• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian IV. Pembahasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Bagian IV. Pembahasan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Bagian IV Pembahasan

Menurut Ki Hajar Dewantara, terdapat tiga komponen pendidikan yang dapat menentukan keberhasilan dalam membentuk peserta didik yang berhasil.

Komponen-komponen tersebut sering disebut dengan tri pusat pendidikan yaitu:

keluarga, sekolah dan masyarakat.85 Mengingat sekolah juga merupakan aspek penting bagi anak, maka sekolah juga turut berperan aktif dalam memberikan pendidikan bagi anak, termasuk anak tunagrahita ringan. Partisipan dalam penelitian ini merupakan anak tunagrahita ringan yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat Semarang.

Anak tunagrahita sering dikenal dengan intilah keterbelakangan mental atau retardasi mental karena, ia memiliki keterbatasan kecerdasan yang mengakibatkan ia kesulitan untuk mengikuti program pendidikan di sekolah biasa.86 Dengan ini, orangtua partisipan memilih Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat Semarang sebagai tempat bagi anak mereka menimba ilmu. Termasuk mengenalkan anak dengan Pendidikan Agama Kristen.

Pengenalan PAK dapat diberikan kepada anak melalui tiga mitra yang penting dalam PAK bagi anak yaitu: rumah, gereja dan sekolah. Ketiganya memiliki peran penting bagi pelatihan anak untuk memperoleh PAK yang baik.

Rumah, gereja dan sekolah bertanggung jawab langsung kepada Allah serta mampu mencari kerajaan Allah dengan cara melatih anak untuk hidup di dalam iman Kristen dan membawa anak kepada keselamatan di dalam Tuhan.87 PAK

85 Faisal Faliyandra, Tri Pusat Kecerdasan Sosial: Membangun Hubungan Baik Antar Manusia pda Lingkungan Pendidikan di Era Teknologi (Batu: CV Literasi Nusantara Abadi, 2019),10.

86HendraJaya,SaptoHaryoko,Lu‟mu,“PembelajaranBerbasisWebuntuk

Memfasilitasi Keterampilan Vokasional bagi Anak Berkebutuhan Khusus”, Prosiding Seminar Nasional, (12 Juni 2015), 569.

87 Stephen O. Maitanmi, “Reflections on Christian Education,” Journal of Research on Christian Education” , vol. 28, no. 2, (22 Aug 2019): 91.

(2)

bersumber pada Alkitab, oleh sebab itu anak tunagrahita juga perlu untuk mendapatkannya supaya anak tunagrahita mampu menyadari bahwa mereka juga wujud karya keselamatan Allah dan supaya anak tunagrahita belajar meneladani cinta kasih Yesus melalui pengajar PAK. Dalam proses kegiatan belajar mengajar, guru PAK menggunakan metode konvensional atau ceramah, selain itu, guru PAK di SLB YPAC Semarang juga menggunakan media pembelajaran. Menurut Schramm, media pembelajaran adalah sebuah teknologi guna membawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.88 Salah satu media pembelajaran yang digunakan adalah multimedia berupa audio visual.

Penggunaan audio visual juga mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, dapat menghindarkan salah pengertian bagi anak, mendorong keinginan anak untuk lebih mengetahui banyak hal, membangun imajinasi anak, serta menarik perhatian anak. Bukan hanya rumah, gereja dan sekolah, masyarakat juga membantu anak memperoleh PAK melalui interaksi sosial dengan lingkungan dan orang-orandisekitarnya.

Fungsi dari multimedia audio visual yang diguanakan adalah: audio bertujuan untuk pemutaran lagu dan mendukung penayangan video animasi, serta video untuk penayangan animasi. Selain itu, penggunaan audio visual ini juga dapat meningkatkan recall memory atau kemampuan seseorang untuk mengingat- ingat kembali. Seperti pada setelah melihat penayangan animasi Yunus, anak diajak untuk berdiskusi dan mengingat, seperti contoh: ikan seperti apa yang menelan Yunus, baju warna apa yang dikenakan oleh Yunus, apa yan dilakukan Yunus ketika diperut ikan, dan lain sebagainya. Tentu daya ingat bagi anak tunagrahita berbeda dengan anak pada umumnya.Maka perlu adanya pengulangan informasi, pengulangan informasi ini dapat melalui penayangan animasi kembali ataupun dengan metode konvensional.Pengulangan juga tidak hanyadilakukansekali,namunperludilakukanberkali-kali.Halinidikarenakan

88 “Pengertian Media Pembelajaran”, last modified 23 Febuari 2020, diakses 13 September 2021 pukul 11.00.https://www.zonareferensi.com/pengertian-media-pembelajaran/

(3)

anak mudah lupa, sulit konsentrasi, serta memiliki daya pikir yang cukup lamban bila dibandingkan anak pada umumnya.

