PEMETAAN UDARA DENGAN DRONE BAHRUN M17
Pemetaan Udara dengan Wahana Drone
Mapping using Drone
Drone / UAV
Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV, adalah wahana / pesawat yang diterbangkan tanpa awak atau unmanned. Pengendali/pilot tidak berada dalam pesawat.
Pada awalnya drone ini dimanfaatkan untuk kegiatan militer, namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan market maka juga dimanfaatkan dibidang yang lain juga masyarakat luas.
3 komponen utama Drone :
a. Wahana yang dilengkapi dengan motor penggerak, pengendalian propeller, GPS (Geo Positionong Satellite) b. Pengendalian jarak jauh dengan transceiver
(remote control) c. Pengendali / Pilot
Aerial Mapping
Pada dasarnya fitur kecerdasaan dari UAV ini awalnya memanfaatkan kemampuan penginderaan secara visual melalui kamera yang disematkan pada wahana ini.
Perkembangan selanjutnya adalah dengan adanya kamera dengan fitur GPS memudahkan Pengolahan foto berbasis Fotogrametri, memanfaatkan exif data yang menyajikan data lokasi yang tersemat pada foto saat meng capture (geo tagged).
Pada prinsipnya semua kamera yang memiliki
fitur geo tagged / geo location ini dapat dimanfaatkan
untuk melakukan sebuah kegiatan pembuatan pemetaan udara. Baik di darat maupun di udara.
Berkembangnya sistem aplikasi pengendalian operasi drone ini juga menawarkan operasi terbang yang tersusun / terprogram. Sehingga pemetaan udara dengan drone ini semakin efisien & efektif, mudah untuk dilaksanakan. Flight Mission dapat dirancang agar sesuai kebutuhan hasil pemetaan dan menyesuaikan dengan kondisi kawasan target.
LIDAR
Teknologi berkembang dengan cepat, pemanfaatan Laser untuk mengukur jarak dan membuat obyek maupun kawasan dealam bentuk 3 dimensi juga dipergunakan dengan Drone.
Sepuluh tahun yang lalu peralatan LIDAR (Light Detector & Ranging) masih terlalu besar & berat (100kg uk.100x50cm) untuk diusung oleh sebuah drone.
PEMETAAN UDARA DENGAN DRONE BAHRUN M17
Namun saat ini bentuk sudah semakin compact.
Peralatan Drone sudah dapat disematkan pada drone baik di Multi Rotor maupun Fix Wing.
Kapasitas dan system pengolahan data juga berkembang cepat.
Baik dalam Fotogrametri 2D & 3D juga analisa citra dengan multi spectral band camera.
Bentuk yang ringkas juga memudahkan pemanfaatan drone (transportasi & mobilisasi)
di daerah‐daerah remote yang tadinya sulit untuk dijangkau seperti hutan primer, pesisir pantai maupun pulau‐pulau terluar.
Drone Mapping pada kawasan Mangrove
Kawasan Mangrove adalah kawasan khas pada pesisir pantai (coastal) baik berupa daratan, rawa maupun lamun (perairan dangkal).
Pemetaan kawasan ini dapat memberikan manfaat sebuah Data Spasial yang rinci, terukur dan terkini yang dapat menjadi dasar bagi kajian yang kemudian menjadi kebijakan perencanaan selanjutnya yang tentu akan lebih tepat sasaran.
Seperti yang kami lakukan pada kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk di Jakarta Utara.
Kawasan seluas 100 hektar ini awalnya adalah area konservasi yang dipergunakan petambak illegal.
Penanaman kembali Mangrove dimulai secara mandiri oleh rekan‐rekan penggiat kelestarian alam dengan bendera PT. Murindra Lestari.
Saat ini lebih dari 60% kawasan telah dapat di Restorasi.
Pemetaan Udara kawasan ini baru dimulai pada tahun 2018. Saat itu wahana yang dipergunakan adalah Dji Mavic Pro. Keterbatasan tinggi terbang menjadi hal yang perlu dipatuhi.
Dengan ketinggian 150m dilakukan dalam 10 misi terbang.
Pengolahan Data dengan menggunakan aplikasi Agisoft Photoscape menghasilkan citra yang cukup baik, walaupun kelemahan dari MP ini citra yag diambil cenderung over exposure. Dari data awal ini kemudian dilakukan kembali pemetaan berikutnya pada tahun 2021 & 2022
Dari data yang diperoleh dapat terlihat & diukur tingkat keberhasilan tanam dari periode 2018‐2022 tersebut untuk kemudian di evaluasi menjadi acuan pelaksanaan kegiatan berikutnya agar lebih baik, efektif & efisien tentunya.
PEMETAAN UDARA DENGAN DRONE BAHRUN M17
Kedepannya Pemetaan Udara dengan menggunakan Drone ini diharapkan dapat menjadi model.
Seperti yang telah dilakukan oleh rekan‐rekan IMC Universitas Sumatera Utara (USU) dibawah bimbingan Dr. Achmad Siddik Thoha pada kegiatan Monev PRM ‐ BRGM di kawasan Langkat, Sumatera Utara.
Perkembangan salah satu kawasan Lokasi Penanaman Mangrove
Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK)
Tahun 2018
Terlihat bahwa kawasan masih blok A masih baru mulai ditanami Area Sisi Sungai juga nampak masih gundul
Kawasan Blok B juga masih kosong, hanya ada beberapa rumpun Mangrove
Blok A
Blok B
PEMETAAN UDARA DENGAN DRONE BAHRUN M17
Tahun 2021
Selama kurun waktu tahun 2018 – 2020 di area Blok A telah berhasil ditanam sejumlah lebih 4000 pohon dan memperlihatkan pertumbuhan yang cukup baik
Tahun 2022
kawasan Blok B selama tahun 2021 ‐2022 telah ditanam sebanyak > 3700 pohon Tanaman di kawasan Blok A terlihat sudah semakin baik pertumbuhannya
Blok A
Blok B
Blok A
Blok B