• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI SISTEM PENGARSIPAN BERKAS DANA

BANTUAN PEMANFAATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI

(P2L) DENGAN PROGRAM MICROSOFT EXCEL DI BIDANG

KETAHANAN PANGAN DINAS PERTANIAN DAN PANGAN

KABUPATEN KAPUAS HULU

DISUSUN OLEH :

DEKI SULKARNAIN, S.TP NIP. 19951015 202012 1 006

08

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU

BEKERJASAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

(2)

ii

LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : Optimalisasi Sistem Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan Program

Microsoft Excel di Bidang Ketahanan

Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu

NAMA : Deki Sulkarnain, S.TP

PANGKAT / GOL. RUANG : Penata Muda/ III.a

NIP : 19951015 202012 1 006

NOMOR DAFTAR HADIR : 08

JABATAN : Ahli Pertama- Analis Ketahanan Pangan

UNIT KERJA/INSTANSI : Dinas Pertanian Dan Pangan

Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Selasa tanggal 20 April 2021

Telah diperiksa/disetujui : COACH, SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001 Putussibau, 19 April 2021 MENTOR, MAHYUDIN, SP NIP.19750701 200604 1 008

(3)

iii

BERITA ACARA

EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN LXXIX DI LINGKUNGAN PEMERINTAH

KABUPATEN KAPUAS HULU TAHUN 2021

Pada hari ini Selasa tanggal Dua Puluh bulan April tahun 2021 bertempat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu (Jl. Danau Luar No. 05 Putussibau), telah dilaksanakan Evaluasi Rancangan

Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXIX di

Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, sebagai berikut: N a m a : Deki Sulkarnain, S.TP

Pangkat / Gol. Ruang : Penata Muda/ III.a NIP : 19951015 202012 1 006

Jabatan : Ahli Pertama- Analis Ketahanan Pangan Unit Kerja/Instansi : Dinas Pertanian Dan Pangan

Mentor : Mahyudin, SP

Coach : Sagitarisman, S.I.P Penguji : Abdurrohman Bisri, A.Md.

Judul : Optimalisasi Sistem Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan Program Microsoft Excel di Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh : MENTOR, MAHYUDIN, SP NIP. 19750701 200604 1 008 PENYAJI, DEKI SULKARNAIN, S.TP NIP. 19951015 202012 1 006 COACH, SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001 PENGUJI,

ABDURROHMAN BISRI, A.Md

NIP. 19810821 200604 1 007

Mengetahui :

KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KABUPATEN KAPUAS HULU

H. SARBANI, S.E., M.A.P. Pembina Utama Muda NIP. 19610415 198608 1 003

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA

Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764

(4)

iv

LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : Optimalisasi Sistem Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan Program Microsoft Excel di Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu

NAMA : Deki Sulkarnain, S.TP

PANGKAT / GOL. RUANG : Penata Muda/ III.a

NIP : 19951015 202012 1 006

NOMOR DAFTAR HADIR : 08

JABATAN : Ahli Pertama – Analis Ketahanan Pangan UNIT KERJA / INSTANSI : Dinas Pertanian Dan Pangan

Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III

Angkatan LXXIX

di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 pada hari Selasa tanggal 20 April 2021 di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya

Manusia Kabupaten Kapuas Hulu.

Telah diperiksa/disetujui : COACH, SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001 Putussibau, April 2021 MENTOR, MAHYUDIN, SP NIP. 19750701 200604 1 008 Disetujui : PENGUJI,

ABDURROHMAN BISRI, A.Md

(5)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Rahmat dan Karunia-Nya “Rancangan Aktualisasi Calon Pegawai Negeri Sipil dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXIX Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu” dapat selesai tepat pada waktunya.

Penulisan rancangan ini terlaksana karena kontribusi banyak pihak berupa bimbingan dan motivasi sehingga pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bupati Kabupaten Kapuas Hulu

2. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat

3. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu

4. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu

5. Bapak Mahyudin, SP selaku Kepala Bidang Ketahanan Pangan yang telah memberikan bimbingan dan motivasi

6. Bapak Sagitarisman, S.I.P selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, masukan dan pengarahan.

7. Bapak Abdurrohman Bisri, A.Md selaku Penguji

8. Orangtua dan keluarga yang telah menyayangiku juga telah banyak memberikan semangat dan dukungan kepada saya

9. Senior-Senior di Dinas Pertanian dan Pangan khususnya bidang Ketahanan Pangan yang telah memberikan dukungan moral kepada saya.

10. Rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LXXIX Tahun 2021 Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi yang telah memberikan bantuan dan motivasii

(6)

vi

Penyusun berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini diterima dengan terbuka. Semoga Rancangan Aktualisasi ini dapat bermanfaat.

Putussibau, April 2021

(7)

vii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

BERITA ACARA ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR BAGAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. TUJUAN ... 2

C. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN ... 3

BAB II GAMBARAN UMUM... 4

A. Sejarah Dinas Pertanian dan Pangan ... 4

B. Data Instansi ... 5

C. Visi dan Misi ... 5

D. Nilai Organisasi ... 6

E. Struktur Organisasi ... 6

F. Tugas Analis Ketahanan Pangan ... 11

BAB III KONSEP DASAR ASN ... 13

A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN ... 13

B. Kedudukan dan Peran PNS ... 16

BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI ... 18

A. Identifikasi Masalah Gagasan ... 18

B. Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan ... 22

C. Jadwal Implementasi dan Konsultasi... 28

D. Jadwal Konsultasi dengan Coach ... 30

DAFTAR PUSTAKA ... 32

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Analisis Isu dengan Teknik APKL ... 19

Tabel 4.2 Analisis Isu dengan Teknik USG ... 20

Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi ... 22

Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi ... 28

(9)

ix

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Struktur Organisasi, Dinas Pertanian dan Pangan (DISTAN)

(10)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Sejalan dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan merujuk pada ketentuan Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) UU ASN, Calon Pegawai Negeri Sipil wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang yang dikenal dengan Pelatihan Dasar.

Dalam rangka mewujudkan visi besar agenda reformasi birokrasi, tenaga teknis sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara seharusnya juga dapat membentuk karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN yang berkompeten, profesional, berintegritas dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang diembannya. Untuk itulah dalam peraturan pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, dan PERLAN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Tujuan dari Pelatihan Dasar CPNS yaitu untuk meningkatkan kompetensi CPNS agar dapat menjalanlan peran dan fungsinya serta tetap mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembentukan karakter dalam mencetak PNS.

Kebutuhan serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin meningkat. Sebagai aparatur pemerintah, ASN meliki peran penting dalam melayani masyarakat. Keberadaan ASN adalah untuk mewujudkan UUD Tahun 1945 yaitu membangun ASN yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Melalui pelatihan dasar ini, diharapkan dapat menghasilkan PNS profesional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekan atau pemersatu bangsa. Pelatihan

(11)

2

Dasar CPNS ini menekankan nilai-nilai dasar ASN yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi), dan peran kedudukan ASN yaitu Manajemen ASN, WoG (Whole of Goverment) dan pelayanan publik. Dengan adanyan Pelatihan Dasar CPNS ini diharapkan peserta dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh untuk dapat di implementasikan di tempat kerja. Dengan diselenggarakan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu maka sudah selayaknya peserta pelatihan menerapkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN Khususnya di bidang kerjanya masing-masing. Dalam hal ini, Penulis merupakan peserta pelatihan dasar yang akan mengaktualisasikan

nilai-nilai dasar ASN yang berjudul “Optimalisasi Sistem Pengarsipan Berkas

Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan Program Microsoft Excel di Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu”.

B. TUJUAN

Tujuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi di Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut : 1. Mampu menerapkan nilai-nilai Aktualisasi sehingga mempunyai tanggung

jawab dan integritas terhadap apa yang akan dikerjakan.

2. Mampu menerapkan nilai-nilai Nasionalisme sehingga bekerja atas dasar semangat nilai-nilai pancasila.

3. Mampu menerapkan nilai-nilai Etika Publik sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan harmonis.

4. Mampu menerapkan nilai-nilai Komitmen Mutu sehingga dapat mewujudkan layanan prima kepada masyarakat

5. Mampu menerapkan nilai-nilai Anti Korupsi sehingga dapat mewujudkan sikap jujur dan tidak mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pihak tertentu.

(12)

3

C. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN

Tempat pelaksanaan kegiatan aktualisasi adalah di Dinas Pertanian dan Pangan Jl. DI. Pandjaitan No. 20, Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Waktu pelaksanaan Aktualisasi dimulai dari tanggal 22 April 2021 sampai dengan 07 Juni 2021. Kegiatan dilaksanakan pada saat off class Pelatihan Dasar CPNS golongan III Angkatan LXXIX dari tanggal 26 April sampai dengan 5 Juni 2021.

(13)

4

BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Dinas Pertanian dan Pangan

Pada awal berdirinya Dinas Pertanian dan Pangan (DISTAN) Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai nama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (DISTAN) Kabupaten Kapuas Hulu, kemudian pada awal tahun 2017 berubah menjadi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu sampai sekarang.

Secara kronologisnya Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Kabupaten Kapuas Hulu, mengacu pada undang-undang nomor 27 tahun 1959 tentang penetapan undang-undang darurat nomor 3 tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan, lembaran negara Republik Indonesia tahun 1953 nomor 9 sebagai undang-undang lembaran negara Republik Indonesia tahun 1953 nomor 72, tambahan lembaran negara Republik Indonesia nomor 1820. Undang-undang nomor 8 taahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 43 tahun 1999 lembaran negara Republik Indonesia tahun 1999 nomor 169, tambahan lembaran negara Republik ndonesia nomor 3890. Undang-undang nomor 10 tahun 2004 tentang pembentukan peratuaran perundang-undangan lembaran negara Republik Indonesia nomor 4389. Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali dan yang terakhir dengan undang-undang nomor 12 tahun 2008 lembaran negara Republik Indonesia nomor 4844. Undang-undang nomor 53 tahun 2004 tentang perimbagan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, lembaran negara Republik Indonesia tahun 2004 nomor 126, tambahan lembaran negara Republik Indonseia nomor 4438.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 6 tahun 2006 tentang pengelolaan Barang Milik Negara/daerah, lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2006. Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintah daerah, provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota, lembaran Negara republik Indonesia tahun 2007 nomor 82, tambahan lembaran Negara republik Indonesia nomor 4737. Peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi

(14)

5

perangkat daerah lembaran Negara republik Indonesia tahun 2007 nomor 89,tambahan lembaran Negara republic Indonesia nomor 4741. Peraturan daerah Kabupaten Kapuas Hulu nomor 6 tahun 2008 tentang urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Peraturan daerah Kabupaten Kapuas Hulu nomor 7 tahun 2008 tentang pembentukan organisasi perangakat daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan peraturan bupati Kapuas Hulu nomor 33 tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu serta yang sekarang adalah peraturan bupati Kapuas Hulu nomor 62 tahun 2016 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu oleh bagian organisasi dan tata laksana sekretariat daerah kabupaten Kapuas hulu yaitu sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja.

B. Data Instansi

Nama Instansi : Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu Alamat : Jln. D.I Panjaitan Nomor 20 Putussibau 78711

Telepon/Fax : (0567) 21049

C. Visi dan Misi Visi :

“Terwujudnya Pertanian yang maju, Tangguh dan efisien dengan dukungan peningkatan sumber daya manusia menuju masyarakat petani – peternak yang sejahtera”

Misi :

1. Pemenuhan Kebutuhan dasar baik struktural maupun fungsional melalui pemberdayaan aparatur pertanian yang tangguh, prima, disiplin dan bertaqwa.

2. Mempertahankan dan meningkatkan stabilitas ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya nabati dan hewani secara optimal

3. Pengembangan sistem dan usaha agribisnis melalui pemberdayaan potensi agribisnis dengan menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya lokal.

(15)

6

4. Pemberdayaan masyarakat petani peternak, kelembagaan tani, usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian (UPJA) dan kelembagaan ekonomi lainnya.

5. Peningkatan, peran dan fungsi balai penelitian dan pengembangan (BPP) kelansin dan pengusaha pelaku bisnis.

6. Penerapan sistem perencanaan pembangunan pertanian yang

komprehensip yang di dasari pada konsep pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

D. Nilai Organisasi

Nilai Organisasi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu dalam melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan dalam mewujudkan visi dan misi tersebut antara lain :

a. Prestasi: Dalam melaksanakan tugasnya selalu ditunjukkan untuk pencapaian hasil yang memiliki kualitas tinggi.

b. Dedikasi: Komitmen dan konsisten terhadap tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya.

c. Partisipasi: Dalam pencapaian tujuan (visi dan misi) dilaksanakan secara bersama-sama seacar kolaborasi kohesifitas antar unsur-unsur internal dan kemitraan yang harmonis dan dinamis.

d. Akuntabilitas: Berorientasi pada pertanggung jawaban yang transparan, baik dalam proses, output maupun outcomes.

e. Keterbukaan: Menerima saran dan kritik yang dapat meningkatkan kinerja organisasi.

