatan Aktualisasi 12 3.4. Jadwal Rencana dan Realisasi Kegiatan Aktualisasi 15 BAB IV ... 16
PELAKSANAAN AKTUALISASI ... 16
4.1. Deskripsi Kegiatan Aktualisasi 16 4.2. Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi 16 4.3. Uraian Kegiatan Aktualisasi 18 4.3.1 Kegiatan 1 18 4.3.2 Kegiatan 2 20 4.3.3 Kegiatan 3 22 4.3.4 Kegiatan 4 23 4.3.5 Kegiatan 5 25 BAB V ... 26 PENUTUP ... 26
iv 5.1. Kesimpulan 26 5.2 Saran 26 LAMPIRAN 1 ... 27 LAMPIRAN 2 ... 28 LAMPIRAN 3 ... 36 LAMPIRAN 4 ... 38
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
………... 7
Gambar 4.1 Literatur yang digunakan sebagai penyusunan panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat ………... 19
Gambar 4.2 Pelaksanaan konsultasi dengan atasan (1) .………. ……... 20
Gambar 4.3 Pelaksanaan konsultasi dengan atasan (2) .………. ……... 21
Gambar 4.4 Penyusunan panduan praktis .………. ……... 22
Gambar 4.5 Pelaksanaan konsultasi dengan atasan (3) ... 23
Gambar 4.6 Dokumentasi kegiatan sosialisasi panduan di lingkungan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman ………... 24
Gambar 4.7 Penyusunan laporan pelaksanaan aktualisasi ... 25
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Analisa Isu Prioritas ……… 9Tabel 3.2 Rancangan Kegiatan ………... 12
Tabel 3.3 Jadwal Rencana dan Realisasi Kegiatan Aktualisasi ………. 15
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara No. 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diselenggarakan untuk membentuk PNS profesional yang berkarakter yaitu PNS dengan karakter yang dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, serta menguasai bidang tugasnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat.
Melalui Pelatihan Dasar bagi CPNS, para peserta disiapkan untuk menjadi aparat pemerintah yang dapat menjalankan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesia No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Dalam pasal 10 menyebutkan bahwa fungsi ASN adalah pelaksanaan kebijakan publik; pelayan publik; dan perekat dan pemersatu bangsa. Dengan fungsi ASN yang telah disepakati, maka diperlukan PNS yang dapat bekerja secara professional. Untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan, peserta pelatihan dasar bagi CPNS dibekali dengan nilai nilai dasar yang meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Kelima nilai-nilai dasar ini untuk selanjutnya diakronimkan dengan ANEKA.
Keberhasilan pembekalan nilai-nilai dasar ASN pada Pelatihan Dasar ini bukan hanya diukur melalui pemahaman kelima nilai dasar profesi itu, tetapi juga diukur dari kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar dalam konteks pekerjaan di unit kerja atau instansi tempat ASN bekerja. Tahap aktulisasi merupakan komponen utama pelaksanaan Pelatihan Dasar bagi ASN dengan mengangkat agenda pelayanan publik, Whole of Government dan Manajemen ASN sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017. Proses aktualisasi agenda agenda tersebut dilakukan pada saat habituasi di unit kerja dengan dikaitkan dengan penerapan nilai-nilai dasar ANEKA.
Sub Direktorat Pengelolaan Air Limbah Domestik merupakan unit kerja dalam Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang menjalankan tugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan teknis serta fasilitasi pengembangan sistem
2 pengelolaan air limbah domestik. Berdasarkan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019 yang menetapkan target 100% untuk penyediaan akses sanitasi di tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman telah membangun infrastruktur pengelolaan air limbah domestik melalui dana APBN. Tetapi berdasarkan evaluasi tidak semua infrastruktur terbangun tersebut beroperasi dengan optimal terutama untuk sistem pengelolaan air limbah domestik setempat, karena banyak kendala yang dihadapi. Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan visi organisasi pegawai PNS di lingkungan subdirektorat pengelolaan air limbah domestik perlu memiliki bekal nilai-nilai ANEKA demi mewujudkan PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional. Maka dari itu, nilai-nilai ANEKA perlu dihabituasikan pada unit kerja tersebut.
1.2. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari disusunnya Rancangan Aktualisasi ini adalah :
1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan serangkaian kegiatan pelatihan dasar CPNS golongan III di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 2. Sebagai salah satu solusi pemecahan masalah yang dihadapi di unit penempatan kerja
sementara/On The Job Training.
3. Menerapkan nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mencakup nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi serta kedudukan dan prinsip PNS terkait Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government.
4. Menjadi instrumen unit kerja dalam hal pelaksanaan kegiatan operasional dan pemeliharaan proyek infrastruktur.
1.3. Manfaat
1. Bagi unit organisasi dapat dijadikan sebagai salah satu instrumen dalam pelaksanaan kegiatan operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestic setempat, sehingga dapat mendukung kinerja unit organisasi.
2. Bagi peserta pelatihan dasar, dapat meningkatkan pemahaman mengenai dalam pelaksanaan kegiatan operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat.
3 1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi
Lingkungan kerja yang akan dibahas dalam rancangan aktualisasi ini adalah di Lingkungan kerja yang menjadi lokasi on the job Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan yaitu :
1. Nilai-nilai yang diimplementasikan dalam pelaksanaan aktualisasi adalah nilai-nilai dasar PNS (ANEKA)
2. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dilakukan di Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.
3. Hanya meninjau salah satu infrastruktur pengelolaan air limbah domestik yaitu Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).
4
BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI
2.1. Deskripsi Unit Organisasi
Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (Dit. PPLP) adalah salah satu unit kerja yang berada di dalam Direktorat Jenderal Cipta Karya. Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman merupakan badan yang berwenang dalam melaksanakan sebagian penyelenggaraan penyehatan lingkungan yang meliputi sanitasi, pengelolaan, dan pengembangunan sistem drainase.
Terbitnya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberikan keleluasaan bagi Pemerintah Daerah untuk menyelenggarakan pemerintahannya sendiri dengan asas otonomi. Dengan adanya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 maka tugas Direktorat Jenderal Cipta Karya sudah dibagi secara proporsional termasuk di dalamnya pengembangan penyehatan lingkungan permukiman. Namun apabila dalam prosesnya Pemerintah Daerah tidak mampu menyelenggarakan pembangunan infrastruktur, maka Pemerintah Daerah dapat mengajukan perbantuan pembangunan ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan melampirkan persyaratan yang diperlukan. Sebagai salah satu unit kerja di Direktorat Jenderal Cipta Karya, Visi dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman adalah terwujudnya permukiman yang layak huni, bebas air limbah, bersih dari sampah dan bebas genangan serta mewujudkan kawasan yang sehat, aman dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
2.2. Tugas Dan Fungsi Unit Kerja
Dalam Pasal 554 Peraturan Menteri Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan bahwa Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan produk pengaturan, pembinaan dan pengawasan serta fasilitasi di bidang sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan.
