• Tidak ada hasil yang ditemukan

sma11sos Sosiologi Puji

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "sma11sos Sosiologi Puji"

Copied!
198
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Puji Raharjo
  • Pengajar:
    • Ravik Karsidi
  • Sekolah: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
  • Mata Pelajaran: Sosiologi
  • Topik: Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2009
  • Kota: Jakarta

I. Struktur Sosial

Bab ini membahas tentang struktur sosial yang merupakan tatanan yang teratur dalam masyarakat. Struktur sosial terdiri dari status sosial dan peran sosial yang saling terkait. Melalui pemahaman ini, siswa diharapkan dapat mendeskripsikan unsur-unsur struktur sosial dan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat. Selain itu, siswa diajak untuk memahami pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap orang lain.

1.1. Pengantar

Pengantar bab ini menjelaskan bahwa perbedaan dalam masyarakat adalah hal yang wajar dan membentuk identitas sosial. Interaksi antar individu menciptakan pola perilaku yang diatur oleh norma dan nilai-nilai yang berlaku. Hal ini penting untuk memahami bagaimana struktur sosial terbentuk dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

1.2. Pengertian Struktur Sosial

Struktur sosial didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai jalinan antara unsur-unsur sosial yang meliputi norma, lembaga, kelompok, dan lapisan sosial. Pemahaman ini penting untuk membedakan berbagai jenis struktur sosial yang ada dalam masyarakat, seperti struktur formal dan informal, serta struktur homogen dan heterogen.

1.3. Status Sosial

Status sosial adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat yang dapat diperoleh melalui berbagai cara. Terdapat tiga jenis status sosial: ascribed, achieved, dan assigned. Pemahaman tentang status sosial membantu siswa untuk mengenali posisi mereka dalam masyarakat dan bagaimana hal itu memengaruhi interaksi sosial.

1.4. Peran Sosial

Peran sosial adalah perilaku yang diharapkan dari individu sesuai dengan status sosialnya. Setiap individu memiliki peran yang berbeda-beda dalam berbagai konteks, seperti sebagai anggota keluarga, pelajar, atau masyarakat. Hal ini penting untuk memahami dinamika hubungan sosial dan bagaimana peran dapat memengaruhi interaksi.

1.5. Bentuk-Bentuk Struktur Sosial dalam Masyarakat

Bentuk struktur sosial dalam masyarakat meliputi diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial. Diferensiasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelompok tanpa tingkatan, sedangkan stratifikasi sosial adalah penggolongan berdasarkan status yang memiliki tingkatan. Pemahaman ini penting untuk menganalisis kesenjangan sosial yang ada.

II. Konflik Sosial

Bab ini membahas tentang konflik sosial yang terjadi akibat perbedaan kepentingan, budaya, dan nilai di antara individu atau kelompok. Siswa diharapkan dapat mengenali faktor-faktor yang memicu konflik dan memahami berbagai bentuk konflik yang ada dalam masyarakat.

2.1. Pengantar

Konflik sosial merupakan bagian dari dinamika masyarakat yang tidak dapat dihindari. Dalam pengantar ini, siswa diajak untuk memahami bahwa konflik dapat muncul dari perbedaan individu dan kelompok, serta bagaimana hal itu dapat berdampak pada hubungan sosial.

2.2. Faktor-Faktor Penyebab Konflik Sosial

Faktor penyebab konflik sosial meliputi perbedaan antarindividu, perbedaan kebudayaan, kepentingan, dan perubahan sosial. Pemahaman tentang faktor-faktor ini sangat penting untuk menganalisis konflik yang terjadi dalam konteks sosial yang lebih luas.

2.3. Bentuk-Bentuk Konflik

Konflik dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti konflik antarkelas, antarkelompok, antargenerasi, dan antaretnis. Dengan memahami bentuk-bentuk konflik ini, siswa dapat lebih peka terhadap isu-isu sosial yang ada di sekitar mereka.

III. Hubungan Struktur Sosial dengan Mobilitas Sosial

Bab ini membahas tentang mobilitas sosial yang berkaitan dengan pergerakan individu atau kelompok dalam stratifikasi sosial. Siswa diharapkan dapat memahami konsep mobilitas sosial dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

3.1. Pengantar

Pengantar ini menjelaskan pentingnya mobilitas sosial dalam konteks masyarakat yang dinamis. Siswa diajak untuk memahami bahwa mobilitas sosial dapat terjadi secara vertikal maupun horizontal, yang mencerminkan perubahan status sosial individu.

3.2. Jenis-jenis Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial terbagi menjadi mobilitas horizontal dan vertikal. Mobilitas horizontal terjadi ketika individu berpindah posisi dalam strata yang sama, sedangkan mobilitas vertikal melibatkan pergerakan ke atas atau ke bawah dalam stratifikasi sosial. Pemahaman ini penting untuk menganalisis perubahan sosial.

