• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu sebagai sarana bagi pendanaan usaha dan sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan. Pasar modal Indonesia telah memperlihatkan perkembangannya dengan jumlah perusahaan IPO 2019 tertinggi di Asean. Semakin besar peran pasar modal dalam kegiatan ekonomi, maka semakin sensitif pula reaksi pasar terhadap peristiwa disekitarnya. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi suatu negara akan memengaruhi kestabilan harga saham dan transaksi perdagangan di pasar modal. Oleh sebab itu, kegiatan perdagangan saham di pasar modal yang merupakan bagian dari aktivitas ekonomi, tak lepas dari pengaruh suatu peristiwa.

Akhir tahun 2019, dunia dihebohkan oleh munculnya sebuah virus baru yang disebut Virus 2019 Novel Corona virus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, Cina. Covid-19 merupakan jenis baru dari virus corona yang hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk penyembuhan Covid-19 (Caroline, Januari 2020, www.who.int).

Menurut World Healt Organization Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus, corona virus adalah suatu kelompok yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis corona virus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai batuk, pilek hingga yang lebih serius adalah Midle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Covid-19 baru ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember tahun 2019. Pada tanggal 11 Maret 2020 World Healt Organization (WHO) menetapkan wabah Covid-19 yang sebelumnya hanya terjadi di Wuhan dan Tiongkok ditingkatkan menjadi status pandemi karena penyebaran virus tersebut sudah sampai ke negara-negara lain serta menjangkit

(2)

banyak orang. Jumlah negara yang menginformasi kasus positif saat status pandemi ditetapkan berjumlah 114 negara dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terjangkit Covid-19 dengan kasus pertama terjadi pada tanggal 2 Maret 2020 hingga data terakhir 1 Desember 2020 sebanyak 543.975 orang terkonfirmasi positif Covid-19 (Haryanti puspa sari, 1 Desember 2020, www.kompas.com). Peningkatan jumlah kasus yang cepat perharinya di Indonesia mengharuskan pemerintah mengambil langkah untuk pencegahan penyebaran virus dengan social distancing atau jaga jarak sosial dimana pemerintah menetapkan kebijakan meliburkan proses pembelajaran di sekolah ataupun perkuliahan dengan mengganti pembelajaran berbasis daring, tempat hiburan yang dibatasi serta beberapa perkantoran yang menerapkan Work From Home (WFH) di awal kasus Covid-19 terjadi sebagai langkah pencegahan penularan (Callistasia, 7 April 2020, www.bbc.com). Pada tanggal 10 April 2020 pemerintah kembali menetapkan kebijakan yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah yang memiliki kasus Covid-19 terbanyak atau berada pada wilayah zona merah serperi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan wilayah lainya untuk menekan jumlah persebaran Covid-19 (Wijaya, 7 April 2020, www.bbc.com).

Pentapan pembatasan sosial berskala besar ada enam kegiatan inti dalam aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat umum atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan (hukor.kemkes.go.id). Penetapan pembatasan sosial berskala besar otomatis mengakibatkan banyak sektor terganggu seperti sektor transportasi, pariwisata, pendidikan, hiburan, otomotif, kecantikan, ritel, jasa hingga properti.

Pertumbuhan perekonomian mengalami penurunan akibat adanya pandemi Covid- 19. Menteri keuangan Sri Mulyani memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 2,3% karena virus corona, namun kondisi terburuk yang terjadi

(3)

ekonomi Indonesia akan minus hingga 0,4% (Makki, 1 April 2020, www.cnnindonesia.com).

Pandemi Covid-19 juga mempengaruhi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penerapan pembatasan sosial berskala besar menurut Head of Equity Trading MNC sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mampu mempengaruhi laju harga saham di Bursa Efek Indonesia, pada (8/04/2020) indeks harga saham gabungan melemah ke 4.626,695 total transaksi perdagangan menjadi terendah selama bulan April 2020 (Yakti, 8 April 2020, www.bisnis.tempo.com).

Sebelum penerapan pembatasan sosial berskala besar dilakukan harga saham turun namun indeks harga saham mampu meningkat kembali setelah penerapan sosial berskala besar (PSBB) ditetapkan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) senin (13/04/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level 4.649,08 dengan kenaikan 0,55% pada penutupan perdagangan kamis (9/4/2020) dari level penutupan perdagangan sebelumnya (Sofie, 13 April 2020, www.bisnis.com). Pada kamis (9/4/2020) perdagangan didorong sektor industri yang menguat 4,49%, sektor manufaktur 1,89% di sisi lain sektor perdagangan dan finansial menetap di zona negatif (Sofie, 13 April 2020, www.bisnis.com).

