• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DATA KESELAMATAN BAHAN PT ROHM AND HAAS INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DATA KESELAMATAN BAHAN PT ROHM AND HAAS INDONESIA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Nama produk: PARALOID™ A-11 100% Resin Tanggal Terbit: 05.09.2016 Tanggal Cetak: 06.09.2016 PT ROHM AND HAAS INDONESIA mendorong dan mengharapkan Anda membaca dan memahami LDK secara keseluruhan, karena ada informasi penting dalam seluruh dokumen tersebut. Kami mengharapkan anda untuk mengikuti tindakan pencegahan yang diidentifikasi dalam dokumen ini kecuali kondisi penggunaan akan memerlukan metode atau tindakan lain yang sesuai.

1. PRODUK DAN IDENTIFIKASI PERUSAHAAN

Nama produk: PARALOID™ A-11 100% Resin

Penggunaan yang dianjurkan dan pembatasan penggunaan

Penggunaan yang teridentifikasi: Produk pelapis

Identitas perusahaan

PT ROHM AND HAAS INDONESIA

A Subsidiary of The Dow Chemical Company WISMA GKBI 20 FLOOR SUITE 2001 JL. JEND. SUDIRMAN NO. 28 10210 JAKARTA

INDONESIA

Nomor Informasi Pelanggan: 62-21-299-56200

[email protected]

Faks: 62-21-574-2121

NOMOR TELEPON DARURAT

Nomor Darurat 24 Jam: (62) 21-7591-2862

Penghubung Tanggap Darurat Lokal: 21-7591-2862

2. IDENTIFIKASI BAHAYA

Klasifikasi GHS

Sensitisasi pada kulit - Kategori 1 Elemen label GHS

(2)

Pernyataan Bahaya

Dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Pernyataan Kehati-hatian

Pencegahan

Hindari menghirup debu/asap/gas/kabut/uap/semburan.

Pakaian kerja yang terkontaminasi tidak boleh dibawa keluar dari tempat kerja. Gunakan sarungtangan pelindung.

Respons

JIKA TERKENA KULIT: Cucilah dengan air yang banyak.

Jika terjadi iritasi pada kulit atau muncul ruam: Cari pertolongan medis. Tanggalkan pakaian yang terkominasi dan cuci sebelum dipakai kembali. Pembuangan

Buang isi / wadah ke tempat pembuangan limbah yang disetujui. Bahaya lain

data tidak tersedia

3. KOMPOSISI/INFORMASI TENTANG BAHAN PENYUSUN

Produk ini adalah campuran.

Komponen CASRN Konsentrasi

Toluene 108-88-3 >=1,0 - <10,0%

Methyl methacrylate 80-62-6 >=1,0 - <10,0%

4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

Penjelasan mengenai tindakan pertolongan pertama

Penghirupan: Pindahkan ke tempat berudara segar. Berikan pernapasan buatan jika pernapasan

berhenti. Periksakan ke dokter.

Kena kulit: Cuci bersih dengan sabun dan banyak air. Periksakan ke dokter. Lepaskan dan cuci

pakaian yang tercemar sebelum dipakai lagi. Jangan membawa pakaian pulang untuk dicuci.

Kena mata: Siram mata dengan air sebagai tindakan pencegahan. Jika iritasi mata berlanjut,

periksakan ke dokter spesialis.

Tertelan: Minum 1 atau 2 gelas air. Periksakan ke dokter jika perlu. Jangan sekali-kali memberikan

apa pun lewat mulut kepada orang yang tidak sadar.

Kumpulan gejala / efek terpenting, baik akut maupun tertunda: Selain dari informasi yang

(3)

medis segera dan perlakuan khusus diperlukan (dibawah), semua gejala tambahan dan efek-efek yang dijelaskan dalam seksi 11: Informasi Toksikologi.

