Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
Nomor : 63/Pid.B/2015/PN-Tim.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Timika yang memeriksa dan mengadili Perkara-perkara Pidana
Biasa pada Peradilan Tingkat Pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut
dalam perkara pidana atas nama terdakwa : ---
Nama Lengkap : ERIUS TABUNI alias ERIK alias AFRIKA
Tempat Lahir : Sinak
Umur/Tanggal Lahir : 26 Tahun / 01 Januari 1990
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal : Kompleks Ndugs belakang tempat Pemakaman Umum
(TPU) Jalur Selatan SP-1 Timika Distrik Mimika Baru
Kabupaten Mimika ;
A g a m a : Kristen Protestan
Pekerjaan : Pelajar
Terdakwa ditahan berdasasrkan Surat Perintah/Penetapan Penahanan oleh : ---
1. Penyidik sejak tanggal 27 April 2015 sampai dengan tanggal 16 Mei 2015 ; ---
2. Perpanjangan Penahanan oleh Penuntut Umum sejak tanggal 17 Mei 2015 sampai
dengan tanggal 25 Juni 2014 ; ---
3. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Klas Timika sejak tanggal 26
Juli 2015 sampai dengan tanggal 24 Agustua 2015 ; ---
4. Penuntut Umum sejak tanggal 26 Agustus 2015 sampai dengan tanggal 14
September 2015 ; ---
5. Majelis Hakim sejak tanggal 10 September 2015 sampai dengan tanggal 09 Oktober
2015 ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
6. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Timika sejak tanggal 10
Oktober 2015 sampai dengan tanggal 09 Desember 2015 ; ---
7. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura tahap I sejak
tanggal 09 Desember 2015 sampai dengan tanggal 07 januari 2016 ; ---
8. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura tahap II sejak
tanggal 08 Januari 2016 sampai dengan tanggal 06 Februari 2016 ; ---
Terdakwa didampingi Penasehat Hukum ZAINAL SUKRI,SH dari Pos Bantuan
Hukum berdasarkan Penetapan nomor : 64/Pen.Pid/2015/PN-Tim, tanggal 22
September 2015 ; ---
PENGADILAN NEGERI TIMIKA
Telah membaca :
1. Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Timika tanggal 10 September 2015 nomor :
63/Pen.Pid/2015/PN-Tim. tentang Penunjukan Majelis Hakim ; ---
2. Penetapan Hakim Ketua Majelis tanggal 10 September 2015 nomor :
63/Pen.Pid/2015/PN-Tim. tentang Hari dan Tanggal Sidang ; ---
3. Berkas perkara atas nama terdakwa : ERIUS TABUNI alias ERIK alias AFRIKA serta
seluruh lampirannya ; ---
Telah mendengar keterangan para saksi dan keterangan terdakwa ; ---
Telah melihat dan meneliti barang bukti di persidangan ; ---
Telah mendengar pembacaan tuntutan pidana (requisitoir) dari Penuntut Umum
pada Kejaksaan Negeri Jayapura pada hari Rabu, tanggal 08 Desember 2015 yang
di bacakan pada tanggal 15 Desember 2015, yang pada pokoknya menuntut : ---
1. Menyatakan terdakwa ERIUS TABUNI alias ERIK alias AFRIKA bersalah melakukan
tindak pidana mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut
serta melakukan dengan sengaja merampas nyawa orang lain, sebagaimana diatur
dan di ancam pidana dalam pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dalam
surat dakwaan Penututu Umum ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 8 (delapan)
Tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan
dengan perintah terdakwa tetap di tahan ; ---
3. Menyatakan barang bukti berupa :
1 (satu) pasang sepatu warna hitam putih ; --- 1 (satu) buah helm, 1 (satu) buah sendal warna ungu ; --- 1 (satu) unit sepeda motor yamaha yupiter MX warna biru dengan No Polisi DS
2709 Mg beserta kunci ; ---
1 (satu) buah seruling kayu ; --- Dikembalikan kepada istri korban PARENGI JAFAR atau di kembalikan kepada yang
berhak ; ---
4. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu
Rupiah) ; ---
Telah mendengar Pembelaan/Permohonan Penasehat Hukum terdakwa secara
tertulis di persidangan, yang pada pokoknya “mohon keringan hukuman dengan alasan” : Bahwa Keluarga besar Terdakwa sudah membayar uang duka kepada keluarga
korban yang di terima istri korban ; ---
Bahwa istri almarhum/korban juga sudah memberikan maaf kepada kedua terdakwa dalam persidangan ; ---
Bahwa Jaksa penuntut umum juga telah mengemukan hal-hal yang meringankan terdkwa ; ---
Telah mendengar tanggapan (replik) Penuntut Umum terhadap
Pembelaan/Permohonan terdakwa secara lisan di persidangan, yang pada pokoknya
menyatakan “tetap pada tuntutan pidananya” ; --- Telah pula mendengar tanggapan (duplik) Penasehat Hukum terdakwa terhadap
tanggapan (replik) Penuntut Umum secara lisan pula di persidangan yang pada
pokoknya menyatakan “tetap pada pleidooi ” ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa terdakwa dihadapkan ke depan persidangan Pengadilan
Negeri Timika dengan surat dakwaan no. reg. perkara : PDM-66/Tmk/Ep.1/08/2015,
tanggal 14 Agustus 2015 sebagai berikut : ---
DAKWAAN :
Kesatu
Primair
---Bahwa ia terdakwa ERIUS TABUNI Alias ERIK alias AFRIKA baik bertindak
sendiri – sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa RIKO TABUNI Alias ALTE (masing –masing dalam berkas perkara terpisah), pada hari hari Sabtu tanggal 25 April 2015, sekira pukul 17.00 Wit atau setidaknya pada waktu
lain dibulan april Tahun 2015, atau setidak – tidaknya pada waktu lain yang sudah tidak dapat dipastikan pada tahun 2015, bertempat di Jalan Mawar samping
Tempat Pemakaman Umum Sp-1 Jalur selatab Distrik Mimika Baru Kabupaten
Mimika atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah
hukum Pengadilan Negeri Kota Timika yang berwenang memeriksa dan mengadili,
mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan ,
dan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, yaitu terhadap (korban)
PARENGI JAFAR hingga meninggal dunia sebagaimana Surat keterangan kematian Nomor : 119864. Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa yang pada
pokoknya sebagai berikut : ---
- Adapun awal daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte baik bertindak atas dirinya sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias Erik Alias Afrika (masing –masing dalam berkas perkara terpisah), pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015 sekira pukul 17.00
Wit, yang mana ketika itu Almarhum PARENGI JAFAR bekerja sebagai tukang
ojek hendak mengantar saksi KALIUS KEMONG hendak pulang menuju
rumahnya tepatnya di tempat kejadian. Kemudian korban PARENGI JAFAR
membonceng saksi KALIUS KEMONG dengan menggunakan sepeda motor
jenis Jupiter Mx dengan Nomor polisi dengan DS. 2709 MG miliknya menuju
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
rumah saksi KALIUS KEMONG yang bertempat di Jalur Selatan Samping
Kuburan SP-1 Timika. Pada saat almarhum PARENGI JAFAR hendak
mengantar saksi KALIUS KEMONG kerumahnya tepatnya melewati jembatan
dekat kuburan SP-1 Timika, terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte sedang
minum minuman keras bersama –sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias erik alias Afrika. Kemudian pada saat almarhum PARENGI JAFAR
melintas didepan kedua terdakwa menuju rumah saksi KALIUS KEMONG yang
tidak jauh dari jembatan tempat kedua terdakwa duduk minum minuman keras.
