• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA (RENJA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KERJA (RENJA)"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

RENCANA KERJA (RENJA)

TAHUN 2020

(2)

Rencana Kerja

i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kita panjatkat kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan ridho-Nya penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2020 ini dapat diselesaikan.

Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur mempunyai kedudukan yang strategis yang menjembatani antara Perencanaan Strategis (RENSTRA) dengan perencanaan dan penganggaran tahunan, yang memuat berbagai program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR, dengan penekanan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Maka pada kesempatan ini saya mengajak kepada semua pihak untuk saling bahu membahu dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mewujudkan

“OKU TIMUR SEHAT, EFEKTIF, BERKUALITAS DAN BERKEADILAN”

Semoga Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun 2020 ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan mendapat ridho serta rahmatNya guna mencapai kemajuan daerah yang kita cintai dan kemajuan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat dalam bidang kesehatan khususnya masyarakat Kabupaten OKU Timur.

Martapura, 1 Mei 2019

Kepala Dinas Kesehatan

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

H. Zaenal Abidin., S.SIT., MM Pembina Tingkat I/IV.B NIP. 196711121993031007

(3)

Rencana Kerja

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Tabel ... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Landasan Hukum ... 3

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Sistematika Penulisan ... 5

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR ... 6

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR ... 8

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR ... 10

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... 12

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 12

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 13

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR ... 13

3.3 Program dan Kegiatan ... 14

BAB IV PENUTUP 4.1 Catatan Penting yang Perlu Mendapat Perhatian ... 20

4.2 Kaidah-Kaidah Pelaksanaan ... 20

4.3 Rencana Tindak Lanjut ... 21

(4)

Rencana Kerja

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Analisis Kinerja pelayanan Dinas Kesehatan

Kabupaten OKU TIMUR ... 9

(5)

Rencana Kerja

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah disebut Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD), merupakan pedoman bagi SKPD dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai. Penjabaran yang lebih teknis dari Renstra SKPD adalah Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Renja SKPD.

Renja SKPD berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kualitas penyusunan Renja SKPD dengan demikian akan sangat menentukan kualitas pelayanan SKPD yang diberikan kepada masyarakat penggunanya.

Renja Dinas Kesehatan merupakan salah satu dokumen perencanaan resmi daerah yang dipersyaratkan untuk mengarahkan program dan kegiatan pelayanan Dinas Kesehatan khususnya dan pembangunan kesehatan daerah pada umumnya. Sebagai suatu dokumen rencana resmi yang penting, sudah sepatutnya Pemerintah Daerah, DPRD, dan masyarakat memberikan perhatian penting pada kualitas proses penyusunan dokumen Renja SKPD, dan tentunya diikuti dengan pemantauan, evaluasi, dan review berkala atas implementasinya.

Renja Dinas Kesehatan mempunyai fungsi penting dan sangat fundamental dalam sistem perencanaan daerah karena Renja Dinas Kesehatan adalah perencanaan pada unit organisasi terendah dan terkecil di pemerintah daerah yaitu Dinas Kesehatan, yang dalam penyusunannya harus sinkron dan berpedoman pada RKPD, Renstra SKPD, RPJMD dan bahkan RPJPD.

Dokumen Renja Dinas Kesehatan memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan, indikator kinerja sasaran dan rencana capaiannya, program, kegiatan, serta kelompok indikator kinerja dan rencana capaiannya. Selain itu dimuat pula keterangan yang antara lain menjelaskan keterkaitan kegiatan dengan sasaran, kebijakan dengan

(6)

Rencana Kerja

2

programnya, serta keterkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan. Adapun indikator rencana kinerja meliputi: sasaran, program dan kegiatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur sebagai salah satu dinas teknis di jajaran Pemerintah Kabupaten OKU Timur mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah di bidang kesehatan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan dalam upaya peningkatan pembangunan kesehatan mengarah kepada peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya dapat terwujud. Untuk mencapai tujuan tersebut dilaksanakan program pembangunan kesehatan yang berkesinambungan. Agar pelaksanaan pembangunan kesehatan dapat terlaksana secara berkesimambungan, perlu dilakukan perencanaan dan penganggaran yang terpadu dan terarah. Renja Dinas Kesehatan merupakan dokumen yang bersifat indikatif yang memuat program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan tahun 2020.

Keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Kesehatan sangat ditentukan oleh kapabilitas dan kompetensi organisasi serta aparatur. Selain itu keberhasilan tersebut juga akan sangat ditentukan oleh Rencana Kerja dengan memperhitungkan segala dukungan berbagai sumber daya organisasi dan lingkungan organisasi. Interaksi berbagai sumber daya tersebut pada akhirnya sangat menentukan perumusan strategi dan target kinerja Dinas Kesehatan. Dengan kata lain melalui Renja akan diketahui sampai sejauh mana tingkat pencapaian kinerja Dinas Kesehatan dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya.

Berdasarkan alasan yang dikemukakan di atas, maka Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur sebagai salah satu lembaga teknis daerah dengan tugas pokok dan fungsi untuk menyusun rencana dan melaksanakan pengendalian program pembangunan daerah harus merumuskan Rencana Kerja yang akan menjadi pedoman dan tolak ukur keberhasilan tugas pokok dan fungsinya.

