EFEKTIVITAS TEKNIK BERANTAI DALAM PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DI DALAM DRAMA
(Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014)
SKRIPSI
diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar
Sarjana Pendidikan
oleh
Andhika Amanda Putra
1006110
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG
EFEKTIVITAS TEKNIK BERANTAI DALAM
PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DI DALAM DRAMA
(Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII
SMP Negeri 10 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014)
oleh
Andhika Amanda Putra
sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
© Andhika Amanda Putra 2014 Universitas Pendidikan Indonesia
September 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERNYATAAN ... i
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
UCAPAN TERIMAKASIH ... iv
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR BAGAN ... xi
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian ... 1
B. Identifikasi Masalah Penelitian ... 4
C. Rumusan Masalah Penelitian ... 4
D. Tujuan Penelitian ... 4
E. Manfaat Penelitian ... 4
F. Struktur Organisasi ... 5
BAB II PEMBELAJARAN DRAMA, TEKNIK BERANTAI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Ihwal Pembelajaran Drama... 7
1. Pembelajaran Drama di Sekolah ... 7
2. Pembelajaran Drama di Kelas ... 9
3. Kemampuan Bermain Peran dalam Drama... 9
4. Pengertian Drama... 11
5. Bentuk Drama ... 13
6. Struktur Drama... 17
7. Plot atau Kerangka Cerita ... 18
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
9. Dialog ... 22
10.Setting... 23
11.Tema ... 24
12.Amanat ... 25
B. Teknik Dasar Bermain Peran... 26
1. Vokal... 26
2. Kejelasan Ucapan ... 26
3. Intonasi ... 27
4. Gesture ... 27
5. Teknik Muncul ... 28
6. Improvisasi ... 29
7. Intensitas dan Kelancaran Berbicara ... 29
8. Ekspresi wajah dan dialog ... 29
9. Blocking ... 30
C. Teknik Berantai ... 31
D. Kerangka Berpikir ... 34
E. Hipotesis ... 37
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian ... 38
B. Desain Penelitian ... 38
C. Prosedur Penelitian ... 39
D. Teknik Pengumpulan Data ... 41
E. Instrumen Penelitian ... 41
F. Teknik Pengumpulan Data ... 46
G. Definisi Operasional... 49
H. Lokasi dan Subjek ... 49
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Analisis Data Prates kelas Eksperimen ... 53
2. Analisis Data Pascates Kelas Eksperimen... 63
B. Analisis Data Hasil Penelitian ... 74
1. Nilai Prates-Pascates Kelas Eksperimen ... 74
2. Analisis Uji Reliabilitas Antarpenimbang ... 79
a. Uji Reliabilitas Antarpenimbang Data Prates... 79
b. Uji Reliabilitas Antarpenimbang Data Pascates ... 82
3. Uji Normalitas Data Prates-Pascates Eksperimen ... 84
a. Uji Normalitas Data Prates Eksperimen ... 85
b. Uji Normalitas Data Pascates Eksperimen ... 89
4. Hasil Pembelajaran Bermain Peran Eksperimen ... 92
C. Pembahasan Hasil Penelitian... 95
1. Kondisi Awal ... 95
2. Kondisi Akhir ... 96
3. Signifikansi ... 98
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 100
B. Saran ... 101
DAFTAR PUSTAKA ... 102
LAMPIRAN
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Daftar Jumlah Siswa per Kelas... 38
Tabel 3.2 Pedoman Penskoran ... 43
Tabel 3.3 Kategori Penilaian ... 45
Tabel 3.4 Kategori Penilaian ... 47
Tabel 3.5 Tabel Format ANAVA ... 48
Tabel 3.6 Tabel Guilford ... 48
Tabel 4.1 Nilai Prates ... 52
Tabel 4.2 Nilai Pascates... 62
Tabel 4.3 Data dan Penskoran Prates ... 74
Tabel 4.4 Data dan Penskoran Pascates... 75
Tabel 4.5 Data dan Penskoran Prates-Pascates... 76
Tabel 4.6 Uji Reabilitas Prates ... 78
Tabel 4.7 Format ANAVA Prates ... 80
Tabel 4.8 Uji Reabilitas Pascates ... 81
Tabel 4.9 Format ANAVA Pascates ... 83
Tabel 4.10 Tabel Nilai Prates ... 84
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.12 Distribusi chi-kuadrat Prates... 87
Tabel 4.13 Tabel Nilai Pascates ... 88
Tabel 4.14 Daftar Distribusi Mean Pascates ... 89
Tabel 4.15 Distribusi chi-kuadrat Pascates ... 90
Tabel 4.16 Tabel Gain Prates dan Pascates ... 93
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Bagan Kerangka Berpikir ... 36
Gambar 3.1 Bagan Desain Penelitian ... 39
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK
Andhika Amanda Putra
Jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia
Penelitian ini berjudul “Efektivitas Teknik Berantai Dalam Pembelajaran
Bermain Peran di dalam Drama”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kemampuan guru dalam mengajarkan apresiasi khususnya drama praktik. Dalam kurikulum pembagian apresiasi sastra khususnya drama dibagi menjadi tiga. Pertama adalah menulis naskah drama, kedua menanggapi pementasan drama dan yang ketiga adalah bermain peran. Apresiasi drama bermain peran memang menjadi salah satu apresiasi sastra yang cukup sulit, namun adanya kompetensi dasar di dalam kurikulum mengharuskan pengajar mampu memberikan materi dengan baik. Namun kenyataannya kemampuan guru dalam bidang apresiasi sastra khususnya drama sangat kurang sehingga berimbas pada minat, pengetahuan dan kemampuan siswa terhadap pembelajaran drama bermain peran juga dalam berapresiasi sastra. Hal ini terlihat dari hasil temuan penulis yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang tidak pernah bermain drama, tidak bisa bermain drama bahkan mengenal bagaimana cara bermain drama. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) memperoleh gambaran tentang hasil pembelajaran bermain peran di kelas eksperimen dengan menggunakan teknik berantai; 2) membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran bermain peran sebelum dan sesudah menggunakan teknik berantai. Metode dalam penelitin ini eksperimen desain kuasi One Group
Pretest-Posttest. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Bandung dengan subjek
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
yang signifikan. Hasil penelitian membuktikan teknik berantai efektif diterapkan dalam pembelajaran bermain peran.