5 Sementara dalam 555 Peraturan Menteri Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 03/PRT/M/2019 dijelaskan bahwa Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman menyelenggarakan fungsi yang terdiri dari:
a. penyusunan kebijakan dan strategi, perencanaan teknis, dan inovasi di bidang sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan;
b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan;
c. pelaksanaan kebijakan dan penjaminan mutu konstruksi di bidang pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan, serta fasilitasi penyediaan lahan;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan;
e. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan; f. fasilitasi dan pemberdayaan kelembagaan di bidang sistem pengelolaan air limbah
domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan; dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
2.3. Kedudukan Dan Struktur Organisasi Unit Kerja
Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman terdiri atas: 1. Subdirektorat Perencanaan Teknis
Subdirektorat Perencanaan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi, perencanaan teknis, dan inovasi di bidang sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan. Dalam menjalankan tugas, Subdirektorat Perencanaan Teknis terbagi menjadi dua seksi yang terdiri dari: a) Seksi Perencanaan Air Limbah Domestik; dan b) Seksi Perencanaan Persampahan dan Drainase Lingkungan.
6 2. Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik
Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan teknis serta fasilitasi pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik termasuk penanggulangan pasca bencana alam dan kerusuhan sosial. Dalam menjalankan tugas, Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik terbagi menjadi dua seksi yang terdiri dari: a) Seksi Pengelolaan Air Limbah Domestik I; dan b) Seksi Pengelolaan Air Limbah Domestik II.
3. Subdirektorat Pengelolaan Persampahan dan Drainase Lingkungan
Subdirektorat Pengelolaan Persampahan dan Drainase Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan teknis serta fasilitasi pengembangan sistem pengelolaan persampahan dan drainase lingkungan termasuk penanggulangan pasca bencana alam dan kerusuhan sosial. Dalam menjalankan tugas, Subdirektorat Pengelolaan Persampahan dan Drainase Lingkungan terbagi menjadi dua seksi yang terdiri dari: a) Seksi Pengelolaan Persampahan dan Drainase Lingkungan I; dan b) Seksi Pengelolaan Persampahan dan Drainase Lingkungan II. 4. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi
Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, drainase lingkungan. Dalam menjalankan tugas, Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi terbagi menjadi dua seksi yang terdiri dari: a) Seksi Pemantauan dan Evaluasi I; dan b) Seksi Pemantauan dan Evaluasi II.
5. Subdirektorat Standardisasi dan Kelembagaan
Subdirektorat Standardisasi dan Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pembinaan kelembagaan dan sumber daya manusia, serta penyelenggaraan jejaring kemitraan dalam rangka pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, dan drainase lingkungan. Dalam menjalankan tugas, Subdirektorat Standardisasi dan Kelembagaan terbagi menjadi dua seksi yang terdiri dari: a) Seksi Standardisasi; dan b) Seksi Kelembagaan.
6. Subbagian Tata Usaha
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan kantor, rumah tangga, administrasi barang milik negara, tata naskah dinas dan kearsipan, koordinasi dan penyusunan rencana kegiatan serta
7 koordinasi penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.
Struktur Organisasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman dapat dilihat pada Gambar 2.1
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
Sumber: Peraturan Menteri PUPR Nomor 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR
8
BAB III
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI
3.1. Penetapan Isu yang Diangkat
Fokus lokasi untuk kegiatan aktualisasi ini adalah Subdirektorat Air Limbah Domestik yang beraada di dalam Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Selama melaksanakan On the Job Training (OJT) di Subdit Pengelolaan Air Limbah Domestik, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya terdapat beberapa isu yang ditemui. Isu tersebut antara lain:
1. Masih adanya sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang belum berfungsi optimal dari segi operasional dan pemeliharaan
2. Belum adanya sistem yang mengatur monitoring pelaksanaan konstruksi proyek bidang air limbah oleh konsultan perencana
3. Kebersihan dan kerapian ruangan yang terganggu dengan adanya tumpukan arsip yang belum tertata dengan baik di Subdit Pengelolaan Air Limbah Domestik Dari ketiga isu di atas, kemudian dipilih isu yang diangkat untuk menjadi core issue.
Pemilihan isu tersebut ditentukan berdasarkan analisis kualitas isu menggunakan metode USG. Penilaian pada metode USG ini dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria urgency, seriousness, dan growth masing – masing isu. Urgency terkait dengan seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti. Seriousness terkait dengan seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan timbul. Growth terkait dengan seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani dengan segera. Penilaian USG diberikan rentang nilai 1 – 5 untuk setiap kriteria pada masing – masing isu. Semakin besar nilai yang diberikan, berarti semakin tinggi tingkat permasalahan yang terdapat dalam isu tersebut. Hasil penilaian terhadap ketiga isu tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.1.
9 Tabel 3.1 Analisa Isu Prioritas
Identifikasi Isu Urgency Seriousness Growth Total Masih adanya sistem pengelolaan air
limbah domestik setempat yang belum berfungsi optimal dari segi operasional dan pemeliharaan
5 4 4 14
Belum adanya sistem yang mengatur monitoring pelaksanaan konstruksi proyek bidang air limbah oleh konsultan perencana
4 3 3 10
Kebersihan dan kerapian ruangan yang terganggu dengan adanya tumpukan arsip yang belum tertata dengan baik di Subdit Pengelolaan Air Limbah Domestik
3 3 2 8
Berdasarkan penilaian kriteria USG, isu masih adanya sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang belum berfungsi optimal dari segi operasional dan pemeliharaan memiliki total nilai paling tinggi sehingga menjadi isu utama.
Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) adalah serangkaian kegiatan dalam melaksanakan pengembangan dan pengelolaan prasarana dan sarana untuk pelayanan air limbah domestik, baik itu dengan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) maupun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Dengan adanya amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019 yang menetapkan target 100% untuk penyediaan akses sanitasi di tahun 2019, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun secara agresif baik infrastruktur SPALD-T yang berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) Skala Perkotaan, IPALD Skala Permukiman Berbasis Institusi, IPALD Skala Permukiman Berbasis Masyarakat, dan IPALD Kawasan Khusus, maupun infrastruktur SPALD-S berupa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Berdasarkan pengamatan selama menjalani On the Job Training (OJT) di Subdirektorat Air Limbah Domestik, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, didapatkan isu berupa masih adanya sistem pengelolaan
10 air limbah domestik setempat yang belum berfungsi optimal dari segi operasional dan pemeliharaan (OP). Kendala operasional ini sangat beragam baik dari aspek teknis seperti perencanaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan pilihan teknologi yang sulit digunakan, maupun aspek non-teknis seperti terkendalanya proses serah terima, tidak adanya biaya operasional dari Pemda, rendahnya partisipasi masyarakat, dan tidak adanya SDM pengelola yang memadai. Hal tersebut perlu menjadi poin utama yang dirasa perlu untuk diaktualisasikan sehingga mampu untuk menjamin terselenggaranya Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat yang telah dibangun melalu dana APBN secara berkelanjutan. Selain itu sebagai pedoman atau media informasi bagi pegawai di lingkungan Subdirektorat Air Limbah Domestik sehingga bisa memfasilitasi pendampingan pelaksanaan kegiatan operasional dan pemeliharaan infrastruktur pengelolaan air limbah domestik ke Pemerintah Daerah sebagai stakeholder terkait.
