• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Islam dalam Balada Pencatat Kitab

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sejarah Islam dalam Balada Pencatat Kitab"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Sejarah Islam dalam “Balada Pencatat Kitab”

UNAIR NEWS – Buku puisi tidak sekadar curhat. Kerap kali, mengandung pesan atau kritik sosial, pelajaran tentang prilaku, bahkan sejarah. Semua aspek yang disebutkan tadi tercermin dalam kumpulan Balada Pencatat Kitab karya Rio F.

Rachman. Penyair alumnus S2 Media dan Komunikasi UNAIR ini meluncurkan buku tersebut pada 2016 lalu.

Setidaknya, mushaf berisi 59 puisi itu sudah dibedah di Warung Mbah Tjokro Prapen oleh Masika ICMI Jatim, Surabaya (30 September) dan Kafe Pahlawan oleh Komunitas Stingghil, Sampang (20 November). Beberapa resensi tentangnya pun bisa dijumpai di media cetak maupun online.

Sajak-sajak di sana tergolong ringan. Bahasa yang digunakan lugas dan tak bertele-tele, apalagi mendayu-dayu. Tak banyak majas dan to the point. Sejumlah riwayat sejarah Islam dikemukakan. Yang pada satu titik, menjadi sekelumit keunikan di dalamnya.

Bila diperhatikan, apa yang diceritakan pada puisi “Balada Pencatat Kitab”, yang juga dijadikan judul kumpulan ini, bercerita tentang momen wafatnya Utsman bin Affan. Salah satu sahabat nabi yang sudah dijanjikan Tuhan masuk Surga.

Seperti banyak diberitakan dalam banyak literatur, lelaki yang juga menantu Rasulullah Muhammad ini meninggal akibat pemberontakan. Dia dikepung dirumahnya, diserang oleh orang- orang yang terhasut api fitnah. Utsman bisa saja menumpas mereka dari awal. Namun, dia memilih sabar. Pilihan yang sejatinya sudah diisyaratkan Nabi lebih dari dua puluh tahun sebelumnya.

Kisah Utsman tidak satu-satunya sejarah Islam yang dipaparkan di Balada Pencatat Kitab. Pada “Kecuali Dia”, kehebatan Ali

(2)

bin Thalib juga disinggung. Tentang kehebatan Ali, menantu dan sahabat Nabi, dalam peperangan. Dan keberaniannya mempertaruhkan nyawa demi junjungannya itu. Cerita soal pertempuran di Padang Uhud pada masa awal perjuangan Islam tercantum di puisi “Isyarat”.

Sedangkan kisah Imam Syafi’i, pemimpin aliran yang paling populer di Asia Tenggara, diceritakan dengan menyentuh di

“Guru”. Di sana tertulis bagaimana guru dari Sang Imam sampai harus “mengusirnya” ke luar kota untuk merantau. Kenapa?

Karena ilmu guru tersebut sudah tumpas disesap oleh Imam Syafi’i.

Dikisahkan pula ketika Imam Syafi’i telah sukses menjadi seorang ulama dan akhirnya pulang kampung membawa banyak oleh- oleh untuk Ibu. Namun, ibunya menolak itu semua dan bersikeras tak ingin menerimanya di rumah, bila tetap membawa semua itu.

Sehingga Imam Syafi’i akhirnya menyerahkan semua perbekalan pada warga sekitar. Dia hanya membawa sebuah kitab saat menghadap Sang Bunda.

Tentu, sejarah yang dipuisikan dalam kumpulan ini bisa jadi debatable. Karena, riwayat kisah-kisah tersebut tidak tunggal.

Namun secara esensi, ada benang merah yang muncul dan diperlihatkan pada puisi-puisi tadi.

Selain tentang sejarah Islam, Balada Pencatat Kitab juga berkisah tentang fenomena masyarakat kekinian yang serba terbuka di media sosial, kartun di televisi, problem rumah tangga wong cilik, hingga romantisme dan kerinduan. Cover buku yang simpel, membuatnya tampak manis dan sederhana.

