• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Perbaikan Metode Kerja dan Alat Bantu pada Stasiun Kerja Pengepakan di CV. Bukitraya Laendrys - Bukittinggi Sumatera Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Perbaikan Metode Kerja dan Alat Bantu pada Stasiun Kerja Pengepakan di CV. Bukitraya Laendrys - Bukittinggi Sumatera Barat"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAMPIRAN 1

Standard Nordic Questionnaire

(SNQ)

Nama

:

………..

Umur

: ………..

tahun

Jenis kelamin

: Pria / Wanita

Tugas

: ………..………..

Berilah tanda (

) pada kolom yang tersedia berikut ini :

NO

JENIS KELUHAN

0 Sakit kaku di leher bagian atas

1 Sakit kaku di bagian leher bagian bawah

2 Sakit di bahu kiri

3 Sakit di bahu kanan

4 Sakit lengan atas kiri

5 Sakit di punggung

6 Sakit lengan atas kanan

7 Sakit pada pinggang

8 Sakit pada bokong

9 Sakit pada pantat

10 Sakit pada siku kiri

11 Sakit pada siku kanan

12 Sakit pada lengan bawah kiri

13 Sakit pada lengan bawah kanan

14 Sakit pada pergelangan tangan kiri

15 Sakit pada pergelangan tangan kanan

16 Sakit pada tangan kiri

17 Sakit pada tangan kanan

18 Sakit pada paha kiri

19 Sakit pada paha kanan

20 Sakit pada lutut kiri

21 Sakit pada lutut kanan

22 Sakit pada betis kiri

23 Sakit pada betis kanan

24 Sakit pada pergelangan kaki kiri

25 Sakit pada pergelangan kaki kanan

26 Sakit pada kaki kiri

(3)

LAMPIRAN 2

Hasil Penilaian Postur Kerja Aktual dengan

Software

Quick Exposure Check for Work-Related

Musculoskeletal Risk

2003

Version

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)

LAMPIRAN 3

Data Pengukuran Antropometri Lab. Ergonomi danPerancangan Sistem Kerja

(12)
(13)

48 82,00 71,10 19,20 58,50 13,50 45,00 37,80 43,00 30,50 39,40 99,20 24,00 144,20 155,20 131,20 17,40

49 81,00 71,00 20,80 53,00 12,00 45,00 56,00 59,30 37,00 38,90 101,70 23,00 151,80 164,00 136,30 18,60

50 88,00 77,00 25,00 60,00 14,00 45,00 63,00 53,00 39,00 39,00 103,10 24,00 155,60 168,20 137,80 15,50

51 93,60 64,00 25,10 80,50 11,90 45,00 59,20 49,00 37,00 43,00 105,70 29,00 160,90 173,50 142,80 18,00

52 92,00 80,50 20,50 62,70 15,00 45,00 72,00 63,00 34,30 42,80 104,40 28,50 166,10 177,00 147,00 21,80

53 80,50 71,00 22,50 57,50 12,50 36,20 41,40 47,70 29,00 35,70 97,00 21,00 139,50 150,00 122,50 16,00

54 80,00 68,00 22,00 53,00 11,50 37,10 41,90 48,80 30,70 37,30 91,00 22,00 135,50 145,50 119,50 15,40

55 85,50 73,00 23,00 56,50 10,50 40,80 41,60 51,00 30,60 34,20 99,00 21,00 143,00 155,00 127,50 12,50

56 96,50 84,00 27,00 69,00 17,00 46,10 50,50 61,20 41,80 48,40 114,00 26,00 167,50 182,50 150,00 23,00

(14)
(15)
(16)

50 81,10 166,00 24,00 17,00 20,00 10,00 6,00 8,00 6,00 6,00 5,73 9,10 10,11 9,72 7,70 8,93

51 86,00 180,00 25,00 19,00 20,00 9,20 6,20 8,50 6,00 5,50 6,24 9,63 10,50 10,00 7,35 9,30

52 87,00 178,50 25,30 17,50 22,00 9,30 6,00 10,00 6,50 5,50 7,30 9,20 10,50 9,85 7,34 9,65

53 67,00 155,00 21,00 14,00 17,00 8,00 5,00 5,00 4,50 5,00 5,60 7,20 8,71 7,82 5,53 7,13

54 72,00 147,00 21,00 15,00 17,00 7,50 5,00 5,50 4,50 5,00 5,80 7,42 8,90 7,50 6,50 8,19

55 74,00 154,00 21,00 15,00 17,00 8,50 5,00 6,50 6,00 4,50 6,13 7,80 9,43 9,30 7,33 7,72

56 93,50 187,00 24,00 18,00 22,00 9,00 6,00 8,00 6,50 5,00 7,10 9,20 11,24 10,53 7,90 9,82

(17)
(18)
(19)

50 7,41 9,01 18,00 3,80 18,10 15,50 24,00 23,70 15,20 6,10 18,00 14,30

51 8,55 10,85 19,50 5,20 17,10 16,70 25,40 24,60 17,00 6,70 20,40 13,00

52 8,45 10,80 19,60 5,00 18,00 15,30 25,10 22,00 15,90 10,60 19,50 15,00

53 7,00 7,62 15,50 3,60 16,80 13,50 23,00 21,00 12,00 11,00 16,50 10,00

54 7,00 8,42 18,00 3,70 17,60 13,00 20,70 21,10 13,50 12,20 13,20 15,40

55 6,73 7,60 18,00 4,31 17,70 15,30 24,20 22,30 16,20 9,50 13,00 16,30

56 8,70 10,70 21,00 4,32 17,50 16,40 26,30 21,50 15,30 9,80 21,00 12,50

(20)

LAMPIRAN 4

Rekapitulasi Uji Keseragaman Data

1.

Uji Keseragaman Dimensi Tinggi Siku Berdiri (TSB) Revisi 2

(21)
(22)

2.

Uji Keseragaman Dimensi Diameter Genggaman (DG) Revisi 4

1 3 5 7 9 11131517192123252729313335373941434547495153

UJI KESERAGAMAN DIMENSI TINGGI SIKU BERDIRI (TSB)

Revisi 2

TSB

X-rata-rata

BKA

(23)
(24)

2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 45 47 49

UJI KESERAGAMAN DIMENSI DIAMETER GENGGAMAN (DG) Revisi 4

DG

X-rata-rata

BKA

(25)

LAMPIRAN 5

Uji Kecukupan Data

1. Uji Kecukupan Data Dimensi Lebar Bahu (Lebar Bahu)

(26)
(27)
(28)

LAMPIRAN 6

Perhitungan Nilai RWL dan LI setelah Evaluasi (Perancangan)

a.

Perhitungan RWL dan LI pada Aktivitas Pemindahan Produk

dari Stasiun

Pengepakan ke

Trolley

pada Kondisi

Origin

da

Destination

1.

Nilai LC atau konstanta pembebanan, dimana LC = 23 Kg

2.

Faktor pengali horizontal (HM)

a.

Nilai H pada saat

origin

adalah 20 cm, maka:

HM = 25/H

= 25/20

= 1,25

b.

Nilai H pada saat

destination

adalah 25 cm, maka:

HM = 25/H

= 25/25

= 1

3.

Faktor pengali vertikal (VM)

a.

Nilai V pada saat

origin

adalah 15,5 cm, maka:

VM = 1

0,00326 │V

-

75│

= 1

0,00326 │15,5

-

75│

= 1

0,00326 │

-59,5

(29)

b.

Nilai V pada saat

destination

adalah 135,7 cm, maka:

VM = 1

0,00326 │V

-

75│

= 1

0,00326 │

135,7-

75│

= 1

0,00326 │

60,7

= 0,80

4.

Nilai faktor perpindahan (DM)

Nilai D adalah 128,2 cm, maka:

DM

= 0,825 + 4,5/D

= 0,825 + 4,5/128,2

= 0,86

5.

Nilai faktor pengali asimetrik (AM)

(30)

6.

Nilai faktor pengali frekuensi (FM)

a.

Nilai FM pada saat

origin

dengan frekuensi pengangkatan/menit adalah 2,

durasi waktu 2-8 jam, dan

Vertical Location

= 15,5 cm (V < 75), maka nilai

FM adalah sebesar 0,65.

b.

Nilai FM pada saat

destination

dengan frekuensi pengangkatan/menit adalah

2, durasi waktu 2-8 jam, dan jarak vertikal = 135,7 cm (V > 75) maka nilai

FM adalah sebesar 0,65.

7.

Nilai faktor pengali

coupling

(CM). Faktor pengali

coupling

adalah

poor

,

maka:

a.

Nilai CM pada saat

origin

dengan V<75 adalah 0,9

b.

Nilai CM pada saat

destination

dengan V>75 adalah 0,9

Setelah semua faktor pengali diketahui maka RWL dapat ditentukan, dengan

cara sebagai berikut:

a.

Nilai RWL pada saat

origin

adalah sebagai berikut:

RWL = LC × HM × VM × DM × AM × FM × CM

(31)

b.

Nilai RWL pada saat

destination

adalah sebagai berikut:

RWL = LC × HM × VM × DM × AM × FM × CM

RWL = 23 x 1 x 0,80 x 0,86 x 0,76 x 0,65 x 1

RWL = 7,82 kg

Setelah nilai RWL didapatkan, maka perhitungan nilai LI adalah:

1.

Nilai LI pada saat

origin

L = 7,5 kg dan RWL = 10,67 kg, maka:

LI = L/RWL

= 7,5/10,67

= 0,70

2.

Nilai LI pada saat

destination

L = 7,5 kg dan RWL = 7,82 kg, maka:

LI = L/RWL

(32)

b.

Perhitungan RWL dan LI pada Aktivitas Pemindahan Produk

Melalui

Trolley

dari Stasiun Pengepakan Menuju Gudang pada Kondisi

Origin

dan

Destination

1.

Nilai LC atau konstanta pembebanan, dimana LC = 23 Kg

2.

Faktor pengali horizontal (HM)

a.

Nilai H pada saat

origin

adalah 10 cm, maka:

HM = 25/H

= 25/10

= 2,5

b.

Nilai H pada saat

destination

adalah 15 cm, maka:

HM = 25/H

= 25/15

= 1,67

3.

Faktor pengali vertikal (VM)

a.

Nilai V pada saat

origin

adalah 80 cm, maka:

VM = 1

0,00326 │V

-75

= 1

0,00326 │

80-75

= 1

0,00326 │

5

(33)

b.

Nilai V pada saat

destination

adalah 100 cm, maka:

VM = 1

0,00326 │V

-75

= 1

0,00326 │

100-75

= 1

0,00326 │

25

= 0,93

4.

Nilai faktor perpindahan (DM)

Nilai D adalah 60 cm, maka:

DM = 0,825 + 4,5/D

= 0,825 + 4,5/60

= 0,9

5.

Nilai faktor pengali asimetrik (AM)

(34)

6.

Nilai faktor pengali frekuensi (FM)

a.

Nilai FM pada saat

origin

dengan frekuensi pengangkatan/menit adalah 2,

durasi waktu 2-8 jam, dan

Vertical Location

= 60 cm (V < 75), maka nilai

FM adalah sebesar 0,65.

b.

Nilai FM pada saat

destination

dengan frekuensi pengangkatan/menit adalah

2, durasi waktu 2-8 jam, dan

Vertical Location

= 60 cm (V < 75) maka nilai

FM adalah sebesar 0,65.

7.

Nilai faktor pengali

coupling

(CM). Faktor pengali

coupling

adalah

poor

,

maka:

a.

Nilai CM pada saat

origin

dengan V<75 adalah 0,9

b.

Nilai CM pada saat

destination

dengan V<75 adalah 0,9

Setelah semua faktor pengali diketahui maka RWL dapat ditentukan, dengan cara

sebagai berikut:

(35)

b.

Nilai RWL pada saat

destination

adalah sebagai berikut:

RWL = LC × HM × VM × DM × AM × FM × CM

RWL = 23 x 1,67 x 0,93 x 0,9 x 0,79 x 0,65 x 0,9

RWL = 16,51 kg

Setelah nilai RWL didapatkan, maka perhitungan nilai LI adalah:

1.

Nilai LI pada saat

origin

L = 15 kg dan RWL = 29,97 kg, maka:

LI = L/RWL

= 15/29,97

= 0,51

2.

Nilai LI pada saat

destination

L = 15 kg dan RWL = 16,51 kg, maka:

LI = L/RWL

(36)

LAMPIRAN 7

Perhitungan Nilai MPL setelah Evaluasi (Perancangan)

Nilai MPL pada Aktivitas Pemindahan Produk Melalui

Trolley

dari Stasiun

Pengepakan ke Gudang pada Kondisi

Origin

dan

Destination

a. Kondisi

Origin

1.

Telapak tangan

Sudut yang Terbentuk di Telapak Tangan

1 1

W FyW

Fx

SL1

MW

(37)

∑Fy

= 0

1

= Jarak Titik Massa Kepalan Tangan dari Bagian Atas (cm)

SL

1

= Panjang Kepalan Tangan (PKT) (cm)

(38)

2.

Lengan Bawah

Sudut yang Terbentuk di Lengan Bawah

Free Body Diagram

Segmen Tubuh Lengan Bawah pada Situasi

Origin

Fye

2 2 Fxe

SL2 Me

Fxw

Fyw

MW

(39)

Fy = 0

2

= Jarak Titik Massa Lengan Bawah dari Bagian Atas (cm)

SL

2

= Panjang Lengan Bawah (PLB) (cm)

(40)

3.

Lengan atas

Sudut yang Terbentuk di Lengan Atas

Free Body Diagram

Segmen Tubuh Lengan Atas pada Situasi

Origin

Me

Fye SL3 Fxs

Ms Fye

3

WLA 3

(41)

∑Fy

= 0

3

= Jarak Titik Massa Lengan Atas dari Bagian Atas (cm)

SL

3

= Panjang Lengan Atas (PLA) (cm)

(42)

4.

Punggung

Sudut yang Terbentuk di Punggung

Free Body Diagram

Segmen Tubuh Bagian Punggung pada Situasi

Origin

Mt

SL4

-Fxs Ms

2Fys

4

WP

4

(43)

∑Fy

= 0

4

= Jarak Titik Massa Punggung dari Bagian Atas (cm)

SL

4

= Panjang Punggung (PP) (cm)

(44)

Untuk mencari Gaya Perut (FA) maka terlebih dahulu cari variabel nilai

Tekanan Perut (PA) dengan rumusan:

PA = 10

-4

[43-0,36(

H

+

T

)] [M

L5/S1

]

1,8

/75

= 10

-4

[43-0,36(80+70)] [694,803]

1,8

/75

= 2,122 N/cm

2

Kemudian setelah mencari nilai Tekanan Perut (PA) maka selanjutnya

mencari Gaya Perut (FA) adalah:

FA = PA x AA

= 2,122 x 465

= 986,730 N

Maka Gaya Otot (F

M

) pada

spinal erector

dirumuskan sebagai berikut:

F

M

= (M

L5/S1

FA x D)/E

= (694,803

986,730 x 11)/5

= -2031,845 N

Kemudian berat total (W

total

) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

W

total

= W

O

+ 2W

H

+ 2W

LB

+ 2W

LA

+ W

T

(45)

Sehingga gaya kompressi (F

C

) atau gaya tekan pada L5/S1 dapat dirumuskan

sebagai berikut:

F

C

= |W

total

x cos 

4

FA + F

M

|

= |42,324 x cos(80

o

)

986,730 + (-2031,845)|

= 3011,226 N

Karena nilai Fc < AL (3500 N), maka posisi operator sebelum melakukan

pengangkatan (

origin

) dengan beban 5

kg dikategorikan “

Aman

”.

b. Kondisi

Destination

1).

Telapak tangan

(46)
(47)

Keterangan:

W

H

= Berat Telapak Tangan (N)

W

badan

= Berat Badan (BB) (N)

W

o

= Berat Beban (N)

M

W

= Momen Berat (Ncm)

1

= Jarak Titik Massa Kepalan Tangan dari Bagian Atas (cm)

SL

1

= Panjang Kepalan Tangan (PKT) (cm)

1

= Sudut Telapak Tangan (Q

1

)

2).

Lengan Bawah

(48)
(49)

M

e

= M

w

+ (W

LB

x λ2 x PLB

x

cos 

2

) + (Fy

w

x PLB

x

cos 

2

)

= 30,355 N + (1,054 N

x 43% x 27,8 cm

x

cos 20

o

) + (2,872 N

x 27,8 cm

x

cos

20

o

)

= 117,221 Ncm

Keterangan:

W

LB

= Berat Lengan Bawah (N)

W

badan

= Berat Badan (BB) (N)

M

w

= Momen Berat (Ncm)

2

= Jarak Titik Massa Lengan Bawah dari Bagian Atas (cm)

SL

2

= Panjang Lengan Bawah (PLB) (cm)

2

= Sudut Lengan Bawah (Q

2

)

3).

Lengan atas

(50)
(51)

M

s

= M

e

+ (W

LA

x λ3 x PLA

x

cos 

3

) + (Fy

e

x PLA

x

cos 

3

)

= 117,221 N + (1,736 N

x 43,6% x 30,5 cm

x

cos 72

o

) + (3,926 N

x 30,5 cm

x

cos 72

o

)

= 161,357 Ncm

Keterangan:

W

LA

= Berat Lengan Atas (N)

W

badan

= Berat Badan (BB) (N)

W

o

= Berat Beban (N)

M

W

= Momen Berat (Ncm)

3

= Jarak Titik Massa Lengan Atas dari Bagian Atas (cm)

SL

3

= Panjang Lengan Atas (PLA) (cm)

3

= Sudut Lengan Atas (Q

3

)

(52)
(53)

M

T

= 2M

s

+ (W

T

x λ4 x PP

x

cos 

4

) + (2Fy

s

x PP

x

cos 

4

)

4

= Jarak Titik Massa Punggung dari Bagian Atas (cm)

SL

4

= Panjang Punggung (PP) (cm)

4

= Sudut Punggung (Q

4

)

Untuk mencari Gaya Perut (FA) maka terlebih dahulu cari variabel nilai

Tekanan Perut (PA) dengan rumusan:

PA = 10

-4

[43-0,36(

H

+

T

)] [M

L5/S1

]

1,8

/75

= 10

-4

[43-0,36(78+65)] [793,141]

1,8

/75

= 2,124 N/cm

2

Kemudian setelah mencari nilai Tekanan Perut (PA) maka selanjutnya

mencari Gaya Perut (FA) adalah:

(54)

Maka Gaya Otot (F

M

) pada

spinal erector

dirumuskan sebagai berikut:

F

M

= (M

L5/S1

FA x D)/E

= (793,141

987,660 x 11)/5

= -2014,224 N

Kemudian berat total (W

total

) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

W

total

= W

O

+ 2W

H

+ 2W

LB

+ 2W

LA

+ W

T

= 5 + 2(0,372) + 2(1,054) + 2(1,736) + 31

= 42,324 N

Sehingga gaya kompressi (F

C

) atau gaya tekan pada L5/S1 dapat dirumuskan

sebagai berikut:

F

C

= |W

total

x cos 

4

FA + F

M

|

= |42,324 x cos(78

o

)

987,660 + (-2014,224)|

= 2993,084 N

Referensi

Dokumen terkait

Ditinjau berdasarkan anthropometri dan biomekanika, rancangan peralatan pada stasiun pengepakan Crumb Rubber II yang diperbaiki adalah tinggi pegangan peletakan trolley, tinggi

Data antropometri yang menyajikan data ukuran dari berbagai macam anggota tubuh manusia dalam persentil tertentu akan sangat besar manfaatnya pada saat suatu rancangan produk

Sedangkan elemen kegiatan Operator A membantu operator B menaikkan produk ke punggung operator B (pemindahan dilakukan secara manual) dan pengangkatan produk dipindahkan

Analisis Risiko Muscoskeletal Disorders (MSDs) pada Operator Forklift di PT.LLI.. Ergonomi Konsep Dasar dan

Implementasi alat bantu pemotong spon pada stasiun pemotongan bahan baku IKM Permata dapat menurunkan nilai postur kerja operator stasiun pemotongan bahan baku pada

Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kondisi kerja sesudah redesain ini akan lebih baik dari pada kondisi kerja sebelum redesain,

Dibagian stasiun kerja finishing batik terdapat sikap kerja yang tidak alamiah pada aktivitas MMH yaitu pada pekerja yang melakukan aktivitas pembilasan dengan

Hasil Desain Meja dan Kursi Kerja Tampak Belakang ... Kondisi Kerja di Stasiun