(7)

Rencana Kerja

3

1.2 LANDASAN HUKUM

1. Undang–undang Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten OKU TIMUR, OKU SELATAN dan OGAN ILIR;

2. Undang–undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

3. Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;

4. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 beserta Lampiran VI tentang Renja;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 050/200/II/BANGDA/2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD);

8. Keputusan Bupati OKU Timur Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten OKU Timur.

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN A. Maksud

Maksud Penyusunan Renja SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten agar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur pada tahun yang direncanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka pencapaian visi dan misi Bupati sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten OKU Timur Tahun 2016 – 2021. Program dan kegiatan dalam renja SKPD masih bersifat indikatif yang diselaraskan dengan program dan kegiatan prioritas daerah.

Renja SKPD ditetapkan melalui Peraturan Kepala SKPD. Penyusunan Renja SKPD bukan kegiatan yang bediri sendiri, melainkan merupakan rangkaian kegiatan yang simultan dengan penyusunan RKPD, serta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan RKPD.

(8)

Rencana Kerja

4

Penyusunan kebutuhan dan kegiatan SKPD Dinas Kesehatan mangacu pada ketentuan target kinerja pada Sustainable Development Goals (SDG’s), Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta Indikator Kinerja Utama (IKU) pada RPJMD Kabupaten OKU Timur dan mempertimbangkan capaian kinerja yang ada. Rumusan program dan kegiatan didasarkan atas pertimbangan urutan prioritas dan menyesuaikan dengan pagu indikatif yang telah ditetapkan.

Disamping itu Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur disusun dengan maksud untuk menyatukan VISI dan MISI serta untuk memberi arah dan pedoman bagi Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur dalam penyelenggaraan program kerja Dinas Kesehatan untuk mendukung program kerja kepala daerah selama 5 (lima) tahun yang akan datang dan terselenggaranya pembangunan kesehatan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya. Dicapai dengan pembinaan pengembangan dan pelaksanaan serta pemanfaatan fungsi-fungsi administrasi kesehatan yang didukung oleh sistem informasi kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan serta hukum kesehatan. Sebagai dokumen perencanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur yang telah disesuaikan dengan prioritas pembangunan pada setiap tahunnya.

B. Tujuan

Tujuan dari penyusunan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur adalah sebagai berikut :

1. Sebagai pedoman agar pelaksanaan dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur terarah dan sebagai wujud implementasi dari Rencana Strategis yang telah ditetapkan;

2. Sebagai pedoman dalam penyusunan pelaksanaan program dan kegiatan di jajaran kesehatan;

3. Sebagai alat evaluasi capaian dan kinerja Dinas Kesehatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diembankan.

(9)

Rencana Kerja

5

1.4 SISTIMATIKA PENULISAN

Sistematika dari penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD 2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur

3.3 Program dan Kegiatan

BAB IV PENUTUP

4.1 Catatan Penting yang Perlu Mendapat Perhatian 4.2 Kaidah - Kaidah Pelaksanaan

4.3 Rencana Tindak Lanjut

(10)

Rencana Kerja

6

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN LALU

2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA SKPD

Sehubungan masih Program dan Kegiatan Tahun 2019 sedang berjalan, maka untuk smeentara masih menggunakan Laporan Realisasi pada tahun 2018 per 31 Desember 2018 dana yang tersedia pada DPA Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR yang terdiri dari 21 program dengan rincian sebagai berikut :

1. Program pelayanan administrasi perkantoran dengan 16 (enam belas) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 91,08 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 18.036.008.175,00

2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan 4(empat) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 90,86 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.718.172.370,00

3. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur dengan 2 (dua) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 84,29 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 559.133.800,00

4. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan dengan 3 (tiga) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 100

% dan realisasi keuangan sebesar Rp. 28.659.500,00

5. Program obat dan perbekalan kesehatan dengan 4 (empat) kegiatan

dengan realisasi fisik sebesar 96,08 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 5.339.807.972,00

6. Program upaya kesehatan masyarakat dengan 8 (delapan) kegiatan

dengan realisasi fisik sebesar 82,57 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.401.055.700,00

7. Program pengawasan obat dan makanan dengan 2 (dua) kegiatan dengan

realisasi fisik sebesar 81,57 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 130.338.000,00

8. Program pengembangan obat asli Indonesia dengan 2 (dua) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 99,50 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 73.954.000,00

(11)

Rencana Kerja

7

9. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan 5 (lima) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 90,90 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 639.767.000,00

10. Program perbaikan gizi masyarakat dengan 2 (dua) kegiatan dengan

realisasi fisik sebesar 89,12 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 409.170.000,00

11. Program pengembangan lingkungan sehat dengan 1 (satu) kegiatan

dengan realisasi fisik sebesar 84,20 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 190.130.000,00

12. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dengan 8 (delapan) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 91,28 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.054.270.500,00

13. Program standarisasi pelayanan kesehatan dengan 4 (empat) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 89,07 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.405.470.300,00

14. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin dengan 5 (empat) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 97,42 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 639.761.250,00

15. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan jaringannya dengan 3 (tiga) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 93,70 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 12.931.965.388,00

16. Program Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah sakit jiwa/ rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata 1 (satu) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 92,19 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 106.480.000,00

17. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan dengan 5 (lima) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 56,01 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 23.237.447.150,00

18. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita dengan 2 (dua) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 34,58 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 79.077.000,00

19. Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia dengan 2 (dua) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 45,38 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 56.731.000,00

(12)

Rencana Kerja

8

20. Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan dengan 3 (tiga) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 21,03 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 24.291.000,00

21. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dengan 2 (dua) kegiatan dengan realisasi fisik sebesar 63,24 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 24.291.000,00

22. Program peningkatan pelayanan kesehatan dengan 1 (satu) kegiatan

dengan realisasi fisik sebesar 92,25 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 15.423.649.950,00

2.2 ANALISIS KINERJA PELAYANAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU TIMUR

Masing-masing misi yang diemban dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur mempunyai tujuan berkaitan dengan upaya merealisasikan harapan- harapan yang tersirat dalam visi. Adapun tujuan tersebut bersifat memberikan arah yang lebih jelas agar perbaikan-perbaikan/harapan yang ingin dicapai lebih terfokus sesuai dengan tugas dan fungís masing-masing.

Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur sebagai salah satu penyelenggara pembangunan kesehatan memiliki visi yang tertuang dalam renstra 2016-2021 yaitu

“OKU TIMUR SEHAT, EFEKTIF, BERKUALITAS DAN BERKEADILAN ”.

Strategi organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran merupakan sebuah rencana menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara operasional dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya organisasi.

(13)

Rencana Kerja

9

Tabel 1

Analisis Target dan Capaian indikator kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur

Tahun 2020

SASARAN INDIKATOR SATUAN TARGET CAPAIAN 2018 2019

1 2 3 4 5

Menurunnya angka kematian pada kelompok rentan

Angka Kematian Ibu (AKI)

100.000 88.71 88.71 Angka Kematian

Neonatal (AKN)

1000 3.23 3.23

Angka Kematian Bayi (AKB)

1000 0.08 0.00

Meningkatnya pengendalian penyakit menular dan tidak menular

Persentase pengendalian penyakit menular (persentase penanganan kasus KLB yang ditangani

kurang dari 24 jam)

% 100 100

Persentase

pengendalian penyakit tidak menular (Persentase Desa / Kelurahan dengan Posbindu)

% 50 50

Meningkatnya status gizi masyarakat

Persentase stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah lima tahun (Balita)

% 20 20

Meningkatnya aksesibilitas dan kualitas

pelayanan kesehatan

Persentase Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama terakreditasi

% 77.27 77,27

Meningkatnya peran serta

masyarakat untuk hidup sehat

Persentase rumah tangga ber PHBS

% 65 65

(14)

Rencana Kerja

10

2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU TIMUR

Beberapa isu penting yang mengemuka pada tahun 2020 antara lain sinkronisasi rencana strategis pembangunan kesehatan 2016 - 2021 antara pusat dan daerah, akreditasi Puskesmas. Tentu dalam menjawab isu – isu tersebut dan juga dalam upaya pencapaian keberhasilan pembangunan tidak semata – mata ditentukan oleh kerja keras sektor kesehatan semata, tetapi sangat dipengaruhi pula oleh hasil kerja serta kontribusi positif berbagai sektor pembangunan lainnya, antara lain penyediaan jalan dan sarana transportasi, penyehatan lingkungan, perumahan sehat, sistem informasi dan lain – lain.

Isu-isu penting dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur tertuang dalam analisis lingkungan. Analisis lingkungan baik internal maupun eksternal organisasi merupakan hal yang penting dalam menentukan faktor-faktor penentu keberhasilan bagi suatu organisasi. Dengan mengetahui kondisi internal maupun eksternal organisasi dengan memperhatikan kebutuhan stakeholders, akan dapat diketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang menghadang organisasi.

Analisis lingkungan sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam merespon setiap perkembangan zaman.

Lingkungan internal mencakup struktur organisasi, komunikasi antar bagian dalam organisasi, sumberdaya yang semuanya akan mendukung kelangsungan hidup organisasi. Pemahaman terhadap lingkungan internal akan memberikan pemahaman kepada organisasi akan kondisi dan kemampuan organisasi. Sedangkan lingkungan eksternal meliputi situasi dan kondisi di sekeliling organisasi yang berpengaruh pada kehidupan organisasi.

Salah satu metode yang dipergunakan untuk melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal adalah metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Dengan metode SW OT ini, identifikasi permasalahan yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR adalah sebagai berikut:

KEKUATAN (S/Strengths)

1. Undang Undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan

2. Adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten OKU TIMUR 2016-2020

(15)

Rencana Kerja

11

3. Kualitas Sumber Daya Manusia yang telah cukup memadai

4. Sarana dan Prasarana mulai dilengkapi menuju standar di Puskesmas 5. Dana APBD Kabupaten yang tersedia

6. Adanya komitmen pimpinan (Eksekutif dan Legislatif) 7. Adanya pembagian wilayan kerja Puskesmas

KELEMAHAN (W/ Weaknesses)

1. Belum adanya dokumen Sistem Kesehatan Daerah (SKD) 2. Pemberdayaan masyarakat belum optimal

3. Dukungan dana untuk melanjutkan pendidikan tenaga kesehatan masih kurang

4. Realisasi anggaran tidak tepat waktu 5. Belum adanya data yang akurat

6. Kualitas Sumber Daya Manusia Kesehatan yang belum optimal

PELUANG (O/Opportunities)

1. Prioritas beberapa program kesehatan dalam SDG’s

2. Prioritas Pembangunan Kabupaten OKU TIMUR pada pendidikan dan kesehatan

3. Tersedianya dana APBN dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian 4. Dukungan dari media massa dan terbentuknya badan-badan penunjang

program kesehatan

5. Revitalisasi Pembangunan melalui Pemberdayaan Masyarakat 6. Adanya kemitraan (BPJS dan TP. PKK)

7. Adanya Jaminan kesehatan masyarakat (JKN dan Jampersal)

ANCAMAN (T/Threats)

1. Bertambahnya sarana pelayanan kesehatan swasta yang berorientasi hanya kuratif dan hanya bersifat bisnis

2. Masih adanya penyakit-penyakit infeksi klasik, infeksi canggih dan penyakit-penyakit akibat perubahan gaya hidup

3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit menular dan penyakit tidak menular

4. Tingginya arus urbanisasi

5. Biaya pendidikan kesehatan relatif tinggi.

(16)

Rencana Kerja

12

2.4 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD

Review terhadap rancangan awal RKPD Tahun 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur adalah untuk membandingkan antara rancangan awal RKPD Tahun 2019 dengan analisis hasil kebutuhan untuk tahun 2020.

