• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

P U T U S A N

Nomor 9/PID/2016/PT YYK

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Yogyakarta, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagai berikut:

Nama Lengkap : NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR Bin DALYONO.

Tempat Lahir : Bantul

Umur / Tgl. Lahir : 49 tahun / 10 Januari 1966. Jenis Kelamin : Laki – laki.

Kebangsaan : Indonesia.

Tempat Tinggal : Dsn. Pelem Rt.05 Rw.36, Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Agama : Islam

Pekerjaan : Wiraswasta. Pendidikan : IKIP tidak lulus.

Terdakwa dalam tingkat banding memberikan kuasa kepada: 1.Detkri Badiron,SH.MH., 2.Sapto Nugroho Wusono,SH., 3.Nelson AP. Panjaitan,SH., 4.Wandi Marseli,SH., Budi Wandani,SH., 5.Bima Heri Nugroho,SH., 6.Parningotan Tua Marbun,SH., 7.Julius CT Simorangkir,SH., 8.Tuson Dwi Hariyanto,SH., kesemuanya Advokat pada kantor Lembaga Bantuan Hukum & Studi Kebijakan Publik (LBH SIKAP) beralamat di jalan Anggajaya, Brojodento No. 294 Gejayan, Desa/Kel. Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berdasarkan surat kuasa tanggal 17 Desember 2015, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sleman tanggal 18 Desember 2015 Nomor 192/Hk/XII/Sk.Pid/2015/PN.Smn;

Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara di Lembaga Pemasyarakatan Sleman oleh:

1. Penyidik sejak tanggal 28 Mei 2015 sampai dengan tanggal 16 Juni 2015; 2. Penyidik Perpanjangan oleh Penuntut Umum sejak tanggal 17 Juni 2015

sampai dengan tanggal 26 Juli 2015;

3. Penyidik Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 27 Juli 2015 sampai dengan tanggal 25 Agustus 2015;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

4. Penuntut Umum sejak tanggal 24 Agustus 2015 sampai dengan tanggal 12 September 2015;

5. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 3 September 2015 sampai dengan tanggal 2 Oktober 2015;

6. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri Sleman sejak tanggal 3 Oktober 2015 sampai dengan tanggal 1 Desember 2015;

7. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta, sejak tanggal 02 Desember 2015 sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 ;

8. Hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta, sejak tanggal 18 Desember 2015 sampai dengan tanggal 16 Januari 2016;

9. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta, sejak tanggal 17 Januari 2016 sampai dengan tanggal 16 Maret 2016;

Pengadilan Tinggi tersebut ;

Telah membaca dan memperhatikan:

1. Surat Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor 9/PEN.PID/2016/PT.YYK tertanggal 2 Februari 2016 tentang Penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini di tingkat banding;

2. Berkas perkara dan surat-surat yang bersangkutan serta turunan resmi penetapan Pengadilan Negeri Sleman Nomor 401/Pid.B/2015/PN.Smn tanggal 14 Desember 2015 dalam perkara permohonan Ekstradisi tersebut diatas ;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum di persidangan telah mengajukan dakwaan tertanggal 31 Agustus 2015 Nomor Reg. Perk. : PDM– 232/SLMAN/Epp.2/08/2015, sebagai berikut:

DAKWAAN:

KESATU :

PRIMAIR

Bahwa ia terdakwa NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR Bin DALYONO, pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2015 sekitar pukul 07.45 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih termasuk dalam tahun 2015, bertempat di Dusun Pelem Rt.05 Rw.36, Kelurahan Purwobiangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman atau setidak-tidaknya ditempat lain

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sleman, dengan sengaja, dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yaitu korban Hj.SAMIRAH. Perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

Bahwa mula-mula pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2015 sekitar pukul 17.00 Wib terdakwa tiba di Dusun Pelem Purwobinangun Pakem Sleman dengan tujuan ingin bertemu dengan anak kandungnya, namun pada saat itu Terdakwa sempat bertemu dengan saksi ENGEL BERTUS HENRY SUYONO dan Ketua RT setempat (saksi Suyanto), kemudian pada saat itu Pak Ketua RT meminta Terdakwa agar pulang saja, selanjutnya sekitar pukul 23.00 Wib Terdakwa pergi meninggalkan Dusun Pelem menuju ke Purworejo, Jawa Tengah dan sampai di Purworejo pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 sekitar pukul 10.00 Wib;

