Berbahagia rasanya dapat menjumpai para nasabah PT. Fortis Investments, para investor dan publik yang lebih luas yang memiliki antusiasme mengikuti dinamika pasar investasi serta memiliki kepercayaan kepada wahana Reksa Dana sebagai salah satu “kendaraan” dalam mencapai tujuan investasinya. Menjadi kehormatan bagi kami ketika kami mendapat sambutan hangat bertemu dan berdiskusi dengan para nasabah dan investor ketika pasar begitu bergejolak diterpa krisis keuangan global.
Berbeda dengan ketika krisis yang hampir mirip menerpa dunia Reksa Dana pada tahun 2005, apa yang kami temui pada krisis yang melanda Reksa Dana sepanjang tahun 2008 adalah kedewasaan dan ketenangan pada sebagian besar para nasabah dan investor yang menurut hemat kami sungguh luar biasa. Hal ini terbukti dengan tidak terjadinya kepanikan dan penarikan (redemption) masal di industri Reksa Dana sepanjang tahun 2008.
Pasar saham yang mengalami penurunan sekitar 50% sepanjang tahun 2008, dimana hal tersebut mengakibatkan penurunan yang kurang lebih sama pada kinerja Reksa Dana saham, tidak membuat sebagian besar investor Reksa Dana saham menjadi panik. Suatu bukti adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi yang menerpa industri reksa pada tahun 2005, khususnya pada Reksa Dana pendapatan tetap. Memang tidak “fair” membandingkan perilaku investor pada dua jenis Reksa Dana yang berbeda, namun, secara keseluruhan dapat kami simpulkan bahwa pemahaman investor Reksa Dana sudah semakin baik.
Materi yang kami sajikan dalam versi pendek (short version) “buku mini” ini adalah materi presentasi yang kami sampaikan dalam banyak “investor gathering” ketika pasar mengalami penurunan secara signifikan dan juga ketika pasar mulai kembali bergerak menuju arah yang positif (walaupun kita semua menyadari bahwa pasar akan selalu bergerak naik dan turun sepanjang masa). Kami tergerak menyusun materi presentasi ini menjadi sebuah “buku mini” dengan menambahkan penjelasan ringkas dari setiap
presentation slide yang kami tampilkan agar lebh mudah dipahami dan bisa dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan investasi. Investor tentunya paham bahwa akan selalu ada risiko dalam berinvestasi dan bahwa kinerja masa lampau tidak bisa mencerminkan kinerja masa kini atau masa datang. Oleh sebab itu, tulisan ini pun tidak memberikan jaminan apa-apa tentang kinerja investasi masa datang, selain dari mencoba belajar dari apa-apa yang mungkin bisa diambil manfaatnya dari kejadian yang sudah berlalu. Itu sebabnya judul “Learning From the Past” diambil untuk buku ini. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Selamat berinvestasi !
DON’T FORGET THE BASIC
PRINCIPLES
Proses Investasi
Utamakan Disiplin
Buat Perencanaan Keuangan
Tujuan dan batasan investasi Jangka waktu investasi Kebutuhan likuiditas Alokasi dana investasi Pahami profil risiko
Strategi Alokasi Aset
Diversifikasi Mulai dengan alokasi dalam aset berisiko dengan jumlah kecil,
Pertahankan jumlah alokasi yang cukup untuk likuiditas
Implementasikan Rencana
Pemilihan Fund Manager yang tepat Implementasikan alokasi aset
Investasi bertahap / investasi rutin
Monitor dan Evaluasi
Memantau kinerja investasi Evaluasi ulang pencapaian
tujuan
Evaluasi alokasi aset sesuai tujuan investasi
Di setiap kegiatan, ada baiknya dimulai dengan menentukan tujuan dan melakukan perencanaan. Itulah sebabnya hampir selalu dibutuhkan pemahaman akan tujuan dan proses dari apa yang hendak kita lakukan. Investasi juga memiliki proses. Paling tidak ada 4 langkah dalam proses berinvestasi, di mana masing-masing tahapan memiliki variabel dan faktor yang perlu ditentukan: 1. Perencanaan;
