• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Pulau Lancang Besar dan perairan sekitarnya, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dan berlangsung dari bulan November 2001 sampai bulan Januari 2002.

Ekosistem mangrove di lokasi ini terletak di bagian barat dan utara dengan perairan yang jernih dan dasar perairan didepannya adalah karang dengan sedikit lumpur. Di depan perairan tersebut terdapat gobah dengan kedalaman 10

-

20 meter yang oleh penduduk dimanfaatkan untuk budidaya rurnput laut. Di bagian lain dari pulau ini terdapat dermaga yang cukup ramai dan usaha budidaya ikan di jaring apung dengan jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan bandeng, kerapu dan ikan Iingkis secara tradisional. Perairan lautnya selain untuk usaha budidaya rumput laut, juga dimanfaatkan untuk penangkapan ikan teri medanfteri nasi, cumi-curni dan ikan jenis lainnya dengan menggunakan bagan tancap dan bagan apung, sedangkan di bagian lain dari daratan terdapat areal pengolahan dan tambak ikan secara tradisional.

Pengambilan Contoh

Untuk menyederhanakan proses seleksi sampel maka digunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel tidak secara acak, tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Jumlah

(2)

50 responden untuk penduduk tetap dan pendatang masing-masing sebanyak 30 orang, sehingga jurnlah seluruhnya adalah 60 orang. Penduduk tetap adalah penduduk yang menetap di sekitar lokasi penelitian dan diakui secara resmi oleh pemerintah daerah setempat, sedangkan pendatang adalah penduduk yang berasal dari luar Pulau Lancang Besar dan secara periodik memanfaatkan perairan sekitar Pulau Lancang Besar untuk keperluan hidupnya. Responden yang diamati adalah penduduk dewasa yang mengetahui tentang pengelolaan ekosistem mangrove

dan

memanfaatkan ekosistem tersebut untuk kepentingannya. Penduduk dewasa dalam hal ini, berarti yang bersangkutan telah matang dalam mengambil keputusan dan berpikir secara positif dalam mengambil tindakan, dan diharapkan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini ada dua jenis data yang dikumpulkan, yaitu data pri~lier dan data sekunder. Data primer atau data lapangan diperoleh melalui wawancara clan observasi (pengamatan). Wawancara dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan dari responden yang tinggal di sekitar lokasi penelitian dengan berpedoman pada suatu daftar pertanyam (kuesioner) yang telah disusun sesuai dengan tujuan

penelitian. Sedangkan observasi dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang lokasi, keadaan lingkungan kawasan, lokasi hunian/nunah dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh responden yang terkait dengan pengelolaan ekosistem mangrove.

Sedangkan data sekunder diperoleh melalui lembagalinstansi terkait, seperti: Dinas Kehufanan, Dinas Perikanan, Bappeda DKI Jakarta, Biro Pusat Statistik DKI

(3)

Jakarta, Kantor Kelurahan Pulau Pari dan Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PCRA (Participatory Coastal Resource Assessment), yaitu metode yang meliputi :

1) mengumpulkan data yang telah tersedia di kantor-kantor kelurahan, kecamatan

maupun sumber lain

2) observasi langsung dan ikut berpartisipasi dalam menaksir sistem sumberdaya pesisir lokal

3) mengumpulkan secara sengaja tingkat kondisi lokal

4) mengangkat arus balik lokal (terutama dari pemakai sumberdaya lokal) pada pengurnpul informasi

5) mengintegrasikan semua tingkatan informasi pada kompnen pertama dalam dokumen "Keadaan Daerah Pesisir" dengan menyediakan sumber informasi penting selama perencanaan secara partisipatif

Variabel yang Diamati

Variabel-variabel yang diamati dalarn penelitian ini meliputi: (1) tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove, (2) urnur, (3) pendidikan formal, (4) lama bekerja, (5) jumlah anggota keluarga, (6) keanggotaan suatu organisasi dan (7) pendapatan. Ketujwl variabel tersebut di bagi atas dua bagian, yaitu variabel tidak bebas (Y) dan variabel bebas (Xi). Variabel tidak bebas (Y) dalam penelitian ini adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove, sedangkan. variabel bebas (Xi) meliputi: urnur, lama bekerja,

(4)

52 pendidikan formal, jumlah anggota keluarga, keanggotaan suatu organisasi dan pendapatan.

Gambar 2. Keterkaitan Masyarakat Dengan Ekosistem Mangrove

Variabel Independen Variabel Dependen

-

Karakteristik atau latar belakang sosial:

Umur

.

