• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PEMETAAN SISWA BERDASARKAN KESIAPAN BELAJAR (READINESS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HASIL PEMETAAN SISWA BERDASARKAN KESIAPAN BELAJAR (READINESS)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Pemetaan Kebutuhan Belajar

Kesiapan Belajar Memahami Konsep Memahami konsep sebagian

Belum memahami konsep Nilai PKKR pada KD 3.5

& 4.5

…….. siswa …….. siswa ……… siswa

Hasil Pre Test …….. siswa …….. siswa .…….. siswa

HASIL PEMETAAN SISWA BERDASARKAN KESIAPAN BELAJAR (READINESS)

No

Kategori Kesiapan Belajar

Memahami Konsep (A) Memahami konsep sebagian (B)

Belum Memahami Konsep (C)

1 Si A Si F Si B

2 Si C Si G Si D

3 Si E 4 Dst.

5 Dst.

DIFERENSIASI PEMBELAJARAN

KONTEN PROSES PRODUK

Demonstrasi

perbaikan C Menggunakan panel

simulasi C Laporan hasil kerja C

Media pembelajaran

vidio B Menggunakan engine

stand B Presentasi B

Petunjuk prosedur

perbaikan A Menggunakan mobil A Vidio tutorial A

(2)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Panggungrejo Blitar Kelas/Semester : XII / Ganjil

Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (PKKR) Topik Pembelajaran : Sistem Pengapian Kendaraan

Alokasi Waktu : 32 JP / 4 Pertemuan

A. Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran

3.15 Mendiagnosis kerusakan sistem pengapian konvensional

Melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan pendekataan saintifik, peserta didik dapat mendiagnosis kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik, setelah itu dapat memperbaiki kerusakan yang didapatkan dari hasil mendiagnosis sesuai SOP dan K3 (berakhlak mulia) dengan rasa ingin tahu dan pantang menyerah (mandiri), serta memiliki sikap responsif (bernalar kritis) dan pro-aktif (kreatif), serta mampu berkomunikasi (berwawasan global) dan bekerjasama (bergotong royong) dengan baik.

4.15 Memperbaiki sistem pengapian konvensional

3.16 Mendiagnosis kerusakan sistem pengapian elektronik

4.16 Memperbaiki sistem pengapian elektronik

B. Profil Pelajar Pancasila

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia 2. Berwawasan global

3. Mandiri

4. Begotong royong 5. Bernalar Kritis 6. Kreatif

C. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi

Waktu Pra Pembelajaran • Guru melakukan pemetaan kebutuhan murid dengan menganalisis

hasil nilai pembelajaran pada KD. 3.5 dan 4.5 yang nantinya akan dipadukan dengan hasil pre test siswa

-

Pendahuluan • Guru mengkondisikan kelas dan peserta didik (menanyakan keadaan diri mereka, mengajak untuk menyadari diri, memotivasi dan memposisikan duduk yang baik)

• Mempersilahkan peserta didik untuk memimpin berdo’a

• Pengecekan kehadiran

• Memberikan apersepsi, bersama peserta didik menentukan tujuan pembelajaran dan menjelaskan garis besar kegiatan.

• Memandu kegiatan Pre Test

• Memadukan hasil pre test untuk pemetaan kebutuhan belajar siswa

60 menit

(3)

Kegiatan Inti 1) Mengamati;

Guru membagi peserta didik sesuai kelompoknya Peserta didik :

Kategori (A) Peserta didik diberikan pemahaman materi dengan terlebih dulu guru / peserta didik mendemonstrasikan cara mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik

Kategori (B) Peserta didik diminta untuk menyimak dan mengamati vidio pembelajaran melakukan diagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik. Link You tube: https://youtu.be/TK-TluCOWEs

Kategori (C) Peserta didik mengamati prosedur kerja yang sesuai dengan SOP pada hand out maupun sumber lain.

(Diferensiasi Konten) 2) Menanya;

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik bertanya dari apa yang telah dipelajari dari hasil mengamati.

Peserta didik secara individu/kelompok diberikan kesempatan untuk menemukan permasalahan (yang belum dipahami) dan merumuskan temuannya dari hasi mengamati untuk dipecahkan bersama.

3) Mengasosiasi/eksplorasi;

Guru menginstruksikan siswa untuk melakukan praktek sistem pengapian secara berkelompok

Peserta didik:

Kategori (A) Peserta didik praktek mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik dengan media panel simulasi sistem pengapian

Kategori (B) Peserta didik praktek mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik pada engine stand

Kategori (C) Peserta didik praktek mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik pada mobil Kijang 5K dan Innova

(Diferensiasi Proses) 4) Mengumpulkan data;

Guru melakukan bimbingan dan pendampingan kepeserta didik selama melakukan praktek yang mengarah pada tugas projek.

Peserta didik berkolaborasi di kelompoknya menyusun tugas projek.

5) Mengkomunikasikan;

Guru melakukan bimbingan dan pendampingan peserta didik selama mengkomunikasikan produk/hasil praktek.

Peserta didik

Kategori (A) Secara individu menyusun laporan hasil praktek mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian

menit 280

(4)

konvensional dan elektronik pada media panel simulasi sistem pengapian

Kategori (B) Secara berkelompok Peserta didik mempresentasikan hasil praktek mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik pada engine stand Kategori (C) Secara berkelompok menyusun vidio tutorial cara mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan sistem pengapian konvensional dan elektronik pada mobil Kijang 5K dan Innova, kemudian diupload pada media sosial/you tube.

(Diferensiasi Produk)

Penutup • Melakukan refleksi dan umpan balik materi pembelajaran yang telah dipelajari.

• Membuat kesimpulan mengenai informasi yang didapat untuk dijadikan pengetahuan baru.

• Menyampaikan materi yang akan dipelajarai pada pertemuan selanjutnya dan menutup pembelajaran dengan ucapan salam dan berdo’a

20 menit

D. Penilaian Pembelajaran

Adapun penilaian pembelajaran yang dilakukan meliputi penilaian:

1. Sikap : Observasi / selama proses pembelajaran dan hasilnya akan dicatat pada jurnal sikap 2. Pengetahuan : Laporan praktek, presentasi, vidio tutorial

3. Keterampilan : Kinerja / praktek

Mengetahui, Blitar, 18 Juli 2022

Kepala SMKN 1 Panggungrejo Guru Mata Pelajaran

Drs. MARYANI, M.Pd.I FERIAWAN EFENDI, S.Pd

NIP. 19690610 199512 1 004 NIP.19900927 201502 1 002

(5)

Lampiran 1 (Lembar Pre Test)

LEMBAR SOAL PRE TEST

SISTEM PENGAPIAN KENDARAAN

Instansi : SMK Negeri 1 Panggungrejo

Kelas : XII TKR

Semester : Ganjil Tahun Pelajaran : 2022/2023

Mata pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (PKKR) Kompetensi Dasar

3.15 Mendiagnosis kerusakan sistem pengapian konvensional 4.15 Memperbaiki sistem pengapian konvensional

3.16 Mendiagnosis kerusakan sistem pengapian elektronik 4.16 Memperbaiki sistem pengapian elektronik

Nama Kelas

Untuk memperdalam pemahaman awal anda pada materi yang telah dipelajari, silahkan kerjakan soal- soal berikut ini !

1. Sebutkan fungsi dari system pengapian !

……….

……….

2. Rangkailah kembali sistem pengapian berikut !

(6)

3. Coba anda jelaskan fungsi dari komponen sistem pengapian konvensional berikut : a) Baterai

……….

……….

b) Kunci kontak

……….

……….

c) Ignition koil

……….

……….

d) Platina

……….

……….

e) Kondensor

……….

……….

f) Distributor

……….

……….

g) Busi

……….

……….

4. Jelaskan cara kerja system pengapian sesuai dengan pemahaman saudara

……….

……….

……….

……….

……….

……….

5. Apa yang anda ketahui tentang sistem pengapian elektronik

……….

……….

……….

……….

(7)

Kunci Jawaban Pre Test

No Kunci Jawaban Skor

1 Sistem pengapian konvensional memiliki beberapa fungsi utama yaitu :

a) Menyediakan loncatan bunga api pada busi dalam waktu yang tepat untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.

b) Agar terjadi loncatan bunga api, maka tegangan harus tinggi. Sehingga sistem pengapian juga berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi tegangan tinggi pada ignition coil melalui hubung singkat arus primer oleh breaker point (platina).

15

2 Rangkaian system pengapian. 20

3 Fungsi dari :

a) Baterai : berfungsi untuk menyuplai energi listrik pada system pengapian b) Kunci kontak : berfungsi untuk memutus dan menghubungkan energi listrik dari

baterai ke system pengapian

c) Ignition coil : menaikkan tegangan baterai (12) menjadi tegangan tinggi (10KV atau lebih) yang dibutuhkan untuk pengapian (meloncatkan bunga api pada busi) d) Platina : memutus dan menghubungkan listrik dari primer coil ke ground

e) Kondensor : menyerap loncatan listrik ketika platina membuka, menyimpan energi listrik sementara

f) Distributor : membagi atau mendistribusikan tegangan tinggi ke busi sesuai urutan pengapian (FO/fairing order)

g) Busi : menghasilkan lompatan listrik atau loncatan bunga api sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses pembakaran dalam ruang bakar

35

4 Cara kerja system pengapian konvensional:

• Pada saat kontak platina menutup. Pada saat ini aliran arus dari baterai akan mengalir ke kunci kontak, kumparan primer coil, menuju ke platina dan ke massa. Lihat aliran arus pada garis berwarna merah. Karena kumparan primer pada ignition coil dialiri arus, maka akan terjadi kemagnetan pada kumparan tersebut.

• Pada saat kontak platina membuka. Arus primer (arus yang mengalir pada kumparan primer coil) akan terputus secara tiba-tiba. Pemutusan arus ini akan mengakibatkan indusi elektromagnetik pada kumparan sekunder coil. Tegangan akan dibangkitkan menjadi 10k volt atau lebih. Arus yang telah dibangkitkan di kumparan sekunder coil ini akan dialirkan ke rotor dan di distribusikan ke masing-masing busi. Busi yang teraliri arus tegangan tinggi akan terjadi loncatan bunga api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.

20

5 Sistem pengapian elektronik adalah sebuah rangkaian pengapian mesin yang menggunakan transistor untuk memutuskan arus ignition coil. Kelebihan Penggunaan transistor selaku komponen elektronika ini, akan membuat efisiensi tegangan listrik lebih terjaga.

10

(8)

2

4

Lampiran 2 (Pedoman Penskoran)

1. Rubrik Penilaian Pre Test:

No Soal 1

Kategori Jawaban dijelaskan secara lengkap dan benar

Skor 15 Jawaban dijelaskan secara lengkap dan sedikit kurang benar 12

Jawaban dijelaskan hanya satu macam dan benar 7

Jawaban kurang sesuai / masih salah 5

Rangkaian kelistrikan digambar dengan benar 20

Rangkaian kelistrikan digambar dengan ada kesalahan 10 3 Masing-masing fungsi komponen jika dijawab dengan benar mendapatkan

skor : 5, jika kurang tepat mendapatkan skor : 3 (ada 7 jawaban) 35

Jawaban dijabarkan secara lengkap dan benar 20

Jawaban dijabarkan secara lengkap dan sedikit kurang benar 15

Jawaban dijabarkan hanya satu kondisi dan benar 10

Jawaban kurang sesuai / masih salah 5

5 Jawaban dijabarkan secara lengkap dan benar 10

Jawaban dijabarkan secara lengkap dan sedikit kurang benar 5

2. Penilaian Ranah Sikap

Jurnal penilaian sikap peserta didik

No Nama Hasil Pengamatan Butir Sikap Tindak lanjut

1.

2.

3.

4.

2. Penilaian Ranah Pengetahuan 2.1 Laporan hasil praktek

a. Instrumen penskoran penilaian laporan praktek

No Komponen Skor

Maksimal

1 Cover 10

2 Pendahuluan (Tujuan, Alat/Bahan/ K3) 15

3 Langkah Kerja / Perbaikan 35

4 Hasil Praktek 25

5 Kesimpulan 15

b. Pedoman penskoran penilaian laporan

Komponen Kategori Skor

Cover Terdiri dari : Judul, Logo, Nama, Kelas, Mape, KD, Instansi, Alamat 10

Penulisan cover kurang lengkap 5

Pendahuluan Terdiri dari: Tujuan, Alat/Bahan, K3 15 Penyusunan pendahuluan kurang sesuai/tidak sesuai 10/5 Langkah

Kerja / Perbaikan

Langkah dijabarkan secara lengkap dan benar 35 Langkah dijabarkan secara lengkap dan sedikit kurang benar 30 Langkah dijabarkan hanya satu kondisi dan benar 25

Langkah kurang sesuai / masih salah 20

(9)

Hasil Praktek Hasil dijabarkan secara lengkap dan benar 25 Hasil dijabarkan secara lengkap dan sedikit kurang benar 20 Hasil dijabarkan hanya satu kondisi dan benar 15

Hasil kurang sesuai / masih salah 10

Kesimpulan Kesimpulan disusun sesuai hasil praktek 15 Kesimpulan disusun kurang sesuai hasil praktek 10 Kesimpulan disusun tidak sesuai hasil praktek 5

2.2 Penilaian Presentasi

a. Instrumen Penskoran Penilaian Presentasi

Skor

3 2

b. Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik

1. Kesesuaian materi

4. Materi yang dipresentasikan lengkap dan sesuai 3. Materi yang dipresentasikan sesuai tetapi tidak lengkap 2. Materi yang dipresentasikan tidak sesuai

1. Tidak menyampaikan materi

2. Kesesuaian respon dengan pertanyaan

4. Sesuai dan jawaban benar

3. Sesuai namun jawaban belum benar 2. Tidak sesuai dan jawaban salah 1. Tidak menjawab

3. Kesesuaian penggunaan tata bahasa

4. Menggunakan bahasa yang baik dan benar

3. Menggunakan bahasa yang baik namun belum benar 2. Menggunakan bahasa campuran

1. Tidak menjelaskan

4. Pelafalan

4. Dapat didengar dengan baik dan jelas 3. Dapat didengar tetapi kurang jelas 2. Dapat didegar tetapi tidak jelas 1. Tidak dapat didengar

2.3 Penilaian Vidio Tutorial

a. Instrumen Penskoran Penilaian Vidio Tutorial

Skor

3 2

b. Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Rubrik

1. Kesesuaian isi materi /

konten 4. Isi konten runtun lengkap dan sesuai 3. Isi konten lengkap dan sesuai

No Aspek yang Dinilai 4 1

1 Kesesuaian materi / konten

2 Kesesuaian respon dengan pertanyaan 3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa 4 Pelafalan

No Aspek yang Dinilai 4 1

1 Kesesuaian isi materi / konten 2 Kejelasan penyampaian 3 Tampilan Menarik

4 Tingkat Kesulitan dalam pembuatan

(10)

2. Isi konten kurang lengkap/kurang sesuai 1. Isi konten tidak layak

2. Kejelasan penyampaian

4. Penyajian sangat jelas 3. Penyajian jelas 2. Penyajian kurang jelas 1. Penyajian tidak jelas

3. Tampilan Menarik

4. Menggunakan: 5 (opening, teks, gambar, penekanan, closing) 3. Menggunakan 4 bagian

2. Menggunakan 3 bagian

1. Menggunakan kurang dari 2 bagian

4. Tingkat Kesulitan dalam pembuatan

4. Menggunakan sarana lengkap dan proses editing yang rumit 3. Menggunakan sarana lengkap dan editing sederhana 2. Menggunakan sarana seadanya dan editing sederhana 1. Menggunakan sarana seadanya tanpa edit

3. Penilaian Ranah Keterampilan a. Instrumen Penilaian Keterampilan

No Nama Peserta didik/Kelompok

Mendiagnosis kerusakan sistem pengapian konvensional & Elektronik

Memperbaiki kerusakan system pengapian konvensional & Elektronik

1 2 3 4 1 2 3 4

1 2

Dst

b. Rubrik Penilaian:

Peserta didik mendapat skor:

4 = jika empat indikator dilakukan 3 = jika tiga indikator dilakukan 2 = jika dua indikator dilakukan 1 = jika satu indikator dilakukan

Indikator penilaian keterampilan

1) Mendiagnosis sistem pengapian konvensional & Elektronik a. Pekerjaan dilakukan sesuai langkah kerja yang benar b. Pekerjaan dilakukan sesuai prosedur K3 yang benar

c. Pekerjaan dilakukan dengan penggunaan peralatan yang benar d. Pekerjaan dilakukan dengan hasil yang benar

2) Memperbaiki kerusakan system pengapian konvensional & Elektronik a. Pekerjaan dilakukan sesuai langkah kerja yang benar

b. Pekerjaan dilakukan sesuai prosedur K3 yang benar c. Pekerjaan dilakukan dengan merngkai yang benar

d. Pekerjaan dilakukan dengan hasil dan kesimpulanyang benar

(11)

Pengolahan nilai KD-Keterampilan

Aspek/Indikator Tes ke Skor Keterangan

Mendiagnosis sistem pengapian konvensional &

Elektronik

1 2 Memperbaiki kerusakan system pengapian

konvensional & Elektronik

1 2 Nilai KD-Keterampilan ditentukan berdasarkan

skor rerata optimum (nilai tertinggi) dari aspek/indikator.

Nilai KD keterampilan =

∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛

𝑥100

∑ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

(12)

Lampiran 3 (Job Sheet)

LEMBAR KERJA / JOB SHEET

PERAWATAN BERKALA SISTEM PENGAPIAN

Nama : ………... Media : ……….

Kelas :

==============================================================================

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dan pembelajaran konvensional pada materi pokok Listrik Arus Searah

Persamaan dan Perbedaan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Project Based Learning (PjBL) .... Tinjauan

Melalui pendekatan saintifik STEAM, dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), peserta didik mampu menganalisis, membandingkan, dan mendesain caption text

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Konvensional pada

Terdapat perbedaaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Inkuiri dan konvensional pada

Sehingga, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning PjBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif pada peserta didik kelas IV di UPT SDN

Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran dengan model Project Based Learning PjBL dengan pendekatan saintifik dan metode Diskusi kelompok dan tanya jawab, peserta didik mampu

Kreatif : Peserta didik diharapkan dapat kreati dalam menjalankan projek yang dibuat Pendekatan : Saintifik Model : Project Based Learning PjBL Metode : Demonstrasi, Praktik,