Buku

Judul : Kumpulan Puisi Balada Pencatat Kitab

Penulis : Rio F. Rachman

(3)

Penerbit : Penerbit Suroboyo Tebal : 60 halaman Cetakan : Pertama, 2016

Pengembangan Kajian Virologi Merupakan Kebutuhan Nasional

UNAIR NEWS – Berbicara mengenai penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia, atau sebaliknya), yang disebabkan oleh virus, tak dapat dilepaskan dari bidang Ilmu Virologi. Salah satu pakar di bidang Ilmu Virologi adalah Prof. Dr. drh Suwarno, M.Si, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR.

Suwarno merupakan produk asli didikan Airlangga. Pasalnya, jenjang Sarjana, Magister, dan Doktoral, dia tempuh di UNAIR.

Setelah lulus S3 pada 2005, Suwarno dikukuhkan menjadi Guru Besar di bidang Ilmu Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan pada 2014.

Puluhan penelitian telah dilakukan oleh Suwarno. Bahkan, karena getol dalam penelitiannya terkait bidang Ilmu Virologi, Suwarno mendapatkan julukan “Dokter Rabies”. Pasalnya, penyakit zoonosis seperti Rabies dan Avian Influenza sudah menjadi objek utama dalam berbagai penelitiannya.

Walaupun konsentrasi utama umumnya berupa kajian virus pada hewan, namun tidak menutup kemungkinan, virus yang ada pada manusia layaknya Demam Berdarah dan Japanese Enchepalities juga menjadi bagian dari penelitian.

“Hampir semua penyakit itu penyebabnya adalah virus. Makanya,

(4)

ilmu yang kami geluti sangat bermanfaat bagi masyarakat dan juga pemerintah, termasuk di bidang penanggulangan Avian Influenza,” kata dia.

Yang jelas, semua yang dilakukannya adalah bentuk sumbangsih pada negara. Diharapkan, kerugian akibat wabah atau bala penyakit di Indonesia dapat terus berkurang berkat semakin banyaknya penelitian yang solutif.

Penelitian Suwarno telah menghasilkan beberapa produk dalam bentuk kit diagnostik. Salah satu produknya diberi nama

“ONRAW-IB-Varian”. ONRAW diambil dari nama panggilannya yang dibaca terbalik. ONRAW merupakan kit diagnostik untuk infeksi Bronchitis Varian yang mulai diproduksi pada 2014.

Sedangkan untuk penangkal Rabies, Suwarno menciptakan Kit Diagnostik ELIVE Tua Rabies pada 2013 dan Seed Vaksin Rabies, SWN-JOL-007 yang diproduksi oleh PT Sanbe Farma pada 2012. Sit vaksin rabies tersebut dibuat untuk penanganan khusus hewan yang berisiko menimbulkan Rabies. Misalnya, Anjing, Kucing, dan Kera.

Suwarno juga aktif dalam publikasi internasional. Beberapa judul di antaranya, “Homology and Phylogenetic Analysis of Nucleotide Sequence of Omp2a Gene of Brucella abortus Local Isolates. Journal of Veternary Advances” yang dirilis pada 2014, dan “Production and Characterization Egg Yolk Derived Anti-Hemaglutinin Antibody (IgY) as immunoterapy Agent on the Chicken Infected by Avian influenza A/H5N1 Virus. Journal of Veterinary Advances” yang dipublikasikan pada 2013.

Berkat penelitian dan pengabdiannya pada masyarakat, Guru Besar FKH sejak tahun 2014 tersebut memeroleh beragam penghargaan. Di antaranya, peringkat III tingkat nasional dengan produk kit miliknya bernama ELISA Avian Influenza, diberikan oleh Ditjen Dikti pada 2013. Selain itu, Suwarno juga merupakan dosen berprestasi baik di tingkat FKH UNAIR, dan dianggap sebagai dosen yang sukses melaksanakan pengabdian

(5)

masyarakat yang aplikatif. (*) Penulis: Dilan Salsabila

Editor: Rio F. Rachman

Terinspirasi Oleh Ayah, Ini Cerita Revy Mengenai Karirnya Menjadi Peselam

UNAIR NEWS – Ungkapan ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’, nampaknya sangat tepat ditujukan pada Grananda Revy Pratama, peselam asal Fakultas Hukum, Universitas Ailangga. Beragam prestasi dari dunia selam telah ia torehkan, salah satunya adalah meraih 4 medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) tahun 2015.

