• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Etika Penelitian Sosial. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Implementasi Etika Penelitian Sosial. docx"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Imas Qurhothul Ainiyah

1306383155

Ilmu Administrasi Negara

PMPS, E 203 B

Implementasi Etika Penelitian Sosial

Etika penelitian merupakan ketentuan yang mengatur tanggung jawab sosial, moral, dan

akademik peneliti terhadap manusia dan masyarakat yang diteliti, masyarakat umum, disiplin

ilmunya, rekan sebidang, pemesan, dan mahasiswa untuk menghormati hak, kepentingan, dan

kepekaan banyak pihak. Menjaga etika penelitian dilakukan sejak perencanaan, pelaksanaan, dan

seluruh tahapan penelitian yang dilakukan. Seorang peneliti dalam melakukan penelitian harus

memerhatikan prinsip etika penelitian seperti hak untuk dapat menginformasikan hasil

penelitian, melindungi informan, menjaga privasi (anonimitas dan kerahasiaan) objek yang

diteliti, kesukarelaan pemberian informasi, serta menjaga kejujuran dang menghindari kelalaian

seperti tidak mencantumkan sumber, perumusan interpretasi, ataupun plagiarism.

Dalam melakukan penelitian social terhadap hal-hal yang harus dihindari, antara lain

menyakiti informan (merusak nama baik informan), merusak reputasi perusahaan atau organisasi

terkait kerahasiaan dari organisasi yang bersangkutan, menghindari konflik dengan pemberi dana

penelitian, melakukan penelitian sesuai prosedur yang ada seperti meminta izin kepada pejabat

yang berwenang di lokasi penelitian jika penelitian itu dilakukan di daerah bukan tempat kita

bekerja atau berdomisili. Oleh karena itu, peneliti berkewajiban menghargai martabat dan

kerahasiaan subjek penelitian dan memperhatikan kesejahteraan jasmani dan rohani orang yang

diteliti apabila akan menerbitkan hasil penelitian, misalnya peneliti wajib menghormati hak para

nara sumber untuk tidak disebutkan identitasnya, kecuali bila ada persetujuan yang jelas dari

yang bersangkutan.

(2)

Contoh Kasus Penelitian Sosial

1. Penelitian yang Tidak Sesuai dengan Etika Penelitian Sosial

Penelitian yang menjadi dasar rekomendasi pelepasan dua aset tanah Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, melanggar prosedur dan etika. Penelitian ini dikerjakan oleh dua orang dosen, yakni Rudi Hartadi dan Siswoyo. Kedua dosen tersebut melakukan pelanggaran etika penelitian karena menggunakan nama lembaga penelitian tanpa pemberitahuan kepada pimpinan universitas atau pimpinan lembaga penelitian yang bersangkutan. Hasil kajian kedua dosen itu, yaitu RH dan Sis, menyatakan, aset milik Pemkab Jember yang berada di Kelurahan Bintoro dan Kelurahan Sumbersari layak untuk dijual tanpa pertimbangan atau opsi-opsi lain. Artinya, hasil kajian kedua peneliti itu tidak menawarkan opsi atau pertimbangan lain, kecuali untuk dijual. Selain itu hasil kajian penelitian dua orang dosen tersebut tidak ada tanda tangan penanggung jawab pelaksanaan penelitian. apa yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kedua peneliti itu tanpa pemberitahuan atau penawaran kepada Lemlit Unej. Mereka mengabaikan prosedur pembuatan penelitian.

2. Penelitian Yang Sesuai dengan Etika Penelitian Sosial

Kepribadian sangat memberi perbedaan terhadap penyesuaian diri baik kepribadian ekstrovert maupun kepribadian introvert. Penyesuaian diri yang baik (tinggi) dapat terjadi diakibatkan oleh meningkatnya kemampuan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, mengatasi ketegangan frustasi dan konflik secara sukses serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup, seperti yang dilakukan pada semua mahasiswa sejawatnya. Dalam berusaha mengatasi penyesuaian diri yang rendah atau sedang bukan berarti hal yang negatif bagi mereka namun justru dengan hal tersebut mereka mampu beradaptasi untuk meningkatkan penyesuaian dirinya. Memahami tipe kepribadian baik tipe kepribadian ekstrovert maupun kepribadian introvert akan mudah bagi mahasiswa mengenali teman-teman sejawatnya karena tipe kepribadian adalah satu hal yang sangat membedakan karakter, sifat dan kejadian interpersonal seseorang terhadap stimulus yang dihadapinya.

