• Tidak ada hasil yang ditemukan

03. Editorial. News & Event 04. Implementasi di Lapangan Product Highlight. Principal & Corporate Info 23. Tips & Info PRODUCT PORTFOLIO G500

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "03. Editorial. News & Event 04. Implementasi di Lapangan Product Highlight. Principal & Corporate Info 23. Tips & Info PRODUCT PORTFOLIO G500"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PRODUCT PORTFOLIO

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014

2

Implementasi di Lapangan

12.

Product Highlight

19.

News & Event

04.

Topik

05.

Solusi AUTO ID di area Manufacturing Solusi Sistem Keamanan

Solusi Honeywell Security System

Tips & Info

23.

Principal & Corporate Info

20.

Editorial

Nuning Kustiawita

03.

G500 RFD5500 TC 55

(3)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 3 Salam Proaktif,

Di tahun 2014 ini, banyak pihak yang lebih merasa optimistis dengan perkembangan industri manufaktur dunia. Selain kondisi perekonomian Amerika dan Eropa yang makin membaik, sektor industri manufak-tur di negara berkembang juga semakin pesat perkembangannya. Dengan begitu walaupun masih ada bayang-bayang krisis ekonomi global, diharapkan industri manufaktur dunia lebih kreatif dalam mengatasi permasalahan ini.

Di Indonesia, Kementerian Perindustrian memprediksi pertumbuhan industri manufaktur pada tahun 2014 akan berkisar antara 6,5%. Angka ini sama dengan target pertumbuhan industri manufaktur 2013 yang berkisar 6,5% - 7,1%. Walaupun tetap diakui oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, hingga kini krisis global dan perlambatan ekonomi global masih menghantui.

Dengan adanya perkembangan pertumbuhan tersebut tentunya diperlukan juga teknologi yang dapat dengan lebih cepat memberikan data yang real time. Teknologi AutoID merupa-kan salah satu solusi/metode yang dapat diterapmerupa-kan untuk membantu perkembangan sektor industri manufaktur agar lebih maksimal.

Oleh karena itu untuk memberikan gambaran lebih jelas, maka pada edisi ke 26 ini kami membahas mengenai teknologi AUTO ID dalam kaitannya dengan Industri Manufacturing yang disertai dengan beberapa contoh aplikasinya yang sudah terbukti dan telah diakui sebagai solusi yang sangat efektif.

Sebagai media informasi kepada pelanggan, kami juga melengkapi edisi ini dengan rubrik-rubrik yang menarik seperti produk baru, principal info, tips & info, yang kami harap dapat menambah lagi pengetahuan yang berguna untuk anda para pelanggan kami.

Sebagai penutup, seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”, untuk itu kami selalu mengharapkan masukan dan saran dari para pelanggan semua untuk kemajuan kita bersama. Karena dukungan dan kepercayaan yang anda berikan merupakan modal yang berharga untuk perkembangan kami dalam rangka memberikan yang terbaik untuk anda para pelanggan setia kami.

Salam hangat dari dapur redaksi. Nuning Kustiawita

Senior Account Executive PT. AUTOJAYA IDETECH PT. SOLUSI PERIFERAL

(4)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 4

Workshop Asset Management

and Tracking System

N E W S & E V E N T

Para peserta yang datang, antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan, meresponse apa yang dipresen-tasikan dan didemokan oleh para presenter

Bapak Jono Sutanto - Director ACS Group sedang menyampaikan welcome speech dan company Profile di awal acara ini.

Agus Cahyono dan Wahyu Dwi Chandra sedang memberikan presen-tasi sekaligus demo produk aplikasi AMTS dengan menggunakan mobile computer dan barcode printer. Budi Linardi-Sales Manager Surabaya dan Heru Wahyudi-Sales

Manager Jakarta, sebagai pembicara pada acara ini, memberikan presentasi mengenai produk aplikasi AMTS.

Pada tanggal 19 Februari 2014 ACS Group mengadakan Workshop "Asset Management and Tracking System", mengambil tempat di Hotel Majapahit, Brantas Room - Jl. Tunjungan 65, Surabaya.

(5)

Gebyar Auto - ID edisi 26/2014 5 AutoID adalah kepanjangan dari Automatic

Identification yang merupakan teknologi pengumpulan data secara real time. Teknologi yang awalnya hanya mencakup aspek AutoID (Auto Identification), saat ini telah berkembang hingga mencakup aspek Mobility dan Infrastruk-tur jaringannya, sehingga teknologi AutoID saat ini mulai disebut sebagai “Mobility Technology”. Apresiasi dan penerimaan pasar untuk solusi AutoID pada area Manufacturer sangat kuat. Solusi ini telah terbukti dan telah diakui sebagai solusi yang sangat efektif.

Bahkan praktis semua ERP Software (SAP, Oracle, Infor dan lain-lain) sangat mendukung efektivitas penerapan AUTO-ID ini di area Manu-facturing. Tanpa penerapan AutoID dapat dipas-tikan implementasi suatu ERP Sytem tidak akan berjalan dengan optimal, karena masih berbasis manual atau paper base .

Strong Benefit

AutoID merupakan solusi yang dengan cepat dan konkrit dapat dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Hal ini bukan hanya terlihat dari “payback period” yang relative singkat, tapi juga

efektivitasnya dalam meningkatkan

competitive-edge bagi operasi business pelang-gan.

Secara praktis keuntungan penerapan AUTO-ID dapat diuraikan sebagai berikut :

 Tidak diperlukan lagi pengisian dokumen

Honeywell Security merupakan produsen global terkemuka untuk solusi sistem keamanan dan otomatisasinya untuk aplikasi perumahan maupun korporasi.

Solusi yang ditawarkan sangat lengkap, seperti :

• Sistem pencegahan gangguan keamanan • Sistem peringatan atau alarm kebakaran • Sistem CCTV analog

• IP Camera

• Sistem kontrol akses canggih

Dengan portofolio teknologi tinggi, tim yang berpengalaman dan merek terpercaya, Honeywell telah mendapat pengakuan dunia diakui sebagai "mitra pilihan" dalam industri sistem keamanan. Tahun demi tahun, survei pembaca majalah “Security Distributing and Marketing” (http://www.sdmmag.com/) memilih Honeywell Security sebagai mitra yang paling disukai industri.

Honeywell sangat fokus pada teknologi sistem

keamanan dan menciptakan suatu Sistem Keamanan yang terpadu (integrated) dan terhubung (connected) atau berbasis ‘Network’ atau jaringan.

HONEYWELL UNIVERSAL SURVEILLANCE Honeywell Universal Surveillance (HUS) adalah suatu aplikasi pemantau (monitoring) keamanan yang berbasis jaringan. Di mana sistemnya dirancang agar penggunaan band-with sehemat mungkin dengan obyektif proses pemantauan (monitoring) secara on-line berjalan tanpa membebani jaringan itu sendiri.

HUS merupakan sistem monitoring dengan metode pengembangan yang sangat flexibel, dapat digunakan untuk memonitor suatu fasilitas dengan area yang luas, ataupun memonitor fasilitas-fasilitas kecil menjadi suatu kesatuan monitoring.

HUS mengintegrasikan sistem monitoring berbagai macam komponen security seperti sistem CCTV, sistem Access Control dan Sistem Alarm menjadi satu, sehingga memudahkan

TO P I K

Solusi AutoID

di Area Manufakturing

yang dilakukan secara manual, karena dengan cara manual ini diperlukan effort yang lebih besar dan memungkinkan terjadinya human-error, seperti :

• Kesalahan dalam pengisian dokumen • Kesalahan pembacaan tulisan tangan pada

dokumen oleh operator saat memasukan data ke komputer.

 Kualitas dan efisiensi proses pemasukan data komputer akan jauh lebih baik, karena : • Pemasukan data komputer dilakukan oleh

staf yang paling memahami transaksi yang dilakukannya.

• Dapat melakukan checking validasi oleh software aplikasi terhadap data yang dimasukkan.

• Dapat diterapkannya pemakaian barcode, magnetic strip dan RFID, di mana data capture dilakukan dengan alat baca yang sudah terintegrasi, sehingga jauh lebih cepat dan akurat (“machine-reading”) • Tidak diperlukan double efforts, yaitu

pengisian dokumen secara manual dulu baru kemudian pemasukan data ke komputer.

• Tidak ada kesenjangan waktu / time-lag (pada full on-line system) atau time-lag yang jauh lebih baik (pada semi-online dan batch system)

Contoh Penerapan AUTO-ID pada Manu-facturing

Di bawah ini ada beberapa contoh penerapan AutoID di area manufacturing, yaitu sebagai berikut :

I. Proses Manufakturing/Production Floor

Pada Proses Produksi, Solusi AutoID dapat diterapkan untuk aplikasi Traceability System, di mana suatu product finish good dapat ditelusuri historicalnya, contohnya seperti informasi mengenai kandungan materialnya, manufacturing date atau lokasi produksi, dan lain-lain.

