• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KONTEKS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

N/A
N/A
Goklas Lumban Gaol

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS KONTEKS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA PENDIDIKAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

CASE METHOD BAHASA INDONESIA

Analisis Konteks Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Dunia Pendidikan

Arranged by :

Yosafat Yeduhardy Gultom (2223121063) Rizky Dwi Syahputra Surbakti (2221121034)

William Sanggam Hutahaean (2223321058)

ENGLISH EDUCATION C 2022

ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM

ENGLISH LANGUAGE AND LITERATURE DEPARTMENT FACULTY OF LANGUAGE AND ARTS

STATE UNIVERSITY OF MEDAN

(2)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1. Latar Belakang...1

1.2. Rumusan Masalah...2

1.3.Tujuan Penelitian... 3

1.4. Ruang Lingkup... 3

1.5.Manfaat Penelitian... 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Definisi Bahasa Indonesia... 4

2.2.Manfaat Pengetahuan akan Penggunaan Bahasa Indonesia...4

2.3. Penggunaan Bahasa Indonesia...4

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian...6

3.2. Data dan Sumber Data... 6

3.3. Teknik Pengumpulan Data...7

3.4.Teknik Analisis Data... 7

BAB IV PEMBAHASAN 4.2. Temuan...9

4.3. Pembahasan... 11

BAB V. PENUTUP 5.1. Kesimpulan... 14

5.2. Saran... 14

REFERENSI... 15

(3)

1.1. Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan nasional di Indonesia. Dalam pengertian yang lebih luas, bahasa Indonesia memiliki dua fungsi: sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang jati diri, dan alat pemersatu masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasa. Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 36, yang menyatakan bahwa "Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia" Bahasa Indonesia memiliki peranan penting dalam kehidupan generasi muda di Indonesia. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang jati diri, dan alat pemersatu masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasa. Bahasa Indonesia juga berperan sebagai alat komunikasi yang efektif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, bisnis, dan budaya. Namun, penggunaan bahasa Indonesia oleh generasi muda Indonesia kini menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan adalah penggunaan bahasa asing yang semakin populer, yang dapat mengancam budaya bangsa dan penggunaan bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami dan menggunakan bahasa IndonesiaGaruda dengan baik dan benar, serta mempertahankan budaya bangsa melalui penggunaan bahasa daerah dan bahasa asing yang sesuai. Kemudian, Menurut Setiawati (2008), Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa Nasional telah menjadi alat komunikasi yang efektif bagi terjalinnya hubungan antar etnik di Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan suatu keharusan bagi rakyat Indonesia seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar (Alwi, dkk., 2010). Namun, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di zaman sekarang sungguh memprihatinkan. Kemajuan teknologi yang semakin berkembang, memaksa para kaum muda di zaman sekarang kurang memperdulikan penggunaan bahasa Indonesia yang tepat.

Kemudian, ditemukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia harus dapat dijaga namun hal tersebut mengalami beberapa kemunduran dimana pada hasil dari penelitian

(4)

dalam kegiatan aktivitas sehari hari dalam lingkungan generasi muda. Hal ini sejalan dengan pandangan dari Arum Putri (2015:3) berpendapat bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Kemudian, Sukarto (2018: 31) yang menyatakan bahwa bahasa yang baik adalah ketepan memilih ragam bahasa sesuai dengan situasi pemakaian atau konteks pemakaian. Dari pernyataan diatas, ditemukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia sangat dibutuhkan sesuai dengan situasi dan konteks pemakaian dimana sesuai dengan data yaitu setiap Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris menyatakan perlunya perkembangan dalam penggunaan bahasa yang seimbang dalam aktifitas dan kegiatan mahasiswa. Jadi, penulisan penelitian ini dilatarkbelangi oleh adanya kesadaran untuk proses pengembang usaha dalam pelestarian bahasa indonesia sebagai alat untuk berkomunikasi yang digunakan sesuai kebutuhan dan konteks pemakaian.

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat secara khusus di lingkungan pendidikan?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan, serta bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam dunia pendidikan

Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui dan menemukan cara-cara yang efektif mengembangkan penggunaan Bahasa Indonesia dalam pendidikan.

1.4. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah seluruh masyarakat dan secara khusus masyarakat dalam dunia pendidikan dengan adanya penerapan penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan pendidikan.

