ii
ABSTRAK
Persalinan prematur adalah masalah global yang terjadi di dunia. Di negara yang berpenghasilan rendah, 12% bayi dilahirkan prematur sedangkan di negara yang berpenghasilan tinggi, bayi yang lahir prematur mencapai angka 9%. Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan kasus persalinan prematur tertinggi. Persalinan prematur dapat terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur.
Lokasi penelitian adalah di RSUP H. Adam Malik dan RS Tk II Putri Hijau Medan. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Data yang digunakan ialah data sekunder dengan melihat data rekam medis pasien. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik non-probability sampling dengan jenis consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 98 orang. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan persalinan prematur adalah uji chi-square.
Hasil penelitian adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin normal yang mengalami persalinan prematur sebanyak 23 orang (34,8%) dan yang tidak mengalami persalinan prematur sebanyak 43 orang (65,2%). Ibu hamil dengan anemia yang mengalami persalinan prematur sebanyak 26 orang (81,3%) dan yang tidak mengalami persalinan prematur sebanyak 6 orang (18,8%). Hasil uji
Chi-square diperoleh nilai p = 0,000.
Dari hasil penelitian tersebut, diperoleh hubungan bermakna antara rendahnya kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur. Kata kunci : persalinan prematur, anemia, hemoglobin
iii
ABSTRACT
Preterm birth is a global problem in the world. In lower income countries, on average, 12% of babies are born too early compared with 9% in higher income countries. Indonesia is one of the 10 countries with greatest number of preterm birth. Preterm birth occurs for a variety of factors, such as anemia. This study aims to determine the effect of haemoglobin on the incidence of preterm.
The location of this study was in RSUP H. Adam Malik and RS Tk II Putri Hijau Medan. This study was an observational analytic cross-sectional design. The samples were taken using a non-probability sampling technique with consecutive sampling types. The data used is secondary measurement by looking medical record. Samples numbered 98 people. The statistical test used to determine haemoglobin to preterm birth is a chi-square test.
The results showed that pregnant woman with normal haemoglobin levels who experience preterm birth as many as 23 people (34,8%) and are not experiencing preterm birth as many as 43 people (65,2%). Pregnant woman with anemia who experience preterm birth as many as 26 people (81,3%) and are not experiencing preterm birth as many as 6 people (18,8%). The results obtained Chi-square test p = 0,000.
The results showed a significant relationship between low haemoglobin levels of pregnant woman with preterm birth events.
Keyword : preterm birth, anemia, haemoglobin