• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran umum objek penelitian A. Sejarah singkat perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran umum objek penelitian A. Sejarah singkat perusahaan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran umum objek penelitian

A. Sejarah singkat perusahaan

PT. Millennium Pharmacon International Tbk. (MPI) didirikan di Jakarta pada 20 Oktober 1952 dengan nama NV Perusahaan Dagang Soedarpo Corporation. Pada tahun 2000 NVPD Soedarpo Corporation memiliki nama menjadi PT MPI. Saat ini pemegang saham utama adalah investor strategis dari Malaysia yang Pharmaniaga Bhd. MPI adalah perusahaan yang terdaftar independen. Dengan kekuatan jaringan distribusi di 29 cabang, 3 gudang pusat, penjualan 15 stasiun yang tersebar di seluruh Indonesia dan mendukung dengan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang farmasi, MPI berkomitmen untuk menjadi perusahaan distribusi yang memberikan pelayanan terbaik kepada semua pelanggan dan principal.

Dengan kualitas layanan handal dan pengalaman dalam industri farmasi, principal baik nasional dan multinasional mempercayakan produk mereka didistribusikan oleh MPI yang terdiri dari produk farmasi, suplemen makanan, dan diagnostik / peralatan medis. Produk ini didistribusikan ke berbagai saluran distribusi seperti toko obat, apotek, rumah sakit, supermarket dan toko ritel. MPI terus berupaya layanan untuk kedua prinsipal dan pelanggan antara lain dengan mendirikan Divisi Komersial yang menyediakan layanan konsultasi terkait dengan pendaftaran ke principal.

Perusahaan menggunakan Oracle-EBS seperti itu backbone TI dalam mengelola operasi backroom dengan real-time pengolahan data sehingga memungkinkan akses informasi segera dan akurat dengan semua cabang dan kantor pusat. Di masa depan strategi teknologi informasi bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan principal sesuai dengan visi perusahaan.

(2)

2

PT MPI Tbk memiliki Izin Emisi Saham (Stock Emission License) No.SI-090/SHM/MK1990 tanggal 22 maret 1990,serta sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 7 Mei 1990,juga terdaftar di sebagai anggota Morison Internasional In Indonesia I Member of morison internasional Thahjadi,Pradhono & Teramihardja.

B. Visi dan Misi PT MPI Tbk ViSi

Menjadikan perusahaan ditribusi yang paling efisien dan efektif dengan memberikan nilai tambahan kepada para pelanggan dan principal

Misi

Menyediakan produk pemeliharaan dan pelayanan yang terbaik ke seluruh wiayah nusantara.

C. logo perusahaan

Gambar 1.1

Logo perusahaan PT MPI Tbk

(3)

3 1.2 Latar belakang masalah

Obat sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat Indonesia saat ini. PT MPI Tbk cabang bandung adalah salah satu distributor obat di kota bandung. PT MPI Tbk cabang Bandung memasok obat ke Apotek, Rumah sakit, Klinik dan Puskesmas yang berada di Bandung maupun kabupaten Bandung. Saat ini apotek sangat mudah dijumpai baik disudut perkotaan maupun pedesaan.dari hasil wawancara penulis dengan supervisor, penulis mendapat jumlah data apotek di Indonesia dari tahun 2013 sampai 2015 sebagai berikut :

Gambar 1.2

Jumlah Apotek di Indonesia 2013- 2015

Sumber : Data Perusahaan PT MPI Cabang Bandung

Dari data diatas dapat dilihat jumlah apotek di terus menurun jumlahnya, pada tahun 2013 jumlah apotek sebesar 21.058. Kemudian jumlah apotek pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 17.607 dan terakhir pada tahun 2015 jumlah apotek hanya 16.726. dari data diatas dapat dilihat beberapa daerah yang mengalami penurunan jumlah apotek diantaranya, Aceh, Bali, Banten Bengkulu, Jogja, Jakarta, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur ,

(4)

4

Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka, Kepualau Riau, Lampung, Maluku Utara, NTT, Papua, Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara. Tetapi dari data diatas juga ditemukan hasil bahwa jawa barat yang menjadi pangsa pasar oleh PT MPT Tbk cabang Bandung tidak mengalami penurunan jumlah apotek. Pada tahun 2013 berjumlah 3,337, pada tahun 2014 berjumlah 2.959 dan terakhir pada tahun 2015 menjadi 3.207.