Beragam prestasi yang ia dapatkan tak lepas dari profesi sang ayah yang merupakan seorang pelatih renang. Sejak kecil, Revy terbiasa melihat sang ayah melatih atlet-atlet dan pergi ke luar kota ketika ada lomba renang.

“Dulu saya sering melihat bapak dan murid-muridnya, yang kebanyakan adalah atlet, berlatih di kolam renang. Waktu kecil kalau lihat bapak sedang melatih, aku jadi ingin ikut renang,”

ujar Revy, sapaan karibnya.

Bermula dari hal itu, tumbuh keinginan Revy untuk ikut-ikutan berlatih renang. Ia mulai mengenal olahraga renang sejak usia empat tahun.

“Saya sempat iri ketika melihat bapak dan atletnya yang mengikuti lomba renang, bisa sekalian liburan. Jadi seolah tumbuh keinginan dari dalam hati untuk menjadi atlet. Awalnya

(6)

sih seperti itu,” ungkap laki-laki kelahiran 13 Oktober 1997 ini.

Setelah memiliki basic, pada usia 15 tahun Revy memutuskan fokus pada olahraga selam, cabang olahraga yang tidak jauh berbeda dengan renang.

Beragam kompetisi pernah diikuti oleh Revy, seperti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Selam Jatim sejak tahun 2011 hingga 2016, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Selam di Jakarta sejak tahun 2012 hingga 2015. Revy juga berpartisipasi pada Porprov Jatim tahun 2013 dan 2015. Dari berbagai kompetisi yang diikuti Revy itu, tak jarang ia mengatongi juara.

Revy konsisten dengan karir selamnya dengan melakukan latihan rutin yang terjadwal setiap hari Jumat dan Sabtu. Sedangkan hari aktif pada Senin hingga Jumat, ia gunakan untuk berfokus kegiatan akademik di kampus.

Namun beberapa waktu terakhir, jadwal latihan laki-laki yang memiliki tinggi badan 176 cm ini semakin padat. Secara rutin setiap Senin hingga Sabtu, karena bertepatan dengan libur perkuliahan, ia melakukan latihan rutin.

Meski kegiatan dalam bidang non akademik cukup padat, pendidikan tetap menjadi prioritas Revy. “Saya selalu mengingat pesan kedua orang tua, bahwa pendidikan tetap yang utama,” ujar laki-laki yang tergabung dalam sebuah club bernama Pas Aquatic sejak tahun 2011 ini.

Alhasil, karena Revy mampu membuktikan bahwa ia tidak pernah mengesampingkan pendidikan, ia selalu mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. (*)

Penulis : Pradita Desyanti Editor : Binti Q. Masruroh

(7)

’Junior Research’ FEB UNAIR Kenalkan Penelitian Sejak Dini

UNAIR NEWS – Mahasiswa sudah tidak asing lagi dengan penelitian. Hanya saja, kebanyakan mereka melakukan penelitian secara intensif ketika menjelang melaksanakan tugas membuat skripsi. Untuk itulah “Junior Research” hadir dengan program pembuatan paper dari divisi Research yang berkualitas secara akademis. Program ini berorientasi pada publikasi jurnal internasional, sehingga mahasiswa diarahkan untuk dapat mengaktualisasikan perannya dalam penelitian.

“Melalui Junior Research, khususnya divisi Research, program ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa jenjang S-1 untuk mendapatkan publish di jurnal, minimal jurnal tingkat nasional,” tutur M. Vinka Lutfian, salah satu anggota Junior Research.

Dalam program tersebut, setiap anggota Junior Research yang terpilih untuk membentuk tim yang terdiri dari dua anggota.

Kegiatan setiap tim adalah membuat paper. Mereka juga digembleng oleh dosen pembimbing, Rumayya Batubara, SE., M.Reg.Dev.,Ph.D pada setiap minggu. Selain itu, terdapat training mingguan untuk mengolah data, mengenal paper, dan strata dalam rangka mengasah dan menggali kemampuan menulis.

Tak hanya itu, presentasi progress paper pun dilakukan setiap minggu.