Kata kunci: pembelajaran bermain peran, teknik berantai dan eksperimen
Abstract
Andhika Amanda Putra
Jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia
This research entitled Efektivitas Teknik Berantai Dalam Pembelajaran Bermain
Peran Di Dalam Drama. The obstacle’s background of this research is the lack
of teaching ability in an act play practice which has impacted to the student interests, knowledge and student incapability in learning an act play. These facts
indicated by the researcher’s finding; there are lot of students which never
involved in act play, incapable of an act play, even lack of act and play knowledge. The aims of this research are (1) to get evidences from the result during the process of learning act play in the experimental class by teknik
berantai; (2) showing that there are significant differences in learning act play
before and after using teknik berantai. The methodology of this research uses One Group Pretest-Posttest quasi design. This experiment took place in SMP Negeri 10
Bandung while the subject of the research is VIIIE as the experimental class with
30 students. Based on the data research, the result findings are: 1) there is significant improvement of act play statistic in a class after the application of
teknik berantai, while the before the application was 53,90 on average, while
80,96 is the statistic . Those numbers illustrate the effectiveness of using teknik
berantai in act play class.
[Type text]
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia ada dua materi yang harus
disampaikan oleh pengajar yaitu materi kebahasaan dan materi kesastraan. Materi
kebahasaan meliputi empat kemampuan berbahasa, yaitu kemampuan
mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Mata pelajaran bahasa
Indonesia diarahkan pada tercapainya keterampilan berkomunikasi, baik secara
lisan maupun tertulis. Keempat keterampilan tersebut merupakan kompetensi
yang harus dikuasai siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dari jenjang SD
sampai SMA.
Selain kemampuan dalam aspek kebahasaan dalam jenjang pendidikan formal
sastra juga masuk dalam pelajaran bahasa Indonesia yang juga kemampuan dalam
bersastra tidak kalah pentingnya, dalam kemampuan bersastra ada tiga aspek
(genre) yang dipelajari yaitu puisi, prosa dan drama. Namun pada kenyataannya
pengajaran bahasa Indonesia dalam materi kesastraan kurang diperhatikan, hanya
aspek kebahasaan yang selalu menjadi sorotan utama dan didahulukan, ini
dikarenakan materi kebahasaan selalu keluar dalam uji kelulusan/ujian nasional
(UN).
Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di berbagai jenjang pendidikan selama
ini sering dianggap kurang penting dan dianaktirikan oleh para guru, terutama
bagi guru yang pengetahuan dan apresiasi sastra (dan budayanya) rendah. Hal ini
menyebabkan mata pelajaran yang idealnya menarik dan besar sekali manfaatnya
bagi para siswa ini disajikan hanya sekedar memenuhi tuntutan kurikulum. Tak
heran jika pelajaran menjadi kering, kurang hidup, dan cenderung tidak mendapat
tempat di hati siswanya. Padahal, bila kita kaji secara mendalam, tujuan
2
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menumbuhkan keterampilan, rasa cinta, dan penghargaan para siswa terhadap
bahasa dan sastra Indonesia sebagai bagian dari warisan leluhur (Noor, 2011:75).
Bahkan dengan bermain drama beberapa kemampuan dapat dikembangkan
seperti kemampuan berkomunikasi, kemapuan menghafal, dan kemapuan
mengaktualisasikan diri ke dalam situasi yang dihadapi. Selain itu dengan bermain
drama beberapa sikap dapat ditumbuhkan, misalnya percaya diri, berani
menghadapi orang banyak, bertanggung jawab terhadap tugas, dan memiliki jiwa
artistik yang merupakan salah satu sendi kehidupan manusia.