2. Strategi Alokasi Aset; 3. Implementasi Rencana;
4. Monitoring, Evaluasi dan Penyesuaian.
Pada tahap Perencanaan misalnya, tujuan berinvestasi di saham sebaiknya didedikasikan untuk mencapai tujuan investasi pertumbuhan nilai aset dalam jumlah tertentu dalam jangka panjang, dan bukan untuk meraih keuntungan jangka pendek. Kemudian tentukan berapa tahun anda dapat berkomitmen untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Pada tahap Penentuan Strategi Alokasi Aset misalnya, perlu pemahaman akan pentingnya melakukan diversifikasi dalam rangka mengurangi risiko. Untuk pemilihan jenis aset yang berisiko seperti saham, jika anda baru memulai berinvestasi, mulailah dengan jumlah alokasi yang rendah. Sebaiknya anda mempertahankan alokasi ini sampai anda merasa nyaman dengan kondisi naik turunnya pasar, dan terbiasa merasakan “kerugian di atas kertas” atau “unrealized loss” karena naik turunnya nilai investasi dari waktu ke waktu. Selain itu, anda juga perlu membatasi penempatan pada saham dengan batasan alokasi tertentu, mengingat risiko yang mungkin timbul.
Pada tahap Implementasi Rencana, jika anda memutuskan untuk berinvestasi secara tidak langsung dengan memanfaatkan Reksa Dana, anda perlu memilih manajer investasi dimana anda merasa nyaman dan dapat mempercayai manajer investasi tersebut untuk mengelola investasi anda. Kemudian anda dapat memilih jenis-jenis Reksa Dana yang sesuai dengan aset alokasi yang telah ditentukan. Pertimbangkan juga investasi secara bertahap atau investasi rutin (metode dollar cost averaging) dalam tahap implementasi ini.
Pada tahap Monitoring, Evaluasi dan Penyesuaian, anda perlu memantu kinerja dari investasi anda, dan melihat kembali, apakah pilihan investasi yang telah ditentukan telah sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko anda. Dalam tahap ini pula, perlu diadakannya penyesuaian alokasi, sekiranya telah terjadi pergerakan bobot karena pergerakan pasar.
“Don’t put all eggs in one basket”
Untuk mengurangi risiko, kita perlu menyebar penempatan investasi
sehingga bisa terhindar dari risiko kerugian secara total (total loss)
Pentingnya Diversifikasi
Sumber gambar:
Diversifikasi sepertinya menjadi nasihat abadi dalam berinvestasi. Prinsip diversifikasi pada dasarnya adalah cara untuk mengurangi risiko investasi dari kerugian besar atau kehilangan seluruhnya dari investasi yang sudah ditanamkan. Contoh sederhana, jika anda hanya menempatkan seluruh dana investasi anda pada deposito dan menempatkannya hanya pada satu bank, kemudian bank yang bersangkutan mengalami kebangkrutan, mungkin saja anda akan kehilangan sebagian besar atau seluruh dana yang sudah ditanamkan dalam deposito tersebut.
Penerapan prinsip diversifikasi akan tercermin pada strategi alokasi aset. Sebenarnya, prinsip diversifikasi juga membuka peluang untuk meningkatkan kinerja investasi dalam jangka panjang. Penempatan sebagian tertentu dari total dana investasi anda dalam aset berisiko, seperti obligasi dan saham, akan memberikan potensi pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang, jika dibandingkan dengan penempatan 100% pada hanya di deposito saja.
Memang akan ada potensi risiko kerugian dengan adanya alokasi pada instrumen berisiko. Namun, tidak memiliki aset berisiko, juga memiliki risiko yang lain; misalnya, kinerja investasi yang positif secara absolut, namun lebih rendah dari inflasi, yang menyebabkan imbal hasil sesungguhnya (real return) menjadi negatif.
Risiko investasi menyerupai risiko kehidupan; dimana risiko tersebut tidak bisa untuk tidak dihadapi. Hal ini bukan berarti risiko tersebut harus dihindari, karena harapan akan keuntungan yang lebih besar biasanya hanya bisa didapat dengan menghadapi risiko yang lebih besar juga. Tantangan terbesar dalam berinvestasi yang sering ditemui, adalah bagaimana kita bisa melakukan pengelolaan risiko yang sesuai dengan profil risiko pribadi yang kita miliki.
