• Tidak ada hasil yang ditemukan

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya dan karunia-rahmat-Nya sehingga Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017 dapat disusun dan diselesaikan sesuai harapan.

Laporan Tahunan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan kegiatan operasional teknis Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan penyelenggaraan ketatahusahaan terkait dengan adaministrasi kepegawaian, keuangan dan perlengkapan sebagai bagian dari tugas dan fungsi (Tusi) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu. Kegiatan yang berhasil dilaksanakan pada tahun 2017 sangat dinamis seiring dengan kebijakan yang ditetapkan dan diberlakukan oleh Badan Karantina Pertanian dan Kementerian Pertanian sebagai institusi yang menaungi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu. Dinamika ini dipengaruhi oleh mutasi atau perubahan jumlah pegawai, jumlah anggaran dalam DIPA, revisi kegiatan dan peraturan-peraturan yang mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu.

Kami berusaha untuk dapat menyajikan kualitas laporan tahunan yang sebaik mungkin sebagai bentuk representasi dari semua kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan dan permasalahan serta hambatan yang kami catat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2018.

Semoga laporan yang sederhana ini dapat memberikan gambaran dari semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu selama tahun 2017 serta bermanfaat bagi kita semua.

Palu, Januari 2018. Kepala Balai,

Drh. Ida Bagus Hary Soma Wijaya NIP. 19630211 199103 1 003

(2)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iv DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR LAMPIRAM viii

RINGKASAN ix

BAB I : PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan 2

C. Keadaan Umum UPT 2

BAB II : KEGIATAN BAGIAN UMUM / TATA USAHA 11

A. Perencanaan dan Keuangan 11

B. Kepegawaian dan Tata Usaha 18

C. Perlengkapan (Sarana dan Prasarana). 30

BAB III : KEGIATAN OPERASIONAL 43

A. KARANTINA HEWAN. 43

1. Tindakan Karantina Hewan terhadap media pembawa HPHK yang diimpor.

43

2. Tindakan Karantina Hewan terhadap media pembawa HPHK yang diekspor.

43

3. Tindakan Karantina Hewan terhadap media pembawa HPHK yang diantarareakan.

44

1) Kegiatan Domestik Masuk 44

2) Kegiatan Domestik Keluar 49

4. Penggunaan Formulir Karantina Hewan 57 5. Kegiatan Pemantauan daerah sebar HPHK 58

6. Kegiatan Koleksi HPHK 60

7. Kegiatan Intersepsi HPH/HPHK 60 8. Kegiatan Pengawasan Keamanan hayati hewani 61

(3)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

3

B. KARANTINA TUMBUHAN. 62

1. Tindakan Karantina Tumbuhan terhadap media pembawa OPTK yang diimpor.

62

2. Tindakan Karantina Tumbuhan terhadap media pembawa OPTK yang diekspor.

63

3. Tindakan Karantina Tumbuhan terhadap media pembawa OPTK yang diantarareakan.

64

1) Kegiatan Domestik Masuk 64

2) Kegiatan Domestik Keluar 66

4. Penggunaan Formulir Karantina Tumbuhan 68 5. Kegiatan Pemantauan daerah sebar OPTK 69

6. Kegiatan Koleksi OPTK 70

7. Kegiatan Intersepsi OPT/OPTK 70 8. Kegiatan Pengawasan Keamanan hayati nabati 71

C. PENGAWASAN DAN PENINDAKAN TINDAKAN PIDANA KARANTINA

72

BAB IV : KEGIATAN LAIN-LAIN 75

A. Koordinasi/kerjasama dengan instansi terkait 75

B. Apresiasi/Sosialisasi/Workshop/Seminar 76

C. Kegiatan Public Awareness 78

D. Notification of Non-Compliance 78

E. Lain-lain 79

BAB V : PERMASALAHAN DAN SOLUSI 80

A. Permasalahan 80

B. Solusi / Pemecahan Masalah 82

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN 84

A. Kesimpulan 84

(4)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

4

DAFTAR TABEL Hal

1. Tabel 1 Wilayah Kerja BKP. Kelas II Palu beserta petugas fungsionalnya... 9

2. Tabel 2.a Perbandingan anggaran belanja antara DIPA di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu TA. 2016 dan TA. 2017 15

3. Tabel 2.b Realisasi Anggaran Belanja di BKP Kelas II Palu TA. 2017... 15

4. Tabel2.c Target dan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu TA. 2013 – TA. 2017... 16

5. Tabel 11 a.

Resume Tindakan Karantina Hewan (Tindakan 8P) di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 54

6. Tabel 12 a.

Perkembangan Hasil Pelaksanaan Tindakan Pemeriksaan dan Pembebasan Karantina Hewan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu selama 5 Tahun Terakhir... 56

7. Tabel 13 a.

Penggunaan Dokumen Karantina Hewan di Balai Karantina Hewan Kelas II Palu Tahun 2017... 57

8. Tabel 14 a.

Hasil Temuan HPHK di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 61

9. Tabel 15 a.

Pengawasan Keamananan hayati hewani di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 62

9. Tabel 11 b.

Resume Tindakan Karantina Tumbuhan (Tindakan 8P) di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 67

10. Tabel 12 b.

Perkembangan Hasil Pelaksanaan Tindakan Pemeriksaan dan Pembebasan Karantina Tumbuhan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu selama 5 Tahun Terakhir... 68

11. Tabel 13 b.

Penggunaan Dokumen Karantina Tumbuhan di Balai Karantina Hewan Kelas II Palu Tahun 2017. 69

12. Tabel 14 b.

Hasil Temuan OPTK di Balai Karantina Pertanian

Kelas II Palu Tahun 2017 71

13. Tabel 15 b.

Pengawasan Keamananan hayati nabati di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017. 71

(5)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

5

DAFTAR FOTO Hal

1. Gambar 1. Kantor Induk Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu... 95 2. Gambar 2. Keadaan Kantor Induk dari depan... 95 3. Gambar 3. Parkiran Kantor Induk dan Balai Karantina Pertanian

Kelas II Palu...

96 4. Gambar 4. Screen House Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu 96 5. Gambar 5. Kantor Wilker Pantoloan... 97 6. Gambar 6. Halaman Kantor Wilker Pantoloan... 97 7. Gambar 7 .Laboratorium Karantina Tumbuhan BKP Kelas II Palu 98 8. Gambar 8 . Instalansi Karantina Tindakan Karantina Hewan di

Wilker pantoloan...

98 9. Gambar 9.Kantor WilkerLuwuk... 99 10. Gambar 10. Kantor WilkerPagimana... 100 11. Gambar 11.Kantor WilayahKerjaTolitoli... 100 12. Gambar 12. Kegiatan Rapat Tahunan Balai Karantina Pertanian

Kelas II Palu...

101 13. Gambar 13. Kegiatan Family Gathering BKP Kelas II Palu... 101 14. Gambar 14. Koordinasi dengan pengguna jasa... 102 15. Gambar 17. Pemantauan OPTK Balai Karantina Pertanian Kelas

II Palu...

104 16. Gambar 18. Pembiaan Peningkatan Kemampuan Sinergitas

Penyidik Polri dan PPNS...

105 17. Gambar 19. BIMTEK sinkronisasi bend.penerimaan mengenai

aplikasi E-QVET dan E-PLAQ...

105 18. Gambar 20. In House Training Sistem Manajemen Mutu

Laboratorium... 106 19. Gambar 19. Buka Puas Bersama dengan anak panti asuhan... 106 20. Gambar 20. Anjangsana kepanti asuhan dalam rangka Bulan

Bakti Karantina Pertanian...