Sementara itu dari ketiga keterampilan bersastra, drama merupakan
keterampilan tersulit dibandingkan dengan dua genre lainnya. Ini disebabkan
dalam drama bukan hanya berkutat pada dunia sastra saja yang dipelajari tapi juga
seni, yaitu seni pertunjukan. Selain itu, menurut Yus Rusyana (Waluyo 2002:1)
menyimpulkan bahwa minat siswa dalam membaca karya sastra yang terbanyak
adalah prosa, menyusul puisi, baru kemudian drama. Perbandingannya adalah
6:3:1. Hal ini karena menghayati naskah drama yang berupa dialog cukup sulit
dan membutuhkan ketekunan yang lebih.
Dalam pengaplikasiannya di kelas, keterampilan drama hanya dilakukan guru
dengan metode ceramah saja padahal di dalam kurikulum tertera kompetensi dasar
“bermain peran dengan naskah yang ditulis siswa” dan guru juga luput bahwa
kemampuan menulis menulis karya sastra, khususnya menulis naskah drama
merupakan pekerjaan yang berat, membosankan, dan kurang diminati.
Setelah dilakukan observasi awal di SMP Negeri 10 Bandung peneliti
melakukan wawancara kepada guru pengampu bahasa dan sastra Indonesia kelas
depalan yaitu Bapak Subur, S.Pd, menurut pemaparan beliau mengungkapkan
bahwa keterampilan drama praktik dianggap paling sukar dibandingkan dengan
puisi dan prosa. Sukar bagi para guru karena kebanyakan guru kurang menguasai
wawasan dan kemampuan dalam mengajarkan drama praktik, kesulitan tersebut
berimbas pada siswa. Dalam pengajaran drama praktik, guru hanya memberikan
3
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menyuruh siswa memperagakannya di depan kelas tanpa adanya contoh atau
peragaan dari guru, bahkan materi drama praktik kadang dilewat begitu saja.
Metode ini selalu membosankan dan sangat ketinggalan zaman. Cara guru
mengajar dengan cara ceramah dan konvensional jelas tidak dapat menstimulus
siswa untuk ingin terlibat dalam dunia sastra khususnya drama.
Sebenarnya, dalam pembelajaran guru dituntut untuk aktif, kreatif, inovatif
dan dapat menciptakan strategi jitu. Guru juga dituntut untuk mengembangkan
kompetensinya sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang bagus dari segi
materi maupun kemasannya. Jelas guru sastra dituntut mampu menciptakan
suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan serta tidak
ketinggalan zaman. Agar dapat menstimulus, memotivasi dan menarik simpati
siswa supaya senang mengikuti pelajaran sastra dan menggaulinya lebih dalam.
Atas dasar kenyataan itu, perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran yang
bertujuan untuk mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar agar memperoleh
hasil belajar yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki
kondisi pembelajaran tersebut adalah dengan cara melakukan inovasi. Sebab
dengan inovasi tersebut akan memiliki peranan penting bagi siswa dan guru.
Inovasi tersebut dapat berupa pengembangan metode, strategi atau teknik dalam
pengajaran,
Guru sebagai pengajar di sekolah minimal harus mampu menguasi metode,
teknik, media atau model pembelajaran yang sudah ada, agar dalam pembelajaran
khususnya drama guru dapat memberikan metode yang tepat dalam menarik
maupun mengarahkan minat dan kemampuan siswa dalam bermain peran.
Alangkah lebih baik lagi apabila guru mampu menciptakan metode, teknik, media,
model sendiri. Hal ini yang menjadi salah satu upaya penulis untuk menerapkan
teknik berantai (estafet berkelompok) yang diadaptasi dari metode pembelajaraan
kooperatif dan metode bisik berantai agar dapat meningkatkan kemampuan
4
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk meneliti efektivitas
penerapan teknik berantai dalam pembelajaran drama. Maka, penulis memberi
judul “Efektivitas Teknik Berantai Dalam Pembelajaran Bermain Peran Di Dalam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)” sebagai bahan penelitiannya.
B. Identifikasi Masalah
Dalam penelitian ini akan dilakukan pengidentifikasian masalah. Adapun
identifikasi masalahnya sebagai berikut.
1) Siswa mengalami kesulitan dan kurang terampil bermain peran dalam
pelajaran bahasa Indonesia materi pembelajaran drama.
2) Teknik yang digunakan guru dalam pembelajaran drama kurang bervariatif
sehingga pembelajaran drama terasa membosankan.
3) Siswa merasa sukar dalam praktik pelajaran drama.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan indentifikasi masalah dan batasan masalah di atas, peneliti
merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana kemampuan bermain peran siswa sebelum dan sesudah
mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik berantai?
2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan bermain
peran siswa sebelum dan sesudah menggunakan teknik berantai dalam
pembelajaran drama bermain peran?
