i
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO DAN PENETAPAN PENGENDALIAN DI INSTALASI
LAUNDRY RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO
KABUPATEN WONOGIRI
LAPORAN TUGAS AKHIR
Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Ahli Madya
Putri Dwi Setianingseh R.0014060
PROGRAM STUDI D.III HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Surakarta 2017
iv ABSTRAK
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO DAN PENETAPAN PENGENDALIAN DI INSTALASI LAUNDRY RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO KABUPATEN WONOGIRI
Putri Dwi Setianingseh1, Cr. Siti Utari 2
Latar Belakang : Pengendalian risiko terhadap bahaya merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko serta menganalisis penetapan pengendalian terhadap risiko yang mungkin timbul di Instalasi Laundry RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk memberi gambaran mengenai potensi bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi dan lingkungan, penilaian risiko dengan tingkat risiko rendah, sedang dan tinggi, serta penetapan pengendalian berupa eliminasi, substitusi, perancangan alat/mesin/tempat kerja, administrasi dan penggunaan APD yang ada di Instalasi Laundry RSUD dr.
Soediran Mangun Sumarso.
Hasil : Kegiatan Instalasi Laundry RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso antara lain pengambilan dan pencucian linen kotor serta penghalusan dan pelipatan linen bersih. Dalam setiap kegiatan tersebut terdapat potensi bahaya dengan tingkat risiko rendah sebanyak 2, tingkat risiko sedang sebanyak 15 dan tingkat risiko tinggi sebanyak 10. Pengendalian utama masih dominan dengan menggunakan APD. Perlu dilakukan pengendalian utama yang ditambahkan berupa pengendalian eliminasi sebanyak 2, Pengendalian substitusi sebanyak 17, pengendalian perancangan alat/mesin/tempat kerja sebanyak 4, pengendalian administrasi sebanyak 15 dan pengendalian APD sebanyak 1.
Simpulan : Penerapan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Penetapan Pengendalian telah sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970, PP No. 50 Tahun 2012 dan OHSAS 18001:2007. Dari hasil analisis, yang sesuai dengan peraturan adalah penggunaan APD terhadap potensi bahaya. Sedangkan yang belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan adalah upaya pengendalian tambahan terhadap potensi bahaya serta hasil pengukuran intensitas pencahayaan, kelembaban dan suhu.
Kata Kunci : Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penetapan Pengendalian Risiko, Instalasi Laundry
1. Program Studi Diploma III Hiperkes dan Keselamatan Kerja, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Dosen Program Studi Diploma III Hiperkes dan Keselamatan Kerja, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
v ABSTRACT
HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL IN THE LAUNDRY INSTALLATION OF REGIONAL PUBLIC
HOSPITAL dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI REGENCY
Putri Dwi Setianingseh1, Cr. Siti Utari 2
Background : Risk control to hazards is one of the efforts to prevent the occurrence of occupational accidents. The purpose of this research was to identify hazard and risk assessment and to analyze the determination of control to risk which may arise in Laundry Installation of Regional Public Hospital dr. Soediran Mangun Sumarso.
Method : This research uses descriptive method to describe the potential of physical, chemical, biological, ergonomic and environmental hazards, risk assessment with low, medium and high risk level, and determination of control in the form of elimination, substitution, design of tools/machine/workplace, administration and the use of PPE in Laundry Installation of Regional Public Hospital dr. Soediran Mangun Sumarso.
Results : Activities Laundry Installation of Regional Public Hospital dr. Soediran Mangun Sumarso, among others, taking and washing the dirty linen, as well as refinement and folding clean linen. In each of these activities there are potential hazards with low risk level as much as 2, medium as much as 15 and high as much as 10. The main control is still dominant by using PPE. It is necessary to carry out major controls in the form of elimination control as much as 2, substitution control as much as 1, control of design of tools/machine/workplace as much as 4, administrative control as much as 15 and PPE control as much as 1.
Conclusion : Implementation of Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control has been in accordance with The 1970 Constitution Number 1, The 2012 Government Regulation Number 50 and OHSAS 18001: 2007. From the analysis result, in accordance with the regulations was the using of PPE to potential hazards. While those that are not fully compliant with the regulations are additional control to potential hazards as well as the results of measurements of lighting intensity, humidity and temperature.
Keywords : Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Control Determination, Laundry Installation
1. Industrial Hygiene, Occupational Health and Safety Program, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University
2. Lecturer of Hygiene, Occupational Health and Safety Program, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University
vi PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkat, rahmat, karunia, kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam pelaksanaan magang serta penyusunan laporan Tugas Akhir dengan judul “Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Penetapan Pengendalian di Instalasi Laundry Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri”.
Laporan ini disusun sebagai salah satu persyaratan kelulusan untuk menyelesaikan studi di Program Studi D.III Hiperkes dan Keselamatan Kerja, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dalam pelaksanaan magang dan penyusunan laporan ini penulis telah dibantu dan dibimbing oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankan penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Ibu Yeremia Rante Ada’, S.Sos., M.Kes selaku Kepala Program Studi D.III Hiperkes dan Keselamatan Kerja Universitas Sebelas Maret Surakarta serta selaku penguji.