(6)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

6

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran 14. Daftar Urut Kepangkatan Kepegawaian PNS di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 108 2. Lampiran 15. Daftar Nama Pegawai di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Palu Yang Naik pangkat Tahun 2017... 111 3. Lampiran 16. Daftar Nama Pegawai di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Palu Yang Menerima Gaji Berkala Tahun 2017... 112 4. Lampiran 17. Daftar Nama Pegawai di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Palu Yang Mengikuti Pelatihan Teknis dan Administrasi Tahun 2017... 113 5. Lampiran 18. Daftar Nama Pegawai di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Palu yang Pensiun Tahun 2017... 114 6. Lampiran 19. Daftar Nama Pegawai di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Palu Yang Mutasi / Alih Tugas Pada Tahun 2017... 115 7. Lampiran 20. Daftar Nama Pegawai di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Palu Yang Diangkat Dari CPNS Menjadi PNS Tahun 2017... 116 8. Lampiran 21. Kegiatan Impor Hewan Hidup, Bahan Asal

Hewan, Hasil Baha Asal Hewan dan Media Pembawa/Benda Lain melalui Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 117 9. Lampiran 22. Kegiatan Ekspor Hewan Hidup, Bahan Asal

Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan dan Media Pembawa/Benda Lain Melalui Wilker. Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 119 10. Lampiran 23. Kegiatan Domestik Masuk Hewan Hidup,

Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan dan Media Pembawa / Benda Lain Melalui Wilayah Kerja lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 122

(7)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

7 11. Lampiran 24. Kegiatan Domestik Keluar Hewan Hidup,

Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan dan Media Pembawa / Benda Lain Melalui Wilayah Kerja lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 135 12. Lampiran 25. Kegiatan Impor Benih/Bibit Tumbuhan, Hasil

Tumbuhan Hidup, Hasil Tumbuhan Mati dan Media Pembawa/Benda Lain Melalui Wilker. Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017 150 13. Lampiran 26. Kegiatan Ekspor Benih/Bibit Tumbuhan, Hasil

Tumbuhan Hidup, Hasil Tumbuhan Mati dan Media Pembawa/Benda Lain Melalui Wilker. Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu dan Wilker. Pantoloan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 151 14. Lampiran 27. Kegiatan Domestik Masuk Benih/Bibit

Tumbuhan, Hasil Tumbuhan Hidup, Hasil Tumbuhan Mati dan Media Pembawa/Benda Lain Melalui Wilayah Kerja lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017.. 173 15. Lampiran 28. Kegiatan Domestik Keluar Benih/Bibit

Tumbuhan, Hasil Tumbuhan Hidup, Hasil Tumbuhan Mati dan Media Pembawa/Benda Lain Melalui Wilayah Kerja lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017.. 193 16. Lampiran 29. Rincian Tindakan Penahanan, Penolakan

dan Pemusnahan Karantina Hewan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017 17. Lampiran 30. Rincian Tindakan Penahanan, Penolakan

dan Pemusnahan Karantina Tumbuhan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 195 18. Lampiran 31. Intersepsi HPH/HPHK di Balai Karantina

Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 196 19. Lampiran 32. Intersepsi OPT/OPTK di Balai Karantina

(8)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

8 20. Lampiran 33 Hasil Pemantauan Daerah Sebar HPHK di Balai

Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 200 21. Lampiran 34. Hasil Pemantauan Daerah Sebar OPTK di

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017... 201 22. Lampiran 35. Resume Penyidikan Kasus-Kasus

Pelanggaran UU No.16 Tahun 1992 di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017.. 202 23. Lampiran 36. Rekapitulasi Kegiatan Workshop/Seminar/

Apresiasi/ Rapat Kerja Yang Diikuti oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017.. 203

(9)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

9

RINGKASAN

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasional dalam rangka mengemban tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu pada Tahun Anggaran 2017 mendapatkan alokasi dana APBN melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp.7.706.892.000,00 ( Tujuh miliar tujuh ratus enam juta delapan ratus sembilan puluh dua ribu rupiah). Pagu dana dalam DIPA tersebut digunakan untuk mebiayai kebutuhan Belanja Pegawai berupa Gaji Pokok dan Tunjangan, Uang Makan serta Lembur, Belanja Barang untuk membiaya kegiatan operasional kantor dan belanja non operasional dalam rangka pelaksanaan tusi dan Belanja Modal untuk pengadaan peralatan dan mesin berupa alat pengolah data dan fasilitas kantor serta rehabilitasi gedung kantor untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi kantor. Dana tersebut berhasil direalisasikan sebesar Rp.7.572.827.787,- (Tujuh miliar lima ratus tujuh puluh dua juta delapan ratus dua puluh tujuh ribu tujuh ratus delapan puluh tujuh rupiah) atau 98,26 %.

Selain dengan dukungan dana tersebut , Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu juga didukung sumber daya manusia terdiri dari 32 orang pegawai (ASN) dan 30 orang Tenaga Harian Lepas. Sumber daya (anggaran dan pegawai) tersebut kalau melihat luas wilayah dan banyaknya Wilayah Kerja yang ada serta berdasarkan peta jabatan untuk Balai Karantina Pertanian Kelas II masih jauh dari memadai. Namun tidak mengurangi semangat dan kerja keras semua unsur yang ada di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu untuk mensukseskan semua tugas dan tanggungjawab yang dibebankan dapat terselesaikan serta tertangani walaupun penuh dengan catatan.

Di sisi lain pada tahun 2017 juga terjadi peningkatan volume dan frekwensi kegiatan yang berhasil ditangani oleh petugas fungsional Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan mulai dari adanya kegiatan impor walaupun hanya 2 kali dan eksport media pembawa OPT yang meningkat menjadi 188 kali dan media pembawa HPHK merupakan ekspor perdana walaupun baru 2 kali, tetapi tidak ada NCC atau Surat Penolakan dari Negara Tujuan.

Selain itu juga telah dilakukan pembinaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) kepada pengguna jasa yang lalai dan melakukan pelanggaran melalui pembuatan surat pernyataan setelah dilakukan pemeriksaan dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan.

(10)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

10

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.

Dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemerintah Pusat di bawah Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian yang berada di daerah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menjalankan kegiatannya pada Tahun 2017 secara garis besar berpedoman pada Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Karantina Pertanian yang telah disusun dalam rangka mendukung upaya reformasi perencanaan dan penganggaran kegiatan berbasis pada kinerja dengan perspektif jangka menengah.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis dalam penyelenggaraan kegiatan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan Visi dan Misi yang menjadi tanggungjawab Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu adalah berupa peningkatan kualitas output dari masing-masing kegiatan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2017.

Data-data yang tertuang dalam laporan tahunan ini sebagai bentuk representasi dari apa yang telah berhasil dilakukan selama tahun 2017 oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dengan berbagai kelemahan dan hambatan yang masih menyertainya sehingga dapat dijadikan sebagai bahan kajian atau evaluasi dalam rangka menjadi focus perbaikan sehingga menjadi lebih baik kedepannya.

(11)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

11 B. Tujuan.

Yang ingin dicapai dari penyusunan Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017 diantaranya adalah : a. Sebagai bahan informasi tertulis terkait pelaksanaan semua

kegiatan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu selama tahun 2017 yang menjadi tugas dan fungsinya;

b. Sebagai bahan informasi terhadap tingkat pencapaian kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam pelaksanaan pelayanan dan tindakan karantina pertanian, penegakan kepatuhan terhadap peraturan perkarantinaan, pengelolaan anggaran dan dukungan teknis lainnya.

c. Sebagai bahan evaluasi terhadap capaian, hambatan dan permsalahan yang dihadapi selama tahunn 2017 dalam rangka perbaikan dan peningkatan kuantitas serta kualitas kegiatan di tahun-tahun berikutnya.

