PROBLEMATIKA PENGGUNAAN BAHASA DALAM RANAH PENDIDIKAN

10  47  Download (16)

Teks penuh

(1)

1 | P a g e

Problematika Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Ranah Pendidikan

Lalu Abdul Hafiz NIM: 2281130028 (PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon/A1)

abdulhafizlalu36@gmail.com Abstrak

Dunia pendidikan adalah salah satu ranah formal yang menjadi wadah untuk mendidik dan mengajarakan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar.

Pembelajaran bahasa indonesia di ajarkan di semua jenjang pendidikan, dimulai sejak pendidikan anak usia dini sampai dengan perguruan tinggi, namun pada kenyataanya penggunaan bahasa indonesia pada ranah pendidikan kerap kali diabaikan. Seorang guru dalam berinteraksi di sekolah atau mengajar di kelas masih banyak menggunakan bahasa daerah dalam menjelaskan pelajaran atau berkomunikasi dengan peserta didiknya.

Terdapat beberapa problematika penggunaan bahsa Inonesia dalam ranah pendidikan yaitu: pertama, perkembangan bahasa yang dinamis. kedua, Pengaruh bahasa daerah. ketiga, adanya pengaruh Globalisasi dan keempat, kurangnya kesadaran akan pentingnya bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kata Kunci : Problematika, Penggunaan Bahasa Indonesia, Pendidikan

Abstract

The world of education is one of the formal domains which is a place for educating and teaching the use of good and correct Indonesian.

Indonesian language learning is taught at all levels of education, starting from early childhood education up to tertiary institutions, but in reality the use of Indonesian in the realm of education is often neglected. A teacher in interacting at school or teaching in class still uses the local language a lot in explaining lessons or communicating with his students.

There are several problems with the use of the Indonesian language in the realm of education, namely First, the dynamic development of language. Second, the influence of regional languages. Third, there is the influence of globalization and fourth, lack of awareness of the importance of good and correct Indonesian.

Keywords : Problems, Use of Indonesian, Education

(2)

2 | P a g e Pendahuluan

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan ras yang tersebar di berbagai daerah. Setiap suku, agama dan ras tersebut menempati daerah tertentu dan memiliki budaya dan bahasa yang berbeda beda sesuai dengan kekhasaan mereka masing-masing. Bahasa Indonesia adalah merupakan cerminan kebhinekaan Indonesia dalam bentuk bahasa yang mana bahasa ini sejatinya merupakan bahasa campuran yang berasaskan pada bahasa-bahasa daerah Indonesia serta juga bahasa-bahasa asing lainnya yang memberikan pengaruh baik bagi perkembangan Indonesia.

Bahasa indonesia dalam menjalankan fungsinya sebagai bahasa nasional digunakan oleh masyarakat indonesia sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi sehari-hari, baik dalam kegiatan formal maupun nonformal sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dunia pendidikan adalah salah satu ranah formal yang menjadi salah satu wadah untuk memndidik dan mengajarakan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Pembelajaran bahasa indonesia di ajarkan di semua jenjang pendidikan, dimulai sejak pendidikan anak usia dini sampai dengan perguruan tinggi.

Pembelajaran bahasa indonesia dalam ranah pendidikan pada kenyataannya tidaklah mudah, fenomena tersebut terjadi tidak hanya di daerah-daerah perdesaan namun terjadi juga di kota-kota besar. Berdasarkan hasil beberapa penelitian diantaranya yaitu Skripsi Wenda Meka Sari tahun 2018 dalam penelitiannnya “tentang pengaruh bahasa pengantar guru dalam pengembangan kemampuan berbahasa anak didik di SD Negri 84 Kota Bengkulu”. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa “bahasa pengantar yang digunakan saat membuka pembelajaran mengunakan bahasa serawai (bahasa daerah). 1

“Lidia Febriani di tahun 2019 dalam peneltian skripsinya “berjudul upaya guru dalam mengatasi penggunaan bahasa ibu pada pemeblajaran bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah dasar Negeri 72 Kaur”. Hasil penelitinya menunjukan bahwa banyak sekali kendala yang dihadapi guru dalam membatasi penggunaan bahasa ibu dalam proses pembelajaran, karna peserta didik seharihari dilingkungan luar sekolah menggunakan bahasa ibu.”2

1 Anggriani, Yenni. "PROBLEMATIKA PENGGUNAAN BAHASA PENGANTAR DALAM PEMBELAJARAN PADASISWA KELAS IV DI SD NEGERI 144 SELUMA." PhD diss., UIN Fatmawati Sukarno, 2021.