Indikasi pertolongan medis pertama dan perawatan khusus yang diperlukan

Instruksi kepada dokter: Perawatan terhadap pemaparan harus diarahkan untuk mengendalikan

gejala dan kondisi klinis pasien

5. TINDAKAN PEMADAMAN KEBAKARAN

Media pemadaman yang sesuai: Gunakan media berikut ini bila pemadaman kebakaran melibatkan

bahan ini: Karbon dioksida (CO2) Bahan kimia kering Semprotan air

Media pemadaman yang tidak sesuai: data tidak tersedia

Bahaya khusus yang muncul dari bahan atau campuran

Produk pembakaran berbahaya: data tidak tersedia

Bahaya Kebakaran dan Ledakan Luar Biasa: Bahan dijual sebagai bahan mudah-terbakar;

terbakar dengan hebat jika ada panas menyengat. Saran bagi petugas pemadam kebakaran

Prosedur Pemadaman Kebakaran: Semprotan air dapat digunakan untuk mendinginkan kontener.

Tetaplah melawan arah angin. Hindari mengisap asap.

Alat pelindung khusus bagi petugas pemadam kebakaran: Kenakan alat bantu pernapasan SCBA

dan pakaian pelindung.

6. TINDAKAN PENANGGULANGAN JIKA TERJADI TUMPAHAN DAN KEBOCORAN

Langkah-langkah pencegahan diri, alat pelindung dan prosedur tanggap darurat: Peralatan

pelindung yang memadai harus dipakai saat menangani tumpahan bah an Pribadi, untuk rekomendasi. Jika terpajan pada bahan selama operasi pembersihan, lihat SEKSI 4, Tindakan Pertolongan Pertama, untuk tindakan yang harus diikuti.

Langkah-langkah pencegahan bagi lingkungan: PERHATIAN: Jaga agar tumpahan dan aliran air

pembersih menjauhi saluran pembuangan kota dan genangan-air yang terbuka.

Metode dan bahan untuk penangkalan (containment) dan pembersihan: Lantai mungkin licin;

hati-hati agar tidak jatuh. Singkirkan semua sumber penyulut. Ventilasikan daerah. Pindahkan tumpahan bahan ke wadah yang sesuai untuk pemerolehan-kembali atau pembuangan.

7. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN BAHAN

Kehati-hatian dalam menangani secara aman: Simpan di area sejuk, kering, yang berventilasi baik.

Jangan sampai kena mata, kulit, dan pakaian. Cuci sampai bersih setelah menangani. Jaga wadah tertutup rapat. Jangan menghirup uap/debu. Muatan statik dapat tertimbun: gunakan pengikatan dan pentanahan antara peralatan transfer dan wadah penerima dan untuk set

(4)

Kondisi untuk penyimpanan yang aman: Tanahkan semua wadah logam selama penyimpanan dan penanganan. Jauhkan dari panas, percikan api, nyala, dan sumber penyulut lain.

Data lain: Uap monomer dapat terbentuk ketika bahan memanas selama operasi pemrosesan. Lihat SEKSI 8, untuk jenis ventilasi yang diperlukan.

8. KONTROL PAPARAN/ PERLINDUNGAN DIRI

Parameter pengendalian

Batas paparan didaftarkan berikut ini, jika ada.

Komponen Peraturan Jenis pendaftaran Nilai/Notasi

Toluene ACGIH TWA 20 ppm

ACGIH TWA BEI

ID OEL NAB 188 mg/m3 50 ppm

ID OEL NAB SKIN

Methyl methacrylate ACGIH TWA 50 ppm

ACGIH TWA Sensitisasi Kulit

ACGIH STEL 100 ppm

ACGIH STEL Sensitisasi Kulit

ID OEL NAB 50 ppm

ID OEL PSD 100 ppm

Pengendalian pendedahan

Kontrol teknik: Gunakan ventilasi gas-buang lokal dengan kecepatan tangkap minimum 150 kak

kabut. Rujuklah edisi mutakhir "Industrial Ventilation: A Manual of Reco Practice" yang diterbitkan oleh American Conference of Governmental Industrial Hygienists untuk mendapatkan informasi dalam hal desain, insta penggunaan, dan pemeliharaan sistem ventilasi gas-buang.