C. Keadaan Umum BKP. Kelas II Palu.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu sebagai pusat pelaksanaan manajemen 3 M (Man, Money, Material) beralamat di Jalan Garuda Nomor 16 Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Eselon I Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT KarantinaPertanian.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu secara garis komando berada di bawah Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian dengan eselonering III. Adapun struktur organisasi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam

(12)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

12 melaksanakan tugas dan fungsinya adalah dipimpinan oleh seorang Kepala Balai dengan eselon III-b dibantu oleh 3 (tiga) pejabat struktural dibawahnya yaitu Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan dan Kepala Seksi Karantina Hewan serta sebagai pelaksana adalah kelompok jabatan fungsional. Kelompok jabatan fungsional yang ada di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu sebagai motor penggerak dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya adalah Jabatan Fungsional Medik Veteriner (Dokter Hewan Karantina), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli, Paramedik Veteriner, POPT Terampil dan Pelaksana Administrasi / Fungsional Umum.

Struktur Organisasi

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

( Permentan No. 22/Permentan/OT.140/4/2008 )

Sebagaimana diatur pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang Organisasidan Tata Kerja UPT Karantina Pertanian, Balai Karantina

Kepala Balai Jabatan Fungsional Kepala Seksi Karantina Hewan Kepala Seksi Karantina Tumbuhan

Kepala Sub Bagian Tata Usaha

(13)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

13 Pertanian Kelas II Palu terbentuk sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Eselon III yang baru sebagai hasil penggabungan dari 2 (dua) unit pelaksana teknis (UPT) Eselon IV sebelumnya yakni Stasiun Karantina Hewan Kelas II Pantoloan dengan Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Pantoloan. Keberadaan kantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Palu di Provinsi Sulawesi Tengah adalah dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi yang diemban yakni melindungi kelestarian sumber daya alam hayati hewani dan nabati serta pengawasan keamanan pangan melalui pencegahan masuk, keluar atau tersebarnya hama penyakit hewan karantina (HPHK) atau organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK melalui media pembawa berupa hewan, tumbuhan dan produk-produknya yang dilalu lintaskan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran seperti bandar udara, pelabuhan laut, penyeberangan dan kantor Pos yang ada Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsinya tersebut telah ditetapkan beberapa wilayah kerja yang terdiri dari Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Wilayah Kerja Pantoloan, Wilayah Kerja Tolitoli, Wilayah Kerja Luwuk, Wilayah Kerja Pagimana, dan Wilayah Kerja Donggala yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 94 tahun 2012 jo Permentan Nomor 44 tahun 2014 tentang tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

❖ Visi dan Misi

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu juga mempunyai visi dan misi dar Badan Karantina Pertanian yang harus dipahami dan dilaksanakan ditingkat lapangan

(14)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

14 oleh seluruh aparatur sipil negara. Adapun visi dan misi Badan Karantina Pertanian adalah :

Visi : “Menjadi Instansi yang Tangguh dan Terpercaya Dalam

Perlindungan Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Hewan dan Tumbuhan, Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati serta Keamanan Pangan”.

Sedangkan Misi :

1. Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK);

2. Mendukung terwujudnya keamanan pangan;

3. Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian;

4. Memperkuat kemitraan perkarantinaan;

5. Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik.

❖ Tugas dan Fungsi.

Adapun tugas dan fungsi dari Unit Pelaksana Teknis Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu di Provinsi Sulawesi Tengah dapat diuraikan secara lebih terinci sebagi berikut :

a. Melakukan penyusunan Rencana, Evaluasi dan Pelaporan;

b. Melakukan tindakan karantina pertanian berupa Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK);

c. Melaksanakan kegiatan Pemantauan Daerah Sebar HPHK dan OPTK;

(15)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

15 d. Melaksanakan Pengawasan Keamanan Hayati Hewani dan

Nabati;

e. Melaksanakan Pembuatan Koleksi HPHK dan OPTK

f. Pemberian Pelayanan Operasional Karantina Tumbuhan dan Karantina Hewan

g. Pemberian Pelayanan Operasional Pengawasan Keamanan Hayati Hewani dan Nabati

h. Pengelolaan Sistim Informasi, Dokumentasi dan Sarana Teknik Karantina Hewan dan Tumbuhan

i. Pelaksanaan Pengawasan dan Penindakan Pelanggaran Peraturan Perundang–undangan di bidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Hewani dan Nabati. j. Pelaksanaan Urusan Rumah Tangga dan ke Tata Usahaan

Dalam mendukung kesuksesan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu menjalankan tugas organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka dibantu dengan struktur pejabat dibawahnya yakni :

❖ Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja, evaluasi dan pelaporan serta urusan tata usaha dan rumah tangga.

❖ Seksi Karantina Hewan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian pelayanan operasional karantina hewan, pengawasan keamanan hayati hewani, sarana teknik, pengelolaan sistim informasi dan dokumentasi, serta pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang–undangan di bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani.

❖ Seksi Karantina Tumbuhan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pemberian pelayanan operasional karantina Tumbuhan, pengawasan keamanan hayati nabati, sarana teknik, pengelolaan sistim informasi dan dokumentasi, serta pengawasan

(16)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

16 dan penindakan pelanggaran peraturan perundang–undangan di bidang karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati.

❖ Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Paramedik Veteriner, Medik Veteriner, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta jabatan fungsional umumatau pelaksana yang terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan bidang keahlian masing – masing sesuai dengan Peraturan Perundang–undangan yang berlaku .

a. Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)

➢ Melakukan Pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)

➢ Melakukan pemantauan daerah sebar OPTK ➢ Melakukan pengawasan keamanan hayati nabati

➢ Melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai peraturan perundang–undangan yang berlaku.

b. Kelompok Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner mempunyai tugas :

➢ Melakukan Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan dan Pembebasan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK);

➢ Melakukan Pemantauan daerah sebar HPHK ; ➢ Melakukan Pengawasan Keamanan Hayati Hewani; ➢ Melakukan Kegiatan Fungsional lainnya sesuai peraturan

(17)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

17 c. Kelompok Fungsional Umum atau pelaksana mempunyai

tugas melakukan dukungan teknis lainnya seperti :

➢ Menyusun administrasi kepegawaian (data pegawai, kenaikan pangkat, mutasi, dll);

➢ Menyusun perencanaan kebutuhan anggaran untuk belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal;

➢ Melakukan kegiatan perbendaharaan pengeluaran dan penerimaan;

➢ Melakukan penatausahaan surat menyurat perkantoran baik keluar dan masuk;

➢ Melakukan pengelolaan arsip;

➢ Menatausahakan dan mengelola penggunaan barang milik negara;

➢ Menyusun pelaporan kegiatan bulanan dan tahunan. Pelaksanaan tugas dan fungsi senantiasa menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi agar dapat berjalan secara efektif dan benar.

❖ Wilayah Kerja.

Bedasarkan Permentan Nomor: 22/Permentan/OT.140/4/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Organisasi Badan Karantina Pertanian dan Permentan Nomor 44 tahun 2014 tentang tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK di Propinsi Sulawesi Tengah, Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mempunyai 6 (enam) Wilayah Kerja yang ditangani dan ditempati petugas yaitu :

(18)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

18 Tabel 1. Wilayah Kerja BKP. Kelas II Palu beserta petugas

fungsionalnya.