2 Febriani, Lidia. "Upaya guru dalam mengatasi penggunaan bahasa ibu pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa di kelas V Sekolah Dasar Negeri 72 Kaur." PhD diss., IAIN BENGKULU, 2019.

(3)

3 | P a g e

Berdasarkan beberapa urain di atas, maka pada karya tulis ini kami mencoba menguraikan beberapa problematika penggunaan bahasa indonesia dalam ranah pendidikan.

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Indonesia setidaknya memiliki 829 bahasa, yang mana bahasa-bahasa tersebut tersebar dan dituturkan oleh masyarakat di seluruh daerah yang ada di Indonesia, fenomena tersebut mengindikasikan bahwa 10% bahasa-bahasa dunia berasal dari Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah bahasa terbanyak dan paling beragam kedua di dunia setelah Papua Nugini.3 Untuk mempersatukan dan menjembatani sekian banyak bahasa tersebut maka dikukuhkanlah satu bahasa yang kemudian menjadi bahasa nasional yakni Bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai Bahasa Nasional bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda yaitu ikrar para pemuda saat Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta dan dipertegas dalam pasal 36 dalam UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara adalah bahasa Indonesia”.4 yang kemudian menjadi landasan konstitusional bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki kedudukan yang sangat kuat.

Sejarah lahirnya bahasa Indonesia tersebut, dikupas lagi dalam Seminar Politik Bahasa Nasional di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975. Dalam seminar dimaksud menghasilkan rumusan yang menempatkan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berfungsi sebagai: (1) bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar resmi di Lembaga- lembaga pendidikan, (3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan (4) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.5

Bahasa Indonesia menjadi jembatan penghubung komunikasi antar suku yang memiliki bahasa daerah yang beragam. Seorang penceramah tidak perlu menguasai seluruh bahasa daerah yang ada untuk bisa bersafari, ceramah di seluruh nusantara, begitu pula pemerintah tidak harus menerjemahkan setiap peraturan ke dalam bahasa daerah yang berbeda. Para

3 https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bahasa_di_Indonesia#cite_note-1

4 Undang Undang Dasar Negara Repoblik Indonesia 1945 Amandemen ke-4. CV. Cahaya Agung Surabaya

5 (Jimat Susilo 2014, 12)

(4)

4 | P a g e

akademisi, wisatawan, politisi, pengusaha dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya tidak harus mempelajari bahasa daerah jika mereka mengunjungi daerah-daerah di pelosok Indonesia, maka di sinilah peran sebuah bahasa nasional menjadi penting untuk terus ada dan terus dipelajari.

Pembelajaran bahasa indonesia adalah merupakan kewajiban seluruh warga negara republik indonesia, hal tersebut tercermin pada kurikulum pendidikan di indonesia di mana pemerintah mencanangkan wajib belajar 12 tahun dan setiap penyelenggara pendidikan akan terikat dengan kurikulum pendidikan yang telah disepakati dan ditentukan olek pemerintah yang dalam hal ini menjadi domain Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Selain sebagai sebuah kewajiban, pembelajaran bahasa indonesia juga adalah merupakan kebutuhan setiap warga negara republik indonesia, Penggunaan bahasa daerah tentu saja hanya akan berlaku pada daerah tersebut sehingga seseorang yang tidak menguasai bahasa nasional tentu akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Bisa kita bayangkan misalnya betapa susahnya seorang suku sasak buta huruf yang tidak bisa berbahasa Indonesia, sedangkan dia adalah pedagang yang dituntut untuk mengembangkan usahanya ke luar daerah dan berkomunikasi dengan para pelanggannya.