2.5 PENELAAHAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT Dalam pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun 2020 tentu dengan memperhatikan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat.

(17)

Rencana Kerja

13

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 TELAAHAN TEHADAP KEBIJAKAN NASIONAL

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada kemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia (lansia) dan keluarga miskin.

Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah meningkatnya status kesehatan masyarakat serta meningkatnya responsiveness dan perlindungan masyarakat terhadap resiko social dan financial di bidang kesehatan. Untuk mancapai tujuan pembangunan tersebut, pembangunan kesehatan diarahkan pada 3 (tiga) hal penting yaitu penguatan pelayanan kesehatan primer (primary health care), Penerapan pendekatan keberlanjutan pelayanan, intervensi berbasis resiko kesehatan yang diharapkan dapat mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang ditindaklanjuti dengan upaya yang bersifat reformatif dan akseleratif untuk menjamin terlaksananya pencapaian berbagai upaya kesehatan yang dianggap prioritas dan mempunyai daya ungkit besar melalui reformasi kesehatan.

3.2 TUJUAN DAN SASARAN RENJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU TIMUR

3.2.1 Tujuan

Disusunnya Renja Dinas Kesehatan kabupaten OKU TIMUR Tahun 2016 adalah dalam rangka mencapai tujuan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, yaitu meningkatkan status kesehatan masyarakat

(18)

Rencana Kerja

14

3.2.2 Sasaran

Sasaran disusunnya Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2020 adalah penjabaran dari tujuan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif, yaitu antara lain :

1. Menurunnya angka kematian pada kelompok rentan, indikatornya : a. Angka Kematian Ibu (AKI);

b. Angka Kematian Neonatal (AKN);

c. Angka Kematian Bayi (AKB)

2. Meningkatnya pengendalian penyakit menular dan tidak menular, indikatornya :

a. Persentase pengendalian penyakit menular (persentase penanganan kasus KLB yang ditangani kurang dari 24 jam);

b. Persentase pengendalian penyakit tidak menular (Persentase Desa / Kelurahan dengan Posbindu)

3. Meningkatnya status gizi masyarakat, indikatornya :

a. Persentase stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah lima tahun (Balita)

4. Meningkatnya aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan, indikatornya :

a. Persentase Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama terakreditasi

5. Meningkatnya peran serta masyarakat untuk hidup sehat, indikatornya :

a. Persentase rumah tangga ber PHBS

3.3 PROGRAM DAN KEGIATAN

Pembangunan kesehatan tahun 2020 masih diarahkan pada penanggulangan masyarakat miskin serta menjaga pelayanan kesehatan lebih efektif dan efesien dengan tidak mengurangi standar operating procedur yang telah ditetapkan dengan program dan kegiatan sebagai berikut :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan :

a. Penyediaan jasa surat menyurat;

(19)

Rencana Kerja

15

b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik;

c. Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah;

d. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional;

e. Penyediaan jasa administrasi keuangan;

f. Penyediaan jasa kebersihan kantor;

g. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja;

h. Penyediaan alat tulis kantor;

i. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan;

j. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor;

k. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor;

l. Penyediaan peralatan rumah tangga;

m. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan;

n. Penyediaan makanan dan minuman;

o. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam/luar daerah;

p. Penyediaan jasa pendukung administrasi/teknis perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kegiatan :

a. Pembangunan gedung kantor;

b. Pengadaan kendaraan dinas/operasional;

c. Penyediaan sewa kantor dinas/ rumah jabatan;

d. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/opersional;

e. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor.

3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kegiatan :

a. Pengaan mesin/kartu absensi;

4. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Sumber Daya Manusia Kegiatan :

a. Pendidikan dan pelatihan formal;

b. Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan;

c. Sosialisasi peraturan perundang-undangan;

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

(20)

Rencana Kerja

16

Kegiatan :

a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD;

b. Penyusunan pelaporan keuangan semesteran;

c. Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun.

6. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Kegiatan :

a. Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan;

b. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan;

c. Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit;

d. Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan.

7. Program Upaya Kesehatan Masyarakat Kegiatan :

a. Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan;

b. Perbaikan gizi masyarakat;

c. Revitalisasi sistem kesehatan;

d. Pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan;

e. Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial;

f. Peningkatan kesehatan masyarakat;

g. Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah.

8. Program Pengawasan Obat dan Makanan Kegiatan :

a. Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya;

b. Peningkatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan.

9. Program Pengembangan Obat Asli Indonesia

a. Fasilitas pengembangan dan penelitian teknologi produksi tanaman obat;

b. Pengembangan standarisasi tanaman obat bahan alam Indonesia.

10. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan :

a. Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat;

(21)

Rencana Kerja

17

b. Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

11. Program Perbaikan Gizi Masyarakat Kegiatan :

a. Pemberian tambahan makanan dan vitamin;

b. Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A, dan Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya;

c. Pemberdayaan masyarakat untuk keluarga sadar gizi.

12. Program Pengembangan Lingkungan Sehat Kegiatan :

a. Pengkajian pengembangan lingkungan sehat;

b. Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat.

13. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Kegiatan :

a. Penyemprotan/fogging sarang nyamuk;

b. Pengadaan alat fogging dan bahan – bahan fogging;

c. Pengadaan vaksin penyakit menular;

d. Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah;

e. Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular;

f. Pencegahan penularan penyakit endemik/epidemik;

g. Pemusnahan/karantina sumber penyebab penyakit menular;

h. Peningkatan imunisasi;

i. Peningkatan surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah j. Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi pencegahan dan

pemberantasan penyakit.

14. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan Kegiatan :

a. Penyusunan standar pelayanan kesehatan;

b. Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan;

c. Pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan;

d. Penyusunan naskah akademis standar pelayanan kesehatan.

(22)

Rencana Kerja

18

15. Program Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Miskin Kegiatan :

a. Pelayanan operasi katarak;

b. Pelayanan sunatan massal;

c. Penanggulangan ISPA;

d. Penanggulangan kecacingan.

16. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

Kegiatan :

a. Pembangunan Puskesmas;

b. Pembangunan Puskesmas Pembantu;

c. Pengadaan Puskesmas Keliling;

d. Pengadaan sarana dan prasarana Puskesmas;

e. Rehabilitasi sedang/berat Puskesmas Pembantu;

f. Monitoring, evaluasi dan pelaporan.

17. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata Kegiatan :

a. Rehabilitasi bangunan Rumah Sakit;

b. Pengadaan alat – alat kesehatan rumah sakit.

18. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kegiatan :

a. Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat;

b. Kemitraan alih teknologi kedokteran dan kesehatan;

c. Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis.

19. Program Pelayanan Kesehatan Anak dan Balita Kegiatan :

a. Penyuluhan kesehatan anak balita;

b. Pelatihan dan pendidikan kesehatan balita.

20. Program Peningkatan Kesehatan Lansia Kegiatan :

a. Penyuluhan kesehatan anak Balita;

(23)

Rencana Kerja

19

b. Pendidikan dan pelatihan perawatan kesehatan.

21. Program Peningkatan Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak Kegiatan :

a. Penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dari keluarga kurang mam pu;

b. Perawatan secara berkala bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu;

c. Pertolongan persalinan bagi ibu dari keluarga kurang mampu.

22. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kegiatan :

a. Operasional pelayanan kesehatan.

(24)

Rencana Kerja

13

BAB IV PENUTUP

4.1 CATATAN PENTING YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN

Demikianlah Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun 2020 dibuat dalam rangka mendukung visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur.

Beberapa catatan penting yang perlu mendapat perhatian yaitu :

1. Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur tahun 2020 ini mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten OKU Timur. Program dan kegiatan yang direncanakan diharapkan dapat mendukung tercapainya target dalam RPJMD Kabupaten OKU Timur;

2. Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR tahun 2020 ini mengacu pada Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2016 – 2021. Program dan kegiatan yang direncanakan diharapkan dapat mendukung tercapainya target dalam RENSTRA Dinas Kesehatan kabupaten OKU Timur;

3. Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur tahun 2020 ini juga sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur tahun 2020 yang disesuaikan dengan prioritas kebutuhan masyarakat.

4.2 KAIDAH-KAIDAH PELAKSANAAN

Dalam pelaksanaan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun 2020 beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam menyikapi permasalahan kesehatan yang dihadapi bahwa masalah kesehatan adalah sangat tak terduga (ignoren), untuk itu demi tercapainya implementasi yang akan dilakukan maka kebutuhan pelayanan kesehatan agar dapat dipenuhi sesuai dengan anjuran W HO sebesar 5 % dari PDRB atau sebesar 10 – 15 % dari APBD Pembangunan, diharapkan dapat mengurangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi.

(25)

Rencana Kerja

14

4.3 RENCANA TINDAK LANJUT

Berdasarkan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk menyepakati langkah – langkah implementasi Program Indonesia Sehat, melalui :

1. Penerapan Paradigma Sehat dalam pembangunan nasional

a. Paradigma sehat diarahkan untuk peningkatkan, pemeliharan, dan perlindungan kesehatan dengan mengutamakan upaya promotif- preventif tanpa melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.

b. Sasaran perubahan paradigm ditujukan kepada para penentu kebijakan pada lintas sector, tenaga kesehatan, institusi kesehatan dan masyarakat.

c. Upaya promotif-preventif dalam bidang kesehatan, antara lain dilaksakan melalui :

1) Penyempurnaan regulasi di tingkat pusat, provinsi dan atau kabupaten sejalan dengan Sistem Kesehatan nasional dan UU Pemerintah Daerah.

2) Pemenuhan jumlah dan kualitas tenaga promosi kesehatan dan atau tenaga kesehatan yang mempunyai kemampuan promosi kesehatan melalui jenjang pendidikan dan atau pelatihan paling lambat tahun 2021.

3) Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan promosi kesehatan di kabupaten, optimalisasi UKBM dan mobilisasi sumber daya termasuk pemanfaatan potensi dana desa dan pajak rokok

2. Penguatan Pelayanan Kesehatan

Penguatan pelayanan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, melalui :

a. Penyusunan Roadmap tentang penguatan pelayanan kesehatan primer dan regionalisasi di tingkat provinsi dan kabupaten tahun 2015 – 2019 secepat mungkin, melalui sarana prasarana dan SDM.

b. Penguatan pelayanan kesehatan primer dan sistem rujukan regional difokuskan pada akreditasi dan pemenuhan tenaga kesehatan.

c. Penguatan pelayanan kesehatan primer dilakukan dengan pendekatan Team Based.