E. Struktur Organisasi

Dinas Pertanian dan Pangan (DISTAN) Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten kapuas hulu di bidang Tanaman Pangan dan Horti, Bidang Perkebunan, Ketahanan Pangan, Peternakan, Perkebunan, dan penyuluh Pertanian.

Posisi-posisi strategis dalam struktur Dinas Pertanian Dan Pangan (DISTAN) Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai tugas yang berbeda-beda, diantaranya:

(16)

7

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas memiliki tugas memimpin kegiatan pelayanan umum dan teknis Dinas Pertanian dan Pangan sesuai dengan kewenangan dibidang Pertanian dan Pangan.

2. Sekretaris

Sekretaris mempunyai tugas membantu kepala Dinas dalam hal

pengelolaan urusan umum, program, kepegawaian, keuangan,

ketatausahaan, kearsipan,

perpustakaan dan perlengkapan Dinas Pertanian dan Pangan (DISTAN).

a. Sub bagian program

Mempunyai tugas membantu sekretaris dalam pengumpulan, pengolahan, pengevaluasian dan pelaporan rencana kerja Dinas.

b. Sub bagian keuangan

Mempunyai tugas membantu sekretaris dalam hal pengumpulan dan pengolahan bahan pengelolaan administrasi keuangan Dinas.

c. Sub bagian umum dan Aparatur

Melaksanakan tugas membantu sekretaris dalam pengumpulan dan pengolahaan bahan administrasi kepegawaian, pengembangan pegawai, aparatur, tata usaha, rumah tangga, perpustakaan, kearsipan, ketatalaksanaandan pengelolaan barang milik Dinas.

3. Kepala Bidang Ketahanan Pangan

Kepala Bidang Ketahanan Pangan mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam menyiapakan peremusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Ketahanan pangan.

a. Kepala seksi ketersediaan dan distribusi pangan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Ketahanan dalam penyiapan bahan perumusan, penyusunan serta pelaksanaan kebijakan didalam ketersediaan dan distribusi pangan.

b. Kepala seksi konsumsi dan keamanan pangan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Ketahanan dalam penyiapan bahan perumusan, penyusunan pelaksanaan kebijakan di bidang konsumsi dan keamanan pangan.

(17)

8

Membantu kepala Dinas dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura.

a. Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam penyiapan bahan perumusan, dan pelaksanaan peningkatan produksi, pengolahan dan pemasaran tanaman pangan dan holtikultura.

b. Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam penyiapan bahan perumusan, dan perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura.

5. Kepala Bidang Perkebunan

Membantu kepala Dinas dalam perumusan dan pelaksanaan serta pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Perkebunan.

a. Kepala Seksi Produksi perkebunan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Perkebunan dalam penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan peningkatan Produksi, pengolahan, dan pemasaran perkebunan.

b. Kepala Seksi perlindungan perkebunan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Perkebunan dalam penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan perlindungan perkebunan.

6. Kepala Bidang Peternakan

Membantu kepala Dinas dalam perumusan dan pelaksanaan serta pelaksanaan kebijakan teknis di Bidang Peternakan.

a. Kepala Seksi Produksi peternakan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Peternakan dalam penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan peningkatan produksi peternakan, pakan, pengolohan dan pemasaran hasil peternakan.

b. Kepala Seksi Kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat vetreriner

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Peternakan dalam penyiapan bahan perumusan, penyusunan dan pelaksanaan

(18)

9

kebijakan di Bidang Kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat vetreriner.

7. Kepala Bidang Penyuluh Pertanian

Membantu kepala Dinas dalam penyelenggaraan penyuluh pertanian dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani.

a. Kepala Seksi tata penyuluh pertanian

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Penyuluh Pertanian menyelenggarakan Penyuluhan Pertanian.

b. Kepala Kelembagaan Petani

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Penyuluh Pertanian menyelenggarakan urusan kelembagaan petani.

8. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis operasional/kegiatan teknis penunjang tertentu.

(19)

10

2.1 Struktur Organisasi, Dinas Pertanian dan Pangan (DISTAN) Kabupaten Kapuas Hulu.

BIDANG PETERNAKAN SEKSI KESEHATAN HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER SEKSI PODUKSI PETERNAKAN BIDANG

TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SEKSI PODUKSI TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA SEKSI PERLINDUNGAN PODUKSI TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA BIDANG PERKEBUNAN SEKSI PERLINDUNGAN PERKEBUNAN SEKSI PRODUKSI PERKEBUNAN SEKSI KETERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI PANGAN SEKSI KONSUMSI DAN KEAMANAN PANGAN BIDANG KETAHANAN BIDANG PENYULUHAN PERTANIAN SEKSI KELEMBAGAAN PETANI SEKSI TATA PENYULUHAN PERTANIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL UPT SEKRETARIS KASUBBAG PROGRAM

KASUBBAG UMUM DAN APARATUR KASUBBAG

KEUANGAN

(20)

11

F. Tugas Analis Ketahanan Pangan

Berdasarkan PEMERPAN RB Nomor 29 Tahun 2019 tetang jabatan fungsional Analis Ketahanan Pangan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang analisis ketahanan pangan pada unit organisasi yang membidangi analisis ketahanan pangan pada Instansi Pemerintah.

Tugas Jabatan Fungsional Analis Ketahanan Pangan yaitu melaksanakan kegiatan analisis ketahanan pangan yang meliputi ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Uraian kegiatan tugas Jabatan Fungsional Analis Ketahanan Pangan sesuai jenjang jabatannya, ditetapkan dalam butir kegiatan sebagai berikut:

1. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data ketersediaan pangan dan sumberdaya pangan;

2. Mengolah data/informasi ketersediaan pangan dan sumberdaya pangan 3. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data wilayah rentan rawan pangan; 4. Mengolah data/informasi wilayah rentan rawan pangan;

5. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data kerawanan pangan, penduduk rawan pangan, kewaspadaan pangan dan gizi;

6. Mengolah data/informasi kerawanan pangan, penduduk rawan pangan, kewaspadaan pangan dan gizi;

7. Melakukan identifikasi dan inventarisasi penanganan/mitigasi rentan rawan pangan;

8. Mengolah data/informasi penanganan/mitigasi rentan rawan pangan; 9. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data akses pangan;

10. Mengolah data/informasi data akses pangan;

11. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data stok gabah dan/atau beras di penggilingan dan pedagang;