1.5. Manfaat Penelitian a. Secara Teori

Menambah Ilmu Pengetahuan peneliti dan pembaca serta memperkaya penelitian mengenai penggunaan Bahasa Indonesia dalam pendidikan

(5)

b. Secara Praktik

Memberikan informasi kepada pembaca untuk dapat penggunaan Bahasa Indonesia yang baik serta menjadi tinjauan Pustaka dan bahan penelitian selanjutnya.

(6)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Definisi Bahasa Indonesia

Soerbakti (2010), menyatakan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia yang diatur oleh Badan Bahasa, Lembaga Bahasa Nasional Indonesia. Ini merupakan bahasa persatuan bangsa dan memiliki standar baku yang diperbarui secara berkala. Sedangkan Menurut beberapa para ahli yang lain mengatakan bahwa bahasa dapat didefinisikan sebagai sistem tanda vokal konvensional yang digunakan untuk berkomunikasi. Definisi ini juga mencakup pengertian bahwa bahasa adalah salah satu ciri yang membedakan suatu kelompok dari kelompok lain, serta sebagai sarana untuk menghubungkan aspek psikologis individu dalam konteks yang bersamaan.

2.2 Manfaat Pengetahuan akan Bahasa Indonesia

Sumarni (2015), menyatakan bahwasaanya, pengetahuan akan Bahasa Indonesia memberikan manfaat besar dalam memahami dan menghargai kekayaan budaya, sastra, dan sejarah Indonesia. Hal ini juga membantu dalam komunikasi efektif dalam berbagai konteks sosial, akademik, dan profesional. Pengetahuan akan bahasa Indonesia memiliki manfaat yang penting, termasuk sebagai komunikasi yang lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan, dan pendapat kepada orang lain. Selain itu, pengetahuan akan bahasa Indonesia juga memungkinkan orang awam untuk mengerjakan pekerjaan para ahli, melakukan proses secara berulang secara otomatis, serta menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.

2.3 Penggunaan Bahasa Indonesia

Sani (2018), menyatakan dengan Bahasa Indonesia digunakan secara luas dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari di Indonesia, termasuk administrasi, pendidikan, media massa, dan interaksi sosial. Penggunaannya penting dalam memperkuat identitas nasional dan menjaga persatuan bangsa. Dalam penggunaannya, bahasa Indonesia mempunyai beberapa aturan yang harus ditaati agar kita bisa menggunakannya dengan baik dan benar (Suminar, 2016:116). Penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan umur si pengguna, bahsa yang tidak sesuai dengan makna atau artinya, bahasa yang dicampur-campur bahasa daerah. Salah satu fungsi bahasa adalah fungsi interpersonal, maksudnya bahasa dapat digunakan untuk membangun dan memelihara hubungan sosial (Sudaryanto, 2013: 17).

(7)

Penggunaan bahasa Indonesia dalam konteks hukum di Indonesia seringkali bermasalah, dan para pakar hukum serta bahasa mengakui adanya kesalahan serius dalam penggunaan bahasa hukum Indonesia. Bahasa hukum Indonesia juga seringkali memperkosa kaidah tata bahasa, baik dalam susunan kalimat maupun penggunaan istilah.

(8)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan pengolahan data melalui kuesioner dan bertujuan untuk mendeskripsikan Bagaimana penerapan penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat secara khusus di lingkungan Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain kuantitatif untuk mengetahui seberapa mengerti siswa sekarang dengan konteks pemakaian bahasa Indonesia dengan baik. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, penelitian kuantitatif menurut Creswell & Creswell (2018, p. 43) bahwa penelitian kuantitatif adalah proses mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan menulis hasil suatu penelitian, maka jenis kuantitatif digunakan oleh peneliti untuk dapat menekankan kuantifikasi dengan tujuan untuk dapat mengumpulkan, menganalisis dan memperlihatkan hasil dari suatu penelitian yang dapat berkontribusi secara akademis. Jadi, penelitian ini bersifat kuantitatif supaya kami bisa mengetahui seberapa banyak orang yang mengerti tentang konteks pemakaian Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