(26)

Rencana Kerja

15

d. Advokasi kepada pemerintahan pusat dan daerah untuk pemenuhan tenaga kesehatan strategis diawali dengan perencanaan kebutuhan, pendayagunaan, penyediaan insentif, sistem informasi dan akreditasi institusi diklat.

3. Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Pelaksanaan JKN termasuk pencegahan fraud menuntut peran aktif Dinkes Provinsi dan Kabupaten. Oleh karena itu, upaya pelaksanaan JKN perlu didukung dengan :

a. Peningkatan peran Dinas Kesehatan mempunyai andil dalam mensusksekan penyelenggaraan JKN, khususnya pada aspek :

1) Kepesertaan

2) Penyediaan pelayanan kesehatan 3) Pembiayaan

4) Manajemen

b. Penvegahan fraud dalam pelaksanaan JKN dilakukan melalui penyusunan regulasi, pembentukan tim pencegahan fraud di tiap tingkatan administrasi, optimalisasi pengawasan penyelenggaraan JKN dan peningkatan kompetensi coder dan verifikator.

Untuk melaksanakan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Renja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun 2020 diperlukan dukungan, kerja sama dan komitmen sepenuhnya dari pihak-pihak yang berkompeten, sehingga diperoleh keberhasilan secara nyata.

(27)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

4 5 15 16 17 18

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

3

SATUAN

Rumusan Rencana Program dan kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2020 dan Prakiraan Maju Tahun 2021 PD + DINAS KESEHATAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Persentase pemenuhan pelayanan administrasi perkantoran

% OKU Timur 100 20,494,529,892 APBD 100 21,519,256,386

Penyediaan jasa surat

menyurat Jumlah materai yang dibutuhkan dalam surat menyurat/dokumen kantor

lembar OKU Timur 1500 9,607,500 APBD 1500 10,087,875

Penyediaan jasa

komunikasi, sumber daya air dan listrik

Pemenuhan biaya jasa komunikasi

sumber daya air dan lisrik bulan OKU Timur 12 640,395,000 APBD 12 672,414,750

Penyediaan jasa jaminan

barang milik daerah Jumlah kendaraan dinas yang

dibayar premi asuransinya unit OKU Timur 6 38,325,000 APBD 6 40,241,250 I. URUSAN WAJIB

A. PELAYANAN DASAR 2. URUSAN KESEHATAN 1.02.1.02.01.01

1.02.1.02.01.01.01

1.02.1.02.01.01.02

1.02.1.02.01.01.05

Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

Jumlah kendaraan dinas yang

dilakukan pemeliharaan unit OKU Timur 36 92,557,500 APBD 36 97,185,375

Penyediaan jasa

administrasi keuangan Jumlah pejabat pengelola

keuangan yang terbayar honornya orang OKU Timur 16 620,025,000 APBD 16 651,026,250 1.02.1.02.01.01.06

1.02.1.02.01.01.07

(28)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

SATUAN

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

Penyediaan jasa

kebersihan kantor Jumlah pegawai kebersihan yang

terbayar honornya orang OKU Timur 2 529,200,000 APBD 2 555,660,000

Penyediaan jasa

perbaikan peralatan kerja Jumlah peralatan kerja yang dilakukan perbaikan

jenis OKU Timur 4 141,750,000 APBD 4 148,837,500

Penyediaan alat tulis

kantor Jumlah jenis ATK yang di

diperlukan jenis OKU Timur 50 84,000,000 APBD 50 88,200,000

Penyediaan barang Jumlah berkas yang akan dicetak jenis OKU Timur 7 63,000,000 APBD 7 66,150,000 1.02.1.02.01.01.08

1.02.1.02.01.01.09

1.02.1.02.01.01.10

1.02.1.02.01.01.11 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

Jumlah berkas yang akan dicetak

dan digandakan jenis OKU Timur 7 63,000,000 APBD 7 66,150,000

Penyediaan komponen instalasi

listrik/penerangan bangunan kantor

Jumlah jenis alat/instalasi listrik

yang dibutuhkan jenis OKU Timur 5 44,100,000 APBD 5 46,305,000

Penyediaan peralatan dan

perlengkapan kantor Jumlah jenis peralatan dan perlengkapan kantor yang dibutuhkan

jenis OKU Timur 5 1,267,236,282 APBD 5 1,330,598,096

Penyediaan peralatan

rumah tangga Jumlah jenis alat kebersihan yang

di perlukan jenis OKU Timur 31 54,600,000 APBD 31 57,330,000

Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

Jumlah bacaan surat kabar / koran

/ majalah eks OKU Timur 720 34,679,610 APBD 720 36,413,591

Penyediaan makanan dan

minuman Frekuensi rapat koordinasi internal

yang dilaksanakan kali OKU Timur 12 42,210,000 APBD 12 44,320,500

1.02.1.02.01.01.14

1.02.1.02.01.01.15

1.02.1.02.01.01.17 1.02.1.02.01.01.11

1.02.1.02.01.01.12

1.02.1.02.01.01.13

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam/luar daerah

Jumlah pegawai yang melakukan koordinasi/rapat dalam dan luar daerah

orang OKU Timur 20 52,479,000 APBD 20 55,102,950 1.02.1.02.01.01.18

(29)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

SATUAN

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

Penyediaan jasa pendukung administrasi/teknis perkantoran

Jumlah pejabat pengelola administrasi dan teknis yang dibayar honornya

orang OKU Timur 630 16,780,365,000 APBD 630 17,619,383,250

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Persentase sarana dan prasarana aparatur penunjang

