i MODUL TEORI BAHASA INGGRIS
Penyusun
Fitri Ramadhani,M.Pd
i
VISI DAN MISI FAKULTAS KEBIDANAN Visi
“Menyelenggarakan pendidikan Kebidanan yang unggul dan professional di bidang Komplementer Kesehatan Reproduksi di tingkat Nasional dan Asia pada tahun 2028”.
Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan dan proses pembelajaran yang unggul, berkarakter, dan kompeten di bidang komplementer kesehatan reproduksi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan globalisasi;
2. Menyelenggarkan penelitian bidang kebidanan yang inovatif, produktif dan responsif terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat;
3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kebidanan berlandaskan nilai dan tanggung jawab sosial; dan
4. Menjalin kerjasama yang baik yang berkaitan dengan pengembangan kebidanan dengan stakeholders mulai dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai pengguna lulusan.
ii
VISI DAN MISI PRODI KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA III
Visi
“Menghasilkan Lulusan yang Unggul dan Profesional pada Bidang Asuhan Kebidanan Komplementer pada Masa Nifas Tahun 2028”.
Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang kebidanan khususnya asuhan kebidanan komplementer pada masa nifas;
2. Mengembangkan penelitian kebidanan asuhan kebidanan komplementer pada masa nifas yang inovatif untuk menghasilkan publikasi bereputasi;
3. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat di bidang asuhan kebidanan komplementer pada masa nifas yang berbasis hasil penelitian;
4. Mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada kehadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya Modul Teori dari Mata kuliah Bahasa Inggris ini dapat diselesaikan. Modul Teori Bahasa Inggris ini disusun untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Program Studi D III Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam dalam menempuh mata kuliah Bahasa Inggris. Modul ini disusun dengan kualifikasi merangkum semua materi teoritis.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu atas selesainya modul ini. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Oleh karena itu segala masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan guna penyempurnaan modul ini.
Lubuk Pakam, 2020
iv DAFTAR ISI
VISI dan MISI FAKULTA KEBIDANAN ... Error! Bookmark not defined.
VISI dan MISI PRODI KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA III………ii
KATA PENGANTAR ... ii
BAB I PENGERTIAN RUMUS SIMPLE PRESENT TENSE DAN PAST TENSE ...1
1.1 SIMPLE PRESENT TENSE ...1
a. Rumus Dasar ...2
b. Rumus Kalimat negatif ...2
c. Rumus Kalimat tanya ...2
1.1 3 Perubahan bentuk verb ...2
1.1.4 Contoh Kalimat Simple Present Tense ...3
1.2 Simple Past Tense ...3
1.2.2 Rumus Simple Past Tense ...5
a. Rumus Simple Past Tense Untuk Kalimat positif ...5
b. Rumus Simple Past Tense Untuk Kalimat negatif ...5
c. Rumus Simple Past Tense Untuk Kalimat interogatif ...5
1.2.3 Contoh Kalimat Simple Past Tense ...5
1.3 Soal dam jawaban ...6
BAB II KONSEPTUAL PROGRESIVE AND PERFECT TENSE ...7
2.1 Pengertian ...7
2.2 Rumus progressive and perfect tense ...7
2.3 Soal dan jawaban ...10
BAB III TEKNIK MEMAHAMI DAN MENERJEMAHKAN TEKS ...11
3.1 Pemahaman penerjemahan ...11
3.2 Jenis penerjemahan ...12
3.3 Soal dan Jawaban ...13
BAB IV PROSEDURAL DAN INTRODUCTION ...14
4.1 Pengertian procedural ...14
4.2 Pengertian introduction ...14
4.3 Soal dan Jawaban ...16
v
BAB V PENULISAN ARTIKEL DAN PRESENTASI ILMIAH MENGGUNAKAN
BAHASA INGGRIS ...17
5.1 Peranan bahasa inggris ...17
5.2 Pengertian penelitian ...17
5.3 Syarat penelitian ...18
5.4 Penggunaan bahasa inngris dalam penulisan artikel penelitian...19
5.5 Soal dan jawaban ...21
DAFTAR PUSTAKA ...22
1 BAB I
PENGERTIAN RUMUS SIMPLE PRESENT TENSE DAN PAST TENSE
1.1 SIMPLE PRESENT TENSE
1.1.1 Pengertian simple present tense
Simple present tense dapat dimaknai sebagai bentuk tense yang dipakai untuk menerangkan sebuah kejadian atau aktivitas yang terjadi pada saat ini.
Selain itu, jenis tense ini juga digunakan untuk menggambarkan kejadian atau aktivitas yang terjadi berulang kali.
Berikut ini beberapa fungsi dari simple present:
1. Menyatakan kejadian berulang saat ini
Peristiwa berulang yang terjadi pada saat ini dapat diungkapkan menggunakan bentuk simple present. Kalimat ini biasanya mengandung adverb of frequency seperti always, often, every, dan sometimes.
Contoh:
The bus comes every 30 minutes.
I always eat apple in the morning.
2. Menyatakan fakta
Dalam bahasa Inggris, simple present tense dapat dipakai untuk menyatakan sebuah fakta. Berbagai fakta umum seperti matahari terbit atau air membeku harus dituliskan dalam bentuk simple present.
Contoh:
Water boils at 100 degree.
The Earth and other planets revolve around the sun.
3. Menyatakan kalimat instruksi
Kalimat instruksi biasa dinyatakan dalam bentuk simple present. Kalimat ini biasanya diawali dengan kata kerja (verba).
Contoh:
Add sugar to the dough.
Close the window!
2 1.1.2 Rumus Simple Present Tense
Sebuah kalimat simple present yang baik harus mengikuti aturan yang berlaku. Aturan tersebut meliputi pola, rumus, dan bentuk kata kerja yang digunakan berikut dengan perubahan sesuai dengan subyek.
a. Rumus Dasar
Secara garis besar, rumus kalimat simple present tense adalah sebagai berikut:
Subyek + Verb I + Object
Rumus umum tersebut bersifat fleksibel dan dapat berubah sesuai dengan jenis kalimat yang dibuat. Perubahan tersebut meliputi:
b. Rumus Kalimat negatif
Ketika hadir dalam bentuk negatif, diperlukan penambahan kata „not‟
dalam kalimat. Oleh karena itu, rumus tersebut berubah menjadi:
Subject + do / does + not + Verb I + Object atau
Subject + is / am / are + not + Adjective
c. Rumus Kalimat Tanya
Untuk membuat sebuah kalimat tanya dalam bentuk simple present, susunan kalimat harus diubah sedemikian rupa sehingga memenuhi unsur sebuah kalimat tanya.
Berikut rumus yang digunakan untuk membuat kalimat tanya simple present:
Do / does + Subject + Verb I + Object?
atau
Is / am / are + Subject + Adjective?
1.1 3 Perubahan bentuk verb
Simple present tense menggunakan kata kerja (verb) bentuk pertama yang dapat berubah sesuai dengan subyek kalimat, baik kalimat positif maupun negatif.
Ketentuan perubahan tersebut adalah sebagai berikut:
I / you / we / The
Untuk jenis subyek ini, kata kerja bentuk pertama tidak mengalami perubahan pada kalimat positif. Tidak diperlukan penambahan s/es pada bagian belakang kata kerja. Sedangkan untuk kalimat negatif, dibutuhkan penambahan
„do not‟ sebelum kata kerja.
3
Pada kalimat tanya, kata „do‟ digunakan untuk mengawali kalimat dan diikuti oleh subyek kemudian verb bentuk I.
She / he / it
Ketiga subyek ini mengalami perubahan bentuk kata kerja pada kalimat positif, yaitu penambahan s/es. Secara garis besar, kata kerja dengan akhiran huruf konsonan menggunakan tambahan „s‟ sedangkan kata kerja berakhiran huruf vokal menggunakan tambahan „es‟. Kendati demikian, ada beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
Kata kerja dengan akhiran X, S, SH, CH, dan O menggunakan tambahan „es.
Kata kerja berakhiran huruf vokal + Y menggunakan tambahan „s‟.
Kata kerja dengan akhiran huruf konsonan + Y mengalami perubahan bentuk menjadi „ies‟.
Pada kalimat negatif, diperlukan penambahan kata „does not‟ sebelum kata kerja. Kata „does‟ juga digunakan untuk mengawali kalimat tanya dan diikuti oleh subyek serta verb bentuk I.
1.1.4 Contoh Kalimat Simple Present Tense
They always come here every week. (Mereka selalu datang kemari setiap pekan)
My grandmother sleeps 10 hours every night. (Nenek saya tidur 10 jam setiap malam)
George and Fred always go to school together. (George dan Fred selalu berangkat sekolah bersama)
Her mother is a Javanese. (Ibunya adalah orang Jawa)
A bird flies with its wings. (Burung terbang dengan sayapnya)
She has three kids. (Dia mempunyai tiga anak) 1.2 Simple Past Tense
1.2.1 Pengertian simple past tense
4
Simple past tense merupakan bentuk kalimat yang menyatakan bahwa sebuah aksi atau peristiwa terjadi di masa lalu dengan waktu yang spesifik.
Bentuk tense ini ditandai dengan penggunaan kata kerja bentuk kedua (Verb-2).
Berikut ini beberapa keterangan waktu yang biasa digunakan pada simple past:
Bulan atau tahun yang sudah lampau
Keterangan waktu yang didahului „last‟ dan „ago‟
Keterangan waktu lain yang menyatakan lampau seperti yesterday, this morning, etc.
Simple past dapat digunakan untuk berbagai tujuan, antara lain:
1. Menjelaskan peristiwa yang terjadi di masa lampau dengan waktu spesifik
Contoh: The 3rd grade students visited the National Monument last week.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa aktivitas mengunjungi Monumen Nasional terjadi pada waktu spesifik di masa lampau, yaitu minggu lalu.
Menunjukkan bahwa suatu aksi berlangsung dalam periode waktu tertentu di masa lalu
Contoh: My father stayed in Qatar for five years.
2. Menggambarkan kebiasaan di masa lampau
Contoh: When I was in Jakarta, I always bought Soto Betawi.
Kalimat di atas menunjukkan kebiasaan yang terjadi di masa lampau dan sekarang sudah tidak dilakukan lagi.
3. Menunjukkan emosi di masa lalu
Contoh: I was so happy when my parents came here.
Kalimat tersebut menunjukkan emosi (rasa senang) yang dirasakan di masa lalu dan sekarang sudah tidak dirasakan lagi.
5 1.2.2 Rumus Simple Past Tense
Seperti halnya simple present, simple past tense mempunyai formula dasar yang cukup sederhana. Untuk membuat sebuah kalimat dengan bentuk simple past, kita hanya perlu memakai kata kerja kedua (Verb-2).
a. Rumus Simple Past Tense Untuk Kalimat positif Subject + Verb-2 + Object
Contoh: She bought me a pair of shoes last night
b. Rumus Simple Past Tense Untuk Kalimat negatif Subject + did not + Verb-1 (infinitive) + object
atau
Subject + was / were + not + adjective/adverb Contoh: I did not understand what she said yesterday
c. Rumus Simple Past Tense Untuk Kalimat interogatif Did + Subject + Verb-1 (infinitive) + object?
atau
Was / Were + Subject + adjective / adverb?
Contoh: Did you go to the theatre last week?
Dalam penerapannya, kalimat simple past memakai dua jenis kata kerja yaitu regular dan irregular verbs. Regular verbs hanya perlu mendapatkan penambahan d/ed pada akhir kata untuk mengubahnya menjadi bentuk kedua.
Contoh regular verbs adalah looked, walked, jumped, watched, dropped, etc.
Sedangkan irregular verbs merupakan kata kerja tak beraturan sehingga tidak mempunyai formula baku untuk mengubah dari bentuk pertama ke bentuk kedua. Contoh irregular verbs adalah wrote, bought, swam, sat, saw, brought, etc.
1.2.3 Contoh Kalimat Simple Past Tense
I moved to this house in 1990. (Saya pindah ke rumah ini tahun 1990)
Last month, something horrible happened in Jane‟s office. (Bulan lalu, sesuatu yang mengerikan terjadi di kantor Jane)
6
When I went to the market yesterday, I saw you and your husband. (Ketika saya ke pasar kemarin, saya melihat kamu dan suamimu)
A few days ago, she received a strange letter from her boyfriend. (Beberapa hari yang lalu, dia menerima surat aneh dari kekasihnya)
This company was established in 1955. (Perusahaan ini didirikan tahun 1995)
My son asked me to buy a new TV. (Anak lelaki saya meminta saya untuk membeli televisi baru)
This morning, Caitlyn was here and told everything about her family. (Pagi ini, Caitlyn ada di sini dan menceritakan semua tentang keluarganya)
1.3 Soal dam jawaban Soal:
1. Apa pengertian simple present tense?
2. Apa pengertian simple past tense?
3. Bagaimana rumus past tense untuk kalimat pasif?
4. Bagaimana rumus dasar present tense?
5. Bagaimana rumus present tense untuk kaliamat negatif?
Jawaban:
1. Simple present tense dapat dimaknai sebagai bentuk tense yang dipakai untuk menerangkan sebuah kejadian atau aktivitas yang terjadi pada saat ini.
2. Simple past tense merupakan bentuk kalimat yang menyatakan bahwa sebuah aksi atau peristiwa terjadi di masa lalu dengan waktu yang spesifik.
3. Subject + Verb-2 + Object 4. Subyek + Verb I + Object
5. Subject + do / does + not + Verb I + Object
7 BAB II
KONSEPTUAL PROGRESIVE AND PERFECT TENSE 2.1 Pengertian
Present Perfect Continuous tense adalah sebuah tense dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian dimulai pada masa lampau dan terus berlanjut hingga saat iui. Tense ini juga sering disebut dengan Present Perfect Progressive tense.
2.2 Rumus progressive and perfect tense
Rumus Present Perfect Continuous tense harus menyesuaikan dengan subjek tunggal atau jamak dari kalimat. Berikut ini rumus Present Perfect Continuous tense beserta contoh kalimatnya:
1. I
Rumus positif
I + have + been + Verb-ing
Contoh : I have been living here for 4 years.
Rumus negative
been living here for 4 years.
Contoh: I have not been living here for 4 years
Rumus Introgartive
Have + I + been + Verb-ing
Contoh: Have I been living here for 4 years?
2. You
Rumus positif
You + have + been + Verb-ing
Contoh: You have been living here for 4 years.
Rumus negative
You + have + not + been + Verb-ing
Contoh: You have not been living here for 4 years.
8
Rumus Introgartive
Have + you + been + Verb-ing
Contoh: Have you been living here for 4 years?
3. They
Rumus positif
They + have + been + Verb-ing
Contoh: They have been living here for 4 years
Rumus negative
They + have + not + been + Verb-ing
Contoh: They have not been living here for 4 years.
Rumus Introgartive
Have + they + been + Verb-ing
Contoh: Have they been living here for 4 years?
4. We
Rumus positif
We + have + been + Verb-ing
Contoh: We have been living here for 4 years.
Rumus negative
We + have + not + been + Verb-ing
Contoh: We have not been living here for 4 years.
Rumus Introgartive
Wave + we + been + Verb-ing
Contoh: Have we been living here for 4 years?
5. He
Rumus positif
He + has + been + Verb-ing
Contoh: He has been living here for 4 years.
Rumus negative
He + has + not + been + Verb-ing
Contoh: He has not been living here for 4 years
Rumus Introgartive
Has + he + been + Verb-ing
9 Contoh: Has he been living here for 4 years?
6. She
Rumus positif
She + has + been + Verb-ing
Contoh: She has been living here for 4 years.
Rumus negative
She + has + not + been + Verb-ing
Contoh: She has not been living here for 4 years.
Rumus Introgartive
Has + she + been + Verb-ing
Contoh: Has she been living here for 4 years?
7. It
Rumus positif
It + has + been + Verb-ing
Contoh: It has been living here for 4 years.
Rumus negative
It + has + not + been + Verb-ing
Contoh: It has not been living here for 4 years
Rumus Introgartive
Has + it + been + Verb-ing
Contoh: Has it been living here for 4 years?
10 2.3 Soal dan jawaban
Soal:
1. Tuliskan rumus I pada rumus positif?
2. Tuliskan rumus They pada rumus negative?
3. Tuliskan rumus he pada rumus nehatif?
4. Tuliskan rumus we pada rumus negative?
5. Tuluskan rumus she pada rumus positif?
Jawaban:
1. I + have + been + Verb-ing
2. They + have + not + been + Verb-ing 3. He + has + not + been + Verb-ing 4. We + have + not + been + Verb-ing 5. She + has + been + Verb-ing
11 BAB III
TEKNIK MEMAHAMI DAN MENERJEMAHKAN TEKS 3.1 Pemahaman penerjemahan
Penerjemahan atau alih bahasa adalah interpretasi makna teks dari bahasa sumber untuk menghasilkan teks padanan dalam bahasa sasaran yang mengkomunikasikan pesan serupa. Menurut Oxford, penerjemahan adalah komunikasi pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan menggunakan teks yang ekuivalen. Di mana interpretasi tidak diragukan lebih dulu muncul daripada tulisan, penerjemahan baru muncul setelah kemunculan tulisan (literatur). Salah satu terjemahan paling awal yang ditemukan adalah terjemahan yang dibuat pada tahun 2000SM atas kisah legenda Gilgamesh dari bahasa Sumeria ke dalam bahasa-bahasa Asia Barat.
Orang yang menerjemahkan disebut penerjemah atau pengalih bahasa.
Penerjemah saat menerjemahkan harus mempertimbangkan beberapa batasan, termasuk konteks, aturan tata bahasa, konvensi penulisan, dan idiom, serta hal lain antara kedua bahasa. Penerjemah selalu menghadapi risiko untuk tanpa sengaja menyusupkan gaya bahasa maupun idiom dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Di sisi lain, penyusupan gaya bahasa dan idiom dapat memperkaya bahasa sasaran dengan munculnya kata serapan. Dengan begitu, penerjemah ikut terlibat secara signifikan dalam proses pembentukan dan pengembangan bahasa.
Akibat tingginya permintaan atas dokumentasi kegiatan bisnis yang merupakan dampak dari revolusi industri pada pertengahan abad ke-18, penerjemahan berkembang menjadi kegiatan yang formal dan terspesialisasi sehingga bermunculan sekolah spesialis dan perkumpulan profesi.[4] Secara tradisional penerjemahan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara manual oleh manusia. Oleh karena cukup beratnya kegiatan menerjemahkan, sejak tahun 1940-an para insinyur mulai mengembangkan teknologi otomaisasi penerjemahan ([terjemahan mesin]) atau teknologi yang membantu manusia menerjemahkan ([penerjemahan berbantuan komputer])
12
Kesalahpengertian utama mengenai penerjemahan bisa jadi adalah adanya konsep tentang suatu hubungan "kata-per-kata" yang sederhana antara dua bahasa yang kemudian berujung pada penerjemahan sering dianggap dapat langsung dilakukan dan merupakan suatu proses mekanis. Pada kenyataannya, perbedaan historis antar bahasa sering memberikan perbedaan ekspresi dalam keduanya yang mengakibatkan pemindahan pesan antara bahasa secara sempurna tidak mungkin dilakukan.
3.2 Jenis penerjemahan
Ragam penerjemahan berbeda-beda, tergantung dari aspek yang dilihat.
Berdasarkan aspek kebahasaan, Jacobson membagi penerjemahan menjadi tiga, yakni:
1. Penerjemahan intrabahasa (intralingual translation): penerjemahan dari satu bahasa verbal dengan bahasa verbal yang lain dalam bahasa yang sama.
2. Penerjemahan antarbahasa (interlingual translation): proses alih bahasa verbal dari satu bahasa ke bahasa lain.
3. Penerjemahan intersemiotik (intersemiotic translation): proses alih bahasa dari bahasa verbal ke bahasa nonverbal
Sedangkan jika dilihat dari aspek tujuan, Brislin membagi penerjemahan menjadi empat, yaitu:
1. Penerjemahan pragmatis (pragmatic translation): proses alih bahasa yang menekankan pada ketepatan pesan atau informasi.
2. Penerjemahan estetis-puitis (aesthetic-poetic translation): proses alih bahasa yang mengutamakan konsep estetika bahasa sumber, yaitu emosi, hasrat, dan perasaan.
3. Penerjemahan etnografis (ethnographic translation): proses alih bahasa yang mengutamakan konteks budaya.
4. Penerjemahan linguistik (linguistic translation): proses alih bahasa yang mengutamakan padanan makna dan gramatika dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran
13 3.3 Soal dan Jawaban
Soal:
1. Apa pengertian penerjemahan?
2. Berdasarkan aspek kebahasaan, Jacobson membagi penerjemahan menjadi tiga, yaitu?
3. Jelaska pengertian dari Penerjemahan intrabahasa (intralingual translation)?
4. Jelaskan pengertian dari Penerjemahan pragmatis (pragmatic translation)?
5. Jelaskan pengertian dari Penerjemahan linguistik (linguistic translation)?
Jawaban:
1. Penerjemahan atau alih bahasa adalah interpretasi makna teks dari bahasa sumber untuk menghasilkan teks padanan dalam bahasa sasaran yang mengkomunikasikan pesan serupa. Menurut Oxford, penerjemahan adalah komunikasi pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan menggunakan teks yang ekuivalen.
2. Berdasarkan aspek kebahasaan, Jacobson membagi penerjemahan menjadi tiga, yakni:
Penerjemahan intrabahasa (intralingual translation): penerjemahan dari satu bahasa verbal dengan bahasa verbal yang lain dalam bahasa yang sama.
Penerjemahan antarbahasa (interlingual translation): proses alih bahasa verbal dari satu bahasa ke bahasa lain.
Penerjemahan intersemiotik (intersemiotic translation): proses alih bahasa dari bahasa verbal ke bahasa nonverbal
3. Penerjemahan intrabahasa (intralingual translation): penerjemahan dari satu bahasa verbal dengan bahasa verbal yang lain dalam bahasa yang sama.
4. Penerjemahan pragmatis (pragmatic translation): proses alih bahasa yang menekankan pada ketepatan pesan atau informasi.
5. Penerjemahan linguistik (linguistic translation): proses alih bahasa yang mengutamakan padanan makna dan gramatika dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran
14 BAB IV
PROSEDURAL DAN INTRODUCTION
4.1 Pengertian procedural
Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan bagaimana seseorang melakukan sesuatu, pengetahuan bagaimana performans seseorang dalam menjalankan langkah-langkah dalam suatu proses. Contoh dari pengetahuan ini adalah seorang peserta didik mengetahui masa suatu benda, kecepatannya, dan bagaimana prosedur menentukan momentum benda tersebut.
4.2 Pengertian introduction
Introduction Is an expression / expression used for introduction or introducing oneself in English. examples of expressions of introduction or introducing yourself:
a. Introducing Oneself
My name is Kartika (Nama saya Kartika)
My full name is Kartika Kirana (Nama lengkap saya Kartika Kirana)
My nick name is Kartika (Nama panggilan saya adalah Kartika)
Hi, I am Kartika (Hai, saya Kartika)
Hello, my name is Kartika (Halo, nama saya Kartika)
Good morning. My name is Kartika (Selamat pagi. Nama saya Kartika) Responses
a. Hi, I'm Okki. Glad to meet you. (Hai, saya Okki. Senang bertemu dengan anda)
b. Hello, My name is Okki Pleased to meet you (Halo, nama saya Okki.
Senang bertemu dengan anda)
c. Good morning. I am Okki How do you do?. (Selamat pagi. Nama saya Okki. How do you do?)
b. Introducing Others
Do you know Kartika? (Apakah anda tahu Kartika?)
Have you met Kartika? (Pernahkah anda bertemu Kartika?)
This is a friend of mine,Okki. (Ini teman saya, Okki)
Ika, this is Okki, my friend. (Ika, ini Okki, teman saya)
15
May I introduce my friend, Mrs. Suryani? (Bolehkan saya memperkenalkan teman saya, Ibu Suryani?)
Responses
No, I don't think so. (Sepertinya tidak)
No, I haven't. (Tidak, aku belum pernah)
Hi, glad to meet you. I am Okki. (Hai, senang bertemu dengan anda. Saya Okki)
Hello, Okki. Pleased to meet you. (Halo Okki. Senang bertemu denganmu)
I am glad to know you (Saya senang bisa mengenal anda) Contoh Teks Introducing Oneself
Good morning all, allow me to introduce myself in. My name is Faiz Rizqi Aji. I was born in Bandung on 26 July 1993. I now live in Garut. Right now I stayed at my aunt‟s house. Now allow me to introduce myself further. I like things that smell of adventurous, and small things like reading, watching, and spent my free time by doing nothing. Okay now about me and my family, I am the first child in my family. I have a little sister, and she is high school student.
My father is a Police which is named Endang Kurnia. While my mother is a housewife.I love my family more than anything. Well that‟s my introduction this time. Pleased to meet you
16 4.3 Soal dan Jawaban
Soal :
1. Apa pengertian dari procedural?
2. Apa pengertian dari introduction?
3. Tuliskan contoh introducting oneself?
4. Tuliskan contoh indroducing Others?
5. Tuliskan contoh Responses oneself?
Jawaban:
1. Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan bagaimana seseorang melakukan sesuatu, pengetahuan bagaimana performans seseorang dalam menjalankan langkah-langkah dalam suatu proses.
2. Introduction Is an expression / expression used for introduction or introducing oneself in English. examples of expressions of introduction or introducing yourself:
3. First of all, I would like to introduce myself. My name is Kartika (Sebelumnya, saya ingin memperkenalkan diri dulu. Nama saya Kartika) 4. Let me introduce you to Mrs. Lina our new Marketing Manager. Mrs. Lina.
this is Mr. Lutfi from Java Plantation Company. (Ijinkan saya untuk memperkenalkan anda kepada Ibu Lina, Manajer Marketing baru kita. Ibu Lina, Ini adalah Bapak Lutfi dari perusahaan Java Plantation).
5. How do you do? My name is Okki. Nice to meet you (How do you do?. Nama saya Okki. Senang bertemu dengan anda)
17 BAB V
PENULISAN ARTIKEL DAN PRESENTASI ILMIAH MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS
5.1 Peranan bahasa inggris
Negara Kesatuan Republik Indoneasia mempunyai bahasa kesatuan yaitu Bahasa Indonesia, sedangkan posisi Bahasa mancanegara, misalnya Bahasa Inggris adalah sebagai bahasa asing. Hal ini berbeda dengan di Malaysia, misalnya, Bahasa Inggris di Malaysia adalah sebagai bahasa ke dua, sehingga mayoritas penduduk Malaysia dapat menggunakan Bahasa Inggris untuk komunikasi seharihari. Walaupun posisi Bahasa Inggris di Indonesia adalah sebagai bahasa asing, tetapi Bahasa Inggris mempunyai peranan yang sangat penting antara lain:
Sebagai alat komunikasi antar bangsa di seluruh dunia, misalnya bila bepergian ke manca negara, biasanya bahasa yang digunakan untuk komunikasi adalah Bahasa Inggris.
Sebagai alat untuk mempelajari dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagaimana diketahui, bahwa sebagaian besar buku-buku yang berisis tentang ilmu pengetahuan dan teknologi ditulis dalam Bahasa Inggris
Sebagai alat untuk mengetahui dan mempelajari budaya bangsa-bangsa lain.
Sebagai alat untuk menambah wawasan dan cakrawala pandang terhadap perkembangan dunia.
5.2 Pengertian penelitian
Kata “penelitian” berasal dari terjemahan kata “research” (Bahasa Inggris). Kata “research” berasal dari kata “re” yang berarti kembali, dan “search”
yang berarti mencari. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:751) menyebutkan bahwa penelitian atau juga disebut sebagai “riset” berarti penyelidikan suatu masalah secara sistematis, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan
18
dan pengertian, mendapatkan fakta yang baru, atau penafsiran yang lebih baik.
Dari uraian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa penelitian adalah suatu upaya pencarian kembali yang sistematis, kritis, dan ilmiah untuk mendapatkan jawaban dari suatu ketidaktahuan. Jadi di dalam penelitian, peneliti berusaha mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dari suatu masalah tertentu.
5.2 Syarat penelitian
Suatu penelitian atau riset dikatakan ilmiah apabila memenuhi syarat-syarat tertentu (Yuriyuda, 2010) yaitu :
a. Purpossiveness : memiliki tujuan yang jelas
b. Exactitude : dilakukan dengan cermat, hati-hati, teliti, dan memiliki keakuratan yang tinggi
c. Testability : memililiki hipotesis atau dugaan tertentu dan dapat diuji dan dikaji menggunakan ilmu yang berkaitan.
d. Replicability : hasil penelitian akan memiliki kesimpulan yang sama bila dilakukan peneliti lain dengan menggunakan metode yang sama.
e. Precision and confidence : dapat menunjukkan keakuratan keyakinan bahwa taksiran peneliti adalah benar.
f. Objectivity : data yang digunakan harus berdasarkan pada fakta atau kenyataan.
g. Generalization : berlaku bagi umum, artinya hasil penelitian apat diterapkan seluas mungkin, semakin besar ruang lingkup hasil penelitian, maka akan semakin baik.
h. Parsimony : bersifat hemat dan sederhana, tidak berlebihan dalam perumusan masalah, alur, tulisan ataupun yang dilakukan.
i. Consistency: data atau ungkapan yang digunakan selalu sama . j. Coherency : terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu
bagian dengan bagian lainnya.
19
5.4 Penggunaan bahasa inngris dalam penulisan artikel penelitian
Setelah seorang peneliti melakukan penelitian, maka peneliti tersebut menulis laporan yang berisis tentang tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasilnya, serta kesimpulan yang dihasilkan. Biasanya di dalam laporan penelitian juga dilengkapi grafik, dan data-data lainnya. Tujuan dari penulisan artikel penelitian adalah agar masyarakat dapat membaca dan mengetahui tentang seluk beluk dan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti. Pada umumnya penulisan artikel penelitian biasanya terdiri dari : Judul, abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Untuk lebih jelasnya, diuraikan sebagai berikut :
a. Judul (title) Judul sebaiknya pendek, informatif, dan dapat menggambarkan apa yang menjadi topik penelitian. Judul mempunyai 2 (dua)
fungsi, yaitu : judul harus memberikan informasi kepada pembaca tentang penelitian yang dilakukan, serta judul membedakan antara penelitian yang satu dengan lainnya (Van Der Laan-Day 1985:41). Contoh judul artikel penelitian : Applying Cartoon Series in Teaching Narrative Text ( Riyana Dewi, 2013 : 108).
b. Abstrak (abstract) Abstrak atau dengan kata lain ringkasan. Abstrak tidak ditulis secara detail, tetapi hanya berupa poin-poin saja, yang meliputi tujuan penelitian, alasan, metode, hasil, dan biasanya abstrak ditulis bila penulisan artikel sudah selesai. Tujuan penulisan abstrak adalah agar pembaca dapat mengetahui isi artikel secara garis besar dan cepat. Untuk menuliskan tujuan penelitian dapat digunakan ekspresi-ekspresi : The aim (objective / purpose) of this research is to find out……Digunakan kata aim (objective/purpose) bila tujuannya hanya satu (1), tetapi kalau tujuan penelitian lebih dari satu, maka digunakan : The aims ( objectives / purposes ) of this research are to find out….to describe…….and to analyze……. Alasan diadakan penelitian, contohnya : Cartoon series were chosen because……(passive simple past tense). Untuk mendiskripsikan metode penelitian, dapat digunakan ekspresi, misalnya : Qualitave method is used in this research (passive simple present tense), atau This research
20
uses qualitative method (active simple present tense). Hasil penelitian dalam abstract dapat diungkapkan dengan kata-kata, misalnya : The finding/s atau the result/s shown that…… (menggunakan past tense).
Hindari penggunaan singkatan, rumus-rumus dan jargon. Biasanya di bawah abstrak adalah kata kunci (key words), yaitu kata inti (penting) yang terdapat dalam artikel, misalnya : cartoon series, teaching writing, narrative text.
c. Pendahualuan (introduction) Pendahuluan berisi tentang latar belakang, tujuan, serta batasan-batasan penelitian, biasanya menggunakan present tense. Contoh latar belakang penulisan : Writing is considered as the most difficult and complicated language skills to learn …...Writing involves other people we respond to and build on other people‟s statement and then we write for other people to read. The common complaint of the the reaching writing is that the class or the teacher? (Riyana Dewi, 2013).
d. Tinjauan pustaka (Riview of related literature / theoretical background) Kadang-kadang tinjauan pustaka ditulis di dalam pendahuluan (introduction), atu ditulis secara terpisah. Penulisan tinjauan pustaka dalam suatu artikel penelitian, biasanya menggunakan Present Tense atau Past tense. Contoh cuplikan dari tulisan Riyana Dewi (2013 : 108) seperti berikut: The process of writing refers to everything a writer does, from the moment he or she starts thinking about what to write until the final copy is completed (Present tense). Atau menggunakan past tense, misalnya untuk mengutip pernyataan seorang penulis/pakar, contoh : Harmer stated that the most important reason for teaching writing is……..etc.
e. Metode Penelitian (Method of research / Research Method) Untuk menyajikan research method, dapat digunakan kalimat-kalimat dengan bentukbentuk pasif, contoh : Qualitative method is used in this research, atau contoh lain misalnya : The study was conducted to higher education of……….dst. The steps of the study began with….dst (Riyana Dewi, 2013 : 110).
f. Hasil Penelitian dan pembahasan (research finding/s atau research result/s and discussion)
21 5.5 Soal dan jawaban
Soal:
1. Apa pengertian dari penelitian?
2. Apa pengertian dari Replicability?
3. Apa pengertian dari Consistency?
4. Apa pengertian dari Parsimony?
5. Apa pengertian dari Generalization?
Jawaban :
1. Kata “penelitian” berasal dari terjemahan kata “research” (Bahasa Inggris).
Kata “research” berasal dari kata “re” yang berarti kembali, dan “search” yang berarti mencari. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:751) menyebutkan bahwa penelitian atau juga disebut sebagai “riset” berarti penyelidikan suatu masalah secara sistematis, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yang baru, atau penafsiran yang lebih baik.
2. Replicability : hasil penelitian akan memiliki kesimpulan yang sama bila dilakukan peneliti lain dengan menggunakan metode yang sama.
3. Consistency: data atau ungkapan yang digunakan selalu sama .
4. Parsimony : bersifat hemat dan sederhana, tidak berlebihan dalam perumusan masalah, alur, tulisan ataupun yang dilakukan.
5. Generalization : berlaku bagi umum, artinya hasil penelitian apat diterapkan seluas mungkin, semakin besar ruang lingkup hasil penelitian, maka akan semakin baik.
22
DAFTAR PUSTAKA
Richards,Jack C. Interchange:Student‟s book 1.Cambridge University.2006
Richards,Jack C,Long, M.N.Breakthrough.Oxford University press.1984
Sullivan,Kristen,Todd Beuckens. Impact Conversation.Pearson Longman.2009
Warshawsky,Diane et all. Spectrum1: A Communication English Course in English.Prentice Hall Regents. 1982
Rogers, Bruce. (2011). The Complete Guide to the TOEFL Test PBT Edition. Heinle, a Part of Cengage Learning, Inc
23