7%
14%
19%
20%
26%
7% 7%
USIA
18 19 20 21 22 23 24
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN ANALISA DATA
Pada bab ini akan di paparkan hasil penelitian tentang “Pengaruh ankle propioseptive exercise terhadap keseimbangan dinamis pada pemain futsal Fikes
UMM”. Penelitian yang dilakukan dengan populasi 30 orang pemain futsal Fikes UMM, dan 15 orang yang memenuhi kriteria penelitian. Pada bab ini akan dipaparkan hasil dari penelitian yang terbagi menjadi 2 bagian pembahasan yaitu sebagai berikut :
A. Karakteristik Responden
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Berikut merupakan karakteristik responden berdasarkan usia :
Diagram 5.1 Karakteristik sampel penelitian berdasarkan usia (Sumber : Data Primer, 2020)
Berdasarkan diagram lingkaran diatas sebaran sampel penelitian berkisar usia 18-24 tahun, dimana usia 18 tahun sebanyak 1 orang (7%), 19 tahun 2 orang (14%), 20 tahun 3 orang (19%), 21 tahun 3 orang (20%), 22
tahun .
orang (26%), 23 tahun 1 orang (7%), 24 tahun 1 orang (7%.). kesimpulan yang didapat dalam data diatas adalah sebagian besar responden berusia 22 tahun.
2. Karakteristik Responden Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Berikut merupakan karakteristik responden berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Diagram 5.2 Karakteristik IMT Sampel (Sumber : Data Primer, 2020)
Berdasarkan paparan data yang terdapat pada diagram diatas diketahui bahwa, ada 2 orang underweight (13%), normal weight sebanyak 3 orang (20%), overweight sebanyak 5 orang (33%), obesity I sebanyak 4 orang (27%), obesity II sebanyak 1 orang (7%). Kesimpulan yang didapat dalam data diatas adalah nilai IMT yang terbesar responden yaitu overweight sebanyak 5 orang.
13%
20%
33%
27%
7%
IMT
under normal over obes I obes II
66
3. Karakteristik responden berdasarkan aktivitas fisik
Tabel 5.1 Keseimbangan Dinamis Sebelum dan Sesudah Latihan Ankle Propioseptive Exercise
(Sumber : Data Pribadi, 2020) (Sumber: Data Pribadi, 2020)
Keseimbangan dinamis Jumlah Responden Mean Selisih
Composite kanan pretest 15 89.90
4.15
Composite kanan posttest 15 94.05
Composite kiri pretest 15 91.79
4,74
Composite kiri posttest 15 96.53
Berdasarkan nilai rata-rata keseimbangan dinamis terdapat peningkatan nilai keseimbangan dinamis sebelum dan sesudah diberikan latihan Ankle Propioseptive Exercise, nilai sebelum latihan atau pretest pada kaki kanan sebesar 89.90 dan kaki kiri sebesar 91.79, dan nilai sesudah latihan atau posttest kaki kanan sebesar 94.05 dan kaki kiri 96.53.
Sehingga dapat di simpulkan bahwa telah terjadi peningkatan nilai keseimbangan dinamis.
B. Analisa Data 1. Uji Normalitas
Berikut hasil uji normalitas menggunakan uji Shapiro-wilk dengan sampel sebanyak 15 orang responden.
Tabel 5.2 Rata-rata nilai responden sebelum dan sesudah diberi latihan (Sumber : Data Pribadi, 2020)
Keseimbangan dinamis Shapiro wilk
Satistic Df Sig
Composite kanan pretest 0.979 15 0.965
Composite kanan posttest 0.981 15 0.973
Composite kiri pretest 0.987 15 0.996
Composite kiri posttest 0.862 15 0.026
Shapiro-wilk: df = Total Sampel; Sig = Nilai Signifikan.
Dari hasil uji normalitas pada tabel di atas menunjukan hasil significant pretest kaki kanan 0.965 dan posttest kaki kiri 0.996, sedangkan nilai significant posttest kaki kanan 0,973 dan kaki kiri 0.026.
2. Paired T-Test
Untuk mengetahui hasil sebelum dan sesudah diberikannya latihan Ankle Propioseptive Exercise dalam penilaian ini digunakan uji statistic paired T-Test
Tabel 5.3 Hasil Uji Pared T-Test (Sumber : Data Pribadi, 2020)
Tes keseimbangan dinamis N Asymp.sig.(2-tailed)
Pretest-posttest Kaki kanan 15 0.000
Pretest-posttest Kaki kiri 15 0.000
Paired T-Test : df = Total sampel; Sig.(2-tailed) = Nilai Signifikan
Dari hasil uji Paired T-Test diatas nilai siginifikasi 0.000 yang berarti p<0.05, bermakna terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan latihan ankle proprioceptive exercise, menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yaitu terdapat pengaruh ankle proprioceptive exercise terhadap keseimbangan dinamis pada pemain bola futsal Fikes UMM.
BAB VI
PEMBAHASAN A. Interpretasi dan Hasil Penelitian
Pada bab ini membahas interpretasi hasil penelitian “Pengaruh ankle propioseptive exercise terhadap keseimbangan dinamis pada pemain futsal
Fikes UMM”.
1. Interpretasi Karakteristik Responden a. Interpretasi Responden Berdasarkan Usia
Menurut hasil penelitian pada pemain futsal Fikes UMM dapat dilihat bahwa usia responden terbanyak yaitu 20 tahun, selanjutnya usia 22 tahun, 23 tahun, 24 tahun, 19 tahun dan 18 tahun. Dapat disimpulkan bahwa pada usia 18-24 tahun adalah masa dimana tubuh atlet atau pemain futsal sedang berada dalam kondisi terbaik, kondisi dimana terjadinya perubahan fisiologis dalam kualitas dan kuantitas sistem musculoskeletal. Dalam usia ini manusia memiliki struktur tubuh yang sudah sangat matang atau kokoh dan pemain futsal yang berusia 18-24 tahun dapat bermain dengan optimal, dapat dilihat dari segi penilaian fisik yaitu stamina, kekuatan eksplosif, fleksibilitas, kelincahan, kecepatan, koordinasi dan keseimbangan (Balogun et al, 2010). Pada usia 18-24 tahun tubuh manusia berhenti tumbuh tetapi otak manusia masih terus berkembang sampai usia 30 tahun, itu sebabnya tubuh memiliki kestabilan yang baik karena input yang masuk ke otak melalui cabang-cabang neuron sedang baik-baiknya di usia ini. Stabilnya sistem syaraf dan optimalnya kronologi persepsi
69 sensorik dan respon motorik,
70
mengakibatkan input proprioseptif dan mekanisme muskulosekeletal mampu diaplikasikan tubuh menjadi keseimbangan statis maupun dinamis yang baik (Yuliniarsari, 2014).
Center of grafity remaja terdapat diatas pinggang diantara depan dan belakang vetebra sakrum ke dua, sehingga lebih dekat dengan base of support mengakibatkan tubuh dapat menstabilkan keseimbangan
dengan baik (Harawy, 2019). Hal ini serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni & Winaya (2014) menyatakan bahwa pada pemain yang berusia 18-24 tahun dan di berikan latihan fisik yang sesuai dapat mengembangkan potensi dan kondisi fisik tertinggi dari pemain.
b. Interpretasi Responden Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Menurut hasil penelitian pada pemain futsal Fikes UMM dapat dilihat nilai IMT responden terbanyak yaitu overweight disusul obesity I, normalweight, underweight dan obesity II. Gaya hidup yang kurang
sehat, sering bermalas-malasan dan jarang beraktifitas dapat meniingkatkan nilai IMT seseorang dan membuat menurunnya kekuatan otot, kekuatan otot berperan besar terhadap keseimbangan ketika diam maupun bergerak. Keseimbangan yang baik bisa mencegah seseorang terjatuh dan terhindar dari resiko cidera (RISKESDAS, 2013).
Permainan futsal menuntut pemain harus bergerak cepat, lincah dan sering terjadi kontak tubuh dengan lawan, tentunya pemain yang memiliki IMT lebih tinggi tidak mudah terjatuh karena memiliki tubuh yang lebih kokoh dan memiliki stabilitas yang lebih baik dari pada
pemain yang memiliki IMT rendah, namun memiliki IMT yang tinggi tetapi tidak di support dengan kekuatan otot yang optimal, maka akan berdampak pada mudahnya kehilangan stabilitas keseimbangan dan penghambatan keleluasaan gerak tubuh, dalam olahraga bola basket saat menggiring bola dan passing harus cepat, tentu saja pemain yang memiliki IMT normal akan dapat melakukan gerakan-gerakan tersebut dengan optimal apabila di tunjang dengan kekuatan otot yang baik (Greve et al, 2007).
Pemain yang memiliki IMT normalweight memiliki nilai keseimbangan statis maupun dinamis yang lebih baik karena memiliki kekuatan otot yang optimal dan meimiliki komposisi lemak yang relatif rendah (Tang, 2014). Habut (2015) mengatakan seseorang dengan IMT underweight akan memiliki komposisi lemak dan otot yang tidak
seimbang padahal komposisi tersebut sangat berperan penting dalam keseimbangan. Penelitian yang dilakukan oleh Budiwibowo (2015) berpendapat bahwa untuk mengoptimalkan kondisi tubuh atlet atau meningkatkan keseimbangan dinamis diperlukan latihan-latihan keseimbangan, kekuatan otot tungkai serta memperhatikan IMT pemain.
2. Hasil Penelitian
a. Identifikasi Pengaruh “Ankle propioseptive exercise yang meliputi latihan stretching, strengthening otot menggunakan therabend, latihan balance menggunakan wobble board dinilai sangat efektif untuk atlet atau orang yang memiliki gangguan keseimbangan dan
72
penurunan kekuatan otot (Karakaya, 2015).
Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan nilai composite pretest dan posttest sehingga telah terjadi peningkatan keseimbangan dinamis pada pemain futsal Fikes UMM menggunakan teknik latihan stretching, strengthening otot menggunakan therabend, latihan balance menggunakan wobble board. Latihan
menggunakan satu kaki merupakan latihan yang tepat untuk meningkatkan proprioceptive, latihan proprioceptive sendiri sangat sering digunakan dibidang kesehatan yang bertujuan untuk pencegahan terjadinya cedera dan perbaikan movement control (Liu et al, 2009).
Pada pemain futsal, pemain harus mempunyai kualitas fisik yang baik dikarenakan permainan futsal memiliki gerakan-gerakan yang cepat, eksplosif, dan sering terjadi body contact dengan lawan, pemain yang memiliki keseimbangan dinamis yang buruk akan mengalami kesulitan untuk bermain dengan optimal, keseimbangan dinamis dipengaruhi oleh kekuatan otot, usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan aktivitas fisik. Beberapa penelitian menjelaskan latihan yang rutin dan repetitif mampu meningkatkan keseimbangan seseorang karena meningkatkan sistem motorik dan sistem vestibular yang minimal, terdapat pendapat lain yaitu seseorang yang memiliki keseimbangan yang baik mampu meningkatkan sensitifitas proprioseptif dan sistem visual (Rahmatha, 2019).
B. Keterbatasan Penelitian
Pada penelitian ini, walaupun sudah diusahakan dengan sebaik-
baiknya akan tetapi masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan yang peneliti alami sebagai berikut :
1. Karena adanya pandemi COVID-19 ini responden yang seharusnya diteliti dan diawasi secara langsung namun pada masa pandemi ini hanya menggunakan penelitian secara virtual menggunakan alat bantu berupa video call dan agak sedikit rumit.
2. Terdapat beberapa responden yang kurang kooperatif, sehingga hanya tersisa 15 orang responden yang awalnya ada 30 orang.
3. Terbenturnya jadwal lain antara responden dan peneliti, membuat peneliti harus menyesuaikan waktu luang responden.
C. Implikasi Untuk Fisioterapi 1. Implementasi Fisioterapi
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat di aplikasikan dan membawa wawasan pada bidang fisioterapi bagi atlet atau pemain yang mengalami cedera dan ingin meningkatkan keseimbangan dinamis, terutama pada Y Balance Test diharapkan akan ada lebih banyak pengukuran keseimbanagn dinamis menggunakan Y Balance Test.
2. Implementasi Untuk Tempat Penelitian
Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan edukasi untuk pemain dan pelatih tentang bagaimana cara menjaga dan meningkatkan keseimbangan dinamis dengan menggunakan latihan stretching, strengtening menggunakan therraband, dan latihan balance menggunakan wooble board, dan menambah wawasan bagi pelatih tentang bagaimana mengukur keseimbangan dinamis pemain.
74