• Tidak ada hasil yang ditemukan

Copy of ILMU HADIS SISWA EDIT BOGOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Copy of ILMU HADIS SISWA EDIT BOGOR"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Muhamad Zunin
    • Moh Soir
    • Ngatiman
  • Pengajar:
    • Nurro iah
    • Habib Masduki
  • Sekolah: Kementerian Agama Republik Indonesia
  • Mata Pelajaran: Ilmu Hadis
  • Topik: Syarat-Syarat Rijâl Al-Hadis
  • Tipe: Buku Siswa
  • Tahun: 2015
  • Kota: Jakarta

I. SYARAT-SYARAT RIJ L AL-ADĪ

Bab ini membahas syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang periwayat hadis (rijl al-adī) agar riwayatnya dapat diterima. Syarat-syarat ini meliputi keadilan, kemampuan menjaga hafalan dan tulisan, serta menjaga harga diri dengan akhlak yang baik. Pembahasan ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan melalui hadis adalah valid dan dapat dipercaya. Dengan memahami syarat-syarat ini, siswa diharapkan dapat lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi yang bersumber dari hadis.

1.1 Mari Renungkan

Bagian ini mengajak siswa untuk merenungkan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan hadis. Siswa diajak untuk memahami konsekuensi dari menyebarkan informasi yang tidak benar, serta bagaimana sikap dan perilaku seorang periwayat hadis dapat mempengaruhi kredibilitas riwayatnya. Pertanyaan reflektif disajikan untuk membangun kesadaran siswa akan tanggung jawab mereka dalam mempelajari dan menyampaikan ilmu.

1.2 Kompetensi Inti dan Dasar

Kompetensi inti dalam bab ini menekankan pentingnya menghayati ajaran Islam dan berperilaku jujur. Kompetensi dasar yang ditetapkan mencakup kemampuan siswa untuk menganalisis syarat-syarat rijl al-adī serta memahami sifat-sifat yang dapat diterima dalam periwayatan hadis. Hal ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi pengamal ajaran Islam yang baik.

1.3 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diuraikan untuk memastikan siswa dapat meyakini kebenaran informasi yang bersumber dari orang yang dapat dipercaya. Siswa diharapkan mampu membandingkan rijl al-adī yang dapat diterima riwayatnya dengan yang tidak, serta memahami pengertian dan syarat-syarat rijl al-adī. Hal ini penting untuk membangun kemampuan kritis siswa dalam menilai informasi.

1.4 Peta Konsep

Peta konsep disajikan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara syarat-syarat rijl al-adī, pengertian rijl al-adī, dan aspek-aspek lain yang relevan. Peta ini membantu siswa dalam memahami struktur pembelajaran dan mengorganisir pengetahuan mereka secara sistematis.

1.5 Mengamati dan Menanya

Siswa diajak untuk mengamati contoh-contoh nyata dari periwayat hadis dan bertanya tentang kriteria yang membuat seseorang dapat dipercaya. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar dan mengembangkan rasa ingin tahu mereka tentang ilmu hadis.

1.6 Eksplorasi

Eksplorasi dilakukan dengan menggali lebih dalam tentang syarat-syarat rijl al-adī melalui sumber-sumber tambahan. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai referensi untuk memperkaya pemahaman mereka tentang topik ini. Hal ini juga melatih siswa untuk berinisiatif dalam belajar mandiri.

1.7 Mengkomunikasikan

Siswa diminta untuk mendiskusikan hasil eksplorasi mereka dengan teman-teman sekelas. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa, serta memperkuat pemahaman mereka melalui interaksi sosial.

1.8 Rangkuman dan Uji Kompetensi

Rangkuman di akhir bab memberikan ringkasan tentang syarat-syarat rijl al-adī yang telah dipelajari. Uji kompetensi diadakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan, sehingga siswa dapat mengevaluasi diri mereka sendiri dan mengetahui area yang perlu diperbaiki.

II. AL-JAR WA AT-TA’DĪL

Bab ini membahas ilmu al-jar wa at-ta’dīl, yang berfungsi untuk menilai kualitas periwayat hadis. Ilmu ini penting untuk menjaga keaslian dan keakuratan informasi yang disampaikan dalam hadis. Dengan memahami al-jar dan at-ta’dīl, siswa dapat lebih kritis dalam menilai riwayat hadis dan mengetahui apakah suatu hadis dapat diterima atau tidak.

2.1 Mari Renungkan

Siswa diajak untuk merenungkan pentingnya menilai kualitas periwayat hadis. Pertanyaan reflektif dihadirkan untuk membangun kesadaran siswa tentang tanggung jawab mereka dalam menyampaikan hadis yang sahih dan bagaimana hal ini berpengaruh terhadap pemahaman ajaran Islam.

2.2 Kompetensi Inti dan Dasar

Kompetensi inti dalam bab ini menekankan pada pentingnya sikap kritis terhadap kualitas hadis yang digunakan sebagai hujjah. Kompetensi dasar mencakup pemahaman siswa tentang al-jar wa at-ta’dīl dan kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam menilai hadis.

2.3 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diuraikan untuk memastikan siswa dapat memahami dan menerapkan prinsip al-jar wa at-ta’dīl dalam menilai periwayat hadis. Hal ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan kritis yang diperlukan dalam studi hadis.

2.4 Peta Konsep

Peta konsep disajikan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara al-jar, at-ta’dīl, dan aspek-aspek lain yang relevan. Peta ini membantu siswa dalam memahami struktur pembelajaran dan mengorganisir pengetahuan mereka secara sistematis.

2.5 Mengamati dan Menanya

Siswa diajak untuk mengamati contoh-contoh dari al-jar dan at-ta’dīl dalam praktik. Pertanyaan yang diajukan mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana penilaian terhadap periwayat dapat mempengaruhi penerimaan hadis.

2.6 Eksplorasi

Eksplorasi dilakukan dengan menggali lebih dalam tentang al-jar wa at-ta’dīl melalui sumber-sumber tambahan. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai referensi untuk memperkaya pemahaman mereka tentang topik ini.

2.7 Mengkomunikasikan

Siswa diminta untuk mendiskusikan hasil eksplorasi mereka dengan teman-teman sekelas. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa, serta memperkuat pemahaman mereka melalui interaksi sosial.

2.8 Rangkuman dan Uji Kompetensi

Rangkuman di akhir bab memberikan ringkasan tentang al-jar wa at-ta’dīl yang telah dipelajari. Uji kompetensi diadakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan, sehingga siswa dapat mengevaluasi diri mereka sendiri.

III. PEMBAGIAN HADIS BERDASARKAN KUANTITAS SANAD

Bab ini membahas tentang pembagian hadis berdasarkan kuantitas sanad, yaitu bagaimana hadis dapat dikategorikan berdasarkan jumlah periwayat yang terlibat dalam penyampaian hadis tersebut. Pemahaman tentang pembagian ini penting untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan suatu hadis serta untuk menentukan statusnya dalam konteks syari’at.

3.1 Mari Renungkan

Siswa diajak untuk merenungkan bagaimana pembagian hadis berdasarkan kuantitas sanad dapat mempengaruhi pemahaman dan penerimaan hadis dalam masyarakat. Pertanyaan reflektif disajikan untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya aspek ini dalam studi hadis.

3.2 Kompetensi Inti dan Dasar

Kompetensi inti dalam bab ini menekankan pentingnya memahami pembagian hadis berdasarkan kuantitas sanad. Kompetensi dasar mencakup kemampuan siswa untuk mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis hadis berdasarkan jumlah periwayat.

3.3 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diuraikan untuk memastikan siswa dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pembagian hadis berdasarkan kuantitas sanad dalam studi hadis. Hal ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan analitis yang diperlukan.

3.4 Peta Konsep

Peta konsep disajikan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara pembagian hadis berdasarkan kuantitas sanad dan aspek-aspek lain yang relevan. Peta ini membantu siswa dalam memahami struktur pembelajaran.

3.5 Mengamati dan Menanya

Siswa diajak untuk mengamati contoh-contoh hadis dan mendiskusikan kuantitas sanad yang terlibat. Pertanyaan yang diajukan mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana jumlah periwayat dapat mempengaruhi status hadis.

3.6 Eksplorasi

Eksplorasi dilakukan dengan menggali lebih dalam tentang pembagian hadis berdasarkan kuantitas sanad melalui sumber-sumber tambahan. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai referensi untuk memperkaya pemahaman mereka.

3.7 Mengkomunikasikan

Siswa diminta untuk mendiskusikan hasil eksplorasi mereka dengan teman-teman sekelas. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa.

3.8 Rangkuman dan Uji Kompetensi

Rangkuman di akhir bab memberikan ringkasan tentang pembagian hadis berdasarkan kuantitas sanad yang telah dipelajari. Uji kompetensi diadakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

IV. PEMBAGIAN HADIS BERDASARKAN KUALITAS SANAD

Bab ini membahas tentang pembagian hadis berdasarkan kualitas sanad, yaitu bagaimana hadis dapat dikategorikan berdasarkan keandalan dan kredibilitas periwayat yang terlibat. Pemahaman tentang pembagian ini penting untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan suatu hadis serta untuk menentukan statusnya dalam konteks syari’at.

4.1 Mari Renungkan

Siswa diajak untuk merenungkan bagaimana pembagian hadis berdasarkan kualitas sanad dapat mempengaruhi pemahaman dan penerimaan hadis dalam masyarakat. Pertanyaan reflektif disajikan untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya aspek ini dalam studi hadis.

4.2 Kompetensi Inti dan Dasar

Kompetensi inti dalam bab ini menekankan pentingnya memahami pembagian hadis berdasarkan kualitas sanad. Kompetensi dasar mencakup kemampuan siswa untuk mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis hadis berdasarkan kualitas sanad.

4.3 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diuraikan untuk memastikan siswa dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pembagian hadis berdasarkan kualitas sanad dalam studi hadis. Hal ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan analitis yang diperlukan.

4.4 Peta Konsep

Peta konsep disajikan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara pembagian hadis berdasarkan kualitas sanad dan aspek-aspek lain yang relevan. Peta ini membantu siswa dalam memahami struktur pembelajaran.

4.5 Mengamati dan Menanya

Siswa diajak untuk mengamati contoh-contoh hadis dan mendiskusikan kualitas sanad yang terlibat. Pertanyaan yang diajukan mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana kualitas periwayat dapat mempengaruhi status hadis.

4.6 Eksplorasi

Eksplorasi dilakukan dengan menggali lebih dalam tentang pembagian hadis berdasarkan kualitas sanad melalui sumber-sumber tambahan. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai referensi untuk memperkaya pemahaman mereka.

4.7 Mengkomunikasikan

Siswa diminta untuk mendiskusikan hasil eksplorasi mereka dengan teman-teman sekelas. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa.

4.8 Rangkuman dan Uji Kompetensi

Rangkuman di akhir bab memberikan ringkasan tentang pembagian hadis berdasarkan kualitas sanad yang telah dipelajari. Uji kompetensi diadakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

V. PEMBAGIAN HADIS BERDASARKAN SIFAT SANAD

Bab ini membahas tentang pembagian hadis berdasarkan sifat sanad, yaitu bagaimana hadis dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik dan sifat yang dimiliki oleh sanad tersebut. Pemahaman tentang pembagian ini penting untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan suatu hadis serta untuk menentukan statusnya dalam konteks syari’at.

5.1 Mari Renungkan

Siswa diajak untuk merenungkan bagaimana pembagian hadis berdasarkan sifat sanad dapat mempengaruhi pemahaman dan penerimaan hadis dalam masyarakat. Pertanyaan reflektif disajikan untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya aspek ini dalam studi hadis.

5.2 Kompetensi Inti dan Dasar

Kompetensi inti dalam bab ini menekankan pentingnya memahami pembagian hadis berdasarkan sifat sanad. Kompetensi dasar mencakup kemampuan siswa untuk mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis hadis berdasarkan sifat sanad.

5.3 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diuraikan untuk memastikan siswa dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pembagian hadis berdasarkan sifat sanad dalam studi hadis. Hal ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan analitis yang diperlukan.

5.4 Peta Konsep

Peta konsep disajikan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara pembagian hadis berdasarkan sifat sanad dan aspek-aspek lain yang relevan. Peta ini membantu siswa dalam memahami struktur pembelajaran.

5.5 Mengamati dan Menanya

Siswa diajak untuk mengamati contoh-contoh hadis dan mendiskusikan sifat sanad yang terlibat. Pertanyaan yang diajukan mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana sifat sanad dapat mempengaruhi status hadis.

5.6 Eksplorasi

Eksplorasi dilakukan dengan menggali lebih dalam tentang pembagian hadis berdasarkan sifat sanad melalui sumber-sumber tambahan. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai referensi untuk memperkaya pemahaman mereka.

5.7 Mengkomunikasikan

Siswa diminta untuk mendiskusikan hasil eksplorasi mereka dengan teman-teman sekelas. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa.