Tetapi penjualan PT MPI Tbk Cabang Bandung mengalami penurunann.dari hasil wawancara penulis dengan supervisor didapat data penjualan yang dilakukan divisi penjulan dari tahun 2011-2015 sebagai berikut :

Gambar 1.3

Data Penjualan Tahun 2011-2015

Sumber : Data perusahaan PT MPI Tbk Cabang Bandung

Dari data diatas dapat dilihat bahwa penjualan tahun 2011 sebesar 90%, tahun 2012 sebesar 83 %, tahun 2013 sebesar 85%, tahun 2014 sebesar 75% dan tahun 2015sebesar 80% dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan dari tahun 2011 – 2015 penjualan yang dilakukan oleh perusahaan tidak mencapai target perusahaan sebesar 100%. menurut hasil wawancara dengan Supervisor hal ini disebabkan oleh banyak

(5)

5

faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah ketidakmampuan salesman dalam untuk memcapai target yang telah ditentukan.faktor lain juga bahwa salesman yang kurang mampumenyakinkan konsumen untuk membeli produk PT MPI Tbk seperti gaya bahasa yang sulit dimengerti konsumen,penjelasan produk yang kurang dimengerti,dan ketidakpekaan salesman akan kebutuhan konsumen.

Selain data diatas penulis juga menemukan hasil dari wawancara dengan konsumen PT MPI Tbk cabang Bandung, menurut konsumen tersebut biasanya mereka memesan produk yang rutin dibeli setiap bulannya, untuk keputusan membeli produk baru biasanya mereka tidak mencari tahu lebih banyak mereka hanya mengandalkan informasi yang dari brosur atau informasi yang diberikan salesman melalui presentasi. setelah salesman selesai mempersentasikan produk, konsumen langsung melakukan pengevaluasian sederhana dengan cara membandingkan produk baru dengan produk lama. Setelah mendapatkan informasi yang cukup mengenai kulitas produk dan harganya barulah konsumen mengambil keputusan apakah akan membeli produk tersebut atau tidak.

Dari hasil wawancara penulis dengan salesman di PT MPI Tbk cabang Bandung, bisanya konsumen tidak mengetahui kebutuhan mereka dan tidak mengetahui informasi tentang produk baru sehingga mereka hanya membeli produk - produk yang rutin mereka beli setiap bulannya. saat menjual produk - produk PT MPI Tbk cabang Bandung salesman memulai dengan cara melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan calon pelanggan kemudiam bertemu untuk melakukan persentasi, saat proses persentasi berlangsung salesman harus menjelaskan maanfaat dari produk, kegunaan, bagaimana kualitasnya, bagaimana efek samping, cara penggunaan produk bahan yang terkandung di dalam produk, harga yang ditawarkannya dan potongan harga (jika ada). selanjutnya Salesman melakukan closing ditahap inilah konsumen akan mengambil keputusan pembelian atau tidak. Tetapi dilapangan banyak terjadi penolakan dengan alasan mereka ingin membandingkan dengan distributor lainnya atau mereka akan menghubungi kembali pihak MPI untuk memberi jawaban akan

(6)

6

membeli atau tidak. saat proses follow up, salesman juga mendapat jawaban yang sama akan dihubungi kembali atau mereka akan langsung menjawab bersedia membeli atau tidak.

Dari hasil wawaancara dengan supervisor penulis, faktor lain yang menyebabkan gagalnya perusahaan mencapai target penjualan disebabkan oleh ketidakmampuan salesaman dalam melakukan negosiasi dengan konsumen ataupun calon konsumen. Salesman tidak mampu untuk mengatasi keberatan yang disampaikan oleh konsumen.