Tindakan perlindungan diri: Gunakan celemek tahan bahan kimia atau pakaian lain yang kedap

untuk menghindari kontak dengan kulit dalam waktu lama atau berulang. Fasilitas untuk menyimpan atau menggunakan bahanini harus diperlengkapi dengan fasilitas pencuci mata dan pancuran keselamatan.

Tindakan perlindungan individual

Perlindungan mata/wajah: Gunakan kacamata-pengaman berpelindung-samping (ANSI

Z87.1atau yang setara yang memenuhi standar). Pelindung mata yang dipakai harus cocok dengan sistem pelindung pernapasan yang digunakan.

Perlindungan kulit

Perlindungan tangan: Sarung tangan tahan bahan kimia harus dipakai ketika bahan

ini ditangani. Sarung tangan yang tercantum di bawah ini dapat memberikan perlindungan te yang tahan bahan kimia mungkin tidak memberikan perlindungan yang memadai Polyvinil alkohol Karet Sintetik VITON (Merk dagang Terdaftar dari Dupont Dow Elastomers) Sarung tangan harus dilepaskan dan segera diganti jika ada indikasi terjadi penguraian atau perembesan bahan kimia. Segera bilas dan lepaskan sarung tangan setelah dipakai. Cuci tangan dengan sabun dan air.

Perlindungan pernapasan: Program perlindungan pernapasan yang memenuhi standar

OSHA 1910.134 dan ANSI Z88.2 atau yang setara harus diikuti manakala kondisi tempat kerja cukup beralasan untuk penggunaan respirator. Tidak ada yang diperlukan jika kosentrasi terbawa-udara berada di bawah ba Pemajanan. Sampai dengan 10 kali batas pemajanan: Pakai respirator berpemurni-udara, bertopeng-separuh yang terpasang dengan pas dan memenuhi standar NIOSH (atau setara). Sampai dengan 1000 ppm uap organik: Pakai respirator berpemurni-udara, berpelindung wajah-penuh yang terpasang dengan pas dan memenuhi standar NIOSH (atau setara), ATAU respirator beraliran-udara, berpelindung wajah-penuh, dalam mode permintaan tekanan. Di atas 1000 ppm uap organik atau

(5)

Tak-diketahui: Pakai alat bantu pernapasan SCBA yang terpasang dengan pas dan memenuhi standar NIOSH (atau setara) dalam mode permintaan tekanan, ATAU respirator beraliran-udara, berpelindung wajah-penuh dalam mode permintaan tekanan dengan persiapan penyelamatan darurat. Respirator berpemurni-udara harus dilengkapi dengan kartrid uap organik da setara). Jika terdapat kabut minyak, gunakan penyaring R95 atau P95.

9. SIFAT FISIKA DAN KIMIA

Tampilan

Keadaan Fisik Padatan granul

Warna bening

Bau Bau akrilik

Ambang Batas Bau data tidak tersedia

pH TIDAK BERKENAAN/BERLAKU.

Titik lebur/rentang data tidak tersedia

Titik beku data tidak tersedia

Titik didih (760 mmHg) Tidak berlaku

Titik nyala Tidak berlaku

Tingkat evaporasi (Butil Asetat = 1)

TIDAK BERKENAAN/BERLAKU.

Flamabilitas (padatan, gas) data tidak tersedia

Terendah batas ledakan Tidak berlaku

Tertinggi batas ledakan Tidak berlaku

Tekanan Uap TIDAK BERKENAAN/BERLAKU.

Relatif Densitas Uap (udara = 1) TIDAK BERKENAAN/BERLAKU.