D. Tujuan Penelitian
Untuk menjawab rumusan masalah di atas maka kegiatan ini memiliki tujuan
untuk mengetahui dan menjelaskan:
1. Mendeskripsikan kemampuan bermain peran siswa sebelum dan sesudah
5
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada kemampuan
bermain peran siswa sebelum dan sesudah menggunakan teknik berantai
dalam pembelajaran drama bermain peran.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi para pembaca, baik yang bersifat
teoritis maupun yang bersifat praktis. Manfaat penelitian yang dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah sumbangan
khasanah ilmu dalam bidang drama di sekolah, khususnya dalam
praktik bermain peran.
b. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk memahami
teknik-teknik dalam pengajaran drama praktik drama di sekolah.
2. Manfaat Praktis
a. Diharapkan hasil dari penelitian ini berguna bagi para pembaca baik
secara langsung maupun tidak langsung untuk menambah tingkat
apresiasi terhadap sastra, khususnya drama.
b. Diharapkan hasil dari penelitian ini berguna sebagai sumber referensi
dan rujukan bagi para pembaca, terutama para guru dalam memahami
pentingnya sastra dalam pembelajaran di sekolah, khususnya drama.
c. Diharapkan hasil dari penelitian ini berguna bagi penulis untuk
memperluas wawasan dalam bidang drama, khususnya teknik-teknik
pengajaran drama dan untuk mengembangkan sastra Indonesia.
F. Struktur Organisasi
Struktur organisasi pada penelitian ini terdiri atas lima bab. Bab 1
6
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembahasan serta bab 5 berisi simpulan dan saran. Berikut ini akan dipaparkan
mengenai masing- masing bab secara terperinci.
Bab 1 Pendahuluan, di dalamnya berisi latar belakang masalah penelitian,
identifikasi masalah penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian,
manfaat penelitian dan struktur organisasi. Latar belakang masalah penelitian
mengemukakan alasan mengapa penulis melakukan penelitian. Dalam hal ini,
rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran drama bermain peran. Hal ini yang
membuat penulis tergugah untuk melakukan penelitian dengan menggunakan
teknik berantai. Identifikasi masalah penelitian adalah uraian atau poin-poin
masalah yang muncul dalam latar belakang masalah penelitian, kemudian masalah
tersebut dibatasi agar lebih sfedifik dan lebih terarah. Rumusan masalah penelitian
merupakan hasil pembatasan masalah yang kemudian dirumuskan menjadi
beberapa pertanyaan saja. Tujuan penelitian tentunya sesuai dengan rumusan
masalah yang telah dibuat. Manfaat penelitian terdiri atas manfaat yang ditinjau
dari manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.
Bab 2 Kajian Teori yang diberi judul “Pembelajaran Drama, Teknik Berantai, Kerangaka Berfikir dan Hipotesis”. Terdapat beberapa subbab yaitu ihwal
pembelajaran drama, teknik berantai, kerangka berpikir dan hipotesis. Pada bab
ini dipaparkan mengenai tinjauan pustaka berupa teori-teori yang berkaitan
dengan penelitian dan kerangka berpikir sehingga muncullah hipotesis dalam
penelitian ini.
Bab 3 Metodologi Penelitian, di dalamnya terdapat beberapa subbab mengenai
metodologi penelitian, yaitu lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian,
metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, prosedur penelitian
dan teknik pengumpulan dan analisis data. Penelitian ini merupakan sebuah
penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian One Group
Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 10
7
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Bab 4 hasil dan pembahasan, di dalamnya terdapat beberapa subbab mengenai
pengolahan dan analisis data hasil penelitian, yaitu deskripsi proses pelaksanaan
penelitian, deskripsi pengolahan data penelitian dan pembahasan hasil penelitian
meliputi: 1) deskripsi data memaparkan data apa saja yang telah didapat serta
mengolah data, 2) pembahasan hasil penelitian memaparkan hasil dari pengolahan
data untuk mendapat kesimpulan akhir.
Bab 5 simpulan dan saran, di dalamnya terdapat dua subbab yaitu simpulan
dan saran. Simpulan dari rumusan hasil pembahasan pembelajaran drama bermain
peran menggunakan teknik berantai dan saran bagi berbagai pihak baik pendidik
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Penelitian tentunya beranjak dari masalah yang ingin dipecahkan. Masalah
yang ingin diteliti yaitu dalam hal pembelajaran drama bermain peran. Seperti
yang sudah dibahas pada bab sebelumnya bahwa apresiasi drama jarang sekali
diajarkan bahkan dilewat begitu saja oleh pengajar karena kemampuan dan
pemahaman guru akan manfaat dari pembelajaran drama bermain peran masih
sangat kurang. Teknik pembelajaran di sini adalah teknik pembelajaran baru
dalam pementasan drama dikelas, yang juga mencakup latihan teknik-teknik dasar
dalam bermain peran. Penelitian ini menggunakan desain “pretest-pascatest one group design” pada siswa yang dijadikan objek semu. Pengukuran dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum penerapan treatment
yang disebut prates dan sesudah penerapan treatment yang disebut pascates.
Metode eksperimen digunakan untuk menguji coba suatu teknik pembelajaran
yaitu teknik berantai. Apakah teknik tersebut efektif atau tidak untuk dijadikan
alternatif pembelajaran di kelas.