Ketika almarhum PARENGI JAFAR menurunkan saksi KALIUS KEMONG
tepatnya didepan rumahnya, lalu kedua terdakwa berjalan menuju korban
PARENGI JAFAR, ketika terdakwa RIKO TABUNI mendatangi almarhum
PARENGI JAFAR langsung memegang kunci motor dan mematikan mesin
sepeda motornya dan berkata “ KAMU YANG PUKUL SAYA DIPASAR MINGGU ?” sambil terdakwa ERIK TABUNI Alias Alte mencabut pisau yang diselipkan dipinggangnya sebelah kanan, melihat hal tersebut almarhum PARENGI JAFAR
langsung berlari kearah halaman rumah saksi KALIUS KEMONG, kemudian
terdakwa ERIUS TABUNI Alias Erik alias Afrika langsung mengejar alamarhum
PARENGI JAFAR sambil memegang sebilah parang dan menusukkannya kearah
belakang tubuh korban namun almarhum tetap berupaya berlari untuk
menyelamatkan diri . Selanjutnya terdakwa ERIK TABUNI berupaya manangkap
kedua tangan alamarhum PARENGI JAFAR dan berupaya menjatuhkan
alamarhum dengan menggunakan kakinya dan berupaya menahan almarhum
agar tidak dapat melarikan diri, lalu almarhum jatuh dan terbaring diatas tanah
kemudian terdakwa RIKO TABUNI menindih tubuh almarhum dengan cara
duduk diatas kedua paha almarhum sambil menusukkan sebilah pisau kearah
paha almarhum, lalu mencabut pisaunya dan kembali menusuk tubuh almarhum
pada bagian rusuk kiri dan juga pada bagian punggung belakang dengan cara
bergantian, melihat darah korban PARENGI JAFAR yang sudah banyak
melumuri tubuhnya lalu kedua terdakwa berdiri hendak meninggalkan korban,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
namun korban masih meronta –ronta sambil berkata “ TOLONG – TOLONG “ dan berupaya berlari menuju kamar mandi saksi KALIUS KEMONG melihat
hal tersebut kedua terdakwa berupaya mengejar korban, dan tidak lama
kemudian korban terjatuh tepatnya didepan kamar mandi milik saksi KALIUS
KEMONG, kemudian kedua terdakwa memegang tubuh korban dan merabanya
sudah tidak bernafas lagi lalu kedua terdakwa berlari meninggalkan korban
PARENGI JAFAR. Mendengar teriakan korban PARENGI JAFAR saksi KALIUS
KEMONG berteriak – teriak “ JANGAN –JANGAN BUNUH DIA DIA TUKANG OJEK” kedua terdakwa tidak menghiraukannya.
- bahwa akibat daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte dan terdakwa ERIK TABUNI Alias Afrika yang mengakibatkan korban almarhum
PARENGI JAFAR mengalami luka - luka pada bagian dada kiri, daerah
belakang ketiak kiri lengan punggung kanan, daerah tulang belakang, paha kiri,
dan tungkai kiri akibat kekerasan tajam sebagaimana pada kesimpulan VISUM
ET REPERTUM No. 445/64/Rs/2015 tanggal 26 Mei 2015 yang dibuat dan
ditanda tangani oleh dr. SITI M ASLINA dokter pada Rumah Sakit Umum
Daerah Mimika .
---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 340
KUHP, Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,
Subsidair :
Bahwa ia terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte baik bertindak sendiri – sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias ERIK Alias Afrika (masing-masing dalam berkas perkara terpisah), pada hari hari Sabtu
tanggal 25 April 2015, sekira pukul 17.00 Wit atau setidaknya pada waktu lain
dibulan april Tahun 2015, atau setidak – tidaknya pada waktu lain yang sudah tidak dapat dipastikan pada tahun 2015, bertempat di Jalan Mawar samping Tempat
Pemakaman Umum Sp-1 Jalur selatab Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika atau
setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Pengadilan Negeri Kota Timika yang berwenang memeriksa dan mengadili, mereka
yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan dengan sengaja merampas nyawa orang lain, yaitu terhadap (korban) PARENGI JAFAR hingga meninggal dunia sebagaimana Surat keterangan kematian Nomor : 119864. Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa yang pada
pokoknya sebagai berikut :
- Adapun awal daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte baik bertindak atas dirinya sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias Erik Alias Afrika (dalam berkas perkara terpisah),
pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015 sekira pukul 17.00 Wit, yang mana
ketika itu Almarhum PARENGI JAFAR bekerja sebagai tukang ojek hendak
mengantar saksi KALIUS KEMONG hendak pulang menuju rumahnya tepatnya di
tempat kejadian. Kemudian korban PARENGI JAFAR membonceng saksi
KALIUS KEMONG dengan menggunakan sepeda motor jenis Jupiter Mx
dengan Nomor polisi dengan DS. 2709 MG miliknya menuju rumah saksi KALIUS
KEMONG yang bertempat di Jalur Selatan Samping Kuburan SP-1 Timika.