PT. MPI Tbk cabang Bandung tentunya perlu meningkatkan personal selling yang lebih baik untuk dapat selalu meningkatkan penjualannya dan juga untuk dapat terus bersaing dengan para pesaing-pesaingnya. Dengan melakukan personal selling yang baik, bukan tidak mungkin hal dapat dapat meningkatkan penjualannya serta meraih konsumen lebih banyak dengan membantu proses keputusan pembelian konsumen.

Berdasarkan data - data yang diuraikan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian menggenai personal selling yang dilakukan di PT MPI Tbk. Maka dari itu penelitian ini, peneliti mengambik judul “PENGARUH PERSONAL SELLING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi kasus PT MILLENIUM PHARMACON INTERNASIONAL Tbk Cabang Bandung Periode Februari – Mei 2016 )

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimanakah pelaksanaan personal selling pada PT. MPI Tbk cabang Bandung? 2. Bagaimanakah proses keputusan pembelian pada PT. MPI Tbk cabang Bandung ? 3. Seberapa besar pengaruh personal selling terhadap proses keputusan pembelian Pada PT. MPI Tbk cabang Bandung?

(7)

7 1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pelaksanaan personal selling pada PT. MPI Tbk cabang Bandung. 2. Untuk mengetahui proses keputusan pembelian pada PT. MPI Tbk cabang Bandung 3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh personal selling terhadap proses keputusan pembelian PT. MPI Tbk cabang Bandung.

1.5 Kegunaan penelitian

Penelitian ini diharapkan memiliki kegunaan, baik secara teoritis maupun secara praktis:

1. Kegunaan Teoritis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang manajemen pemasaran, khususnya pada kajian Personal Selling dan keputusan pembelian.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi, acuan dan tambahan pengetahuan bagi penelitian selanjutnya.

2. Kegunaan Praktis

Secara praktis, hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan untuk dapat dijadikan landasan dalam menentukan kebijakan perusahaan selanjutnya, dan sebagai tambahan informasi bagi perusahaan agar mengetahui bagaimana pengaruh personal selling dan keputusan pembelian

(8)

8 1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian

yang dilakukan. Sistematika penulisan dari penelitian ini disusun sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi tentang tinjauan terhadap obyek studi, latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA DAN RUANG LINGKUP PENELITIAN Bab ini berisi tentang kajian pustaka yaitu penelitian-penalitian sebelumnya yang pernah membahas mengenai permasalahan yang sama atau serupa, dan teori-teori yang berhubungan dengan kompensasi dan kinerja karyawan.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menegaskan pendekatan, metode, dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang kemudian dapat menjawab atau menjelaskan masalah penelitian.

BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan tentang pembahasan yang berisi data-data yang telah

dikumpulkan dan diolah, kemudian untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini akan memberikan kesimpulan dari hasil pembahasan, memberikan masukan atau saran yang bisa diimplementasikan oleh perusahaan.

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan wawancara langsung kepada pemilik perusahaan dan staff perusahaan, lalu disesuaikan dengan wawancara pelanggan perusahaan, penulis mencoba memetakan

Berdasarkan hasil wawancara dengan manager Direktorat Sumber Daya Manusia PT Pos Indonesia Bandung pada bulan januari 2021 menggungkapkan bahwa proses coaching

Berdasarkan hasil wawancara terhadap 30 orang responden pada tabel 1.2 diatas Peneliti memberikan kesimpulan bahwa masalah terdapat pada selalu tidaknya konsumen berbelanja

Menurut hasil wawancara penulis dengan Ibu Abbas, salah satu konsumen yang biasa membeli kebutuhannya di PT Lion Super Indo gerai Antapani pada Minggu, 31

Berdasarkan latar belakang sebagaimana yang diuraikan tersebut diatas maka penulis berasumsi bahwa motivasi karyawan Perum BULOG Divre Jabar yang dicerminkan oleh

Penelitian ini akan dilakukan studi pada perusahaan bidang industri sektor manufaktur dengan subsektor food and beverages yang memiliki penerapan metode Just In Time yaitu PT

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kristanti (2017) lingkungan kerja non fisik terbagi menjadi 2 faktor yaitu hubungan kerja dengan atasan dan hubungan antar

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi dan masukan kepada konsumen KFC cabang Riau Bandung agar lebih banyak melakukan kunjungan