Presiden Jokowi secara resmi menetapkan Covid 19 sebagai bencana nasional, penetapan itu ditetapkan melalui keputusan presiden (keppres) No.12 tahun 2020 tentang penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran VIRUS DISEASE 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional, dalam keputusan tersebut dituliskan bahwa aturan dijalankan saat Keppres diteken. Kemudian dalam aturan tersebut dijelaskan penanggulangan bencana nasional akan dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan penanganan covid-19 (Danun Arifin 13 April 2020, hhps,bnpb.co.id)

(4)

Gambar 1. 1 hasil grafik average Trading Volume Activty dari t-5 sampai t+5

Sumber hasil ouput exel 2021

Rata-rata Trading volume Activity perusahaan LQ 45 dapat dilihat dari gambar grafik diatas bahwa Senin 13 april 2020 pasca pengumuman Covid-19 sebagai bencana nasional hasil grafik bergerak menurun kebawah dimana tiga hari sebelum pengumuman rata-rata Trading volume Activity perusahaan LQ 45 sebesar 0,00675 kemudian turun signifikan menjadi 0,0034. Pada hari berikutnya mengalami kenaikan menjadi 0,0038 dan pada saat pasca pengumuman presiden Jokowi secara resmi menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional rata-rata Trading volume Activity perusahaan LQ 45 turun lagi menjadi 0,0023.

0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008

t-5 t-4 t-3 t-2 t-1 t0 t+1 t+2 t+3 t+4 t+5

ATVA

(5)

Gambar 1. 2 laju performa indeks LQ 45

Sumbe Google yahoofinance.com 2020

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin 13 April 2020 pasca pengumuman bencana nasional Covid-19 bergerak di zona merah pada awal perdagangan. Kemudian IHSG ditutup di zona merah pada 4.623,894 pada pukul 15.15 WIB. Pada penutupan IHSG hari ini, Senin, 13 April 2020, mengalami penurunan sebesar 25,18 poin atau 0,54 persen. IHSG berada di posisi tertinggi di 4.659,030 dan berada di titik terendah pada kedudukan 4.591,728. Pada penutupan IHSG hari itu, terdapat 199 saham yang mengalami kenaikan dan 206 saham mengalami penurunan. Selain itu, terdapat 149 saham yang nilainya tidak berubah dan 142 saham tidak ada perdagangan. Saham - saham yang tergabung pada LQ45, saat penutupan berada di zona merah pada posisi 693,477. Dengan saham-saham yang mengalami kenaikan sebanyak 16 saham dan terdapat 25 saham yang mengalami penurunan. Sedangkan, terdapat 4 saham yang tidak mengalami penurunan. Saham-saham yang tergabung pada LQ-45, saat penutupan berada di zona merah pada posisi 693,477.

Mei 2020 1000

800

600 700

500 900

693,48 sen,13 april

1 hari 5 hari 1 bulan 6 bulan YTD 1 Tahun 5 Tahun Maks 825,22 + 12,92 ( 1,59 % )

12 Agu 15 : 14 WIB Penafian

Agustus 2020 Buka

Tinggi

Rendah 812,30

826,78

809,66

(6)

Berdasarkan uraian di atas, dapat dilihat bahwa pengumuman wabah Covid-19 sebagai bencana nasional merupakan peristiwa dengan kandungan informasi yang penting karena mampu mempengaruhi fluktuasi saham perusahaan-perusahaan pada indeks Indeks Harga Saham Gabungan dan LQ45 yang terjadi di pasar modal sebagai bentuk reaksi pasar dan layak untuk diuji pengaruhnya.

Reaksi pasar bisa pada harga saham, volume perdagangannya ataupun tingkat pengembalian saham. Event Study dapat digunakan untuk menguji kandungan suatu informasi (information content) dari suatu pengumuman, dan juga dapat digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat (Jogiyanto, 2017: 643). Pasar modal yangefesien merupakan pasar modal yang harga sahamnya mampu menggambarkan informasi yang ada di pasar dan dapat menyesuaikan dengan cepat terhadap informasi baru. Ketika pasar mampu bereaksi terhadap informasi yang tersedia maka pasar tersebut dikatakan efisiensi pasar secara informasi. Melihat adanya sebuah reaksi pasar pada saat periode peristiwa, dalam suatu peristiwa tersebut dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga.