5.8 Rangkuman dan Uji Kompetensi

Rangkuman di akhir bab memberikan ringkasan tentang pembagian hadis berdasarkan sifat sanad yang telah dipelajari. Uji kompetensi diadakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

VI. PEMBAGIAN HADIS BERDASARKAN TEMPAT PENYANDARANNYA

Bab ini membahas tentang pembagian hadis berdasarkan tempat penyandarannya, yaitu bagaimana hadis dapat dikategorikan berdasarkan lokasi atau konteks di mana hadis tersebut disampaikan. Pemahaman tentang pembagian ini penting untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan suatu hadis serta untuk menentukan statusnya dalam konteks syari’at.

6.1 Mari Renungkan

Siswa diajak untuk merenungkan bagaimana pembagian hadis berdasarkan tempat penyandarannya dapat mempengaruhi pemahaman dan penerimaan hadis dalam masyarakat. Pertanyaan reflektif disajikan untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya aspek ini dalam studi hadis.

6.2 Kompetensi Inti dan Dasar

Kompetensi inti dalam bab ini menekankan pentingnya memahami pembagian hadis berdasarkan tempat penyandaran. Kompetensi dasar mencakup kemampuan siswa untuk mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis hadis berdasarkan tempat penyandaran.

6.3 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diuraikan untuk memastikan siswa dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pembagian hadis berdasarkan tempat penyandaran dalam studi hadis. Hal ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan analitis yang diperlukan.

6.4 Peta Konsep

Peta konsep disajikan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara pembagian hadis berdasarkan tempat penyandaran dan aspek-aspek lain yang relevan. Peta ini membantu siswa dalam memahami struktur pembelajaran.

6.5 Mengamati dan Menanya

Siswa diajak untuk mengamati contoh-contoh hadis dan mendiskusikan tempat penyandaran yang terlibat. Pertanyaan yang diajukan mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana lokasi penyandaran dapat mempengaruhi status hadis.

6.6 Eksplorasi

Eksplorasi dilakukan dengan menggali lebih dalam tentang pembagian hadis berdasarkan tempat penyandaran melalui sumber-sumber tambahan. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai referensi untuk memperkaya pemahaman mereka.

6.7 Mengkomunikasikan

Siswa diminta untuk mendiskusikan hasil eksplorasi mereka dengan teman-teman sekelas. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi siswa.

6.8 Rangkuman dan Uji Kompetensi

Rangkuman di akhir bab memberikan ringkasan tentang pembagian hadis berdasarkan tempat penyandaran yang telah dipelajari. Uji kompetensi diadakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

Gambar

gambar ini?Hadis yang bisa dijadikan
GAMBAR PERTAMA
GAMBAR KEDUA
Gambar ini adalah judul-judul buku tentang ajaran Allah, Rasulullah, Tabi’in, dan orang setelah tabiin.

Referensi

Dokumen terkait

Melihat analisa sanad di atas dapat dilihat bahwa periwayatan hadis dalam sanad hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari adalah shahih dikarenakan tidak ada

Pengelompokkan ajaran Islam dalam bentuk mata pelajaran di lingkungan madrasah dimulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)

Pertama : Kondisi Pemerintahan yang lemah dan kemorosotan akhlak. Turki mulai mengalami kemunduruan setelah terjangkit penyakit yang menyerang bangsa-bangsa besar sebelumnya, yaitu

4. Setelah pembelajaran siswa dapat menerapaknpelajaran yang dapat di ambil dari perbuatan yang terkena ketentuan jin y t.. Berapa banyak jiwa yang telah melayang pada

• Guru diharapkan untuk memiliki catatan sikap atau nilai-nilai karakter yang dimiliki peserta didik selama dalam proses pembelajaran. Catatan terkait dengan sikap atau

Bandingkanlah keadaan kamu sejak datangnya Islam dengan ketika kamu dahulu pada masa jahiliyah bermusuh-musuhan, yang ditandai oleh peperangan yang berlanjut sekian lama generasi

sanad untuk melacak apakah hadis tersebut diriwayatkan seorang perawi saja atau ada perawi lain yang meriwayatkannya dalam setiap t}abaqa>t/tingkatan perawi dengan tujuan

Berdasarkan kaidah kesahihan sanad dan matan hadis, sebagaimana telah dideskripsikan dalam bab II, yaitu tidak ada sya>dz dan ‘illat, serta tidak bertentangan dengan hadis