Fenomena tersebut juga bisa saja terjadi dalam bidang pendidikan yang notabene bahasa yang digunakan adalah bahasa formal, banyak siswa tidak mengerti pelajaran di kelas karena terkendala bahasa, pelamar CPNS tidak lulus passing grade karena tidak bisa menjawab soal bahasa indonesia, bahkan banyak mahasiswa gagal wisuda karena putus asa dalam penulisan skripsi.

Urgensi Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Ranah Pendidikan

Berbahasa yang baik ialah berbahasa sesuai dengan lingkungan bahasa itu digunakan.

bahasa yang baik ditentukan oleh beberapa faktor yaitu orang yang berbicara, orang yang diajak bicara, situasi pembicaraan apakah situasi itu Formal atau Non-Formal dan masalah atau topik pembicaraan sedangkan Bahasa yang benar ialah bahasa yang sesuai dengan kaidahnya bentuk

(5)

5 | P a g e

dan strukturnya. Jadi bahasa yang baik dan benar adalah sesuai dengan lingkungan bahasa itu digunakan dan sesuai dengan kaidahnya bentuk dan strukturnya.6

Lingkungan pendidikan bersifat formal dan non-formal, lingkungan pendidikan formal mencakup Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah, Atas dan Pendidikan Tinggi, sedangkan lingkungan pendidikan non formal yaitu lingkungan luar sekolah mencakup keluarga dan masyarakat atau lingkungan pergaulan. Lalu Pertanyaannya adalah sudahkah kita menggunakan bahasa yang baik dan benar di lingkungan pendidikan kita?

Dalam keseharian, kita mungkin sering mendengar atau mengucapkan kata yang tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidahnya bentuk dan strukturnya, seperti penggunaan bahsa campuran antara bahsa daerah dengan bahasa Indonesia atau bahasa Indonesia dengan bahsa Asing, pengguaan bahasa santai yang di singkat, atau penggunaan struktur kalimat yang tidak benar. Hal-hal semacam itu tentu tidak menjadi masalah apabila dalam kondisi dan konteks non formal, namun dalam konteks formal seperti pidato resmi kenegaraan, pembelajaran di kelas, penulisan tugas, kajian-kajian ilmiah dll. Tentulah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah.

Peran dunia pendidikan sangatlah penting dalam upaya menjaga eksistensi dan kedudukan bahasa indonesia sebagai bahsa nasional, palagi pendidikan formal yang menjadi tonggak terahir pengajaran bahsa indonesia, maka perlu kiranya seorang pengajar membiasakan diri menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar di depan peserta didiknya baik saat mengajar di dalam kelas ataupun saat berineraksi di luar kelas, begitu juga dosen, praktisi pendidikan, peneliti dan profesi lain yang bergerak dalam bidang formal.

Melalui interaksi sosial menggunakan bahasa dengan orang dewasa, anak-anak tiba-tiba sudah memiliki tradisi dan konvensi sosial, kita menyerap pertimbangan moral melalui kegiatan berbahasa yang kita lakukan, menyerap makna dari kata-kata yang mengalir dari organ bicara pendahulu kita. Sejak masa kanak-kanak sampai usia sekolah, kita tanpa sadar telah mendapatkan kata- kata bermuatan moral dan nilai-nilai budaya dari orang-orang di sekeliling kita dan kita simpan di dalam ingatan jangka panjang kita7

6Tim Penyusun. (2021) Modul Bahasa Indonesia. Universitas Islam Syber Syekh Nurjati Indonesia PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. UISSI Press Cetakan ke-1

7 Ghazali, 2018: 9 pada (Adang Heriawan 2018, vol. 4)

(6)

6 | P a g e

Bahasa mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi umum yaitu sebagai alat untuk menyampaikan perasaan atau mengekspresikan diri, sebagai alat komunikasi, sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial, serta sebagai alat kontrol sosial.

Adapun fungsi khusus antara lain yaitu media hubung dalam pergaulan keseharian, mewujudkan seni (sastra), mempelajari bahasa – bahasa kuno, dan mengeksplorasi iptek.8 Sejalan dengan pendapat tersebut maka seorang praktisi pendidikan hendaklah bisa menjadi role model bagi pesrta didik.