Pada saat almarhum PARENGI JAFAR hendak mengantar saksi KALIUS
KEMONG kerumahnya tepatnya melewati jembatan dekat kuburan SP -1
Timika, terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte sedang minum minuman keras
bersama –sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias erik alias Afrika. Kemudian pada saat almarhum PARENGI JAFAR melintas didepan kedua
terdakwa menuju rumah saksi KALIUS KEMONG yang tidak jauh dari jembatan
tempat kedua terdakwa duduk minum minuman keras. Ketika almarhum
PARENGI JAFAR menurunkan saksi KALIUS KEMONG tepatnya didepan
rumahnya, lalu kedua terdakwa berjalan menuju korban PARENGI JAFAR,
ketika terdakwa RIKO TABUNI mendatangi almarhum PARENGI JAFAR
langsung memegang kunci motor dan mematikan mesin sepeda motornya dan
berkata “ KAMU YANG PUKUL SAYA DIPASAR MINGGU ?” sambil terdakwa ERIK TABUNI Alias Alte mencabut pisau yang diselipkan dipinggangnya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
sebelah kanan, melihat hal tersebut almarhum PARENGI JAFAR langsung
berlari kearah halaman rumah saksi KALIUS KEMONG, kemudian terdakwa
ERIUS TABUNI Alias Erik alias Afrika langsung mengejar alamarhum PARENGI
JAFAR sambil memegang sebilah parang dan menusukkannya kearah belakang
tubuh korban namun almarhum tetap berupaya berlari untuk menyelamatkan diri
. Selanjutnya terdakwa ERIK TABUNI berupaya manangkap kedua tangan
alamarhum PARENGI JAFAR dan berupaya menjatuhkan alamarhum dengan
menggunakan kakinya dan berupaya menahan almarhum agar tidak dapat
melarikan diri, lalu almarhum jatuh dan terbaring diatas tanah kemudian
terdakwa RIKO TABUNI menindih tubuh almarhum dengan cara duduk diatas
kedua paha almarhum sambil menusukkan sebilah pisau kearah paha
almarhum, lalu mencabut pisaunya dan kembali menusuk tubuh almarhum
pada bagian rusuk kiri dan juga pada bagian punggung belakang dengan cara
bergantian, melihat darah korban PARENGI JAFAR yang sudah banyak
melumuri tubuhnya lalu kedua terdakwa berdiri hendak meninggalkan korban,
namun korban masih meronta –ronta sambil berkata “ TOLONG – TOLONG “ dan berupaya berlari menuju kamar mandi saksi KALIUS KEMONG melihat
hal tersebut kedua terdakwa berupaya mengejar korban, dan tidak lama
kemudian korban terjatuh tepatnya didepan kamar mandi milik saksi KALIUS
KEMONG, kemudian kedua terdakwa memegang tubuh korban dan merabanya
sudah tidak bernafas lagi lalu kedua terdakwa berlari meninggalkan korban
PARENGI JAFAR. Mendengar teriakan korban PARENGI JAFAR saksi KALIUS
KEMONG berteriak – teriak “ JANGAN –JANGAN BUNUH DIA DIA TUKANG OJEK” kedua terdakwa tidak menghiraukannya.
- bahwa akibat daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte dan terdakwa ERIK TABUNI Alias Afrika yang mengakibatkan korban almarhum
PARENGI JAFAR mengalami luka - luka pada bagian dada kiri, daerah
belakang ketiak kiri lengan punggung kanan, daerah tulang belakang, paha kiri,
dan tungkai kiri akibat kekerasan tajam sebagaimana pada kesimpulan VISUM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
ET REPERTUM No. 445/64/Rs/2015 tanggal 26 Mei 2015 yang dibuat dan
ditanda tangani oleh dr. SITI M ASLINA dokter pada Rumah Sakit Umum
Daerah Mimika .
---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 338
KUHP, Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,
Atau
KEDUA
---Bahwa ia terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte baik bertindak sendiri – sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias ERIK Alias Afrika (masing –masing dalam berkas terpisah), pada hari hari Sabtu tanggal 25 April 2015, sekira pukul 17.00 Wit atau setidaknya pada waktu lain dibulan april
Tahun 2015, atau setidak – tidaknya pada waktu lain yang sudah tidak dapat dipastikan pada tahun 2015, bertempat di Jalan Mawar samping Tempat
Pemakaman Umum Sp-1 Jalur selatab Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika atau
setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum
Pengadilan Negeri Kota Timika yang berwenang memeriksa dan mengadili , dengan
terang-terangan, dan dengan tenaga bersama – sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, yaitu terhadap (korban) PARENGI JAFAR hingga meninggal dunia sebagaimana Surat keterangan kematian Nomor : 119864.
Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Adapun awal daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte baik bertindak atas dirinya sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias Erik Alias Afrika (dalam berkas perkara terpisah),
pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015 sekira pukul 17.00 Wit, yang mana
ketika itu Almarhum PARENGI JAFAR bekerja sebagai tukang ojek hendak
mengantar saksi KALIUS KEMONG hendak pulang menuju rumahnya tepatnya di
tempat kejadian. Kemudian korban PARENGI JAFAR membonceng saksi
KALIUS KEMONG dengan menggunakan sepeda motor jenis Jupiter Mx
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dengan Nomor polisi dengan DS. 2709 MG miliknya menuju rumah saksi KALIUS
KEMONG yang bertempat di Jalur Selatan Samping Kuburan SP-1 Timika.