“Kutipan Kasus Pelanggaran Etika Penelitian Sosial”

Pelanggaran Etika; Dua Peneliti Universitas Jember Hadapi Sidang

Penelitian yang menjadi dasar rekomendasi pelepasan dua aset tanah Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, ternyata melanggar prosedur dan etika. Penelitian ini terancam dimulai dari nol kembali. Adanya pelanggaran etika dan prosedur ini dikemukakan Ketua Lembaga Penelitian Universitas Jember, Prof. Dr. Achmad Subagyo, Selasa (1/4/2014) malam. Penelitian ini dikerjakan dua dosen, yakni Rudi Hartadi dan Siswoyo. “Penelitian itu dilakukan Maret kemarin,” kata Subagyo.

(3)

memanggil kedua peneliti itu, yaitu RH dan Sis. Hasil kajian dari penelitian yang dilakukan kedua dosen itu mengatasnamakan Lemlit Unej.

”Apa yang dilakukan dua dosen itu merupakan bentuk pelanggaran berat sehingga akan dikenai sanksi,” kata Achmad Subagyo.

Kasus ini berawal dari niat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember yang ngotot ingin menjual aset dua bidang tanah senilai sekitar Rp 27,6 miliar. Untuk menyetujui penjualan aset itu, Komisi A DPRD Jember memerlukan kajian. Hasil kajian kedua dosen itu, yaitu RH dan Sis, menyatakan, aset milik Pemkab Jember yang berada di Kelurahan Bintoro dan Kelurahan Sumbersari layak untuk dijual tanpa pertimbangan lain. Artinya, hasil kajian kedua peneliti itu tidak menawarkan opsi atau pertimbangan lain, kecuali untuk dijual. Ketua Komisi A DPRD Jember M Jufriadi menambahkan, saat menerima hasil kajian dari Lemlit Unej, ia merasa curiga karena tidak ada tanda tangan penanggung jawab. Untuk memastikan apakah hasil kajian itu dari lembaga penelitian, pihaknya akan mengundang ketua Lemlit Unej pada rapat dengar pendapat.

”Anehnya lagi, hasil kajian Lemlit Unej yang diserahkan kepada kami secara resmi sekarang diambil lagi oleh pemkab melalui pendamping Komisi,” kata Jufriadi. Achmad Subagyo menambahkan, permohonan penelitian kepada Lemlit Unej pasti melalui penawaran kontrak. ”Kami nanti menugaskan dosen peneliti untuk melakukan penelitian,” ujarnya. Akan tetapi, apa yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kedua peneliti itu tanpa pemberitahuan atau penawaran kepada Lemlit Unej. Mereka mengabaikan prosedur pembuatan penelitian.

Padahal, menurut Subagyo, dalam laporan hasil penelitian, peneliti harus memberikan opsi-opsi berikut implikasi yang muncul jika opsi itu diambil. “Misalkan, kalau aset ini disewakan, apa implikasi positif dan negatifnya. Begitu juga kalau misalkan aset ini dijual, apa implikasinya. Dengan begitu itu bisa menjadi dasar pertimbangan Pemkab Jember dalam mengambil keputusan,” katanya.

Sumber : Wirawan, Oryza A. 2014. http://rumahpengetahuan.web.id/pelanggaran-etika-dua-peneliti-universitas-jember-hadapi-sidang/, diakses pada hari Minggu tanggal 1 Juni 2014 pukul 09.43 WIB.

“Kuitpan Hail Penelitian yang Sesuai dengan Prosedur dan Etika Penelitian Sosial”

Perbandingan Penyesuaian Diri Mahasiswa yang Berkepribadian Ekstrovert dan Introvert

pada Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Haluoleo Kendari

“………

Mahasiswa yang berkepribadian introvert akan terasa nyaman karena mereka memiliki teman yang dapat melakukan proses penyesuaian diri yang sangat baik khususnya bagi mahasiswa ekstrovert dengan potensi diatas rata-rata. Namun berdasarkan nilai persentase sebesar 52% yang artinya cukup banyak mahasiswa introvert yang memiliki tingkat penyesuaian diri yang sedang hal ini mengindikasikan masih adanya kelemahan dalam hal kebersamaan dengan mahasiswa ekstrovert. Menurut Hurlock (1992: 247) mengatakan bahwa usia memegang peranan penting dalam menentukan penyesuaian diri seseorang terutama usia 18 - 40 tahun. Dalam perkembangan usia ini merupakan periode khusus, dimana seseorang menghadapi perubahan peran yang kompleks baik peran keluarga, pekerjaan atau lingkungan sosial.

(4)

penyesuaian diri yang baik pada mahasisiwa ekstrovert bukan berarti melemahkan mahasiswa introvert pada setiap proses perkuliahan. Hasil analisis dekripsi menunjukkan bahwa persentase 52% yang berarti cukup banyak mahasiswa introvert yang memiliki penyesuaian diri pada kategori yang sedang.

Dalam berusaha mengatasi penyesuaian diri yang rendah atau sedang bukan berarti hal yang negatif bagi mereka namun justru dengan hal tersebut mereka mampu beradaptasi untuk meningkatkan penyesuaian dirinya. Hal tersebut tidak lepas dari beberapa karena ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyesuaian dirinya rendah atau sedang. Beberapa faktor tersebut di atas dapat menggiring mahasiswa pada suatu kondisi yang dapat menyesuaikan diri dan menjadi produktif apabila ia tidak bisa menemukan jalan keluar dari persoalan-persoalan yang dihadapinya. Sesungguhnya kegagalan dalam menyesuaiakan diri terkadang membuat kita sebagai mahasiswa sedikit mengalami kesulitan dalam perkuliahan di kampus. Disamping itu kurangnya pengendalian diri terhadap masalah terlebih pada saat perkuliahan akibat tingkah dan perbuatan tidak senonoh dari teman sejawatnya maka akan membuat kita lebih menurunkan nilai dari penyesuaian diri.

Hal ini menunjukkan bahwa karena kurangnya pemahaman akan penyesuaian diri dengan tipe kepribadian orang baik itu tipe kepribadian terbuka (ekstrovert) maupun tipe kepribadian tertutup (introvert). Bila mana pemahaman dapat mereka diketahui bahwa penyesuaian diri mahasiswa kepribadian ekstrovert adalah mahasiswa yang suka keramaian, lebih berdaya ingat kuat, cepat memiliki teman baru, senang bercerita keadaan sekarang, mudah berteman orang baru, bersosialisasi dengan baik, lebih memiliki daya juang fisik yang tinggi, mudah meredakan kemarahan, mudah tertawa, suka menahan perasaannya dan mahasiswa yang berkepribadian introvert adalah mahasiswa yang selalu sukamembatasi diri untuk tidak sembarang berteman, senang berlama-lam di depan komputer, lebih intropeksi diri, lebih banyak mengalah daripada berdebat, lebih bekerja keras, selalu menetapkan target tinggi, sering menjaga jarak terhadap orang lain, cenderung pemalu. Sehingga kepribadian sangat memberi perbedaan penyesuaian diri baik kepribadian ekstrovert maupun kepribadian introvert. Yang pada akhirnya akan berkurang masalah-masalah seperti permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain. Hal ini diungkapkan oleh (Arifianti, 2007) bahwa mereka yang mudah marah, putus asa, sulit mengendalikan dorongan hati, sulit mengambil keputusan, dan sulit memotivasi diri di akibat karena kegagalan penyesuaian pribadi seperti kegoncangan emosi, kecemasan, ketidakpuasan dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya sebagai akibat adanya jarak pemisah antara kemampuan individu dan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya.

Memahami tipe kepribadian baik tipe kepribadian ekstrovert maupun kepribadian introvert akan mudah bagi mahasiswa mengenali teman-teman sejawatnya karena tipe kepribadian adalah satu hal yang sangat membedakan karakter, sifat dan kejadian interpersonal seseorang terhadap stimulus yang dihadapinya. Dengan demikian untuk menjaga keseimbangan pemenuhan kebutuhan para mahasiswa maka sinergi serta peran aktif mahasiswa pada setiap kegiatannya perlu ditingkatkan karena pemahaman terhadap penyesuaian diri dengan kepribadian yang berbeda mudah menimbulkan permasalahan. Oleh karena itu, sebagai teman karibnya, kedua orang tua, para dosen, dan individu yang berhubungan langsung dengan mahasiswa harus mudah memahami dan saling mengerti demi menciptakan generasi sumber daya manusia yang handal dan berkualitas sehingga menjadi pemimpin pada masa akan datang.

……….”

Referensi

Dokumen terkait

pengelolaan suatu kawasan konservasi berdasarkan kriteria E-KKP3K (Kep Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil No.

Dari segmen consumer parts otomotif, melalui Federal Karyatama (FKT) yang dikenal dengan oli merk Federal Oil dan Federal Mobil, MPMX mampu memperkuat posisinya di

Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah.. Rekapitulasi Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan Satuan

a) Kontrak kuliah dilakukan di awal kuliah, dengan cara kesediaan mengikuti aturan perkuliahan di FIB, sekaligus dosen yang bersangkutan mendapatkan jadwal kuliah yang

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di BPR Syariah Mitra Harmoni Malang, analisis data dan pengecekan keabsahan data yang diperoleh dari

Dalam memperbaiki kerusakan serta memenuhi kebutuhan tebal perkerasan runway di Bandar udara Juanda dipilih metode overlay dengan melakukan penambahan lapisan

Teknik analisis data menggunakan model interaksi (Milen & Huberman). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi

Variabel kepemimpinan yang dimiliki oleh pimpinan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kuantan Singingisebaiknya