Berdasarkan hal tersebut penelitian ini digolongkan penelitian eksperimen
dengan pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini mengujicobakan sebuah
hipotesis yang telah dirumuskan secara ketat. Penelitian ini menguji apakah
variabel-variabel eksperimen efektif atau tidak. Penelitian ini bertujuan
menghasilkan simpulan-simpulan yang bisa digeneralisasikan. Penelitian ini juga
disajikan dalam bentuk angka-angka.
39
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode eksperimen desain kuasi
yang memang biasa dilakukan dalam penelitian. Penelitian eksperimen ini
dilakukan untuk memperoleh jawaban atas hipotesis yang diajukan, yaitu adanya
perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam bermain peran
sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran menggunakan teknik berantai.
Berdasarkan jenis penelitian yang dikemukakan, maka desain dalam penelitian
ini sebagaimana berikut.
Bagan 3.1
Desain Penelitian One Group Pretest-Posttest
(Syamsudin dan Vismaia, 2007: 157)
Keterangan:
E : Kelas Eksperimen
O1 : tes awal (prates) bermain peran di kelas eksperimen
O2 : tes akhir (pascates) bermain peran di kelas eksperimen
X : pembelajaran bermain peran dengan teknik berantai.
C. Prosedur Penelitian
Secara garis besar penelitian ini terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan,
tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Adapun uraian dari tahap-tahap tersebut
sebagai berikut.
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan, adapun
rinciannya sebagai berikut.
a. Menentukan pokok bahasan yang akan digunakan dalam penelitian dengan
cara melaksanakan studi literatur dari Kurikulum dan Silabus.
b. Identifikasi permasalahan mengenai bahan ajar, merencanakan pembelajaran,
alat-alat yang berhubungan dengan pembelajaran dan lain-lain.
40
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
c. Survei ke lokasi untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk
penelitian.
d. Melakukan perizinan untuk penelitian dengan memberikan surat izin
penelitian yang dikeluarkan fakultas ke sekolah yang akan dijadikan tempat
penelitian.
e. Menyusun intrumen untuk pengumpulan data penelitian.
f. Melakukan judgment instrumen oleh dosen dan guru mata pelajaran
bersangkutan.
g. Analisis dan revisi hasil judgment intrumen.
h. Menentukan populasi dan sampel yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 10
Bandung.
i. Menentukan waktu pelaksanaan penelitian dengan berkonsultasi dengan guru
mata pelajaran yang bersangkutan.
2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Bandung dengan
tahap sebagai berikut.
a. Melakukan tes awal. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa
dalam bermain peran sebelum diberikan perlakuan.
b. Pemberian treatment terhadap kelas eksperimen dengan menerapkan teknik
berantai.
c. Melakukan tes akhir dengan soal perintah yang sama. Tes ini bertujuan untuk
mengetahui hasil belajar atau kemampuan siswa dalam bermain peran setelah
diberikan perlakuan (treatment).
3. Tahap akhir
Pada tahap akhir ini data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis, untuk
lebih jelasnya dijelaskan seperti di bawah ini.
a. Tahap analisis data, pada tahap ini dilakukan analisis data terhadap skor atau
nilai kelas eksperimen. Analisis yang dilakukan meliputi uji. Jika data
41
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menggunakan uji-t, namun jika data tidak normal, maka uji hipotesis
menggunakan statistik nonparametrik dengan teknik Mann-Whitney.
b. Uji hipotesis, pada tahap ini dilakukan penarikan kesimpulan untuk menerima
atau menolak hipotesis berdasarkan hasil pengolahan data.
c. Tahap penarikan simpulan, pada tahap ini dilakukan penarikan simpulan
penelitian berdasarkan uji hipotesis.
D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan
tes. Di dalam tes ini terdapat tes awal (prates) dan test akhir (pascates). Prates
dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum diberi perlakuan.
Sementara itu, pascates dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar setelah
diberi perlakuan. Kedua tes tersebut dilakukan di kelas eksperimen.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian sangat diperlukan dalam penelitian ini untuk mencapai
tujuan yang diharapkan. Instrumen sebagai alat pengumpul data harus disusun
secara baik untuk mendapatkan hasil data yang objektif. Jumlah variabel dalam
penelitian ini ada 2 yakni, teknik berantai merupakan variabel bebas. Sedangkan
kompetensi bermain peran sebagai variabel terikat Lebih lanjut penjelasan
mengenai instrumen dalam penelitian ini akan dipaparkan sebagai berikut.
1. Instrumen Perlakuan
Instrumen pembelajaran merupakan instrumen yang digunakan saat
pembelajaran berlangsung. Instrumen pembelajaran pada penelitian ini adalah
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sebelum melaksanakan pembelajaran,
penulis menyusun langkah- langkah sebagai berikut.
42
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Hal yang penulis lakukan dalam menyusun perencanaan pembelajaran
adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana
pembelajaran tersebut digunakan sebagai pedoman belajar mengajar di kelas.