Pendidikan formal

Lama bekerja

Jumlah anggota keluarga

Dalam bahasan mengenai partisipasi masyarakat dalam peningkatan potensi hutan mangrove terdapat dua jenis variabel yaitu variabel dependen d m variabel independex Variabel independen qdalah variabel yang mempengaruhi variabel- variabel lain tapi boleh jadi tidak memiliki kaitan satu sarna lain. Sedangkan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen yaitu variabel yang berubah menurut perubahan di dalam variabel independen itu.

Sebagai variabel independen adalah karakteristik atau latar belakang sosial, partisipasi dan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove.

Keanggotaan stiatu organisasi PendapatanlBulan

Partisipasi masyarakat daiam peningkatan potensi ekosistem

Mangrove 4

(5)

53 Sedangkan variabel dependen adalah partisipasi masyarakat dalam peningkatan potensi hutan mangrove.

Pengukuran variabel-variabel tersebut, adalah:

1) Tingkat partisipasi adalah tingkatfintensitas keikutsertaan responden dalam kegiatan pengelolaan ekosistem mangrove, yang di ukur berdasarkan jurnlah fiekuensi dari bentuk, jenidtipe dan tahapan dalam partisipasi

2) Umur adalah usia responden yang dihitung dari tanggal lahir sampai saat penelitian dilakukan dan dinyatakan dalam tahun

3) Pendidikan formal adalah jenjang pendidikan resmi yang pernah diikuti responden sampai saat penelitian dilakukan, yang dinyatakan dalam tahun 4) Jenis mata pencaharian pokok adalah jenis mata pencaharian utarna yang

menopang seluruh kehidupan rumah tangga responden sampai saat penelitian dilakukan

5) Jumlah anggota keiuarga adalah jumlah seluruh anggota keluarga yang meliputi bapak, ibu, anak dan orang lain yang menjadi tanggungan keluarga dan dinyatakan dalam orang/jiwa

6) Keanggotaan suatu organisasi adalah keikutsertaan responden dalam suatu organisasi sampai saat penelitian dilakukan

7) Pendapatan adalah tingkat pendapatan total yang diperoleh responden, baik dari mata pencaharian utama maupun di luar mata pencaharian utama dalam satu bulan dan dinyatakan dalam Rp/bulan

8) Persepsi adalah tingkat pemahaman responden tentang pengelolaan ekosistem mangrove yang di ukur dari tingkat pemahaman dan pengetahuan

(6)

54 responden akan dampak dan manfaat dari pengelolaan ini dan potensi sumberdaya alarn

Metode Analisis Data

Pengolahan data dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

1) Penyuntingan data, dalam ha1 ini yang dilakukan antara lain: a) Memeriksa kelengkapan pengisian kuesioner

b) Memeriksa kesesuaian jawaban satu dengan lainnya c) Memeriksa relevansi jawaban

d) Menyeragamkan satuan data

2) Mengadakan tabulasi (skor, frekuensi dan persentase), dari setiap jenis dataljawaban, kemudian dimasukkan dalam tabel yang telah disiapkan. Pemberian skor terhadap setiap data dan item berdasarkan skala Likert dengan interval skor angka 1 merupakan skor yang paling rendah dan angka 3 merupakan skor yang paling tinggi

3) Untuk melihat pengaruh dari variabel tidak bebas terhadap variabel bebas digunakan uji korelasi rank Spearman (Siegel, 1986). Pemilihan uji koefisien korelasi rank Spearman didastxkan pada kemampuan uji ini, yaitu: (1) dapat melihat

arah

korelasi antara variabel tidak bebas dengan variabel bebas, (2) dalam menorrnalkan data yang dilakukan melalui urutan atau

ranking (sesuai dengan banyaknya data) dan (3) mudah dipelajari dan diterapkan baik untuk data nominal clan ordinal. Rurnus yang digunakan (Levin and Fox, 1997) adalah:

(7)

Dimana: 3 = koefisien korelasi

Rank

Spearman

D = perbedaan rangking antara variabel X dan Y

N = Jumlah sampel

4) Sesudah dilakukan hasil analisis uji variabel bebas dan variabel tidak

bebas, selanjutnya diadakan inventarisasi dan evaluasi faktor internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman (matriks SWOT). Matriks ini dapat menunjukkan bagaimana partisipasi masyarakat disesuaikan dengan berbagai peluang dan ancaman yang dihadapi dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki ekosistem hutan mangrove Pulau Lancang Besar. Ddam menentukan strategi yang terbaik, dilakukan pemberian bobot yang berkisar antara 0,O sampai 1,O. Nilai 0,O berarti tidak penting dan nilai 1,O berarti sangat penting. Disamping itu, diperhitungkan rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala dari 4 sarnpai dengan 1, selanjutnya bobot dan rating dikalikm untuk menghasilkan skor. Setelah masing-masing unsur SWOT diperhitungkan skornya, selanjutnya unsur-unsur tersebut dihubungkan keterkaitannya dalam bentuk matriks untuk memperoleh beberapa alternatif strategi. Ada empat alternatif strategi yang dapat diperoleh dari matriks tersebut:

(8)

56 a. Strategi SO, yaitu membuat strategi dengan cara menggunakan

kekuatan untuk memanfaatkan peluang

b. Strategi WO, yaitu membGt strategi dengan cara meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang

c. Strategi ST, yaitu membuat strategi dengan cara menggunakan kekuatan untuk mengatasi mcaman

d. Strategi WT, yaitu membuat strategi dengan cara meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman

Definisi Operasional

Pengertian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

1) Mangrove adalah tixnbuhan yang terdapat di daerah pantai yang dipengaruhi oleh pasang s t n t air laut.

2) Hutan mangrove adalah suatu bentuk komunitas pohon-pohonan yang

berada di tepi pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

3j Ekosistem mangrove adalah suatu kegiatan yang terjadi pada lingkungar- mangrove yang saling berhubungan hingga membentuk suatu sistem.

4) Sumberdaya alam adalah sumber-surnber yang diperoleh dari alam yang a terbagi atas dua jenis yaitu yang sumberdaya dam yang dapat diperbaharui, seperti hutan dan perikanan clan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, seperti minyak, batubara dan gas alam.

5 ) Wilayah pesisir adalah daerah yang berada di sepanjang tepi pantai.

(9)

7) Peranserta adalah suatu proses komunikasi dua arah.

8) Partisipasi adalah bagian dari kegiatan-kegiatan yang menunjang peranserta.

9 ) Persepsi adalah tanggapan atas suatu keadaan atau kejadian oleh seorang

individu.

10) Masyarakat adalah sejumlah manusia yang berada di suatu tempat tertentu. 11) Peranserta masyarakat adalah suatu kegiatan yang merupakan komunikasi

dua arah di dalam masyarakat.

12) Potensi adalah nilai keunggulan yang dikandung oleh suatu sumberdaya alarn maupun sumberdaya manusia, namun belum banyak digali dan dikembangkan sehingga peruntukannya menjadi mubazir.

13) Masyarakat nelayan adalah sekelompok manusia atau individu yang mempunyai peke rj? menangkap ikan dan biasanya tinggal di tepi pantai. 14) Penduduk adalah individu yang tinggal menetap dan tercatat pada suatu

wilayah tertentu.

15) Penduduk pendatang adalah individu dari daerah lain yang tinggal di suatu tenlpat tertenm cialam komunitas masyarakat di suatu wilayah.

16) Pendidikan adalah suatu tingkatan belajk pada suatu lembaga atau institusi yang diakui oleh pemerintah dan didirikan oleh setiap warga negara yang bertanggung jawab dalam perikehidupan mencerdaskan bangsa.

17) Pendapatan adalah upah dari hasil jerih payah yang telah dilakukan oleh individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dinyatakan dalam RpBulan.

(10)

58

18) Kondisi sosial ekonomi adalah keadaan yang mempengaruhi perikehidupan seseorang dalam aspek sosial dan ekonomi.

19) Taraf sosial ekonomi adalah suatu tingkatan yang mempengaruhi harkat dan status sosial seseorang, dikarenakan kualitas dan kuantitas sosial ekonomi yang dimilikinya.

Gambar

Gambar  2.  Keterkaitan Masyarakat Dengan Ekosistem Mangrove

Referensi

Dokumen terkait

Hutan mangrove sebagai hutan yang tumbuh pada tanah alluvial di daerah pantai dan sekitar muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut serta ciri dari.. hutan ini terdiri

Hutan mangrove memiliki ciri-ciri sebagai berikut : tidak dipengaruhi iklim, terpengaruh pasang surut, tanah tergenang air laut, atau berpasir dan tanah liat, tanah rendah pantai,

(2006) mendefinisikan hutan mangrove sebagai hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut, dan

Soerianegara (1993) menyatakan hutan mangrove adalah yang tumbuh pada tanah aluvial di daerah pantai dan sekitar muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air

Istilah mangrove digunakan untuk segala tumbuhan yang hidup disepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut.. Dengan demikian pada suatu kawasan hutan

Merupakan subfasies delta yang berada pada daerah dengan energi yang tinggi, yaitu. sedimen secara langsung dipengaruhi oleh arus pasang surut, arus laut sepanjang

Ekosistem mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang waktu air

Menurut Watson (1928) karakteristik mangrove secara umum tidak dipengaruhi oleh iklim, tetapi dipengaruhi oleh pasang surut air laut (tergenang air laut pada saat pasang