• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lima Anak Jalanan Penopang Kehidupan Keluarga: Bekerja Sebagai Pengamen, Pengemis, dan Pemulung di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Lima Anak Jalanan Penopang Kehidupan Keluarga: Bekerja Sebagai Pengamen, Pengemis, dan Pemulung di Kota Medan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan anak bekerja sebagai pemulung ditinjau dari segi keadaan pendidikan, keadaan sosial anak, dan keadaan ekonomi

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah eksploitasi anak jalanan sebagai pengamen di kawasan Simpang Lima kota Semarang, sedangkan tujuan dalam penelitian ini

Keluarga menyuruh anak-anaknya turun kejalanan untuk membantu memenuhi keuangan keluarga dengan cara mengamen; dan (c) faktor penyebab anak jalanan yang menjadi pengamen di

Terkait dengan pelaku kekerasan tersebut, pola tindak kekerasan yang dialami oleh pengemis anak meliputi : pengemis anak sering kali berkelahi dengan anak jalanan yang berada di

Penelitian mengenai Tinjauan Viktimologi Terhadap Anak Jalanan Sebagai Korban Kejahatan Kekerasan di Kota Palembang akan dilakukan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak

Skripsi ini menitikberatkan pada perlindungan hukum terhadap anak-anak jalanan yang berprofesi sebagai pengamen oleh pemerintah kota Medan di tinjau dari Peraturan

Adapunkriteria inklusi dari subyek penelitian adalah anak jalanan di Kota Semarang, pernah mengalami kekerasan seksual berupa perkosaan, baik per vaginal maupun per anal (sodomi),

Motivasi November Memberikan motivasi agar anak jalanan ke arah yang positif Sumber: Dinas Sosial Kota Tanjungpinang,2021 Melihat berbagai kondisi yang dialami anak jalanan,