Dalam RPP terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan
pembelajaran, dan hal lain yang dapat menunjang pembelajaran. Dalam RPP
ini penulis menyajikan kebutuhan yang relevan dengan pembelajaran dan
kompetensi yang harus dikuasai siswa, yaitu bermain peran drama.
RPP yang penulis susun yaitu untuk pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar di kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung sebagai kelas eksperimen.
Pembuatan RPP disesuaikan dengan format dari sekolah.
2) Pelaksanaan pembelajaran
Setelah RPP disusun, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan
proses belajar mengajar sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Adapun
langkah-langkahnya yaitu mengadakan prates, menyajikan materi dan
memberikan perlakuan, dan mengadakan pascates.
3) Pelaksanaan prates
Langkah pertama dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah
mengadakan prates. Hal ini dimaksudkan agar penulis memperoleh data hasil
bermain peran siswa sebelum siswa mendapatkan perlakuan dengan teknik
berantai. Pelaksanaan prates ini berlangsung selama 80 menit atau sama
dengan dua jam pelajaran. Siswa yang mengikuti prates berjumlah 30 orang
siswa. Prates ini diberikan dengan memberi naskah drama untuk dipentaskan
tanpa adanya perlakuan.
4) Penyajian materi dan pemberian perlakuan
Setelah dilaksanakan prates, kegiatan selanjutnya adalah penyajian
materi dan pemberian perlakuan sesuai dengan rencana yang telah disusun
dalam RPP. Penyajian materi ini dilaksanakan dengan memberikan penjelasan
mengenai bermain peran dalam drama. Selanjutnya pemberian perlakuan
43
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pemaparan keterkaitan teknik tersebut dengan pembelajaran drama bermain
peran. Oleh penulis, siswa diarahkan untuk dapat menggali berbagai macam
kemampuan bermain peran yang dapat dimainkan di dalam berakting.
Pemberian perlakuan sebanyak dua kali perlakuan.
5) Pelaksanaan pascates
Pelaksanaan pascates merupakan langkah akhir dari kegiatan-kegiatan
sebelumnya. Siswa diberikan tes untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran
yang sudah dilakukan. Pelaksanaan pascates ini sama dengan waktu
pelaksanaan prates, yaitu selama 80 menit. Siswa yang mengikuti pascates ini
pun sama dengan siswa yang mengikuti prates. Pascates dengan bekal
perlakuan yang sudah diberikan. (RPP Terlampir)
2. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes (lembar kerja siswa
dan format instrumen penilaian). Tes menjadi salah satu tolok-ukur untuk
mengukur kemampuan bermain peran siswa. Tes yang digunakan dalam
penelitian ini adalah tes yang berbentuk perintah yakni soal perintah bermain
drama sesuai dengan petujuk yang ditentukan. Dalam pelaksanaan penelitian, tes
dilaksanakan dengan menggunakan prates dan pascates yang diberikan kepada
satu kelas eksperimen. Lembar kerja siswa dan pedoman penskoran sebagai
berikut.
1) Lembar Kerja Siswa
Bagan 3.2 Format Tes
2) Pedoman Penskoran Bermain Peran
44
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.2
Pedoman Penskoran Kemampuan Bermain Peran
KOMPONEN SKOR Deskripsi Skor
1-2 3-4 5-6 7-8 9-10
1. Volume suara (terdengar jelas)
1-2 (tidak terdengar) 3-4 (terdengar, tidak jelas) 5-6 (terdengar, agak jelas) 7-8 (terdengar, jelas)
9-10 (terdengar, sangat jelas) 2. Intonasi (bervariasi sesuai
tuntutan naskah?)
1-2 (tidak bervariasi)
3-4 (bervariasi, tidak sesuai) 5-6 (bervariasi, kurang sesuai) 7-8 (bervariasi, sesuai)
9-10 (bervariasi, sangat sesuai) 3. Kejelasan ucapan
45
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
tapi tidak sesuai dengan tokoh
9. Gerak anggota tubuh (sesuai karakter tokoh)
1-2 (tidak sesuai karakter tokoh) 3-4 (kurang sesuai karakter tokoh) 9-10 (berimprovisasi sendiri dan dengan peraltan/dengan
pasangan)
SKOR (MAKSIMAL 100)
46
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.3
Kategori Penilaian Keterampilan Bermain Peran
Skala Nilai Kategori
≥ 81 Sangat Baik (SB)
71-80 Baik (B)
61-70 Cukup (C)
51-60 Kurang (K)
≤ 50 Sangat Kurang (SK)
F. Teknik Pengumpulan Data
Adapun langah-langkah pengolahan data dalam penelitian adalah sebagai
berikut.