Berdasarkan ulasan fungsi-fungsi bahasa tersebut di atas, maka bahasa juga merupakan media atau alat belajar yakni dengan kata lain seorang yang menguasai lebih banyak bahasa akan lebih mudah dalam menggali dan memahami lebih banyak ilmu pengetahuan.

Tanpa adanya Bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat tumbuh dan berkembang9. Maka Pendidikan bahasa menjembatani keilmuan dan sasaran bahasa supaya tidak ada atau meminimalkan kesalahan dalam menggunakan bahasa, ke tidak tepatan pemilihan bahasa dapat menimbulkan kendala sosial, antara lain berupa kerenggangan jarak sosial, kerenggangan hubungan antar penutur, dan bahkan konflik sosial.

Bahasa ibarat pancing, seorang pemancing yang membawa lebih dari satu pancing tentu akan berpeluang mendapatkan ikan lebih banyak jika dibandingkan dengan pemancing yang hanya membawa satu pancing, begitu pula halnya dengan pelajar yang menguasi lebih dari satu bahasa tentu akan lebih berpeluang menguasi lebih banyak pengetahuan karena dengan menguasi lebih banyak bahasa, maka akan lebih mudah memahami sebuah pengetahuan yang didapat banyak sumber-sumber seperti buku atau Jurnal Ilmiah Nasional maupun Internasional.

Problematika Penggunaan Bahasa Indonesia pada Ranah Pendidikan

“Proses pembelajan bahasa pada anak di lingkungan pendidikan sangat dipengaruhi oleh pengalaman yang mereka alami sebelumnya, yaitu sebelum mereka menginjak bangku sekolah formal. Kesenangan belajar bahasa pada dasarnya berasal dari pengalaman yang menyenangkan”.10

8 (Hikmat and Solihati 2013, 19)

9 Kunarto, Ninik M. 2007. Cermat dalam Berbahasa, Teliti dalam Berpikir. Jakarta : Mitra Wacana Media

10 (Kushartanti, 2017)

(7)

7 | P a g e

Dalam dunia pendidikan, bahasa memegang peranan yang sangat penting, terdapat beberapa tantangan bagi guru dalabahasam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di sekolah antara lain: Pertama, Perkembangan bahasa yang dinamis. Perkembangan bahasa yang dinamis Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, bahasa juga terus tumbuh dan berkembang layaknya jamur di musim penghujan. Timbulnya kosa kata baru tidak dapat dihindari. Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan adanya bahasa slang atau bahasa gaul di kalangan remaja yang memiliki kecendrungan menyusun kata, kalimat, singkatan, seakan-akan semaunya sendiri, jauh dari tatanan kebahasaan yang ada.

Kemunculan istilah-istilah baru di dunia remaja, seperti: lebay : berlebihan, kamseupay : kampungan, brondong : lebih muda, garink : melawak tetapi tidak lucu, skull : sekolah, gw elo end : putus, meneketehe : mana kutahu dall. Kecenderungan remaja untuk membuat singkatan-singkatan gaul juga tampak pada contoh di bawah ini: btw : by the way, 7an : tujuan, Titi DJ : hati-hati di jalan dll. Bolehkah bahasa-bahasa tersebut berkembang? Tentu saja boleh karena bahasa tersebut umumnya bertujuan untuk keakraban dalam golongan sosial tertentu. Di sinilah peran seorang guru untuk memberikan penegasan tentang konteks dalam penggunaan bahasa serta fungsi antara bahasa baku dan tidak baku.

Kedua, Pengaruh bahasa daerah. Seorang pengajar kadang enggan menggunakan bahasa indonesia di lingkungan sekolah baik dengan sesama guru atau dengan siswa kebanyakan menggunakan bahasa daerah atau campuran antara keduanya, hal tersebut karena merasa lebih nyaman menggunakan bahasa daerah. Siswa yang terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa ibu atau bahasa daerahnya akan sangat berpengaruh saat mereka mengikuti kegiatan belajar di sekolah, dalam hal ini maka peran orang tua menjadi sangatlah penting, selain itu lingkungan bermain berkontribusi besar dalam membentuk bahasa anak.

