• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Value at Risk Dengan Metode KU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengujian Value at Risk Dengan Metode KU"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAKSI

Dampak krisis keuangan dunia yang berawal sejak bulan Agustus 2007 yang mengakibatkan lemahnya pertumbuhan ekonomi global. Dampak, krisis global tidak hanya terjadi pada sektor keuangan, tetapi juga mempengaruhi sektor pertambangan. Hal ini juga memberikan kecemasan bagi investor akan risiko yang terjadi. Untuk meminimalkan risiko tersebut, maka upaya yang dilakukan yaitu pengukuran risiko. Metode Value at Risk dapat digunakan untuk mengukur risiko. Pada penelitian ini menguji model VaR pada sektor pertambangan dengan metode kupiec sebelum, saat, dan setelah Krisis Keuangan tahun 2008. Guna penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas model Value at Risk di sektor pertambangan pada 1 tahun sebelum krisis tahun 2008, pada periode taun 2008 saaat krisis, dan 2 tahun setelah krisis tahun 2008 (periode 2009-2010). Secara tidak langsung, penelitian ini ingin mengetahui nilai VaR yang terjadi pada tahun 2007 sampai dengan Tahun 2010.

Analisis kuantitatif dari studi deskriptif verifikatif digunakan untuk menggambarkan dan membuktikan suatu model penelitian. Pada penelitian inii menggambarkan dan membuktikan pengujian Value at Risk dengan metode Kupiec. Metode yang digunakan dalam menghitung Value at Risk yaitu, metode Simulasi Historis. Penggunaan data sekunder dengan menggunakan non probability sampling khususnya teknik sampling purposive dipakai dalam pemilihan sampel dan pemilihan data.

Model Value at Risk ini mengukur potensi kerugian maksimal dari 15 saham yang listing mulai periode tahun 2006-tahun 2010 di sektor pertambangan dengan tingkat kepercayaan 99% dan 95%. Validitas model diuji dengan melakukan backtesting dengan Kriteria Kupiec . Dari penelitian ini, ditemukan fakta bahwa hasil pengujian Value at Risk dengan tingkat kepercayaan 99% dan 95% untuk periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 tidak dapat diterima (ditolak) untuk seluruh saham yang diteliti, yaitu ANTM, ARTI, ATPK, BUMI, DOID, TINS, PTRO, PTBA, MITI, KKGI, MEDC, INCO, dan ENRG, kecuali pada saham CITA pengujian model VaR diterima dengan tingkat kepercayaan 95% pada periode tahun 2008 smapai dengan tahun 2010.

Kata Kunci : Value at Risk, Kriteria Kupiec, Simulasi Historis,

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan antara risiko reksa dana saham yang diukur dengan VaR terhadap imbal hasil dilambangkan pada koefisien X 1 (periode t) , dimana hubungan tersebut bernilai

Para analis dan investor di pasar saham Indonesia akan dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai model yang tepat dari Value at Risk untuk mengukur salah

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat risiko 10 saham bank terbesar berdasarkan aset versi Bank Indonesia,dan menguji validasi nilai Value at Risk setiap bank,

Hasil penerapan dari tiga saham perbankan, yaitu BBNI, BBRI, dan BMRI periode 26 Agustus 2013 hingga 20 November 2017 diperoleh model D-Vine Copula dengan fungsi copula Frank

Hasil dari penelitian ini, pada periode 31 Januari 2009 sampai dengan 30 Maret 2010, saham BBCA memiliki volatilitas yang paling tinggi yang mengakibatkan tingginya risiko

harga saham dimasa yang lalu.Salah satu aspek yang penting dalam analisis resiko keuangan adalah perhitungan Value At Risk (VaR), yang merupakan pengukuruan kemungkinan

Penelitian ini membahas penerapan metode Geometric Brownian Motion (GBM) untuk memprediksi harga saham berdasarkan nilai return saham periode sebelumnya serta

Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95% yang berarti peluang terjadinya kerugian adalah hanya 5% dengan kemungkinan dari dana yang telah diinvestasikan