12. Mengolah data/informasi stok gabah dan/atau beras di penggilingan dan pedagang;

13. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data kelembagaan distribusi pangan;

(21)

12

15. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data pola/jaringan distribusi pangan;

16. Mengolah data/informasi pola/jaringan distribusi pangan;

17. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data harga dan stok pangan; 18. Mengolah data/informasi harga dan stok pangan;

19. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data pasokan dan harga pangan; 20. Mengolah data/informasi pasokan dan harga pangan;

21. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data cadangan pangan pemerintah;

22. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data cadangan pangan masyarakat;

23. Mengolah data/informasi cadangan pangan pemerintah 24. Mengolah data/informasi cadangan pangan masyarakat;

25. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data kelembagaan cadangan pangan dan fasilitasi fisik lumbung;

26. Mengolah data/informasi kelembagaan cadangan pangan dan fasilitasi fisik lumbung;

27. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data konsumsi pangan; 28. Mengolah data/informasi konsumsi pangan;

29. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data potensi pangan lokal dan potensi olahan pangan spesifik wilayah;

30. Mengolah data/informasi potensi pangan lokal dan potensi olahan pangan spesifik wilayah;

31. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data penganekaragaman pangan; 32. Mengolah data/informasi penganekaragaman pangan;

33. Melakukan identifikasi dan inventarisasi data keamanan pangan segar; 34. Mengolah data/informasi keamanan pangan segar;

35. Mengolah data/informasi prognosa neraca pangan;

36. Mengolah data/informasi struktur ongkos usaha tani komoditas pangan strategis;

37. Menyusun bahan informasi dibidang ketahanan pangan;

38. Melakukan penyusunan pedoman/ panduan/ petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis/ modul/jurnal di bidang ketahanan pangan; dan

(22)

13

BAB III

KONSEP DASAR ASN

A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN

Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil menerangkan bahwa Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil merupakan pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.

Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aratur Sipil Negara. Nilai dasar ASN adalah nilai-nilai yang diperlukan dalam menjalankan tugas dan fungsi ASN yang profesional, yaitu menciptakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dapat menjadi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. Nilai-nilai dasar ASN adalah :

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Adapun indikator dari Akuntabilitas yang akan digunakan dalam tabel rancangan aktualisasi adalah sebagai berikut :

a. Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

b. Jujur adalah sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu ataupun fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan atau sesuai dengan realita yang terjadi.

c. Kejelasan target dalam menjelaskan cara, tindakan ataupun proses kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.

(23)

14

2. Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.

a. Kerjasama. Kerjasama diwujudkan dalam suatu perbuatan atau

kegiatan yang biasa dilakukan oleh beberapa individu dalam suatu kelompok ataupun suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan bersama yang telah disepakati sebelumnya. Biasanya kerjasama melibatkan pembagian tugas, dimana setiap orang mengerjakan setiap pekerjaan yang merupakan tanggungjawabnya demi tercapainya tujuan bersama (Sari, 2014).

b. Musyawarah adalah berunding, berembuk, berdiskusi untuk

mengambil keputusan, membahas bersama untuk menyelesaikan masalah/mengambil keputusan.

c. Tanggung jawab. Widagdho (1999) mengatakan bahwa Tanggung

jawab adalah kesadaran manusia atas tingkahlaku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti perbuatan sebagai wujud dari kesadaran akan kewajibannya.

d. Disiplin adalah patuh dan taat pada aturan, mengatur waktu dengan

baik, mengerjakan tepat waktu, hadir tepat waktu, fokus pada pekerjaan.

3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Adapun beberapa indikator etika publik, yaitu:

a. Cermat. Berdasarkan KBBI adalah penuh minat, seksama, teliti

sehingga dapat disimpulkan cermat adalah memperhatikan atau teliti dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu pekerjaan.

b. Sopan. Sopan menurut KBBI adalah beradab (tentang tingkah laku,

tutur kata, pakaian dan sebagainya); Perilaku yang mencerminkan kebaikan dan keramahan kepada orang lain.

(24)

15

4. Komitmen Mutu.

Merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk/jasa berupa ukuran baik/buruk. Bidang apapun yang menjadi tanggungjawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder.

a. Efektivitas adalah ketercapaian target yang telah direncanakan, baik

dilihat dari capaian jumlah maupun mutu hasil kerja, sehingga dapat memberikan kepuasan.

b. Efisiensi diukur dari ketepatan realisasi pengunaan sumber daya dan

bagaimana dan bagaimana perkerjaan dilaksanakan, sehingga dapat diketahui ada atau tidak adanya pemborosan sumber daya, peyalahgunaan alokasi, penyimpangan, prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.

c. Berorientasi Mutu : Berkomitmen untuk senantiasa melakukan pekerjaan dengan arah dan tujuan untuk kualitas pelayanan;

5. Anti Korupsi

Korupsi atau rasuah (bahasa latin : corruption dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat public, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak, jadi anti korupsi merupakan sikap, perilaku serta pemikiran yang menentang korupsi, baik

sikap individu, kelompok masyarakat, maupun lembaga

kenegaraan.(sumber: Wikipedia)

a. Disiplin. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya. (sumber :

Wikipedia) Menurut Siswanto memandang bahwa disiplin ialah suatu

sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankan dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.

(25)

16

b. Tanggung Jawab. Menurut Abu dan Munawar (2007) tanggung jawab merupakan perbedaaan antara benar dan yang salah, yang boleh dan yang dilarang, yang dianjurkan dan yang dicegah, yang baik dan yang buruk, dan sadar bahwa harus menjauhi segala yang bersifat negatifdan mencoba membina diri untuk selalu menggunakan hal-hal yang positif. c. Kerja Keras. Kerja Keras menurut Mustari (2014) adalah merupakan perilaku atau tindakan uang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar atau pekerjaan) dengan sebaik-baiknya. Usaha pantang menyerah, yaitu tetap menjalankan tugas sekalipun menghadapi tantangan atau hambatan.

d. Mandiri. Mandiri adalah suatu sikap yang tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan permasalahan.