Kepadatan Relatif (air = 1) data tidak tersedia

Kelarutan dalam air praktis tidak larut

Koefisien partisi (n-oktanol/air) data tidak tersedia

Suhu dapat membakar sendiri (auto-ignition temperature)

393,00 °C diperkirakan

Suhu penguraian data tidak tersedia

Viskositas Dinamis TIDAK BERKENAAN/BERLAKU.

Viskositas kinematik data tidak tersedia

Sifat peledak data tidak tersedia

Sifat oksidator data tidak tersedia

Berat Jenis Cair 0,66 g/cm3Densitas curah

Berat Molekul data tidak tersedia

Persen sifat atsiri (volatilitas) 3,60 % maksimum

CATATAN: Data fisik yang disajikan di atas adalah nilai-nilai tipikal dan jangan diartikan sebagai spesifikasi.

(6)

10. STABILITAS DAN REAKTIFITAS

Reaktifitas: data tidak tersedia

Stabilitas kimia: data tidak tersedia

Reaksi berbahaya yang mungkin di bawah kondisi spesifik/khusus: Tidak ada yang diketahui.

Produk tidak akan mengalami polimerisasi. Bahan ini dianggap stabil.

Kondisi yang harus dihindari: data tidak tersedia

Bahan yang harus dihindari: Tidak diketahui adanya bahan yang tidak-cocok dengan produk ini.

Produk berbahaya hasil penguraian: Penguraian termal dapat menghasilkan monomer akrilik.

11. INFORMASI TOKSIKOLOGI

Informasi Toksikologi muncul dalam bagian ini ketika data tersebut tersedi

Toksisitas akut

Toksisitas oral akut

Data toksisitas untuk bahan yang komposisinya mirip. LD50, Tikus, > 5.000 mg/kg

Toksisitas kulit akut

Data toksisitas untuk bahan yang komposisinya mirip. LD50, Kelinci, > 3.000 mg/kg

Toksisitas inhalasi akut

Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen.

Korosi/iritasi kulit

Kontak berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi kulit ringan disertai kemerahan pada kulit sekitarnya.

Kerusakan mata serius/iritasi mata Dapat menyebabkan iritasi mata ringan. Sensitisasi

Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen. Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Tunggal) Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen. Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang) Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen. Karsinogenisitas

(7)

Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen. Teratogenisitas

Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen. Toksisitas terhadap Reproduksi

Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen. Mutagenisitas (Kemampuan menyebabkan perubahan gen) Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen. Bahaya terhirup

Data uji produk tidak tersedia. Mengacu pada data komponen.

KOMPONEN-KOMPONEN YANG MEMPENGARUHI TOKSIKOLOGI: Toluene

Toksisitas inhalasi akut

LC50, Tikus, pria dan wanita, 4 Hour, uap, > 20 mg/l Sensitisasi

Tidak mengakibatkan reaksi alergi pada kulit ketika diuji pada marmot. Untuk sensitisasi pernapasan:

Tidak ditemukan data yang relevan.

Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Tunggal) Dapat menyebabkan mengantuk dan pusing.

rute paparan: Penghirupan

Organ-organ sasaran: Sistem saraf pusat

Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang) Pada hewan, dampak telah dilaporkan pada organ berikut ini:

efek pada sistem saraf pusat (CNS)

Pemaparan berlebihan dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala penyakit syaraf. Toluen pernah menyebabkan kehilangan pendengaran pada hewan laboratorium setelah terjadi pemaparan pada konsentrasi tinggi.

Penyalahgunaan secara sengaja dengan menghirup toluen dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, kehilangan pendengaran, efek pada hati dan ginjal maupun kematian.

Karsinogenisitas

Tidak menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Teratogenisitas

Pada hewan laboratorium, toluen menjadi beracun bagi janin pada dosis yang beracun bagi induk. Pada tikus, dapat menyebabkan cacat lahir apabila diberikan secara oral, namun tidak terjadi apabila diberikan melalui penghirupan.