TINDAKAN ALASAN IMPLIKASI
TAHAN Menghindari realisasi kerugian Kerugian tidak direalisasi
[HOLD] Merasa gejolak pasar merupakan hal yang wajar/bisa
diterima
Menyadari bahwa dibutuhkan kesabaran untuk berinvestasi dengan memperpanjang horison investasi
Cukup optimis melihat prospek jangka panjang pasar saham
MENAMBAH
[REBALANCING]
Optimis akan prospek jangka panjang pasar saham Melakukan switching dengan mempertahankan/menaikan porsi saham dalam total aset
Kesempatan yang baik untuk menambah investasi Melakukan pembelian saham dan/atau reksadana saham Disiplin atas strategi aset alokasi jangka panjang
MENJUAL KEMBALI
[CUT LOSS]
Menghindari kerugian yang lebih besar karena beranggapan masih akan terjadi penurunan
Merealisasi kerugian Menyadari bahwa profil risiko sudah tidak sesuai Switching ke instrumen lain
Berusaha untuk “timing the market” Sangat tidak mudah melakukan market timing
Kehilangan kesempatan jika pasar kembali naik sebelum sempat membeli
Alternatif Bagi Investor Ketika Pasar Turun
Ketika kami harus berkeliling ke banyak kota besar di kuartal ke-tiga dan ke-empat tahun 2008, dalam rangka berusaha memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada investor, tabel di atas adalah satu di antara tabel yang paling sering digunakan untuk menjelaskan apa pilihan keputusan yang dimiliki investor; khususnya yang berkaitan dengan investasi saham yang telah mengalami penurunan luar biasa besar pada periode tersebut.
Tabel ini menjelaskan, bahwa selalu ada tiga pilihan keputusan investasi bagi investor di setiap saat, termasuk pada saat pasar mengalami menurunan secara signifikan :
1. Bertahan;
2. Menambah / membeli (melakukan rebalancing – yang akan dijelaskan kemudian); atau 3. Melakukan cut loss dengan menjual.
Apapun pilihan yang diambil oleh investor, pada dasarnya, tidak ada pilihan yang salah dari ketiga pilihan tersebut; sepanjang setiap investor, baik secara individu ataupun institusi, memahami akan dua hal sebelum mengambil pilihan keputusan yaitu:
Adanya alasan rasional yang kuat yang mendasari pilihan yang akan diambil; serta
Memahami akan implikasi atau akibat dari pilihan tersebut.
Jadi, yang harus dihindari dalam pengambilan keputusan investasi adalah:
Pengambilan keputusan investasi yang hanya diambil berdasarkan perasaan (misalnya karena panik); atau
Mengikuti nasihat seseorang yang belum tentu memahami tujuan dan profil risiko pribadi yang kita miliki.
Dalam kondisi penurunan yang sudah terjadi sedemikian tajam, yang sering terjadi adalah, kondisi pasar justru tidak memberikan banyak alternatif selain untuk bertahan, dan atau pada saat bersamaan, menawarkan potensi keuntungan jangka panjang yang perlu dimanfaatkan.
Pada akhirnya, keputusan investasi selalu berada ditangan investor, dengan segala risiko dan keuntungan yang menyertainya. Sekali lagi, perlu dipertimbangkan secara rasional dan objektif, alasan dan implikasi dari setiap pilihan yang ada.
Strategi Berinvestasi
Pertimbangan Dalam Mengambil Keputusan
*Kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan patokan bagi kinerja masa depan. Tidak ada jaminan atas hasil investasi.
Source: PT. Fortis Investments
Index
Tertinggi 2008
Asumsi Index
Saat Ini
Turun
dari 2830
Kembali
ke 2830
Hasil investasi disetahunkan bila pemulihan
terjadi dalam
% penurunan % kenaikan 1 thn 2 thn 3 thn 4 thn 5 thnTahun
2010
2011
2012
2013
2014
2830
1300
54%
118%
118%
48%
30%
21%
17%
1400
51%
102%
102%
42%
26%
19%
15%
1500
47%
89%
89%
37%
24%
17%
14%
1600
43%
77%
77%
33%
21%
15%
12%
1700
40%
66%
66%
29%
19%
14%
11%
1800
36%
57%
57%
25%
16%
12%
9%
1900
33%
49%
49%
22%
14%
10%
8%
2000
29%
42%
42%
19%
12%
9%
7%
2100
26%
35%
35%
16%
10%
8%
6%
Masih berkaitan dengan penjelasan untuk memberikan ketenangan kepada investor, tabel di atas mungkin menjadi tabel yang paling berperan dalam mengajak investor untuk berpikir secara rasional, serta melihat kondisi “menuju pemulihan” , sebagai waktu yang perlu dipertimbangkan untuk mulai berinvestasi kembali di pasar saham.