B. Kedudukan dan Peran PNS 1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, besih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN atau manajemen kepegawaian suatu proses pengelolaan pegawai/karyawan mulai dari perekrutan/rekruitmen sampai PHK (Putusan Hubungan Kerja). Tujuannya agar pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai tujuan individu, lembaga dan masyarakat. Di dalam manajemen pegawai terdapat beberapa nilai indikator yaitu

a. Keterbukaan: yang dimaksud dengan "keterbukaan" adalah bahwa dalam penyelenggaraan Manajemen ASN bersifat terbuka untuk publik.

b. Akuntabilitas: yang dimaksud dengan "asas akuntabilitas" adalah bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Pegawai ASN harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Whole of Government (WoG)

Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan yang

(26)

17

kesatuan menuju tujuan bersama, juga dikenal sebagai kolaborasi, kerjasama antar instansi, aktor pelayanan dalam menyelesaikan suatu masalah pelayanan. Di dalam Whole of Government terdapat beberapa nilai indikator, yaitu

a. Koordinasi: perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur.

b. Kolobarasi: adalah proses dua orang atau lebih, entitas atau organisasi yang bekerja sama untuk menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan.

c. Komunikasi: komunikasi adalah proses menciptakan dan berbagi ide, informasi, pandangan, fakta, perasaan, di antara orang-orang untuk mencapai pemahaman bersama.

3. Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa nilai indikator yaitu:

a. Akuntabel: yang dimaksud dengan Akuntabel adalah bahwa dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik harus bisa dipertanggung jawabkan.

b. Mudah dan Murah; Dalam KBBI mudah artinya tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan; tidak sukar; tidak berat dan gampang. Sedangkan murah adalah lebih rendah daripada harga yang dianggap berlaku di pasaran.

c. Transparan: adalah prinsip yang menjamin akses atau kebebasan

bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang

penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya serta hasil-hasil yang dicapai.

(27)

18

BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Masalah Gagasan

Isu merupakan suatu masalah yang harus segera ditindaklanjuti karena dapat mempengaruhi pekerjaan di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu terutama pada Bidang Ketahanan Pangan.

Adapun isu yang terjadi di Bidang Ketahanan Pangan. Saat ini diantaranya : 1. Pengarsipan Berkas Dana Bantuan P2L masih Belum Tersusun Rapi dan

Teratur.

Pengelolaan arsip yang dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah kearsipan akan menghadirkan manfaat yang besar bagi organisasi, pemerintah dan masyarakat. Ketersediaan arsip secara utuh, otentik dan terpercaya pada setiap Organisasi Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan nyata bagi pelaksanaan reformasi birokrasi utamanya untuk kemanfaatan penilaian kinerja, pertanggungjawaban kinerja, pelayanan publik serta penyediaan alat bukti bagi kepentingan lainnya.

Penataan kearsipan tidak sekedar disimpan atau ditumpuk begitu saja, tetapi perlu diatur cara penyimpanannya dengan melalui beberapa tahapan dengan tujuan sistem pengarsipan yang rapi dan ketika arsip dibutuhkan mudah ditemukan kembali. Namun yang terjadi di Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan pengarsipan berkas dana bantuan P2L masih belum tersusun rapi dan teratur. Faktor penyebabnya adalah masih kurangnya sistem pengelolaan arsip di Bidang ketahanan pangan.

2. Kurangnya Informasi Mengenai Asal Pangan Segar dari Penjual di Pasar. Pengawasan keamanan dan mutu pangan dilakukan untuk memastikan Pangan Segar yang beredar di pasaran bebas dari cemaran residu pestisida dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan Segar yang beredar dilakukan oleh Petugas di Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu setiap satu bulan sekali. Namun yang terjadi dilapangan adalah masih kurangnya informasi mengenai Asal Pangan Segar dari penjual dipasar. Faktor penyebabnya yaitu kurangnya keterbukaan penjual mengenai informasi asal dari Pangan Segar itu sendiri.

(28)

19

3. Kurangnya Ketepatan Waktu dalam Pelaporan Fisik kegiatan P2L.

Untuk menunjukan bukti kegiatan di lapangan penyuluh pertanian diharapkan mampu menunjukkan bukti kegiatan fisik berupa foto atau video kegiatan yang sudah di tandai dengan titik koordinat serta waktu dan nama lokasi kegiatan. Namun faktor penyebab terjadinya keterlambatan dalam pengiriman bukti kegiatan adalah masih ada beberapa lokasi kegiatan yang tidak terjangkau akses internet.

Dari masalah-masalah tersebut dilakukan analisis menggunakan tehnik APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak) pada Tabel 4.1 sebagai berikut :

Tabel 4.1 Analisis Isu dengan Teknik APKL

No Isu Aktual

Kriteria

Skor Total Ranking

A P K L

1

Pengarsipan Berkas Dana Bantuan P2L masih Belum Tersusun Rapi dan

Teratur

5 5 4 4 18 I

2 Kurangnya Informasi Mengenai Asal

Pangan Segar dari Penjual di Pasar 3 4 5 3 15 II

3 Kurangnya Ketepatan Waktu dalam

Pelaporan Fisik kegiatan P2L 4 3 3 3 13 III

Keterangan : 5 : Sangat Tinggi 4 : Tinggi 3 : Sedang 2 : Rendah 1 : Sangat Rendah

Dari analisis isu menggunakan tekhnik APKL maka diperoleh isu prioritas yaitu

“Pengarsipan Berkas Dana Bantuan P2L masih Belum Tersusun Rapi dan Teratur”, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor :

a. Masih Kurang Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam Bentuk Soft Copy.

Pengarispan berkas tidak selalu dalam bentuk Hard Copy namun terkadang juga di perlukan berkas dalam bentuk Soft Copy dalam sistem pengarsipan. Faktor penyebab isu di atas biasanya terjadi saat pengiriman berkas melalui via online seperti melalui whatsapps sehingga perlu waktu untuk menyiapkan berkas hingga pengiriman berkas tersebut.

(29)

20

b. Kurang Optimalnya Sistem Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

Sistem pengarsiapan di Bidang Ketahanan Pangan saat ini masih belum

optimal. Sehingga perlu pembaruan sistem pengarsipan untuk

mempermudah pekerjaan serta menghemat waktu dalam pencarian berkas. Faktor penyebab kurang optimalnya pengarsipan berkas P2L yaitu tidak adanya pengelola pengarsipan berkas di Bidang Ketahanan Pangan.

c. Masih Ditemukan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pangan Lestari (P2L) yang Tidak Diketahui

Pengarsipan berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L di Bidang Ketahanan Pangan masih belum lengkap. Sehingga masih terdapat berkas yang tidak sesuai dengan tempatnya atau masih adanya salah penempatan berkas.

Untuk menentukan penyebab utama isu, maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) pada tabel 4.2 , sebagai berikut :

Tabel 4.2 Analisis Isu dengan Teknik USG

Keterangan : 5 : Sangat Tinggi 4 : Tinggi 3 : Sedang 2 : Rendah 1 : Sangat Rendah No Masalah Pokok Kriteria Skor Total Ranking U S G 1

Masih Kurang Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam Bentuk Soft

Copy.