”Junior Research ini cocok buat mengembangkan potensi mahasiswa, terutama di bidang research,” tambah Oktavia Dewi, anggota Divisi Research.

(8)

Oktavia menambahkan bahwa keterlibatan dosen pembimbing dalam setiap tim itu akan dioptimalkan. Dengan demikian, kolaborasi mahasiswa dan dosen akan meningkatkan publikasi UNAIR.

Orientasi yang tinggi tentunya memerlukan pengorbanan yang tinggi pula. Oleh karena itu, training mingguan akan semakin digencarkan.

K e d e p a n n y a , s e l u r u h p e n e l i t i a n d i h a r a p k a n d a p a t mempublikasikan diri dan berpartisipasi dalam lingkup internasional untuk membuka kesempatan mahasiswa mengenal penelitian. Dengan begitu, akan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk bergabung. (*)

Penulis : Siti Nur Umami Editor: Bambang Bes

Mengenalkan UNAIR Melalui

’Uklam Volume-2’ ORMADA Malang

UNAIR NEWS – Pendidikan adalah senjata untuk mengubah dunia.

Pentingnya pendidikan membuat IKAMMA (Ikatan Mahasiswa Malang), ORMADA (Organisasi Mahasiswa Daerah) Malang tergerak mengenalkan perguruan tinggi hingga ke pelosok. Selaras dengan hal tersebut, IKAMMA UNAIR mengadakan roadshow ke beberapa SMA di Malang Raya. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengenalkan Universitas Airlangga. Selain itu menjadi sarana membantu adik-adik kelas XII dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi dalam studi lanjut mereka.

Roadshow bertajuk CAMPEX 2017 UNAIR UKLAM MALANG VOL.2 berlangsung selama libur semester, 21-28 Januari 2017.

(9)

Roadshow pertama dilaksanakan pada 21 Januari 2017 di SMA 1 Sumberpucung, Kab. Malang. Dilanjutkan pada 23 Januari di SMAN 1 dan SMAN 7 Malang, pada 25 Januari di SMA Kolese Santo Yusuf. Agenda kedepan, UNAIR UKLAM MALANG akan berkunjung ke SMAN 5 Malang, MAN 1 Malang, dan SMAK St. Albertus Malang (SMA Dempo) di Kota Malang.

Ketika harus menempuh perjalanan jauh di tengah terik matahari, tidak menyurutkan semangat Arra Hamdan, Iwa Safira Dkk untuk mempresentasikan seluk-beluk tentang UNAIR. Mulai dari fasilitas penunjang yang ada, jurusan, hingga prestasi capaiannya. Bagi Iwa, memotivasi adik-adik untuk mengenal UNAIR dan memberi semangat belajar hingga bisa lolos PTN adalah bentuk liburannya.

”Sebuah kesenangan pribadi dapat berbagi pengalaman tentang kuliah, kehidupan kampus, dan terutama tentang UNAIR,” tutur Arra Hamdan, Project Officer kegiatan itu.

”Antusiasme siswa-siswa SMA sangat tinggi. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, melainkan bertanya dan memiliki rasa ingin tahu akan UNAIR.” Imbuhnya

Arra Hamdan menjelaskan, kalangan Siswa SMA di Malang masih memandang UNAIR ini dengan sebelah mata. Faktor ketidaktahuan menjadi alasan fundamental sehingga tidak mengerti akan potensi UNAIR. Banyak jurusan yang unggul tidak diketahui, mayoritas hanya mengenal kedokterannya. Oleh karena itu, kegiatan semacam ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang UNAIR.

Selain IKAMMA juga terdapat ORMADA lain yang turut berpartisipasi mem-branding UNAIR di daerah-daerahnya. Ini semua sebagai wujud persembahan mahasiswa UNAIR terhadap kampus tercinta ini. (*)

Penulis: Siti Nur Umami Editor: Bambang Bes

(10)

Kelompok Studi Pasar Modal FEB UNAIR Ajarkan Mahasiswa Kenali Investasi

UNAIR NEWS – Sebagai upaya mengenalkan pasar modal kepada mahasiswa, Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI) hadir disetiap kampus seluruh Indonesia. Pembentukan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) sebagai langkah kongkrit sosialisasi pasar modal di kalangan mahasiswa yang baru – baru ini dibentuk sebagai Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR

KSPM UNAIR dikelola oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang diketuai oleh Tubagus Algan dari Program Studi Akuntansi “Kami ingin merubah mindset masyarakat awam tentang dunia investasi. Investasi diibaratkan sebagai judi. Kenyataannya, investasi mengajarkan banyak hal, terutama melatih kesabaran.”