Ketika kami mengadakan road show di kuartal ke-empat tahun 2008, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang dalam posisi antara 1.100-1.400. Hal ini membuat investor sangat khawatir, dan bahkan berpikir untuk melakukan cut loss, karena ada yang beranggapan IHSG bisa terus meluncur di bawah 1.000.
Memang tidak ada satu orangpun yang mengetahui ke arah mana IHSG akan bergerak. Namun, dengan disertai gejolak naik turun dengan tingkat volaitilitasnya cukup tinggi, tanpa terasa IHSG terus merayap dan sudah berada pada posisi mendekati 1.900 ketka tulisan ini dibuat (24 Mei 2009). Jika dibandingkan dengan ketika IHSG pernah berada pada posisi 1.100 pada bulan Oktober 2008, maka hanya dalam kurun waktu + 8 (delapan) bulan, terlah terjadi kenaikan sekitar 70%.
Memang sangat sulit untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi. Namun, pertimbangkanlah potensi imbal hasil yang bisa diperoleh jika hal-hal di bawah ini tercapai:
IHSG pernah mencapai tingkat tertinggi di level 2.830 pada 9 Januari 2008;
Kemudian kita juga memiliki harapan pemulihan ekonomi akan terjadi; dan
Jika kita percaya bahwa IHSG akan kembali kepada posisi tertinggi yang pernah dicapainya.
Perhatikan, jika kita berinvestasi pada kondisi IHSG di level 1.800, dan jika kita percaya bahwa pemulihan bisa dicapai dalam 3 tahun ke depan, maka potensi keuntungan dalam 3 tahun ke depan adalah 16% per tahun (lihat tabel di atas).
Bagaimana kita melihat prospek jangka waktu pemulihan, dan pada tingkat IHSG berapa kita akan melakukan investasi? Hanya kita sendirilah yang dapat mengambil keputusan.
LEARNING FROM HISTORICAL
MARKET RETURN
Kilas Balik 10 Tahun Terakhir (1998-2007)
Kinerja IHSG di atas Inflasi
1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Total
Return Annualized
SBI 1-mo nett 28,20% 9,54% 11,62% 14,10% 10,39% 6,65% 5,94% 10,20% 7,40% 6,40% 180,93% 10,88%
JCI -0,91% 70,06% -38,50% -5,83% 8,39% 62,82% 44,56% 16,24% 55,30% 52,08% 583,54% 21,19% Inflation 77,60% 2,01% 9,35% 12,55% 10,03% 5,16% 6,40% 17,11% 6,60% 6,59% 265,28% 13,83% -40% -20% 0% 20% 40% 60% 80% 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007
SBI 1-mo nett JCI Inflation
Kilas Balik 10 Tahun Terakhir (1999-2008)
Kinerja IHSG Tetap di atas Inflasi
1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total Return Annualized
SBI 1-mo nett 9,54% 11,62% 14,10% 10,39% 6,65% 5,94% 10,20% 7,40% 6,40% 8,66% 138,124% 9,06%
IHSG 70,06% -38,50% -5,83% 8,39% 62,82% 44,56% 16,24% 55,30% 52,08% -50,64% 240,494% 13,03% Inflation 2,01% 9,35% 12,55% 10,03% 5,16% 6,40% 17,11% 6,60% 6,59% 11,06% 128,421% 8,61% -60% -40% -20% 0% 20% 40% 60% 80% 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
SBI 1-mo nett IHSG Inflation
*Kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan patokan bagi kinerja masa depan.
WHAT HAPPENS IF WE DIVERSIFY
AND REBALANCE?
Efek Diversifikasi dan Rebalancing
Diversifikasi dan Rebalancing mengoptimalkan return
60,00% 69,96% 56,20% 51,43% 50,97% 61,35%
68,41% 69,55% 76,76% 82,52% 68,20% 40,00% 30,04% 43,80% 48,57% 49,03% 38,65% 31,59% 30,45% 23,24% 17,48% 31,80%
60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00% 60,00%
40,00% 40,00% 40,00% 40,00% 40,00% 40,00% 40,00% 40,00% 40,00% 40,00% 40,00%
Portfolio Start 2008 Total Return Annualized
Equity Only 100,00 340,49 240,49% 13,03%
Diversified 80% TD+ 20% equity with rebalancing 100,00 292,35 192,35% 11,32%
Diversified 80% TD+ 20% equity without rebalancing 100,00 258,60 158,60% 9,97%
Deposit Only 100,00 238,12 138,12% 9,06%
*Kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan patokan bagi kinerja masa depan.
0 100 200 300 400 500 600 700 800 Start 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Pertumbuhan Investasi
Equity OnlyDiversified 80% TD+ 20% equity with rebalancing Diversified 80% TD+ 20% equity without rebalancing Deposit Only
Apa yang dimaksud dengan Tanpa Rebalancing?
Komposisi Aset bergerak dengan nilai pasarnya
-Risiko portofolio bisa menjadi lebih besar
60,00% 69,96% 56,20% 51,43% 50,97% 61,35% 68,41% 69,55% 76,76% 82,52% 68,20% 40,00% 30,04% 43,80% 48,57% 49,03% 38,65% 31,59% 30,45% 23,24% 17,48% 31,80% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Start 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Asset Allocation - No Rebalancing
Equities DepositsApa itu Rebalancing?
Disiplin mengembalikan alokasi pada komposisi awal
-Bagian dari pengelolaan risiko
60,00% 69,96% 56,20% 51,43% 50,97% 61,35% 68,41% 69,55% 76,76% 82,52% 68,20% 40,00% 30,04% 43,80% 48,57% 49,03% 38,65% 31,59% 30,45% 23,24% 17,48% 31,80% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Start 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Asset Allocation - Rebalancing
Equities DepositsDISCLAIMER/PERNYATAAN PERINGATAN
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.Dokumen ini dibuat hanya untuk maksud memberikan informasi dan bukan merupakan 1) suatu bentuk penawaran untuk membeli atau menjual efek atau instrumen keuangan yang disebut dalam dokumen ini atau 2) suatu nasehat investasi. Setiap keputusan untuk berinvestasi pada efek yang dijelaskan dalam dokumen ini harus diambil setelah membaca prospektus terbaru yang bisa didapat secara cuma-cuma dari Fortis Investments*. Lebih lanjut, calon investor harus meneliti, sejauh diperlukan dan mencari nasehat hukum, akuntansi dan perpajakan sebelum membuat keputusan secara independen mengenai kesesuaian berinvestasi pada sekuritas ini dan segala konsekuensinya. Pendapat yang termuat dalam dokumen ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Investor harus memastikan sendiri untuk membaca versi terbaru dari dokumen ini.
Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja saat ini atau masa datang, Data mengenai kinerja tidak termasuk komisi, biaya pada saat penerbitan, biaya pembelian dan/atau biaya penjualan kembali dan/atau biaya pengalihan unit penyertaan, bilamana ada.
*Fortis Investments adalah merk dagang untuk semua entitas dalam grup Fortis Investment Management. Dokumen ini dikeluarkan oleh PT. Fortis Investments (alamat: World Trade Center Building, 5th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav, 29-31, Jakarta 12920 - INDONESIA).
Money Market Fixed Income Balanced Equity Fortis Rupiah Plus Fortis Prima Fortis Spektra Fortis Equitra Fortis Equitra Amanah Fortis Komoditas Plus Fortis Pesona Fortis Ekuitas Fortis Infrastruktur Plus HIGH LOW RISK Expected Return Fortis Solaris Fortis Prima 2 Fortis Rupiah Plus 2
Fortis Investment’s Product Positioning
Fortis Pesona Amanah
Awards & Acknowledgement
Exceptional track record - 2009
Most Improved House 2008 Best Moderate Balanced Fund
based on 1-yr performance
2008
Best
Equity Fund
based on 1-yr performance
2008
Best
Equity Fund
based on 3-yr performance
2008
Best
Balanced Fund
based on 3-yr RAR*
2007
Best
Balanced Fund
based on 5-yr RAR*
2007
Best
Fixed Income Fund
based on 2004-05 RAR*
2006
Best
Fixed Income Fund
based on 2002-05 RAR*
2006
Best
Money Market Fund
based on 2003-04 RAR* 2005 Best Mutual Fund 2006 Best Investment Mgmt. Company 2008 Best
Money Market Fund
based on 2000-03 RAR*
2004
Best
Mutual Fund
2005
CEO of the Year
2008
Best Fund House
2009
Best Moderate Balanced Fund
based on 5-yr performance
2009
Best
Equity Fund
based on 3-yr performance
2009
Best
Equity Fund
based on 5-yr performance