Pada saat almarhum PARENGI JAFAR hendak mengantar saksi KALIUS
KEMONG kerumahnya tepatnya melewati jembatan dekat kuburan SP -1
Timika, terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte sedang minum minuman keras
bersama –sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias erik alias Afrika. Kemudian pada saat almarhum PARENGI JAFAR melintas didepan kedua
terdakwa menuju rumah saksi KALIUS KEMONG yang tidak jauh dari jembatan
tempat kedua terdakwa duduk minum minuman keras. Ketika almarhum
PARENGI JAFAR menurunkan saksi KALIUS KEMONG tepatnya didepan
rumahnya, lalu kedua terdakwa berjalan menuju korban PARENGI JAFAR,
ketika terdakwa RIKO TABUNI mendatangi almarhum PARENGI JAFAR
langsung memegang kunci motor dan mematikan mesin sepeda motornya dan
berkata “ KAMU YANG PUKUL SAYA DIPASAR MINGGU ?” sambil terdakwa ERIK TABUNI Alias Alte mencabut pisau yang diselipkan dipinggangnya
sebelah kanan, melihat hal tersebut almarhum PARENGI JAFAR langsung
berlari kearah halaman rumah saksi KALIUS KEMONG, kemudian terdakwa
ERIUS TABUNI Alias Erik alias Afrika langsung mengejar alamarhum PARENGI
JAFAR sambil memegang sebilah parang dan menusukkannya kearah belakang
tubuh korban namun almarhum tetap berupaya berlari untuk menyelamatkan diri
tempat tersebut merupakan tempat yang sering dilalui oleh orang banyak bahkan
pada saat kejadian banyak orang yang melihat termasuk saksi KALIUS
KEMONG beserta keluarganya. Selanjutnya terdakwa ERIK TABUNI berupaya
manangkap kedua tangan alamarhum PARENGI JAFAR dan berupaya
menjatuhkan alamarhum dengan menggunakan kakinya dan berupaya
menahan almarhum agar tidak dapat melarikan diri, lalu almarhum jatuh dan
terbaring diatas tanah kemudian terdakwa RIKO TABUNI menindih tubuh
almarhum dengan cara duduk diatas kedua paha almarhum sambil
menusukkan sebilah pisau kearah paha almarhum, lalu mencabut pisaunya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dan kembali menusuk tubuh almarhum pada bagian rusuk kiri dan juga pada
bagian punggung belakang dengan cara bergantian, melihat darah korban
PARENGI JAFAR yang sudah banyak melumuri tubuhnya lalu kedua terdakwa
berdiri hendak meninggalkan korban, namun korban masih meronta –ronta sambil berkata “ TOLONG – TOLONG “ dan berupaya berlari menuju kamar mandi saksi KALIUS KEMONG melihat hal tersebut kedua terdakwa berupaya
mengejar korban, dan tidak lama kemudian korban terjatuh tepatnya didepan
kamar mandi milik saksi KALIUS KEMONG, kemudian kedua terdakwa
memegang tubuh korban dan merabanya sudah tidak bernafas lagi lalu kedua
terdakwa berlari meninggalkan korban PARENGI JAFAR. Mendengar teriakan
korban PARENGI JAFAR saksi KALIUS KEMONG berteriak – teriak “ JANGAN – JANGAN BUNUH DIA DIA TUKANG OJEK” kedua terdakwa tidak menghiraukannya.
- bahwa akibat daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte dan terdakwa ERIK TABUNI Alias Afrika yang mengakibatkan korban almarhum
PARENGI JAFAR mengalami luka - luka pada bagian dada kiri, daerah
belakang ketiak kiri lengan punggung kanan, daerah tulang belakang, paha kiri,
dan tungkai kiri akibat kekerasan tajam sebagaimana pada kesimpulan VISUM
ET REPERTUM No. 445/64/Rs/2015 tanggal 26 Mei 2015 yang dibuat dan
ditanda tangani oleh dr. SITI M ASLINA dokter pada Rumah Sakit Umum
Daerah Mimika .
---Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 170 Ayat
2 ke-3 KUHP.
ATAU
KETIGA
--- Bahwa ia terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte baik bertindak sendiri – sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias ERIK Alias Afrika(masing –masing dalam berkas terpisah), pada hari hari
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Sabtu tanggal 25 April 2015, sekira pukul 17.00 Wit atau setidaknya pada waktu
lain dibulan april Tahun 2015, atau setidak – tidaknya pada waktu lain yang sudah tidak dapat dipastikan pada tahun 2015, bertempat di Jalan Mawar samping
Tempat Pemakaman Umum Sp-1 Jalur selatab Distrik Mimika Baru Kabupaten
Mimika atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah
hukum Pengadilan Negeri Kota Timika yang berwenang memeriksa dan mengadili,,
mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan penganiayaan, yaitu (korban) PARENGI JAFAR meninggal dunia sebagaimana Surat keterangan kematian Nomor : 119864. Perbuatan tersebut
dilakukan terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Adapun awal daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte baik bertindak atas dirinya sendiri maupun dengan cara bersama – sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias Erik Alias Afrika (masing –masing dalam berkas perkara terpisah), pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015 sekira pukul 17.00
Wit, yang mana ketika itu Almarhum PARENGI JAFAR bekerja sebagai tukang
ojek hendak mengantar saksi KALIUS KEMONG hendak pulang menuju
rumahnya tepatnya di tempat kejadian. Kemudian korban PARENGI JAFAR
membonceng saksi KALIUS KEMONG dengan menggunakan sepeda motor
jenis Jupiter Mx dengan Nomor polisi dengan DS. 2709 MG miliknya menuju
rumah saksi KALIUS KEMONG yang bertempat di Jalur Selatan Samping
Kuburan SP-1 Timika. Pada saat almarhum PARENGI JAFAR hendak
mengantar saksi KALIUS KEMONG kerumahnya tepatnya melewati jembatan
dekat kuburan SP-1 Timika, terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte sedang
minum minuman keras bersama –sama dengan terdakwa ERIUS TABUNI Alias erik alias Afrika. Kemudian pada saat almarhum PARENGI JAFAR
melintas didepan kedua terdakwa menuju rumah saksi KALIUS KEMONG yang
tidak jauh dari jembatan tempat kedua terdakwa duduk minum minuman keras.