3.2. Gagasan Penyelesaian Isu
Dampak dari isu permasalahan yang akan diangkat apabila tidak dilakukan dilakukan pemecahan masalahnya adalah:
1. Terhambatnya target pelayanan 100% sanitasi yang merupakan program dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya.
2. Pertanggungjawaban terhadap tugas yang seharusnya dilaksanakan pada pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur pengelolaan air limbah domestik dalam hal operasional dan pemeliharaan kurang akuntabel.
3. Sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang telah terbangun jika operasional dan pemeliharaan kurang optimal maka akan menyebabkan bangunan mangkrak dan tidak berfungsi dengan baik, serta masyarakat tidak terlayani dalam hal sanitasi secara optimal.
4. Kinerja organisasi nampak buruk apabila pekerjaan tidak terselesaikan secara optimal.
Sebagai respon terhadap isu permasalahan yang diangkat serta untuk menjamin terselenggaranya Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik yang telah dibangun melalui dana APBN secara berkelanjutan, maka perlu adanya panduan praktis mengenai kegiatan operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat.
11 Kemudian disusunlah beberapa kegiatan penunjang yang mengacu kepada tujuan dari aktualisasi untuk menyelesaikan isu permasalahan tersebut, yaitu sebagai berikut:
1. Penyiapan terkait Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
2. Penyusunan Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
3. Penyusunan Finalisasi Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
4. Sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik tentang Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
5. Penyusunan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi
Rancangan kegiatan aktualisasi tersebut dibuat untuk mendukung implementasi nilai nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu serta anti korupsi (ANEKA).
12 3.3. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Tabel 3.2 Rancangan Kegiatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi Penguatan Nilai Organisasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Penyiapan terkait Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) Mengumpulkan sumber bacaan atau studi literatur terkait tentang panduan kegiatan OP sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (Modul, Peraturan Menteri, dll) Berkonsultasi dengan atasan Merangkum studi literatur yang didapat
Rangkuman hasil studi literatur tentang panduan kegiatan OP sistem pengelolaan air limbah domestik setempat
Akuntabilitas, sumber data yang berasal
dari literatur terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan suatu
bentuk implementasi akuntabilitas
Etika publik, dalam melaksanakan
konsultasi dengan atasan maka harus memperhatikan norma kesopanan dalam berkomunikasi seperti sikap hormat, sopan,
dan menghargai setiap pendapat.
Komitmen Mutu, literatur dari sumber
terpercaya dan berkualitas tentu akan memberikan hasil yang optimal sesuai
yang diinginkan, dan pelaksanaan identifikasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjamin kualitas hasil, sehingga mengimplementasikan nilai
komitmen mutu
Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga
kelestarian lingkungan. Sehingga Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang
handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan
penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan
Penguatan nilai Integritas, Profesionalitas, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika - Akhlakul Karimah Unit Kerja : Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta
Karya .
Identifikasi Isu :
a. Masih adanya sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang belum berfungsi optimal dari segi operasional dan pemeliharaan b. Belum adanya sistem yang mengatur monitoring pelaksanaan konstruksi proyek bidang air limbah oleh konsultan perencana .
c. Kebersihan dan kerapian ruangan yang terganggu dengan adanya tumpukan arsip yang belum tertata dengan baik di Subdit Pengelolaan Air Limbah Domestik .
Isu yang Diangkat : Masih adanya sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang belum berfungsi optimal dari segi operasional dan pemeliharaan. Gagasan Pemecahan Isu : Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SAPLD-S).
13 2 Penyusunan Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) Menyusun draft panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat Berkonsultasi dengan atasan Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
Akuntabilitas, pembuatan draft panduan
praktis OP sistem pengelolaan air limbah domestik setempat dan hasil diskusi dengan atasan merupakan implementasi
nilai akuntabilitas.
Etika publik, dalam melaksanakan
konsultasi dengan atasan maka harus memperhatikan norma kesopanan dalam berkomunikasi seperti sikap hormat, sopan,
dan menghargai setiap pendapat.
Komitmen Mutu, membuat draft panduan
praktis OP sistem pengelolaan air limbah domestik setempat dengan jelas merupakan
bentuk implikasi komitmen mutu
Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga
kelestarian lingkungan. Sehingga Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang
handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan
penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan
Penguatan nilai Integritas, Profesionalitas, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika - Akhlakul Karimah 3 Penyusunan Finalisasi Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
Merevisi draft dan menyusun panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang sudah dibuat Berkonsultasi dengan atasan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
Akuntabilitas, pembuatan panduan praktis
OP sistem pengelolaan air limbah domestik setempat dan hasil diskusi dengan atasan
merupakan implementasi nilai akuntabilitas.
Etika publik, dalam melaksanakan
konsultasi dengan atasan maka harus memperhatikan norma kesopanan dalam berkomunikasi seperti sikap hormat, sopan,
dan menghargai setiap pendapat.
Komitmen mutu, panduan praktis OP
sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang jelas merupakan bentuk
implementasi nilai komitmen mutu
Anti korupsi, pembuatan panduan secara
transparan berdasarkan data yang didapatkan merupakan bentuk implementasi nilai anti korupsi
Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga
kelestarian lingkungan. Sehingga Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang
handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan
penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan
Penguatan nilai Integritas, Profesionalitas, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika - Akhlakul Karimah
14 4 Sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik tentang Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) Membuat undangan pelaksanaan sosialisasi dan membagikannya kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Dometik Melakukan sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Dometik tentang Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) Undangan, daftar hadir, notulensi, dan dokumentasi kegiatan sosialisasi
Akuntabilitas, sosialisasi adalah
penyampaian materi untuk orang lain, sehingga sosialisasi merupakan merupakan
bentuk keterbukaan informasi. Keterbukaan informasi merupakan wujud
implementasi nilai akuntabilitas.