Covid-19 yang menjadi wabah penyakit global telah menyerang setiap sektor ekonomi termasuk Pasar Modal diyakini telah mempengaruhi harga saham yang merupakan acuan analisa hasil atau return saham. Penurunan dan peningkatan permintaan jasa berbanding lurus dengan rendah tingginya harga saham yang nantinya juga akan berimbas pada penurunan atau peningkatan return saham.

Return didefinisikan Halim sebagai imbalan yang diperoleh dari investasi (Seto dan Septianti, 2019).

Menurut Jogiyanto (2017: 667) Abnormal return (AR) adalah salah satu indikator yang bisa digunakan untuk mengukur reaksi saham. Abnormal return (AR) atau excess return merupakan kelebihan return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Selain abnormal return, untuk mengetahui adanya reaksi pasar modal secara menyeluruh perlu dilakukan pengukuran terhadap aktifitas perdagangan saham di pasar modal, perhitungan yang biasa digunakan adalah Trading Volume Activity (TVA). Trading Volume Activity merupakan alat yang

(7)

digunakan untuk melihat bagaimana pasar bereaksi terhadap adanya informasi di pasar modal dengan melihat pergerakan trading volume activity Fama dalam Shinta dan Henny (2016). Volume perdagangan saham yang mengalami perubahan mencerminkan kegiatan dagang saham dan kebijakan investasi yang dilakukan investor. Menurut Pusri (2016) trading volume activity (TVA) adalah perbandingan antara jumlah saham yang diperdagangkan pada periode tertentu dengan jumlah saham yang beredar suatu perusahaan.

Beberapa event study yang telah dilakukan menganalisis mengenai reaksi investor pasar modal Indonesia terhadap peristiwa-peristiwa yang memiliki konten informasi yang relevan bagi para investor pasar modal Indonesia.Menurut Ashraf (2020), pasar saham merespons negatif terhadap return pasar saham menurun karena jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat. Pendapat tersebut didukung oleh penelitian Thomas et al. (2020) yang menyimpulkan terjadi dampak negatif pengumuman Covid-19 terhadap NIFTY (Bursa Saham Nasional India).

Pada Penelitian Khoiriah et al.,(2020) menunjukkan bahwa average abnormal return (AAR) antara sebelum dan saat peristiwa pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap 45 saham teratas dalam Bursa Efek Indonesia (LQ-45), Sedangkan variabel Average trading volume activity (ATVA) menunjukkan pengaruh yang signifikan positif antara sebelum dan saat pandemi Covid-19.

Sambuari et al.,(2020) pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia menunjukkan tidak memiliki kandungan informasi yang menyebabkan pasar modal bereaksi terhadap abnormal return dilihat dari segi tingkat pengembalian investasi.sedangkan pasar modal bereaksi terhadap frekuensi perdagangan dilihat dari segi aktivitas transaksi perdagangan. Pada penelitian Yuyun Isbanah et al.,( 2020) mengenai peristiwa Analisis komparatif abnormal return dan trading volume activity pada pengesahan ruu KPK 2019 membuktikan bahwa adanya perbedaan Average abnormal return dan trading volume activity sebelum-sesudah Pengesahan Revisi Undang-Undang KPK tahun 2019.

(8)

Berdasarkan peristiwa-peristiwa dan hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya, menjadikan topik ini semakin menarik untuk diteliti. Peristiwa Covid- 19 di Indonesia ini akan di analisis dampaknya terhadap pasar modal dengan melihat returns aham, abnormal return dan trading volume activity pada saham-saham yang terdaftar di indeks LQ 45. Indeks LQ 45 dipilih untuk menjadi sampel dalam penelitian ini karena indeks LQ 45 dinilai mampu mencerminkan kinerja pasar modal secara keseluruhan.

Berdasarkan fenomena-fenomena dari latar belakang masalah di atas maka dalam penelitian ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut dengan mengambil judul “Analisis Reaksi Pasar Modal Terhadap Pengumuman Peristiwa Covid-19 Sebagai Bencana Nasional Di Indonesia (Studi Pada Indeks LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)”

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah terdapat perbedaan signifikan return saham sebelum dan sesudah penetapan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional ?