Ketika almarhum PARENGI JAFAR menurunkan saksi KALIUS KEMONG
tepatnya didepan rumahnya, lalu kedua terdakwa berjalan menuju korban
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
PARENGI JAFAR, ketika terdakwa RIKO TABUNI mendatangi almarhum
PARENGI JAFAR langsung memegang kunci motor dan mematikan mesin
sepeda motornya dan berkata “ KAMU YANG PUKUL SAYA DIPASAR MINGGU ?” sambil terdakwa ERIK TABUNI Alias Alte mencabut pisau yang diselipkan dipinggangnya sebelah kanan, melihat hal tersebut almarhum PARENGI JAFAR
langsung berlari kearah halaman rumah saksi KALIUS KEMONG, kemudian
terdakwa ERIUS TABUNI Alias Erik alias Afrika langsung mengejar alamarhum
PARENGI JAFAR sambil memegang sebilah parang dan menusukkannya kearah
belakang tubuh korban namun almarhum tetap berupaya berlari untuk
menyelamatkan diri . Selanjutnya terdakwa ERIK TABUNI berupaya manangkap
kedua tangan alamarhum PARENGI JAFAR dan berupaya menjatuhkan
alamarhum dengan menggunakan kakinya dan berupaya menahan almarhum
agar tidak dapat melarikan diri, lalu almarhum jatuh dan terbaring diatas tanah
kemudian terdakwa RIKO TABUNI menindih tubuh almarhum dengan cara
duduk diatas kedua paha almarhum sambil menusukkan sebilah pisau kearah
paha almarhum, lalu mencabut pisaunya dan kembali menusuk tubuh almarhum
pada bagian rusuk kiri dan juga pada bagian punggung belakang dengan cara
bergantian, melihat darah korban PARENGI JAFAR yang sudah banyak
melumuri tubuhnya lalu kedua terdakwa berdiri hendak meninggalkan korban,
namun korban masih meronta –ronta sambil berkata “ TOLONG – TOLONG “ dan berupaya berlari menuju kamar mandi saksi KALIUS KEMONG melihat
hal tersebut kedua terdakwa berupaya mengejar korban, dan tidak lama
kemudian korban terjatuh tepatnya didepan kamar mandi milik saksi KALIUS
KEMONG, kemudian kedua terdakwa memegang tubuh korban dan merabanya
sudah tidak bernafas lagi lalu kedua terdakwa berlari meninggalkan korban
PARENGI JAFAR. Mendengar teriakan korban PARENGI JAFAR saksi KALIUS
KEMONG berteriak – teriak “ JANGAN –JANGAN BUNUH DIA DIA TUKANG OJEK” kedua terdakwa tidak menghiraukannya.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- bahwa akibat daripada perbuatan terdakwa RIKO TABUNI Alias Alte dan terdakwa ERIK TABUNI Alias Afrika yang mengakibatkan korban almarhum
PARENGI JAFAR mengalami luka - luka pada bagian dada kiri, daerah
belakang ketiak kiri lengan punggung kanan, daerah tulang belakang, paha kiri,
dan tungkai kiri akibat kekerasan tajam sebagaimana pada kesimpulan VISUM
ET REPERTUM No. 445/64/Rs/2015 tanggal 26 Mei 2015 yang dibuat dan
ditanda tangani oleh dr. SITI M ASLINA dokter pada Rumah Sakit Umum
Daerah Mimika .
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 351 Ayat (3)
KUHP, Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, terdakwa dan Kuasa
Hukum Terdakwa menyatakan tidak keberatan, sehingga tidak mengajukan eksepsi
terhadap dakwaan Penuntut Umum tersebut ; ---
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum telah
menghadirkan para saksi di persidangan, yang masing-masing telah memberikan
keterangan dibawah sumpah/janji sebagai berikut : ---
1. Saksi KALIUS KEMONG alias KALIUS, pada pokoknya menerangkan :
Bahwa kejadiannya pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 sekitar pukul 17.00 wit, bertempat di halaman rumah saksi di Jalan Mawar samping Tempat Pemakaman
Umum (TPU) ; ---
Bahwa korban adalah tukang ojek yang pada saat itu sedang mengantar saksi pulang ; ---
Bahwa saksi melihat korban di keroyok terdakwa dan temannya RIKO TABUNI dan NATAN, lalu korban lari dan di kejar terus oleh terdakwa dan temannya lalu korban
di tikam ; ---
Bahwa yang menikam korban adalah saksi RIKO TABUNI sedangakan temannya terdakwa ERIUS TABUNI menahan tubuh korban ; ---
Bahwa yang pegang pisau dan parang adalah saksi RIKO TABUNI dan NATAN (DPO) ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa saksi melihat saksi RIKO TABUNI menikam korban sebanyak 2 (dua) kali, namun saksi tidak melihat secara jelas karena posisi saksi di belakang sedangkan
korban sedang di peluk oleh terdakwa ERIUS TABUNI ; ---
Bahwa saksi melihat korban tidak melakukan perlawanan karena tubuhnya di peluk oleh terdakwa ERIUS TABUNI ; ---
Bahwa setelah menikam korban saksi RIKO TABUNI, NATAN (DPO) dan terdakwa ERIUS TABUNI pergi meninggalkan korban yang kemudian terjatuh bersimbah
darah ; ---
Bahwa setelah di tikam korban sempat lari lalu terjatuh, saksi tidak menolong korban karena melihat banyak darah dan saksi juga lari karena takut melihat darah
Bahwa saksi tidak tahu ada masalah apa antar korban dan para terdakwa ; --- Bahwa para terdakwa sedang duduk-duduk di jembatan pada saat saksi dan korban lewat menuju ke rumah saksi dan saksi tidak kenal dengan korban ; ---
Bahwa pada saat melewati jembatan saksi melihat ada 3 (tiga) orang yang duduk-duduk di atas jembatan, yaitu terdakwa RIKO TABUNI, ERIUS TABUNI dan
NATAN (DPO) ; ---
Bahwa yang melakukan penganiyaan dan penikaman adalah mereka bertiga ; --- Bahwa pada saat saksi dan korban melewati jembatan saksi melihat para terdakwa sedang minum-minuman keras jenis sopi ; ---
Bahwa pada saat turun dari ojek saksi membayar ojek saksi sempat mendengar saksi RIKO TABUNI berkata “orang ini sudah yang pukul saya” ; --- Bahwa saksi melihat saksi RIKO TABUNI ambil kunci motor korban lalu korban
melepas motor nya dan berlari menuju saksi untuk minta pertolongan, lalu saksi
berteriak “jangan, jangan itu tukang ojek” tetapi mereka bertiga tidak menghiraukan dan terus mengejar korban dan melakukan penganiyaan dan penikaman ; ---