Tutur Tubagus Algan.

Investasi memiliki hukum high risk high return, semakin tinggi risiko yang dihadapai maka nilai pengembaliannya semakin tinggi pula. Meminimalisir risiko investasi dengan selektif memilih emiten yang akan diinvestasikan, diferensiasi portofolio, dan kesabaran karena investasi tidak memberi keuntungan instan.

Tubagus menjelaskan, KSPM menjadi sarana menabung selain di bank. Nantinya, akan tercipta financial freedom sejak dini.

Dalam lingkup makro ekonomi, investasi dapat melawan inflasi dan langkah bijak memaknai sebuah uang. Artinya fungsi uang tidak semata-mata untuk konsumsi.

“Sebagai UKF baru, harapannya memberi dampak positif nyata di

(11)

lingkungan FEB khususnya. Selain itu, mampu menjadi model bagi perguruan tinggi lainnya.” Kata Muhammad Triyo Anggono yang juga anggota dari Divisi Risteg. (*)

Penulis : Siti Nur Umami Editor : Faridah Hari

Tak Ada Aktivitas yang Tak melibatkan Hukum Kontrak

UNAIR NEWS – “Sebenarnya, tidak ada satu aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya tanpa melibatkan hukum kontrak. 24 jam pasti menggunakan hukum kontrak.” Begitulah pernyataan pakar hukum kontrak dan hukum jaminan Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., M.H., ketika diwawancarai tentang kepakarannya.

“Saya menekuni ilmu ini karena semua aspek dalam kehidupan tidak bisa dilepaskan dari yang namanya hukum kontrak. Anda makan, kan sebelumnya melakukan transaksi jual beli, itu sudah bentuk praktik dari hukum kontrak,” jelas dosen Departemen Hukum Perdata, Fakultas Hukum, Universitas Airlangga.

Keahlian pada kedua bidang hukum tersebut dibuktikan melalui publikasi penelitiannya di antaranya berjudul Pengikatan Jual Beli dan Pembebanan Jaminan Satuan Rumah Susun pada tahun 1996, Pengembangan Kontrak “Win-Win” di Dunia Bisnis Tahun 2000, Prinsip-prinsip Negosiasi dalam Kontrak Bisnis tahun 2003, Azas Proporsionalitas Dalam Kontrak Komersial tahun 2008, dan Pergeseran Asas-Asas Hukum Kontrak tahun 2014.

“Tak hanya karya ilmiah sebenarnya, saya juga aktif dalam berbagai asosiasi, seperti menjadi anggota Unit Perancangan Hukum dan Kontrak Bisnis FH UNAIR dan Wakil Ketua Tim Telaah

(12)

Perjanjian Alih Material (material transfer agreement/MTA) Universitas Airlangga,” terang Agus yang lahir di Madiun, 19 April 1965.

Tak berhenti di situ, Agus juga mengabdikan ilmunya yang dimilikinya kepada masyarakat. Saat ini, Agus telah menerbitkan tiga buku dan menjadi saksi ahli dalam beberapa kasus yang melibatkan persengketaan di bidang kontrak dan jaminan.

“Keilmuan ini juga saya sumbangsihkan ke dalam berbagai pengabdian, di antaranya sebagai saksi ahli dalam berbagai perkara, misal sebagai saksi ahli di pengadilan negeri dan menjadi narasumber dalam gelar perkara yang dilakukan pihak penegak hukum,” pungkas Agus yang menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktornya di UNAIR. (*)

Penulis: Nuri Hermawan Editor: Defrina Sukma S

Imunisasi adalah Hak untuk Hidup Sehat

UNAIR NEWS – Dalam rangka meningkatkan cakupan imunisasi di ujung timur Pulau Jawa, Universitas Airlangga bersama dengan United Nations for Children Fund (UNICEF) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, menyelenggarakan seminar “Diseminasi Hasil Evaluasi Kegiatan Quick Reference”, Jumat (27/1).