Multimedia audio visual melalui penayangan animasi dan lagu dalam proses pembelajaran dapat mengarahkan anak kepada perilaku individu yang diklasifikasikan ke dalam tiga ranah menurut Bloom yaitu:

1. RanahKognitif

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental atau otak anak.89 Misalnya ketika anak mampu mendengarkan, memahami, mengaplikasikannya dengan baik apa yang ia terima, kemudian dianalisa dan dievaluasi. Melalui penelitian ini terlihat bahwa, melalui penayangan animasi dan lagu partisipan dapat mendengarkan dengan baik, meskipun ia mengalami kesulitan berkonsentrasi ketika melihat dan mendengarkan penayangan animasi dan lagu. Walaupun demikian, partisipan mampu mengingat secara singkat, berimajinasi, menguraikan apa yang ia lihat dan dengarkan. Kemudian apa yang ia pikirkan, dituangkan melalui cerita dan pertanyaan yang ia sampaikan terkait apa saja yang ia tangkap dalam video animasi Yunus yang ditayangkan. Selain itu, anak dapat belajar mengenal kembali dan memberikan rangsangan atas apa yang telah merekaterima.

2. RanahAfektif

Ranah afektif ini biasanya berkenaan dengan sikap dan nilai.90 Ranah afektif biasanya terkait pada perasaan, emosi, nilai, penghargaan, dan lain sebagainya.Melalui penelitian ini, partisipan mampu menerima pesan yang disampaikan melalui penayangan video animasi dan lagu, meskipun dalam penayangannya dilakukan berkali- kali dan diimbangi dengan penjelasan melalui metode konvensional.

89 Ina Magdalena, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Sukabumi: CV Jejak, anggota IKAPI, 2021),151.

90 Ina Magdalena, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Sukabumi: CV Jejak, anggota IKAPI, 2021),156

(4)

Ketika partisipan melihat tayangan video animasi tentang Yunus, emosinya juga ikut terngsang. Karena, ketika ia melihat tayangan tersebut ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Yunus itu salah dan menyimpang dari kehendak Allah. Dengan ini, partisipan juga mampu membedakan mana yang baik dan tidak dari tayangan video animasi Yunus yang ia lihat. partisipan menyampaikan bahwa seharusnya Yunus mengikuti apa yang Allah perintahkan, bukan malah pergi ke kota lain yang ia mau, bagi partisipan tindakan Yunus ini egois dan menyimpang dari apa yang diperintahkan Allah.

Meskipun demikian, partisipan tau bahwa Allah sayang padaYunus 3. RanahPsikomotoris

Ranah psikomotor berhubungan erat dengan kinerja otot yang dapat mengakibatkan gerak tubuh atau bagian-bagian tubuh.91 Penggunaan multimedia audio video melalui penayangan animasi dan lagu juga dapat meningkatkan psikomotoris anak tunagrahita ringan.Melalui suara lagu anak dapat ikut bergerak, menari, menyanyi, bertepuk tangan, dan lain sebagainya. Meskipun dalam prakteknya anak seringkali meminta pemutaran lagu yang ia gemari, namun ketika diajarkan lagu yang lain anak juga dapatmenikmatinya.

Masa pandemi Covid-19 seakan turut memberikan pengaruh pada dunia pendidikan. Melalui observasi awal penelitian yang ditujukan kepada sejumlah guru PAK dari berbagai provinsi di Indonesia terdapat berbagai permasalahan dalam metode pembelajaran jarak jauh, diantaranya: 1) Terdapat 48,7% guru PAK hanya memberikan tugas kepada anak didiknya tanpa ada interaksi; 2) 48,5 melakukan pembelajaran secara online; 3) Sebanyak 1% tetap melaksanakan pendidikan secara tatap muka; 4) 1,7% guru PAK tidak melakukan aktivitas

91 Ina Magdalena, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Sukabumi: CV Jejak, anggota IKAPI, 2021),158

(5)

pembelajaran atau berhenti total.92 Seperti di SLB YPAC Semarang, guru PAK juga hanya memberikan tugas melalui aplikasi Whatsapp. Selain itu, guru PAK juga seringkali melakukan panggilan video call dengan partisipan untuk menanyakan kabar, mengevaluasi materi yang telah diterima partisipan, mengajak partisipan berdiskusi, dan lain sebaginya.Panggilan ini bertujuan supaya partisipan tetap merasa dekat dengan guru PAK walaupun jarak jauh, selain itu, guru PAK juga dapat mengerti sejauh mana partisipan memahami materi yang telahdiberikan.

Mengingat anak yang mudah bosan, mudah kehilangan konsentrasi, emosinya yang kurang stabil, dan juga mudah lupa.Pemberian materi oleh guru PAK melalui aplikasi Whatsapp dengan mengirimkan tugas berupa pesan teks serta gambar hitam putih yang harus dicetak dan diwarnai membuat anak mudah jenuh bahkan kurang tertarik untuk mengerjakan. Oleh sebab itu, untuk menarik minat serta semangat belajar anak, orangtua turut menggunakan media pembelajaran multimedia melalui penayangan animasi dan lagu juga diberikan oleh keluarga dalam proses pembelajaran PAK di rumah. Kemudian diimbangi dengan penjelasan kembali, bermain puzzle kata, dan lain sebagainya.Mengingat orangtua adalah pendidik anak pertama dan selamanya bagi anak.93

Orangtua memiliki peran yang sangat diperlukan dalam proses belajar PAK bagi anak di rumah. Pada dasarnya anak senang belajar, sejak bayi anak akan mengalami proses belajar sesuai dengan tahapan yang dimilikinya, oleh sebab itu peran orangtua adalah yang terpenting bagi mereka,94 termasuk dalam memberikan pendekatan PAK bagi anak tunagrahita. Dasar seorang pendidik dalam mendidik adalah kasih. Atas dasar inilah maka pendidik atau orangtua juga harusmengajarkantentangkasihdanteladanhidupyangdapatmerekalihatdan

92 Jenri Ambarita, “Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Menengah Pertama,

”Excecutive Summary” (2020):2.

93 Chris Dukes dan Maggie Smith, Cara Menangani Anak Berkebutuhan Khusus, ed. Apri Widiastuti (Jakarta, Permata Putri Media, 2009), 5.

94 Erlinda dan Seto Mulyadi, Melindungi dan Mendidik Anak dengan Cinta, ( Jakarta, Erlangga, 2017), 36-37.

(6)

ikuti. Keteladanan hidup ini sangat dibutuhkan bagi anak tunagrahita, seperti berdoa sebelum makan, sebelum tidur, dan lain sebagainya, ini merupakan suatu cara supaya mereka mengenal Tuhan.95 Dalam penelitian ini, partisipan menerima materi yang diberikan oleh guru dan orang mengenai kisah Yunus. Teladan yang diterima oleh partisipan adalah taat kepada Allah.

Anak tunagrahita ringan melalui PAK dapat mengerti bahwa Tuhan menerima semua anak walaupun dengan disabilitas. Seperti yang tertulis dalam Kejadian 1:26-27 yaitu: “Berfirmanlah Allah „Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata dan merayap di bumi.‟ Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Dengan ini, anak dengan disabilitas termasuk anak tunagrahita ringan mempunyai keistimewaan yang sama dengan anak tanpa disabilitas, yaitu segambar dan serupa denganAllah.

Gereja juga merupakan mitra penting bagi anak selain rumah dan sekolah.Paulus memberikan kata-kata peringatan mengenai praktik sakramen perjamuan di dalam jemaat Korintus. Tetapi di dalam suratnya, ia tidak menyinggung sama sekali soal umur, warna kulit, kebangsaan, maupun jenis kelamin orang yang boleh turut serta dalam pelayanan sakramen perjamuan.

Paulus justru memberi tekanan kepada sadar-tidaknya dan yakin tidaknya jemaat yang akan ambil bagian dalam sakramen perjamuan mengenai hakikat gereja sebagai tubuh Kristus. Selain itu, pada masanya, Yesus juga sangat menghargai anak-anak (Markus 10:16).Ia berkenan memeluk dan juga memberkati anak-anak.

bahkan Yesus juga menegur para murid-Nya yang menghalangi anak-anak untuk datangkepada-Nya.BahkanIamemberikanperingatankeraskepadasetiaporang

95 Rotua Julianovia Rebecca Hutagalung, “Peranan Pendidikan Agama Kristen Bagi Pembinaan Anak Tunagrahita, “Integritas: Jurnal Teologi”, vol 1, no 2, (2 Desember 2019): 165- 166.

