Waspada Terhadap Risiko Investasi Belajar dari Kasus PT SPI dan WBG Oleh : Sulaeman Rahman
Pada Koran Pikiran Rakyat dalam satu minggu telah terjadi 2 peristiwa mengenai berita kerugian yang diderita oleh beberapa investor pada PT. Sarana Perdana Indoglobal (PT. SPI) dan PT. Wahana Bersama Globalindo (PT. WBG). Kerugian yang dihadapi oleh para investor dapat dikatakan cukup besar, misalnya untuk kasus PT. WBG , seorang investor untuk bisa memiliki satu surat sertifikat sebagai bukti investasi harus mengeluarkan uang kira-kira Rp 45 juta.
Belajar dari kasus sebelumnya yang terjadi pada kasus PT. Cita Hidayat Komunika atau PT. Ibist, memiliki kesamaan dalam memberikan imbalan atau return yang diberikan yaitu tentunya sangat menggiurkan. Bunga yang diberikan diatas dari bunga normal yang diberikan bank , yaitu 2% perbulan atau 4 % perbulan, dan para investor sangat menikmati karena dibayar secara tetap. Mereka tidak menyadari bahwa perolehan bunga yang tinggi akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula.
Risiko Investasi
Pada saat melakukan investasi, investor seringkali harus menghadapi berbagai risiko. Berbagai buku investasi mendefinisikan bahwa risiko adalah selisih antara tingkat pengembalian aktual dengan tingkat pengembalian yang diharapkan. Contoh pada investasi saham , investor akan mendapat tingkat pengembalian 40% pertahun, sedangkan bila tingkat pengembalian deposito dan tabungan sebagai patokan tingkat pengembalian yang diharapkan besarnya 9 %, maka risikonya diperkirakan 31%. Dapat dikatakan bahwa investasi saham memiliki risiko yang besar dan juga tingkat keuntungan yang besar pula.