Seminar diselenggarakan di Hotel Premier Inn.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan beberapa puskesmas. Dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR yang

(13)

juga hadir dalam acara tersebut menjadi pembicara di antaranya Hario Megatsari, S.KM., M.Kes dan Arief Hargono, drg., M.Kes.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Hario, UNAIR turut berkontribusi dalam kegiatan akselerasi imunisasi di Jatim.

Kontribusi yang dilakukan UNAIR di antaranya pembuatan Buku Strategi Operasional Imunisasi, Panduan Cepat Imunisasi, Capacity Building dan Reaching Every Community.

Buku Strategi Operasional Imunisasi dibuat untuk menurunkan missed opportunity (hilangnya kesempatan untuk mendapatkan imunisasi). Selain itu, lembar balik buku Panduan Cepat Imunisasi berisi tentang informasi singkat mengenai program imunisasi sebagai rujukan petugas kesehatan dan media promosi tentang pentingnya imunisasi. Terobosan-terobosan ini merupakan upaya baru dalam akselerasi cakupan imunisasi.

Selanjutnya Arief Hargono, drg., M.Kes. menjelaskan mengenai p r o g r a m R E C . R E C m e r u p a k a n p r o g r a m b a r u y a n g b a r u diimplementasikan di Surabaya. Kegiatan ini meliputi identifikasi masyarakat risiko tinggi, perencanaan kesehatan di puskesmas, menjalin kerjasama puskesmas dengan kelompok risiko tinggi, pemantauan masyarakat risiko tinggi secara rutin, dan penguatan sumber daya.

“Pada prinsipnya (imunisasi) adalah kesetaraan. Tidak melihat status sosial, semua anak memiliki hak untuk hidup sehat sehingga juga punya hak untuk imunisasi,” pesannya. (*)

Penulis: Rekha Finazis Editor: Defrina Sukma S

(14)

Prof David dan Kiprah

“Memainkan” Pisau Bedah

UNAIR NEWS – Salah satu ahli bedah plastik UNAIR yang berkompeten sehingga pandangannya kerap dikutip media massa adalah Prof. Dr. David Sontani Perdanakusuma, dr., Sp.BP- RE(K). Selain mengajar, penulis setidaknya delapan buku ini aktif pula melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Tercatat di rentang 2006 hingga 2014, sekitar 10 aktifitas p e n g a b d i a n m a s y a r a k a t b e r s k a l a r e g i o n a l / n a s i o n a l dilaksanakannya.

Salah satu pasien face off yang pernah ditangani oleh David (bersama tim) adalah Siti Nur Jazilah alias Lisa. Perempuan korban penyiraman air keras oleh suaminya sendiri. Selain itu, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia ini juga sering masuk dalam tim pemisahan bayi kembar siam.

Kepiawaian ayah empat anak ini “memainkan” pisau bedah, membuatnya banyak diganjar penghargaan. Baik dari asosiasi, pemerintah daerah, bahkan pemerintah pusat. Profesor yang pernah mengikuti training dan pelatihan di Singapura, Belgia, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada ini juga rutin menjadi pembicara di banyak seminar, kongres, maupun event ilmiah lain. Mulai level nasional, hingga level internasional.

Selain itu, Wakil Dekan I ini juga resmi didaulat sebagai penguji eksternal Program S3 (Doktor) pada Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Hasanuddin Makasar, Universitas Padjadjaran Bandung, serta Universitas Gajah Mada Jogjakarta pada periode 2012-2015. Dia juga tak henti menelurkan paten maupun Hak Cipta.

Kekayaan intelektual yang dimaksud antara lain Penggunaan Hidrokuinon untuk Mencegah dan Mengobati Keloid, Hak Cipta Manekin Luka, Hak Cipta Poster Luka, Hak Cipta CD Interaktif

(15)

Kegawatdaruratan Pernafasan (Modul 1), dan Hak Cipta CD Interaktif Kegawatdaruratan Sirkulasi (Modul 2). Termasuk, Hak Cipta CD Interaktif Kegawatdaruratan Luka Bakar dan Hak Cipta CD Interaktif Kegawatdaruratan Pediatri.