Nasionalisme, pelaksanaan sosialisasi
dengan semua karyawan tanpa memandang perbedaan latar belakang, agama, ras, dan
budaya merupakan bentuk implementasi nilai nasionalisme.
Etika publik, melakukan sosialisasi
dengan memperhatikan teknik berkomunikasi yang baik dan memperhatikan kesopanan merupakan wujud implementasi nilai etika publik pada
kegiatan ini.
Komitmen mutu, pelaksanaan sosialisasi
dengan teknik yang baik akan meningkatkan pemahaman para staff.
Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga
kelestarian lingkungan. Sehingga Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang
handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan
penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan
Penguatan nilai Integritas, Profesionalitas, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika - Akhlakul Karimah 5 Penyusunan Laporan Aktualisasi Membuat/Menyusun Laporan Aktualisasi mengenai hal hal yang dilakukan selama habituasi
Laporan Aktualisasi
Akuntabilitas, bertanggung jawab atas
terselesaikannya pekerjaan
Komitmen mutu, memberikan inovasi dan
solusi ketika ada kendala yang menghambat suatu pekerjaan
Terwujudnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga
kelestarian lingkungan. Sehingga Terwujudnya permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang
handal dalam pengembangan permukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan
penyehatan lingkungan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan
Penguatan nilai Integritas, Profesionalitas, Orientasi Misi, Visioner, dan Etika - Akhlakul Karimah
15 3.4. Jadwal Rencana dan Realisasi Kegiatan Aktualisasi
Berikut adalah tabel jadwal rencana dan realisasi kegiatan aktualisasi yang sudah dilakukan.
Tabel 3.3 Jadwal Rencana dan Realisasi Kegiatan Aktualisasi
Keterangan:
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
Sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik tentang
Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
Limbah Domestik 4
Penyusunan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi
5
Oktober
2
Penyiapan terkait Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat (SPALD-S) Penyusunan Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat
(SPALD-S)
Penyusunan Finalisasi Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat
(SPALD-S) 3
No Kegiatan September
1
16
BAB IV
PELAKSANAAN AKTUALISASI
4.1. Deskripsi Kegiatan Aktualisasi
Aktualisasi merupakan kegiatan penerapan nilai dasar PNS yang terdiri dari nilai-nilai ANEKA dalam melaksanakan berbagai aktivitas sebagai seorang PNS di kehidupan sehari-hari. Deskripsi umum pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut:
Lokasi aktualisasi : Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik, Direktorat PPLP, Ditjen Cipta Karya
Waktu pelaksanaan : 19 September 2019 sampai dengan 30 Oktober 2019
Judul aktualisasi : Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
Jumlah kegiatan : 5 (lima) kegiatan
Tahapan kegiatan aktualisasi adalah sebagai berikut:
1. Penyiapan terkait Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
2. Penyusunan Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
3. Penyusunan Finalisasi Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
4. Sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik tentang Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S);
5. Penyusunan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi 4.2. Hasil Capaian Pelaksanaan Aktualisasi
Rangkaian pelaksanaan aktualisasi, waktu pelaksanaan, tingkat pencapaian, dan keluaran (output) yang dihasilkan ditampilkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4. 1 Pencapaian Pelaksanaan Aktualisasi
No Kegiatan Waktu
Pelaksanaan Pencapaian Output
1.
Penyiapan terkait Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan
19 - 27 September
2019 100%
Rangkuman hasil studi literatur
17
No Kegiatan Waktu
Pelaksanaan Pencapaian Output Pemeliharaan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
2.
Penyusunan Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) 30 September - 8 Oktober 2019 100% Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) 3. Finalisasi Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) 9 – 25 Oktober 2019 100% Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) 4.
Sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik tentang Panduan Praktis Operasional dan
Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) 22 Oktober 2019 100% Undangan, daftar hadir, notulensi, dan dokumentasi kegiatan sosialisasi 5 Penyusunan Laporan
Pelaksanaan Aktualisasi 28 - 30 Oktober
2019 100%
Laporan Pelaksanaan Aktualisasi
18 4.3. Uraian Kegiatan Aktualisasi
4.3.1 Kegiatan 1
Uraian kegiatan 1 selama pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut:
Nama kegiatan : Penyiapan terkait Penyusunan Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
Tanggal pelaksanaan : 19 – 27 September 2019
Output kegiatan : Rangkuman hasil studi literatur Tahapan kegiatan:
a. Mengumpulkan sumber bacaan atau studi literatur terkait tentang panduan kegiatan OP sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (Modul, Peraturan Menteri, dll) b. Berkonsultasi dengan atasan
c. Merangkum studi literatur yang didapat Rincian Kegiatan:
a. Mengumpulkan sumber informasi terkait tentang panduan kegiatan OP sistem pengelolaan air limbah domestik setempat. Literatur yang digunakan dalam kegiatan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:
- Operation & Maintenance Guide for Imhoff Tank & Oxydation Pond Wastewater Treatment Plans tahun 1991
- Materi Bidang Air Limbah II Diseminasi dan Sosialisasi Keteknikan Bidang PLP tahun 2013
- Permen PUPR Nomor 04/PRT/M/2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (Lampiran IV tentang Pengoperasian, Pemeliharaan, dan Rehabilitasi)
- Buku Pedoman Perencanaan Teknik Terinci Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD-S) cetakan pertama tahun 2017
19
Gambar 4. 1 Literatur yang digunakan sebagai penyusunan panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat
b. Berkonsultasi dengan atasan
Setelah mengumpulkan sumber bacaan dan studi literatur yang didapat, perlu dikonsultasikan dengan atasan agar referensi atau sumber bacaan yang dijadikan rujukan menjadi valid, dan hal-hal yang tidak penting dalam penyusunan panduan tidak ditulis nantinya.
20
Gambar 4.2 Pelaksanaan konsultasi dengan atasan (1)
c. Merangkum studi literatur yang didapat
Hasil rangkuman studi literatur mengenai panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat dapat dilihat pada Lampiran 1.
4.3.2 Kegiatan 2
Uraian kegiatan 2 selama pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut:
Nama kegiatan : Penyusunan Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
Tanggal pelaksanaan : 30 September – 8 Oktober 2019
Output kegiatan : Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) Tahapan kegiatan:
a. Menyusun draft panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat
b. Berkonsultasi dengan atasan Rincian Kegiatan :
a. Draft mengenai panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat dapat dilihat pada Lampiran 2.