Bahwa setelah sampai di Purworejo kemudian didalam benak Terdakwa masih ingin bertemu dengan anak kandungnya, maka pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 sekitar pukul 11.00 Wib Terdakwa berangkat lagi menuju ke Dusun Pelem Purwobinangun dan sampai di Dusun Pelem sekitar pukul 18.00 Wib, Terdakwa menuju kerumah saksi JOKO, setelah sampai dirumah JOKO, sekitar pukul 23.00 Wib Terdakwa pergi menuju ke warung angkringan yang terletak di Dusun Pelem kemudian sekitar pukul 24.30 Wib Terdakwa tidur di kios kosong yang terletak didepan penjual bunga di jalan Palagan Sleman, selanjutnya pada pagi harinya yaitu hari Selasa tanggal 12 Mei 2015 sekitar pukul 05.00 Wib Terdakwa kembali kerumah saksi JOKO dan pada saat itu sempat bertemu dengan saksi JOKO, kemudian sekitar pukul 07.30 Wib terdakwa meninggalkan rumah saksi JOKO menuju kearah timur kearah jalan Palagan dan langsung menuju kerumah korban Hj. SAMIRAH;

Bahwa sesampainya di rumah korban Hj. SAMIRAH, Terdakwa sempat membuka pintu depan rumah korban Hj. SAMIRAH akan tetapi pada saat itu pintu dalam keadaan terkunci, kemudian Terdakwa menuju kearah samping selatan bangunan rumah dan Terdakwa mendengar suara orang sedang menyapu halaman di belakang rumah korban Hj. SAMIRAH, kemudian Terdakwa langsung menuju ke halaman belakang rumah korban Hj. SAMIRAH melalui pintu samping selatan, dan ketika Terdakwa melewati pintu samping tersebut Terdakwa melihat korban Hj. SAMIRAH sedang menyapu dan pada saat itu korban Hj. SAMIRAH juga sempat melihat kedatangan Terdakwa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

kemudian korban HJ. SAMIRAH langsung memukul Terdakwa dengan menggunakan sapu lidi sambil berteriak “ Tulung-tulung”;

Bahwa melihat hal tersebut Terdakwa menjadi emosi karena Terdakwa telah dipukul dengan sapu lidi dan korban Hj. SAMIRAH berteriak-teriak sehingga Terdakwa menjadi panik dan takut atas teriakan korban Hj.SAMIRAH tersebut didengar oleh para tetangga, maka pada saat itu juga Terdakwa langsung mengambil balok kayu yang berada didekat pintu kemudian langung dilemparkan tepat mengenai tengkuk (kepala bagian belakang) korban Hj. SAMIRAH hingga korban jatuh tertelungkup dan masih bisa berteriak “ADUH-ADUH“, melihat kejadian yang dialami oleh korban Hj. SAMIRAH tersebut Terdakwa semakin panik kemudian Terdakwa mendekati korban Hj. SAMIRAH dengan mengambil balok kayu tersebut kemudian dipukulkan lagi sebanyak 1 (satu) kali diarahkan pada bagian kepala hingga korban Hj. SAMIRAH terdiam dan tidak bergerak lagi, kemudian Terdakwa semakin panik dan merasa ketakutan selanjutnya tubuh korban Hj. SAMIRAH, Terdakwa angkat dan Terdakwa masukkan ke ruangan bekas kandang ayam yang terletak dibelakang rumah korban kemudian Terdakwa tutupi dengan kain spanduk merah dan ada tulisannya dan kain spanduk tersebut diikat dengan tali rafia dengan maksud agar kain tersebut tidak terbuka, setelah itu Terdakwa pergi meninggalkan korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan melewati pintu belakang dan menuju kearah barat meninggalkan Dusun Pelem menuju ke Gamping Sleman kemudian langsung pulang ke Purworejo;