David mengatakan, aplikasi ilmu bedah plastik berawal dari upaya rekonstruksi struktur di bagian tubuh manusia. Misalnya, bagi mereka yang mendapat kecelakaan atau kondisi yang perlu dibenahi sejak lahir. Sebagai contoh, mereka yang lahir sumbing atau tanpa telinga.

“Bedah plastik tidak mengubah kodrat dari Tuhan. Bidang ilmu ini hanya membuat struktur yang berbeda dari sebelumnya, sesuai permintaan yang bersangkutan. Dengan harapan, mendapatkan kondisi yang lebih bagus. Selayaknya penghias.

Saya sering menganalogikan ini dengan seniman yang ingin membuat sesuatu menjadi lebih indah,” kata dia.

Dalam perjalanannya, bedah plastik juga menyentuh bidang estetik. Ini berkaitan dengan orang yang secara subyektif ingin memperbaiki wajah atau bagian tubuhnya yang dirasa perlu dibenahi. Dengan catatan, dia berhasrat melakukannya tanpa paksaan dan dengan alasan yang logis. Ahli bedah plastik wajib untuk taat pada rambu-rambu etik dan agama. Sehingga, tidak semua calon pasien bisa dilayani secara langsung.

Sementara itu, prospek ilmu bedah plastik di tanah air sangat terang. Ini menjadi tantangan tersendiri. Mereka yang menguasai teknologi akan memenangkan persaingan tersebut. Oleh karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan akan ahli bedah plastik pun ikut naik. Baik mereka yang ingin

“mengubah” struktur bagian tubuhnya karena aspek estetik, t e r l e b i h b a g i m e r e k a y a n g d i p a k s a k e a d a a n u n t u k merekonstruksinya, karena suatu kecelakaan atau kondisi yang tidak disengaja. Maka itu, sudah menjadi tugas institusi pendidikan di Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran, untuk mencetak pakar-pakar muda di bidang ini. (*)

(16)

Penulis: Rio F. Rachman

Editor: Defrina Sukma Satiti

Tak Perlu Diet Ketat, Atur Berat Badan dengan Memperhatikan Asupan Makanan

UNAIR NEWS – Beberapa waktu yang lalu, tersiar kabar meninggalnya Putri Indonesia Maluku 2016. Dari pemeriksaan medis, kabar duka tersebut muncul akibat sang putri yang terkena asam lambung. Kejadian ini cukup mengejutkan, karena ternyata, asam lambung bisa bearkibat fatal hingga menyebabkan kematian. Kejadian ini menyadarkan kembali akan pentingnya pola makan dan asupan makanan yang masuk dalam tubuh.

Orang-orang yang memiliki kesibukan tinggi biasanya rawan terkena asam lambung. Bisa juga, orang-orang yang menginginkan bentuk badan yang ideal namun kurang memerhatikan pola makan.

Ketua Departemen Gizi Kesehatan Dr. Annis Catur Adi, Ir., M.Si, UNAIR menuturkan sebab-sebab naiknya asam lambung.

Biasanya, asam lambung naik karena kondisi lambung yang sangat asam. Kondisi ini memicu keluarnya getah HCl yang akan melukai lambung. Jika sudah demikian, biasanya yang bersangkutan akan merasakan sakit perut yang teramat sakit.

“Biasanya itu terjadi pada orang yang diet terlalu ketat. Bisa jadi dia takut ada penambahan berat badan. Karena padatnya acara, tuntutan penampilan dengan berat badan ideal, lupa makan dan minum, pola makan menjadi tidak terkontrol,” ujar Annis seusai senam bersama yang berlangsung di FKM, Jumat (27/1).

(17)

Apa yang menyebabkan asam lambung naik?

Annis mengatakan, pola makan yang tidak teratur dan asupan makanan ke dalam perut yang terlalu ekstrim dapat memicu naiknya asam lambung. Asupan makanan terlalu ekstrim ini disebabkan makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam.