1)Menganalisis data prates dan pascates. Langkah-langkah analisis data
dilakukan dengan cara:
a) Menganalisis hasil bermain peran siswa
b) Mengubah skor prates dan pascates menjadi nilai dengan rumus:
∑ ∑
Table 3.4
Kategori Penilaian Bermain Peran Berdasarkan Skala Nilai
Skala Nilai Kategori
47
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
71-80 Baik (B)
61-70 Cukup (C)
51-60 Kurang (K)
≤ 50 Sangat Kurang (SK)
2) Melakukan uji reliabilitas antarpenimbang. Uji reliabilitas antarpenimbang
ini digunakan untuk mengetahui tingkat reliabilitas penilaian antarapenguji
yang satu dan penguji lainnya bagi setiap testi. Uji reliabilitas dilakukan
dengan mencari nilai
∑ ∑ - ∑ ∑ ∑ ∑
∑ ∑ – ∑ ,
∑ ∑ ∑ ∑
Setelah itu, hasil data-data tersebut dimasukkan kedalam format
ANAVA.
Tabel 3.5 Tabel Format ANAVA
Sumber
Variasi SS Dk Varians
Siswa/Testi SSt∑dt2 N-1 ∑
Penguji SSp∑d2p K-1 -
Kekeliruan SSk∑d2kk (N-1)(K-1) ∑
Setelah itu, dilakukan penghitungan reliabilitasnya dengan rumus:
48
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Keterangan:
r11 : reliabilitas yang dicari
Vt : variansi dari testi
Vkk : variansi dari kekeliruan
Selanjutnya nilai tersebut dilihat dalam table Guilford sebagai berikut.
Tabel 3.6 Tabel Guilford
Nilai Tingkat Korelasi
< dari 0,20 Tidak ada korelasi
0,20-0,40 Korelasi rendah
0,40-0,60 Korelasi sedang
0,60-0,80 Korelasi tinggi
0,80-0,99 Korelasi tinggi sekali
1,00 Korelasi sempurna
3)Melakukan uji normalitas data tes bermain peran siswa hasil prates dan
posttes dengan menggunakan rumus Chi-kuadrat adalah sebagai berikut.
∑
(Sugiyono, 2008:107)
Keterangan:
x2 = Chi-kuadrat
fo = Frekuensi yang diobservasi
fh = Frekuensi yang diharapkan
4) Melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan langkah sebagai
berikut.
49
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu √
(2) Menghitug thitung
√
(3) Menentukan db
(4) Menentukan dengan taraf signifikansi ( ) = 0,05 dan derajat
kebebasan yang telah dicari sebelumnya
=
Kriteria pengujian: “tolak Ho jika thitung > ttabel, dalam hal lain Ho
diterima”. Jika , maka Ho diterima dan hipotesis kerja
ditolak. Artinya penggunaan teknik berantai tidak efektif digunakan dalam
pembelajaran drama bermain peran. Akan tetapi, jika , maka
Ho ditolak dan hipotesis kerja diterima. Artinya penggunaan teknik berantai
efektif digunakan dalam pembelajaran drama bermain peran.
(Subana dan Sudrajat, 2005:171)
G. Definisi Operasional
Berikut ini adalah definisi operasional dari kata-kata kunci yang digunakan
dalam penulisan.
1) Teknik berantai (estafet berkelompok) adalah teknik pementasan drama
yang membuat suatu pertunjukan dengan cara estafet berkelompok yang
dilakukan dalam satu pementasan setiap babak/adegannya dilakukan oleh
50
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2) Pembelajaran bermain peran adalah proses menjadikan peserta didik untuk
dapat menuangkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran.
H. Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada salah satu SMP Negeri di kota Bandung, yakni
SMP Negeri 10 Bandung. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas
VIII di SMP 10 Bandung tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 11 kelas,
karena materi pembelajaran bermain peran terdapat dalam materi kelas VIII.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 10 Bandung yang
berjumlah 359 siswa. Pembagian kelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.1
Teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan yaitu teknik random,
dengan cara diundi. Pengambilan sampel dengan teknik ini dilakukan terhadap
kelas, yaitu diambil satu kelas yang ada. Cara yang digunakan untuk pengundian
yaitu dengan cara memberi nomor urut pada setiap kelas yang menjadi populasi,
kemudian nomor urut tersebut diundi untuk mendapatkan sampel sebanyak satu
kelas dari populai seluruh jumlah kelas. Berdasarkan hal itu maka penulis
mengambil sampel secara acak dari populasi yang ada dengan alasan bahwa
51
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
SMP Negeri 10 Bandung tahun ajaran 2013/2014 kelas VIII-E sebagai kelas
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V
SIMPULAN DAN SARAN A.Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh gambaran mengenai
pembelajaran bermain peran drama dengan teknik berantai. Penulis juga
mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pengembangan teknik
pembelajaran dengan adanya teknik pembelajaran drama dengan teknik
berantai ini, yang dapat meningkatkan kreativitas dan minat siswa dalam
mendalami pembelajaran drama khussussnya dalam berperan.
Setelah penulis melakukan penelitian dan berdasarkan hasil analisis dari
pembahasan penelitian pembelajaran bermain peran dengan menggunakan
teknik berantai yang telah dilakukan terhadap siswa kelas VIII SMP Negeri
10 Bandung, diperoleh simpulan sebagai berikut.
1. Kemampuan siswa dalam bermain peran sebelum mengikuti
pembelajaran yang menggunakan teknik berantai diperoleh rata-rata
sebesar 54 termasuk ke dalam kategori kurang.