3.2 Data dan Sumber Data

A. Data

Data adalah kumpulan fakta, angka, informasi atau gambaran yang diambil dari suatu sumber atau observasi, dan dapat digunakan untuk analisis, pengungkapan atau pemahaman suatu topik atau fenomena tertentu. Menurut Mia Andini, Khairul Anwar Hafizd, (2015) dalam Jurnal Sains dan Informatika mendefinisikan bahwa “Data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, yang dapat berupa angka, simbol atau atribut”. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana penerapan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat secara khusus di lingkungan Pendidikan dan menemukan data seberapa banyak siswa yang mengerti tentang konteks pemakaian bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Kemudian data kuantitatif menurut (Neumann, 2014, p. 39). Penelitian kuantitatif deskriptif memiliki tujuan untuk menggambarkan mengenai suatu situasi dengan menggunakan angka, serta mendeskripsikan isu tersebut secara lebih akurat. Data kuantitatif yang kami peroleh dari penelitian ini melalui kuesioner yang kami bagikan kepada siswa pelajar untuk mengisi kuesioner kami supaya kami bisa mengambil data seberapa banyak siswa sekarang yang masih mengerti tentang konteks pemakaian bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

(9)

B. Sumber data

Sumber data adalah dari mana sumber berasal dan dari mana data dikumpulkan. Sumber data kami adalah sumber data primer yang artinya meliputi narasumber dan responden.

Menurut Edi Riadi (2016:48) Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Melalui pernyataan diatas penelitian kami menggunakan penelitian sumber data primer dengan menggunakan kuesioner dengan beberapa pertanyaan terkait dengan konteks pemakaian bahasa Indonesia yang kami berikan kepada siswa pelajar. Tujuan dari kami lakukan penelitian ini untuk mengetahui data seberapa banyak siswa yang masih mengerti atau paham dengan konteks pemakaian bahasa Indonesia dan bisa memberikan kami jawaban tentang bagaimana penerapan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat secara khusus di lingkungan pendidikan.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi dari sumber data, Teknik pengumpulan data juga merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau fakta-fakta yang ada di lapangan. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan berbagai jenis teknik pengumpulan data, tergantung pada jenis penelitian dan sumber datanya. Menurut Ridwan (2010: 51) menyatakan pengertian dari teknik pengumpulan data sebagai teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Adapun menurut Sugiyono (2020:105) menyatakan bahwa secara umum terdapat 4 (empat) macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Penelitian kami ini menggunakan salah satu dari pendapatan Sugiyono yaitu melalui kuesioner yang kami berikan kepada siswa pelajar. Menurut Sugiyono (2017:142) kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Kuesioner dalam penelitian ini mengandung beberapa pertanyaan terkait pemakaian bahasa Indonesia. Selanjutnya peneliti melakukan pengambilan data langsung pada obyek penelitian dengan cara menyebarkan kuesioner. Tujuan kami mengunakan kuesioner dalam penelitian kami ini adalah untuk mengetahui data seberapa mengerti siswa pelajar tentang konteks pemakaian Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta juga dapat menjawab dan mengetahui problem dari topik kami yaitu Bagaimana penerapan penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat secara khusus di lingkungan Pendidikan.

(10)

Teknik analisis data adalah proses mengolah data menjadi informasi yang berguna dan mudah dipahami. Proses ini dilakukan untuk memahami karakteristik data dan menyelesaikan masalah penelitian. Teknik analisis data terbagi menjadi dua jenis yaitu kuantitatif dan kualitatif. Menurut Sugiyono (2020:131) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi serta kuesioner/angket dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif.

Menurut Sujarweni (2014:39) penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Kami menggunakan penelitian kuantitatif karena penelitian ini butuh data atau pengukuran melalui jawaban dari responden mengenai penelitian kami dan dalam penelitian ini kami menggunakan kuesioner/angket terdiri dari beberapa soal terkait tentang pemahaman bahasa Indonesia dengan baik yang kami tuju kepada siswa siswa pelajar dan untuk menemukan data seberapa mengerti siswa pelajar sekarang tentang konteks pemakaian Bahasa Indonesia dengan baik dan benar dan menemukan jawaban dari problem kami yaitu bagaimana penerapan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat secara khusus di lingkungan Pendidikan.

