RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
KELAS 5 TEMA 5 EKOSISTEM
SUBTEMA 2 HUBUNGAN ANTARMAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM PEMBELAJARAN 1
NAMA : ADI SUNANDAR, S.Pd
NAMA SEKOLAH : SDN 12 SIMPANG PEMATANG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2021
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SDN 12 Simpang Pematang Kelas/Semester : 5/1
Tema : 5 Ekosistem
Sub Tema/Pembelajaran : 2 Hubungan Antarmakhluk Hidup dalam Ekosistem /1 Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia - IPA
Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit
A. Kompetensi Inti
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, tetangga dan negara.
3. Memahami pengetahuan faktual konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda -benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
4. Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
B. Kompetensi Dasar, Penguatan Pendidikan Karakter, Indikator Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator
3.7.Menguraikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi.
4.7.Menyajikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri.
3.7.1. Menganalisis pokok pikiran dalam teks nonfiksi. (HOTS-C4) 4.7.1. Mengembangkan pokok pikiran
menjadi kalimat utama. (HOTS- C6)
Muatan Pelajaran IPA
Kompetensi Dasar Indikator
3.5. Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring- jaring makanan di lingkungan sekitar
4.5. Membuat karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem
3.5.1. Menganalisis rantai makanan pada sebuah ekosistem. (HOTS- C4)
4.5.1. Membuat gambar rantai
makanan pada ekosistem lengkap dengan keterangannya. (HOTS- C6)
C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mengamati teks nonfiksi disertai penjelasan guru, peserta didik dapat Menganalisis pokok pikiran dalam teks nonfiksi dengan benar. (HOTS-C4)
2. Dengan mengamati teks nonfiksi disertai bimbingan guru, peserta didik dapat Mengembangkan pokok pikiran menjadi kalimat utama dengan cermat. (HOTS-C6).
3. Melalui pengamatan video tentang rantai makanan pada ekosisitem, peserta didik dapat menganalisis rantai makanan pada sebuah ekositem dengan tepat. (HOTS-C4).
4. Melalui pengamatan alat peraga pembelajaran tentang rantai makanan dan penjelasan dari guru, peserta didik dapat membuat gambar rantai makanan pada ekosistem dan keterangannya dengan benar. (HOTS-C6)
D. Materi Pembelajaran Materi Reguler
Materi Remedial
Materi Pengayaan
1. Menentukan pokok pikiran dalam teks nonfiksi.
2. Rantai Makanan pada sebuah ekosistem.
1. Peta konsep pokok pikiran.
2. Gambar dan deskripsi rantai makanan.
1. Teks fiksi hasil karya sendiri.
2. Contoh rantai makanan pada sebuah ekosistem di lingkungan sekitar.
E. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran 1. Model : Problem Based Learning 2. Pendekatan : Scientifik, dan TPACK
3. Metode : Tanya jawab, Diskusi, Demonstrasi, Pengamatan, Penugasan, dan ceramah.
F. Media, alat, bahan, dan sumber belajar 1. Media
a. Slide Power Point tentang teks nonfiksi
b. Video tentang Rantai Makanan https://youtu.be/drOkRTMbaLi c. Alat Peraga Sederhana Rantai Makanan
d. LKPD e. Laptop f. Handphone
2. Alat
a. Proyektor b. Spidol c. Gunting d. Lem
3. Bahan a. Kertas
b. Buku Gambar
4. Sumber Belajar
a. Buku Siswa Tema 1 Kelas 5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017).
b. Buku Guru Tema 1 Kelas 5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017).
c. Youtube https://youtu.be/drOkRTMbaLi tentang rantai makanan.
d. Gambar-gambar hewan dan tumbuhan dari internet.
G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan 1. Kelas dimulai dengan salam dan menanyakan kabar
peserta didik. (Comunication-4C)
2. Kelas dilanjutkan dengan berdoa bersama dipimpin salah satu peserta didik. (Religius-PPK)
3. Guru mengecek kehadiran siswa.
4. Siswa diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. (Nasionalisme)
5. Menyanyikan Lagu Wajib Nasional (Tanah Airku).
6. Kegiatan Literasi
7. Apersepsi : Guru menayangkan sebuah video ilustrasi tentang rantai makanan melalui slide power point, lalu menanyakan “Apa yang peserta didik lihat pada
video?”. Dan guru mengaitkan dengan pembelajaran.
20 Menit
Kegiatan Inti
Tahap 1: Orientasi peserta didik pada masalah 8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. (4C)
9. Peserta didik diberikan teks bacaan nonfiksi dan salah satu peserta didik membacakan teks tersebut melalui slide power point. (Integrasi ICT, TPACK, Literasi)
10. Guru mulai memimpin diskusi kelas dengan menanyakan kepada siswa: - “Menurut pendapatmu, apakah yang dimaksud dengan rantai makanan? - “Apa yang memengaruhi kondisi sebuah rantai makanan?” - Apa perbedaan antara jaring-jaring makanan dengan rantai makanan?”. (Comunication, Critical Thinking- 4C)
11. Guru mengingatkan kembali tentang ekosistem dan menjelaskan tentang rantai makanan yang terdapat dalam bacaan.
12. Peserta didik mengerjakan LKPD kegiatan 1 dan
170 Menit
kegiatan 2 tentang pokok pikiran dan mengembangkannya menjadi kalimat utama. (Mandiri, Tanggung Jawab-PPK)
Tahap 2: Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar
13. Guru menayangkan video pembelajaran tentang rantai makanan melalui slide power point.
14. Peserta didik mengamati video yang ditayangkan tentang rantai makanan. (Integrasi ICT, TPACK, Literasi)
15. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru terkait video yang sudah ditayangkan.
Tahap 3: Membimbing Penyelidikan
16. Guru mendemonstrasikan sebuah alat peraga tentang rantai makanan.
17. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menentukan urutan rantai makanan melalui alat peraga yang telah disiapkan.
18. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, masing- masing kelompok terdiri dari 3-4 peserta didik.
19. Setelah organisir kelompok tuntas, peserta didik dijelaskan kegiatan belajar secara tuntas.
20. Masing-masing kelompok mendiskusikan LKPD kegiatan kegiatan 3 tentang rantai makanan.
(Comunication, Collaboration, Critical Thinking4C, Gotong Royong-PPK, PACK)
Tahap 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya 21. Peserta didik mengerjakan LKPD kegiatan 3 yaitu
membuat gambar rantai makanan secara berkelompok.
22. Peserta didik diperbolehkan meminta arahan dari guru
apabila terdapat kesulitan dalam pengerjaan LKPD tersebut. (Comunication-4C)
23. Ice Breaking
Tahap 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
24. Peserta didik secara bergantian tiap kelompok
mempresentasikan hasil kegiatan mereka dan dilakukan tanya jawab. (Tanggung Jawab, Gotong RoyongPPK) 25. Peserta didik mengumpulkan seluruh LKPD kepada
guru. (Tanggung Jawab-PPK)
26. Peserta didik diberikan lembar soal evaluasi dan dikerjakan sendiri dalam waktu 30 menit dengan jujur.
(Tanggung Jawab, Mandiri, Integritas-PPK)
Penutup 27. Peserta didik dibantu oleh guru menyimpulkan materi hari ini. (Comunication, Collaboration, Critical Thinking-4C)
28. Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami dan guru menjelaskan pertanyaan yang diajukan (umpan balik).
(Comunication, Critical Thinking-4C)
29. Dari hasil evaluasi, peserta didik dijelaskan rencana tindak lanjut, apabila hasil yang diperoleh mendapatkan hasil di bawah KKM akan diadakan remedial dan yang memperoleh hasil di atas KKM akan mendapatkan materi pengayaan.
30. Guru melakukan refleksi dengan mendeskripsikan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan meminta tanggapan peserta didik.
31. Peserta didik disampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
32. Peserta didik diberikan pesan kembali untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.
20 Menit
33. Menyanyikan Lagu daerah Lampung “Sang Bumi Ruwa Jurai”.
34. Salah satu peserta didik diarahkan untuk memimpin doa penutup dan diakhiri salam. (Religius-PPK)
H. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes dan Non Tes
2. Jenis Penilaian : Autentik (Penilaian tertulis dan penilaian kinerja) 3. Bentuk Penilaian : Pilihan Ganda
No. Jenis Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk
Instrumen Waktu Pelaksanaan
1. Penilaian sikap Penilaian guru Lembar penilaian guru
Saat pembelajaran berlangsung
2. Penilaian
pengetahuan Test tertulis Soal objektif
Saat pembelajaran berlangsung dan atau
setelah usai
3. Penilaian
keterampilan Unjuk kerja LKPD
Saat pembelajaran berlangsung dan atau
setelah usai
I. Lampiran 1. Bahan Ajar
2. Media Pembelajaran
3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 4. Lembar Kisi-kisi Soal Evaluasi 5. Lembar Soal Evaluasi
6. Rubrik Penilaian 7. Lembar Penilaian
8. Sintak Pembelajaran Problem Based Learning
Lampung, 06 Desember 2021 Guru Kelas 5,
ADI SUNANDAR, S.Pd NIP. 19891214 201903 1 003 Mengetahui,
Kepala SDN 12 Simpang Pematang
MOHAMAD SAHERI, S.Pd.I
TEMA 5 EKOSISTEM
SUBTEMA 2 HUBUNGAN ANTARMAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM PEMBELAJARAN 1
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
MUATAN PELAJARAN BAHASA INDONESIA
A. JUDUL
Pengembangan Bahan Ajar Kelas 5 Tema 5 (Ekosistem) Sub tema 2 Pembelajaran 1
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Muatan Pelajaran
Kompetensi Dasar (KD)
Indikator Pembelajaran Bahasa
Indonesia
2.7 Menguraikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi.
3.7.2. Menganalisis pokok pikiran dalam teks nonfiksi. (HOTS-C4)
4.7 Menyajikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri.
4.7.1 Mengembangkan pokok pikiran menjadi kalimat utama. (HOTS- C6)
Dengan menyesuaikan Kompetensi Dasar (KD) dan indikator di atas, maka dapat dirumuskan tujuan pembelajaran bahan ajar Bahasa Indonesia sebagai berikut :
1. Dengan mengamati teks nonfiksi disertai penjelasan guru, peserta didik dapat Menganalisis pokok pikiran dalam teks nonfiksi dengan benar. (HOTS-C4).
2. Dengan mengamati teks nonfiksi disertai bimbingan guru, peserta didik dapat Mengembangkan pokok pikiran menjadi kalimat utama dengan cermat. (HOTS-C6).
C. Materi Ajar
1. Pokok Pikiran
Pokok pikiran adalah ide utama dari sebuah paragraf. Pikiran pokok disebut juga pikiran utama, gagasan utama atau gagasan pokok.
Cara menentukan pokok pikiran pada paragraf sebagai berikut:
a. Membaca seluruh kalimat dalam paragraf.
b. Menandai kalimat awal, akhir, atau kalimat awal dan kalimat akhir paragraf.
c. Menandai pikiran pokok yang terdapat diawal, akhir, atau kalimat awal dan akhir paragraph.
2. Teks Non Fiksi
Nonfiksi adalah karya yang dibuat berdasarkan data-data yang otentik saja, tapi bisa juga data itu dikembangkan menurut imajinasi penulis. Nonfiksi dibagi menjadi 2 :
a. Nonfiksi Murni : adalah buku yang berisi pengembangan berdasarkan data-data yang otentik
b. Nonfiksi Kreatif : berawal dari data yang otentik kemudian pengembangannya berdasarkan imajinasiyang pada umumnya dalam bentuk novel, puisi, prosa
3. Jenis-jenis teks non fiksi a. Esai
Jika kita lihat di Koran,atau majalah ,kita akan menemukan esai dalam tulisan-tulisan opini para pakar,kolom para budayawan dan editorial(tajuk rencana) yang di tulis redaksi media bersangkutan.
b. Artikel Jurnalistik
Membaca artikel di surat kabar (kecuali dalam rubrik seperti seni atau kehidupan). Kalian akan menemukan kesamaan informasi disusun secara hati- hati dalam struktur sedemikian sehingga pembaca mendapatkan fakta-fakta utama sesaat setelah membaca: yakni tentang siapa, apa, kapan, dan dimana;
biasanya pada kalimat pertama. Setelah itu, artikel jurnalistik meluas secara bertahap, menambahkan unsur-unsur mengapa dan sesuatu terjadi. Ini dilakukan sedemikian rupa sehingga seberapa banyak pun dipotong agar muat dalam ruang koran, artikel tersebut akan tetap memuat informasi yang penting.
Tentu saja ada beberapa jenis jurnalisme disamping berita koran. Cerita feature dan artikel majalah cenderung tidak tersrtruktur secara kaku, dan memberikan ruang bagi kreativitas. Artinya dan tumpang-tindih antara jurnalisme dan ninfiksi kretif, dan batasan itu tergantung pada pendapat Kalian.
c. Artikel Ilmiah
Seperti artikel jurnalistik, artikel ilmiah disusun untuk secara efektif menyajikan informasi. Mirip seperti esai, artikel ilmiah umumnya dibuka dengan ringkasan tentang apa yang hendak disampaikan, kemudian menyertakan bukti dan argumentasi atau informasi yang mendukung, yang diakhiri dengan ringkasan dan kesimpulan.
d. Artikel ilmiah
Biasanya ditemukan dalam jurnal ilmiah, yang dipublikasikan untuk kalangan terbatas maupun masyarakat umum. Contohnya, Medika, jurnal kedokteran di Indonesia. Jurnal seperti ini umumnya diterbitkan oleh asosiasi ilmuwan dan profesi.
e. Biografi
Biografi adalah karya tulis tentang kehidupan orang lain ( bukan kehidupan Kalian sendiri, yang dikenal sebagai otobiografi ). Umumnya biografi berisi kisah tentang orang terkenal, bintang film, tokoh sejarah penting, ilmuwan yang mengubah dunia, dan sebagainya.
Dalam biografi, mungkin – mungkin saja penulis menciptakan adegan dan dialog, itu artinya penulis menulis novel biografi. Sebuah novel biografi sebenarnya sebuah fiksi yang berdasarkan materi nonfiksi, bukan sebuah karya nonfiksi yang menggunakan tehnik penulisan fiksi.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MUATAN PELAJARAN IPA A. JUDUL
Pengembangan Bahan Ajar IPA Kelas 5 Subtema 2 (Komponen Ekosistem) Pembelajaran 1
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Muatan Pelajaran
Kompetensi Dasar (KD)
Indikator Pembelajaran
IPA 3.5 Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar
3.5.2. Menganalisis rantai makanan pada sebuah ekosistem. (HOTS-C4)
1.5 Membuat karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem
1.5.1 Membuat gambar rantai makanan pada ekosistem lengkap dengan
keterangannya. (HOTS- C6)
Dengan menyesuaikan Kompetensi Dasar (KD) dan indikator di atas, maka dapat dirumuskan tujuan pembelajaran bahan ajar IPA sebagai berikut :
1. Melalui pengamatan video tentang rantai makanan pada ekosisitem, peserta didik dapat menganalisis rantai makanan pada sebuah ekositem dengan tepat. (HOTS- C4).
2. Melalui pengamatan alat peraga pembelajaran tentang rantai makanan dan penjelasan dari guru, peserta didik dapat membuat gambar rantai makanan pada ekosistem dan keterangannya dengan benar. (HOTS-C6)
C. Materi Ajar
1. Pengertian Rantai Makanan
Rantai Makanan adalah hubungan makan dan dimakan antara makhluk hidup.
Rumput dimakan oleh belalang. Kemudian belalang dimakan oleh ular.
Selanjutnya ular akan dimakan oleh elang. Belalang, katak, ular, dan elang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga disebut konsumen.
Pada peristiwa makan dan dimakan tersebut, rumput berperan sebagai produsen karena dapat membuat makanannya sendiri. Kemudian, belalang disebut konsumen tingkat I. Katak disebut Konsumen Tingkat II. Ular disebut konsumen tingkat III, sedangkan elang disebut konsumen tingkat IV.
Apabila elang mati dan membusuk akan menjadi humus yang menyuburkan tanah sehingga rumput akan tumbuh subur. Semua makhluk hidup yang mati apabila tidak dimakan oleh makhluk hidup yang lain akan diuraikan oleh bakteri atau jamur.
Bakteri atau jamur disebut pengurai. Hasil penguraian tersebut bermanfaat bagi tumbuhan sebagai zat hara.
2. Jaring-Jaring Makanan
Jaring-jaring makanan adalah sekumpulan rantai makanan yang salin berhubungan. Peristiwa makan dan dimakan tidak sesederhana seperti yang telah
dijelaskan pada bagian sebelumnya. Rumput sebagai produsen tidak hanya dimakan oleh belalang saja, tetapi juga dimakan oleh burung dan hewan lainnya. Ular tidak hanya memakan katak saja tetapi juga memakan tikus, ayam, dan hewan lainnya.
Pada jaring-jaring makanan tersebut terdapat beberapa rantai makanan di antaranya adalah sebagai berikut :
1. padi –> tikus –> elang –> pengurai
2. padi –> tikus –> musang –> elang –> pengurai 3. padi –> burung –> musang –> elang –> pengurai 4. padi –> burung –> elang –> pengurai
3. Perbedaan Rantai Makanan dengan Jaring-jaring Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan dan arah tertentu. Pada peristiwa tersebut terjadi perpindahan energi dari produsen ke konsumen, kemudian ke pengurai hal ini terjadi secara terus menerus. Jaring-jaring makanan adalah hubungan antara rantai makanan dan apa yang dimakan spesies dalam sistem ekologi, atau dengan kata lain sekumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. Perbedaan secara umum antara rantai makanan dan jaring- jaring makanan adalah rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan atau rantai makanan hanya proeses makan dimakan dengan sekala lebih kecil
sedangkan jaring-jaring makanan merupakan proses atau sekumpulan dari rantai makanan dengan sekala yang lebih besar dan luas.
Perbedaan antara jaring-jaring makanan dengan rantai makanan adalah sebagai berikut:
1. Jaring-jaring makanan merupakan kumpulan dari rantai makanan
2. Pada jaring-jaring makanan mempunyai beberapa jenis organisme yang dapat dipilih menjadi makanannya. Adapun rantai makanan, organisme yang menjadi konsumen hanya memiliki satu pilihan makanan saja.
3. Organisme pada jaring-jaring makanan lebih banyak, tetapi pada rantai makanan lebih sedikit.
DAFTAR PUSTAKA
Subekti, Ari. 2018. Tema 5 Ekosistem Tematik Terpadu Kurikulum 2013 : Buku Guru SD /MI Kelas 5. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Subekti, Ari. 2018. Tema 5 Ekosistem Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 : Buku Siswa SD /MI Kelas 5. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Miyarso, Estu. 2019. Modul 4 Perancangan Pembelajaran Inovatif. Jakarta:
Kemdikbud.
Ekosistem dan rantai makanan. Diakses dari
https://www.studiobelajar.com/ekosistem_contoh/ pada tanggal 07 Oktober 2021.
Teks non fiksi https://www.dapurimajinasi.com/2017/11/menentukan-ide-pokok- kumpulan-soal-sesuai-kisi-kisi-ujian-sekolah-sd-mi.html?m=0 pada tanggal 20 November 2021.
Media Pembelajaran 1. Slide power point tentang teks nonfiksi
2. Alat Peraga Sederhana Rantai Makanan
3. Video Apersepsi ilustrasi makhluk hidup makan dan dimakan.
4. Video tentang Rantai Makanan https://youtu.be/drOkRTMbaLi
5. LKPD 6. Laptop 7. Handphone
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
(LKPD)
KELAS
5
TEMA 5 EKOSISTEM
SUBTEMA 2
PEMBELAJARAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan 1
Menentukan dan Menulis Pokok Pikiran
A. Langkah-langkah kegiatan 1. Bacalah teks nonfiksi berikut :
1. Berdasarkan bacaan di atas, tentukan pokok pikiran yang terdapat di setiap paragraf.
2. Pahami kembali pemahamanmu tentang cara mencari ide pokok.
3. Tuliskan pokok pikiran tersebut ke dalam diagram peta konsep di bawah ini.
Paragraf 3 :
Paragraf 1 :
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
POKOK PIKIRAN
Paragraf 4 :
Paragraf 2 :
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
………
Kegiatan 2
Mengembangkan Pokok Pikiran
A. Langkah Kegiatan
1. Amati kembali pokok pikiran yang telah kamu tulis di atas!
2. Ubahlah pokok pikiran di atas menjadi kalimat utama.
No. Kalimat Utama
Paragraf 1 ...………
……….………
………
………
Paragraf 2 ...………
……….………
………
………
Paragraf 3 ...………
……….………
………
………
Paragraf 4 ...………
……….………
………
………
Kegiatan 3
Membuat Gambar Jaring-jaring makanan
Langkah Kegiatan 1. Amati gambar di atas.
2. Tentukan dahulu ekosistem yang akan dipilih (baik dalam ekosistem laut maupun ekosisem darat).
3. Tentukan rantai makanan pada ekosistem yang telah kamu pilih.
4. Guntinglah gambar sesuai dengan gambar pada rantai makanan yang telah kamu pilih.
5. Tempelkan gambar pada kertas/karton yang telah disiapkan, digambar dan diberi keterangan dengan rapi dan jelas.
6. Kerjakan secara berkelompok.
Kisi-kisi Soal Evaluasi Pengetahuan
No. Mupel KD Materi Indikator Nomor
Soal
Jenis Soal
Kunci Jawaban
1. Bahasa 2.8 Menguraikan konsep- konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi.
2.9 Menyajikan konsep- konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri.
Menentukan Disajikan sebuah 1 PG D
Indonesia pokok
pikiran dalam teks nonfiksi.
teks nonfiksi, peserta didik dapat menyimpulkan pokok pikiran.
Disajikan sebuah 2 PG C teks nonfiksi,
peserta didik dapat menyimpulkan pokok pikiran.
Peserta didik dapat 3 PG C menyimpulkan
teks.
Peserta didik 4 PG B memahami teks
nonfiksi.
peserta didik dapat
menyimpulkan 5 PG D pokok pikiran
2. IPA 3.6 Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring- jaring makanan di lingkungan sekitar 3.7 Membuat
Rantai makanan.
Peserta didik dapat memahami hakikat ekosistem.
6 PG B
Peserta didik dapat memahami
pengertian populasi. Peserta didik dapat memahami
lingkungan abiotik.
7 PG B
Peserta didik dapat menentukan ekosistem hutan
8 PG A
karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem
Peserta didik dapat menentukan rantai makanan
Peserta didik dapat menentukan rantai makanan
9
10
PG
PG
D
C
Soal Evaluasi Pengetahuan
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar.
Bacalah teks berikut ini untuk mengisi soal nomor 11 – 13!
Rantai makanan pada ekosistem sawah perlu kita jaga dengan baik. Sebagai manusia kita tidak boleh secara sembarangan melakukan perburuan di daerah persawahan. Kegiatan perburuan yang sembarangan bisa membuat rantai makanan pada ekosistem bisa terganggu atau bahkan menjadi kacau dan tidak terkendali. Hal ini bisa memberikan kerugian besar bagi para petani. Petani bisa mendapatkan panen yang sedikit. Bahkan petani bisa mengalami gagal panen.
Makhluk hidup pada rantai makanan di ekosistem sawah saling bergantung dan mempengaruhi. Perburuan hewan tingkat konsumen I hingga konsumen tingkat puncak pada ekosistem sawah, jika dilakukan secara berlebihan dan sembarangan maka bisa berpotensi buruk. Contohnya, jika konsumen pada tingkat puncak seperti elang di buru. Maka ular akan semakin banyak dan hal itu berbahaya bagi petani. Jika ular diburu atau dimusnahkan, maka populasi tikus menjadi meningkat sehingga tanaman petani terancam rusak dimakan tikus.
Jika tikus dimusnahkan, maka populasi ular dan elang pun berkurang. Bahkan jika konsumen tingkat I tidak ada lagi, maka hewan konsumen tingkat berikutnya akan ikut punah pula.
Kepunahan yang disebabkan karena tidak adanya makanan yang dimangsa.
1. Pokok pikiran pada paragraf pertama adalah ….
a. Kita harus mau menguasai rantai makanan pada ekosistem sawah b. Ekosistem di sawah perlu kita manfaatkan semaksimal mungkin c. Perburuan hewan liar di sawah perlu kita lestarikan dengan baik
d. Sebagai manusia kita perlu melestarikan rantai makanan pada ekosistem sawah
2. Pokok pikiran pada paragraf kedua adalah ….
a. Konsumen tingkat I perlu dibasmi sejak dini
b. Hewan-hewan di sawah menjadi sangat langka jika ular dan elang masih hidup c. Makhluk hidup pada rantai makanan di ekosistem sawah saling bergantung dan
mempengaruhi
d. Kegagalan panen petani disebabkan karena banyaknya ular dan burung elang yang bebas
3. Apakah hal yang terjadi jika ular dimusnahkan dari ekosistem sawah?
a. Jumlah tikus akan semakin menurun b. Padi akan menjadi tumbuh dengan subur c. Polulasi tikus akan semakain meningkat d. Populasi elang akan semakin meningkat
4. Teks yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam
kehidupan kita sehari-hari disebut teks ....
a. fiksi b. nonfiksi c. naratif d. deskriptif
5. Pokok pikiran dalam sebuah paragraf dapat dipahami dengan mudah melalui ....
a. kalimat pertama b. seluruh paragraf c. kalimat terakhir d. kalimat utama
6. Setiap makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lainnya untuk bisa bertahan, bukti dari hal tersebut antara lain adalah ….
a. Manusia membutuhkan air dan api untuk bisa hidup
b. Manusia butuh tumbuhan dan hewan untuk bahan makanan c. Hewan akan cepat mengalami kepunahan jika tidak ada manusia d. Tumbuhan menjadi semakin subur jika banyak hewan di sekelilingnya
7. Penangkapan kelinci dan rusa di hutan bisa mengganggu rantai makanan pada eksosistem hutan. Hal ini juga bisa mengakibatkan ….
a. Banyak tumbuhan di hutan menjadi mati
b. Populasi harimau di hutan menurun karena tidak ada yang dimangsa c. Bertambahnya jumlah harimau karena bisa tidur dengan tenang d. Rumput menjadi makanan bagi macan dan elang
8. Peran rumput pada ekosistem hutan adalah sebagai ….
a. Produsen
b. Konsumen tingkat 1 c. Konsumen tingkat 2 d. Konsumen tingkat 3
9. Puncak piramida rantai makanan biasanya ditempat hewan-hewan karnivora. Contoh hewan-hewan tersebut antara lain adalah ….
a. Tikus, harimau dan gajah b. Jerapah, rusa dan kerbau c. Buaya, ular dan kadal d. Harimau, hiu dan elang
10. Rantai makanan di bawah ini yang tidak tepat adalah ….
a. Padi -> tikus -> ular -> elang -> pengurai
b. Rumput -> kelinci -> ular -> rajawali -> pengurai c. Rumput -> rusa -> gajah -> badak -> harimau
d. Fitoplankton -> udang -> ikan tuna -> hiu -> pengurai
Rubrik Penilaian 1. Rubrik Penilaian Sikap
No PPK Indikator Rubrik
1 Gotong Royong
Keaktifan dalam kerja kelompok.
Aktif: 3 Cukup aktif: 2 Kurang aktif: 1 2 Tanggung
Jawab
Menyelesaikan tugas/evaluasi dengan baik.
Tuntas semua kegiatan: 3 Tuntas 3-4 kegiatan: 2 Tuntas 1-2 kegiatan: 1 3 Disiplin Kehadiran saat pembelajaran. Tepat waktu: 3
Terlambat 5-10 menit: 2
Terlambat lebih dari 10 menit: 1 Waktu pengumpulan
tugas/evaluasi
Tepat waktu: 3
Terlambat 10-15 menit: 2 Terlambat lebih dari 15 menit: 1 4 Mandiri Kemandirian dalam
mengerjakan soal evaluasi
Sangat mandiri: 3 Mandiri: 2
Kurang mandiri: 1
Nilai Sikap = 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒙 100
𝟏𝟐
2. Rubrik Penilaian Pengetahuan (Evaluasi) No
Soal
Indikator Rubrik
1 Menentukan pokok pikiran Skor Benar: 1
Skor Salah: 0
2 Menentukan pokok pikiran Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 3 menganalisis hal penting dalam paragraf Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 4 Memahami makna teks nonfiksi Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 5 Memahami makna kalimat utama Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 6 menganalisis hakikat makhluk hidup Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 7 Menganalisis rantai makanan Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 8 Menganalisis rantai makanan Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 9 Menentukan urutan pada rantai makanan Skor Benar: 1
