• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPKPS Teknik Penanganan Limbah padat B3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RPKPS Teknik Penanganan Limbah padat B3"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013/2014

Mata Kuliah : TEKNIK PENANGANAN LIMBAH PADAT DAN Jurusan/Kelas : TEP-TSAL / M,O

Hari/Tanggal : Rabu/ 25 Juni 2014 Dosen Pengampu : Angga Dheta, S.Si M.Si Sifat Ujian : Closed

Waktu Ujian : 120 Menit

Petunjuk Mengerjakan Soal

1. Jawablah soal dengan tanda silang (X) pada lembar jawaban

2. UJIAN TERTUTUP, DAN DILARANG KERAS MENCONTEK ATAU KERJASAMA, APABILA MELANGGAR MAKA SANKSI AKAN DIBERIKAN SESUAI DENGAN ATURAN.

3. DILARANG MENGGUNAKAN HANDPHONE ATAU ALAT KOMUNIKASI LAINNYA

4. Silahkan berdoa terlebih dahulu sebelum mengerjakan.

1. Metode kimia yang digunakan dalam pengolahan limbah B3 industri logam di industri adalah ………….

a. Chemical conditioning b. Solidification/Stabilization c. Incineration

d. Disposal e. bioremediasi

2. Tahapan Concentration thickening bertujuan untuk …….

a. Mengurangi volume lumpur yang akan diolah dengan cara meningkatkan kandungan padatan

b. Mengurangi volume lumpur yang akan diolah dengan cara menurunkan kandungan padatan

c. Meningkatkan volume lumpur yang akan diolah dengan cara meningkatkan kandungan padatan

d. Meningkatkan volume lumpur yang akan diolah dengan cara menurunkan kandungan padatan

(2)

3. Yang dimaksud dengan stabilisasi adalah ……..

a. Proses pemadatan suatu bahan berbahaya dengan penambahan aditif

b. Proses penyeimbangan pH limbah dengan bahan aditif sehingga dapat diberi perlakuan lebih lanjut.

c. Proses pencampuran limbah dengan bahan tambahan (aditif)

d. Proses penyeimbangan limbah dengan kadar air

e. Proses desludging limbah dengan penambahan aditif

4. Landfill untuk penimbunan limbah B3 diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu . . . . a. (1) secured double liner, (2) secured single liner, dan (3) landfill clay liner b. (1) secured landfill double clay, (2) secured landfill single liner, dan (3) landfill

clay liner

c. (1) secured landfill double clay, (2) secured landfill single clay, dan (3) landfill clay liner

d. (1) secured landfill double liner, (2) secured landfill single liner, dan (3) landfill single liner

e. (1) secured landfill double liner, (2) secured landfill single liner, dan (3) landfill clay liner

5. Aspek penting dalam sistem incenerasi adalah . . . .

a. Nilai kandungan phospor limbah.

b. Nilai kandungan padatan limbah.

c. Nilai kandungan energi limbah.

d. Nilai kandungan TSS limbah.

e. Nilai kandungan oksigen limbah.

6. Pernyataan berikut ini yang benar, kecuali. . . .

a. Primary sludge : Limbah lumpur dari proses sedimentasi pengolahan awal.

b. Chemical sludge : Limbah lumpur yang berasal dari koagulasi.

(3)

d. Exces activity sludge : lumpur aktif dari proses biologis.

e. Digeste sludge : Limbah yang berasal dari pengolahan biologi.

7. Karakteristik limbah B3 ini mengalami pertambahan lebih banyak dari PP No. 18 tahun 1999 yang hanya mencantumkan 6 (enam) kriteria sebagai berikut . . . .

a. Mudah menyublim, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif.

b. Mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, oksidatif.

c. mudah menguap, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif.

d. mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif.

e. mudah meledak, reduktif, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif.

8. Pengelolaan limbah B3 meliputi . . . .

a. Kegiatan pengangkutan, pemanfatan, pengolahan dan penimbunan.

b. Kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan penimbunan.

c. Kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan.

d. Kegiatan pengumpulan, pengangkutan, penggunaan, pengolahan dan penimbunan.

e. Kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pemanfatan, dan pengolahan.