Bahwa atas kejadian tersebut korban kemudian meninggal dunia ; ---
2. Saksi TONI SULO alias TONI, pada pokoknya menerangkan :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa saksi kenal dengan terdakwa dan teman-temannya karena mereka tinggal satu kompleks dan sering lewat depan rumah saksi ; ---
Bahwa pada saat kejadian saksi tidak berada di tempat dan saksi tahu dari ibu-ibu yang bilang ada orang di bunuh di dekat kuburan ; ---
Bahwa saksi langsung menghubungo polisi dan saksi ajak beberapa teman untuk pergi lihat ke kuburan saat sampai di kuburan sudah banyak ibu-ibu di sana di
dekat korban ; ---
Bahwa saat sampai di sana saksi lihat korban masih hidup kemudian saksi mencari mobil untuk mengantar korban ke rumah sakit ; ---
Bahwa saksi tidak kenal dengan korban tapi sering melihat korban mengantar penumpang masuk keluar kompleks dan setahu saksi korban tukang ojek ; ---
Bahwa saksi tidak tahu siapa yang melakukan penganiyaan dan penikaman terhadap korban ; ---
Bahwa saksi baru tahu di kantor polisi kalau yang melakukannya adalah para terdakwa dan selama ini para terdakwa tidak pernah berbuat onar atau keributan ; -
Bahwa pada saat mengantar ke rumah sakit korban masih hidup ; --- Bahwa saat ini korban sudah meninggal dunia ; --- Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi, terdakwa tidak keberatan ; ---
3. Saksi POSENTI BAGRIEL alias TIBO, pada pokoknya menerangkan :
Bahwa kejadiannya pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 sekitar pukul 17.00 wit, bertempat di halaman rumah saksi di Jalan Mawar samping Tempat Pemakaman
Umum (TPU) ; ---
Bahwa pada saat kejadian saksi tidak berada di tempat kejadian ; --- Bahwa pada hari itu saksi bersama korban sedang berada di pangkalan ojek
kemudian datang saksi KALIUS dan korban mengantarnya ke arah kuburan
sementar saksi juga mengantar penumpang lain ; ---
Bahwa saat kembali ke pangkalan ada teman ojek yang menyampaikan kepada saksi “om punya teman yang pake jupiter dapat bunuh di kuburan” lalu saksi jawab “itu Ongen” ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa saksi langsung menuju rumah korban untuk memberi tahu kan keluarga korban ; ---
Bahwa dari rumah korban saksi langsung menuju tempat kejadian untuk melihat korban, sesampainya di sana saksi melihat korban sudah tidak bergerak-gerak lagi
Bahwa saksi tidak tahu siapa pelaku penganiyaan terhadap korban, setelah di kantor Polisi baru saksi tahu siapa pelakunya ; ---
Bahwa setahu saksi korban tidak memiliki masalah sebelumnya dengan para terdakwa ; ---
Bahwa para terdakwa sering melintas di depan pangkalan ojek ; --- Bahwa saksi tidak melihat luka pada tubuh korban tetapi saksi melihat banyak
darah di tubuh korban yang terlentang di depan pintu kamar mandi tempat korban
terlentang ; ---
Bahwa saksi dan korban ojek tetap di pangkalan tersebut : --- Bahwa korban seharian bekerja di bangunan, malamnya baru ojek ; --- Bahwa saksi ikut mengantar ke Rumah Sakit tapi tidak melihat keadan korban
hanya mendengar dari teman-teman kalau korban ada luka tusuk ; ---
Bahwa jalur korban mengantar penumpang merupakan jalur aman karena sering saksi dan korban melewatinya ; ---
Bahwa setahu saksi para korban tidak pernah melakukan keributan sebelumnya ; -- Bahwa korban telah meninggal dunia ; --- Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi, terdakwa tidak keberatan ; ---
Menimbang, bahwa dalam persidangan telah pula di periksa saksi mahkota
RIKO TABUNI alias ALTE, yang pad pokoknya menerangkan sebagai berikut :
Bahwa kejadiannya pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 sekitar pukul 17.00 wit, bertempat di halaman rumah saksi di Jalan Mawar samping Tempat Pemakaman
Umum (TPU) ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI alias ALTE bersama NATAN (DPO) yang menikam korban dengan menggunakan pisau dan parang yang di bawah saksi dan NATAN
(DPO) dan di simpan di dalam bajunya ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa saat itu terdawka ERIUS TABUNI alias ERIK alias AFRIKA melihat korban mengantar saksi KALIUS ke rumahnya kemudian terdawka melihat korban lari
sehingga terdakwa menahan korbandengan cara mengejar korban kemudian
menangkap korban dan membantingnya ; ---
Bahwa kemudian datang saksi RIKO TABUNI yang kemudian duduk di atas korban dan menikam korban yang saksi tidak tahu berapa kali terdawka menikam korban ;
Bahwa sebelum terdakwa menikam korban, NATAN terlebih dahulu menikam korban dengan menggunakan parang yang di bawanya ; ---
Bahwa saksi dan NATAN pada saat itu sedang mabuk karena baru saja selesai minum sopi ; ---
Bahwa setelah menikam korban saksi bersama terdakwa lari ke dalam hutan sedangkan NATAN saksi tidak tahu lari kemana ; ---
Bahwa saksi tidak tahu bagaimana keadan korban ; --- Bahwa keluarga terdakwa sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan istri korban di Kantor polisi dan telah menyerahkan uang sebesar Rp 45.000.000,-
(empat puluh lima juta rupiah) ; ---
Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi, terdakwa tidak keberatan ; ---
Menimbang, bahwa di persidangan terdakwa telah memberikan keterangan
sebagai berikut : ---
Bahwa kejadiannya pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 sekitar pukul 17.00 wit, bertempat di halaman rumah saksi di Jalan Mawar samping Tempat Pemakaman
Umum (TPU) ; ---
Bahwa sore itu terdawka , saksi RIKO TABUNI dan NATAN sedang minum minum di pinggir jalan sekat TPU SP 1 lalu korban lewat antar Pak RT (KALIUS) ke rumahnya.