2. Apakah terdapat perbedaan signifikan abnormal return saham sebelum dan sesudah penetapan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional ?

3. Apakah terdapat perbedaan trading volume activity yang signifikan sebelum dan sesudah penetapan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional ? 1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada return saham antara sebelum dan sesudah Pengumuman Bencana Nasional Pandemi Covid-19.

2. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada abnormal return antara sebelum dan sesudah Pengumuman Bencana Nasional Pandemi Covid-19.

(9)

3. Untuk menemukan dan menganalisis bukti empiris ada tidaknya perbedaan yang signifikan trading volume activity sebelum, saat, dan setelah terjadinya sesudah Pengumuman Bencana Nasional Pandemi Covid-19.

1.4 Manfaat penelitian

1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan mengenai reaksi investor dalam pasar modal terhadap peristiwa pandemi Covid-19 serta mampu menjadi bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.

2. Manfaat praktis

a. Bagi penulis, sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori-teori yang telah diterima di masa saat kuliah yang lalu serta menjadi suatu pembelajaran untuk menambahkan wawasan dalam menuaikan ide dalam suatu penelitian ilmiah.

b. Bagi Universitas pelita bangsa dan Mahasiswa khususnya Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, penelitian ini dapat dijadikan sebagai menambah ilmu pengetahuan khususnya di bidang Manajemen Keuangan dan dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya.

c. Bagi lembaga yang menjadi objek penelitian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam menentukan kebijakan dalam menentukan investasi di Bursa Efek Indonesia.

d. Bagi perusahaan yang menjadi sampel penelitian, penelitian ini diharapkan sebagai sumbangan pemikiran bagi perusahaan untuk menentukan arah kebijakan yang akan diambil.

e. Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan untuk memahami mengenai Peristiwa Pengumuman Bencana Nasional Pandemi Covid-19 bereaksi terhadap Pasar Modal Indonesia.

(10)

1.5 Batasan Masalah

Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka penulis menentukan batasan masalah sebagai berikut:

1. Menjelaskan tentang perbedaan return saham, Abnormal Returndan trading volume activity.

2. Menggunakan emiten yang terdapat pada kelompok perusahaan yang terdaftar di LQ 45.

3. Peristiwa ini hanya dibatasi pada tahun 2020.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan terdiri dari lima bab, yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, pembahasan, serta penutup.

BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada bab ini memberikan penjelasan mengenai latar belakang, rumusan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: masalah, tujuan penelitan, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini memberikan penjelasan mengenai landasan teori, penelitian terdahulu, dan pengembangan hipotesis

BAB 3 : METODE PENELITIAN

Pada bab ini terdiri dari desain penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional, dan pengukuran variabel, jenis dan sumber data, alat dan metode pengumpulan data, populasi dan teknik pengambilan sampel, dan teknik analisis data.

BAB 4 : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum objek penelitian, deskripsi data, hasil analisis data, serta pembahasan mengenai hasil penelitian.

BAB 5 : SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN Pada bab ini terdiri dari simpulan, keterbatasan, dan saran.

Gambar

Gambar 1. 1 hasil grafik average Trading Volume Activty dari t-5 sampai t+5
Gambar 1. 2 laju performa indeks LQ 45

Referensi

Dokumen terkait

PSEKP selain merupakan institusi penelitian dan kebijakan di Indonesia yang sangat responsif dalam melakukan kajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian dan telah banyak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak Etanolik Herba Ciplukan memberi- kan efek sitotoksik dan mampu meng- induksi apoptosis pada sel kanker payudara MCF-7

anita usia subur - cakupan yang tinggi untuk semua kelompok sasaran sulit dicapai ;aksinasi rnasai bnntuk - cukup potensial menghambat h-ansmisi - rnenyisakan kelompok

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 adalah dengan menerapkan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di mana dalam penerapannya

Untuk merancang permainan game education berjudul Feed Living Beings diperlukan solusi rumus untuk membuat education itu dapat berjalan sesuai proses yang diinginkan agar goal

Dalam bahasan nanti akan dilihat pola konsumsi makanan jadi masyarakat per wilayah yang akan dikaitkan dengan jumlah pendapatan dan ciri lain dari rumah tangga.. 3.5

Citra Merek yang tertanam baik di benak konsumen dapat memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pembelian, sehingga banyak produk yang menunjukkan Citra