9. Proses stabilisasi/solidifikasi bertujuan untuk . . . .

a. menghilangkan potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara mengabsorb dalam materi lain.

b. Mengurangi daya racun dan kandungan limbah B3 dengan cara membatasi daya larut sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir.

c. Mengurangi penyebaran racun dan kandungan limbah B3 dengan cara

(4)

d. Mengisolir potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara membatasi daya larut, penyebaran, dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir.

e. Mengurangi penyebaran racun dan kandungan limbah B3 dengan cara merubah bentuk racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir.

10. Suatu metode pengelolaan sampah setelah dipilah, dikumpulkan, diangkut ke tempat pembuangan akhir disebut . . . .

a. Pewadahan sampah

b. recycle

c. Pembuangan akhir (disposal)

d. Pengomposan

e. Pemilahan sampah

11. Volume sampah tergantung beberapa faktor antara lain . . . .

a. Jumlah sampah perhari yang dihasilkan oleh tiap sumber sampah

b. Frekuensi sampah yang dihasilkan

c. Pola pengumpulan sampah yang dilakukan

d. Jumlah truk sampah

e. A,B dan C benar

12. Perhitungan kapasitas sampah penampungan komunal sebagai berikut . . . .

a. Jumlah sampah perminggu (7 hari) dibagi 6 (jumlah hari kerja perminggu)

b. Jumlah sampah perminggu (6 hari) dibagi 6 (jumlah hari kerja perminggu)

c. Jumlah sampah perminggu (7 hari) dibagi 5 (jumlah hari kerja perminggu)

d. Jumlah sampah perminggu (6 hari) dibagi 5 (jumlah hari kerja perminggu)

e. Jumlah sampah perminggu (7 hari) dibagi 7 (jumlah hari kerja perminggu)

(5)

a. Didisain sedemikian sehingga cukup ringan dan memudahkan petugas kebersihan untuk mengambil/memindahkan sampahnya kedalam peralatan pengumpulan.

b. Cukup hygenis mengurangi kemungkinan kontak langsung antara sampah dengan petugas.

c. Terbuka untuk menghindari lalat serta bau,

d. Tahan lama, relatif cukup murah serta memperhatikan unsur estetika.

e. Bentuk yang unik dan menarik

14. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengolahan yang dilaksanakan secara on site treatment adalah sebagai berikut, kecuali ………..

a. Jenis dan karakteristik limbah padat yang harus diketahui secara pasti agar teknologi pengolahan dapat ditentukan dengan tepat; selain itu, antisipasi terhadap jenis limbah di masa mendatang juga perlu dipertimbangkan

b. Jumlah limbah yang dihasilkan harus cukup memadai sehingga dapat menjustifikasi biaya yang akan dikeluarkan dan perlu dipertimbangkan pula berapa jumlah limbah dalam waktu mendatang (1 hingga 2 tahun ke depan)

c. Pengolahan on-site memerlukan tenaga tetap (in-house staff) yang menangani proses pengolahan sehingga perlu dipertimbangkan manajemen sumber daya manusianya

d. Pengolahan on-site memerlukan tenaga yang tidak tetap untuk meminimalkan biaya yang akan dikeluarkan

e. Peraturan yang berlaku dan antisipasi peraturan yang akan dikeluarkan Pemerintah di masa mendatang agar teknologi yang dipilih tetap dapat memenuhi standar

15. Sistem pengelolaan sampah kota yang baik adalah ………..

a. Peraturan, pembiayaan, teknik operasional, kelembagaan

b. Teknik operasional, kelembagaan, peran serta masyarakat

c. Peraturan, pembiayaan, teknik operasional, kelembagaan, peran serta masyarakat

d. Pembiayaan, teknik operasional, kelembagaan, peran serta masyarakat

(6)

16. Pola pewadahan sampah antara lain . . . .

a. Kelompok dan komunal

b. Individual dan komunal

c. Individual dan mandiri

d. Individual dan konvensional

e. Modern dan komunal

17. Proses-proses yang potensial menjadi sumber emisi limbah logam kecuali . . . .

a. oxidation, b. reduction

c. anodising, pickling, depainting,

d. weld cleaning, chemical conversion coating e. phosphating, etching, polishing

18. Pernyataan di bawah ini yang paling benar adalah . . . .

a. Macroencapsulation, yaitu proses dimana bahan berbahaya dalam limbah dibungkus dalam matriks struktur yang kecil.

b. Macroencapsulation, yaitu proses dimana bahan berbahaya dalam limbah dijebak dalam matriks struktur yang kuat.

c. Microencapsulation, yaitu proses dimana bahan berbahaya dalam limbah terikat dalam bahan pencemar terbungkus secara fisik dalam struktur kristal tingkat makroskopik.

d. Microencapsulation, yaitu proses dimana bahan pencemar terbungkus secara fisik dalam struktur kristal pada tingkat ionik.

e. berdasarkan mekanismenya penjerapan limbah dapat dibagi menjadi 2 golongan dan pelepasan pencemar dari monolith dapat dikurangi dengan mekanisme Microencapsulation dan Macroencapsulation

19. Suatu upaya pemulihan kondisi lingkungan dengan menggunakan aktivitas biologis untuk mendegradasi dan/atau menurunkan toksisitas dari berbagai senyawa

(7)

a. Bioremediasi

b. Biodegradasi

c. Bioteknologi

d. biorecovery

e. Pemupukan

20. Pilihan Teknologi bioremediasi berikut ini benar kecuali . . . .

a. Biological contactor

b. composting

c. Constructed wetland

d. landfarming

e. Constructed landfill

Essay

(8)

LEMBAR JAWABAN UAS MATA KULIAH TEKNIK PENANGANAN

LIMBAH PADAT DAN B3

SEMESTER GENAP TAHUN 2013/2014

NAMA :

NIM /NO. ABSEN :

JURUSAN/KELAS : TEP/

Jawaban Soal Pilihan Ganda: Silanglah yang Menurut Anda Benar!

No. No.

1. A B C D E 21. A B C D E

2. A B C D E 22. A B C D E

3. A B C D E 23. A B C D E

4. A B C D E 24. A B C D E

5. A B C D E 25. A B C D E

6. A B C D E 26. A B C D E

7. A B C D E 27. A B C D E

8. A B C D E 28. A B C D E

9. A B C D E 29. A B C D E

10. A B C D E 30. A B C D E

11. A B C D E 31. A B C D E

12. A B C D E 32. A B C D E

13. A B C D E 33. A B C D E

14. A B C D E 34. A B C D E

15. A B C D E 35. A B C D E

16. A B C D E 36. A B C D E

17. A B C D E 37. A B C D E

18. A B C D E 38. A B C D E

19. A B C D E 39. A B C D E

20. A B C D E 40. A B C D E

(9)

JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PENYUSUNAN RPKPS

 ANALISIS INSTRUKSIONAL

 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

 SATUAN ACARA PENGAJARAN

MATA KULIAH

TEKNIK PENANGANAN LIMBAH PADAT DAN B3

TPE 4247 / 2 SKS

Dosen Pengampu

No .

NAMA NIP Tanda Tangan

1. Fajri Anugroho, STP M.Agr Ph.D 73122810110328

(10)

1. PENDAHULUAN 1.1 Metode Pengajaran

Metode pembelajaran yang digunakan adalah penggabungan dari metode ceramah, metode demontrasi, metode pemaparan yang disesuaikan dengan materi-materi setiap tatap muka. Pada akhir pembelajaran diharapkan mahasiswa dapat memahami teori komponen lingkungan yang berkaitan dengan proses produksi, mampu konsep teknologi bersih dan dapat merancang metode pemantauan dan pengelolaannya.

1.2 Silabus dan Materi Kuliah

Proses terbentuknya limbah padat. Permasalahan, kendala, dan peluang dalam pengolahan limbah padat. Komposisi dan karakteristik limbah padat. Teknik pemilahan manual dan non manual. Pengolahan buangan padat secara umum. Teori pengomposan dan teori insenerasi. Insinerator sampah kota. Teori biogasifikasi, pemanfaatan gas bio, pirolisis. Analisis limbah padat dihubungkan dengan pemilihan teknologi pengolahan limbah padat. Aspek regulasi dalam pengelolaan B3, Penyimpanan, pelabelan, pengangkutan. Sifat dan karakter bahan dan limbah B3 secara umum, Penanganan limbah B3, penggolongan limbah B3. Permasalahan kendala dan peluang dalam merancang landfill, peran dan dampak negative serta pemilihan site. Aspek engineering liner dan pengurangan dampak terhadap lingkungan. Proses leachate ,pengelolaan dan analisisnya.

2. GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

Mata Kuliah : Teknik Penanganan Limbah padat dan B3

No. Kode/ SKS : TPE 4247 / 2 SKS (2 SKS Kuliah)

Deskripsi Singkat : Proses terbentuknya limbah padat. Komposisi dan karakteristik limbah padat. Permasalahan, kendala, dan peluang dalam pengolahan limbah padat. Teknik pemilahan manual dan non manual. Pengolahan buangan padat termasuk teori pengomposan, insenerasi. biogasifikasi, pemanfaatan gas bio, dan pirolisis. Analisis limbah padat dihubungkan dengan pemilihan teknologi pengolahan limbah padat. Aspek regulasi dalam pengelolaan B3, Penyimpanan, pelabelan, pengangkutan. Sifat dan karakter bahan dan limbah B3 secara umum, Penanganan limbah B3, penggolongan limbah B3. Permasalahan kendala dan peluang dalam merancang landfill B3, peran dan dampak negative serta pemilihan site. Aspek engineering liner dan pengurangan dampak terhadap lingkungan. Proses leachate ,pengelolaan dan analisisnya.

Tujuan Instruksional Umum

(11)

Mingg u ke

TIK Pokok Bahasan Sub Pokok

Bahasan

1 Mahasiswa mampu memahami tentang Proses terbentuknya limbah padat

 Sumber,

karakteristik, dan timbulan

2 x 50

2 Mahasiswa mampu memahami Permasalahan, kendala, dan peluang dalam pengelolaan limbah padat

Permasalahan, kendala, dan peluang dalam pengelolaan limbah padat

 Minimisasi limbah padat

 Pemilahan (manual dan non manual)

 Daur ulang sampah

2 x 50

3&4 Mahasiswa mampu

 Pelayanan penanganan sampah kota

 Pewadahan, pengumpulan dan pemindahan

 Pengangkutan sampah

4 x 50

5,6,7 Mahasiswa mampu

 Teori insinerasi

 Teori biogasifikasi

 Pirolisis

6 x 50

UTS

8&9 Mahasiswa mampu memahami tentang Landfill (pengurugan)

Landfill (pengurugan sampah)

 Jenis-jenis landfill

 Teknik aplikasi

 Pengoperasian landfill dan pasca operasi

 Penanganan lindi

4x50

10 Mahasiswa mampu memahami tentang limbah B3

Limbah B3  Definisi limbah B3

 Sifat-sifat limbah B3

 Karakter limbah B3

(12)

Mingg u ke

TIK Pokok Bahasan Sub Pokok

Bahasan

 Penggolongan dan klasifikasi limbah B3 11 Mahasiswa

mampu preventif dan pengamanan limbah B3

 Solidifikasi

 Canister

 Deep well

 Secured landfill

2x50

12&13 Mahasiswa mampu memahami tentang proses secured landfill

Secured landfill  Secured

Landfill process

 Desain landfill

 Pemilihan bahan liner

 Regulasi landfill

4 x 50

14 Mahasiswa mampu memahami tentang aspek engineering landfill

Aspek engineering landfill dan

pengurangan dampak terhadap lingkungan

 Pemilihan site  Pertimbangan

Pemilihan bahan liner

 Minimalisasi dampak terhadap lingkungan

2x50

UAS

3. METODE PEMBELAJARAN DAN SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

Metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode mempergunakan ceramah, pemaparan, demontrasi, diskusi. Evaluasi meliputi tugas dan ujian tengah semester dan ujian akhir.

3.1. Kuliah (K)

Kuliah dilakukan sebanyak 14 kali tatap muka, masing-masing tatap muka selama 2 jam pelajaran (jampel). Satu jampel adalah 1 x 50 menit. Metode pembelajaran mempergunakan ceramah, pemaparan, diskusi dan demontrasi.

3.2. Evaluasi (E)

(13)

3.3. Alat bantu yang digunakan

 Whiteboard

 LCD Proyektor

(14)

Tabel Satuan Acara Pengajaran (SAP) dan Metode Pembelajaran

Minggu ke

Pokok Bahasan Sub Pokok Kemampuan akhir yang diharapkan Metode Waktu

Bahasan Kognitif Psikomotorik Afektif Pembelajaran (menit)

1 Pendahuluan

 Proses terbentuknya limbah padat

 Sumber, limbah padat menurut UU RI 18/2008, proses terbentuknya limbah padat, sumber, karakteristik dan timbulan

Mempersiapkan diri dengan penguasaan materi lebih lanjut

Menyatakan pendapat tentang pengertian, proses terbentuknya limbah padat, sumber,

karakteristik dan timbulan

K, D 2 x 50

2 Permasalahan, kendala, dan peluang dalam pengelolaan limbah padat

 Minimisasi limbah padat

 Pemilahan (manual dan non manual) tentang konsep 3R yang meliputi minimisasi, pemilahan dan daur ulang sampah

Mahasiswa mampu menyatakan pendapat tentang aplikasi 3R dalam pengelolaan limbah padat

K,D 2 x 50

3,4&5 Aspek teknis penanganan sampah

 Pelayanan penanganan sampah kota

(15)

Minggu ke

Pokok Bahasan Sub Pokok Kemampuan akhir yang diharapkan Metode Waktu

Bahasan Kognitif Psikomotorik Afektif Pembelajaran (menit)

pemindahan

 Pengangkutan sampah

sampah kota penanganan sampah kota dari

sampah kota

6&7 Pengolahan sampah

 Teori

pengomposan

 Teori insinerasi

 Teori tentang prinsip dan mekanisme pengomposan, isinerasi,

biogasifikasi dan pirolisis sampah untuk perkotaan

4 x 50

8&9 Landfill (pengurugan sampah)

 Jenis-jenis landfill

 Teknik

 Pengoperasia n landfill dan pasca operasi

 Penanganan lindi

Mahasiswa mengetahui jenis-jenis landfill meliputi aspek teknis dan landfill yang dibutuhkan untuk suatu perkotaan

Mahasiswa mampu

mendesain landfill serta menyusun SOP untuk pengoperasianny a

(16)

Minggu ke

Pokok Bahasan Sub Pokok Kemampuan akhir yang diharapkan Metode Waktu

Bahasan Kognitif Psikomotorik Afektif Pembelajaran (menit)

10 Limbah B3  Definisi limbah B3

 Sifat-sifat limbah B3

 Karakter limbah B3

 Symbol yang digunakan

 Penggolongan dan klasifikasi limbah B3

Mahasiswa mampu memahami definisi limbah B3, sifat dan tentang definisi limbah B3, sifat dan karakteristik serta

klasifikasinya

Mahasiswa mampu melakukan klasifikasi limbah B3 dari contoh permasalahan B3 di lingkungan

K,D 2x50

11 Penanganan limbah B3.

 Langkah preventif dan pengamanan limbah B3

 Solidifikasi

 Canister

 Deep well

 Secured landfill

Mahasiswa mampu memahami langkah preventif dan pengamanan limbah B3

Mahasiswa mampu menjelaskan tentang langkah preventif dan pengamanan limbah B3 yang sesuai

K,D,L 2x50

12 Aspek engineering landfill dan pengurangan dampak terhadap lingkungan

 Pemilihan site  Pertimbangan

Pemilihan bahan liner

(17)

Minggu ke

Pokok Bahasan Sub Pokok Kemampuan akhir yang diharapkan Metode Waktu

Bahasan Kognitif Psikomotorik Afektif Pembelajaran (menit)

13&14 Secured landfill  Secured Landfill process

 Desain landfill

 Pemilihan bahan liner

 Regulasi landfill

Mahasiswa mampu memahami tentang regulasi yang berlaku untuk limbah B3 dan secured landfill

Mahasiswa mampu

mengidentifikasi kebutuhan secured landfill untuk B3

Mahasiswa mampu mendesain secured landfill dari suatu contoh kasus

K,D,L 4x50

UAS 2x50

(18)

4. SISTEM EVALUASI

Ada 2 sistem evaluasi yang dilakukan pada penyelenggaraan mata kuliah Matematika Terapan, yaitu :

4.1. Evaluasi terhadap mahasiswa

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui penyerapan pengetahuan yang telah diperoleh oleh mahasiswa yang dilakukan dengan mengadakan 3 cara evaluasi yaitu: a. Formative (untuk memberikan umpan balik)

b. Summative I (mid semester)

c. Summative II ( ujian akhir semester)

Sistem penilaian yang digunakan yaitu : a. Assignment (10%)

b. Praktikum (20%)

c. Summative I/ mid semester (35%)

d. Summative II/ ujian akhir (35%)

4.2. Evaluasi terhadap dosen pengajar

Disamping mengetahui tingkat penyerapan pengetahuan mahasiswa, evaluasi juga dilakukan terhadap dosen terhadap seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang diberikan. Evaluasi tersebut dilakukan dengan menyebar kuisioner kepada mahasiswa peserta kuliah pada akhir ujian.

Isi kuisioner meliputi berbagai aspek dalam kegiatan pembelajaran yang diuraikan sebagai berikut :

 Materi kuliah

 Metode pembelajaran

 Penguasaan materi oleh dosen

 Fasilitas kuliah

 Tugas (materi, waktu dan asisten)

 Komentar dan saran

Daftar Pustaka

1. Damanhuri, Enri dan Tri Padmi, 2010. Diktat persampahan. ITB. Bandung

(19)
(20)

Gambar

Tabel Satuan Acara Pengajaran (SAP) dan Metode Pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Setelah menyelesaikan mata kuliah Penanganan Pasca Panen Hasil Ternak, mahasiswa dapat memahami, mengetahui, dan mampu menjelaskan serta dapat mengaplikasikan dengan

Pengelolaan Limbah B3 merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mencangkup Penyimpanan Limbah B3, Pengumpulan Limbah B3, Pemanfaatan, Pengangkutan,

 Pemanfaatan limbah B3 diserahkan kepada Pemanfaat yang memiliki Persetujuan Lingkungan dan Perizinan Berusaha di bidang usaha Pengelolaan Limbah B3 ; dan/atau.  Ekspor

 Limbah B3 dari bahan kimia kadaluwarsa, tumpahan, bekas kemasan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.. TATA CARA IDENTIFIKASI LIMBAH B3 Apakah limbah termasuk

Menurut PP 18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, pengertian limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau

Penimbunan Limbah B3 yang dilakukan sendiri oleh pemegang izin dan/atau penyerahan Limbah B3 kepada Pengumpul Limbah B3, Pemanfaat Limbah B3, Pengolah Limbah B3, dan/atau Penimbun

adalah kegiatan Penghasil Limbah B3 untuk mengurangi jumlah dan/atau mengurangi sifat bahaya dan/atau racun dari Limbah B3 sebelum dihasilkan dari suatau usaha dan/atau

Dokumen ini berisi tentang program kedaruratan pengelolaan B3 dan/atau limbah B3 di Kabupaten