Lalu terdakwa dan teman-temannya jalan menuju rumah; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI kemudian menghampiri korban yang sedang parkir kemudian berkata “orang ini yang pukul saya di pasar” kemudian terdakwa mencabut kunci motor korban ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa korban kemudian lari menuju kearah rumah ketua RT (KALIUS), namun di kejar oleh saksi RIKO TABUNI, terdakwa dan NATAN kemudian Terdakwa
menangkap korban dan membantingnya ke tanah lalu saksi RIKO RABUNI duduk di
atas badan korban dan menikam korban ; ---
Bahwa terdakwa tidak kenal dengan korban tapi sebelumnya korban sudah punya masalah dengan saksi RIKO TABUNI ; ---
Bahwa pada saat melakukan penganiyaan dan penikaman terdakwa dan teman-temannya sedang dalam keadan mabuk ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI pernah di pukuli korban dan teman-temannya karena menuduh saksi RIKO TABUNI dan teman-temannya mencuri motor ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI ingat betul korban pernah memukuli saksi RIKO TABUNI dan teman-temannya ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI sebelum menikam dan menganiyaa korban saksi RIKO TABUNI sempat bertanya “ ko yang waktu itu pukul saya to” tapi korban tidak menjawab justru lari meninggalkan saksi RIKO TABUNI hal ini membuat saksi RIKO
TABUNI semakin yakin bahwa korbanlah yang waktu itu memukuli saksi RIKO
TABUNI dan kawan-kawannya ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI menikam korban sebanyak 2 (dua) kali pada bagian paha kiri dan dada sebelah kanan ; ---
Bahwa sebelumnya NATAN terlebih dahulu telah menikam korban pada bagian belakang badan korban sehingga korban terluka dan mengeluarkan banyak darah ; ---
Bahwa pada saat kejadian ada Pak RT (KALIUS) dan ibu-ibu ; --- Bahwa keluarga terdakwa sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan istri
korban di kantor Polisi dan telah menyerahkan uang sebesar Rp 45.000.000,- (empat
puluh lima juta rupiah) ; ---
Menimbang, bahwa untuk menyingkat uraian putusan ini, maka hal-hal lain yang
termuat dalam Berita Acara Persidangan (BAP) yang masih relevan dan belum termuat
dalam Putusan ini dianggap telah diuraikan, mengingat antara Berita Acara Persidangan
(BAP) dan Putusan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa di persidangan telah dibacakan alat bukti surat berupa Visum
Et Repertum (VER) Mayat nomor : 445/64/RS/2015, tanggal 26 Mei 2015, atas nama
: PARENGI JAFAR, Laki-laki, 31 tahun, kewarganegaraan Indonesia, agama islam,
pekerjaan Swasta, dari Dokter SITI MASLINA Dokter IGD pada Rumah Sakit Umum
Daerah Mimika, berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan antara lain : ---
I. KESIMPULAN/RESUME :
“ di lakukan pemeriksaan jenazah PARENGI JAFAR laki-laki, di temukan luka pada dada bagian kiri daerah belakang ketiak kiri lengan atas punggung kanan
daerah tulang belakang paha kiri akibat kekerasan tajam”
Menimbang, bahwa selain alat bukti surat, Penuntut Umum juga mengajukan
barang bukti berupa :
1 (satu) pasang sepatu warna hitam putih ; --- 1 (satu) buah helm, 1 (satu) buah sendal warna ungu ; --- 1 (satu) unit sepeda motor yamaha yupiter MX warna biru dengan No. Polisi DS 2709
MG beserta kunci ; ---
1 (satu) buah seruling kayu ; --- Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi, keterangan terdakwa,
dan dihubungkan dengan adanya alat bukti surat serta barang bukti, dimana antara satu
dengan lainnya saling bersesuaian, sehingga diperoleh fakta-fakta hukum, yang mana
berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut, Majelis Hakim akan mempertimbangkan dan
meneliti apakah perbuatan yang dilakukan terdakwa merupakan tindak pidana ataukah
tidak, sebagaimana dakwaan Penuntut Umum ; ---
Menimbang, bahwa untuk mempersalahkan seseorang telah melakukan tindak
pidana, maka semua unsur-unsur dari tindak pidana yang didakwakan haruslah terbukti
secara sah dan meyakinkan menurut hukum ; ---
Menimbang, bahwa terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan
dakwaan yang berbentuk Alternatif berlapis, yakni dakwaan Kesatu Primair melanggar
Pasal 340 KUHP, Jo Pasal 55 Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidair melanggar Pasal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) 1 KUHP Atau Kedua melanggar Pasal 170 Ayat 2
ke-3 KUHP Atau Ketiga Pasal ke-351 Ayat (ke-3) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ; ---
Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan Penuntut Umum berbentuk Alternatif ,
maka Majelis Hakim akan memilih satu dari dakwaan Jaksa Penutut Umum , yaitu
melanggar dakwaan Kesatu subsidair Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP;
Menimbang, bahwa dakwaan Kesatu Subsidair Penuntut Umum melanggar Pasal
338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1, yang unsur-unsurnya meliputi :
1) Barangsiapa ; ---
2) Dengan sengaja ; ---