Skor Salah: 0 10 Menentukan urutan rantai makanan Skor Benar: 1
Skor Salah: 0
3. Rubrik Penilaian Keterampilan
a. Membuat diagram pokok pikiran dalam teks nonfiksi
No Indikator Rubrik
1 Diagram dibuat sesuai dengan jumlah paragraph dalam teks bacaan.
Skor 3: sangat lengkap Skor 2: sangat sesuai Skor 1: kurang sesuai 2 Setiap diagram diisi dengan pikiran berdasarkan isi
teks nonfiksi.
Skor 3: sangat sesuai Skor 2: cukup sesuai Skor 1: kurang sesuai
b. Mengembangkan pokok pikiran menjadi kalimat utama
No Indikator Rubrik
1 Kelengkapan isi/jawaban Skor 3: sangat lengkap Skor 2: sangat sesuai Skor 1: kurang sesuai 2 Ketepatan penggunaan bahasa Skor 3: sangat sesuai
Skor 2: cukup sesuai Skor 1: kurang sesuai Nilai Keterampilan = 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟔
Nilai Keterampilan = 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟔
c. Membuat gambar rantai makanan
No Indikator Rubrik
1 Kelengkapan gambar dan penjelasan gambar Skor 3: sangat sesuai Skor 2: cukup sesuai Skor 1: kurang sesuai 2 Tata letak (Kesesuaian penempatan gambar dan
kerapihan)
Skor 3: sangat sesuai Skor 2: cukup sesuai Skor 1: kurang sesuai 3 Penggunaan bahasa dalam presentasi mudah
dipahami
Skor 3: sangat baik Skor 2: cukup baik Skor 1: kurang baik
Nilai Keterampilan = 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒙 𝟏𝟎𝟎
𝟗
LEMBAR PENILAIAN
1. Lembar Penilaian Sikap
No Nama
Siswa
Gotong Royong
Tanggung Jawab
Disiplin Mandiri
Keaktifan dalam
kerja kelompok
Proses penyelesaian tugas/evaluasi
Kehadiran saat pembelajaran
Waktu pengumpulan tugas/ evaluasi
Kemandirian dalam mengerjakan soal evaluasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
2. Lembar Penilaian Pengetahuan
No Nama Siswa Jumlah Skor Nilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
3. Lembar Penilaian Keterampilan
No Nama Siswa Jumlah Skor Nilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Sintaks Model Pembelajaran Problem Based learning (PBL)
Langkah-langkah pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dirancang oleh guru adalah sebagai berikut:
LANGKAH KERJA AKTIVITAS GURU AKTIVITAS PESERTA
DIDIK
Sintaks 1:
Orientasi peserta didik pada masalah
Guru menyampaikan masalah yang akan memecahkan secara kelompok.
Masalah yang diangkat dalam kontekstual. Masalah dapat ditemukan sendiri oleh peserta didik melalui bahan bacaan atau lembar kegiatan.
Kelompok mengamati dan memahami masalah yang disampaikan guru atau yang diperoleh dari bahan bacaan yang disarankan.
Sintaks 2:
Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing.
Peserta didik membagi tugas untuk mencari data/ bahan- bahan/ alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
Sintaks 3:
Membimbing
penyelidikan individu maupun kelompok.
Guru menyatukan peserta didik dalam pengumpulan data/
bahan selama proses penyelidikan.
Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data/referensi/sumber) untuk bahan diskusi kelompok.
dan menyajikan hasil karya.
Guru menyatukan diskusi dan memandu pembuatan laporan sehingga setiap kelompok untuk
dipresentasikan.
Kelompok melakukan diskusi untuk menghasil-kan solusi pemecahan masalah dan hasilnya
dipresentasikan/disajikan dalam bentuk karya.
Sintaks 5:
Menganalisis dan menemukan proses pemecahan masalah.
Guru menyajikan presentasi dan
mendorong kelompok memberikan penghargaan serta masukan kelompok lain. Guru bersama peserta didik
menyimpulkan materi.
Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok yang lain memberikan apresiasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan merangkum/
membuat kesimpulan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari kelompok lain.