(11)

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Temuan

Bagaimana penerapan penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat secara khusus di lingkungan Pendidikan

Berdasarkan permasalahan yang dibahas, penelitian dilakukan berdasarkan Sukarto (2018: 31) yang menyatakan bahwa bahasa yang baik adalah ketepan memilih ragam bahasa sesuai dengan situasi pemakaian atau konteks pemakaian. Kemudian, penelitian ini menemukan data yang akan dianalisis yaitu dengan menyebarkan 8 kuesioner kepada lingkungan Pendidikan yaitu masyarkat yang berada disetiap Lembaga Pendidikan seperti lingkungan sekolah dan kampus. Kuesioner tersebut berupaya menjawab permasalahan yang ada. Dibawah ini merupakan daftar pertanyaan yang menjawab dari rumusan masalah, yaitu:

Pertanyaan 1

Apakah menurut anda penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar penting dalam komunikasi sehari-hari?

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dilihat bahwa jumlah partisipan yaitu para mahasiswa sebanyak 53,3% menyatakan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dimana hal tersebut berkesinambungan dengan konteks bahasa sangat penting digunakan untuk komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan 2

Sejauh mana anda setuju bahwa pelajaran bahasa Indonesia disekolah sudah cukup untuk membekali siswa dengan kemampuan berbahasa dengan baik?

Melalui hasil penelitian diatas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah memiliki dampak 46,7% menyatakan bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang dapat membekali kemampuan berbahasa sesuai dengan konteks pemakaiannya. Kemudian, ditemukan juga bahwa terdapat 33,3% mahasiswa menyatakan pembelajaran bahasa Indonesia kurang sesuai untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa sesuai konteksnya dan terdapat 20% menyatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia sangat sesuai untuk membekali siswa untuk berbahasa dengan baik dan benar

(12)

Apakah anda merasa perlu adanya peningkatan dalam program pelatihan bahasa Indonesia bagi guru-guru disekolah?

Berdasarkan hasil yang didapatkan dinyatakan bahwa 60% partisipan menyatakan bahwa perlunya program pelatihan penggunaan bahasa indonesia bagi guru-guru disekolah.

Kemudian, terdapat 36, 7 yang menyatakan cara tersebut sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan pelatihan terhadap penggunaan bahasa Indonesia bagi guru-guru dan sangat minim menyatakan bahwa hal itu tidak diperlukan untuk peningkatan penggunaan bahasa Indonesia.

Pertanyaan 4

Seberapa pentingkah peran media massa dalam pengembangan dan pelestarian bahasa Indonesia?

Selanjutnya, ditemukan bahwa terdapat 50% dan 46.7% menyatakan peran media massa sangat penting untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa Indonesia dalam penggunaannya sesuai dengan konteksnya dan dapat disimpulkan perlunya peningkatan penggunaan bahasa dalam media massa sesuai dengan bagaimana bentuk konteks dari bahasa Indonesia sendiri Pertanyaan 5

Apakah anda setuju bahwa penggunaan bahasa gaul dan slang di media sosial dapat mempengaruhi penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar?

Berdasarkan hasil dari pertanyaan diatas dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh atau dapat disebut juga hambatan yang terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang harus sesuai dengan konteksnya dimana terdapat 43,3% dan 40% menyatakan bahwa bahasa gaul atau slang dalam media sosial memiliki pengaruh terhadap kesusaian bahasa dengan konteksnya dan sangat sedikit yaitu 16,7% menyatakan bahwa penggunaan bahasa Indonesia tidak dipengaruhi dengan adanya penggunaan bahasa gaul dan slang dalam sosial media

Pertanyaan 6

Seberapa efektifkah penggunaan bahasa Indonesia dalam karya sastra dan seni untuk mempromosikan budaya lokal?

Dari data diatas ditunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam karya sastra dan seni berguna sesuai konteksnya untuk mempromosikan budaya lokal dimana terdapat 56,7% dan

(13)

43,3% menyatakan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai konteks akan membantu perkembangan budaya lokal melalui karya dan seni.

Pertanyaan 7

Apakah anda setuju bahwa perlu ada banyak konten digital dalam bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi digital?

Berdasarkan perntanyaan yang diajukan terdapat 50% responden menyatakan bahwa konten digital juga diperlukan untuk meningkatkan literasi dalam dunia pendidikan selain itu ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia harus disesuaikan konteksnya dengan apa yang ditawarkan melalui konten digital yang dilakukan.