Toksisitas terhadap Reproduksi

Pada percobaan hewan, tidak mengganggu sistem reproduksi. Mutagenisitas (Kemampuan menyebabkan perubahan gen)

(8)

Sebagian besar kajian dan juga kajian yang paling dapat dipercaya di antara kajian toksisitas genetik tentang toluen, baik in vitro maupun pada hewan, menunjukkan tidak adanya

toksisitas genetik. Bahaya terhirup

Mungkin fatal jika tertelan dan memasuki saluran/jalan udara. Methyl methacrylate

Toksisitas inhalasi akut

LC50, Tikus, 4 Hour, uap, 29,8 mg/l Sensitisasi

Menyebabkan reaksi alergi kulit pada manusia. Menunjukkan potensial kontak alergi pada mencit. Untuk sensitisasi pernapasan:

Tidak ditemukan data yang relevan.

Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Tunggal) Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan.

rute paparan: Penghirupan

Organ-organ sasaran: Saluran Pernafasan

Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang) Pada manusia, pernah dilaporkan adanya efek pada organ-organ berikut: Saluran pernapasan.

Pada hewan, dampak telah dilaporkan pada organ berikut ini: ginjal Hati Saluran cerna sistem saraf paru Karsinogenisitas

Tidak menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Pekerja yang terpapar selama 1933-1945 untuk konsentrasi uap sangat tinggi oleh etil akrilat dan metil metakrilat, dan produk samping volatile dari proses polimerisasi etil akrilat / metil metakrilat, menunjukkan

peningkatan kematian akibat kanker kolorektal. Kenaikan tersebut tidak diamati pada pekerja yang terpapar setelah waktu itu. Meskipun sugestif, temuan ini tidak membuat hubungan sebab akibat antara paparan akrilat tingkat tinggi dan kanker kolorektal.

Teratogenisitas

MMA tidak menyebabkan cacat lahir, mala-bentuk, atau toksisitas janin pada tikus bunting yang menghirup konsentrasi sampai 2028 ppm. Menunjukkan sifat beracun pada janin hewan percobaan dengan dosis yang meracuni induknya. Bukti menunjukkan bahwa metil metakrilat tidak menyebabkan cacat lahir pada hewan.

Toksisitas terhadap Reproduksi

Pada percobaan hewan, tidak mengganggu kesuburan. Mutagenisitas (Kemampuan menyebabkan perubahan gen)

Dalam penelitian toksisitas genetik in vitro, beberapa kasus menunjukkan hasil negatif, sedangkan pada kasus lainnya menunjukkan hasil positif. Penelitian toksisitas genetik pada hewan menunjukkan hasil negatif.

(9)

Bahaya terhirup

Mungkin berbahaya jika tertelan dan memasuki saluran/jalan udara.

12. INFORMASI EKOLOGI

Toksisitas Organ Sasaran Spesifik Sistemik (Paparan Berulang)

Informasi Umum

Tidak ada data tersedia mengenai produk ini. Ekotoksisitas

Toluene

Sangat/akut beracun pada ikan

Bahan bersifat beracun sedang terhadap organisme air pada basis akut (LC50/EC50 antara 1 dan 10 mg/L pada spesies yang paling sensitif diuji).

LC50, Oncorhynchus mykiss (Ikan rainbow trout), Tes semi-statik, 96 Hour, 5,8 mg/l LC50, Ikan, Tes flow-through, 96 Hour, 5,5 mg/l

Sangat/akut beracun pada binatang air yang tidakbertulang belakang

EC50, Daphnia magna (Kutu air), Tes statik, 24 Hour, 7 mg/l, Pedoman Tes OECD 202 LC50, Kutu air Ceriodapnia dubia, Tes semi-statik, 48 Hour, 3,78 mg/l