NO WILAYAHKERJA /

NAMA PEGAWAI JABATAN ALAMAT

1. Karantina Pertanian

Pantoloan

1. Zulfian M.S. Hi. Harun, SP 2. Eko Prasetyo, SP

3. Drh. M. Faqih 4. Wawan Setia, A.Md 5. Asep Saepulloh 6. Sumardin Sarmin 7. Sahidin 8. Nur Ainun POPT Ahli POPT Ahli Medik Veteriner Paramedik Vet POPT Terampil Pelaksana Adm POPT Terampil POPT Terampil JL. Bahari Pantoloan Pantoloan, Sulteng Telp. 0451-491689 2. Karanti Pertanian

Bandara Mutiara Palu

1. Fitri Awaludin, SP

2. Drh. Sri Hidayatul Rohmah 3. Pritha Isywara, A.Md 4. Nur Hidayah 5. Fery 6. Lilik Pujiastutik POPT Ahli Medik Veteriner Paramedik Vet POPT Terampil POPT Terampil POPT Terampil

Jln. Garuda No.16 Kota Palu

Telp. 0451-481039

3. Karantina Pertanian Toli-toli

1. Karolina Simbaluyuk, SP. 2. Drh. Guntur Hadi Pratiknyo

POPT Ahli Medik Veteriner

JL. Yos Sudarso Tolitoli, Sulteng,

Telp. 0453-24132

4. Karantina Pertanian Pagimana

Syaltiel Bilalu Paramedik Vet

JL. Baronang, Komp. Pelabuhan Fery

Pagimana, Sulteng Telp. 0461-731189

5 Karantina Pertanian Luwuk

1. drh. Moh. Awaluddin Yusuf 2. Adi Surya Dharma, SP

Medik Veteriner POPT Ahli

JL. Trans Luwuk Batui Luwuk-Banggai, Sulteng Telp. 0461-23654

6. Karantina pertanian Donggala

Alamsyah, SP POPT Ahli

Jl. Poros Palu Donggala – Loli

(19)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

19 Letak Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu berdasarkan peta. WILKERTOLITOLI WILKER BANDARA MUTIARA WILKER PANTOLOAN WILKERLUWUK WILKERPAGIMANA WILKER DONGGALA

(20)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

20 BAB II

KEGIATAN BAGIAN UMUM / TATA USAHA

A. Keuangan dan Perencanaan. 1. Keuangan.

a. Anggaran Belanja Negara ( RM dan PNP) Tahun 2017.

Pada Tahun Anggaran 2017 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dipercayakan untuk mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang tertuang pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)Nomor : SP.DIPA-018.12.2.499459/2017 tanggal 30 November 2016 dengan revisi penambahan pagu anggaran pada DIPA terakhir tanggal 24 Nopember 2017 sebesar Rp.7.706.892.000,00 ( Tujuh miliar tujuh ratus enam juta delapan ratus sembilan puluh dua ribu rupiah).Pagu anggaran pada DIPA Tahun Anggaran 2017 beberapa kali mengalami revisi atau perubahan dikarenakan adanya penambahan anggaran yang diperoleh dari kelebihan target penerimaan PNBP yang berhasil dibukukan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu.

Adapun Pagu Awal DIPA Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 7.240.636.000,-. (Tujuh miliar dua ratus empat puluh juta enam ratus tiga puluh enam ribu rupiah) sedangkan perubahan pagu angggaran (revisi) yang pertama bertambah sebesar Rp.131.716.000,- sehingga menjadi Rp.7.372.352.000,- atau naik1.82 %, sedangkan perubahan (revisi) yang kedua diperoleh penambahan pagu anggaran DIPA sebesar Rp.334.540.000,- sehingga total Pagu DIPA menjadi Rp.7.706.892.000,- atau naik sebesar 4.54 % dari hasil revisi pertama. Sedangkan perubahan Pagu Awal DIPA Tahun Anggaran 2017 secara keseluruhan dari

(21)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

21 Pagu Awal sampai dengan Pagu Akhir adalah mengalami kenaikan sebesar Rp.466.256.000,- atau 6.36 %.Semua revisi penambahan pagu anggaran pada DIPA tersebut bukan merupakan mata anggaran rupiah murni (RM) tetapi merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hal ini dikarenakan keberhasilan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu melaksanakan pelayanan tindakan Karantina Pertanian yang meningkat sehingga berdampak pada meningkatnya capaian penerimaan imbalan jasa karantina pertanian dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetorkan pada rekening kas Negara sehingga berhasil melampaui target penerimaan PNBP yang ditetapkan pada DIPA.

Dari total anggaran tersebut pada tahun anggaran 2017 yang berhasil direalisasikan adalah sebesar Rp.7.572.827.787,00 atau 98,26 %. Sedangkanpada tahun anggaran 2016Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu mengelola APBN dalam DIPA sebesar sebesar Rp.7.426.804.000,00 ( Tujuh miliar empat ratus dua puluh enam juta delapan ratus empat ribu rupiah) dan yang berhasil direalisasikan adalah sebesar Rp.7.227.026.104,00 (Tujuh miliar dua ratus dua puluh tujuh juta dua puluh enam ribu seratus empat rupiah) atau 97,31%. Dengan demikian realisasi anggaran yang berhasil direalisasikan pada tahun 2017 lebih tinggi sebesar 0,95 % dibandingkan pada tahun 2016 hal tersebut dikarenakan oleh faktor teknis pelaksanaan kegiatan dilapangan dan faktor non teknis seperti adanya kelebihan pagu yeng tersedia dibandingkan kebutuhan untuk pemeliharaan gedung bangunan serta peralatan dan mesin.

Anggaran yang tersedia pada DIPA tersebut digunakan untuk membiayai program dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab Balai Karantina Pertanian Pertanian Kelas II Palu sebagai Unit

(22)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

22 Pelaksana Teknis di bawah Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian. Adapun program dan kegiatannya adalah Peningkatan Kualitas Perkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati. Di dalam DIPA anggaran pembiayaan tersebut dikelompokan menjadi 3(tiga) jenis belanja yakni Belanja Pegawai dengan anggaran sebesar Rp.2.392.265.000,00, Belanja Barang dengan anggaran sebesar Rp.3.940.744.000,00 dan Belanja Modal dengan anggaran sebesar Rp.1.373.883.000,00.

b. Realisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) TA. 2017.

Anggaran yang tersedia dalam DIPA sebesar Rp.7.706.892.000,00 digunakan untuk membiayai beberapa jenis belanja dan kegiatan diantara :

• Gaji dan tunjangan pegawai sebesar Rp.2.392.265.000,00 • Operasional perkantoran sebesar Rp.2.252.425.000,00

• Non operasional perkantoran dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi baik berupa pengadaan bahan maupun perjalanan dinas dalam kota/luar kota sebesar Rp.1.688.319.000,00

• Belanja modal untuk pengadaan dan peningkatan sarana prasarana perkantoran sebesar Rp.1.373.883.000,00

Dalam pembiayaan tersebut selama satu tahun anggaran 2017 dapat digambarkan realisasi pengelolaan anggaran sebagai bentuk keberhasilan tim pengelola keuangan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam merealisasikan anggaran yang tersedia pada DIPA Tahun 2017 yakni sebesar Rp.7.572.827.787,00 atau 98,26 % yang terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.2.359.730.659,00 atau 98,64 %, Belanja Barang sebesar Rp.3.849.338.423,00 atau 97,68 % dan Belanja Modal sebesar Rp.1.363.758.705,00 atau 99,26 %.

(23)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

23 Kalau dibandingkan dengan Realisasi Anggaran pada Tahun Anggaran 2016 yang berhasil merealisasikan anggaran Rp.7.227.026.104,00 (Tujuh miliar dua ratus dua puluh tujuh juta dua puluh enam ribu seratus empat rupiah) atau 97,31%. dari total Pagu Anggaran yang tersedia dalam DIPA Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, maka pengelolaan anggaran pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,95 %.