“Mengkonsumsi makanan yang sangat ekstrim, bisa jadi sangat pedas atau sangat asam, itu akan memicu lambung mengeluarkan HCl (asam klorida) yang sangat tinggi,” ujar Annis.

Annis mengatakan, boleh saja mengkonsumsi makanan ekstra pedas atau asam. Asalkan, tidak dalam keadaan perut kosong belum terisi makanan ataupun minuman sama-sekali. Sebab, asam klorida akan langsung naik luar biasa, menjadikan luka lambung yang parah. Kalau sudah luka, akan sulit untuk benar-benar sembuh.

“Paling tidak minum, lah. Karena dengan minum, mengurangi asam lambung. Air putih akan lebih bagus. Itu akan menetralisir,”

ujarnya.

Cukup mengatur pola dan asupan makanan

Orang-orang yang menginginkan bentuk badan ideal, biasanya melakukan diet ketat dengan tidak memerhatikan asupan gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka. Padahal, untuk menjaga berat badan, orang tidak harus melakukan diet ketat dengan mengorbankan kesehatan. Cukup dengan menjaga pola makan dan memerhatikan asupan makanan yang masuk.

“Kuncinya menyeimbangkan yang masuk dan yang keluar. Kalau ingin makan enak, yang keluar ya banyak, ya harus mau olahraga. Kalau ga mau olahraga kenceng, ya makan harus diantur. Sebenarnya kuncinya satu, makan secukupnya, teratur, dan perhatikan jenis makanannya,” kata Annis.

Annis memberi contoh, dalam satu piring makan, harus berisi menu yang berwarna. Semakin menu berwarna dan variatif, akan

(18)

semakin bagus untuk asupan tubuh. Paling tidak dalam satu piring, sepertiga piring masing-masing berisi nasi, sayur, dan lauk.

“Itulah yang disebut piring sehat. Buatlah piring itu berwarna. Selama ini kan warna putih yang lebih dominan.

Semakin berwarna piringnya, itu semakin menyehatkan. Tidak perlu hitung sekian kalori sekian kalori,” ungkapnya.

Jika seseorang tidak menyukai sayur misalnya, ia bisa mengganti menu makanan dengan memperbanyak buah. Buah segar akan lebih bagus. Jika ia tak juga menyukai buah, ia bisa menggantinya dengan konsumsi jus.

“Kalau memang ga suka sayur pilihlah buah. Kalau ga suka buah segar, buatlah jus. Hidup sehat sesuai dengan kesukaan. Jangan merasa hidup sehat dengan terpaksa. Kalau kita melakukan hidup sehat dengan fun, maka kita akan merasakan sendiri manfaatnya,” ungkapnya.

Annis menambahkan, hidup sehat bisa dimulai dengan membiasakan olahraga dan sarapan setiap pagi. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh Editor : Nuri Hermawan

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan : mengetahui p& sediaan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan Prinsip : pengukuran p& cairan uji menggunakan p& meter yang telah dikalibrasi

- Klien mengatakan belum mengetahui lingkungn rumah yang aman bagi keluarga, pencahayaan kurang, tidak pernah menggunakan sandal selama ke kamar mandi. - Klien

Pada variabel “kehidupan sosial keagamaan” yang berkenaan dengan eksternalisasi individu terhadap ajaran agamanya dalam bentuk amaliah yang melibatkan --atau

Selain itu ada Febrina Ika Shinta (1998) yang berjudul “Strategi Dalam Memperlakukan Tindak Ujar Pengancam Muka: Telaah Pragmatik Film Drama Titanic. Hasil dari

Senyawa alelokimia yang terdapat di dalam ekstrak daun bambu apus diduga menghambat proses fotosintesis melalui penghambatan aktivitas enzim-enzim yang diperlukan

Pengujian dilakukan terhadap 5 sampel air limbah, dengan hasil pengujian menunjukkan bahwa flokulan kationik AMDAC lebih baik digunakan untuk penurunan turbiditas

Hasilnya menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel determinan sosial dengan literasi kesehatan, domain tertinggi tingkat literasi pada promosi kesehatan, dan

Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi berbasis karya ini adalah karya ilmiah penulis sendiri, bukan plagiat dari karya ilmiah yang ditulis oleh orang lain atau