2. Kemampuan siswa sesudah mengikuti pembelajaran yang menggunakan
teknik berantai lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti pembelajaran
yang tidak menggunakan teknik berantai dalam pembelajaran drama.
Dengan kata lain, setelah menggunakan teknik berantai, kemampuan
siswa dalambermain peran drama mengalami peningkatan. Hal ini
terbukti dari rata-rata yang diperoleh, yaitu sebesar 81 termasuk ke dalam
kategori baik, lebih besar dibandingkan dengan rata-rata yang diperoleh
saat sebelum menggunakan teknik berantai, yaitu sebesar 54.
3. Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam bermain
peran drama sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran yang
menggunakan teknik berantai. Penghitungan uji t ternyata diperoleh t
hitung > t tabel yaitu to (5,36) > t0,95 (1,69) sehingga hipotesis diterima
101
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
perbedaan kemampuan bermain peran yang signifikan antara
pembelajaran dengan teknik berantai dengan metode pembelajaran yang
lain yang diterapkan dalam pembelajaran bermain peran.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan yang telah dikemukaan di atas,
maka saran yang ingin penulis sampaikan adalah sebagai berikut.
1. Hasil penelitian membuktikan teknik berantai efektif diterapkan dalam
pembelajaran drama bermain peran. Denga demikian, teknik berantai
dapat dijadikan salah satu alternatife teknik dalam pembelajaran bahasa
Indonesia khususnya pembelajaran drama praktik sehingga membuat
siswa termotivasi untuk giat belajar dan menyenangi pembelajaran drama
khususnya dalam bermain peran.
2. Hendaknya guru mampu meningkatkan daya kreativitasnya dalam
merangsang siswa untuk meminati dan menyenangi pembelajaran drama
khususnya drama praktik bermain peran. Salah satunya dengan teknik
berantai yang mampu mengupayakan daya kreativitas. Untuk mengatasi
situasi yang membosankan dalam pembelajaran di sekolah, sebaiknya
guru menggunakan berbagai strategi, model, teknik, maupun media yang
tepat. Khususnya dalam pembelajaran drama bermain peran yang
membutuhkan daya kreativitas, imajinasi serta ide untuk menghasilkan
sebuah karya pentas yang baik dan menarik.
3. Penulis mengharapkan pada penelitian pembelajaran drama bermain
peran selanjutnya, dapat menggunakan teknik yang belum pernah
digunakan sebelumnya sehingga dapat menarik minat siswa untuk
menumbuhkan rasa cinta pada pelajaran bahasa dan sastra Indonesia
Andhika Amanda Putra, 2014
Efektivitas Teknik Berantai D alam Pembelajaran Bermain Peran D i D alam Drama (Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
A.R, Syamsudin dan Vismaia S. Damaianti. (2007). Metode Penelitian
Pendidikan Bahasa.Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset.
Dejowati, Cahyaningrum. (2010). DRAMA: Sejarah, Teori, dan Penerapannya.
Jogjakarta : Gadjah Mada University Press
Harymawan. 1988. Dramaturgi. Bandung: CV Rosda
Noor, Rohinah M. (2011). Pendidikan Karakter Berbasis Sastra : Solusi
Pendidikan Moral yang Efektif. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.
Rendra, WS. (2013). Seni Drama Untuk Remaja. Bandung : PT Dunia Pustaka
Jaya.
Romli, Ombi. (2009). Dasar-Dasar Bermain Drama. [online]. Tersedia :
http://www.jendelasastra.com/wawasan/artikel/dasar-dasar-bermain-drama. [3 September 2014]
Santoso, Eko dkk. (2008). Seni Teater Jilid 2 Untuk SMK. Jakarta : Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Sarumpaet, Riris K. (1977). Istilah Drama dan Teater. Jakarta : FSUI
Satoto, Soediro. (2012). Analisis Drama dan Teater Jilid 2. Yogyakarta : Penerbit
Ombak.
Subana, M. dan Sudrajat. (2005). Dasar-dasar Peneltian Ilmiah. Bandung : CV
Pustaka Pelajar.
Sumardjo, Jakob dan Saini K.M. (1986). Apresiasi Kesusastraan. Jakarta : PT.
Gramedia
Stanislavski, Constantin. (2008). Membangun Tokoh. Jakarta : Kepustakaan
Populer Gramedia.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Suyatna, Anirun. (1998). Menjadi Aktor. Bandung : Studiklub Teater Bandung,
Taman Budaya Jawa Barat dan PT Rekamedia Multiprakarsa.
103
Waluyo, Herman J. (2006). DRAMA : Naskah, Pementasan dan Pengajarannya.
Surakarta : LPP UNS dan UNS Press.
Wikipedia. (2014). Ekpresi Wajah atau Mimik. [online]. Tersedia :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspresi_wajah. [3 September 2014]
Wiyanto, Asul. (2007). Terampil Bermain Drama. Jakarta : PT Grasindo.
WS, Hasanuddin. (2009). Drama : Karya Dalam Dua Dimensi Kajian, Teori,