3. Ibu Dra. Cr. Siti Utari, M.Kes selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan laporan ini.
4. Ibu dr. Setyarini, M.Kes selaku Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso yang telah memberikan ijin dalam pelaksanaan magang di RSUD dr.
Soediran Mangun Sumarso.
5. Bapak dr. Amir Purnomosidi, Sp.OT selaku ketua Panitia Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang telah memberikan kesempatan penulis dalam melaksanakan magang di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.
6. Bapak Ns. Sumardi, S.Kep selaku pembimbing lapangan yang telah memberikan bimbingan dalam pelaksanaan magang di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.
7. Bapak Kristiyan Yuliarto S.E. yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan magang di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.
8. Seluruh Staff Kepegawaian RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso yang telah membantu administrasi penulis selama melaksanakan magang.
9. Seluruh Staff Instalasi Pengolahan Air Limbah, Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah Sakit, Instalasi Gudang Farmasi dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta seluruh keluarga besar RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu atas bantuan, bimbingan dan hangatnya kekeluargaan yang penulis dapatkan selama pelaksanaan magang.
10. Bapak, Ibu, Kakak, Adik dan seluruh keluarga besar atas segala doa, dukungan, semangat dan waktu untuk senantiasa mendampingi penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
11. Ratri Dyah Eka Safitri selaku teman seperjuangan dalam pelaksanaan magang di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso yang senantiasa memberikan dukungan, hiburan dan kerja sama yang baik dalam penyusunan laporan ini.
vii
12. Teman-teman seperjuangan Program Studi D.III Hiperkes dan Keselamatan Kerja Universitas Sebelas Maret angkatan 2014 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu atas kebersamaan, solidaritas dan suka duka yang selama ini tercipta.
13. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah berperan serta membantu penulis dalam penyusunan laporan ini.
Surakarta,...
Penulis,
Putri Dwi Setianingseh
viii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN PERUSAHAAN ... iii
ABSTRAK ... iv
PRAKATA ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR SINGKATAN ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Tujuan Penelitian ... 3
D. Manfaat Penelitian... 4
BAB II LANDASAN TEORI ... 6
A. Tinjauan Pustaka ... 6
B. Kerangka Pemikiran ... 33
BAB III METODE PENELITIAN ... 34
A. Jenis Penelitian ... 34
B. Lokasi dan Waktu Penelitian... 34
C. Populasi Penelitian ... 34
D. Sumber Data ... 35
E. Instrumen Penelitian ... 35
F. Analisis Data ... 36
BAB IV HASIL PENELITIAN ... 37
BAB V PEMBAHASAN ... 61
BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ... 83
A. Simpulan ... 83
B. Saran ... 85
DAFTAR PUSTAKA ... 89 LAMPIRAN
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Matriks Penilaian Risiko ... 19
Tabel 2. Klasifikasi Tingkat Risiko ... 20
Tabel 3. Identifikasi Bahaya Pengambilan Linen Kotor ... 39
Tabel 4. Penialian Risiko Pengambilan Linen Kotor ... 41
Tabel 5. Penetapan Pengendalian Risiko Pengambilan Linen Kotor ... 43
Tabel 6. Identifikasi Bahaya Pencucian Linen Kotor ... 45
Tabel 7. Penialian Risiko Pencucian Linen Kotor ... 48
Tabel 8. Penetapan Pengendalian Risiko Pencucian Linen Kotor ... 50
Tabel 9. Identifikasi Bahaya Penghalusan dan Pelipatan Linen Bersih . 53 Tabel 10. Penilaian Risiko Penghalusan dan Pelipatan Linen Bersih ... 56
Tabel 11. Penetapan Pengendalian Risiko Penghalusan dan Pelipatan Linen Bersih ... 58
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Bagan Penentuan Tingkat Risiko ... 17
Gambar 2. Hirarki Pengendalian ... 23
Gambar 3. Teori Gunung Es... 31
Gambar 4. Bagan Kerangka Pemikiran ... 33
Gambar 5. Pengangkutan Linen Kotor ... 37
Gambar 6. Pencucian Linen Kotor ... 38
Gambar 7. Penghalusan dan Pelipatan Linen Bersih ... 38
xi
DAFTAR SINGKATAN
AC : Air Conditioner
APD : Alat Pelindung Diri
BPJS : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial KAK : Kecelakaan Akibat Kerja
NAB : Nilai Ambang Batas
OHSAS : Occupational Health and Safety Assesment Series PAK : Penyakit Akibat Kerja
RSUD : Rumah Sakit Umum Daerah
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Rekomendasi Penelitian Lampiran 2. Daftar Peserta Magang
Lampiran 3. Formulir Pengukuran Suhu, Pencahayaan, Kelembaban dan Kebisingan