21 b. Berkonsultasi dengan atasan
Setelah selesai membuat draft mengenai panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat dilanjutkan dengan berkoordinasi atau berkonsultasi dengan atasan, dalam hal ini co-mentor agar draft yang dibuat sudah sesuai dengan tujuan dari penyusunan panduan praktis ini. Adapun hal yang dibahas pada konsultasi tersebut adalah sebagai berikut:
- Pada panduan praktis ini harus dijelaskan secara singkat tentang pengertian Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yang terbagi menjadi dua yaitu Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
- Pada Sub-sistem pengangkutan, dijelaskan mengenai skema pengangkutan lumpur tinja, ada beberapa komponen yang harusnya diperbaiki yaitu dari pembuangan lumpur tinja menjadi pengolahan lumpur tinja.
- Pada pemeliharaan untuk sub-sistem pengolahan lumpur tinja, yaitu unit-unit yang ada di IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) ditambahkan mengenai ceklist pemeliharaan khusus untuk setiap minggunya.
Selain berkonsultasi dengan atasan, dalam hal ini co-mentor, juga dilakukan konsultasi dengan coach. Adapun hal yang dibahas pada penyusunan draft ini adalah ruang lingkup operasional dan pemeliharaan yang dibahas dan kreatifitas dalam tampilan panduan.
22 4.3.3 Kegiatan 3
Uraian kegiatan 3 selama pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut:
Nama kegiatan : Penyusunan Finalisasi Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).
Tanggal pelaksanaan : 9 – 25 Oktober 2019
Output kegiatan : Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Tahapan Kegiatan :
a. Merevisi draft dan menyusun panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang sudah dibuat
b. Berkonsultasi dengan atasan Rincian Kegiatan :
a. Merevisi draft panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat yang sudah dibuat sesuai dengan catatan hasil diskusi dengan atasan, kemudian mulai menyusun panduan praktis tersebut. Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) merupakan output dari kegiatan aktualisasi tersebut.
Gambar 4.4 Penyusunan panduan praktis
b. Setelah selesai membuat panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat dilanjutkan dengan berkoordinasi atau berkonsultasi dengan atasan agar panduan yang dibuat bisa disosialisasikan kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik. Adapun hal yang dibahas pada konsultasi tersebut lebih kepada tampilan dari panduan itu sendiri agar bisa lebih
23 menarik baik dari sisi warna background, ukuran huruf, dan jenis huruf. Sedangkan untuk isi dari panduan tersebut telah disetujui.
Gambar 4.5 Pelaksanaan kegiatan konsultasi dengan atasan (3)
4.3.4 Kegiatan 4
Uraian kegiatan 4 selama pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut:
Nama kegiatan : Sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Domestik tentang Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).
Tanggal pelaksanaan : 22 Oktober 2019
Output kegiatan : Undangan, daftar hadir, notulensi, dan dokumentasi kegiatan sosialisasi.
Tahapan Kegiatan :
a. Membuat undangan pelaksanaan sosialisasi dan membagikannya kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Dometik.
24 b. Melakukan sosialisasi kepada staff Subdirektorat Pengelolaan Air Limbah Dometik tentang Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).
Rincian Kegiatan :
Sosialisasi dilakukan untuk memberikan gambaran atau informasi mengenai Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Pada kegiatan sosialisasi ini juga mengundang dari Sub-sub yang ada di lingkungan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Metropolitan Jakarta. Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan informasi dan bisa memberikan masukan atau saran dari panduan yang dibuat. Undangan, daftar hadir, dan notulensi dapat dilihat pada Lampiran 4.
Gambar 4.6 Dokumentasi kegiatan sosialisasi panduan di lingkungan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
25 4.3.5 Kegiatan 5
Uraian kegiatan 5 selama pelaksanaan aktualisasi adalah sebagai berikut: Nama kegiatan : Penyusunan Laporan Aktualisasi
Tanggal pelaksanaan : 28 – 30 Oktober 2019 Output kegiatan : Laporan Aktualisasi
Tahapan Kegiatan :Membuat atau menyusun Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Hasil Kegiatan : Laporan Pelaksanaan Aktualisasi
26
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Kegiatan aktualisasi berupa penyusunan panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALD-S) merupakan suatu bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), kedudukan dan peran serta ASN di NKRI; 2. Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini, telah berjalan dengan baik;
3. Panduan praktis operasional dan pemeliharaan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALD-S) merupakan gagasan yang diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan operasional dan pemeliharaan.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan aktualisasi perlu untuk terus dilaksanakan sebagai implementasi nilai-nilai dasar ASN yaitu nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), pengetahuan tentang peran dan kedudukan ASN dalam NKRI, serta turut serta berkontribusi dalam pencapaian visi-misi dan penguatan nilai-nilai organisasi Kementerian PUPR;
2. Perlu ditambahkan lebih dalam mengenai operasional dan pemeliharaan dalam hal skema pembiayaan, sarana prasarana IPLT, dan sistem mekanikal elektrikal yang ada di IPLT sebagai Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja sebagai Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat;
27
LAMPIRAN 1
Rangkuman Hasil Studi Literatur
Pengoperasian dan pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dilaksanakan dengan tujuan untuk menjamin kelangsungan fungsi SPALD-S sesuai perencanaan. Pengoperasian dan Pemeliharaan SPALD-S menjadi tanggung jawab penyelenggara SPALD-S dan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur pengelolaan SPALD-S, dengan memperhatikan Sistem Manajemen Lingkungan dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Pengoperasian SPALD-S merupakan rangkaian kegiatan memfungsikan komponen SPALD-S sesuai perencanaan. Sedangkan Pemeliharaan merupakan kegiatan perawatan komponen SPALD-S secara rutin atau berkala. Pengoperasian dan Pemeliharaan SPALD-S mencakup pemeliharaan Sub-sistem Pengolahan Setempat, Sub-sistem Pengangkutan, dan Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja.
Pengoperasian Sub-sistem Pengolahan Setempat untuk skala individual dilaksanakan pada setiap rumah untuk memastikan pengolahan secara biologis berlangsung. Untuk sub-sistem Pengangkutan pengoperasian yang dimaksud adalah penyedotan lumpur tinja, pengangkutan lumpur tinja, dan pengolahan lumpur tinja. Penyedotan lumpur tinja setidaknya harus dilakukan secara berkala paling lama 3 tahun sekali sesuai Standar Operasional Prosedur pengelolaan lumpur tinja. Pengolahan lumpur tinja harus dilakukan di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pengoperasian Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja dilaksanakan di IPLT dengan kegiatan antara lain: pengumpulan lumpur tinja, penyaringan benda kasar dalam lumpur tinja, pemisahan partikel diskrit, pemekatan lumpur tinja, penstabilan lumpur tinja, dan pengeringan lumpur tinja. Air dari hasil pengolahan di IPLT selanjutnya dibuang ke badan air permukaan dan harus memenuhi standar baku mutu air limbah domestik sesuai ketentuan perundang-undangan.
