Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 1 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
P U T U S A N
Nomor: 2045 K/Pdt/2008
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut dalam perkara :
DR. IR. FUJI alias DR. IR. MUHAMMAD DARWIS, bertempat tinggal di Perumahan Bogor Raya Permai FD IV/11 RT. 2/12, Kel. Curug, Bogor Barat, dalam hal ini memberi kuasa kepada: HU. Suja’i Toujiri, SH., MH. Advokat, berkantor pada Kantor Hukum ”USA” Ujang Suja’i & Associates di Ruko Pajajaran Indah Lt. Dasar Jl. Raya Pajajaran No. 50/A 16710 Bogor Timur Kota Bogor,
Pemohon Kasasi dahulu Tergugat/Pembanding ; m e l a w a n
DR. H. RAHMAT SYAH, dalam hal ini memilih domisili hukum pada kantor kuasa hukumnya yaitu Rinaldina S. Mahdi, SH. & Rekan, para Advokat berkantor di Jl. Kosasih No. 2 Cikaret Bogor, Termohon Kasasi dahulu Penggugat/Terbanding ; Mahkamah Agung tersebut ;
Membaca surat-surat yang bersangkutan ;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Termohon Kasasi, sebagai Penggugat telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi sebagai Tergugat di muka persidangan Pengadilan Negeri Bogor pada pokoknya atas dalil-dalil :
Bahwa awal mula terjadinya hubungan hukum antara Penggugat dan Tergugat pada sekitar awal bulan Juli 2004, Penggugat dikenalkan oleh Sdri. Tri Setiowati (W ati Umar) kepada Tergugat. Bahwa dalam pertemuan tersebut menawarkan kerja sama kepada Penggugat dalam usaha Penambangan Batubara di Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur atas nama PT Selatan Selabara–PT Sel Selabara yang disebutkan adalah milik Tergugat, dalam bentuk penawaran untuk membeli
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 2 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
sahamnya sebanyak 40% dengan nilai Rp 40.000.000.000,- (empat puluh milyar rupiah) ;
Bahwa pada kesempatan itu Tergugat memberikan Feasibility Study dan Surat Perizinan serta Neraca Awal PT Selatan Selabara periode 2003, kepada Penggugat serta menjelaskan berbagai hal kepada Penggugat menyangkut 3 (tiga) pertambangan miliknya yang lain di Kalimantan Timur ;
Bahwa atas penawaran kerja sama tersebut, Penggugat menyatakan tidak menyanggupi nilai Rp 40 milyar. Selanjutnya Tergugat menyampaikan bahwa pihak INKOPAD berminat atas kerja sama ini dan Tergugat akan melakukan negosiasi dengan pihak INKOPAD ;
Selanjutnya Penggugat menyampaikan bahwa kemampuan hanya sebesar Rp 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) ;
Bahwa penawaran Penggugat tersebut ditanggapi oleh Tergugat, yakni dengan nilai Rp 10 milyar, maka Tergugat bersedia menjual saham hanya sebanyak 25% ;
Disampaikan pula oleh Tergugat, bahwa apabila Penggugat berminat dengan penawaran tersebut, maka Penggugat diberi tempo 2 (dua) hari untuk memberikan tanda jadi sebanyak Rp 200.000.000,-(dua ratus juta rupiah), Tergugat berdalih dengan diterimanya tanda jadi dari Penggugat, maka Tergugat akan melakukan pending perjanjian dengan INKOPAD ;
Bahwa Penggugat tidak bersedia/sepakat memberikan tanda jadi tersebut, sehingga rencana kerja sama tidak terjadi. Selang berapa lama Tergugat mengatakan telah terdapat kerja sama dengan INKOPAD ;
Bahwa akan tetapi selang 2 (dua) minggu sejak terjadi pembicaraan terakhir mengenai tanda jadi, Penggugat dihubungi oleh Sdri. Tri Setiowati (W ati Umar) untuk mengadakan perundingan kembali dengan Tergugat mengenai kerja sama a quo dan dikemukakan bahwa Tergugat meminta tanda jadi sebesar Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) ;
Bahwa atas referensi dan diyakinkan oleh Sdri. Tri Setiowati (W ati Umar) dan Sdr. Umar Husin, SE., (suami-istri), tentang Tergugat dan usahanya, serta adanya surat permohonan kerja sama dari Tergugat tertanggal 16 Juli 2004, maka akhirnya Penggugat setuju
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 3 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
untuk mengadakan kerja sama dengan Tergugat, dan sebagai bukti itikad baik dan keseriusan Penggugat, maka Penggugat memenuhi permintaan tanda jadi kerja sama usaha penambangan batubara dengan Tergugat, sebesar Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) dan ditransfer pada tanggal 18 Juli 2004 ;
Bahwa selang ± 2 minggu sejak pemberian tanda jadi, Tergugat mengajukan surat permohonan bantuan dana tertanggal 28 Juli 2004 kepada Penggugat melalui Sdri. Tri Setiowati (Wati Umar), perihal diperlukan dana sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) untuk pembayaran pembangunan jalan proyek Batubara Tambang Petangis/ Pasir yang sedang berjalan ;
Dan disebutkan dalam surat tersebut bahwa uang tersebut akan dimasukkan sebagai bagian dari pembelian saham PT Selatan Selabara oleh Penggugat ;
Bahwa atas dasar itikad baik keseriusan dalam kerja sama dengan Tergugat, maka Penggugat memenuhi surat permohonan tersebut dengan mentransfer dana sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah), pada tanggal 30 Juli 2004, ke rekening Tergugat sebagaimana tercatat dalam surat permohonan Tergugat tersebut ;
Bahwa selanjutnya pada akhir Juli 2004, diadakan pertemuan kedua antara Penggugat dan Tergugat di Jakarta, membicarakan rencana pembelian saham dan struktur organisasi PT Selatan Selabara-PT Sel Selabara ;
Pertemuan berikut terjadi di rumah kediaman Tergugat di Bogor, dan terjadi kesepakatan penjualan saham PT Selatan Selabara-PT Sel Selabara sebanyak 50% dengan nilai Rp 15.000.000.000,- (lima belas milyar rupiah) ;
Setelah ada kesepakatan antara Penggugat dengan Tergugat, selanjutnya pada awal Agustus 2004, Penggugat dan Tergugat bersama-sama menghadap Notaris Fenny Sulfidari, SH., Notaris di Bogor untuk pembuatan perjanjian saham, akan tetapi perjanjian tersebut urung terealisasi, karena Notaris Fenny mendapatkan indikasi adanya cacat hukum dalam perubahan PT Selatan Selabara menjadi PT Sel Selabara, karena tidak ada Akta Perubahan nama perusahaan ;
Sejak ditemukannya cacat hukum tersebut, Tergugat selalu sulit untuk diajak pertemuan dengan Penggugat, untuk membicarakan aspek hukum persoalan perubahan nama perusahaan, kelanjutan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 4 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
kontrak-kontrak kerja yang sudah berjalan, yang sedang berjalan dan yang akan datang yang telah disepakati pada pertemuan sebelumnya ;
Dua kali dijadwalkan pertemuan, akan tetapi Tergugat tidak pernah bisa hadir, yakni pada tanggal 23 Agustus 2004 Tergugat tidak bisa hadir dengan alasan belum siap dan tanggal 26 Agustus 2004 Tergugat membatalkan pertemuan dengan alasan berangkat ke Paiton Jawa Timur untuk meninjau proyek ;
Selanjutnya dijadwalkan kembali pertemuan pada tanggal 30 Agustus 2004, lagi-lagi dibatalkan oleh Tergugat karena Tergugat tidak bersedia bertemu dengan Penggugat dengan alasan belum siap ;
Tiba-tiba saja Penggugat yang sudah berada di Bogor untuk pertemuan dengan Tergugat tanggal 30 Agustus 2004, mendapat berita dari Sdri. Tri Setiowati bahwa Tergugat membatalkan kerja sama tanpa alasan yang jelas, selanjutnya Sdri. Tri Setiowati (Wati Umar) dan Sdr. Umar Husin dititipi oleh Tergugat Bilyet Giro BNI No. BC 309562 AC 354263-092 senilai Rp 1.150.000.000,- (satu milyar seratus lima puluh juta rupiah), tertanggal 15 September 2004, untuk diberikan kepada Penggugat sebagai pengembalian uang milik Penggugat ;
Bahwa Penggugat tidak dapat menerima pemutusan kerja sama secara sepihak begitu saja, terlebih dengan menyerahkan Bilyet Giro melalui Sdri. Tri Setiowati (Wati Umar) dan Sdr. Umar Husin ;
Penggugat dengan tegas menolak penyerahan Bilyet Giro tersebut dan meminta Sdri. Tri Setiowati (W ati Umar) dan Sdr. Umar Husin untuk mengembalikan Bilyet Giro tersebut kepada Tergugat untuk diganti dengan selembar cek dengan tanggal jatuh tempo selambat-lambatnya tanggal 3 September 2004 ;
Bahwa akhirnya pada tanggal 31 Agustus 2004, sekitar jam 10 pagi, Penggugat dihubungi via telepon oleh Istri Tergugat yang menyatakan bahwa ”minta maaf” suaminya (ic. Tergugat) tidak dapat bertemu dengan Penggugat dan meminta tempo untuk pengembalian uang sampai dengan tanggal 8 September 2004”, Penggugat menolak permintaan tersebut ;
Selanjutnya pada hari dan tanggal yang sama di malam hari, Penggugat datang ke rumah Tergugat membicarakan mengenai pemutusan kerja sama secara sepihak oleh Tergugat dan pengembalian uang secara tunai oleh Tergugat, akan tetapi Tergugat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 5 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
mengatakan saat ini belum ada uang, dan meminta tempo 2 (dua) minggu, yakni tanggal 15 September 2004 ;
Bahwa Penggugat akhirnya menyetujui dengan syarat Tergugat harus membuat Surat Pernyataan yang isinya bahwa selama Tergugat tidak akan membuat kerja sama dengan pihak lain, sebelum Giro tersebut cair ;
Tergugat menyetujui permintaan Penggugat tersebut, dan mengatakan akan menyiapkan surat pernyataan tersebut akan tetapi tidak saat ini, dengan alasan sedang tidak sehat (stress) ;
Bahwa setelah lewat tanggal 15 September 2004, ternyata Tergugat tidak juga mengembalikan uang milik Penggugat, Penggugat telah berusaha berulang kali menghubungi Tergugat, akan tetapi Tergugat sangat sulit untuk dihubungi ataupun ditemui, dan hingga saat gugatan ini diajukan Tergugat tidak juga mengembalikan uang milik Penggugat, maka dengan demikian nyata-nyata Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum, dengan masih tetap menguasai uang milik Penggugat tanpa alas hak yang sah ;
Ternyata baru diketahui kemudian bahwa Tergugat telah memperdaya Penggugat dengan mengatakan perusahaan penambangan batubara PT Selatan Selabara adalah miliknya, yang setelah dilakukan pengecekan, ternyata Tergugat adalah bukan pemegang saham PT Selatan Selabara, akan tetapi hanya pernah bekerja sebagai Direktur di perusahaan tersebut ;
Bahwa Penggugat saat pertama kali ditawarkan kerja sama, merasa yakin terhadap Tergugat, karena Penggugat beberapa kali datang ke proyek penambangan batubara PT Selatan Selabara atas undangan Tergugat, dan merasa sangat yakin atas seluruh penjelasan tentang proyek-proyek yang ada dan yang sedang dikerjakan, yang ternyata Tergugat dapat menjelaskan secara jelas, lengkap dan rinci tentang proyek-proyek penambangan batubara tersebut karena pernah bekerja di perusahaan tersebut sebagai Direktur, dan baru kemudian diketahui bahwa Tergugat ternyata sudah tidak bekerja lagi, karena bermasalah di PT Selatan Selabara ;
Selanjutnya setelah diadakan pengecekan oleh Penggugat ke PT Selatan Selabara, baru diketahui bahwa PT Selatan Selabara yang diakui oleh Tergugat bahwa Tergugat adalah sebagai pemegang saham di perusahaan tersebut, ternyata Tergugat adalah bukan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 6 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
pemegang saham, hanya pernah bekerja sebagai Direktur. Dan PT Selatan Selabara sama sekali tidak ada hubungannya dengan PT Sel Selabara milik Tergugat, yang sahamnya akan dijual kepada Penggugat ;
Dengan demikian, ternyata Tergugat nyata-nyata melakukan penipuan kepada Penggugat ;
Bahwa atas perbuatan Tergugat tersebut, nyata-nyata Penggugat menderita kerugian yang sangat besar baik moril maupun materiil, yang dapat dirinci sebagai berikut :
Kerugian Materiil :
1. Uang yang sudah ditransfer sebesar : Rp 1.150.000.000,-2. Biaya Penggugat Survey Lapangan dan Akomodasi selama
pengurusan/realisasi Perjanjian kerja sama dengan Tergugat : Rp 350.000.000,-Kerugian Moril :
Hilangnya waktu Penggugat sebagai Pengusaha Nasional selama pengurusan/realisasi perjanjian kerja sama dengan Tergugat, yang dapat dinilai dengan uang : Rp 50.000.000.000,-Keuntungan yang diharapkan apabila uang tersebut digunakan untuk perputaran usaha Penggugat, dengan keuntungan sebesar 2% per bulan, sejak Agustus 2004 sampai dengan Januari 2005 (6 bulan), 2% x Rp 1.150.000.000,- x 6 bulan = Rp
138.000.000,-Total = Rp
51.638.000.000,-(lima puluh satu milyar enam ratus tiga puluh delapan juta rupiah) ; Bahwa untuk menjamin kepastian hukum bagi Penggugat, agar putusan atas perkara ini tidak bersifat illisioner, maka sangat beralasan atas barang tidak bergerak berupa 3 (tiga) rumah tinggal (tanah berikut bangunan) milik Tergugat yang terletak di Bogor Raya Permai Blok FD-IV No. 9 ;
Tercatat sertifikat HGB No. /Curug, rumah di Blok FD-IV No. 10 ; Tercatat sertifikat HGB No. /Curug, rumah di Blok FD-IV No. 11 ; Tercatat sertifikat HGB No. 361/Curug, untuk diletakkan sita jaminan (Conservatoir Beslag) dan menyatakan sita tersebut sah dan berharga; Adapun batas-batas tanah atas ketiga rumah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Rumah (tanah berikut bangunan) yang terletak di Bogor Raya Permai Blok FD-IV No. 9, batas-batasnya :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 7 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
Utara : Rumah Blok FD-IV No. 10 (rumah milik Tergugat) ; Timur : Jalan FD Raya ;
Selatan : Rumah Blok FD-IV No. 8 ;
Barat : Rumah Blok FD-IV No. 29 A dan No. 30 ;
2. Rumah (tanah berikut bangunan) yang terletak di Bogor Raya Permai Blok FD-IV No. 10, batas-batasnya :
Utara : Rumah Blok FD-IV No. 11 (rumah milik Tergugat) ; Timur : Jalan FD Raya ;
Selatan : Rumah Blok FD-IV No. 9 ;
Barat : Rumah Blok FD-IV No. 27 A, No. 28 dan No. 28 A ;
3. Rumah (tanah berikut bangunan) yang terletak di Bogor Raya Permai Blok FD-IV No. 11, batas-batasnya :
Utara : Tanah Kosong ; Timur : Jalan FD Raya ;
Selatan : Rumah Blok FD-IV No. 10 ;
Barat : Rumah Blok FD-IV No. 26 A dan No. 27 ;
Bahwa oleh karena materi perkara ini adalah mengenai uang milik Penggugat yang dikuasai oleh Tergugat secara melawan hukum, maka mohon agar putusan atas perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun ada upaya verset, banding maupun kasasi (uitvoorbaar bij voorraad) ;
Bahwa perkara ini timbul, oleh karena perbuatan Tergugat, maka sudah sepantasnya biaya-biaya yang timbul atas perkara ini dibebankan kepada Tergugat ;
Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas Penggugat mohon agar Pengadilan Negeri Bogor menjatuhkan putusan sebagai berikut : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;
2. Menyatakan Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum ; 3. Menyatakan sita jaminan yang diletakkan atas 3 (tiga) rumah tinggal milik Tergugat, yang terletak di Bogor Raya Permai Blok FD-IV No.9 tercatat sertifikat HGB No. /Curug, Rumah di Blok FD-IV No.10 tercatat sertifikat HGB No. /Curug dan rumah di Blok FD-IV No.11 tercatat sertifikat HGB No. 316/Curug, sah dan berharga ;
4. Menghukum Tergugat untuk mengembalikan uang milik Penggugat sebesar Rp 51.638.000.000,- (lima puluh satu milyar enam ratus tiga puluh delapan juta rupiah) dengan perincian :
Kerugian Materiil :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 8 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
1. Kerugian Materiil sebesar : Rp 1.150.000.000,-2. Biaya Penggugat Survey Lapangan dan Akomodasi selama
pengurusan/realisasi Perjanjian kerja sama dengan Tergugat : Rp 350.000.000,-Kerugian Moril :
Hilangnya waktu Penggugat sebagai Pengusaha Nasional selama pengurusan/realisasi perjanjian kerja sama dengan Tergugat, yang dapat dinilai dengan uang : Rp 50.000.000.000,-Keuntungan yang diharapkan apabila uang tersebut digunakan untuk perputaran usaha Penggugat, dengan keuntungan sebesar Rp 2% per bulan, sejak Agustus 2004 sampai dengan Januari 2005 (6 bulan) ;
2% x Rp 1.150.000.000,- x 6 bulan = Rp 138.000.000,- ;
Total = Rp 51.638.000.000,- ;
(lima puluh satu milyar enam ratus tiga puluh delapan juta rupiah) segera dan seketika setelah putusan atas perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap ;
5. Menyatakan putusan dapat dijalankan terlebih dahulu, meskipun ada upaya verset, banding maupun kasasi (Uitvoorbaar bij Voorraad) ;
6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya-biaya yang timbul atas perkara ini ;
Atau ;
Apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bogor berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;
Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut :
1. Bahwa Tergugat menolak dalil-dalil Penggugat, dalam surat gugatannya tertanggal 17 Januari 2005 a quo, kecuali kebenarannya diakui secara tegas oleh Tergugat ;
2. Bahwa Penggugat dalam gugatannya menunjuk DR. Ir. Fuji als. DR. Ir. Muhammad Darwis selaku Tergugat, tanpa menyebutkan apakah kedudukannya selaku pribadi atau wakil/pengurus dari perseroan terbatas PT Selatan Selabara dan PT Sel Selabara ;
Menurut hemat Tergugat hal ini menjadi rancu dan membingungkan, sehubungan dengan uraian Penggugat dalam posita yang menyinggung peranan Tergugat sebagai Wakil/Pengurus PT Selatan Selabara dan PT Sel
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 9 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
Selabara. Dan berkenaan dengan pertanggung jawaban hukum terhadap gugatan Penggugat, apakah kepada DR. Ir. Fuji als. DR. Ir. Muhammad Darwis selaku pribadi atau selaku pengurus yang mewakili perseroan, harus jelas untuk menghindari error in persona ;
Bahwa dalam hal ini sesuai dengan pasal 1655 KUHPerdata yang menyatakan: ”Para pengurus suatu perkumpulan adalah, sekedar tentang itu tidak telah diatur secara lain dalam surat pendiriannya, perjanjian-perjanjiannya, reglemen-reglemennya, berkuasa untuk bertindak untuk atas nama perkumpulan, mengikat perkumpulan kepada orang-orang pihak ketiga dan sebaliknya, begitu pula bertindak di muka hakim, baik sebagai Penggugat maupun sebagai Tergugat ;
Bahwa oleh karena Penggugat tidak dengan tegas-tegas menunjukkan gugatannya kepada DR. Ir. Fuji als. DR. Ir. Muhammad Darwis selaku pengurus dari PT Selatan Selabara dan PT Sel Selabara, maka mohon kepada Majelis Hakim yang terhormat menyatakan gugatan Penggugat Batal Demi Hukum atau setidak-tidaknya gugatan tidak dapat diterima ;
3. Bahwa gugatan Penggugat premature, karena perkara ini juga sedang diadili secara pidana di Pengadilan Negeri Bogor berdasarkan Rol Perkara Pidana No. 20/Pid.B/2005/PN.Bgr., atas nama Terdakwa DR. Ir. Fuji als. DR. Ir. Muhammad Darwis dan saat ini perkara tersebut telah diputus, akan tetapi Tergugat dalam perkara a quo, mengajukan banding. Maka semestinya Penggugat haruslah menunggu putusan Hakim Pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, baru setelah itu diajukan gugatan perdatanya. Hal ini bertujuan untuk menghindari putusan yang saling bertentangan ;
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Bogor telah mengambil putusan, yaitu putusan No. 07/Pdt/G/2005/PN.Bgr., tanggal 18 Agustus 2005 yang amarnya sebagai berikut :
Dalam Eksepsi :
- Menolak Eksepsi Tergugat ; Dalam Pokok Perkara :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian ;
2. Menyatakan Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum ; 3. Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan yang telah diletakkan
berdasarkan Penetapan No. 01/Pdt/CB/2005/PN.Bgr., jo. No. 07/Pdt/G/2005/ PN.Bgr., tertanggal 31 Januari 2005: Tanah Sertifikat Hak Milik No. 616/ Curug, rumah di blok FD-IV No. 10 tercatat Sertifikat HGB No. 315/Curug
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 10 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
keduanya tercatat atas nama Ir. Dina Tri Amalia dan rumah blok FD-IV No. 11 tercatat atas nama DR. Ir. Muhammad Darwis dengan batas-batas yaitu : a. Rumah (tanah berikut bangunan) yang terletak di Bogor Raya
Permai Blok FD-IV No. 9, batas-batasnya :
Utara : Rumah Blok FD-IV No. 10 (rumah milik Tergugat) ; Timur : Jalan FD Raya ;
Selatan : Rumah Blok FD-IV No. 8 ;
Barat : Rumah Blok FD-IV No. 29 A dan No. 30 ;
b. Rumah (tanah berikut bangunan) yang terletak di Bogor Raya Permai Blok FD-IV No. 10, batas-batasnya :
Utara : Rumah Blok FD-IV No. 11 (rumah milik Tergugat) ; Timur : Jalan FD Raya ;
Selatan : Rumah Blok FD-IV No. 9 ;
Barat : Rumah Blok FD-IV No. 27 A, No. 28 dan No. 28 A ; c. Rumah (tanah berikut bangunan) yang terletak di Bogor Raya
Permai Blok FD-IV No. 11, batas-batasnya : Utara : Tanah Kosong ;
Timur : Jalan FD Raya ;
Selatan : Rumah Blok FD-IV No. 10 ;
Barat : Rumah Blok FD-IV No. 26 A dan No. 27 ;
4. Menghukum Tergugat untuk mengembalikan uang milik Penggugat sebesar Rp 1.150.000.000,- ditambah dengan bunga sebesar Rp 2% perbulan, terhitung sejak bulan Agustus 2004 sampai dengan bulan Januari 2005 serta biaya survey lapangan yang dikeluarkan oleh Penggugat sebesar Rp 350.000.000,- dengan perhitungan :
Uang Penggugat yang ditransfer ke rekening Tergugat sebesar Rp 1.150.000.000,-Bunga selama 6 bulan = 2% x Rp 1.150.000.000,- x 6 = Rp 138.000.000,-Biaya Survei lapangan Rp
350.000.000,-Total =
Rp1.638.000.000,-5. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya ;
6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang hingga saat ini sebesar Rp 1.709.000,- (satu juta tujuh ratus sembilan ribu rupiah) ;
Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat/Pembanding putusan Pengadilan Negeri tersebut telah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 11 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Bandung dengan putusannya Nomor: 369/Pdt/2005/PT.BDG., tanggal 26 Januari 2006 ;
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Tergugat/Pembanding pada tanggal 3 April 2006, kemudian terhadapnya oleh Tergugat/Pembanding (dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 29 Maret 2006), diajukan permohonan kasasi secara tertulis pada tanggal 3 April 2006, sebagaimana ternyata dari akte permohonan kasasi No. 369/Pdt/2005/ PT.Bdg., jo. No. 07/Pdt/G/2005/PN.Bgr., yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Bogor ;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini Pemohon Kasasi: DR. IR. FUJI alias DR. IR. MUHAMMAD DARWIS, tidak mengajukan memori/risalah kasasi di mana dimuat alasan-alasan dari permohonannya sesuai dengan surat keterangan tidak mengajukan memori kasasi No. 07/Pdt/G/2005/PN.Bgr., jo. No. 369/Pdt/2005/PT.Bdg., yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Bogor sebagaimana yang diharuskan oleh pasal 47 ayat 1 Undang-Undang No. 14 Tahun 1985, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004, dan perubahan kedua dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 sehingga permohonan dari Pemohon Kasasi: DR. IR. FUJI alias DR. IR. MUHAMMAD DARWIS tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima ;
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi dinyatakan tidak dapat diterima, maka Pemohon Kasasi harus dihukum untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ;
Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2004, dan Undang-Undang No. 14 Tahun 1985, sebagaimana telah diubah dengan Undang No. 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
MENGADILI :
Menyatakan bahwa permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: DR. IR. FUJI alias DR. IR. MUHAMMAD DARWIStersebut tidak dapat diterima ;
Menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ;
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Jumat, tanggal 30 Januari 2009, oleh H. Abdul Kadir Mappong, SH. Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, H. M. Zaharuddin Utama, SH., MM. dan Dr. H. Abdurrahman, SH., MH. Hakim-Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 12 dari 12 hal. Put. No. 2045 K/Pdt/2008
umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis tersebut, dengan dihadiri oleh Hakim-Hakim Anggota tersebut, serta dibantu oleh Endang Wahyu Utami, SH., MH. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak ;
Hakim-Hakim Anggota, K e t u a,
Ttd/H. M. Zaharuddin Utama, SH., MM. Ttd/ H. Abdul Kadir Mappong, SH. Ttd/Dr. H. Abdurrahman, SH., MH.
Biaya Kasasi : Panitera Pengganti,
1. Meterai ………... Rp 6.000,- Ttd/ Endang Wahyu Utami, SH., MH. 2. Redaksi ……….. Rp
1.000,-3. Administrasi Kasasi... Rp 491.000,-3.000,- 493.000,-J u m l a h ... Rp
500.000,-Untuk Salinan Mahkamah Agung RI.
a.n. Panitera Panitera Muda Perdata
MUH. DAMING SUNUSI, SH., MH. Nip. 040 030 169
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]