Perlu dipahami bahwa kita semua adalah customer dan kita mengharapkan bahwa semua produk yang kita beli aman dari hal-hal yang tidak diinginkan, semua sesuai dengan standar atau sesuai dengan spesifikasi kualitasnya. Dalam Traceability System dengan solusi AutoID tadi, untuk menda-patkan informasi secara detail mengenai suatu produk dapat menggunakan label barcode untuk melakukan validasi data pada setiap proses produksinya. Mulai dari penerimaan bahan baku dari supplier kemudian proses penimbangan, konsolidasi dan mixing dari bahan baku tersebut, sampai dengan barang jadi (finished goods).

Cikarang

Cikarang

operator dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satu contoh produk Honeywell HUS yaitu:

HUS-VMS (Gb. 12)

Gambar 14. HUS-VMS

HUS-VMS adalah Server Management baik untuk monitoring maupun untuk me-manage perangkat security seperti CCTV (analog maupun digital), Access Control Server dan Panel Sistem Alarm, serta perang-kat 3rd Party. Sistem HUS-VMS dapat mem-berikan solusi management terpusat (centralized), sehingga membantu dalam proses monitoring dan audit operasional secara menyeluruh melalui satu Server Man-agement. HUS-VMS tentunya berbasis IP sehingga dapat dikoneksikan ke jaringan intranet dan internet, sehingga dapat diakses dari manapun di mana akses ke internet. Dengan sistem yang terpadu seperti HUS-VMS tersebut, benefit utama yang didapat-kan adalah respon atau reaksi yang cepat dapat dilakukan pada saat suatu insiden terjadi di lapangan.

(6)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 6

AutoID adalah kepanjangan dari Automatic Identification yang merupakan teknologi pengumpulan data secara real time. Teknologi yang awalnya hanya mencakup aspek AutoID (Auto Identification), saat ini telah berkembang hingga mencakup aspek Mobility dan Infrastruk-tur jaringannya, sehingga teknologi AutoID saat ini mulai disebut sebagai “Mobility Technology”. Apresiasi dan penerimaan pasar untuk solusi AutoID pada area Manufacturer sangat kuat. Solusi ini telah terbukti dan telah diakui sebagai solusi yang sangat efektif.

Bahkan praktis semua ERP Software (SAP, Oracle, Infor dan lain-lain) sangat mendukung efektivitas penerapan AUTO-ID ini di area Manu-facturing. Tanpa penerapan AutoID dapat dipas-tikan implementasi suatu ERP Sytem tidak akan berjalan dengan optimal, karena masih berbasis manual atau paper base .

Strong Benefit

AutoID merupakan solusi yang dengan cepat dan konkrit dapat dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Hal ini bukan hanya terlihat dari “payback period” yang relative singkat, tapi juga

efektivitasnya dalam meningkatkan

competitive-edge bagi operasi business pelang-gan.

Secara praktis keuntungan penerapan AUTO-ID dapat diuraikan sebagai berikut :

 Tidak diperlukan lagi pengisian dokumen

Honeywell Security merupakan produsen global terkemuka untuk solusi sistem keamanan dan otomatisasinya untuk aplikasi perumahan maupun korporasi.

Solusi yang ditawarkan sangat lengkap, seperti :

• Sistem pencegahan gangguan keamanan • Sistem peringatan atau alarm kebakaran • Sistem CCTV analog

• IP Camera

• Sistem kontrol akses canggih

Dengan portofolio teknologi tinggi, tim yang berpengalaman dan merek terpercaya, Honeywell telah mendapat pengakuan dunia diakui sebagai "mitra pilihan" dalam industri sistem keamanan. Tahun demi tahun, survei pembaca majalah “Security Distributing and Marketing” (http://www.sdmmag.com/) memilih Honeywell Security sebagai mitra yang paling disukai industri.

Honeywell sangat fokus pada teknologi sistem

keamanan dan menciptakan suatu Sistem Keamanan yang terpadu (integrated) dan terhubung (connected) atau berbasis ‘Network’ atau jaringan.

HONEYWELL UNIVERSAL SURVEILLANCE Honeywell Universal Surveillance (HUS) adalah suatu aplikasi pemantau (monitoring) keamanan yang berbasis jaringan. Di mana sistemnya dirancang agar penggunaan band-with sehemat mungkin dengan obyektif proses pemantauan (monitoring) secara on-line berjalan tanpa membebani jaringan itu sendiri.

HUS merupakan sistem monitoring dengan metode pengembangan yang sangat flexibel, dapat digunakan untuk memonitor suatu fasilitas dengan area yang luas, ataupun memonitor fasilitas-fasilitas kecil menjadi suatu kesatuan monitoring.

HUS mengintegrasikan sistem monitoring berbagai macam komponen security seperti sistem CCTV, sistem Access Control dan Sistem Alarm menjadi satu, sehingga memudahkan

TO P I K

yang dilakukan secara manual, karena dengan cara manual ini diperlukan effort yang lebih besar dan memungkinkan terjadinya human-error, seperti :

• Kesalahan dalam pengisian dokumen • Kesalahan pembacaan tulisan tangan pada

dokumen oleh operator saat memasukan data ke komputer.

 Kualitas dan efisiensi proses pemasukan data komputer akan jauh lebih baik, karena : • Pemasukan data komputer dilakukan oleh

staf yang paling memahami transaksi yang dilakukannya.

• Dapat melakukan checking validasi oleh software aplikasi terhadap data yang dimasukkan.

• Dapat diterapkannya pemakaian barcode, magnetic strip dan RFID, di mana data capture dilakukan dengan alat baca yang sudah terintegrasi, sehingga jauh lebih cepat dan akurat (“machine-reading”) • Tidak diperlukan double efforts, yaitu

pengisian dokumen secara manual dulu baru kemudian pemasukan data ke komputer.

• Tidak ada kesenjangan waktu / time-lag (pada full on-line system) atau time-lag yang jauh lebih baik (pada semi-online dan batch system)

Contoh Penerapan AUTO-ID pada Manu-facturing

Di bawah ini ada beberapa contoh penerapan AutoID di area manufacturing, yaitu sebagai berikut :

I. Proses Manufakturing/Production Floor

Pada Proses Produksi, Solusi AutoID dapat diterapkan untuk aplikasi Traceability System, di mana suatu product finish good dapat ditelusuri historicalnya, contohnya seperti informasi mengenai kandungan materialnya, manufacturing date atau lokasi produksi, dan lain-lain.

Perlu dipahami bahwa kita semua adalah customer dan kita mengharapkan bahwa semua produk yang kita beli aman dari hal-hal yang tidak diinginkan, semua sesuai dengan standar atau sesuai dengan spesifikasi kualitasnya. Dalam Traceability System dengan solusi AutoID tadi, untuk menda-patkan informasi secara detail mengenai suatu produk dapat menggunakan label barcode untuk melakukan validasi data pada setiap proses produksinya. Mulai dari penerimaan bahan baku dari supplier kemudian proses penimbangan, konsolidasi dan mixing dari bahan baku tersebut, sampai dengan barang jadi (finished goods).

Dengan sistem yang sudah terintegrasi akan sangat membantu dalam memoni-toring proses produksi, begitu pula pada proses QC (quality control) dari suatu produk.

Penggunaan alat yang berhubungan dengan peralatan Barcoding System dan RFID System serta Alat Elektronik lain ( timbangan dan mesin PLC) sangat di perlukan di Aplikasi ini terutama pada sistem yang masih manual dan semi automatis.

Dan juga pemakaian perala-tan ini untuk menunjang kinerja dari :

 Tipikal pekerjaan di lapangan yang cepat.

 Diperlukannya aktual data pada saat pekerjaan dilakukan(tidak mengganggu pekerjaan utama ).  Mengurangi kesalahan input data karena kesalahan manusia (human error) .

Pemilihan alat untuk meng-input data sangat didominasi oleh tipikal aktivitas di lapangan dan kesia-pan dari aplikasi untuk menerima berbagai tipe data dari setiap peralatan yang terintegrasi ke Aplikasi Tracebility seperti, apakah menggunakan :

 Barcode atau dan RFID

 Mobile computer atau dan Vehicle Computer  Weighing elektronik atau Manual

 Mesin melalui PLC ( Program Logic Control ) atau tidak

operator dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satu contoh produk Honeywell HUS yaitu:

HUS-VMS (Gb. 12)

Gambar 14. HUS-VMS

HUS-VMS adalah Server Management baik untuk monitoring maupun untuk me-manage perangkat security seperti CCTV (analog maupun digital), Access Control Server dan Panel Sistem Alarm, serta perang-kat 3rd Party. Sistem HUS-VMS dapat mem-berikan solusi management terpusat (centralized), sehingga membantu dalam proses monitoring dan audit operasional secara menyeluruh melalui satu Server Man-agement. HUS-VMS tentunya berbasis IP sehingga dapat dikoneksikan ke jaringan intranet dan internet, sehingga dapat diakses dari manapun di mana akses ke internet. Dengan sistem yang terpadu seperti HUS-VMS tersebut, benefit utama yang didapat-kan adalah respon atau reaksi yang cepat dapat dilakukan pada saat suatu insiden terjadi di lapangan.

(7)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 7

Gambar 2. Implementasi Proses

Untuk tipikal pekerjaan di lapangan yang memerlukan kecepatan maka ONLINE System sangat diutamakan, di mana diperlukan suatu jaringan Wireless atau Wired LAN yang menun-jang pada proses pembacaan.

II. Warehouse Management System

Pada Warehouse Management System, Solusi

AutoID dapat diimplementasikan mulai dari proses Penerimaan barang (Receiving), Penem-patan (Put away), Pengambilan (Picking), sampai dengan Pengiriman (Shipping). Salah satu yang menjadi concern dari pada penerapan AutoID di area Warehouse ini adalah Validity Time dari suatu product atau masa kadaluarsa, sehingga proses FIFO (first in first out) pada Warehouse Management System adalah suatu hal yang mandatory/wajib. Oleh karenanya dengan menggunakan barcode system, akan sangat membantu operator dalam proses urutan pengambilan barang / picking, yaitu berdasarkan urutan masa kadaluarsa suatu produk untuk kemudian dilakukan pengiri-man ke depo atau customer. Mekanismenya adalah pada saat barang datang bagian receiving akan mencetak label dengan meng-gunakan barcode printer yang berisi data tanggal kadaluarsa dari produk tersebut, informasi terse-but dilanjutkan pada proses put away, yaitu penempatan produk finish good pada racking, kemu-dian dilanjutkan lagi dengan proses picking dengan metode first in first out, maka proses ini akan mengakibatkan kualitas produk yang terkirim ke market menjadi lebih terjamin. Dengan menggunakan mobile computer yang support wi-fi dan juga didukung oleh infrastruk-tur wireless yang mengcover seluruh area, maka Akan dijelaskan secara sekilas bagaimana

pemakaian alat-alat tersebut pada Aplikasi Tracebility berdasarkan :

1. Pencetakan label barcode sebagai pemberian Unik ID , pada :

• Penerimaan Raw Material (biasanya berdasarkan per pallet atau per karton box)

• Hasil Penimbangan material

• Pemberian ID: User, Lokasi, Container dan Mesin.

Peralatan yang dibutuhkan seperti : • Printer barcode

• Label • Ribbon

2. Pembacaan Unik ID

Setelah semua komponen mempunyai identifi-kasi maka Apliidentifi-kasi Tracebility akan dapat meng-capture dari setiap proses untuk perpindahan dan perubahannya.

Seperti pada gambar 2 di bawah ini yang menje-laskan perpindahan dari Unik ID tersebut yang terekam pada setiap prosesnya.

TO P I K

Gambar 2. Unique ID Diagram

(8)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 8

VI. Industrial PC Pada Line Produksi

Industrial PC dapat dipakai pada setiap Line Produksi di manufacturing, yang memproduksi suatu produk secara masal. Pada setiap produk tersebut harus diberi Barcode sebagai kode identifikasi akan dilakukan scanning. Industrial PC yang sudah terpasang di area ini akan menerima data dari barcode scanner yang terhubung melalui port USB, untuk selanjutnya diteruskan ke server melalui media WiFi.

PRODUCT SOLUTION 1. LABEL PRINTER

Pada production floor dan warehouse manage-ment system, diperlukan fixed label printer untuk mencetak label barcode. Dalam pemilihan jenis printer label, volume dari cetak barcode harus diperhatikan karena setiap model printer label memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam mencetak label.

2. MOBILE TERMINAL

Pada setiap proses input data di lapangan, dibutuhkan mobile terminal yang sudah terinte-grated dengan barcode scanner. Beberapa feature dapat kita pilih sesuai dengan kebutu-han proses di lapangan, apakah mobile terminal dengan technology wifi only atau mobile termi-IV. Asset Management Tracking System

Asset Management Tracking System (AMTS) adalah salah satu aplikasi yang juga dapat diterapkan di area Manufacturing. Di mana aplikasi ini dapat membantu dalam memonitoring dan menelusuri aktiva tetap seperti Mesin Produksi, Komputer, Elektronik, Furniture, Kendaraan dan lain-lain. Asset Management dapat terbagi menjadi beberapa aktivitas diantaranya:

• Asset Register : Seluruh asset di register/didaftarkan dan dicatat dalam aplikasi asset manage-ment tersebut.

• Asset Maintenance : Pencatatan aktivitas maintenance yang dilakukan dan tanggal maintenance

• Asset Opname : Melakukan pengecekan asset secara berkala.

• Asset Borrow/Return : Melakukan pencata-tan peminjaman dan pengembalian barang. Informasi yang dicatat biasanya : Nama Peminjam, Lama waktu peminjaman dan barang yang dipinjam.

• Asset Distribution : Pencatatan asset yang akan dirinci/break down sesuai dengan kebijakan perusahan agar aset yang diidenti-fikasi bisa lebih detail.

V. RFID Pada Electronic Manufacturing

Hampir sama seperti penjelasan pada point 3 di atas namun perusahaannya berbeda dengan jenis produksi yang sama yaitu LCD TV hanya solusi teknologi yang diterapkannya di line production adalah teknologi RFID (Radio Frequency Identification). Sebelumnya mereka telah menggunakan teknologi barcode system, di mana setiap operator yang ada di suatu area saat melakukan kegiatan tertentu harus melaku-kan scanning ke nomer seri barcode (barcode serial number) yang terletak di belakang LCD TV

tersebut. Tetapi berdasarkan pengalaman mereka dengan menggunakan Barcode System ini mereka mengalami permasalahan pada user/operator mereka. Mereka kadang lupa melakukan proses scanning barcode tersebut. Oleh karena itu untuk menghindari hal ini maka kebijakannya digunakan RFID System. Proses operasionalnya adalah sebagai berikut :

1. Pada Proses awal, petugas menempelkan RFID Tag ke setiap container dari LCD TV yang akan berjalan di ban berjalan menuju area proses. Untuk membaca RFID tag tersebut, di setiap area proses sudah terpasang Antenna RFID yang terhubung dengan RFID Reader (yang terkoneksi dengan LAN). 2. Setiap proses akan berjalan sesuai dengan

tugasnya masing-masing, misalnya Proses A akan melakukan Install Software. Proses B akan melakukan testing terhadap fungsi Remote dan selanjutnya ke Proses C, Proses D dan seterusnya.

3. Setelah melakukan tugas dari setiap proses, operator akan meletakkan kembali LCD TV bersama Containernya ke ban berjalan. Secara otomatis RFID reader melalui RFID Antena akan melakukan tugasnya melakukan pembacaan RFID Tag, data dari proses line produksi yang diterima akan dilanjutkan ke Server Aplikasi terkait.

Struktur proses pembacaan RFID tag nya dapat anda lihat pada penampang gambar 6

data di setiap transaksi dapat ter-update secara on line dan real time pada sistem. Sehingga pergerakan unit stock di gudang akan dapat lebih mudah termonitoring. Info stock disini sangatlah penting karena akan mempengaruhi kelancaran proses selanjutnya yaitu distribusi produk.

III. Work In Process - TV LCD Manufaktur Penerapan Solusi Auto ID yang menarik di area manufacturing adalah penggunaan Hand Held Scanner/Barcode Reader di area WIP (work in process).

Di mana solusi ini telah diimplementasikan di salah satu customer yang juga memproduksi LCD TV untuk memonitor setiap proses yang ada di Line Produksi. Adapun proses operasionalnya adalah sebagai berikut :

1. Operator di line produksi akan melakukan scanning barcode serial number pada spare

part untuk proses tertentu.

2. Jika ditemukan spare part yang tidak sesuai dengan type TV LCD yang sudah ditentukan oleh sistem maka spare part tersebut akan dikembalikan ke ruang QC/ gudang Spare part.

3. Kemudian operator di lapangan akan melaku-kan scanning barcode pada spare part yang akan dipasang sesuai dengan type TV LCD yang sudah di tentukan oleh sistem dan data langsung ter-update di sistem database. 4. Selanjutnya setiap operator akan melakukan

proses masing-masing misalnya Proses A pemasangan baut di PCB monitor, Proses B install software, Proses C testing fungsi remote, Uji tahan panas dan dilanjutkan Proses C, dan Proses D.

5. Setelah itu LCD TV akan kembali ke ban berja-lan dan informasi proses akan diberja-lanjutkan ke server aplikasi terkait yaitu finish good dan proses penyimpanan di gudang .

Proses nya dapat dilihat pada gambar 4 di bawah.

TO P I K

Gambar 4. Penggunaan Barcode reader pada WORK IN PROCESS (WIP) di perusahaan manufaktur LCD TV

nal yang support wi-fi dan GPRS.

Untuk transaksi di lapangan seperti manufaktur dan area field services, sangat disarankan untuk menggunakan produk-produk enterprise di mana produk-produk tersebut memiliki IP Rating Minimum IP54, yang mana produk terse-but tahan akan benturan, cipratan air dan juga debu.

Pada Perusahaan yang memiliki area cold storage mobile terminal ini dapat tetap diguna-kan untuk melakudiguna-kan proses, sekalipun suhu di ruangan mencapai suhu -40°C

3. INDUSTRIAL HANDHELD SCANNER

Penggunaan industrial handheld scanner di area manufacturing, biasanya digunakan bersamaan dengan vehicle terminal yang dipasang pada forklift saat melakukan kegiatan proses put away atau picking. Handheld scanner yang digunakan dengan feature extended range memiliki daya scanning sampai 2 meter. Dengan scanner ini Operator forklift akan dengan mudah menscan-ning barcode yang jaraknya cukup jauh yang ada di racking dan di box. Secara otomatis data akan terinput di vehicle terminal.

Gambar 10. Vehicle Terminal dan Industrial Hanheld Scanner

(9)

Gambar 6. Penggunaan RFID reader pada WORK IN PROCESS (WIP) di perusahaan manufaktur LCD TV

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 9 Honeywell Security merupakan produsen

global terkemuka untuk solusi sistem keamanan dan otomatisasinya untuk aplikasi perumahan maupun korporasi.

Solusi yang ditawarkan sangat lengkap, seperti :

• Sistem pencegahan gangguan keamanan • Sistem peringatan atau alarm kebakaran • Sistem CCTV analog

• IP Camera

• Sistem kontrol akses canggih

Dengan portofolio teknologi tinggi, tim yang berpengalaman dan merek terpercaya, Honeywell telah mendapat pengakuan dunia diakui sebagai "mitra pilihan" dalam industri sistem keamanan. Tahun demi tahun, survei pembaca majalah “Security Distributing and Marketing” (http://www.sdmmag.com/) memilih Honeywell Security sebagai mitra yang paling disukai industri.

Honeywell sangat fokus pada teknologi sistem

VI. Industrial PC Pada Line Produksi

Industrial PC dapat dipakai pada setiap Line Produksi di manufacturing, yang memproduksi suatu produk secara masal. Pada setiap produk tersebut harus diberi Barcode sebagai kode identifikasi akan dilakukan scanning. Industrial PC yang sudah terpasang di area ini akan menerima data dari barcode scanner yang terhubung melalui port USB, untuk selanjutnya diteruskan ke server melalui media WiFi.

PRODUCT SOLUTION 1. LABEL PRINTER

Pada production floor dan warehouse manage-ment system, diperlukan fixed label printer untuk mencetak label barcode. Dalam pemilihan jenis printer label, volume dari cetak barcode harus diperhatikan karena setiap model printer label memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam mencetak label.

2. MOBILE TERMINAL

Pada setiap proses input data di lapangan, dibutuhkan mobile terminal yang sudah terinte-grated dengan barcode scanner. Beberapa feature dapat kita pilih sesuai dengan kebutu-han proses di lapangan, apakah mobile terminal dengan technology wifi only atau mobile termi-IV. Asset Management Tracking System

Asset Management Tracking System (AMTS) adalah salah satu aplikasi yang juga dapat diterapkan di area Manufacturing. Di mana aplikasi ini dapat membantu dalam memonitoring dan menelusuri aktiva tetap seperti Mesin Produksi, Komputer, Elektronik, Furniture, Kendaraan dan lain-lain. Asset Management dapat terbagi menjadi beberapa aktivitas diantaranya:

• Asset Register : Seluruh asset di register/didaftarkan dan dicatat dalam aplikasi asset manage-ment tersebut.

• Asset Maintenance : Pencatatan aktivitas maintenance yang dilakukan dan tanggal maintenance

• Asset Opname : Melakukan pengecekan asset secara berkala.

• Asset Borrow/Return : Melakukan pencata-tan peminjaman dan pengembalian barang. Informasi yang dicatat biasanya : Nama Peminjam, Lama waktu peminjaman dan barang yang dipinjam.

• Asset Distribution : Pencatatan asset yang akan dirinci/break down sesuai dengan kebijakan perusahan agar aset yang diidenti-fikasi bisa lebih detail.

V. RFID Pada Electronic Manufacturing

Hampir sama seperti penjelasan pada point 3 di atas namun perusahaannya berbeda dengan jenis produksi yang sama yaitu LCD TV hanya solusi teknologi yang diterapkannya di line production adalah teknologi RFID (Radio Frequency Identification). Sebelumnya mereka telah menggunakan teknologi barcode system, di mana setiap operator yang ada di suatu area saat melakukan kegiatan tertentu harus melaku-kan scanning ke nomer seri barcode (barcode serial number) yang terletak di belakang LCD TV

tersebut. Tetapi berdasarkan pengalaman mereka dengan menggunakan Barcode System ini mereka mengalami permasalahan pada user/operator mereka. Mereka kadang lupa melakukan proses scanning barcode tersebut. Oleh karena itu untuk menghindari hal ini maka kebijakannya digunakan RFID System. Proses operasionalnya adalah sebagai berikut :

1. Pada Proses awal, petugas menempelkan RFID Tag ke setiap container dari LCD TV yang akan berjalan di ban berjalan menuju area proses. Untuk membaca RFID tag tersebut, di setiap area proses sudah terpasang Antenna RFID yang terhubung dengan RFID Reader (yang terkoneksi dengan LAN). 2. Setiap proses akan berjalan sesuai dengan

tugasnya masing-masing, misalnya Proses A akan melakukan Install Software. Proses B akan melakukan testing terhadap fungsi Remote dan selanjutnya ke Proses C, Proses D dan seterusnya.

3. Setelah melakukan tugas dari setiap proses, operator akan meletakkan kembali LCD TV bersama Containernya ke ban berjalan. Secara otomatis RFID reader melalui RFID Antena akan melakukan tugasnya melakukan pembacaan RFID Tag, data dari proses line produksi yang diterima akan dilanjutkan ke Server Aplikasi terkait.

Struktur proses pembacaan RFID tag nya dapat anda lihat pada penampang gambar 6

keamanan dan menciptakan suatu Sistem Keamanan yang terpadu (integrated) dan terhubung (connected) atau berbasis ‘Network’ atau jaringan.

HONEYWELL UNIVERSAL SURVEILLANCE Honeywell Universal Surveillance (HUS) adalah suatu aplikasi pemantau (monitoring) keamanan yang berbasis jaringan. Di mana sistemnya dirancang agar penggunaan band-with sehemat mungkin dengan obyektif proses pemantauan (monitoring) secara on-line berjalan tanpa membebani jaringan itu sendiri.

HUS merupakan sistem monitoring dengan metode pengembangan yang sangat flexibel, dapat digunakan untuk memonitor suatu fasilitas dengan area yang luas, ataupun memonitor fasilitas-fasilitas kecil menjadi suatu kesatuan monitoring.

HUS mengintegrasikan sistem monitoring berbagai macam komponen security seperti sistem CCTV, sistem Access Control dan Sistem Alarm menjadi satu, sehingga memudahkan

TO P I K

Gambar 5. Implementasi Asset maintenance

nal yang support wi-fi dan GPRS.

Untuk transaksi di lapangan seperti manufaktur dan area field services, sangat disarankan untuk menggunakan produk-produk enterprise di mana produk-produk tersebut memiliki IP Rating Minimum IP54, yang mana produk terse-but tahan akan benturan, cipratan air dan juga debu.

Pada Perusahaan yang memiliki area cold storage mobile terminal ini dapat tetap diguna-kan untuk melakudiguna-kan proses, sekalipun suhu di ruangan mencapai suhu -40°C

3. INDUSTRIAL HANDHELD SCANNER

Penggunaan industrial handheld scanner di area manufacturing, biasanya digunakan bersamaan dengan vehicle terminal yang dipasang pada forklift saat melakukan kegiatan proses put away atau picking. Handheld scanner yang digunakan dengan feature extended range memiliki daya scanning sampai 2 meter. Dengan scanner ini Operator forklift akan dengan mudah menscan-ning barcode yang jaraknya cukup jauh yang ada di racking dan di box. Secara otomatis data akan terinput di vehicle terminal.

Gambar 10. Vehicle Terminal dan Industrial Hanheld Scanner

Gambar 11. Industrial Handhel Scanner

operator dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satu contoh produk Honeywell HUS yaitu:

HUS-VMS (Gb. 12)

Gambar 14. HUS-VMS

HUS-VMS adalah Server Management baik untuk monitoring maupun untuk me-manage perangkat security seperti CCTV (analog maupun digital), Access Control Server dan Panel Sistem Alarm, serta perang-kat 3rd Party. Sistem HUS-VMS dapat mem-berikan solusi management terpusat (centralized), sehingga membantu dalam proses monitoring dan audit operasional secara menyeluruh melalui satu Server Man-agement. HUS-VMS tentunya berbasis IP sehingga dapat dikoneksikan ke jaringan intranet dan internet, sehingga dapat diakses dari manapun di mana akses ke internet. Dengan sistem yang terpadu seperti HUS-VMS tersebut, benefit utama yang didapat-kan adalah respon atau reaksi yang cepat dapat dilakukan pada saat suatu insiden terjadi di lapangan.

(10)

TO P I K

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014

10 Honeywell Security merupakan produsen

global terkemuka untuk solusi sistem keamanan dan otomatisasinya untuk aplikasi perumahan maupun korporasi.

Solusi yang ditawarkan sangat lengkap, seperti :

• Sistem pencegahan gangguan keamanan • Sistem peringatan atau alarm kebakaran • Sistem CCTV analog

• IP Camera

• Sistem kontrol akses canggih

Dengan portofolio teknologi tinggi, tim yang berpengalaman dan merek terpercaya, Honeywell telah mendapat pengakuan dunia diakui sebagai "mitra pilihan" dalam industri sistem keamanan. Tahun demi tahun, survei pembaca majalah “Security Distributing and

Marketing” (http://www.sdmmag.com/)

memilih Honeywell Security sebagai mitra yang paling disukai industri.

Honeywell sangat fokus pada teknologi sistem

VI. Industrial PC Pada Line Produksi

Industrial PC dapat dipakai pada setiap Line Produksi di manufacturing, yang memproduksi suatu produk secara masal. Pada setiap produk tersebut harus diberi Barcode sebagai kode identifikasi akan dilakukan scanning. Industrial PC yang sudah terpasang di area ini akan menerima data dari barcode scanner yang terhubung melalui port USB, untuk selanjutnya diteruskan ke server melalui media WiFi.

PRODUCT SOLUTION 1. LABEL PRINTER

Pada production floor dan warehouse manage-ment system, diperlukan fixed label printer untuk mencetak label barcode. Dalam pemilihan jenis printer label, volume dari cetak barcode harus diperhatikan karena setiap model printer label memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam mencetak label.

2. MOBILE TERMINAL

Pada setiap proses input data di lapangan, dibutuhkan mobile terminal yang sudah terinte-grated dengan barcode scanner. Beberapa feature dapat kita pilih sesuai dengan kebutu-han proses di lapangan, apakah mobile terminal dengan technology wifi only atau mobile termi-IV. Asset Management Tracking System

Asset Management Tracking System (AMTS) adalah salah satu aplikasi yang juga dapat diterapkan di area Manufacturing. Di mana aplikasi ini dapat membantu dalam memonitoring dan menelusuri aktiva tetap seperti Mesin Produksi, Komputer, Elektronik, Furniture, Kendaraan dan lain-lain. Asset Management dapat terbagi menjadi beberapa aktivitas diantaranya:

• Asset Register : Seluruh asset di register/didaftarkan dan dicatat dalam aplikasi asset manage-ment tersebut.

• Asset Maintenance : Pencatatan aktivitas maintenance yang dilakukan dan tanggal maintenance

• Asset Opname : Melakukan pengecekan asset secara berkala.

• Asset Borrow/Return : Melakukan pencata-tan peminjaman dan pengembalian barang. Informasi yang dicatat biasanya : Nama Peminjam, Lama waktu peminjaman dan barang yang dipinjam.

• Asset Distribution : Pencatatan asset yang akan dirinci/break down sesuai dengan kebijakan perusahan agar aset yang diidenti-fikasi bisa lebih detail.

V. RFID Pada Electronic Manufacturing

Hampir sama seperti penjelasan pada point 3 di atas namun perusahaannya berbeda dengan jenis produksi yang sama yaitu LCD TV hanya solusi teknologi yang diterapkannya di line production adalah teknologi RFID (Radio Frequency Identification). Sebelumnya mereka telah menggunakan teknologi barcode system, di mana setiap operator yang ada di suatu area saat melakukan kegiatan tertentu harus melaku-kan scanning ke nomer seri barcode (barcode serial number) yang terletak di belakang LCD TV

tersebut. Tetapi berdasarkan pengalaman mereka dengan menggunakan Barcode System ini mereka mengalami permasalahan pada user/operator mereka. Mereka kadang lupa melakukan proses scanning barcode tersebut. Oleh karena itu untuk menghindari hal ini maka kebijakannya digunakan RFID System. Proses operasionalnya adalah sebagai berikut :

1. Pada Proses awal, petugas menempelkan RFID Tag ke setiap container dari LCD TV yang akan berjalan di ban berjalan menuju area proses. Untuk membaca RFID tag tersebut, di setiap area proses sudah terpasang Antenna RFID yang terhubung dengan RFID Reader (yang terkoneksi dengan LAN). 2. Setiap proses akan berjalan sesuai dengan

tugasnya masing-masing, misalnya Proses A akan melakukan Install Software. Proses B akan melakukan testing terhadap fungsi Remote dan selanjutnya ke Proses C, Proses D dan seterusnya.

3. Setelah melakukan tugas dari setiap proses, operator akan meletakkan kembali LCD TV bersama Containernya ke ban berjalan. Secara otomatis RFID reader melalui RFID Antena akan melakukan tugasnya melakukan pembacaan RFID Tag, data dari proses line produksi yang diterima akan dilanjutkan ke Server Aplikasi terkait.

Struktur proses pembacaan RFID tag nya dapat anda lihat pada penampang gambar 6

keamanan dan menciptakan suatu Sistem Keamanan yang terpadu (integrated) dan terhubung (connected) atau berbasis ‘Network’ atau jaringan.

HONEYWELL UNIVERSAL SURVEILLANCE Honeywell Universal Surveillance (HUS) adalah suatu aplikasi pemantau (monitoring) keamanan yang berbasis jaringan. Di mana sistemnya dirancang agar penggunaan band-with sehemat mungkin dengan obyektif proses pemantauan (monitoring) secara on-line berjalan tanpa membebani jaringan itu sendiri.

HUS merupakan sistem monitoring dengan metode pengembangan yang sangat flexibel, dapat digunakan untuk memonitor suatu fasilitas dengan area yang luas, ataupun memonitor fasilitas-fasilitas kecil menjadi suatu kesatuan monitoring.

HUS mengintegrasikan sistem monitoring berbagai macam komponen security seperti sistem CCTV, sistem Access Control dan Sistem Alarm menjadi satu, sehingga memudahkan

Gambar 7. Industrial PC di Manufacturing

Gambar 8. Label Barcode Printer

nal yang support wi-fi dan GPRS.

Untuk transaksi di lapangan seperti manufaktur dan area field services, sangat disarankan untuk menggunakan produk-produk enterprise di mana produk-produk tersebut memiliki IP Rating Minimum IP54, yang mana produk terse-but tahan akan benturan, cipratan air dan juga debu.

Pada Perusahaan yang memiliki area cold storage mobile terminal ini dapat tetap diguna-kan untuk melakudiguna-kan proses, sekalipun suhu di ruangan mencapai suhu -40°C

3. INDUSTRIAL HANDHELD SCANNER

Penggunaan industrial handheld scanner di area manufacturing, biasanya digunakan bersamaan dengan vehicle terminal yang dipasang pada forklift saat melakukan kegiatan proses put away atau picking. Handheld scanner yang digunakan dengan feature extended range memiliki daya scanning sampai 2 meter. Dengan scanner ini Operator forklift akan dengan mudah menscan-ning barcode yang jaraknya cukup jauh yang ada di racking dan di box. Secara otomatis data akan terinput di vehicle terminal.

Gambar 10. Vehicle Terminal dan Industrial Hanheld Scanner

Gambar 11. Industrial Handhel Scanner Gambar 9. Mobile Terminal

operator dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satu contoh produk Honeywell HUS yaitu:

HUS-VMS (Gb. 12)

Gambar 14. HUS-VMS

HUS-VMS adalah Server Management baik untuk monitoring maupun untuk me-manage perangkat security seperti CCTV (analog maupun digital), Access Control Server dan Panel Sistem Alarm, serta perang-kat 3rd Party. Sistem HUS-VMS dapat mem-berikan solusi management terpusat (centralized), sehingga membantu dalam proses monitoring dan audit operasional secara menyeluruh melalui satu Server Man-agement. HUS-VMS tentunya berbasis IP sehingga dapat dikoneksikan ke jaringan intranet dan internet, sehingga dapat diakses dari manapun di mana akses ke internet. Dengan sistem yang terpadu seperti HUS-VMS tersebut, benefit utama yang didapat-kan adalah respon atau reaksi yang cepat dapat dilakukan pada saat suatu insiden terjadi di lapangan.

(11)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 11

TO P I K

Dalam suatu Surveillance System terdapat komponen utama sebagai berikut:

A. Kamera (CCTV, IP Camera) B. Media transmisi, dapat berupa:

a. Kabel tembaga (coaxial cable, UTP cable) b. Kabel serat optik (fiber optic)

c. Teknologi Wireless

C. Perangkat monitor (CRT TV, LCD TV)

D. Perangkat rekam (DVR untuk CCTV analog, dan NVR untuk IP Camera).

Penerapan Surveillance System dapat dilakukan dan bahkan menjadi kebutuhan hampir di semua segi industri, antara lain :

• Perbankan

• Properti (Perkantoran, Perumahan, dan sebagainya)

• Ritel

• Transportasi (Jalan Tol, Bandara, Pelabuhan, dan sebagainya)

• Logistik (Pergudangan, dan sebagainya) • Manufaktur (Pabrik, dan sebagainya) • Pertambangan

• Perkebunan • Perhotelan

• Pendidikan (Sekolah, Kampus, dan sebagainya)

• Rumah sakit

• Kepolisian dan Militer • Dan sebagainya. B. Alarm System

Alarm System atau Sistem Tanda Bahaya dalam Security System adalah sistem yang dibuat/dirancang untuk mendeteksi adanya intrusi (gangguan) yang dapat membahayakan atau mengancam sistem keamanan. Sangatlah penting tanda bahaya dicetuskan sedini mung-kin agar tidak terjadi gangguan keamanan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang tidak sedikit.

Sebagai contoh Alarm System dapat meliputi: 1. Car Alarm. Sistem alarm khusus mobil untuk

pencegahan kehilangan/pencurian mobil. 2. Burglar Alarm. Sistem alarm anti-maling

khusus untuk pencegahan pencuri atau pendobrak memasuki rumah/gedung perkan-toran. Umumnya, terutama dalam dunia korporasi burglar alarm pada umumnya terintegrasi dalam Intrusion Protection

System (sistem proteksi atau peringatan dini terhadap adanya penyusup atau kehadiran personal yang tidak memiliki hak/ijin (unauthorized personnel) di suatu lokasi/ruangan tertentu.

3. Fire Alarm. Sistem alarm anti-kebakaran khusus untuk peringatan dini terhadap bahaya kebakaran.

Berikutnya pembahasan tidak akan membahas perihal Car Alarm.

Adapun dalam sistem Burglar Alarm dan Fire Alarm sangat erat kaitannya dengan komponen sensor. Di mana sensor sebagai komponen ujung tombak sistem yang merupakan alat-pintar yang pertama kali mendeteksi adanya gangguan (intrusion) dan melanjutkannya ke sistem kontrol sehingga sistem mengetahui adanya ancaman terhadap sistem keamanan.

Berbagai macam sensor yang biasa digunakan dalam dalam suatu Alarm System:

A. Motion Sensor (sensor gerak, pada gambar 1).

B. Photoelectric Sensor (sensor photoelectric, hampir sama secara fungsi dengan sensor gerak, namun jauh lebih akurat dan lebih mahal, pada gambar 2).

C. Vibration Sensor (sensor getaran, biasanya untuk aset bernilai tinggi seperti mesin ATM, Filling-Cabinet, Vending-machines dan sebagainya.)

D. Smoke sensor (sensor asap)

E. Heat sensor (sensor panas) dan sebagainya.

Solusi Sistem Keamanan

(Security System Solution)

Sistem Keamanan sudah merupakan kebutuhan

utama bagi kehidupan kita, karena rasa aman merupakan kebutuhan dasar bagi hidup kita. Tanpa rasa aman, niscaya kita tidak dapat hidup tentram damai dan menjalakan keseharian kita dengan produktif.

Rasa aman yang dimaksud meliputi rasa aman terhadap ancaman atau kemungkinan terjadinya :

1. Pencurian 2. Penyusupan 3. Kebakaran 4. Kecelakaan

Untuk itu perlu adanya upaya pencegahan (prevention) terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang merugikan tersebut di atas. Maka, dibutuhkanlah suatu Sistem Keamanan yang terpadu agar terciptanya rasa aman tadi.

Adapun obyek yang perlu dilindungi dari berba-gai ancaman tersebut di atas adalah: Jiwa raga manusia dan harta benda atau aset berharga seperti: bangunan, barang berharga, dokumen, data elektronis dan sebagainya.

Dari segi teknologi, suatu sistem keamanan berbasis elektronis yang terpadu meliputi : A. Surveillance System (kamera pemantau) B. Alarm System

C. Access Control System A. Surveillance System.

Surveillance System adalah sistem pengawasan atau pemantauan yang memanfaatkan teknologi kamera CCTV (Closed Circuit Televi-sion). Kini seiring dengan kemajuan teknologi terdapat dua jenis kamera CCTV, yaitu : kamera CCTV analog dan CCTV digital yang lebih sering disebut IP Network Camera (IP Camera).

Pengertian kamera CCTV itu sendiri adalah suatu alat yang dapat merekam gambar dan mengirimkan informasi atau data gambar tersebut melalui media kabel tembaga ataupun secara nir-kabel (wireless) ke lokasi atau ruangan tertentu (misalkan control room) untuk diawasi, dianalisa dan direkam. Proses analisa dapat dilakukan secara langsung maupun sesudahnya. Hal tersebut dimungkin-kan karena adanya fitur rekam dalam suatu Surveillance System.

Dalam pemilihan kapan menggunakan CCTV analog dan kapan menggunakan IP Camera, ada beberapa parameter yang dapat membantu dalam milih kamera analog atau digital.

Di bawah ini beberapa ciri sebagai referensi teknologi IP Camera yang sebaiknya dipilih. Ciri-ciri tersebut adalah:

1. Disekitar area pemasangan kamera sudah ada jaringan LAN.

2. Dibutuhkan resolusi gambar yang cukup tinggi.

3. Dibutuhkan enkripsi dalam mentransmisikan informasi atau data gambar dari kamera ke ruang kontrol.

Apabila ketiga ciri tersebut di atas tidak menjadi keharusan, maka lebih baik teknologi kamera analog atau CCTV analog yang dipilih.

Adapun tren teknologi kamera Surveillance, mengarah kepada kamera digital atau IP Camera.

Secara umum harga IP Camera lebih mahal dari pada kamera CCTV analog. Berikut beberapa kelebihan IP Camera:

1. Resolusi gambar lebih tinggi.

2. Lebih murah dalam biaya instalasi (kabel penghubung menggunakan UTP Cable). 3. Mendukung teknologi enkripsi.

(12)

IMPLEMENTASI DI LAPANGAN

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014

12

Wajib membersihkan tangan dan menggunakan seragam yang diwajibkan saat memasuki area produksi untuk memberikan training di salah satu ruangan yang ada di area ini.

Engineer kami Hendi Fulmansyah, sedang memberi-kan training penggunaan Intermec Mobile Computer CK3 dalam melakukan loading process.

Engineer Hendi Fulmansyah dan Purwoko, juga sedang memberikan training penggunaan Barcode Printer PM4i kepada para staff.

Engineer kami Purwoko(paling kanan), sedang memberikan training penggunaan Industrial Barcode Scanner SR61 dan Barcode Printer PM4i kepada para staff dari perusahaan tersebut.

Salah satu produsen F & B(Food and Beverage) terbesar di Indonesia sudah menggunakan produk Intermec yaitu Barcode Printer PM4i, Mobile Computer CK3 dan Industrial Bacode Scanner SR61. Produk-produk ini dipergunakan pada area proses pengolahan produksi bahan makanan di pabrik mereka

(13)

TO P I K

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 13

Mengucapkan

Seluruh staff dan Manajemen PT. AUTOJAYA IDETECH dan PT. SOLUSI PERIFERAL

Selamat Hari Raya Nyepi

Tahun Baru Çaka 1936 (31 Maret 2014)

“Om Çantih, Çantih, Çantih Om”

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan serta tutunanNya dalam melaksanakan Swadharma. Dan di tahun baru Saka ini juga akan tercipta kedamaian.. damai di hati, damai di dunia dan damai selalu.

KOLOM

KETAWA

JOKI dan PELATIH

Seorang joki yang biasa menjuarai berbagai perlombaan ketangkasan berkuda akan mengikuti perlombaan akbar, namun mendekati pertandingan kuda yang akan digunakan mendadak bermasalah dengan kakinya. Sang pelatih tidak mau anak didiknya gagal pada perlombaan. Untuk itu dia mengambil kuda cadangannya sebagai pengganti kuda yang bermasalah tadi. Sebelum perlombaan sang pelatih mengata-kan kepada anak didiknya, "Kamu harus ingat saat mengen-darai kuda ini yaitu setiap kali kamu mendekati halang rintang(palang) untuk dilompati, kamu harus berteriak, 'OOOP Lahhhhh !' dengan sekeras-kerasnya di telinga kuda. Maka kamu akan melakukannya dengan baik. Karena in Kuda juga berpengalaman"

Joki mulai ngedumel dan berpikir aneh karena baru kali ini atas perintah pelatihnya meminta dia untuk berteriak kepada seekor kuda saat mengendarainya. Perlombaanpun dimulai, sang joki mulai mengendarai kudanya dan saat mendekati rintangan pertama . Joki mengabaikan saran konyol sang pelatih dan akibatnya kuda tersebut menabrak halang rintang yang pertama. Sang Joki kecewa namun tetap mengendarai dan mendekati rintangan kedua. Joki , agak malu, sambil berbisik 'oop Lahhh ' di telinga kuda. Hal yang sama pun

terjadi - kuda kembali mena-brak halang rintang yang

kedua. Pada rintangan ketiga, joki berpikir, "Tidak ada gunanya, aku harus melakukannya" sambil berteriak dengan keras, "OOOP LAAAHHHH !!". Benar saja , kuda mampu melewati rintangan dengan sempurna. Keberhasilan ini terus berlanjut sampai sisa rintangan yang terakhir,, namun karena 2 kegagalan sebelumnya, kuda hanya mampu melewati 5 rintangan dari 7 rintangan yang dihadapi.

Sang Pelatih pun marah dan meminta joki menjelaskan mengapa sang kuda bisa mena-brak halang rintang yang pertama dan kedua??. Joki menjawab, "Tidak ada yang salah dengan saya - saya sudah teriakk 'OOOP Lahhhhh', tapi kudanya saja yang tuli - kaga denger''

Pelatih menjawab : '' Tuli ? Tuliii ? Dia tidak tuli tauu… tapi tuu kuda Butaaa !!

Joki : "%&((###@@@ oooo !!" (pantesan dalam hatinya....ngomong dari awal napa?)

(14)

TO P I K

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014

14

Dalam suatu Surveillance System terdapat komponen utama sebagai berikut:

A. Kamera (CCTV, IP Camera) B. Media transmisi, dapat berupa:

a. Kabel tembaga (coaxial cable, UTP cable) b. Kabel serat optik (fiber optic)

c. Teknologi Wireless

C. Perangkat monitor (CRT TV, LCD TV)

D. Perangkat rekam (DVR untuk CCTV analog, dan NVR untuk IP Camera).

Penerapan Surveillance System dapat dilakukan dan bahkan menjadi kebutuhan hampir di semua segi industri, antara lain :

• Perbankan

• Properti (Perkantoran, Perumahan, dan sebagainya)

• Ritel

• Transportasi (Jalan Tol, Bandara, Pelabuhan, dan sebagainya)

• Logistik (Pergudangan, dan sebagainya) • Manufaktur (Pabrik, dan sebagainya) • Pertambangan

• Perkebunan • Perhotelan

• Pendidikan (Sekolah, Kampus, dan sebagainya)

• Rumah sakit

• Kepolisian dan Militer • Dan sebagainya. B. Alarm System

Alarm System atau Sistem Tanda Bahaya dalam Security System adalah sistem yang dibuat/dirancang untuk mendeteksi adanya intrusi (gangguan) yang dapat membahayakan atau mengancam sistem keamanan. Sangatlah penting tanda bahaya dicetuskan sedini mung-kin agar tidak terjadi gangguan keamanan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang tidak sedikit.

Sebagai contoh Alarm System dapat meliputi: 1. Car Alarm. Sistem alarm khusus mobil untuk

pencegahan kehilangan/pencurian mobil. 2. Burglar Alarm. Sistem alarm anti-maling

khusus untuk pencegahan pencuri atau pendobrak memasuki rumah/gedung perkan-toran. Umumnya, terutama dalam dunia korporasi burglar alarm pada umumnya terintegrasi dalam Intrusion Protection

System (sistem proteksi atau peringatan dini terhadap adanya penyusup atau kehadiran personal yang tidak memiliki hak/ijin (unauthorized personnel) di suatu lokasi/ruangan tertentu.

3. Fire Alarm. Sistem alarm anti-kebakaran khusus untuk peringatan dini terhadap bahaya kebakaran.

Berikutnya pembahasan tidak akan membahas perihal Car Alarm.

Adapun dalam sistem Burglar Alarm dan Fire Alarm sangat erat kaitannya dengan komponen sensor. Di mana sensor sebagai komponen ujung tombak sistem yang merupakan alat-pintar yang pertama kali mendeteksi adanya gangguan (intrusion) dan melanjutkannya ke sistem kontrol sehingga sistem mengetahui adanya ancaman terhadap sistem keamanan.

Berbagai macam sensor yang biasa digunakan dalam dalam suatu Alarm System:

A. Motion Sensor (sensor gerak, pada gambar 1).

B. Photoelectric Sensor (sensor photoelectric, hampir sama secara fungsi dengan sensor gerak, namun jauh lebih akurat dan lebih mahal, pada gambar 2).

C. Vibration Sensor (sensor getaran, biasanya untuk aset bernilai tinggi seperti mesin ATM, Filling-Cabinet, Vending-machines dan sebagainya.)

D. Smoke sensor (sensor asap)

E. Heat sensor (sensor panas) dan sebagainya.

Sistem Keamanan sudah merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan kita, karena rasa aman merupakan kebutuhan dasar bagi hidup kita. Tanpa rasa aman, niscaya kita tidak dapat hidup tentram damai dan menjalakan keseharian kita dengan produktif.

Rasa aman yang dimaksud meliputi rasa aman terhadap ancaman atau kemungkinan terjadinya :

1. Pencurian 2. Penyusupan 3. Kebakaran 4. Kecelakaan

Untuk itu perlu adanya upaya pencegahan (prevention) terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang merugikan tersebut di atas. Maka, dibutuhkanlah suatu Sistem Keamanan yang terpadu agar terciptanya rasa aman tadi.

Adapun obyek yang perlu dilindungi dari berba-gai ancaman tersebut di atas adalah: Jiwa raga manusia dan harta benda atau aset berharga seperti: bangunan, barang berharga, dokumen, data elektronis dan sebagainya.

Dari segi teknologi, suatu sistem keamanan berbasis elektronis yang terpadu meliputi : A. Surveillance System (kamera pemantau) B. Alarm System

C. Access Control System A. Surveillance System.

Surveillance System adalah sistem pengawasan atau pemantauan yang memanfaatkan teknologi kamera CCTV (Closed Circuit Televi-sion). Kini seiring dengan kemajuan teknologi terdapat dua jenis kamera CCTV, yaitu : kamera CCTV analog dan CCTV digital yang lebih sering disebut IP Network Camera (IP Camera).

Pengertian kamera CCTV itu sendiri adalah suatu alat yang dapat merekam gambar dan mengirimkan informasi atau data gambar tersebut melalui media kabel tembaga ataupun secara nir-kabel (wireless) ke lokasi atau ruangan tertentu (misalkan control room) untuk diawasi, dianalisa dan direkam. Proses analisa dapat dilakukan secara langsung maupun sesudahnya. Hal tersebut dimungkin-kan karena adanya fitur rekam dalam suatu Surveillance System.

Dalam pemilihan kapan menggunakan CCTV analog dan kapan menggunakan IP Camera, ada beberapa parameter yang dapat membantu dalam milih kamera analog atau digital.

Di bawah ini beberapa ciri sebagai referensi teknologi IP Camera yang sebaiknya dipilih. Ciri-ciri tersebut adalah:

1. Disekitar area pemasangan kamera sudah ada jaringan LAN.

2. Dibutuhkan resolusi gambar yang cukup tinggi.

3. Dibutuhkan enkripsi dalam mentransmisikan informasi atau data gambar dari kamera ke ruang kontrol.

Apabila ketiga ciri tersebut di atas tidak menjadi keharusan, maka lebih baik teknologi kamera analog atau CCTV analog yang dipilih.

Adapun tren teknologi kamera Surveillance, mengarah kepada kamera digital atau IP Camera.

Secara umum harga IP Camera lebih mahal dari pada kamera CCTV analog. Berikut beberapa kelebihan IP Camera:

1. Resolusi gambar lebih tinggi.

2. Lebih murah dalam biaya instalasi (kabel penghubung menggunakan UTP Cable). 3. Mendukung teknologi enkripsi.

(15)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 15

TO P I K

Sama halnya dengan kamera, sensor-sensor pada Sistem Alarm terhubung dengan sistem kontrol panel alarm bisa melalui media kabel (tembaga maupun optik) dan atau via nir-kabel (wireless).

Beberapa hal lainnya yang menjadi bahan pertimbangan dalam pemilihan sistem alarm, antara lain:

1. Sistem dapat mendeteksi adanya tindakan sabotase(pemotongan kabel media peng-hubung sensor), dan dapat melakukan pang-gilan telpon langsung atau sms, melalui modem GSM/GPRS.

2. Sistem dapat tetap bekerja atau tidak terpen-garuh bila terjadi pemadaman listrik.

3. Sistem memiliki fitur untuk pengaktifan kembali secara remote.

C. Access Control System

Access Control System adalah bagian dari suatu sistem keamanan yang fungsi utamanya adalah mengontrol akses (pintu) masuk suatu properti, gedung atau ruangan. Dengan obyektif, hanya orang-orang tertentu yang memiliki hak untuk mengakses properti, gedung atau ruangan tersebut, diwaktu-waktu tertentu. Secara umum parameter kontrolnya adalah:

1. Siapa 2. Di mana 3. Kapan

Komponen dari Access Control System: A. Kunci Elektronic

B. Reader (proximity, biometric, keypad etc.) C. Panel Control

Berikut ini tipikal topologi dari Access Control System (Gambar 3):

Contoh pemasangan Electric Bolt

Gambar 3. Access Control System Topology

Gambar 4. Electric Bolt Door Lock

Gambar 5. Pemasangan Electric Bolt Door Lock

Gambar 6. Electric-Magnetic Door Lock

Beberapa macam Electric Door Lock: a. Electric Bolt Door Lock

b. Electro-Magnetic Door Lock

Gambar 2. Photoelectric Sensor

Typical

Door/Window Frame Indoor Fence Tops Window (interior/exterior) Doorways

Garages/ Gates/Walls Skylights

(16)

Gebyar Auto -ID edisi 26/2014 16

Honeywell Security merupakan produsen global terkemuka untuk solusi sistem keamanan dan otomatisasinya untuk aplikasi perumahan maupun korporasi.

Solusi yang ditawarkan sangat lengkap, seperti :

• Sistem pencegahan gangguan keamanan • Sistem peringatan atau alarm kebakaran • Sistem CCTV analog

• IP Camera

• Sistem kontrol akses canggih

Dengan portofolio teknologi tinggi, tim yang berpengalaman dan merek terpercaya, Honeywell telah mendapat pengakuan dunia diakui sebagai "mitra pilihan" dalam industri sistem keamanan. Tahun demi tahun, survei pembaca majalah “Security Distributing and Marketing” (http://www.sdmmag.com/) memilih Honeywell Security sebagai mitra yang paling disukai industri.

Honeywell sangat fokus pada teknologi sistem

VI. Industrial PC Pada Line Produksi

Industrial PC dapat dipakai pada setiap Line Produksi di manufacturing, yang memproduksi suatu produk secara masal. Pada setiap produk tersebut harus diberi Barcode sebagai kode identifikasi akan dilakukan scanning. Industrial PC yang sudah terpasang di area ini akan menerima data dari barcode scanner yang terhubung melalui port USB, untuk selanjutnya diteruskan ke server melalui media WiFi.

PRODUCT SOLUTION 1. LABEL PRINTER

Pada production floor dan warehouse manage-ment system, diperlukan fixed label printer untuk mencetak label barcode. Dalam pemilihan jenis printer label, volume dari cetak barcode harus diperhatikan karena setiap model printer label memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam mencetak label.

2. MOBILE TERMINAL

Pada setiap proses input data di lapangan, dibutuhkan mobile terminal yang sudah terinte-grated dengan barcode scanner. Beberapa feature dapat kita pilih sesuai dengan kebutu-han proses di lapangan, apakah mobile terminal dengan technology wifi only atau mobile termi-IV. Asset Management Tracking System

Asset Management Tracking System (AMTS) adalah salah satu aplikasi yang juga dapat diterapkan di area Manufacturing. Di mana aplikasi ini dapat membantu dalam memonitoring dan menelusuri aktiva tetap seperti Mesin Produksi, Komputer, Elektronik, Furniture, Kendaraan dan lain-lain. Asset Management dapat terbagi menjadi beberapa aktivitas diantaranya:

• Asset Register : Seluruh asset di register/didaftarkan dan dicatat dalam aplikasi asset manage-ment tersebut.

• Asset Maintenance : Pencatatan aktivitas maintenance yang dilakukan dan tanggal maintenance

• Asset Opname : Melakukan pengecekan asset secara berkala.

• Asset Borrow/Return : Melakukan pencata-tan peminjaman dan pengembalian barang. Informasi yang dicatat biasanya : Nama Peminjam, Lama waktu peminjaman dan barang yang dipinjam.

• Asset Distribution : Pencatatan asset yang akan dirinci/break down sesuai dengan kebijakan perusahan agar aset yang diidenti-fikasi bisa lebih detail.

V. RFID Pada Electronic Manufacturing

Hampir sama seperti penjelasan pada point 3 di atas namun perusahaannya berbeda dengan jenis produksi yang sama yaitu LCD TV hanya solusi teknologi yang diterapkannya di line production adalah teknologi RFID (Radio Frequency Identification). Sebelumnya mereka telah menggunakan teknologi barcode system, di mana setiap operator yang ada di suatu area saat melakukan kegiatan tertentu harus melaku-kan scanning ke nomer seri barcode (barcode serial number) yang terletak di belakang LCD TV

tersebut. Tetapi berdasarkan pengalaman mereka dengan menggunakan Barcode System ini mereka mengalami permasalahan pada user/operator mereka. Mereka kadang lupa melakukan proses scanning barcode tersebut. Oleh karena itu untuk menghindari hal ini maka kebijakannya digunakan RFID System. Proses operasionalnya adalah sebagai berikut :

1. Pada Proses awal, petugas menempelkan RFID Tag ke setiap container dari LCD TV yang akan berjalan di ban berjalan menuju area proses. Untuk membaca RFID tag tersebut, di setiap area proses sudah terpasang Antenna RFID yang terhubung dengan RFID Reader (yang terkoneksi dengan LAN). 2. Setiap proses akan berjalan sesuai dengan

tugasnya masing-masing, misalnya Proses A akan melakukan Install Software. Proses B akan melakukan testing terhadap fungsi Remote dan selanjutnya ke Proses C, Proses D dan seterusnya.

3. Setelah melakukan tugas dari setiap proses, operator akan meletakkan kembali LCD TV bersama Containernya ke ban berjalan. Secara otomatis RFID reader melalui RFID Antena akan melakukan tugasnya melakukan pembacaan RFID Tag, data dari proses line produksi yang diterima akan dilanjutkan ke Server Aplikasi terkait.

Struktur proses pembacaan RFID tag nya dapat anda lihat pada penampang gambar 6

keamanan dan menciptakan suatu Sistem Keamanan yang terpadu (integrated) dan terhubung (connected) atau berbasis ‘Network’ atau jaringan.

HONEYWELL UNIVERSAL SURVEILLANCE Honeywell Universal Surveillance (HUS) adalah suatu aplikasi pemantau (monitoring) keamanan yang berbasis jaringan. Di mana sistemnya dirancang agar penggunaan band-with sehemat mungkin dengan obyektif proses pemantauan (monitoring) secara on-line berjalan tanpa membebani jaringan itu sendiri.

HUS merupakan sistem monitoring dengan metode pengembangan yang sangat flexibel, dapat digunakan untuk memonitor suatu fasilitas dengan area yang luas, ataupun memonitor fasilitas-fasilitas kecil menjadi suatu kesatuan monitoring.

HUS mengintegrasikan sistem monitoring berbagai macam komponen security seperti sistem CCTV, sistem Access Control dan Sistem Alarm menjadi satu, sehingga memudahkan

TO P I K

nal yang support wi-fi dan GPRS.

Untuk transaksi di lapangan seperti manufaktur dan area field services, sangat disarankan untuk menggunakan produk-produk enterprise di mana produk-produk tersebut memiliki IP Rating Minimum IP54, yang mana produk terse-but tahan akan benturan, cipratan air dan juga debu.

Pada Perusahaan yang memiliki area cold storage mobile terminal ini dapat tetap diguna-kan untuk melakudiguna-kan proses, sekalipun suhu di ruangan mencapai suhu -40°C

3. INDUSTRIAL HANDHELD SCANNER

Penggunaan industrial handheld scanner di area manufacturing, biasanya digunakan bersamaan dengan vehicle terminal yang dipasang pada forklift saat melakukan kegiatan proses put away atau picking. Handheld scanner yang digunakan dengan feature extended range memiliki daya scanning sampai 2 meter. Dengan scanner ini Operator forklift akan dengan mudah menscan-ning barcode yang jaraknya cukup jauh yang ada di racking dan di box. Secara otomatis data akan terinput di vehicle terminal.

Gambar 10. Vehicle Terminal dan Industrial Hanheld Scanner

Gambar 11. Industrial Handhel Scanner

Contoh pemasangan Electro-Magnetic :

Macam-macam Reader Access Control: a. Proximity Reader :

b. Biometric Reader : c. Electric Strike Door Lock (Gb. 8):

Gambar 7. Pemasangan Electric-Magnetic Door Lock

Gambar 8. Electric Strike Door Lock

Gambar 8. Pemasangan Electric Strike Door Lock

Gambar 9. Proximity Reader

Gambar 10. Biometric Reader

Gambar 11. Keypad Reader

c. Keypad Reader :

operator dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satu contoh produk Honeywell HUS yaitu:

HUS-VMS (Gb. 12)

Gambar 14. HUS-VMS

HUS-VMS adalah Server Management baik untuk monitoring maupun untuk me-manage perangkat security seperti CCTV (analog maupun digital), Access Control Server dan Panel Sistem Alarm, serta perang-kat 3rd Party. Sistem HUS-VMS dapat mem-berikan solusi management terpusat (centralized), sehingga membantu dalam proses monitoring dan audit operasional secara menyeluruh melalui satu Server Man-agement. HUS-VMS tentunya berbasis IP sehingga dapat dikoneksikan ke jaringan intranet dan internet, sehingga dapat diakses dari manapun di mana akses ke internet. Dengan sistem yang terpadu seperti HUS-VMS tersebut, benefit utama yang didapat-kan adalah respon atau reaksi yang cepat dapat dilakukan pada saat suatu insiden terjadi di lapangan.

Gambar

Gambar 14. HUS-VMS
Gambar 3 . Proses picking pada warehouse
Gambar 4. Penggunaan Barcode reader pada WORK IN PROCESS (WIP) di perusahaan manufaktur LCD TV
Gambar 6. Penggunaan RFID reader pada WORK IN PROCESS (WIP) di perusahaan manufaktur LCD TV
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian untuk menentukan perubahan karakter minyak goreng berupa viskositas, densitas dan indeks bias telah dilakukan.. Selanjutnya menentukan sifat kelistrikan minyak

Hasil keluaran dari deethanizer berupa C 2 lain akan dipisahkan pada splitter untuk memisahkan light end berupa etana yang menguap dan gas asetilen akan keluar dari

Hasil penelitian diperoleh bahwa temperatur yang tinggi tidak mempengaruhi tingginya kejadian DBD di Kota Jambi, Kelembaban berpengaruh terhadap kejadian DBD, dimana semakin rendah

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi dan lama perendaman asam laktat terhadap karakteristik fisikokimia tepung sukun termodifikasi.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Tingginya proporsi tepung kimpul dan tingginya penambahan margarin maka kadar air cookies makin tinggi, hal ini disebabkan oleh penambahan margarin dan perbedaan

Hal ini dapat diartikan bahwa jika semakin meningkat kesadaran membayar pajak , pengetahuan dan pemahaman tentang membayar pajak , persepsi yang baik atas sistem perpajakan

Uji coba produk yang dilakukan secara bertahap menunjukan rata setiap variabel pada materi perpustakaan maupun teknis dari penggunaan web dalam kegiatan