Toksisitas akut untuk ganggang / tanaman air

EbC50, Pseudokirchneriella subcapitata (Ganggang hijau), 72 Hour, Biomass, 12,5 mg/l, Pedoman Tes 201 OECD

Keracunan untuk bakteria IC50, Bakteri, 16 Hour, 29 mg/l Kronis beracun pada ikan

NOEC, Ikan, Tes flow-through, 40 d, pertumbuhan, 1,4 mg/l

Kronis beracun pada binatang air yang tidak bertulang belakang

NOEC, Ceriodaphnia dubia (kutu air), 7 d, jumlah janin dalam kandungan, 0,74 mg/l NOEC, Daphnia magna (Kutu air), 21 day, jumlah janin dalam kandungan, 2 mg/l Beracun pada tanah tempat tinggal mahluk hidup

LC50, Eisenia fetida (Cacing tanah), 150 - 280 mg/kg Methyl methacrylate

Sangat/akut beracun pada ikan

Bahan bersifat sedikit beracun terhadap organisme air pada basis akut (LC50/EC50 antara 10 dan 100 mg/L pada spesies yang paling sensitif diuji).

LC50, Oncorhynchus mykiss (Ikan rainbow trout), Tes flow-through, 96 Hour, > 100 mg/l, Pedoman Uji OECD 203 atau Setara

LC50, Lepomis macrochirus (Ikan bluegill sunfish), Tes flow-through, 96 Hour, 233 mg/l, EPA-660-75-009

(10)

Toksisitas akut untuk ganggang / tanaman air

EC50, Pseudokirchneriella subcapitata (Ganggang hijau), Tes statik, 72 Hour, > 110 mg/l, Pedoman Tes 201 OECD

Kronis beracun pada ikan

NOEC, Danio rerio (Ikan zebra), 35 d, Lainnya, 9,4 mg/l

Kronis beracun pada binatang air yang tidak bertulang belakang

NOEC, Daphnia magna (Kutu air), 21 d, jumlah janin dalam kandungan, 37 mg/l Persistensi dan penguraian oleh lingkungan

Toluene

Daya hancur secara biologis: Bahan ini mudah mengalami biodegradasi. Lolos pengujian OECD untuk kemampuan mudah terurai atau mudah mengalami biodegradasi.

Jendela Waktu 10 hari: Tidak berlaku Degradasi biologis: 100 %

Waktu pemajanan: 14 d

Metoda: OECD Test Guideline 301C atau yang Setara Kebutuhan Oksigen Teoritis: 3,13 mg/mg Dihitung. Fotodegradasi

Tipe Ujian: Paruh waktu (fotolisis tak langsung) Sensitisasi: radikal OH

Umur simpan Atmosfir: 2 d Metoda: Diperkirakan. Methyl methacrylate

Daya hancur secara biologis: Bahan ini mudah mengalami biodegradasi. Lolos pengujian OECD untuk kemampuan mudah terurai atau mudah mengalami biodegradasi. Bahan ini sangat dapat mengalami biodegradasi (mencapai > 70% mineralisasi dalam pengujian OECD untuk biodegradabilitas inheren).

10 hari: Lulus

Degradasi biologis: 94 % Waktu pemajanan: 14 d

Metoda: OECD Test Guideline 301C atau yang Setara Jendela Waktu 10 hari: Tidak berlaku

Degradasi biologis: > 95 % Waktu pemajanan: 28 d

Metoda: Pedoman Uji OECD 302B atau Setara Kebutuhan Oksigen Teoritis: 1,02 mg/mg Kemampuan dibuang secara fisik-kimiawi Cepat terhidrolisis pada kondisi basa.

Fotodegradasi

Tipe Ujian: Paruh waktu (fotolisis tak langsung) Sensitisasi: radikal OH

Umur simpan Atmosfir: 6,997 d Metoda: Diperkirakan.

(11)

Potensi bioakumulasi Toluene

Bioakumulasi: Potensi biokonsentrasi rendah (Faktor Biokonsentrasi, BCF < 100 atau Log Pow < 3).

Koefisien partisi (n-oktanol/air)(log Pow): 2,73 Terukur

Faktor Biokonsentrasi (BCF): 13,2 - 90 Ikan Terukur

Methyl methacrylate

Bioakumulasi: Potensi biokonsentrasi rendah (Faktor Biokonsentrasi, BCF < 100 atau Log Pow < 3).

Koefisien partisi (n-oktanol/air)(log Pow): 1,38 Terukur

Mobilitas dalam Tanah Toluene

Potensi mobilitas dalam tanah sangatlah tinggi (Koc antara 0 dengan 50).

Koefisien partisi(Koc): 37 - 178 Diperkirakan.

Methyl methacrylate

Potensi mobilitas dalam tanah bersifat tinggi (Koc antara 50 dengan 150).

Koefisien partisi(Koc): 87 Diperkirakan.

Hasil dari asesmen PBT dan vPvB

Zat/campuran ini tidak mengandung satu komponen pun yang dianggap baik persisten, bioakumulatif, dan beracun (PBT) maupun sangat persisten dan sangat bioakumulatif (vPvB) pada kadar 0,1% atau lebih.

Efek merugikan lainnya Toluene

Bahan ini tidak termasuk dalam Lampiran I Peraturan (EC) No 1005/2009 yang mengatur tentang Bahan Perusak Ozon.

Methyl methacrylate

Bahan ini tidak termasuk dalam Lampiran I Peraturan (EC) No 1005/2009 yang mengatur tentang Bahan Perusak Ozon.

13. PERTIMBANGAN PEMBUANGAN/ PEMUSNAHAN

Metode pembuangan: Untuk pembuangan, insinerasi bahan ini di fasilitas yang mematuhi peraturan

lokal, negara bagian, dan federal.

Produk ini ketika dibuang dalam keadaan tidak terpakai dan tidak tercemar harus diperlakukan sebagai limbah berbahaya..

(12)

Not regulated for transport

Penggolongan untuk pengangkutan LAUT (IMO-IMDG): Not regulated for transport Transportasi dalam

jumlah besar sesuai Annex I atau II MARPOL 73/78 dan IBC atau IGC Kode

Consult IMO regulations before transporting ocean bulk

Penggolongan untuk pengangkutan UDARA (IATA/ICAO): Not regulated for transport

Informasi ini tidak dimaksudkan untuk menyampaikan seluruh persyaratan peraturan atau operasional spesifik / informasi yang berkaitan dengan produk ini. Klasifikasi pengangkutan akan berubah oleh volume kontainer dan akan di pengaruhi oleh daerah atau perbedaan peraturan negara. Transportasi sistem informasi tambahan dapat diperoleh melalui perwakilan penjualan atau layanan pelanggan. Ini adalah tanggung jawab dari organisasi transportasi untuk mengikuti semua undang-undang, peraturan dan aturan yang berkaitan dengan transportasi material

15. INFORMASI YANG BERKAITAN DENGAN REGULASI

Klasifikasi di Tempat Kerja

Produk ini diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut Peraturan Indonesia.

Undang-undang, peraturan dan standar yang menetapkan penggunaan bahan kimia yang aman, penyimpanan, transportasi, bongkar muat, klasifikasi dan simbol bahan kimia dll. Pengadaan, Distribusi dan Pengawasan Bahan Berbahaya

Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun

Sistem Harmonisasi Global Klasifikasi dan Label pada Bahan Kimia

16. INFORMASI LAIN

Sistem Pemeringkatan Bahaya HMIS Kesehatan Derajat kemampuan untuk terbakar Bahaya Fisik 1* 1 0

* = Efek kronis (Lihat Identifikasi Bahaya) Revisi

Nomor Identifikasi: 101081052 / 1889 / Tanggal Terbit:05.09.2016 / Versi:1.0 Revisi terbaru ditandai dengan garis ganda tebalpada sisi kiri di sepanjang dokumen

(13)

Legenda

ACGIH AS. Nilai Batas Ambang ACGIH (TLV) BEI Indeks paparan biologi

ID OEL Nilai ambang batas faktor kimia di udara lingkungan kerja

NAB Nilai ambang batas

PSD Pemajanan singkat yang diperkenankan SKIN Menyerap melalui kulit

STEL Batas paparan jangka pendek TWA 8 jam, waktu terhitung rata-rata Sumber Informasi dan Referensi

SDS ini disiapkan oleh Product Regulatory Services dan Hazard Communications berdasarkan informasi dari referensi internal dalam perusahaan kami.

PT ROHM AND HAAS INDONESIA meminta setiap pelanggan atau penerima LDK ini untuk mempelajarinya secara cermat dan berkonsultasi dengan ahli-ahli yang sesuai, sebagaimana diperlukan atau selayaknya, agar menyadari dan memahami data yang termuat dalam LDK ini dan setiap bahaya yang terkait dengan produk. Informasi ini diberikan dengan itikad baik dan dipercaya sebagai informasi yang akurat pada tanggal yang berlaku di atas. Meskipun demikian tidak ada jaminan yang diberikan, baik secara tersurat maupun tersirat. Kewajiban peraturan yang berlaku dapat berubah sewaktu-waktu dan mungkin berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Pembeli/pemakai bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan kegiatannya terhadap seluruh undang-undang pemerintah, propinsi atau peraturan setempat. Informasi yang disampaikan disini berkaitan hanya dengan produk dalam bentuk seperti pengiriman semula. Karena kondisi pemakaian produk tidak berada di bawah pengawasan pabrik, maka pembeli/pemakai wajib menentukan kondisi yang diperlukan demi keselamatan pemakaian produk ini. Karena pelipatgandaan sumber informasi, seperti LDK yang khusus disusun pabrik, kami tidak dan tidak dapat bertanggung jawab atas LDK dari sumber manapun selain kami sendiri. Jika Anda mendapatkan LDK dari sumber lain atau Anda meragukan keabsahan LDK yang Anda miliki, silakan menghubungi kami untuk mendapatkan versi yang terbaru.

Referensi

Dokumen terkait

Kejadian, keparahan penyakit dan akumulasi BCMV dari tanaman perlakuan lebih rendah, terutama perlakuan tanaman pinggir dan ekstrak daun pagoda secara kombinasi

Faktor mempengaruhi refleks spinal menurut Subowo (1992), yaitu adanya refleks spinal dari katak berupa respon dengan menarik kaki depan atau kaki belakang saat

Satuan 5urah hu-an adalah mm7 yang berarti -umlah air hu-an yang -atuh pada satu satuan luas tertentu&amp; )adi ( mm berarti pada luas ( m *  -umlah air hu-an yang  -atuh sebanyak (

sekurang-kurangnya terdiri dari; 1) Ruang Kepala yang dilengkapi dengan kamar mandi dan toilet, di depan ruang kepala terdapat ruang sekretaris dan ruang tunggu tamu, 2)

Berdasarkan data yang ada, pajanan berulang diperkirakan tidak menyebabkan tambahan dampak buruk yang

Informasi ini tidak dimaksudkan untuk menyampaikan seluruh persyaratan peraturan atau operasional spesifik / informasi yang berkaitan dengan produk ini. Klasifikasi pengangkutan

Pemaparan yang berulang- ulang pada debu dari bahan ini tidak diantisipasi untuk menghasilkan racun sistemik atau cedera paru-paru yang permanen; bagaimanapun pemaparan

Produk ini tidak diklasifikasikan sebagai produk berbahaya sesuai dengan Peraturan Keselamatan Kerja Indonesia terhadap bahan kimia berbahaya dari Menteri Tenaga Kerja dan