Bahwa pada saat Terdakwa memukul dengan menggunakan balok kayu diarahkan ke bagian kepala korban baik lemparan yang pertama maupun pukulan yang kedua kalinya, Terdakwa menyadari bahwa pukulan dengan menggunakan balok kayu dan diarahkan ke bagian kepala dapat membahayakan nyawa orang;

Bahwa akibat perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa tersebut, korban Hj. SAMIRAH mengalami luka dibagian kepala hingga meninggal dunia ditempat kejadian sebagaimana diuraikan dalam Visum Et Repertum Nomor: 048/2015 tertanggal 23 Juni 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Lipur Riyatiningtyas, Sp.F. Bagian Kedokteran Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta/Instalasi Kedokteran Forensik RSUP DR. Sardjito Yogyakarta, Kesimpulannya menerangkan :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

1. Jenazah perempuan, berat badan lima puluh empat koma lima puluh lima kilogram, panjang badan seratus lima puluh tiga sentimeter, dengan golongan darah B ( I,11, I.6.a. I.6.b, III.1 );

2. Sebab kematian oleh karena kekerasan tumpul pada leher yang menyebabkan patah tulang leher kedua kanan yang mengakibatkan gangguan proses pernapasan sehingga korban mati lemas ( I.8a, I.8b, I.8c., II.8a.,1, II.8a.2, II.be. III.4b, III.4f., III.4g, III.4h);

3. Saat kematian diperkirakan delapan sampai dua belas jam sebelum saat pemeriksaan ( I.3, I.4, I.5 );

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

SUBSIDAIR :

Bahwa ia terdakwa NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR Bin DALYONO, pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2015 sekitar pukul 07.45 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih termasuk dalam tahun 2015, bertempat di Dusun Pelem Rt.05 Rw.36, Kelurahan Purwobi nangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman atau setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sleman, dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain yaitu korban Hj.SAMIRAH. Perbuatan terdakwa tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

Bahwa mula-mula pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2015 sekitar pukul 17.00 Wib Terdakwa tiba di Dusun Pelem, Purwobinangun, Pakem, Sleman dengan tujuan ingin bertemu dengan anak kandungnya, namun pada saat itu Terdakwa sempat bertemu dengan saksi ENGEL BERTUS HENRY SUYONO dan Ketua RT setempat ( saksi Suyanto ), kemudian pada saat itu Pak Ketua RT meminta Terdakwa agar pulang saja, selanjutnya sekitar pukul 23.00 Wib Terdakwa pergi meninggalkan Dusun Pelem menuju ke Purworejo Jawa Tengah dan sampai di Purworejo pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 sekitar pukul 10.00 Wib;

Setelah sampai di Purworejo kemudian didalam benak Terdakwa masih ingin bertemu dengan anak kandungnya, maka pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 sekitar pukul 11.00 Wib Terdakwa berangkat lagi menuju ke Dusun Pelem Purwobinangun dan sampai di Dusun Pelem sekitar pukul 18.00 Wib, Terdakwa menuju kerumah saksi JOKO, setelah sampai dirumah JOKO, sekitar pukul 23.00 Wib Terdakwa pergi menuju ke warung angkringan yang terletak di Dusun Pelem kemudian sekitar pukul 24.30 Wib Terdakwa tidur di kios kosong

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

yang terletak didepan penjual bunga di jalan Palagan Sleman, selanjutnya pada pagi harinya yaitu hari Selasa tanggal 12 Mei 2015 sekitar pukul 05.00 Wib Terdakwa kembali kerumah saksi JOKO dan pada saat itu sempat bertemu dengan saksi JOKO, kemudian sekitar pukul 07.30 Wib Terdakwa meninggalkan rumah saksi JOKO menuju kearah timur kearah jalan Palagan dan langsung menuju kerumah korban Hj. SAMIRAH;

Bahwa sesampainya di rumah korban Hj. SAMIRAH Terdakwa sempat membuka pintu depan rumah korban Hj. SAMIRAH akan tetapi pada saat itu pintu dalam keadaan terkunci, kemudian Terdakwa menuju kearah samping selatan bangunan rumah dan Terdakwa mendengar suara orang sedang menyapu halaman di belakang rumah korban Hj. SAMIRAH, kemudian Terdakwa langsung menuju ke halaman belakang rumah korban Hj. SAMIRAH melalui pintu samping selatan, dan ketika Terdakwa melewati pintu samping tersebut Terdakwa melihat Hj. SAMIRAH sedang menyapu dan pada saat itu Hj. SAMIRAH juga sempat melihat kedatangan Terdakwa kemudian korban Hj.SAMIRAH langsung memukul Terdakwa dengan menggunakan sapu lidi sambil berteriak “Tulung-tulung”;

Bahwa melihat hal tersebut Terdakwa menjadi emosi karena Terdakwa telah dipukul dengan sapu lidi dan korban Hj. SAMIRAH berteriak-teriak sehingga Terdakwa menjadi panik dan takut atas teriakan korban Hj.SAMIRAH tersebut didengar oleh para tetangga, maka pada saat itu juga Terdakwa langsung mengambil balok kayu yang berada didekat pintu kemudian langung dilemparkan tepat mengenai tengkuk (kepala bagian belakang) korban Hj. SAMIRAH hingga korban jatuh tertelungkup dan masih bisa berteriak “ ADUH-ADUH “, melihat kejadian yang dialami oleh korban Hj. SAMIRAH tersebut Terdakwa semakin panik kemudian Terdakwa mendekati korban Hj. SAMIRAH dengan mengambil balok kayu tersebut kemudian dipukulkan lagi sebanyak 1 (satu) kali diarahkan pada bagian kepala hingga korban Hj. SAMIRAH terdiam dan tidak bergerak lagi, kemudian Terdakwa semakin panik dan merasa ketakutan selanjutnya tubuh korban Hj. SAMIRAH, Terdakwa angkat dan Terdakwa masukkan ke ruangan bekas kandang ayam yang terletak dibelakang rumah korban kemudian Terdakwa tutupi dengan kain spanduk merah dan ada tulisannya dan kain spanduk tersebut diikat dengan tali rafia dengan maksud agar kain tersebut tidak terbuka, setelah itu Terdakwa pergi meninggalkan korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan melewati pintu belakang dan menuju kearah barat meninggalkan Dusun Pelem menuju ke Gamping Sleman kemudian langsung pulang ke Purworejo;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

Bahwa pada saat Terdakwa memukul dengan menggunakan balok kayu diarahkan ke bagian kepala korban baik lemparan yang pertama maupun pukulan yang kedua kalinya, Terdakwa menyadari bahwa pukulan dengan menggunakan balok kayu dan diarahkan ke bagian kepala dapat membahayakan nyawa orang;

Bahwa akibat perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa tersebut, korban Hj. SAMIRAH mengalami luka dibagian kepala hingga meninggal dunia ditempat kejadian sebagaimana diuraikan dalam Visum Et Repertum Nomor: 048/2015 tertanggal 23 Juni 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Lipur Riyatiningtyas, Sp.F. Bagian Kedokteran Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta/Instalasi Kedokteran Forensik RSUP DR. Sardjito Yogyakarta, Kesimpulannya menerangkan :

1. Jenazah perempuan, berat badan lima puluh empat koma lima puluh lima kilogram, panjang badan seratus lima puluh tiga sentimeter, dengan golongan darah B ( I,11, I.6.a. I.6.b, III.1 );

2. Sebab kematian oleh karena kekerasan tumpul pada leher yang menyebabkan patah tulang leher kedua kanan yang mengakibatkan gangguan proses pernapasan sehingga korban mati lemas ( I.8a, I.8b, I.8c., II.8a.,1, II.8a.2, II.be. III.4b, III.4f., III.4g, III.4h);

3. Saat kematian diperkirakan delapan sampai dua belas jam sebelum saat pemeriksaan (I.3, I.4, I.5 );

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

ATAU KEDUA

Bahwa ia terdakwa NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR Bin DALYONO, pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2015 sekitar pukul 07.45 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih termasuk dalam tahun 2015, bertempat di Dusun Pelem Rt.05 Rw.36, Kelurahan Purwobiangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman atau setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sleman, melakukan penganiayaan dan perbuatan itu menjadikan kematian orangnya yaitu korban Hj. SAMIRAH. Perbuatan Terdakwa tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

Bahwa mula-mula pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2015 sekitar pukul 17.00 Wib Terdakwa tiba di Dusun Pelem, Purwobinangun, Pakem, Sleman dengan tujuan ingin bertemu dengan anak kandungnya, namun pada saat itu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

Terdakwa sempat bertemu dengan saksi ENGEL BERTUS HENRY SUYONO dan Ketua RT setempat (saksi Suyanto), kemudian pada saat itu Pak Ketua RT meminta Terdakwa agar pulang saja, selanjutnya sekitar pukul 23.00 Wib Terdakwa pergi meninggalkan Dusun Pelem menuju ke Purworejo Jawa Tengah dan sampai di Purworejo pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 sekitar pukul 10.00 Wib;

Bahwa setelah sampai di Purworejo kemudian didalam benak Terdakwa masih ingin bertemu dengan anak kandungnya, maka pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 sekitar pukul 11.00 Wib Terdakwa berangkat lagi menuju ke Dusun Pelem Purwobinangun dan sampai di Dusun Pelem sekitar pukul 18.00 Wib, Terdakwa menuju kerumah saksi JOKO, setelah sampai dirumah JOKO, sekitar pukul 23.00 Wib Terdakwa pergi menuju ke warung angkringan yang terletak di Dusun Pelem kemudian sekitar pukul 24.30 Wib Terdakwa tidur di kios kosong yang terletak didepan penjual bunga di jalan Palagan Sleman, selanjutnya pada pagi harinya yaitu hari Selasa tanggal 12 Mei 2015 sekitar pukul 05.00 Wib Terdakwa kembali kerumah saksi JOKO dan pada saat itu sempat bertemu dengan saksi JOKO, kemudian sekitar pukul 07.30 Wib Terdakwa meninggalkan rumah saksi JOKO menuju kearah timur kearah jalan Palagan dan langsung menuju kerumah korban Hj. SAMIRAH;

Bahwa sesampainya di rumah korban Hj. SAMIRAH, Terdakwa sempat membuka pintu depan rumah korban Hj. SAMIRAH akan tetapi pada saat itu pintu dalam keadaan terkunci, kemudian Terdakwa menuju kearah samping selatan bangunan rumah dan Terdakwa mendengar suara orang sedang menyapu halaman di belakang rumah korban Hj. SAMIRAH, kemudian Terdakwa langsung menuju ke halaman belakang rumah korban Hj. SAMIRAH melalui pintu samping selatan, dan ketika Terdakwa melewati pintu samping tersebut Terdakwa melihat korban Hj. SAMIRAH sedang menyapu dan pada saat itu korban Hj. SAMIRAH juga sempat melihat kedatangan Terdakwa kemudian korban HJ. SAMIRAH langsung memukul Terdakwa dengan menggunakan sapu lidi sambil berteriak “ Tulung-tulung”;

Bahwa melihat hal tersebut Terdakwa menjadi emosi karena Terdakwa telah dipukul dengan sapu lidi dan korban Hj. SAMIRAH berteriak-teriak sehingga Terdakwa menjadi panik dan takut atas teriakan korban Hj. SAMIRAH tersebut didengar oleh para tetangga, maka pada saat itu juga Terdakwa langsung mengambil balok kayu yang berada didekat pintu kemudian langung dilemparkan tepat mengenai tengkuk (kepala bagian belakang) korban Hj. SAMIRAH hingga korban jatuh tertelungkup dan masih bisa berteriak

“DUH-Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

ADUH“, melihat kejadian yang dialami oleh korban Hj. SAMIRAH tersebut Terdakwa semakin panik kemudian Terdakwa mendekati korban Hj SAMIRAH dengan mengambil balok kayu tersebut kemudian dipukulkan lagi sebanyak 1 (satu) kali diarahkan pada bagian kepala hingga korban Hj. SAMIRAH terdiam dan tidak bergerak lagi, kemudian Terdakwa semakin panik dan merasa ketakutan selanjutnya tubuh korban Hj. SAMIRAH Terdakwa angkat dan Terdakwa masukkan ke ruangan bekas kandang ayam yang terletak dibelakang rumah korban kemudian Terdakwa tutupi dengan kain spanduk merah dan ada tulisannya dan kain spansuk tersebut diikat dengan tali rafia dengan maksud agar kain tersebut tidak terbuka, setelah itu Terdakwa pergi meninggalkan korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan melewati pintu belakang dan menuju kearah barat meninggalkan Dusun Pelem menuju ke Gamping Sleman kemudian langsung pulang ke Purworejo;

Bahwa pada saat Terdakwa memukul dengan menggunakan balok kayu diarahkan ke bagian kepala korban baik lemparan yang pertama maupun pukulan yang kedua kalinya, Terdakwa menyadari bahwa pukulan dengan menggunakan balok kayu dan diarahkan ke bagian kepala dapat membahayakan nyawa orang;

Bahwa akibat perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa tersebut, korban Hj. SAMIRAH mengalami luka dibagian kepala hingga meninggal dunia ditempat kejadian sebagaimana diuraikan dalam Visum Et Repertum Nomor: 048/2015 tertanggal 23 Juni 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. Lipur Riyatiningtyas, Sp.F. Bagian Kedokteran Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta/Instalasi Kedokteran Forensik RSUP DR. Sardjito Yogyakarta, Kesimpulannya menerangkan :

1. Jenazah perempuan, berat badan lima puluh empat koma lima puluh lima kilogram, panjang badan seratus lima puluh tiga sentimeter, dengan golongan darah B ( I,11, I.6.a. I.6.b, III.1);

2. Sebab kematian oleh karena kekerasan tumpul pada leher yang menyebabkan patah tulang leher kedua kanan yang mengakibatkan gangguan proses pernapasan sehingga korban mati lemas ( I.8a, I.8b, I.8c., II.8a.,1, II.8a.2, II.be. III.4b, III.4f., III.4g, III.4h);

3. Saat kematian diperkirakan delapan sampai dua belas jam sebelum saat pemeriksaan (I.3, I.4, I.5 );

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

Telah membaca tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sleman tertanggal 19 November 2015, No Reg. Perk. : PDM– 323/SLMAN/Epp.2/08/2015, yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR bin DALYONO bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu, merampas nyawa orang lain“ sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHP sebagaimana dakwaan Kesatu Primair ;

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR bin DALYONO, dengan pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun dikurangi selama berada dalam tahanan ; 3. Menyatakan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan;

4. Menyatakan barang bukti berupa :

• 1 (satu) buah balok kayu berwarna coklat berukuran panjang 30 centi meter, lebar 12 centi meter tebal 7 centi meter;

• 1 (satu) lembar kain spanduk berwarna merah bertuliskan “MENARA’; • 1 (satu) plastik tali rafia berwarna hitam;

Dirampas untuk dimusnahkan;

• 1 (satu) ikat sapu lidi;

• 1 ( satu) buah gelang karet warna merah yang terdapat rambut korban; • 1 (satu) buah kantong berisi baju kaos lengan pendek warna pink putih bertuliskan SOKLIN SOFTERGEN, celana panjang berwarna coklat, celana pendek berwarna krem, celana dalam warna putih, BH warna krem berenda/ berpita dan gigi palsu atas lengkap yang dikenakan korban saat meninggal dunia

Dikembalikan kepada keluarga korban melalui saksi Bambang Untoroyono ;

• 1 (satu) jaket warna abu-abu yang dikenakan tersangka; • 1 (satu) buah topi warna abu-abu yang dikenakan tersangka; • 1 (satu) celana panjang warna hitam yang dikenakan tersangka ;

Dikembalikan kepada terdakwa;

5. Supaya terdakwa dibebani biaya perkara sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

Membaca, salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Sleman Nomor 401/Pid.B/2015/PN.Smn tanggal 14 Desember 2015 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR bin DALYONO telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Pembunuhan Berencana “ ;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup;

3. Menetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan ; 4. Menetapkan agar barang bukti berupa :

- 1 (satu) buah balok kayu berwarna cokelat berukuran panjang 30 centi meter, lebar 12 centi meter tebal 7 centi meter;

- 1 (satu) lembar kain spanduk berwarna merah bertuliskan “MENARA’; - 1 (satu) plastik tali rafia berwarna hitam;

Dirampas untuk dimusnahkan;

- 1 (satu) ikat sapu lidi;

- 1 ( satu) buah gelang karet warna merah yang terdapat rambut korban; - 1 (satu) buah kantong berisi baju kaos lengan pendek warna pink putih

bertuliskan SOKLIN SOFTERGEN, celana panjang berwarna coklat, celana pendek berwarna krem, celana dalam warna putih, BH warna krem berenda/ berpita dan gigi palsu atas lengkap yang dikenakan korban saat meninggal dunia;

Dikembalikan kepada keluarga korban melalui saksi Bambang Untoroyono;

- 1 (satu) jaket warna abu-abu yang dikenakan Terdakwa; - 1 (satu) buah topi warna abu-abu yang dikenakan Terdakwa; - 1 (satu) celana panjang warna hitam yang dikenakan Terdakwa;

Dikembalikan kepada Terdakwa

5. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,00 (lima ribu rupiah);

Membaca, Akta Permintaan Banding Nomor 40/Akta.Pid.B/2015/ PN.Smn yang menerangkan bahwa Penasihat Hukum Terdakwa mengajukan permintaan banding pada tanggal 18 Desember 2015 terhadap Putusan Pengadilan Negeri Sleman Nomor 401/Pid.B/2015/PN.Smn. tanggal 14 Desember 2015;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

Membaca, Akta Pemberitahuan Permintaan Banding Nomor 40/Akta.Pid.B/2015/PN.Smn dari Penasihat Hukum Terdakwa, yang telah diberitahukan kepada Jaksa Penuntut Umum dengan cara seksama pada tanggal 6 Januari 2016;

Membaca, Akta Permintaan Banding Nomor 40/Akta.Pid.B/2015/ PN.Smn yang menerangkan bahwa Jaksa Penuntut Umum mengajukan permintaan banding pada tanggal 21 Desember 2015 terhadap Putusan Pengadilan Negeri Sleman Nomor 401/Pid.B/2015/PN.Smn. tanggal 14 Desember 2015;

Membaca, Akta Pemberitahuan Permintaan Banding dari Jaksa Penuntut Umum Nomor 40/Akta.Pid.B/2015/PN.Smn yang telah diberitahukan kepada Penasihat Hukum Terdakwa dengan cara seksama pada tanggal 23 Desember 2015;

Membaca, Surat Pemberitahuan untuk Mempelajari Berkas Perkara, kepada Jaksa Penuntut Umum dan Penasihat Hukum Terdakwa Nomor W13.U2/190/HK.01/I/2016 tanggal 11 Januari 2016;

Menimbang, bahwa permintaan banding yang diajukan oleh Penasihat Hukum Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum, telah diajukan dalam tenggang waktu dan sesuai cara serta syarat yang ditentukan oleh undang-undang maka permintaan banding tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa setelah dengan seksama mempelajari berkas perkara dan salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Sleman tanggal 14 Desember 2015 Nomor 401/Pid.B/2015/PN. Smn, Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa alasan dan pertimbangan Majelis Hakim tingkat pertama dalam putusannya yang berkeyakinan bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dalam dakwaan pertama Jaksa Penuntut umum telah tepat dan benar menurut hukum, sehingga pertimbangan Majelis Hakim tingkat pertama tersebut diambil alih dan dijadikan pertimbangan sendiri Pengadilan Tinggi dalam memutus perkara ini di tingkat banding;

Menimbang, bahwa akan tetapi Pengadilan Tinggi tidak sependapat dengan putusan pidana penjara seumur hidup yang telah dijatuhkan kepada Terdakwa, dengan alasan dan pertimbangan sebagai termuat dibawah ini;

Menimbang, bahwa terhadap tindak pidana pembunuhan berencana yang telah terbukti dilakukan oleh Terdakwa, Terdakwa dapat dijatuhi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

pidana mati, atau seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun ;

Menimbag, bahwa Terdakwa masih tergolong muda usia, sehingga masih diharapkan untuk memperbaiki perangainya dan atas kesalahan Terdakwa tersebut, Jaksa Penuntut Umum menuntut agar Terdakwa dijatuhi pidana selama 20 (dua puluh) tahun ;

Menimbang, bahwa dengan memperhatikan ancaman pidana yang dapat dijatuhkan terhadap tindak pidana yang telah terbukti dilakukan oleh Terdakwa, tuntutan pidana Penuntut Umum serta hal yang dipertimbangkan tersebut diatas, Pengadilan Tinggi berkeyakinan bahwa tuntutan pidana Penuntut Umum dipandang lebih adil dan setimpal dengan kesalahan Terdakwa;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana, biaya perkara dalam tingkat bandingpun haruslah dibebankan kepada Terdakwa;

Menimbang, bahwa Terdakwa berada dalam tahanan Rutan dan oleh karena tidak terdapat alasan menurut hukum untuk mengeluarkan Terdakwa dari tahanan, kepada Terdakwa haruslah diperintahkan tetap dalam tahanan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa telah ditahan, maka masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepadanya;

Menimbang, bahwa berdasarkan semua hal yang dipertimbangkan tersebut di atas, maka putusan Pengadilan Negeri Sleman tanggal 14 Desember 2015 Nomor 401/Pid.B/2015/PN. Smn, yang dimintakan banding tersebut haruslah diubah sekedar mengenai pidana penjara yang dijatuhkan kepada Terdakwa;

Mengingat ketentuan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana serta Peraturan lain yang bersangkutan dalam perkara ini ;

M E N G A D I L I :

1. Menerima permintaan banding dari Penasihat Hukum Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum;

2. Mengubah putusan Pengadilan Negeri Sleman tanggal 14 Desember 2015 Nomor 401/Pid.B/2015/PN. Smn sekedar mengenai pidana penjara

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

yang dijatuhkan terhadap Terdakwa, sehingga amar selengkapnya sebagai berikut:

- Menyatakan terdakwa NUR KUSNO ERLI Als. PAIMAN Als. MAS NUR bin DALYONO telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Pembunuhan Berencana “; - Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan

pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun;

- Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan ;

- Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepadanya; - Menetapkan agar barang bukti berupa :

- 1 (satu) buah balok kayu berwarna coklat berukuran panjang 30 cm, lebar 12 cm tebal 7 cm;

- 1 (satu) lembar kain spanduk berwarna merah bertuliskan “MENARA’;

- 1 (satu) plastik tali rafia berwarna hitam; Dirampas untuk dimusnahkan ;

- 1 (satu) ikat sapu lidi;

- 1 ( satu) buah gelang karet warna merah yang terdapat rambut korban;

- 1 (satu) buah kantong berisi baju kaos lengan pendek warna pink putih bertuliskan SOKLIN SOFTERGEN, celana panjang berwarna coklat, celana pendek berwarna krem, celana dalam warna putih, BH warna krem berenda/ berpita dan gigi palsu atas lengkap yang dikenakan korban saat meninggal dunia;

Dikembalikan kepada keluarga korban melalui saksi Bambang Untoroyono;

- 1 (satu) jaket warna abu-abu yang dikenakan terdakwa; - 1 (satu) buah topi warna abu-abu yang dikenakan terdakwa; - 1 (satu) celana panjang warna hitam yang dikenakan terdakwa; Dikembalikan kepada Terdakwa ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 15 Putusan Nomor 9/PID/2016/PT YYK

- Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,00 (lima ribu rupiah);

Demikian diputus dalam sidang musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta pada hari Kamis tanggal 11 Februari 2016 oleh kami Widodo,S.H. sebagai Ketua Majelis Hakim, Syafwan Zubir, SH. M.Hum. dan Emmy Herawaty,S.H. masing-masing sebagai Hakim Anggota Majelis, putusan mana pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2016 diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis Hakim dengan didampingi oleh para Hakim Anggota Majelis tersebut diatas dan dibantu oleh Suramin,S.H.,M.H. Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Yogyakarta tanpa dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa atau Penasihat Hukumnya;

Hakim Anggota Majelis Ketua Majelis Hakim

TTD. TTD. 1. Syafwan Zubir, S.H., M.Hum. Widodo, SH.

TTD. 2. Emmy Herawaty, S.H. Panitera Pengganti, TTD. Suramin,S.H., M.H Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah