• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT.KK C PROF SD.Awal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PPT.KK C PROF SD.Awal"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

(1)

C

Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum di Sekolah Dasar

(2)

PROFESIONAL:

(3)

OVERVIEW MODUL

Topik I: Bilangan Cacah dan Operasinya

Topik I: Bilangan Cacah dan Operasinya

KB 1: operasi “+”, “-” pada bil cacah <=500

KB 2: Operasi “x” dan “:” pada bil cacah

KB 3: operasi hitung campuran

Topik II: Pecahan

Topik II: Pecahan

KB 1: lambang pecahan biasa dan pecahan campuran KB 2: membandingkan 2 pecahan KB 3: menggunakan gambar atau representasi lain

Topik III: Statistika

Topik III: Statistika

[image:3.720.40.609.44.390.2]
(4)

Brainstorming

Brainstorming tentang untuk apa Kajian

(5)

PEMBELAJARAN 1.

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH

TOPIK 1:

(6)

Tujuan

Tujuan kegiatan pembelajaran ini adalah guru sasaran dapat:

1. menunjukkan konsep (pengertian) penjumlahan suatu bilangan cacah dengan bilangan cacah lain menggunakan peragaan gambar

2. Menunjukkan konsep pengurangan suatu bilangan cacah oleh bilangan cacah lain menggunakan peragaan gambar

3. Menentukan nilai suku yang belum diketahui dalam bentuk kalimat penjumlahan, kalimat pengurangan, atau bentuk kalimat campuran antara penjumlahan dan pengurangan

(7)

Indikator Pencapaian kompetensi 1. Menggambarkan konsep penjumlahan suatu

bilangan cacah oleh bilangan cacah lain

2. Menggambarkan konsep pengurangan suatu bilangan cacah oleh bilangan cacah lainnya 3. Menggunakan strategi penjumlahan dan

(8)

Materi 1. Pengertian Ruang Lingkup Bilangan Cacah di Kelas

Awal

(9)
(10)

Materi Pengertian Ruang Lingkup Bilangan Cacah di Kelas Awal

Berdasarkan pemahaman awal, peserta diklat menjelaskan:

1

1

Bagaimana

langkah-langkah mengenalkan bilangan 1 s.d. 5 kepada siswa?

2

2

Bagaimana

mengenalkan

(11)
(12)

Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Strategi awal mengajarkan penjumlahan dan

pengurangan

• Kata kunci: digabung artinya ditambah; diambil artinya dikurangi

Bagaimana mengajarkan “4 + 2” dan “4 – 2”

(13)

Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah

• Isilah titik-titik dalam lirik nyanyian di bawah ini dengan bilangan yang tepat.

Tek kotek-kotek kotek. Anak ayam berkotek.

Anak ayam turun ….

Mati dua tinggal empat.

Mati lagi tiga tinggal ....

Tek kotek-kotek kotek

Anak ayam turun ....

(14)
(15)

Materi Strategi Penjumlahan dan Pengurangan

(16)

Materi Strategi Penjumlahan dan Pengurangan (Lanjutan)

(17)

Materi Strategi Penjumlahan dan Pengurangan (Lanjutan)

(18)

Materi Strategi Penjumlahan dan Pengurangan (Lanjutan)

(19)
(20)

Aktivitas Pembelajaran

1.

1.

Bagaimana mengajarkan menghitung 47 – 29?

Gunakan alat peraga seperti blok Dienes atau alat bantu lain seperti lidi, sedotan, dan sejenisnya.

Bagaimana mengajarkan menghitung 47 – 29?

Gunakan alat peraga seperti blok Dienes atau alat bantu lain seperti lidi, sedotan, dan sejenisnya.

2.

2.

Bagaimana mengajarkan menghitung 24 – 8

menggunakan strategi mengingat pasangan bilangan berjumlah 10?

Bagaimana mengajarkan menghitung 24 – 8

(21)
(22)

Latihan

1. Tentukan masing-masing suku yang belum diketahui pada bentuk penjumlahan dan pengurangan berikut ini.

a. 48+...=76 b. ...+27=63 c. 46–...=27 d. 203–...=125 e. ...–136=75.

2. Tunjukkan proses penyelesaiannya dengan gambar untuk soal cerita berikut ini. Budi mempunyai 5 ekor kambing, kemudian ia menjual 2 ekor kambingnya.

(23)

PEMBELAJARAN 2

PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN CACAH

TOPIK 1:

(24)

Tujuan

1. Guru dapat menjelaskan konsep perkalian dasar dengan menggunakan contoh Kontekstual (ada dalam kehidupan siswa sehari-hari) secara tepat 2. Guru dapat mengalikan setiap 2 (dua) bilangan cacah 2 (dua) hingga 3

(tiga) angka menggunakan cara bersusun.

3. Guru dapat menjelaskan konsep pembagian dasar

4. Guru dapat melakukan pembagian lanjut menggunakan teknik pembagian bersusun

(25)

Indikator Pencapaian kompetensi

1. memberikan beberapa contoh kontekstual (ada dalam kehidupan siswa sehari-hari) perkalian setiap 2 (dua) bilangan cacah 1 (satu) angka

2. mengalikan setiap 2 (dua) bilangan cacah 2 (dua) hingga 3 (tiga) angka menggunakan cara bersusun.

3. Melakukan pembagian lanjut menggunakan teknik pembagian bersusun

(26)

Materi

1.Perkalian

(27)
(28)

Materi Perkalian

a. Konsep Perkalian

a × b = b + b + b + . . . + b

Perbedaan dan persamaan 2 × 3 dan 3 × 2 Perbedaan  2 × 3 = 3 + 3 (sebanyak 2 suku)

3 × 2 = 2 + 2 + 2 (sebanyak 3 suku) Persamaan  2 × 3 = 3 + 3 = 6

(29)

Materi Perkalian

Contoh Kontekstual Perkalian

1 orang kepalanya 1 sebagai pendekatan kontekstual untuk perkalian dengan bilangan 1

1 sepeda motor rodanya 2 sebagai pendekatan kontekstual untuk perkalian dengan bilangan 2

1 becak rodanya 3 atau 1 bentor rodanya 3 sebagai pendekatan kontekstual untuk perkalian dengan bilangan 3

1 mobil rodanya 4 sebagai pendekatan kontekstual untuk perkalian dengan bilangan 4

(30)

Materi Perkalian

b. Sifat Perkalian

1. 0 × a = a × 0 = 0 dengan a bilangan cacah 2. Sifat perkalian dengan bilangan 1 (satu)

– 1 × a = a × 1 = a dengan a bilangan cacah

3. Sifat komutatif perkalian

a ×b = b × a dengan a dan b bilangan cacah

4. Sifat asosiatif perkalian

– (a ×b )× c = a × (b × c) dengan a, b dan c bilangan cacah

5. sifat distributif perkalian

(31)

Materi Perkalian

(32)
(33)

Materi Pembagian

a. Konsep Pembagian

• Pembagian adalah pengurangan berulang.

(34)

Materi Pembagian

Pembagian Susun Kebawah

(35)
(36)
(37)
(38)

Latihan

(39)

PEMBELAJARAN 3.

OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN CACAH DAN POLA BILANGAN SEDERHANA

TOPIK 1:

(40)

Tujuan 1. Guru dapat menentukan hasil operasi hitung

campuran bilangan cacah

(41)

Indikator Pencapaian kompetensi

1. Menentukan hasil operasi hitung

campuran bilangan cacah

2. Menyelesaikan masalah kontekstual

dengan operasi hitung bilangan cacah yang

tepat

(42)

Materi 1. Operasi Hitung Campuran

(43)
(44)

Materi Operasi Hitung Campuran

Operasi hitung campuran yang dimaksud

adalah operasi hitung yang melibatkan lebih dari satu macam operasi dalam suatu perhitungan.

Dalam suatu soal hitungan yang menjadi prioritas

untuk dihitung terlebih dahulu adalah bilangan-bilangan yang ada didalam tanda kurung.

(45)

Materi Operasi Hitung Campuran

Tambah dan kurang sama kuat (mana yang

lebih depan dikerjakan terlebih dahulu).

Kali dan bagi sama kuat (mana yang lebih

depan dikerjakan terlebih dahulu).

Kali dan bagi lebih kuat dari tambah dan

(46)
(47)

Materi Menyelesaikan Masalah Kontekstual yang Melibatkan Operasi Hitung Bilangan Cacah a. Masalah Kontekstual terkait Operasi Hitung

Campuran

b. Bilangan Prima

(48)
(49)
(50)
(51)
(52)

Aktivitas Pembelajaran

1. Gunakan taksiran terbaik pada puluhan terdekat untuk menyelesaikan hitungan berikutini.

a Mila akan membeli lukisan seharga Rp187.000,00. Jika Mila mempunyai uang seratus ribuan sebanyak 2 lembar dan lima puluh ribuan sebanyak2lembar, taksirlahberapauangkembalianyangakanditerimaMila.

b 22×176+22×28=………

(53)
(54)

Latihan

(55)

PEMBELAJARAN 1.

LAMBANG PECAHAN BIASA DAN PECAHAN CAMPURAN SERTA REPRESENTASINYA DALAM BENTUK GAMBAR

(56)

Tujuan 1. Guru mampu menunjukkan lambang pecahan

biasa dan merepresentasikannya dalam bentuk gambar.

(57)

Indikator Pencapaian kompetensi

Menunjukkan lambang pecahan biasa dan

(58)

Materi 1. Pecahan Biasa

(59)
(60)

Materi Pecahan Biasa

-

m

erupakan bilangan rasional yang dapat

dinyatakan dalam bentuk dengan

a

dan

b

bilangan bulat,

b ≠ 0. a

disebut sebagai

pembilang

dan

b

disebut sebagai

penyebut

.

-

bentuk: pecahan biasa, pecahan campuran

(61)

Materi Pecahan Biasa

Alternatif kegiatan, Lihat http://interactivesites.weebly.com/

Kemudian ke fractions dilanjutkan ke

(62)

Materi Pecahan Biasa

• Melatih keterampilan siswa mengidentifikasi

pecahan melalui permainan interaktif, lihat http:// interactivesites.weebly.com/

kemudian ke

(63)
(64)

Materi Pecahan Biasa

Lihat http://interactivesites.weebly.com/

kemudian ke

(65)
(66)

Materi Pecahan Campuran

(67)
(68)

Materi Pecahan Desimal

Pecahan yang mempunyai penyebut khusus yaitu sepuluh,

seratus, seribu, dan seterusnya.

Satu per sepuluh ditulis 0,1

• Satu per seratus ditulis 0,01

• Satu per seribu ditulis 0,001, dst

123,456 dibaca: seratus dua puluh tiga koma empat

(69)
(70)
(71)
(72)

Aktivitas Pembelajaran Aktivitas1.

Buatlah soal cerita terkait dengan pecahan, dan bagaimana cara membelajarkannya

Aktivitas2.

Buatlah kartu-kartu bergambar yang

merepresentasikan pecahan dan juga

(73)
(74)
(75)

PEMBELAJARAN 2

MEMBANDINGKAN DUA PECAHAN (LEBIH DARI, SAMA

DENGAN, KURANG DARI) BERIKUT REPRESENTASINYA DALAM BENTUK GAMBAR

(76)

Tujuan

1.Guru mampu membandingkan dua pecahan

lebih dari dan kurang dari serta

representasinya dalam bentuk gambar

2.Guru mampu membandingkan dua pecahan

sama dengan dan representasinya dalam

(77)

Indikator Pencapaian kompetensi Membandingkan dua pecahan (lebihdari,

(78)

Materi

1.Membandingkan Pecahan Biasa

(79)
(80)

MEMBANDINGKAN PECAHAN BIASA

80

<

atau

>

(81)

81 MEMBANDINGKAN PECAHAN BIASA

<?

2 3

(82)

82

(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)

PEMBELAJARAN 3

MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU REPRESENTASI LAIN SECARA TEPAT UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA ATAU MASALAH DALAM DUNIA NYATA YANG MELIBATKAN OPERASI HITUNG (TAMBAH, KURANG, KALI, BAGI)

(90)

Tujuan

Guru dapat menggunakan gambar atau

representasi lain secara tepat untuk

menyelesaikan masalah matematika atau

masalah dalam dunia nyata yang

(91)

Indikator Pencapaian kompetensiMenggunakan gambar atau representasi lain secara

tepat untuk menyelesaikan masalah matematika atau masalah dalam dunia nyata yang melibatkan operasi hitung:

1. penjumlahan, 2. pengurangan, 3. perkalian,

(92)

Materi

1.Penjumlahan Pecahan

2.Pengurangan Pecahan

3.Perkalian Pecahan

(93)
(94)

Penjumlahan Pecahan

94

a. Penjumlahan pecahan biasa yang

berpenyebut sama.

b. Penjumlahan Pecahan Biasa yang

Berpenyebut Tidak Sama

(95)
(96)

Materi Pengurangan Pecahan

a.Pengurangan pecahan biasa

berpenyebut sama

(97)
(98)
(99)
(100)

Materi Pembagian Pecahan

a. Pembagian Bilangan Asli dengan

Pecahan biasa

b. Pembagian Pecahan Biasa dengan

Pecahan Biasa

(101)
(102)
(103)
(104)
(105)

PEMBELAJARAN 1.

MEMBACA, MENDESKRIPSIKAN, DAN MENGINTERPRETASIKAN DATA DALAM TABEL DAN DIAGRAM BATANG

(106)

Tujuan

1. Guru mampu membaca data yang disajikan dalam bentuk tabel

2. Guru mampu membaca data yang disajikan dalam bentuk diagram batang 3. Guru mampu mendeskripsian data yang disajikan dalam bentuk tabel 4. Guru mampu mendeskripsikan data yang disajikan dalam bentuk diagram

batang

5. Guru mampu menginterpretasikan data yang disajikan dalam bentuk tabel 6. Guru mampu menginterpretasikan data yang disajikan dalam bentuk diagram

(107)

Indikator Pencapaian kompetensi

1. Membaca data yang ditampilkan dalam bentuk tabel. 2. Membaca data yang ditampilkan dalam bentuk

diagram batang.

3. Mendeskripsikan data yang ditampilkan dalam bentuk tabel atau diagram batang.

(108)

Materi 1. Membaca dalam Tabel

2. Membaca Data dalam Diagram Batang

3. Mendeskripsikan dan Menginterpretasikan Data dalam bentuk Tabel

(109)
(110)

Aktivitas Pembelajaran

(111)
(112)

Latihan

Peserta mengerjakan latihan pada

(113)

PEMBELAJARAN 1.

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH

TOPIK 1:

(114)

PEMBELAJARAN 2.

MENENTUKAN RATA-RATA, MEDIAN DAN MODUS

(115)

Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan belajar ini adalah:

1. Guru mampu menghitung nilai rata-rata untuk data tunggal

(116)

Indikator Pencapaian kompetensi 1. Menghitung nilai rata-rata untuk data tunggal. 2. Menentukan median untuk data tunggal.

(117)

Materi 1. Cara Menghitung Rata-rata

(118)
(119)

Cara Menghitung Rata-rata

119

(120)

Cara Menghitung Rata-rata

(121)
(122)

Cara Menghitung Median

122

(123)

Cara Menghitung Median

b. Median untuk data tunggal dengan sebagian atau seluruh nilai datumnya berfrekuensi lebih dari satu

(124)

Cara Menghitung Median

(125)
(126)

Cara Menghitung Modus

126 Modus dari distribusi frekuensi adalah nilai variabel yang paling sering terjadi. Jika hanya ada satu

(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)

Latihan

(134)

Gambar

gambar atau representasi lain

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

• Tanda birama biasa disebut dengan Time signature, adalah tanda untuk menentukan jumlah hitungan dan nilai setiap.. hitungan pada

Bisa menghitung dan mendeskripsikan data dari nilai mean, median, modus, quartil, desil, dan persentil.. Bisa menghitung dan mendeskripsikan data dari nilai Varians, Standar

Mahasiswa mampu untuk menghitung nilai dari deviasi rata-rata untuk data yang dikelompokkan dengan data yang tidak dikelompokkan2. Mahasiswa mampu untuk menghitung nilai

Nilai sentral adalah nilai yang mewakili nilai pusat dari suatu gugus data terdiri dari (mean, modus,dan median) 17. Rata-rata aritmatika dapat dihitung untuk data skala

Kapita Selekta Kombinatorika dan Statistika dasar - Kombinasi, pemurtasi dasar - Pengolahan data Mean rata-rata, Modus nilai yang sering muncul dan Median nilai tengah Kisi – Kisi

Kompetensi Dasar : Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan distribusi data, nilai rata-rata, median, modus dan sebaran data untuk mengambil kesimpulan, membuat

Dokumen ini berisi panduan langkah demi langkah untuk menghitung nilai sentral (mean, median, modus, dan kuartil) dari data usia

Sekumpulan nilai data akan terdistribusi secara normal apabila rata-rata nilai variabel sama dengan median dan sama dengan modus nilai data