% OKU Timur 100 7,641,285,350 APBD 100 6,462,724,618

1.02.1.02.01.02 1.02.1.02.01.01.19

Pembangunan gedung

kantor Jumlah gedung yang

dibangun unit 1 1,700,000,000 APBD 0

Pengadaan kendaraan

dinas / operasional Jumlah pengadaan kendaraan dinas / operasional

unit OKU Timur 12 5,500,000,000 APBD, APBN 12 6,000,000,000

Penyediaan sewa kantor

dinas/rumah jabatan Jumlah rumah dinas

yang disewa unit OKU Timur 1 12,500,000 APBD 1 12,500,000

Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

Jumlah ruangan kantor yang dilakukan pemeliharaan

ruangan OKU Timur 12 252,754,950 APBD 12 265,392,698

Pemeliharaan

rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

Jumlah kendaraan yang dilakukan pemeliharaan rutin/berkala

unit OKU Timur 6 157,707,900 APBD 6 165,593,295

Pemeliharaan

rutin/berkala peralatan gedung kantor

Jumlah jenis peralatan gedung kantor yang dilakukan pemeliharaan

jenis OKU Timur 7 18,322,500 APBD 7 19,238,625

1.02.1.02.01.02.28 1.02.1.02.01.02.03

1.02.1.02.01.02.05

1.02.1.02.01.02.12

1.02.1.02.01.02.22

1.02.1.02.01.02.24

gedung kantor dilakukan pemeliharaan

Program Peningkatan

Disiplin Pegawai Persentase pegawai

yang disiplin % OKU Timur 100 350,000,000 APBD 100 50,000,000

Pengadaan Mesin/Kartu

Absensi Jumlah pengadaan mesin

/ kartu absensi unit OKU Timur 25 250,000,000 APBD 0

1.02.1.02.01.03

1.02.1.02.01.03.01

(30)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

SATUAN

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

Pengadaan Pakaian Kerja

Lapangan Jumlah pengadaan

pakaian kerja lapangan stel OKU Timur 200 100,000,000 APBD 100 50,000,000 Program Peningkatan

Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Persentase pegawai yang sesuai dengan kompetensi jabatan

% OKU Timur 75 819,837,900 APBD 80 860,829,795

1.02.1.02.01.03.02

1.02.1.02.01.05

Pendidikan dan pelatihan

formal Jumlah pegawai yang

mendapatkan pendidikan dan pelatihan formal

orang OKU Timur 160 675,627,750 APBD 240 709,409,138

Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan

Jumlah pegawai yang mendapatkan bimbingan teknis

orang OKU Timur 44 50,427,300 APBD 44 52,948,665

Sosialisasi peraturan

perundang-undangan Jumlah pegawai yang mendapatkan sosialisasi peraturan perundang- undangan

orang OKU Timur 44 93,782,850 APBD 44 98,471,993

Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

Persentase laporan sesuai dengan laporan capaian kinerja dan keuangan

% OKU Timur 100 29,346,975 APBD 100 30,814,324

Penyusunan laporan

capaian kinerja dan Jumlah dokumen laporan

capaian kinerja dan dokumen OKU Timur 1 15,434,475 APBD 1 16,206,199 1.02.1.02.01.05.01

1.02.1.02.01.05.02

1.02.1.02.01.05.03

1.02.1.02.01.06

1.02.1.02.01.06.01

capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD

capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD yang terselesaikan

Penyusunan pelaporan

keuangan semesteran Jumlah dokumen laporan keuangan semesteran yang terselesaikan

dokumen OKU Timur 2 8,400,000 APBD 2 8,820,000 1.02.1.02.01.06.02

(31)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

SATUAN

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

penyusunan pelaporan

keuangan akhir tahun Jumlah dokumen laporan keuangan akhir tahun yang terselesaikan

dokumen OKU Timur 1 5,512,500 APBD 1 5,788,125

Program Obat dan

Perbekalan Kesehatan Persentase ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan

% OKU Timur 100 8,772,178,065 APBD, APBN 100 9,210,786,968

1.02.1.02.01.06.04

1.02.1.02.01.15

Pengadaan Obat dan

Perbekalan Kesehatan Pemenuhan obat dan

perbekalan kesehatan bulan OKU Timur 18 8,497,644,750 APBD, APBN 18 8,922,526,988 Peningkatan pemerataan

obat dan perbekalan kesehatan

Cakupan distribusi obat dan perbekalan kesehatan

Puskesmas OKU Timur 112,374,990 APBD 117,993,740

Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit

Cakupan pengawasan mutu farmasi komunitas dan rumah sakit

lokasi OKU Timur 23 43,863,750 APBD 23 46,056,938

Peningkatan mutu penggunaan obat dan pembekalan kesehatan

Jumlah pegawai yang dilakukan pembinaan peningkatan mutu penggunaan obat dan pembekalan kesehatan

orang OKU Timur 44 118,294,575 APBD 44 124,209,304

Program Upaya

Kesehatan Masyarakat Persentase Puskesmas yang melaksanakan sistem informasi terintegrasi