4 4 3 11 II

2

Kurang Optimalnya Sistem

Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

5 4 4 13 I

3 Masih Ditemukan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pangan Lestari (P2L) yang Tidak Diketahui.

(30)

21

Dari analisis menggunakan tehnik USG maka didapatkanlah penyebab utama dari isu adalah Masih Kurangnya Optimal Sistem Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Dari hasil dua sistem

analisa tersebut, ditetapkan judul penulisan yaitu: “Optimalisasi Sistem

Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan Program Microsoft Excel di Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu”.

Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi

lembar kerja yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation yang dapat dijalankan pada Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini merupakan bagian dari

Microsoft Office System. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik

yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan

Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di

dalam komputer mikro hingga saat ini.

Untuk meningkatkan kinerja di Bidang Ketahanan Pangan maka di perlukan sistem pengarsipan yang baik. Dengan menggunakan Microsoft Excel di harapkan bisa mempermudah dalam pencarian berkas, untuk itu penulis membuat rancangan sistem pengarsiapan dana bantuan Pemanfaatan Pangan Lestari (P2L) dengan menggunakan program Microsoft Excel.

(31)

22

B. Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan

Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi

UNIT KERJA : Dinas Pertanian dan Pangan

IDENTIFIKASI ISU : Pengarsipan Berkas Dana Bantuan P2L masih Belum Tersusun Rapi dan Teratur

ISU YANG DIANGKAT : Kurang Optimalnya Sistem Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

GAGASAN PEMECAHAN ISU : Optimalisasi Sistem Pengarsipan Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan Program Microsoft Excel di Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu

No

Kegiatan dan Output/Hasil

Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai-Nilai

Dasar PNS

Konstribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi dan

Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1 2 3 4 5 1 Kegiatan 1: Melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Output/ Hasil Kegiatan :

1. Membuat janji dengan Kepala Bidang

Ketahanan Pangan

1. Saya akan membuat janji dengan kepala bidang ketahanan pangan untuk jadwal konsultasi.

(Nasionalisme: Musyawarah,

WoG: Koordinasi). Saya akan

menyampaikan dengan bahasa yang baik.(Etika Publik: Sopan).

Kontribusi terhadap Visi Misi:

Dengan adanya catatan hasil pertemuan berupa saran dan pendapat atasan maka saya mendukung Visi dan Misi organisasi yaitu " Terwujudnya

Pertanian yang maju,

2. Berkonsultasi dan Mencatat Saran yang

2. Saya akan hadir tepat waktu di kantor sesuai dengan jadwal yang

(32)

23 Adanya hasil

pertemuan berupa saran dan masukan dari atasan yang dituangkan dalam catatan hasil pertemuan Diberikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan

sudah di sepakati. (Anti Korupsi: Disiplin). Kemudian saya akan melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Ketahanan Pangan terkait rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan di Bidang

Ketahanan Pangan. (Manajemen

ASN: Keterbukaan,

Akuntabilitas: Jujur) Saya akan

mencatat hasil konsultasi dengan Kepala Bidang Ketahanan

Pangan serta saran yang diberikan. (Komitmen Mutu: Berorientasi Mutu, Pelayan

Publik: Akuntabel)

Tangguh dan efisien dengan dukungan peningkatan sumber daya manusia menuju masyarakat petani – peternak yang sejahtera.

Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Adanya catatan hasil pertemuan berupa saran dan pendapat atasan dengan menguatkan nilai “Keterbukaan” 2 Kegiatan 2: Membuat Rancangan Sistem Pengarsipan dengan Program Ms. Excel Output/Hasil Kegiatan : Adanya Rancangan Sistem Pengarsipan 1. Membuat Rancangan Sistem Pengarsipan di dalam Program Ms.

Excel berupa Layout

1. Saya akan membuat rancangan dari sistem pengarsipan berupa

Layout dengan menggunakan

program Ms. Excel.

(Akuntabilitas : Kejelasan Target) Kemudian saya

memberikan judul layout yang sesuai nama berkas (Etika

Publik: Cermat)

Kontribusi terhadap Visi Misi: Dengan adanya

Rancangan Sistem Pengarsipan dengan Program Ms. Excel maka saya mendukung Visi dan Misi Organisasi yaitu

“Peningkatan, peran dan fungsi balai penelitian dan pengembangan (BPP) kelansin dan

2. Menghubungan Layout dengan

2. Saya akan Menghubungkan

(33)

24 dengan Program Ms.

Excel

Hyperlink dalam

Program Ms. Excel

menggunakan Program Ms. Excel (Komitmen Mutu: Efisiensi,

Pelayan Publik: Akuntabel)

pengusaha pelaku bisnis

Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Adanya Rancangan Sistem Pengarsipan dengan

Program Ms. Excel dengan menguatkan nilai

“Akuntabilitas dan

Dedikasi

3. Menyerahkan Hasil Rancangan Tersebut Kepada atasan dan Meminta saran

3. Saya akan menyampaikan hasil rancangan kepada atasan.

(Manajemen ASN : Keterbukaan). Saya akan meyampaikan dengan kalimat yang baik serta meminta saran dari atasan (WoG:

Koordinasi, Nasionalisme: Kerja Sama)

4. Menyimpan Hasil Rancangan Sistem Pengarsipan di dalam Laptop

4. Saya akan menyimpan hasil rancangan sistem pengarsipan di dalam Laptop (Anti Korupsi: Tanggung Jawab) 3 Kegiatan 3 : Memvalidasi Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan P2L Output/ Hasil Kegiatan:

Adanya hasil Validasi berupa catatan berkas yang sudah lengkap.

1. Mengumpulkan

Berkas Dana Bantuan Pemanfaatan P2L

1. Saya akan mengumpulkan berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L yang diperlukan (Anti Korupsi: Mandiri). Kemudian saya meminta bantuan Staff di Bidang

Ketahanan Pangan untuk memvalidasi berkas

(Nasionalisme: kerja sama). Saya akan meminta bantuan dengan menggunakan kalimat yang baik. (Etika Publik: sopan)

Kontribusi terhadap Visi Misi: Dengan adanya hasil

Validasi berupa catatan berkas yang sudah lengkap maka saya mendukung Visi dan Misi Organisasi yaitu

“Pemenuhan Kebutuhan

dasar baik struktural maupun fungsional melalui pemberdayaan

(34)

25 2. Mencatat Berkas

yang Sudah sesuai dan Berkas yang Masih Kurang untuk segera dilengkapi

2. Bersama Staff Bidang Ketahanan Pangan saya akan memeriksa kelengkapan berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L. (WoG: kolaborasi, Akuntabilitas: Tanggung jawab) saya juga akan mencatat jika masih ada berkas yang masih belum lengkap untuk segera di lengkapi. (Manajemen

Asn: Akuntabilitas)

aparatur pertanian yang tangguh, prima, disiplin dan bertaqwa.

Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Adanya hasil Validasi berupa catatan berkas yang sudah lengkap dengan menguatkan nilai “Keterbukaan”

3. Berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L yang sudah lengkap di simpan di gobi

dengan rapi

3. Saya akan menyimpan berkas dana P2L yang sudah di periksa kedalam Gobi. (Komitmen Mutu: Efektif, Pelayan Publik:

Akuntabel)

4 Kegiatan 4:

Mengubah bentuk berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L dari

Hard Copy ke bentuk file (Soft Copy)

Output/ Hasil Kegiatan : Tersedianyan berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L 1. Menyiapkan Berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L yang diperlukan

1. Saya akan menyiapkan berkas bantuan Pemanfaatan P2L yang sudah di validasi. (Nasionalisme: Disiplin). Kemudian saya akan mengatur penyusunan berkas perkelompok tani (Anti Korupsi: Mandiri, Manajemen ASN: Efektif)

Kontribusi terhadap Visi Misi: Dengan tersedianyan

berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L dalam Bentuk File (Soft Copy) maka saya mendukung Visi dan Misi Organisasi yaitu “Pemenuhan

Kebutuhan dasar baik struktural maupun fungsional melalui pemberdayaan aparatur 2. Mengubah Berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L dari

2. Saya akan mengubah berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L dari Hard Copy ke Soft Copy. (Komitmen Mutu: Efisiensi,

(35)

26 dalam Bentuk File

(Soft Copy)

Hard Copy ke Soft Copy

Pelayan Publik: Mudah dan

Murah). Kemudian saya menamai

file tersebut sesuai dengan nama

kelompok . (Etika Publik: Cermat)

pertanian yang tangguh, prima, disiplin dan bertaqwa.

Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Tersedianyan berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L dalam Bentuk File (Soft

Copy) dengan menguatkan

nilai “Akuntabilitas” 3. Menyimpan berkas

dana bantuan Pemanfaatan P2L (Soft Copy) kedalam Hardisk

3. Saya akan menyimpan file dana bantuan Pemanfaatan P2L di dalam Hardisk memastikan file tersebut aman dan sudah di Back

Up. (Akuntabilitas:Tanggung Jawab) 5 Kegiatan 5 : Menginput Berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L

(Soft Copy) Kedalam

Program Ms. Excel Output/ Hasil Kegiatan: Tersedianya sistem pengarsipan dana bantuan Pemanfaatan 1. Memeriksa Kelengkapan Berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L (Soft Copy)

1. Saya akan memeriksa kembali berkas dana bantuan

Pemanfaatan P2L tersebut, apakah sudah sesuai atau masih salah penempatan. (Etika Publik: Cermat) Jika masih ada berkas yang kurang sesuai seperti nama berkas dan isi berkas tersebut tidak sesuai maka saya akan segera membenarkannya. (Akuntabilitas: Jujur, Pelayan

Publik: Transparan)

Kontribusi terhadap Visi Misi: Dengan tersedianya

sistem pengarsipan dana bantuan Pemanfaatan P2L dengan Program Ms. Excel maka saya mendukung Visi dan Misi Organisasi yaitu “Peningkatan, peran dan

fungsi balai penelitian

dan pengembangan

(BPP) kelansin dan

pengusaha pelaku

bisnis”.

2. Menginput file Berkas dana bantuan

Pemanfaatan P2L

2. Saya akan menginput file berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L di dalam sistem pengarsipan yang

(36)

27 P2L dengan Program

Ms. Excel

dalam Setiap Layout di Program Ms. Excel dan Memeriksa

Berkas apakah sudah sesuai dg Layout

telah dibuat dengan program Ms.

Excel., (Manajemen ASN:

Akuntabilitas, Anti Korupsi: Kerja Keras) kemudian saya memeriksa berkas apakah sudah sesuai dengan Layout . (Komitmen

Mutu: Efektifitas)

Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

tersedianya sistem

pengarsipan dana bantuan Pemanfaatan P2L dengan Program Ms. Excel dengan menguatkan nilai “Akuntabilitas” 3. Menyerahkan sistem pengarsipan berkas P2L dengan Program Ms. Excel kepada atasan.

3. Saya akan menyerahkan sistem pengarsipan berkas dana bantuan Pemanfaatan P2L yang sudah selesai kepada atasan dengan menyampaikan cara kerja sistem pengarsipan tersebut.

(Nasionalisme: Tanggung Jawab, WoG: Komunikasi)

Menyetujui, Coach, SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001 Mentor , MAHYUDIN, SP NINIP. 19750701 200604 1 008 Peserta, DEKI SULKARNAIN, S.TP NIP. 19951015 202012 1 006

(37)

28

C. Jadwal Implementasi dan Konsultasi 1. Jadwal Implementasi Aktualisasi

Dalam melaksanakan rencana aktualisasi akan dijadwalkan pada waktu tertentu dan mempunyai output yang jelas agar dapat memudahkan Calon Pegawai Negeri Sipil membuat laporan hasil aktualisasi. Berikut jadwal rencana aktualisasi pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu di bawah ini :

Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi

Nama : Deki Sulkarnain, S.TP

Instansi : Dinas Pertanian dan Pangan Tempat Aktualisasi : Dinas Pertanian dan Pangan

No Kegiatan Tanggal

Pelaksanaan

Output

1 Membuat janji dan melakukan

pertemuan dengan Kepala Bidang Ketahanan Pangan

26 April 2021- 27 April 2021

Adanya hasil pertemuan berupa saran dan

masukan dari atasan yang dituangkan dalam catatan hasil pertemuan

2 Membuat Rancangan

Sistem Pengarsipan dengan Program Ms. Excel 28 April 2021 – 30 April 2021 Rancangan Sistem Pengarsipan dengan Program Ms. Excel

3 Memvalidasi Berkas Dana

Bantuan Pemanfaatan P2L

3 Mei 2021 - 5 Mei 2021

Adanya hasil Validasi berupa catatan berkas yang sudah lengkap

4 Mengubah bentuk berkas

dana bantuan Pemanfaatan P2L dari Hard Copy ke bentuk file (Soft Copy)