3) Menghilangkan nyawa orang lain ; ---
ad. 1. Unsur barangsiapa ; ---
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan unsur “barangsiapa” adalah setiap subyek hukum, baik orang secara pribadi maupun badan hukum, dan
kepadanya dapat dimintakan pertanggungjawaban pidananya ; ---
Menimbang, bahwa sebagimana identitas terdakwa yang termuat dalam
dakwaan Penuntut Umum, ternyata telah cocok dengan identitas terdakwa di
persidangan, yakni terdakwa ERIUS TABUNI alias ERIK alias AFRIKA, kemudian
sepanjang persidangan berlangsung tidak terdapat satupun petunjuk bahwa akan
terjadi kekeliruan orang sebagai subyek atau pelaku tindak pidana yang sedang
diperiksa dalam perkara ini ; ---
Menimbang, bahwa dengan demikian, unsur ini telah terpenuhi ; ---
Ad, 2. Unsur Dengan sengaja ; ---
Menimbang, bahwa unsur “dengan sengaja” menunjuk pada suatu niat/kehendak yakni sesuatu yang tidak dapat dilihat dan timbul dari isi hati serta
pikiran seseorang untuk dengan sadar melakukan suatu perbuatan sebagai tujuan
yang hendak dicapai ; ---
Menimbang, bahwa pembentuk undang-undang mengartikan
“niat/kehendak” sebagai suatu maksud dari pelaku, untuk menyatakan perbuatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
yang dikehendaki (willen) dan dengan secara sadar pelaku mengetahui akan akibat
dari perbuatan yang dilakukannya (wetten) ; ---
Menimbang, bahwa sebagaimana menurut pengetahuan hukum pidana,
“dengan sengaja” dapat diartikan dalam 3 (tiga) bentuk, yaitu : --- 1) Kesengajaan sebagai maksud (opzet als oogmerk), yakni : terjadinya perbuatan
atau akibatnya merupakan perwujudan dari maksud atau pengetahuan dari
pelaku ; ---
2) Kesengajaan dengan kesadaran pasti atau keharusan (opzet bij zekerheids
bewustzijn), yakni : sejauhmana pengetahuan atau kesadaran pelaku akan
perbuatan dan akibatnya ; ---
3) Kesengajaan dengan kesadaran kemungkinan (dolus eventualis), yakni :
sejauhmana pelaku mengetahui dan menyadari akan perbuatan dan akibat yang
mungkin akan terjadi ; ---
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi KALIUS KEMONG alias
KALIUS, saksi TONI SULO alias TONI, saksi POSENTI GABRIEL dan saksi
mahkota RIKO TABUNI di peroleh fakta-fakta persidangan sebagai berikut :
Bahwa kejadiannya pada hari sabtu tanggal 25 April 2015 sekitar pukul 17.00 wit, bertempat di halaman rumah saksi di Jalan Mawar samping Tempat Pemakaman
Umum (TPU) ; ---
Bahwa sore itu terdawka , saksi RIKO TABUNI dan NATAN sedang minum minum di pinggir jalan sekat TPU SP 1 lalu korban lewat antar Pak RT (KALIUS) ke rumahnya.
Lalu terdakwa dan teman-temannya jalan menuju rumah; ---
Bahwa terdakwa kemudian menghampiri korban yang sedang parkir kemudian berkata “orang ini yang pukul saya di pasar” kemudian terdakwa mencabut kunci motor korban ; ---
Bahwa korban kemudian lari menuju kearah rumah ketua RT (KALIUS), namun di kejar oleh terdakwa dan teman-temannya kemudian Terdakwa menangkap korban
dan membantingnya ke tanah lalu saksi RIKO TABUNI duduk di atas badan korban
dan menikam korban ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa terdakwa tidak kenal dengan korban tapi sebelumnya saksi RIKO TABUNI sudah punya masalah dengan korban ; ---
Bahwa pada saat melakukan penganiyaan dan penikaman terdakwa dan teman-temannya sedang dalam keadan mabuk ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI pernah di pukuli korban dan teman-temannya karena menuduh saksi RIKO TABUNI dan teman-temannya mencuri motor ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI ingat betul korban pernah memukuli terdakwa dan teman-temannya ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI sebelum menikam dan menganiyaa korban saksi RIKO TABUNI sempat bertanya “ ko yang waktu itu pukul saya to” tapi korban tidak menjawab justru lari meninggalkan saksi RIKO TABUNI hal ini membuat saksi RIKO
TABUNI semakin yakin bahwa korbanlah yang waktu itu memukuli terdakwa dan
teman-temannya ; ---
Bahwa saksi RIKO TABUNI menikam korban sebanyak 2 (dua) kali pada bagian paha kiri dan dada sebelah kanan ; ---
Bahwa sebelumnya NATAN terlebih dahulu telah menikam korban pada bagian belakang badan korban sehingga korban terluka dan mengeluarkan banyak darah ; ---
Bahwa pada saat kejadian ada Pak RT (KALIUS) dan ibu-ibu ; --- Bahwa keluarga terdakwa sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan istri
korban dan telah menyerahkan uang sebesar Rp 45.000.000,- (empat puluh lima juta
rupiah) ; ---
Menimbang, bahwa dari uraian-uraian diatas, perbuatan yang dilakukan oleh
saksi RIKO TABUNI alias AFRIKA alias ALTE, NATAN dan terdakwa ERIUS
TABUNI sehingga mengakibatkan korban PARENGI JAFAR adalah merupakan
perbuatan yang disengajakan, sehingga telah memenuhi pengertian dengan
sengaja tersebut diatas ; ---
Menimbang, bahwa dengan demikian, unsur ini tidak terpenuhi ; ---
ad. 3. Unsur menghilangkan nyawa orang lain ; ---
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :