JURNAL PEMBELAJARAN
Buatlah rencana Buatlah rencana pengembangan model PjBL di sekolah anda. Anda dapat memulai dengan mengikuti pertanyaan pemantik berikut.
Untuk menentukan bentuk pembelajaran PjBL di sekolah saya, langkah-langkah yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
a. Menentukan kebutuhan maupun tujuan pendidikan di sekolah. Beberapa unsur yang perlu saya perhatikan antara lain kurikulum, fasilitas, dan sumber daya yang tersedia di sekolah saya.
b. Melakukan evaluasi terkait kondisi pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah, termasuk melihat kelebihan maupun kekurangan dari metode-metode yang diterapkan di sekolah.
c. Menentukan bentuk dari pembelajaran PjBL yang akan saya terapkan
AKSI
NYATA
Dalam menentukan bentuk produk atau jasa yang ingin dikembangkan, analisis yang dilakukan antara lain:
1. Potensi proyek yang akan dijalankan
2. Relevan dengan Konsentrasi Keahlian Instalasi Tenaga Listrik 3. Memiliki manfaat langsung kepada masyarakat
Dari point analisis yang dilakukan, saya memilih untuk menjalankan proyek Jasa Instalasi Listrik Rumah sederhana
Berikut adalah kerangka pikir yang saya buat
Berdasarkan kerangka pikir yang dibuat, ada beberapa yang perlu digaris bawahi, yaitu :
1. Kolaborasi beberapa konsentrasi keahlian dalam menjalankan model pembelajaran Project Based Learning.
2. Konsentrasi Keahlian DPIB membantu dalam merancang gambar sebagai gambar titik pemasangan lampu dan jalur kabel.
3. Konsentrasi Keahlian TJKT membantu dalam mendesain iklan dan mempromosikan produk jasa, dibantu dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam pembuatan iklan dengan menggunakan kaidah bahasa yang tepat.
4. Matematika bermanfaat dalam perhitungan penyediaan bahan dalam melakukan instalasi.
5. Peserta didik didampingi tenaga pengajar Konsentrasi Keahlian TITL mengeksekusi pelaksanaan penasangan instalasi di lapangan
Selain kolaborasi dari beberapa konsentrasi keahlian dan mata pelajan umum, tentunya dibutuhkan kolaborasi antar peserta didik dan tenaga pengajar (guru).
Kolaborasi yang dilakukan dalam hal persiapan melaksanakan penyediaan jasa Instalasi Listrik Rumah mencakup :
1. Mempresentasekan kepada rekan sejawat mengenai Perencanaan Assesmen Project Based Learning yang dibuat.
2. Mengumpulkan umpan balik dari rekan sejawat mengenai Perencanaan Assesmen yang dirancang.
3. Mengumpulkan umpan balik dari peserta didik, rekan guru, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk jasa.
Modul Ajar Perencanaan Pembelajaran dan Assesmen model pembelajaran Project Based Learning
INFORMASI UMUM
Sekolah : SMK Negeri 1 Tana Toraja
Fase : F
Kelas : XI
Nama Guru : Syahrul Mubarak, S.Pd.
Tahun Pelajaran : 2024/2025
Sebelum masuk ke topik inti, terlebih dahulu peserta didik telah memahami:
❖ Konsep dasar arus listrik (arus, tegangan, daya)
❖ Rangkaian listrik seri dan paralel
❖ Simbol-simbol kelistrikan dan gambar teknik dasar
❖ Prinsip dasar keselamatan kerja kelistrikan
❖ Mengidentifikasi komponen dan peralatan dalam instalasi rumah sederhana.
❖ Membuat gambar instalasi rumah sesuai standar PUIL.
❖ Merancang dan merakit instalasi listrik rumah sederhana.
❖ Melakukan pengujian dan perawatan dasar instalasi listrik rumah.
❖ Menunjukkan sikap kerja kolaboratif, disiplin, dan bertanggung jawab selama proyek.