(7)

yang berusaha menyesatkan anak-anak.96 Dengan ini, anak dengan disabilitas termasuk anak tunagrahita ringan juga berhak untuk ikut dalam persekutuan yang ada di dalam gereja, serta memperoleh sakramen seperti anak tanpa disabilitas. Partisipan juga mendapatkan PAK melalui sekolah minggu.Pada masa pandemi ini, partisipan mengikuti sekolah minggu secara online.Baik ketika online maupun offline, biasanya guru sekolah minggu juga memberikan tayangan video animasi Kristen.Oleh sebab itu, partisipan dapat menghafal beberapa lirik dalam soundtrack yang ada ditayangan animasi Superbook yang seringditayangkan.

Adanya penelitian ini, terlihat bahwa dalam dunia pendidikan juga perlu adanya pengembangan konten, kreativitas, serta inovasi yang menarik, untuk memberikan informasi ataupun materi yang dikomunikasikan kepada anak, terutama bagi anak tunagrahita ringan yang memiliki daya ingat, daya tangkap dan daya nalar yang cukup lamban bila dibandingkan dengan anak tanpa disabilitas. Penggunaan multimedia audio video melalui penayangan animasi dan lagu juga salah satu alternatif yang efektif bagi media pembelajaran untuk anak tunagrahita ringan, meskipun dalam prosesnya perlu adanya pengulangan, baik dengan penayangan kembali serta didukung dengan penjelasan kembali secara konvensional. Ada pula penelitian yang telah mempresentasikan, mengembangkan, mendiskusikan, dan menguji tahapan uji ahli dalam proses penggunaan multimedia dalam lingkungan belajar bagi pembelajaran siswa dengan ketidakmampuan intelektual ringan atau tunagrahita ringan juga efektif. Dengan ini, terhihat jelas bahwa pendidikan dalam bentuk informasi teknologi memiliki peran cukup besar bagi pertumbuhan kognitif psikologi bagi naradidik, baik mereka yang berkebutuhan khusus maupun yangtidak.

Partisipan merupakan anak tunagrahita ringan. Seringkali ia kesulitan untuk dapat konsentrasi ketika ia mendengarkan lagu atau melihat tayangan animasi, hal ini mengakibatkan ia kesulitan untuk mengingat apa yang telah ia lihatdandengarkan.Maka, diperlukan penayangan kembali serta penjelasan kembali.

Mengingat emosi anak tunagrahita sering berubah-ubah, maka ketika perasaannya sedang kurang baik, ia bisa saja tidak mau sama sekali untuk memperhatikan materi yang disampaikan, oleh karena itu, kreativitas untuk menciptakan metode pembelajaran yang menarik sangat diperlukan. Salah satunya dengan memanfaatkan multimedia.Melalui penelitian studi kasus ini menunjukkan bahwa, multimedia

(8)

melalui penayangan audio video efektif sebagai metode pembelajaran bagi anak tunagrahita ringan.Selain itu penayangan audio video mampu menarik perhatian anak karena warna yang menarik, animasi yang lucu, dan lagu yang seakan mampu meningkatkan psikomotorik anak. Ketika anak mendengarkan lagu, ia akan ikut menari dan bernyanyi, apalagi bila itu lagu kegemarannya. Partisipan juga lebih mampu menangkap nilai-nilai yang terdapat dalam penayangan animasi daripada jika ia hanya mendengarkan cerita saja

Referensi

Dokumen terkait

Terlebih lagi, pada saat ini belum ada sistem pengaturan lahan parkir yang memungkinkan pemanfaatan lahan parkir secara mangkus.Aplikasi DIRECT PARKING adalah

Komisi ini mempunyai kewenangan untuk melaksanakan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan atas Komisi ini mempunyai kewenangan untuk melaksanakan penyelidikan, penyidikan

g) Memberikan pembelajaran seperti biasanya (metode proyek dengan setting tradisional) pada kelompok kontrol. h) Melakukan postest untuk mengetahui kreativitas mahasiswa

105 Nadia Sausan Azis 145120301111047 Psikologi Industri dan Organisasi

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) Instrumen tes diagnostik model teslet dapat dikembangkan menurut tahapan pengembangan Borg&Gall (1983) untuk

11 Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur pelayanan klinis, analisis dan tindak lanjut.

Melalui POS KAMPLING (Kompos Kampung Peduli Lingkungan) Upaya Menjaga Kesuburan Tanah di Desa Harjosari Kecamatan Doro diharapkan dapat memberikan jalan keluar dalam

ECAcak adalah Pmsedur untuk membangkitkan parameter a dan b (persamaan kurva) dengan b tidak no1 (agar kurva tidak memuat tit& [O,O]), secara acak. ECAcak :=