Pemeliharaan Sub-sistem Pengolahan Setempat dilaksanakan dengan mencegah masuknya sampah atau benda lain yang mengganggu penyaluran dan proses pengolahan di tangki septik. Pemeliharaan Sub-sistem Pengangkutan berupa pemeliharaan sarana pengangkut, pelaratan, dan pompa sedot tinja untuk menjaga kondisinya. Pemeliharaan Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja meliputi kegiatan pengangkatan sampah, lumpur, dan sedimen.
28
LAMPIRAN 2
Draft Panduan Praktis Operasional dan Pemeliharaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S)
A. Pengoperasian dan Pemeliharaan Sub-Sistem Pengolahan Setempat 1. Kegiatan pengoperasian sub-sistem pengolahan setempat pada tangi septik:
a) Memastikan pipa ventilasi tidak tersumbat sama sampah
b) Menjaga agar sampah atau benda lain tidak menyumbat toilet, saluran, dan tangki septik;
c) Menjaga agar bahan kimia berbahaya tidak masuk ke tangki septik
d) Memantau kondisi lumpur dan scum di tangki septik serta kondisi lahan resapan paling sedikit 2 – 3 tahun; dan
e) Menyedot lumpur tinja secara berkala.
2. Kegiatan pemeliharaan pada sub-sistem pengolahan setempat pada tangi septik a) mengamati perubahan area yang dapat mempengaruhi kondisi prasarana tangki
septik, seperti gempa bumi, renovasi rumah, penurunan permukaan tanah; b) menjaga prasarana tangki septik dalam kondisi baik dengan memeriksa tinggi
akumulasi lumpur, tidak menempatkan benda yang berat;
c) mengamati perubahan bau yang timbul di area tangki septik dan area bidang resapan yang dapat menjadi indikasi awal kondisi pengolahan tangki septik tidak optimal; dan
d) memperhatikan luapan air pada saat penggelontoran, yang dapat menjadi indikasi kondisi tangki septik penuh.
B. Pengoperasian dan Pemeliharaan Sub-Sistem Pengangkutan
Pengoperasian dan pemeliharaan Sub-sistem Pengangkutan dilakukan pada sarana pengangkut lumpur tinja yang dilaksanakan dalam dua bentuk pelayanan yaitu layanan lumpur tinja terjadwal dan layanan lumpur tinja tidak terjadwal.
Kegiatan pengoperasian sub-sistem pengangkutan: 1. Penyedotan Lumpur Tinja
a) Persiapan Pengoperasian
- pemeriksaan isi oli pada kompresor udara;
- pemeriksaan klem penjepit selang penyedot dan pembuangan serta klem oli pelumas ke pompa vakum;
- pemeriksaan perlengkapan kendaraan;
- pada saat operasi posisi rem tangan harus dipergunakan;
- untuk truk selama operasi berlangsung, jangan menginjak pedal gas kendaraan secara berlebihan karena operasi cukup dengan putaran mesin idle, sedangkan untuk motor menggunakan genset; dan
- apabila operasi menggunakan sistem pompa vakum selesai maka mesin vakum harus dimatikan.
b) Persiapan harian pelayanan penyedotan lumpur tinja, meliputi kegiatan - menerima tugas harian;
29 - memeriksa kondisi truk dan peralatan seperti oli mesin, tekanan ban,
pompa, selang, cek fitting dan sebagainya;
- memeriksa perlengkapan keselamatan kerja (sarung tangan, boots, helm proyek, dan masker);
- memeriksa perlengkapan kerja seperti sekop, garu, sapu, obeng,
perlengkapan mencuci tangan, buku log, kwitansi penerimaan, pena, surat perintah kerja, penyedotan dan peta; dan
- menetapkan rute harian, memilih rute dengan pertimbangan kondisi lalu lintas, rute tersingkat dan rute menuju IPLT.
c) Penyedotan Lumpur Tinja 1) Persiapan penyedotan
- petugas memperlihatkan surat tugas kepada pemilik rumah/bangunan; - petugas, dengan ijin pemilik rumah/bangunan mengakses tangki septik
yang akan dikuras;
- petugas memeriksa kedalaman lumpur didalam tangki septik; - petugas mengidentifikasi kondisi tangki septic;
- jika lumpur di dalam tangki septik mengerasmsehingga menyulitkan proses penyedotan, maka petugas perlu mengaduk lumpur agar bagian padat dapat tercampur dan homogen. jika dibutuhkan, untuk memudahkan pengadukan maka perlu dilakukan penyemprotan dengan air, untuk itu pemilik rumah/bangunan perlu memberitahukan akses air bersih terdekat;
- jika tangki septik disedot secara reguler dan dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya (tidak ada sampah), maka diharapkan penyedotan lumpur dapat dilakukan tanpa pengadukan
2) Pelaksanaan penyedotan lumpur tinja
- sarana pengangkutan ditempatkan pada permukaan tanah yang rata dan keras;
- dalam melakukan perawatan atau pada saat pemompaan tidak masuk ke dalam tangki septik karena berbahaya bagi kesehatan;
- dalam melakukan pengurasan sebaiknya melalui manhole, bukan melalui pipa inlet atau outlet sehingga kerusakan pada pipa inlet/outlet dapat terhindari terutama yang menggunakan cabang T;
- penyedotan dilakukan oleh pengelola penyedotan tangki septik yang mendapatkan izin atau terdaftar dan memiliki sertifikat kompetensi; - pengurasan menggunakan pompa vakum atau pompa sentrifugal yang
terhubung langsung dengan kendaraan pengangkut lumpur tinja; - lumpur tinja yang ada dalam tangki septik perlu diaduk pada saat
lumpur tinggal sedikit (level isi tangki septik kurang lebih 30 cm dari lubang outlet). Hal ini dilakukan untuk menghindari padatan yang tertinggal dalam tangki septik. Proses pengadukan dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti menggunakan udara dan backflushing; setelah lumpur tinja yang terakumulasi di tangki selesai disedot, perlu dilakukan inspeksi kondisi tangki septik seperti kondisi baffle outlet
30 atau cabang T dalam kondisi baik atau tidak, kondisi vent dan lubang inspeksi harus dicek dan dipastikan berfungsi dengan baik;
- setelah semua sistem baik, tangki diisi dengan air sampai level outlet. Hal yang perlu diperhatikan saat mengisi air, nilai TSS tidak boleh lebih dari 400 ppm;
- dalam melakukan pemompaan tidak perlu menyisakan lumpur untuk start up sistem tangki septik; dan
- dalam melakukan start up sistem tangki septik tidak perlu penambahan zat tertentu.
