• Tidak ada hasil yang ditemukan

brosur workshop coding

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "brosur workshop coding"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Sejak 1 Januari 2014, sistem Jaminan Kesehatan Nasional diberlakukan di Indonesia, yang berdampak pada sistem pelayanan kesehatan. Dampak yang sangat besar dirasakan pada pelayanan kesehatan di rumah sakit sebagai rujukan tingkat lanjut.

Secara administratif, rumah sakit tidak lagi menerima dana tunai sebagai pembayaran atas pelayanan yang diberikan, namun dengan cara pengajuan klaim kepada Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Dimana klaim yang diajukan harus berdasarkan kode-kode diagnosa yang ada di dalam ICD 10 dan kode-kode prosedur penatalaksanaan penyakit berdasarkan ICD 9 CM.

Untuk itu, coder rumah sakit harus mempunyai keahlian dalam menerjemahkan diagnosa dan prosedur yang dibuat oleh para dokter ke dalam kode-kode yang benar sebagaimana yang tertuang dalam ICD 10 dan ICD 9 CM tersebut. Ketidakmampuan coder dan staf klaim dalam menerjemahkan apa yang ditulis oleh dokter akan berakibat kepada rendahnya pendapatan rumah sakit.

Oleh karena itu, Pelkesi bermaksud mengajak Bapak/Ibu coder dan staf klaim di rumah sakit anggota Pelkesi untuk bergabung dalam workshop “Coding for Coders dalam Penerapan Sistem INA CBGs” untuk keperluan peningkatan kapasitas coder dan staf klaim.

1. Rumah sakit memiliki coder yang paham tentang penggunaan ICD 10 dan ICD 9 CM.

2. Rumah sakit memiliki coder yang mampu menuliskan kode yang sesuai dengan diagnosa yang dituliskan oleh dokter dan sesuai standard internasional.

3. Rumah sakit memiliki staf klaim yang mampu memeriksa kebenaran klaim yang akan disampaikan kepada BPJS.

CODING

FOR

CODERS

DALAM

PENERAPAN

SISTEM

INA

CBGs

WORKSHOP

Yogyakarta, 18-20 Maret 2015

LATAR BELAKANG

(2)

MATERI

PESERTA waktu dan tempat

Yang bisa menjadi peserta dalam pelatihan ini adalah coder dan staf

klaim / dokter umum rumah sakit. Hari/TanggalWaktu : Rabu - Jumat, 18 - 20 Maret 2015: 08.00 - 17.30 WIB

Tempat : Ruang Pertemuan B

RS Bethesda Yogyakarta, Lt. 3 Jl. Jend. Sudirman No. 70 Yogyakarta

Investasi untuk mengikuti workshop sebesar Rp. 1.000.000/orang, sudah termasuk materi dalam bentuk hard-copy, sertifikat kehadiran, starter kit, lunch dan coffee break selama 3 hari pelatihan. (Akomodasi ditanggung oleh masing-masing peserta)

Info: hotel di sekitar tempat acara : Galuh Anindita Hotel (0274-589426, 589557) & Sagan Huis Hotel (0274-560383)

1. Introduction to Casemix System dan INA-CBGs 2. Structure of INA-CBGs Casemix System

3. Recent Updates on ICD 10

4. Role of Coders in Optimizing Grouping in INA-CBGs 5. Morbidity Coding Rules in ICD 10 for INA-CBGs

6. Use of Code Assist Digital Coding Tool for Casemix Grouping 7. ICD 10 Coding

8. Recent Update in ICD 9 Procedure Classification

9. Coding Rules and Guidelines for ICD 9 CM Procedure Classification in INA-CBGs

10. ICD 9 CM

11. Optimizing INA-CBGs Claims 12. Monitoring and Evaluation

13. Hands Coding of Diagnosis and Procedure Exercises and Case Studies

NARASUMBER

Workshop ini menghadirkan narasumber dari ITCC Universitas Kebangsaan Malaysia :

- Prof. Dr. Syed Mohamed Aljunid, MD, MSc, PhD, FAMM, FPHMM, DSNS (Professor of Health Economic, Consultant of Public Health Medicine, & Senior Research Fellow)

- Dr. Amrizal Muhammad Nur, MD, Msc, PhD (Health Economist & Research Fellow consultant of ITCC)

serta didampingi oleh tim Health Economic dari PT. Kreatif Inti Utama Consula.

Investasi

Pendaftaran disertai pembayaran paling lambat tanggal 13 Maret 2015

(terbatas untuk 30 orang peserta)

Segeralah mendaftar ke Panitia Kegiatan : Sekretariat Nasional Pelkesi

Telp : 021-7822235, Fax : 021-36583650 Email : [email protected]

Contact Person : Rita (0812-9387543), Ratna (0812-88785510)

Biaya pendaftaran ditransfer melalui : Bank BRI Cab. Jakarta Cut Mutiah

a/c: 0230-0100-0472305

a/n: Persatuan Pelayanan Kris Kesehatan Ind

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kaitannya dengan pelayanan medik maka rumah sakit (sebagai employer ) dapat bertanggunggugat atas kesalahan yang dibuat oleh dokter atau tenaga

Sistem dibuat dengan menggabungkan antara perangkat keras yang digunakan sebagai perangkat identifikasi RFID dalam membaca kode unik di e-KTP dan perangkat lunak

Rekomendasi Rincian Kewenangan klinis untuk dokter mata menjalankan prosedur tindakan medis di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes diberikan dalam rangka

4. Dalam pelaksanaan pelayanan visum et repertum, visum dibuat oleh dokter yang pertama kali menangani korban. Pada prosedur tetap siapa yang membuat adalah dokter yang pertama

Sistem pakar diagnosa penyakit TB paru dibuat dengan tujuan untuk memberikan kemudahan kepada para pemakai (dokter muda dan atau perawat) dalam mendiagnosa suatu jenis

Rekomendasi Rincian Kewenangan klinis untuk dokter anak menjalankan prosedur tindakan medis di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes diberikan dalam rangka

Rekomendasi Rincian Kewenangan klinis untuk dokter anak menjalankan prosedur tindakan medis di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes diberikan dalam rangka

Perhitungan kepastian diperlukan dalam sistem pakar untuk dapat meyakinkan pengguna sistem akan hasil diagnosa yang dihasilkan sehingga sistem pakar yang dibuat