Pertanyaan 8

Apakah anda mendukung inisiatif untuk memperkenalkan variasi dialek dan bahasa daerah dalam pembelajaran bahasa Indonesia disekolah?

Melalui hasil yang ditemukan bahwa 60 % dan 36,7% responden menyatakan untuk mendukung inisiatif perkenalan variasi dialek dan bahasa daerah dalam pembelajaran bahasa Indonesia disekolah dan ini juga mendukung pemakaian bahasa Indonesia sesuai dengan konteksnya dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan dari hasil survei menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat penting dalam komunikasi sehari-hari dan memiliki dampak signifikan dalam membekali siswa dengan kemampuan berbahasa. Selain itu, perlunya program pelatihan penggunaan bahasa Indonesia bagi guru-guru dan peran media massa dalam pengembangan dan pelestarian bahasa Indonesia juga sangat penting. Penggunaan bahasa gaul dan slang di media sosial dapat mempengaruhi penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta penggunaan bahasa Indonesia dalam karya sastra dan seni berguna untuk mempromosikan budaya lokal. Dukungan untuk memperkenalkan variasi dialek dan bahasa daerah dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah juga diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan bahasa Indonesia harus dilakukan secara holistik dan berintegrasi dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

4.2 Pembahasan

(14)

Pada pembahasan, penelitian ini menghasilkan bahwa harus adanya penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik serta sesuai dengan konteks dalam penggunaan Bahasa Indonesia tersebut. Kemudian terdapat penelitian sebelumnya yang menyatakan tentang tema penggunaan Bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan merupakan topik yang sangat penting dalam konteks keberagaman budaya di Indonesia. Dalam literatur, telah banyak penelitian yang mengungkapkan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dalam proses pendidikan. Kemudian, terdapat juga sebuah studi oleh penelitian dari Junaedi (2017) menyoroti bahwa penggunaan Bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat dan jelas oleh guru dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, penelitian oleh Sukardi (2015) menyoroti bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia dalam konteks pendidikan dapat memengaruhi identitas budaya siswa. Dan pada penelitian beliau menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia yang konsisten dalam proses belajar-mengajar dapat membantu memperkuat identitas budaya siswa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Namun demikian, terdapat juga penelitian oleh Suryadi (2019) yang menekankan bahwa pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan sebaiknya tidak mengesampingkan pentingnya bahasa daerah. Penelitian tersebut juga menyoroti bagaimana penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu juga memiliki peran penting dalam memperkuat identitas siswa serta memperkaya keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia.

Dengan demikian, Berdasarkan Sukarto (2018: 31) yang menyatakan bahwa bahasa yang baik adalah ketepan memilih ragam bahasa sesuai dengan situasi pemakaian atau konteks pemakaian dan melalui penelitian yang telah dilakukan dinyatakan bahwasaannya menganalisis konteks penggunaan Bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan menunjukkan terdapat penggunaan Bahasa Indonesia dengan memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman warga lingkungan pendidikan terhadap materi pelajaran, memperkuat identitas budaya dan memperkaya keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia. Namun demikian pada penilitian ini terdapat hal penting juga untuk memperhatikan peran bahasa daerah dalam konteks pendidikan guna memperkaya pengalaman belajar dalam lingkungan pendidikan serta menjaga keberagaman budaya di Indonesia

(15)
(16)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini membahas tentang pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia dalam pendidikan. Bahasa Indonesia memiliki peranan penting sebagai alat komunikasi yang efektif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, bisnis, dan budaya. Namun, penggunaan bahasa Indonesia oleh generasi muda Indonesia kini menghadapi beberapa tantangan, seperti penggunaan bahasa asing yang semakin populer dan kemajuan teknologi yang memaksa para kaum muda kurang memperdulikan penggunaan bahasa Indonesia yang tepat. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia harus dapat dijaga dan diperbaiki. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat penurunan dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan aktivitas sehari-hari dalam lingkungan generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan, serta bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam dunia pendidikan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat dibutuhkan sesuai dengan situasi dan konteks pemakaian. Bahasa Indonesia harus digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, bisnis, dan budaya. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia harus dapat dijaga namun mengalami beberapa kemunduran. Dalam sintesis, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia sangat penting dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari

4.2 Saran

Penelitian ini menyarakan bahwa setiap warga dalam lingkungan dapat mendorong penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi sehari-hari melalui kampanye atau program-program pendidikan yang memperkuat pemahaman akan pentingnya penggunaan bahasa yang sesuai, mengintegrasikan pembelajaran bahasa Indonesia yang efektif di sekolah dengan pendekatan yang menarik dan relevan bagi generasi muda agar meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi mereka, memperhatikan peran media massa dalam pengembangan bahasa Indonesia dengan memastikan konten yang

(17)

disajikan mendukung pemahaman dan penggunaan bahasa yang baik, menyadari pengaruh bahasa gaul dan slang dalam media sosial serta mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan penggunaan Bahasa Indonesia yang benar di platform tersebut, mendorong penggunaan Bahasa Indonesia dalam karya sastra, seni, konten digital, dan media lainnya untuk memperkaya ekspresi budaya dan keberagaman bahasa di Indonesia, memperkenalkan variasi dialek dan bahasa daerah dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan menjaga keberagaman budaya di Indonesia.

(18)

REFERENSI

Andini, M., & Hafizd, K. A. (2015). Pengertian Data. Jurnal Sains dan Informatika, 1(2), 48.

Arum Putri. (2015). Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. (p. 3).

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.

Eti Ramaniyar, A. Alimin, & Hariyadi. (2019). Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Penulisan Artikel Ilmiah. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(1), 34. Tersedia online di:

http://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/bahasa.

La Ode Madina, M., Maya Pattiwael, F., Fensca F Lahallo, F., Frits Rupilele, A., & Aram Palilu. (2019). Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Berkomunikasi. J-DEPACE, Volume 2, Nomor 2, Desember 2019, Hal 157-170.

Tersedia online di: http://jurnal.lpmiunvic.ac.id/index.php/jpkm.

Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches. (p.

39).

Riadi, E. (2016). Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. (p. 48).

Ridwan, R. (2010). Pengertian teknik pengumpulan data. (p. 51).

Selvia Anggraini & Nurul Fauziyah. (2023). Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Jejaring Media Sosial Facebook. PENTAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 21. ISSN (Print) 2442-787X, ISSN (Online) 2579-8979.

Setiawati Eti. 2008. Bahasa Indonesia Keilmuan Dalam Karya Tulis Ilmiah. Surya Pena Gemilang. Malang.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. (p. 105).

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. (p. 142).

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. (p. 131).

Sujarweni, V. W. (2014). Penelitian kuantitatif: Pengukuran dan analisis data. (p. 39).

(19)

Sukarto. (2018). Bahasa yang baik adalah ketepan memilih ragam bahasa sesuai dengan situasi pemakaian atau konteks pemakaian (p. 31).

(20)

Sumber data

https://forms.gle/K98g8xS7A2gHSF7M8

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Penggunaan Verba Bersinonim Tetsudau, Tasukeru, Dan Sukuu Dalam Kalimat Bahasa Jepang. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

1) Analisis Kesalahan adalah suatu cara untuk memaparkan bentuk kesalahan penggunaan bahasa Indonesia yang menyimpang dari kaidah baku bahasa Indonesia di dalam

Dengan menggunakan teori analisis kontrastif Tarigan, penulis akan mengkontraskan penggunaan adverbial dalam kalimat bahasa Mandarin dengan bahasa Indonesia sesuai dengan uraian

Judul : Pengaruh Konteks Kalimat dalam Memperkirakan Makna dan Penggunaan Giongo Gitaigo ( Penelitian terhadap Mahasiswa Tingkat III Jurusan Pendidikan

Sementara sebagai bahasa negara/resmi kenegaraan, bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai: (1) bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, (3)

Dari hasil analisis data penelitian ini diperoleh beberapa bentuk interferensi sintaksis bahasa Bugis dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan

BAHASA MELAYU SEBAGAI CIKAL BAKAL BAHASA INDONESIA Bahasa melayu digunakan sebagai lingua France Bahasa penghubung selama berabad- abad • Penggunaan Bahasa melayu tersebar

Dokumen ini membahas pengaruh penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan terhadap siswa di