Demikian pula halnya dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diterima dari hasil pelaksanaan operasional tindakan karantina hewan dan karantina tumbuhan sebagai imbalan jasa karantina di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, dimana dalam 3 (tiga) tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan. Untuk tahun 2017 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu mengalami 2 (dua) kali perubahan penetapan target penerimaan PNBP di mana pada awal tahun ditetapkan target sebesar Rp.314.532.000,00 tetapi seiring dengan perubahan besaran tarif PNBP yang mengalami kenaikan dari Peraturan Pemerintah No.48 Tahun 2012 ke Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta karena meningkatnya kegiatan tindakan karantina hewan mapun tindakan karantina tumbuhan yang ditangani baik eksport maupun domestik keluar dan masuk. Adapun revisi target penerimaan dan penggunaan PNBP yang telah dilaksanakan pada DIPA Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun Anggaran 2017 adalah : • Revisi / Perubahan pertama pada tanggal 19 September 2017

dari target penerimaan awal sebesar Rp.314.532.000,00 berubah menjadi Rp.577.964.000,00 dan Pagu Anggaran awal yang dapat digunakan sebesar Rp.157.266.000,00 menjadi Rp.288.982.000,00.

(24)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

24 • Revisi / Perubahan kedua pada tanggal 31 Oktober 2017 Dari

Target Penerimaan hasil revisi pertama sebesar Rp.577.964.000,00 naik menjadi Rp.1.099.044.000,00 dan pagu penggunaan dari hasil revisi pertama sebesar Rp.288.982.000,00 menjadi Rp.549.522.000,00 atau meningkat sebesar Rp.392.256.000,00 atau 249.43 % dari pagu Awal DIPA Tahun Anggaran 2017.

Secara terinci data-data terkait Perencanaan dan Keuangan tertuang dalam beberapa tabel berikut ini :

Tabel 2.a. Perbandingan Anggaran Belanja antara DIPA di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu TA. 2016 dan TA. 2017.

No Uraian Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Jumlah 1. DIPA TA. 2016 2.350.453.000 4.136.531.000 939.830.000 7.426.804.000 2. DIPA TA. 2017 2.392.265.000 3.940.744.000 1.373.883.000 7.706.892.000

Tabel 2.b. Realisasi Anggaran Belanja di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu T.A. 2017.

No Uraian Pagu Realisasi (%) Saldo 1. 2. 3. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal 2.392.265.000 3.940.744.000 1.373.883.000 2.359.730.659 3.849.338.423 1.363.758.705 98,64 97,68 99,26 32.534.341 91.405.577 10.124.295

Tabel 2.c. Perbandingn Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada DIPA Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dalam kurun waktu 5 Tahun terakhir mulai TA. 2013, TA.2014, TA.2015, 2016 dan TA. 2017.

(25)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

25

No Uraian Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Persentase

1. 2. 3. 4. 5. T.A. 2013 T.A. 2014 T.A. 2015 T.A. 2016 T A. 2017 179.310.000,00 205.270.000,00 310.000.000,00 303.191.890,00 1.099.044.000,00 308.502.279,00 255.254.487,00 365.355.407,00 639.699.724,00 1.500.692.089,00 172,05 % 124,35 % 117,86 % 181,12 % 136,55 % 2. Perencanaan.

Untuk tahun anggaran 2018 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu telah melakukan penyusunan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dan sudah tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) yang selanjutnya ditetapkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun Anggaran 2018. Secara garis besar terkait perencanaan kegiatan yang telah disusun dan dijadikan pedoman pelaksanaan anggaran pada tahun anggaran DIPA TA. 2018 sebesar Rp. 8.766.714.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

1. Belanja Pegawai sebesar Rp.2.122.775.000,00 atau 24,22 % dari Pagu DIPA.

Anggaran tersebut digunakan untuk membayar gaji pegawai, tunjangan, uang makan pegawai dan lembur selama 1(satu) tahun untuk 32 (tiga puluh dua) pegawai (PNS).

2. Belanja Barang Operasional dan Non Operasional sebesar Rp.3.353.102.000,00 atau 38,25% dari Pagu DIPA.

Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari perkantoran termasuk pembelian ATK, ARK, Langganan Daya dan Jasa, pemeliharaan/eksploitasi kendaraan dinas operasional, perawatan barang iventaris

(26)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

26 berupa gedung bangunan maupun peralatan mesin lainnya senilai Rp.2.153.946.000,00

Sedangkan sisanya sebesar Rp.1.199.156.000,00 digunakan untuk membiayai kegiatan non operasional perkantoran dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu. Secara umum dapat digambarkan kegiatan non operasional yang dibiayai dengan dana tersebut untuk pengadaan bahan dan perjalanan dinas kurang dari 8 jam atau lebih dari 8 jam seperti kegiatan pengawasan dan tindakan karantina pertanian di lapangan / tempat-tempat pemasukan atau pengeluaran baik yang telah ditetapkan maupun belum ditetapkan melalui SK. Menteri Pertanian. Pengadaan bahan laboratorium, perlakuan, pemusnahan, koleksi, pengadaan dan perjalanan dinas pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK, perjalanan dinas seminar dan pelaksanaan koordinasi internal maupun eksternal karantina pertanian serta persiapan akreditasi laboratorium.

3. Belanja Modal sebesar Rp.3.290.837.000,00 atau 37,54 % dari Pagu DIPA.

Kegiatan belanja modal pada tahun 2018 direncanakan untuk kegiatan pengadaan peralatan laboratorium, pengadaan fasilitas kantor, pengadaan tanah Instalasi Karantina Hewan, pembangunan gudang penyimpanan BMN serta rehabilitasi gedung kantor Wilker Luwuk dan bangunan Screen House Wilker.Tolitoli dan Screen House Wilker Pantoloan.

Sedangkan untuk perencanaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada tahun 2018 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu telah menetapkan target sebesar Rp.769.854.000,00, difokuskan untuk membiayai kegiatan Belanja Barang Non Operasional Perkantoran.

(27)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

27 B. Kepegawaian dan Tata Usaha.

1. Kepegawaian.

a. Keadaan Umum Pegawai

Keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsi yang diemban oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu idealnya harus seimbang antara beban tugas yang dipikul dengan ketersediaan sumber daya manusia dalam hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelakunya. Pada awal tahun 2017 ASN yang bertugas di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu sejumlah 33 (tiga puluh tiga) orang. Seiring perjalanan waktu Badan Karantina Pertanian sebagai unit eselon I yang mempunyai kewenangan untuk melakukan mutasi dan reposisi pegawai yang bertugas di UPT-UPT telah beberapa kali mengeluarkan keputusan mutasi alih tugas baik untuk pejabat struktural maupun fungsional. Akibat dari keputusan yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Karantina Pertanian atau Menteri Pertanian, pegawai selaku Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu juga mengalami dampaknya.

Sebagai dampaknya adalah semakin berkurangnya jumlah ASN yang bertugas di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu pada tahun 2017 sehingga banyaknya pekerjaan atau tugas-tugas yang tidak sanggup dikerjakan dan diselesaikan oleh ASN. Dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu khususnya dalam membantu kegiatan pengawasan dan pelayanan tindakan karantina, membantu pengelolaan administrasi persuratan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan kantor, pemeliharaan kebersihan ruangan dan lingkungan kantor, penataan kantor maupun pelayanan kebutuhan kantor serta mobilisasi kegiatan pimpinan maka diangkatlah Tenaga Harian Lepas (THL) atau

(28)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

28 Tenaga Kontrak yang berjumlah 30 (tiga puluh) orang dengan komposisi tugas sebagai petugas keamanan, sopir, cleaning service dan pramu bhakti.

Adapun komposisi pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu berdasarkan kelompok jabatan dapat diuraikan sebagai berikut:

➢ Pejabat Eselon III-b sebanyak 1 orang sebagai Kepala Balai;

➢ Pejabat Eselon IV-b sebanyak 3 orang;

➢ Pejabat Fungsional Medik Veteriner sebanyak 4 orang; ➢ Pejabat Fungsional Paramedik Veteriner sebanyak 3orang; ➢ Pejabat Fungsional POPT Ahli sebanyak 6 orang;

➢ Pejabat Fungsional POPT Terampil sebanyak 6 orang; ➢ Staf Pelaksana Administrasi / Fungsional Umum sebanyak

9 orang;

Dari 32 orang Pegawai Negeri Sipil yang ada di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda dan dapat di kelompokan menjadi :

✓ S-2 ( M.P. dan M.A.P ) sebanyak 2 orang; ✓ S-2 ( Dokter Hewan ) sebanyak 6 orang; ✓ S-1 ( Sarjana Pertanian ) sebanyak 6 orang; ✓ S-1 ( Sarjana Peternakan ) sebanyak 1 orang; ✓ S-1 ( Sarjana Hukum ) sebanyak 1 orang; ✓ S-1 ( Sarjana Ekonomi ) sebanyak 1 orang; ✓ S-1 ( Sarjana Administrasi Negara) sebanyak 1 orang; ✓ D-3 ( Peternakan ) sebanyak 2 orang; ✓ D-3 ( Agronomi ) sebanyak 1 orang; ✓ D-3 ( Manajemen Komputer ) sebanyak 1 orang; ✓ D-3 ( Akuntansi ) sebanyak 1 orang; ✓ SLTA – Sederajat sebanyak 10 orang.

(29)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

29 b. Mutasi Pegawai.

❖ Pindah Tempat Tugas

Sebagai bentuk dinamisasi dan penyegaran organisasi, pada tahun 2017 Badan Karantina Pertanian mengeluarkan beberapa kali kebijakan untuk mereposisi pegawai (ASN) lingkup Badan Karantina Pertanian baik yang struktural maupun fungsional dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi secara keseluruhan. Dari 3 (tiga) kali kebijakan mutasi tersebut pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu juga mendapatkan jatah mutasi baik yang keluar maupun masuk ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu bahkan ada yang memasuki purna bhakti. Secara keseluruhan yang jumlah pegawai yang mengalami mutasi di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu pada tahun 2017 sebanyak 4 (empat) orang terdiri dari:

❖ Mutasi keluar :

- Pejabat Fungsional Medik Veteriner Pertama dipromosikan sebagai Kepala Seksi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado atas nama Drh. Wirawan Budi Utomo.

- Pejabat Fungsional Umum / Pelaksana Administrasi di mutasi ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar atas nama I Putu Yoga Santika, SE dan di mutasi ke Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Pare-Pare atas nama Hilarius, S.Sos.

❖ Mutasi masuk :

Pejabat Fungsional Medik Veteriner Muda yang mutasi masuk dari Balai Karantian Pertanian Kelas I Balikpapan atas nama Drh. Guntur Hadi Pratiknyo

(30)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

30 c. Kenaikan Gaji Berkala.

Salah satu bentuk reward atau penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada pegawai (ASN) atas pengabdian dan kinerjanya adalah kenaikan gaji berkala yang diberikan setiap 2 (dua) tahun sekali. Kenaikan gaji berkala ini merupakan hak yang diterima oleh pegawai (ASN) yang bersangkutan berupa kenaikan gaji pokok pegawai yang mempengerahui total gaji bersih yang diterimanya sebagaimana ketentuan yang berlaku. Pada tahun 2017 pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu yang memperoleh pengharagaan berupa kenaikan gaji berkala(KGB) adalah sebanyak 19 (Sembilan belas) orang.

Dari 19 (sembbilan belas) orang pegawai yang memperoleh Kenaikan Gaji Berkala (KGB) pada tahun 2017 terdiri Golongan IV sebanyak 1 (satu) orang, Golongan III sebanyak 9 (Sembilan) orang dan Golongan II sebanyak 9 (Sembilan) orang. Adapun periode Kenaikan Gaji Berkala pada tahun 2017 adalah terhitung tanggal 01 Januari 2017 sebanyak 7 (tujuh) orang, terhitung tanggal 01 Maret 2017 sebanyak 4 (empat) orang, terhitung tanggal 01 April 2017 sebanyak 3 (tiga) orang dan terhitung tanggal 01 Desember 2017 sebanyak 5 (lima) orang.

d. Kenaikan Pangkat.

Penghargaan atau reward berikutnya yang dapat diterima oleh seorang pegawai (ASN) yang memiliki masa kerja tertentu dan memiliki Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dalam 2 tahun terakhir bernilai Baik serta tidak dalam masa menerima hukuman disiplin berhak atas kenaikan pangkat 1 (satu) jenjang diatasnya. Balai Karantina Pertanian Kelas II

(31)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

31 Palu selama tahun 2017 telah memberikan kenaikan pangkat fungsional tertentu sebanyak 1 (satu) orang pegawai (ASN) yaitu Drh.Wirawan Budi Utomo sebagai Medik Veteriner Muda dari Penata / III-c ke Pangkat/Golongan Penata Tk.I / III-d.

e. Pemberian Piagam Penghargaan dan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun.

Pegawai (ASN) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu pada tahun 2017 juga ada yang menerima penghargaan atau reward dari Pemerintah dalam hal ini dari Presiden Republik Indonesia dalam bentuk pemberian Piagam Penghargaan dan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun kepada 4 (empat) orang pegawai. Penghargaan dalam bentuk Piagam Penghargaan dan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun sebagai penghargaan atas pengabdian dengan penuh disiplin tanpa cela secara terus menerus selama 10 tahun lebih. Adapun pegawai (ASN) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu tahun 2017 yang meneriima Piagam Penghargaan / Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia adalah :

1. Renta Uli Nadeak, S.Pt pengabdian selama 15 tahun. 2. Sukriadi Sudding, SH pengabdian selama 11 tahun. 3. Abdul Mahmud pengabdian selama 11 tahun

4. Nur Hidayah pengabdian selama 11 tahun.

f. Pengangkatan CPNS dan PNS.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu pada tahun 2017 belum menerima tambahan pegawai baru yang diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), karena kebijakan Pemerintah untuk melakukan moratorium penangkatan CPNS

(32)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

32 yang baru. Demikian juga tidak ada pegawai (ASN) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu pada tahun 2017 pengangkatan pegawai dari status CPNS menjadi PNS.

g. Pensiun.

Pada tahun 2017 dari jumlah pegawai (ASN) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu diawal tahun 2017 berjumlah 33 (tiga puluh tiga) orang namun terhitung 01 Agustus 2017 ada 1 (satu) pegawai (ASN) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu yang Purna Bhakti / Pensiun. Adapun pegawai (ASN) yang secara resmi Purna Bhakti / Pensiun adalah Djurtamni Taiso jabatan fungsional Paramedik Veteriner Penyelia yang resmi terangkat sebagai CPNS sejak 01 Maret 1983 atau dengan masa bhakti selama 34 tahun 5 bulan. Dengan pensiunnya 1 (satu) pegawai (ASN) Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu tinggal 32 orang.

h. Tenaga Harian Lepas (THL).

Sebagai akibat dari terbatasnya jumlah Pegawai ASN yang bertugas di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu adalah banyaknya tugas dan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan atau diselesaikan oleh Pegawai ASN yang ada tersebut. Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah Pusat melakukan moratorium penerimaan dan pengangkatan calon Aparatur Sipil Negara serta kebijakan Badan Karantina Pertanian dalam menata dan mereposisi sumber daya manusia yang ada di lingkungan Badan Karantina Pertanian – Kementerian Pertanian. Salah satu strategi yang diambil oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu untuk mengatasi

(33)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

33 masalah tersebut adalah dengan mengangkat tenaga harian lepas (THL).

Pada tahun 2017 tenaga harian lepas (THL) atau tenaga kontrak yang diangkat melalui penetapan Surat Keputusan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali dan diperbaharui lagi dengan Surat Keputusan yang baru dengan jumlah sebanyak 30 (tiga puluh) orang dengan posisi tugas dan tanggungjawab sebagai petugas keamanan/securyti, sopir, pramubhakti dan cleaning service. Dari 30 (tiga puluh) orang tenaga harian lepas (THL) tersebut penempatan atau penugasannya disebar di beberapa tempat tugas seperti :

1. Kantor induk Balai sebanyak 17 (tujuh belas) orang untuk membantu tugas pengamanan kantor, sopir, membantu menjaga dan memelihara kebersihan, administrasi ketatausahaan (surat menyurat, kepegawaian, keuangan dan perlengkapan), pelayanan publik di meja counter serta membantu melakukan pengawasan lalu lintas media pembawa HPHK dan OPTK di Terminal dan Gudang Cargo Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu.

2. Kantor Karantina Pertanian Wilayah Kerja Pantoloan sebanyak 8 (delapan) orang untuk membantu pengamanan kantor, memelihara kebersihan, membantu pelayanan publik di meja counter, membantu penyelenggaraan laboratorium, membantu petugas dalam pelaksanaan tindakan karantina di Instalasi Karantina Hewan serta membantu melakukan pengawasan lalu lintas media pembawa HPHK dan OPTK di Pelabuhan Laut Pantoloan, Pelabuhan Laut Wani dan Penyeberangan Fery Taipa, 3. Kantor Karantina Pertanian Wilayah Kerja Luwuk sebanyak

(34)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

34 pengamaan kantor, pelayanan dan pengawasan lalu lintas media pembawa HPHK dan OPTK di Pelabuhan Laut Luwuk dan Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk. 4. Kantor Karantina Pertanian Wilayah Kerja Tolitoli sebanyak

2 (dua) orang membantu petugas karantina pertanian melakukan pengamanan dan memelihara kebersihan kantor, melakukan pelayanan serta pengawasan lalu lintas media pembawa HPHK dan OPTK di Pelabuhan Laut Tolitoli, Pelabuhan Penyeberangan Fery Tolitoli dan Bandara Sultan Bantilan Tolitoli.

5. Karantina Pertanian Wilayah Kerja Pagimana sebanyak 1 orang, karena di wilayah kerja Pagimana ini belum memiliki kantor sendiri dimana selama ini hanya mengontrak bangunan rumah untuk dijadikan kantor. Tenaga harian lepas (THL) yang ditempatkan di wilayah kerja Pagimana ditugaskan untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawab petugas Karantina Wilayah Kerja Pagimana untuk mengawasi dan melayani masyarakat yang membawa media pembawa HPHK dan OPTK di Pelabuhan Penyeberangan Fery Pagimana yang menghubungkan Kota Pagimana dengan Kota Gorontalo.

i. Pengusulan DUPAK Pejabat Fungsional.

Pejabat fungsional tertentu yang ada di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu adalah Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, POPT Ahli dan POPT Terampil. Sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dari masing-masing pejabat fungsional diwajibkan untuk menyusun dan mengajukan Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ke Badan Karantina Pertanian paling lama 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun bisa pengajuan bulan Juni atau bulan

(35)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

35 Desember. Pada tahun 2017 merupakan tahun transisi pembuatan DUPAK dan pengajuan penilaian DUPAK ke Badan Karantina Pertanian dari cara manual beralih menggunakan system aplikasi yang dikenal dengan nama Sistem Jabatan Fungsional Karantina (SIJAKA) yang pengirimannya diposes secara on line sehingga tidak perlu lagi mengirim bukti fisik DUPAK dalam bentuk buku / dokumen yang dijilid kecuali untuk karya tulis ilmiah pejabat fungsional yang mengajukan DUPAK ke Badan Karantina Pertanian terdiri dari :

➢ Pengajuan DUPAK periode penilaian bulan Desember 2016 s/d 31 Mei 2017 sebanyak 16 orang dan memperoleh Penetapan Angka Kredit (PAK) atau dapat dipertimbangkan naik pangkat satu tingkat sebanyak 1 (satu) orang dari Medik Veteriner Muda dari Pangkat/Golongan : Penata / III-c naik menjadi Penata Tk.I / III-d, sisanya sebanyak 15 (lima belas) orang hanya memperoleh Hasil Penetapan Angka Kredit (HPAK) dan belum memenuhi syarat untuk dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi.

➢ Pengajuan DUPAK periode bulan Juni 2017 s/d Nopember 2017 sebanyak 16 (enam belas) orang baik Medik Veteriner, Paramedik Veteriner maupun POPT dan sampai laporan ini dibuat belum diterima hasil dari pengajuan DUPAK tersebut apakah yang diterima HPAK atau PAK.

j. Penerapan Hukuman Disiplin Pegawai.

Selain pemberian penghargaan / reward kepada pegawai (ASN) yang berprestasi, disiplin dan memiliki integritas tinggi, Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu juga memberikan

(36)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

36 sanksi / hukuman kepada pegawa (ASN) yang melanggar disiplin sebagaimana ketentuan peraturan tentang disiplin pegawai. Adapun pegawai yang diberikan sanksi/hukuman kepada 1 (satu) orang pegawai yang lalai untuk melaporkan akta perceraiannya sehingga diberikan hukuman ringan berupa teguran lisan dengan dibuatkan berita acara pemeriksaan dan keputusan Kepala Balai tentang teguran lisan sebagaiman ketentuan yang berlaku.

k. Lain-lain.

Dengan semakin meningkatnya beban tugas yang harus dipikul oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu sebagai Unit Pelaksana Teknis yang memberikan pelayanan publik dengan 6 (enam) Wilayah Kerja aktif yang harus ditangani baik teknis maupun administratif. Jumlah pegawai yang sampai saat ini tersisa hanya 32 (tiga puluh dua) orang baik struktural, fungsional tertentu maupun pelaksana administrasi tidaklah seimbang untuk harus menangani dan menyelesaikan pekerjaan tindakan karantina pertanian dan pekerjaan administrasi dan pengeloaan anggaran dengan berbagai system aplikasi.

Sedangkan berdasarkan peta jabatan yang ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian bahwa untuk Balai Kelas II setidaknya harus diisi oleh pegawai dengan berbagai jenis jabatannya sebanyak 97 (Sembilan puluh tujuh) orang. Sehingga kondisi yang ada sekarang baru terisi 32 orang dan pertanggal 18 Desember 2017 tinggal 30 orang atau 30,93 % dari jumlah yang seharusnya, sehingga Badan Karantina Pertanian punya kewajiban untuk memperjuangkan penambahan pegawai sesuai jumlah dari peta jabatan sebanyak 67 (enam puluh tujuh) orang atau sekitar 69.07 %.

(37)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

37 2.Tata Usaha.

a. Perpustakaan.

Guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu didukung dengan ketersediaan peraturan-peraturan baik berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Keputusan Menteri, Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian dan peraturan hukum positif lainnya. Selain peraturan, ada juga petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pelaksanaan tindakan Karantina Pertanian serta buku-buku, literature, majalah, leaflet, laporan, foto-foto, dll. Untuk tertib, rapi dan amannya keberadaannya serta mudah ditemukan maka disimpan dan ditata di tempat khusus yaitu di ruangan perpustakaan. Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu telah memiliki ruangan khusus yang difungsikan sebagai perpusatkaan, namun sampai dengan akhir tahun 2017 koleksi buku-buku yang tersimpan masih sangat terbatas. Pada DIPA tahun anggaran 2017 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu tidak memiliki anggaran untuk pengadaan buku-buku begitu pula belum ada bantuan dari pihak lain untuk memberikan bantuan berupa buku untuk koleksi perpustakaan kecuali buletin terbitan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian yang terbit setiap 3 bulan sekali atau buku-buku berupa petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Badan Karantina Pertanian.

b. Surat Menyurat, Agenda dan Arsip.

Dalam rangka mendukung kelancaran jalannya organisasi, maka selain pelaksanaan tindakan teknis karantina pertanian di lapangan, maka Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

(38)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

38 juga melaksanakan fungsi administrasi.Dalam pengelolaan surat menyurat untuk mendukung administrasi Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, pada tahun 2017 telah mencatat dalam buku agenda surat keluar maupun masuk sebanyak 2.070 kali terdiri surat keluar sebanyak 1.294 kali dan surat masuk sebanyak 776 kali. Dari semua surat yang keluar dan masuk tersebut merupakan jenis surat keputusan, surat pengantar, surat penugasan, surat pemberitahuan, undangan maupun jenis-jenis yang lainnya. Asal surat maupun tujuan surat mulai dari unsur Pemerintah Pusat lingkup Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, instansi terkait lainnya baik Pusat maupun Daerah serta pihak swasta khususnya pengguna jasa karantina pertanian.

c. Pengukuran IKM

Sebagai salah satu institusi yang melaksanakan pelayanan publik khususnya pelayanan tindakan Karantina Pertanian kepada masyarakat pengguna jasa maka perlu dilakukan evaluasi kepuasan masyarakat bagi yang sudah pernah menerima pelayanan. evaluasi secara berkala untuk mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang mereka terima di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu adalah dalam bentuk pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) melalui penyebaran lembaran kuesioner IKM kepada pengguna jasa yang telah menerima pelayanan tindakan karantina sebagai responden. Dalam kuesioner IKM terdapat 14 unsur pertanyaan terkait pelayanan mulai dari kemudahan prosedur, keterampilan petugas, kecepatan pelayanan, keramahan petugas, keadilan memperoleh

(39)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

39 pelayanan, transpparansi pembayaran, keamanan dan kenyamanan lingkungan pelayanan.

Pada tahun 2017 Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu telah melakukan suvey kepuasan masyarakat melalui penyebaran lembaran kuesioner IKM kepada 120 (seratus dua puluh) orang masyarakat pengguna jasa karantina di 6 (enam) Wilayah Kerja lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu sebanyak 2 (dua) kali yaitu Semester I tertanggal 18 Juli 2017 dengan nilai 83,159 (sangat baik) dan yang kedua Semester II pada bulan tertanggal 05 Desember 2017 dengan nilai 83,455 (sangat baik).

Hasil penilaian IKM tersebut sangat realistis karena mengacu pada hasil penilaian Standar Pelayanan Publik (SPP) yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah pada tahun 2016, Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu memperoleh nilai 107 ( zona hijau ).

C. Perlengkapan ( Sarana dan Prasarana ).

1. Barang Tidak Bergerak.

a. Bangunan Gedung untuk Kantor.

Sebagai institusi Pemerintah Pusat dalam penyelenggaran kegiatan tindakan karantina pertanian sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu memiliki beberapa unit bangunan gedung yang difungsikan sebagai kantor.

✓ Kantor induk Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu di Jalan Garuda Nomor 16 Kota Palu memiliki 1 unit bangunan kantor

(40)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

40 berlantai 2 yang difungsikan sebagai pusat penyelenggaraan manajemen teknis maupun administratif.

Sebagai pusat pengendalian pelaksanaan tindakan karantina pertanian dan penyelenggaraan administrasi di kantor induk ini semua pucuk pimpinan atau pejabat struktural mulai dari Kepala Balai, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan, Tenaga Fungsional Tertentu dan Pelaksana Administrasi.

Dikantor induk Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu tersedia berbagai fasilitas yang digunakan untuk pemberian pelayanan sertifikasi dan tindakan Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Laboratorium mini untuk pemeriksaan cepat, penyelenggaraan pertemuan / aula, perpustakaan, penyelenggaraan administrasi kepegawaian, keuangan dan perlengkapan.

✓ Di Wilayah Kerja Pantoloan juga terdapat bangunan gedung untuk kantor sebanyak 1 (satu) unit digunakan untuk penyelenggaraan adaministrasi dan pemberian pelayanan sertifikasi Karantina Pertanian. Tanah dan bangunannya merupakan aset milik Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian.

✓ Di Wilayah Kerja Tolitoli merupakan wilayah kerja yang memiliki 2 (dua) unit gedung bangunan untuk kantor namun berbeda lokasi. Kedua bangunan gedung kantor tersebut merupakan aset peninggalan dari UPT. Stasiun Karantina Hewan Kelas II Pantoloan dan Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Pantoloan pada saat sebelum dilakukan integrasi

(41)

Laporan Tahunan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017

Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

41 atau penggabungan menjadi UPT. Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu. Untuk gedung kantor eks UPT. Stasiun Karantina Hewan Kelas II Pantoloan status bangunannya adalah aset Badan Karantina Pertanian tetapi tanah tempat lokasi bangunan merupakan aset Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli dengan status hak pakai. Sementara gedung bangunan yang 1 (satu) unit lagi gedung kantor dan tanahnya merupakan aset UPT. Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Pantoloan namun kondisi sebelumnya adalah rusak berat sehingga pada tahun angaran 2017 telah berhasil dilakukan rehabilitasi gedung kantor serta pembuatan pagar dan papan nama kantor yang baru. Kedua kantor tersebut digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan administrasi kantor serta pelayanan sertifikasi Karantina Pertanian Wilayah Kerja Tolitoli.

✓ Bangunan gedung kantor terakhir berada di Wilayah Kerja Karantina Pertanian Luwuk sebanyak 1 (satu) unit. Bangunan gedung kantor ini dibangun berdiri diatas tanah yang merupakan asset milik Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, Badan Karantina Pertanian dimana sebelumnya merupakan asset dari UPT. Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Pantoloan. Gedung kantor ini digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan administrasi kantor dan pelayanan sertifikasi Karantina Pertanian. Gedung kantor ini dibangun pada tahun angggaran 2008, namun kondisinya ada beberapa bagian bangunan rusak berat dan belum tersedia ruangan laboratorium, untuk itu pada tahun 2018 telah disetujui anggaran untuk direvitalisasi gedung kantor Wilayah Kerja Luwuk.

Gambar

Tabel 2.a. Perbandingan  Anggaran Belanja antara DIPA di Balai Karantina  Pertanian Kelas II Palu TA
Tabel  11  a.  Resume  TindakanKarantina  Hewan  (Tindakan  8P)  di  Balai  Karantina Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017
Tabel  13.a.  Penggunaan  Dokumen  Karantina  Hewan  Balai  Karantina  Pertanian Kelas II Palu Tahun 2017
Gambar : Peta Status dan Situasi Hama Penyakit Hewan di Provinsi  Sulawesi Tengah Tahun 2017
+5

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan operasional ekspor tindakan karantina hewan lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo selama tahun 2021 dengan jenis media pembawa

Dengan statusnya sebagai unit kerja yang berada di ZONA MERAH, beban yang dipikul tidaklah ringan selain melaksanakan kegiatan sehari-hari perkarantinaan pertanian dalam

Globalisasi dalam kerangka perdagangan internasional, mendorong semakin meningkatnya arus lalulintas dan menurunnya secara bertahap hambatan tarif (tariff barrier)

Jawaban dari kelima informan atas pertanyaan yang diberikan dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas pelayanan karantina hewan di Kantor Balai Karantina Pertanian

Frekuensi kegiatan pemeriksaan tindakan karantina tumbuhan Ekspor yang keluar melalui Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan pada tahun 2019 sebanyak 195 kali,

lrang tangguh dan terpercaya dalam perlindungan kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan, lingkungan dan keanekaragaman hayati serta keamanan

Sehubungan dengan hal tersebut, maka keberadaan Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam mencegah masuknya hama

b. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2019 dengan tahun sebelumnya. Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 4 OPTK, realisasi tersebut lebih tinggi dibanding dengan realisasi tahun