3.3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Mobilitas Sosial

Faktor yang memengaruhi mobilitas sosial meliputi status sosial, kondisi ekonomi, situasi politik, dan pendidikan. Siswa diharapkan dapat menganalisis bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dalam menentukan mobilitas sosial individu.

IV. Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Bab ini membahas tentang kelompok sosial dalam konteks masyarakat yang multikultural. Siswa diharapkan dapat memahami konsep kelompok sosial dan dinamika yang terjadi dalam masyarakat yang beragam.

4.1. Pengantar

Pengantar ini menjelaskan pentingnya memahami kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. Siswa diajak untuk mengenali bahwa kelompok sosial memiliki karakteristik dan dinamika yang berbeda-beda.

4.2. Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah sekelompok individu yang saling berinteraksi dan memiliki kesamaan. Pemahaman ini penting untuk menganalisis bagaimana kelompok sosial terbentuk dan berfungsi dalam masyarakat.

4.3. Tipe-Tipe Kelompok Sosial

Tipe kelompok sosial dibedakan berdasarkan proses terbentuknya dan ikatannya. Siswa diharapkan dapat memahami perbedaan antara kelompok primer, sekunder, komunitas, dan organisasi sosial.

V. Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Bab ini membahas tentang perkembangan kelompok sosial dalam konteks masyarakat multikultural. Siswa diharapkan dapat memahami unsur-unsur kemajemukan dan dinamika yang terjadi dalam kelompok sosial.

5.1. Pengantar

Pengantar ini membahas pentingnya memahami kemajemukan dalam masyarakat. Siswa diajak untuk mengenali bahwa keberagaman budaya, agama, dan etnis dapat memengaruhi perkembangan kelompok sosial.

5.2. Unsur-Unsur Kemajemukan dalam Masyarakat

Unsur kemajemukan meliputi ciri fisik, sosial, dan budaya. Pemahaman ini penting untuk menganalisis bagaimana keberagaman mempengaruhi interaksi sosial dan perkembangan kelompok.

VI. Analisis Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Bab ini membahas analisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. Siswa diharapkan dapat memahami pendekatan teoritis dalam menganalisis keanekaragaman sosial.

6.1. Pengantar

Pengantar ini menjelaskan pentingnya menganalisis keanekaragaman dalam masyarakat. Siswa diajak untuk memahami bahwa keanekaragaman sosial memerlukan pendekatan yang sistematis.

6.2. Pendekatan Teoritis dalam Menganalisis Keanekaragaman

Pendekatan teoritis meliputi teori fungsional struktural dan teori konflik. Siswa diharapkan dapat menganalisis bagaimana kedua pendekatan ini menjelaskan keanekaragaman dalam masyarakat.

Referensi Dokumen

  • Gemeinschaft ( Ferdinand Tonnies )
  • Gessellschaft ( Ferdinand Tonnies )
  • Multikulturalisme
  • Teori Fungsional Struktural
  • Van den Berghe

Gambar

Gambar 1.6 Gelar sarjana adalah gelar yang oleh sebagian besar
Gambar 1.9 Masyarakat dengan sistem stratimerupakan masyarakat yang menggabungkan antara sistem terbuka � kasi sosial campuran dan sistem tertutup.
Gambar 1.10 Polarisasi power antara kelas atas dengan kelas bawah, di mana kelas atas dapat mendominasi kelas bawah dalam segala aspek.
Gambar 2.4 Demonstrasi buruh sebagai salah satu dampak dari adanya kon� ik antarkelas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Lebih lanjut teori fungsionalisme melihat agama sebagai penyebab sosial (social causation) yang dominan dalam terbentuknya lapisan (strata) sosial dalam tubuh masyarakat,

Masyarakat Samin dalam merupakan suatu masyarakat yang berasal dari keturunan masyarakat Samin atau dapat dikatakan sebagai anggota asli masyarakat Samin, sedangkan

Sistem dimana setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk dapat naik lapisan social yang lebih tinggi atas kemampuan sendiri merupakan suatu bentuk stratifikasi soial

Adanya sistem lapisan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya (dalam proses pertumbuhan masyarakat itu) tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan

Individu dalam lapisan sosial teratas di masyarakat, berdasarkan kriteria ekonomi mempunyai peran besar karena faktor ....

Ini disebabkan kuatnya tradisi dalam mempertahankan keturunan dengan cara pernikahan se-kufu.3 Salah satunya yang terjadi di masyarakat Arab Kota Palembang, khususnya Alawiyyin

Selain itu, dia juga berkata bahwa restauran di dalam foodcourt merupakan bentuk dari budaya konsumsi dari masyarakat perkotaan dan menjadi salah satu penemuan baru di lapisan

Masyarakat Geneologis Masyarakat hukum adat yang strukturnya berdasarkan keturunan Genealogis adalah masyarakat hukum adat yang anggota-anggotanya merasa terikat dalam suatu ketertiban