2. Pengangkutan Lumpur Tinja
a) Pengangkutan Lumpur Tinja pada Pelayanan Lumpur Tinja Terjadwal Sebelum truk tinja diberangkatkan untuk penyedotan terjadwal, pihak pelaksana:
- menghubungi konsumen, untuk memberitahukan jadwal penyedotan, sehingga konsumen dapat mempersiapkan akses pada saat penyedotan tangki septik, sehingga petugas yang melaksanakan penyedotan tidak mengalami kesulitan;
- mempersiapkan buku pencatatan dan kartu pelanggan; dan - membawa surat jalan.
b) Pengangkutan Lumpur Tinja pada Pelayanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal - apabila pelayanan pengurasan tangki septik tidak terjadwal atau
berdasarkan permintaan dapat dilakukan dengan menghubungi pengelola; - pada saat pendaftaran, petugas menyampaikan beberapa informasi kepada
pelanggan mengenai teknik pengurasan, tarif pelayanan, truk dan identitas petugas yang memberikan pelayanan pengurasan;
- pada saat mendaftar atau pada saat selesai pengurasan tangki septik, calon pelanggan ditawarkan untuk didaftarkan sebagai pelanggan pengurasan tangki septik terjadwal;
3. Pembuangan Lumpur Tinja
a) siapkan selang pembuangan ke dalam unit pengumpul di IPLT; b) normalkan tekanan dalam tangki sesuai dengan tekanan sekitar 1 bar; c) pastikan hubungan antar pompa vakum dan tangki dalam keadaan normal; d) buka katup pembuangan, pastikan tekanan pada pressure gauge tidak lebih dari
20 psi di atas nol pada saat pembuangan.
C. Pengoperasian dan Pemeliharaan Sub-Sistem Pengolahan Lumpur Tinja 1. Pengoperasian dan pemeliharaan bak pengumpul
a) waktu tinggal air limbah domestik di dalam bak pengumpul sesuai dengan perencanaan;
31 c) pengaliran efluen dari bak pengumpul ke dalam kolam anaerobik dilaksanakan sesuai SOP, sehingga lapisan kerak buih yang menutupi kolam tidak terganggu, yang berfungsi untuk mencegah keluarnya bau ke sekitar lingkungan kolam. 2. Pengoperasian dan pemeliharaan pompa pada bak pengumpul
a) pengoperasian pompa utama dan pompa cadangan dilaksanakan secara bergantian;
b) pompa perlu dirawat secara berkala sesuai dengan jadwal perawatan;
c) jika pompa beroperasi tidak sesuai dengan kondisi teknis pengoperasian pompa, pengelola melakukan perawatan; dan
d) tombol atau kenop dirawat dengan memberikan pelumas sesuai dengan SOP 3. Pengoperasian dan pemeliharaan unit penyaringan benda kasar (bar screen)
dilaksanakan oleh pengelola dengan cara
a) memperhatikan dan menjaga kondisi bar screen, sehingga sampah tidak mengganggu prasarana dan sarana berikutnya;
b) sampah yang tersaring di bar screen dibersihkan secara rutin;
c) mechanical screen secara periodik dilakukan perawatan pada motor penggerak, pengencangan pada rantai, dan memberikan tambahan pelumas secara teratur; dan
d) melakukan pengaturan tekanan pada rantai kerja dan mengatur lengan kerja mechanical screen.
4. Pengoperasian dan pemeliharaan unit pemekatan a) Pengoperasian dan pemeliharaan Tangki Imhoff
- Ruang sedimentasi dikosongkan terlebih dahulu sebelum dan sesudah pemompaan lumpur ke tangki imhoff.
- Lemak dan zat padat yang mengapung pada permukaan air di ruang sedimentasi dibersihkan secara periodik.
- Zat padat yang menempel pada dinding dan pada bagian dasar yang landai dari ruang sedimentasi dikikis atau dikeruk dengan sikat atau sapu karet secara periodik.
- Celah (slot) pada dasar ruang sedimentasi dibersihkan menggunakan kayu/bambu secara periodik.
- Busa/buih (scum) yang terbentuk di dalam tangki imhoff dikeluarkan menggunakan air bertekanan.
- Pemeriksan kedalaman lumpur dengan menggunakan pantulan suara. - Pengurasan lumpur dari tangki dilakukan sebelum permukaan lapisan
endapan lumpur di ruang pengendapan mendekati 0,5 m ke celah (slot) dasar ruang sedimentasi. Estimasi volume lumpur yang dikeluarkan dari tangki sekitar 20-25% volume lumpur tinja yang masuk.
- Setelah pelaksanaan pengeluaran lumpur, pipa pembuang dibersihkan dengan penggelontoran menggunakan air bersih. Hal ini berguna untuk mengatasi pengerasan lumpur dalam pipa.
- Apabila lumpur masih mengandung endapan pasir maka pipa berpotensi tersumbat.
32 - Saluran inlet dan outlet tangki imhoff harus dibersihkan secara berkala dari
timbunan zat padat.
b) Pengoperasian dan pemeliharaan Clarifier
- Akumulasi padatan pada influen, baffle, pelimpah (weir) efluen, saluran efluen, dan box efluen setiap hari.
- Pemantauan terhadap resirkulasi lumpur dan pengaturan kecepatan resirkulasi.
- Kondisi dinding vertikal dan saluran, dinding dan saluran perlu dibersihkan menggunakan alat penyapu dari karet setiap hari.
- Lumpur yang meluap/tumpah perlu dibersihkan menggunakan air bertekanan.
- Tinggi permukaan air di atas pelimpah (weir) perlu dipantau setiap hari. - Motor listrik, penunjuk temperatur dan detector overloading diperiksa
selama pengoperasian berlangsung (dua kali sehari).
- Ketinggian lumpur dan pompa lumpur perlu dipantau setiap hari.
- Bangunan clarifier perlu dikuras dan dibersihkan setahun sekali untuk memeriksa bagian di bawah air seperti struktur beton, perpipaan dan sebagainya. Apabila ada bagian yang mengalami kerusakan, maka dilakukan pergantian atau pemasangan kembali.
- Bagian beton yang rusak atau bocor diperbaiki, selain itu untuk bagian clarifier yang menggunakan logam dilakukan pengecatan untuk mengurangi karat.
5. Pengoperasian dan pemeliharaan unit stabilisasi lumpur
a) Pengoperasian dan pemeliharaan unit stabilitasi sistem kolam anaerobik, kolam fakultatif, kolam maturasi, dan kolam aerasi
1) Pengoperasian dan pemeliharaan kolam anaerobic
- tumbuhan dan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanggul kolam dibersihkan agar tidak merusak tanggul dan/atau dinding kolam; - lapisan buih (scum) dan alga yang terbentuk pada kolam anaerobik
dibersihkan sesuai dengan jadwal atau SOP;
- pastikan tidak ada akumulasi lumpur di bagian inlet dan outlet kolam; dan
- kondisi tanggul diperiksa secara berkala untuk menghindari kerusakan kolam.
2) Pengoperasian dan pemeliharaan kolam fakultatif dan maturasi
- saluran inlet dan outlet diperiksa secara periodik untuk memastikan tidak tersumbat;
- tumbuhan dan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanggul kolam dibersihkan agar tidak merusak tanggul dan/atau dinding kolam; - aliran debit masuk dan debit keluar diukur dan dicatat setiap bulan; - lapisan buih (scum) dan alga yang terbentuk pada kolam anaerobik
33 - data kualitas air limbah domestik pada influen dan efluen kolam
dianalisis setiap 6 (enam) bulan; dan
- kondisi tanggul diperiksa secara berkala, perbaikan darurat dilakukan segera setelah ditemukan kerusakan pada tanggul, dan perbaikan permanen dijadwalkan untuk dilakukan secepatnya.
3) Pengoperasian dan pemeliharaan kolam aerasi
- Debit masuk dan debit keluar diukur dan dicatat setiap bulan, kondisi debit dapat mengindikasikan kondisi akumulasi padatan pada pipa dan ruang impeller;
- Lapisan buih (scum) dan alga yang terbentuk pada kolam aerobik perlu dibersihkan sesuai dengan jadwal atau SOP;
- Kondisi overloading. Bau menyengat dari septik dan penurunan populasi alga dapat mengindikasikan pengolahan biologis air limbah domestik tidak berlangsung sesuai perencanaan. Hal tersebut umumnya terjadi apabila akumulasi lumpur di dalam kolam anaerobik terlalu tinggi, sehingga dibutuhkan pengerukan lumpur. Jika lumpur tidak tinggi, dilakukan resirkulasi air limbah domestik dari kolam maturasi. - Kondisi Toksik. Jika terjadi kondisi toksik dalam kolam, dimana
bakteri dalam kolam aerasi tidak aktif atau seluruhnya mati. Langkah awal yang dilaksanakan menghentikan influen air limbah domestik dan pengenceran dengan air bersih. Langkah berikutnya apabila diperlukan dilaksanakan pembibitan bakteri kembali.
- Jika air limbah domestik yang masuk ke unit aerasi rentang pH optimal untuk pengoperasian unit aerasi yaitu pada 6.8 – 7.8. Dibutuhkan pengkondisian pH pada unit aerasi dengan menambahkan zat kimia (Ca(OH)2 atau HCl), hingga dicapai pH optimal.
b) Pengoperasian dan pemeliharaan unit anaerobic sludge digester
- Pemeriksaan COD, BOD, TSS dan pH pada inlet unit anaerobik sludge digester, dianjurkan untuk dilaksanakan setiap hari.
- pH merupakan salah satu syarat agar proses anaerobik dapat berjalan secara optimal. Gangguan pH terjadi apabila limbah yang masuk ke unit anaerobik sludge digester memiliki pH<6.8 atau >7.3. Untuk mengembalikan pH proses ke normal dapat ditambahkan NaOH atau HCl. Apabila air limbah domestik memiliki pH asam, perlu ditambahkan NaOH, apabila air limbah domestic memiliki pH basa, perlu ditambahkan HCl. pH optimal untuk proses aerobik yaitu 6.8 – 7.1.
- Kondisi overloading, terjadi apabila bakteri tidak dapat mengatasi beban organik yang terdapat dalam air limbah domestik. Jika terjadi overloading, maka nilai pemeriksaan COD, BOD dan SS efluen akan meningkat. Apabila terjadi overloading, perlu dilaksanakan pengambilan sampel air limbah pada unit anaerobik sludge digester untuk memeriksa rasio kebutuhan mikroorganisme di dalam unit sudah sesuai atau masih kurang. Jika rasio mikroorganisme cukup berarti ada sebab lain yang
34 mengakibatkan overloading, maka pengelola perlu menelusuri dan memastikan penyebab overloading tersebut.
- Jika terjadi kondisi toksik dalam kolam, saat bakteri dalam kolam aerasi tidak aktif atau seluruhnya mati, langkah awal yang perlu dilakukan yaitu menghentikan influen air limbah domestik, dan melakukan pengenceran dengan air bersih. Langkah berikutnya apabila diperlukan, dilaksanakan pembibitan bakteri kembali.
c) Pengoperasian dan pemeliharaan unit aerobic sludge digester
- Debit masuk dan debit keluar diukur dan dicatat setiap bulan, kondisi debit dapat mengindikasikan kondisi akumulasi padatan pada pipa dan ruang impeller.
- Lapisan buih (scum) dan alga yang terbentuk pada kolam aerobik perlu dibersihkan sesuai dengan jadwal atau SOP.
- Kondisi overloading, bau yang menyengat (septik) dan penurunan populasi alga dapat mengindikasikan pengolahan biologis air limbah domestik tidak berlangsung sesuai perencanaan. Hal ini umumnya terjadi apabila akumulasi lumpur di dalam kolam anaerobik terlalu tinggi, sehingga dibutuhkan pengerukan lumpur. Jika lumpur tidak tinggi, lakukan resirkulasi air limbah domestik dari kolam maturasi.
- Kondisi toksik terjadi apabila bakteri dalam kolam aerasi tidak aktif atau seluruhnya mati, langkah awal yang perlu dilakukan yaitu menghentikan influen air limbah domestik, dan melaksanakan pengenceran dengan air bersih. Langkah berikutnya apabila diperlukan, dilaksanakan pembibitan bakteri kembali.
- Jika air limbah domestik yang masuk ke unit aerasi diluar rentang pH optimal untuk pengoperasian unit aerasi yaitu pada 6.8 – 7.8, maka dibutuhkan pengkondisian pH pada unit aerasi dengan menambahkan zat kimia (Ca(OH)2 atau HCl) hingga dicapai pH optimal.
d) Pengoperasian dan pemeliharaan unit oxydation ditch
- kualitas efluen yang diamati sesuai dengan standar aliran dan/atau standar efluen yang berlaku;
- analisis kondisi pengoperasian(seperti MLSS, DO, selimut lumpur, settleability); dan
- pembersihan rutin screen, pelimpah, mekanisme skimmer, dinding tangki, dan komponen lain.
6. Pengoperasian dan pemeliharaan unit pengeringan lumpur a) Pengoperasian dan pemeliharaan unit sludge drying bed
- Ketebalan lumpur di dalam setiap bak pengering harus selalu dijaga setebal 0,1-0,3 m sesuai dengan perencanaan.
- Pengisian bak pengering lumpur dilakukan secara bertahap (satu per satu atau sel demi sel).