6 Mei 2021 – 11 Mei 2021

Tersedianyan berkas dana bantuan

Pemanfaatan P2L dalam Bentuk File (Soft Copy) 5 Menginput Berkas dana

bantuan Pemanfaatan P2L 19- Mei 2021 – 25 Mei 2021 Tersedianya sistem pengarsipan dana bantuan Pemanfaatan

(38)

29 (Soft Copy) Kedalam

Program Ms. Excel P2L dengan Program Ms. Excel Putussibau, April 2021 Menyetujui, Mentor , MAHYUDIN, SP NINIP. 19750701 200604 1 008 Peserta, DEKI SULKARNAIN, S.TP NIP. 19951015 202012 1 006

(39)

30

D. Jadwal Konsultasi dengan Coach

Tabel dibawah ini menggambarkan jadwal kegiatan konsultasi mengenai rancangan aktualisasi bersama Coach.

Tabel 4.5 Jadwal Konsultasi dengan Coach

Nama : Deki Sulkarnain, S.TP

Instansi : Dinas Pertanian dan Pangan Tempat Aktualisasi : Dinas Pertanian dan Pangan

No kegiatan Kegiatan Catatan

Bimbingan Media Komunikasi Paraf 1 09-04-2021 Memberikan Referensi Terkait Contoh Rancangan Aktualisasi Yang Sudah Ada Sebelumnya Referensi Subtabsi Penulisan Melalui Whatsapp 2 10-04-2021 Pembimbingan Awal (Briefing) Perkenalan Dan Pembagian Jadwal Bimbingan Tatap Muka 3 12-04-2021 Pengumpulan Gambaran Umum Organisasi Mengumpulkan Data Organisasi: Visi, Misi Dan Struktur Organisasi Tatap Muka 4 13-04-2021 Penentuan Indikator ANEKA Menyusun Rancangan Dari Bab I Sampai Bab III

(40)

31 5 14-04-2021 Identifikasi Isu-Isu Strategis Dan Masalah Mencari Isu Dan Faktor Penyebab Isu Tatap Muka 6 16-04-2021 Pembuatan Tabel Rancangan Aktualisasi Menyusun Rancangan Bab IV Tatap Muka 7 17-04-2021 Konsultasi Konsep Ra dengan Coach Menguraikan Tahapan-Tahapan Kegiatan Sebagai Upaya Penyelesaian Isu Tatap Muka 8 18-04-2021 Pemantapan ( Cek Kaidah Penulisan, Kerapian dan Kelengkapan) Menyelesaikan Konsep RA hingga Finalisasi RA Tatap Muka 9 19-04-2021 Pembuatan Power Point RA Pembuatan Bahan Presentasi Untuk Seminar Tatap Muka Mengetahui, Coach, SAGITARISMAN, S.I.P NIP. 19881211 201402 1 001 Peserta Diklat, DEKI SULKARNAIN, S.TP NIP. 19951015 202012 1 006

(41)

32

DAFTAR PUSTAKA

Abu, Munawar. (2007). Psikologi perkembangan. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Akuntabilitas: Modul

Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga

Administrasi Negara Republik Indonesia

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Nasionalisme: Modul

Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Etika Publik:Modul

Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Komitmen Mutu: Modul

Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Anti Korupsi:Modul

Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru Tahun 2015. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Mustari, (2014). Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan. Jakarta:Raja Grafindo Persada

PEMERPAN RB Nomor 29 Tahun 2019 tetang jabatan fungsional Analis Ketahanan

Pangan

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil

Negara

Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021

Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

Sari. (2014). Pengaruh Budaya Organisasi danDisiplin Kerja Terhadap Kinerja

(42)

33

(43)

34

BIODATA PENULIS

1. Nama : Deki Sulkarnain, S.TP 2. Jenis Kelamin : Laki – Laki

3. Tempat/Tanggal Lahir : Teluk Aur, 15 Oktober 1995 4. N I P : 19951015 202012 1 006

5. Pangkat / Gol. Ruang : Penata Muda / III a 6. Status : Belum Menikah

7. Agama : Islam

8. Pendidikan : S-1 Teknologi Pangan

9. Jabatan : Ahli Pertama- Analis Ketahanan Pangan 10. Unit Kerja : Dinas Pertanian dan Pangan

11. Alamat Unit Kerja : Jl. DI Pandjaitan No. 20 Putussibau - Nomor Telepon : (0567) 21049

12. Alamat Rumah : Jl. Gajah Mada, Komp. Pengadilan No 14 - Nomor HP : 085654477456/082157012264

13. Motto : “Jika Kau Ingin Mengatur Orang Lain, Aturlah Dulu Dirimu sendiri”

Gambar

Tabel 4.1 Analisis Isu dengan Teknik APKL
Tabel 4.2 Analisis Isu dengan Teknik USG
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi  UNIT KERJA                            : Dinas Pertanian dan Pangan
Tabel 4.4 Jadwal Implementasi Aktualisasi  Nama                       : Deki Sulkarnain, S.TP
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dengan judul, “Manajemen Kegiatan Bimbingan Teknis Menanggulangi Kemiskinan dengan Optimalisasi Lahan Pekarangan Oleh Badan Ketahanan Pangan Daerah”.. Dosen

Pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, saat ini sistem pengarsipan data harga pangan masih dilakukan dengan cara

Mutu, dan Ketersediaan Pangan Masyarakat Pemanfaatan Diversifikasi Bahan Pangan Optimalisasi Kelembagaan Ketahanan Pangan Program Peningkatan.

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan salah satu konsep pemanfaatan lahan pekarangan baik di pedesaan maupun perkotaan untuk mendukung

bantuan pemanfaatan lahan pekarangan (6 kelompok), pelatihan hidroponik (40 orang) dan kompos (40 orang).. Jumlah kelompok penerima bantuan pemanfaatan

Pembayaran Dana Bantuan Sosial Pemberdayaan Kelompok Wanita melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan dimaksud pada pasal 3 ayat (2) Surat Perjanjian Kerjasama ini

Dengan menggunakan aplikasi google sheet diharapkan ada perubahan format data dalam pengiriman data informasi bencana dari kecamatan Putussibau Utara.. Microsoft Excel dan

LAPORAN KERJA PRAKTIK PROSEDUR PENANGANAN PASCAPANEN SAYUR POKCOY Barssisca rapa L PADA PEKARANGAN PANGAN LESTARI P2L DI DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN PEKALONGAN