Fenomena tersebut juga terjadi dalam penulisan tugas-tugas sekolah yang diberikan guru, kesalahan dalam penggunaan atau penulisan bahasa kurang menjadi perhatian guru bidang studi lain karena menganggap hal tersebut merupakan tugas guru bahasa Indonesia saja sehingga kesalahan tersebut terus terulang. Untuk itu perlu dilakukan pembinaan secara berkesinambungan dalam rangka pemeliharaan dan pelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar.

(8)

8 | P a g e

Ketiga, adanya pengaruh globalisasi. Perkembangan tekhnologi begitu pesat, sehingga terjadi perubahan budaya dan gaya hidup masyarakat dan kemudian berpengaruh pula pada bahasa yang digunakan dalam keseharian.

Keempat, Kurangnya Kesadaran akan pentingnya bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini akan menjadi pengaruh tidak baik terhadap berbahasa anak yang mana hal ini akan dibawah sampai mereka dewasa nanti mereka akan sedikit terkendala terhadap cara mereka berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Di lingkungan sekolah hendaknya saat guru berinteraksi dengan murid guru harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar atau menggunakan kata yang mudah dimengerti anak sehingga terciptanya umpan balik antara pendidik dengan anak didik dan menibulkan kumunikasi yang interaktif. Jika seorang gurunya saja jarang menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar di sekolah, bagaimana bisa anak berbahasa indonesia dengan baik.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpilan antara laian:

1. Pendidikan dan pengajaran bahasa indonesia yang baik dan benar harus terus di pertahankan

2. Perkembangan bahasa di luar sekolah seperti bahasa remaja (bahasa gaul), bahasa SMS, turut mempengaruhi siswa dalam berbahasa di sekolah.

3. Bahasa daerah kadang-kadang masih berpengaruh saat siswa menulis kata atau kalimat berbahasa Indonesia.

4. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebenarnya bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia, tetapi juga tanggung jawab guru mata pelajaran lain dan seluruh lapisan masyarakat.

Setelah memaparkan simpulan, penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut:

1. Fenomena perkembangan bahasa memang tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, guru perlu memberikan rambu-rambu agar siswa dapat menempatkan bahasa tersebut sesuai dengan konteksnya.

2. Pembinaan bahasa, terutama oleh pakar/ahli bahasa hendaknya dilakukan secara intensif tidak hanya untuk siswa, tetapi juga seluruh masyarakat bangsa Indonesia.

3. Para guru selain mata pelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya juga memperhatikan aspek kebahasaan siswa dalam setiap pembelajarannya.

(9)

9 | P a g e

4. Para praktisi pendidikan, aparat pemerintah, serta seluruh lapisan masyarakat hendaknya mendukung upaya penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

(10)

10 | P a g e

Daftar Pustaka

Adang Heriawan, ReksaAdyaPribadi. 2018. “BAHASAKITADANPENDIDIKANKITA.”

JPSD 4.

Anggriani, Yenni. "PROBLEMATIKA PENGGUNAAN BAHASA PENGANTAR DALAM PEMBELAJARAN PADASISWA KELAS IV DI SD NEGERI 144 SELUMA." PhD diss., UIN Fatmawati Sukarno, 2021.

Febriani, Lidia. "Upaya guru dalam mengatasi penggunaan bahasa ibu pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa di kelas V Sekolah Dasar Negeri 72 Kaur." PhD diss., IAIN BENGKULU, 2019.

Hikmat, Ade, and Nani Solihati. 2013. Bahasa Indonesia: Untuk Mahasiswa S1 &

Pascasarjana, Guru, Dosen, Praktisi, Dan Umum. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bahasa_di_Indonesia#cite_note-1

Jimat Susilo. 2014. “KEBIJAKAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI:PERMASALAHAN DAN SOLUSI.” JURNAL LOGIKA 12: 2–2.

Tim Penyusun. (2021) Modul Bahasa Indonesia. Universitas Islam Syber Syekh Nurjati Indonesia PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. UISSI Press Cetakan ke-1

Undang Undang Dasar Negara Repoblik Indonesia 1945 Amandemen ke-4. CV. Cahaya Agung Surabaya

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di