% 54.55 2,028,512,463 APBD 100 2,122,438,086

1.02.1.02.01.15.04

1.02.1.02.01.15.05

1.02.1.02.01.16 1.02.1.02.01.15.01

1.02.1.02.01.15.02

terintegrasi

Persentase pelayanan kesehatan pada anak usia pendidikan dasar

% OKU Timur 100 APBD 100

(32)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

SATUAN

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

Persentase pelayanan kesehatan pada anak usia produktif

% OKU Timur 100 APBD 100

Persentase penanganan

penyakit tidak menular % OKU Timur 100 APBD 100

Persentase pelayanan kesehatan penderita Diabetes Mellitus

% OKU Timur 100 APBD 100

Persentase pelayanan kesehatan penderita Hipertensi

% OKU Timur 100 APBD 100

Persentase pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat

% OKU Timur 100 APBD 100

Persentase Balita Gizi Buruk dan Stunting yang mendapatkan pelayanan kesehatan

% OKU Timur 100 APBD 100

pelayanan kesehatan

Pemeliharaan dan

pemulihan kesehatan Persentase pemeliharaan dan pemulihan penyakit tidak menular (DM, Hipertensi, Ca Cervik, Ca Mamae, KTR, UBM)

% OKU Timur 100 627,133,750 APBD 100 658,490,438

1.02.1.02.01.16.02

(33)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

SATUAN

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

Perbaikan gizi

masyarakat Persentase Balita Gizi Buruk dan Stunting yang mendapatkan pelayanan kesehatan

% 100 150,000,000 APBD 100 150,000,000

Revitalisasi sistem

Kesehatan Jumlah Puskesmas yang melaksanakan SIKDA Generik

Pusk OKU Timur 11 492,234,488 APBD 22 516,846,212

1.02.1.02.01.16.05

1.02.1.01.01.16.06

Pelayanan kefarmasian

dan alat kesehatan Jumlah Puskesmas yang dilakukan pembinaan pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan

Pusk 22 APBD 22

Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial

Jumlah alat penunjang pemeriksaan pelayanan Labkesda termasuk kalibrasi alat penunjang

OKU Timur 1 Unit 105,060,375 APBD 1 Unit 110,313,394

Peningkatan kesehatan

masyarakat Persentase screening kesehatan anak usia pendidikan dasar , usia produktif dan kesjaor

% OKU Timur 100 406,402,500 APBD 100 426,722,625

Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan

Persentase pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat

% OKU Timur 100 247,681,350 APBD 100 260,065,418

Program Pengembangan

Obat Asli Indonesia Persentase pelayanan

kesehatan Akupresure % OKU Timur 60 249,346,650 APBD 75 261,813,983

1.02.1.02.01.18 1.02.1.01.01.16.07

1.02.1.02.01.16.08

1.02.1.02.01.16.09

1.02.1.02.01.16.12

(34)

LOKASI TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA /

PAGU INDIKATIF SUMBER DANA CATATAN PENTING

TARGET CAPAIAN KINERJA

KEBUTUHAN DANA / PAGU INDIKATIF

RENCANA TAHUN 2020 PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2021

SATUAN

KODE PROGRAM DAN

KEGIATAN

INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)

DAN KEGIATAN

Fasilitas pengembangan dan penelitian teknologi produksi tanaman obat

Jumlah kader dan petugas Puskesmas yang mendapatkan pembinaan tentang tatacara

pembuatan pencampuran dan khasiat dari tanaman obat dan laporan sinkronisasi data

OKU Timur 22

Puskesmas dan 44

kader

- APBD 22 Puskesmas

dan 44 kader

-

Pengengembangan

standarisasi tanaman Jumlah Puskesmas dan

penyehat yang OKU Timur Jumlah

Puskesmas 249,346,650 APBD Jumlah

Puskesmas 261,813,983 1.02.1.02.01.18.01

1.02.1.02.01.18.02

standarisasi tanaman obat bahan alam Indonesia

penyehat yang melakukan orientasi akurpressur

Puskesmas dan penyehat

yang melakukan

orientasi akurpressur

Puskesmas dan penyehat

yang melakukan

orientasi akurpressur Program Promosi

Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Persentase peran serta

masyarakat % OKU Timur 75 298,507,725 APBD 75 284,683,111

Penyuluhan masyarakat

pola Hidup sehat Persentase masyarakat yang mendapatkan penyuluhan pola hidup sehat

% OKU Timur 90 75,000,000 APBD 100 50,000,000

Peningkatan Kualitas

Kesehatan Masyarakat Persentase pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan (Posyandu, SBH, Poskestren, Posbindu, Poskesdes,

% OKU Timur 74 223,507,725 APBD 75 234,683,111

1.02.1.02.01.19.02

1.02.1.02.01.19.06 1.02.1.02.01.19

Desa Siaga, Jambore PKK)

Program Perbaikan Gizi

Masyarakat Persentase perbaikan

gizi masyarakat % OKU Timur 30 1,624,066,650 APBD 0 1,597,769,983

1.02.1.02.01.20

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengatasi permasalahan yang sulit dilakukan oleh Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten OKU TIMUR perlu ditingkatkan pelaksanaan koordinasi dengan berbagai

Renja Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kepulauan Riau tahun 2020 merupakan dokumen perencanaan yang harus dipedomani untuk memberikan arah bagi pelaksanaan program

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, dan sesuai tujuan maka diperlukan Rencana Kerja (Renja) Dinas

Rencana Kerja (Renja) Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang tahun 2020, akan dijadikan sebagai pedoman dan rujukan dalam menyusun program dan kegiatan Dinas Perikanan

Rencana Kerja (Renja) Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang tahun 2020, akan dijadikan sebagai pedoman dan rujukan dalam menyusun program dan kegiatan Dinas Perikanan

Pelaksanaan Renja Dinas Perdagangan tahun 2020 mengacu pada tugas dan fungsi beserta kewenangan yang diberikan oleh Walikota Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor : 27-C Tahun

Fungsi dari RENJA Perangkat Daerah 2020 ini adalah sebagai pedoman bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada Tahun 2020 dan sebagai

Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri Tahun 2020