1. Mandiri :
Peserta didik dapat menjadi mandiri ketika mampu melakukan instalasi rumah MODUL AJAR
2. Bernalar Kritis :
Peserta didik mampu bernalar kritis dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi
3. Kreatif :
Peserta didik diharapkan dapat kreati dalam menjalankan projek yang dibuat
Pendekatan : Saintifik
Model : Project Based Learning (PjBL)
Metode : Demonstrasi, Praktik, Diskusi berkelompok, Presntase
❖ Modul Teknik Instalasi Listrik Rumah (bisa buatan guru atau dari Kemendikbud)
❖ Standar PUIL terbaru
❖ Panel simulasi rumah
❖ Kabel, lampu, MCB, saklar, stop kontak
❖ Tang, obeng, tespen, multimeter
❖ Laptop/PC + software desain (jika ada)
Pertanyaan Mendasar
Bagaimana cara merancang dan membangun instalasi listrik rumah tinggal yang aman, fungsional, dan sesuai
standar?
Perencanaan Proyek
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3–4 orang 2. Masing-masing kelompok mendapat denah rumah sederhana
3. Peserta didik mengerjakan tugas mendesain, menggambar, dan merakit instalasi penerangan dan stop kontak rumah sederhana
Langkah Kegiatan
Pertemuan Fase PjBL Kegiatan
I Orientasi dan
Perencanaan Diskusi dan pembagian tugas proyek
II Desain Produk Menggambar denah dan skema instalasi rumah sederhana
III Persiapan Alat dan Bahan Menentukan kebutuhan dalam pelaksanaan instalasi ruma
IV Pengaplikasian Pemasangan Instalasi
V Pengujian dan Evaluasi Pengujian hasil instalasi dan presentasi layanan jasa yan
1. Obserbvasi kegiatan berkelompok oleh guru 2. Penilaian hasil gambar instalasi
3. Penilaian hasil Diskusi 4. Persiapan pengerjaan
5. Merakit Instalasi rumah sederhana 6. Disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab
Pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL) memberikan pengalaman belajar yang bermakna, karena siswa menjadi pelaku utama dalam proses pembelajaran tersebut. Melalui proyek yang dikembangkan, siswa terarah untuk mengasah keterampilan
berpikir kritis, kolaborasi, serta pemecahan masalah, tidak hanya sekedar mendapatkan pemahaman konsep secara teoretis.
Setelah mempelajari dengan pendekatan PjBL, saya menyadari bahwa pembelajaran bukan hanya tentang menyerap informasi, tetapi tentang mengalami dan menciptakan sesuatu.
Proyek dalam kegiatan pembelajaran menjadi jembatan antara teori dan praktik. Dalam proses tersebut, banyak tantangan yang akan dihadapi, mulai dari merancang rencana kerja, membagi peran dalam kelompok, sampai menyelesaikan kesalahan saat proses
perakitan instalasi listrik rumah.
Dalam pembelajaran ini, hal yang paling berharga bukan hanya hasil akhirnya, tetapi prosesnya. Proses berpikir, mencoba, gagal, memperbaiki, dan akhirnya berhasil, itu semua akan menumbuhkan rasa percaya diri serta tanggung jawab. Peserta didik juga akan belajar untuk mendengarkan ide orang lain, menghargai perbedaan pendapat, dan mencari solusi
bersama.
Melalui refleksi ini, saya melihat bahwa Project Based Learning yang direncanakan akan menanamkan konsep belajar untuk terus belajar, yang mana sangat penting untuk kehidupan dan dunia kerja. Dengan PjBL, peserta didik tidak hanya belajar instalasi listrik,
tapi juga belajar menjadi pembelajar sejati.
REFLEKSI
UMPAN BALIK
Rancangan yang dibuat cukup menarik dan sangat relevan dengan konsentrasi keahlian yang diajarkan. Selain itu, kolabortasi antara konsentrasi keahlian dengan mapel umum bisa
menjadi contoh bagi konsentrasi keahlian lain mencari proyek lain yang bisa dijalankan
Menurut saya, model
pembelajaran ini sangat relevan,
dan kalau bisa mari kita jadikan sebuah
program untuk Kelas TEFA. Model PjBL ini
adalah batu loncatan dan setelah kita
evaluasi, kenapa tidak kita maksimalkan
Gambar 1 & 2. Pemaparan Rancangan Rencana pengembangan model PjBL bersama rekan sejawat
dokumentasi
Gambar 3. Umpan balik rekan sejawat (Yohanas M. Tandilolo) setelah pemaparan Rancangan