• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

P U T U S A N

Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Tenggarong yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan bisaa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:

1. Nama lengkap : M. SABRAN MALISI bin ASRI 2. Tempat lahir : Samarinda

3. Umur/Tanggal lahir : 41 Tahun/ 20 Mei 1976 4. Jenis kelamin : Laki-laki

5. Kebangsaan : Indonesia

6. Tempat tinggal : Jl. Pudak Baru Rt. 007 Kel. Pendingin Kec. Sanga Sanga Kab. Kutai Kartanegara

7. Agama : Islam

8. Pekerjaan : Guru Honor Terdakwa tidak ditahan;

Terdakwa menghadap sendiri;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg tanggal 5 Oktober 2017 tentang penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg tanggal 5 Oktober 2017 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Ahli, dan Terdakwa, serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa M. SABRAN MALISI Bin ASRI, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 162 UURI No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana dakwaan penuntut umum ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa M. SABRAN MALISI Bin ASRI dengan pidana kurungan selama 10 (sepuluh) bulan dengan perintah agar Terdakwa segera ditahan ;

3. Menyatakan barang bukti berupa :

- 2 (dua) buah kayu nibung dengan panjang masing-masing ± 10 meter dan diameter ± 10 cm

Dirampas untuk dimusnahkan

4. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp2.000,00 (dua ribu rupiah)

Setelah mendengar pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan Terdakwa untuk dibebaskan dari segala Tuntutan karena karena sebelum melakukan penutupan telah melakukan pemberitahuan kepada Polsek Sangasanga berupa Surat Pemberitahuan Pembelaan Hak;

Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya Penuntut Umum tetap pada tuntutannya semula;

Setelah mendengar Tanggapan Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pembelaannya semula;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

Bahwa Terdakwa M. SABRAN MALISI Bin ASRI, pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu dalam bulan Januari 2016, bertempat di area konveyor PT. Adimitra Baratama Nusantara (PT. ABN) Rt. 02 Kel. Pendingin Kec. Sangasanga Kab. Kutai Kartenagara atau setidak-tidaknya ditempat lain yang masih termasuk dalam daerah hokum pengadilan negeri Tenggarong yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, yang merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPIC yang telah memenuhi syarat- syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 ayat (2), perbuatan mana dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut:

- Bahwa berawal pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira pukul 09.00 wita Terdakwa mengajak saksi JALALUDDIN, saksi DODI, sdr. YANTO, sdr. ISHAQ dan yang lainya sekitar 15 (lima belas) orang untuk ikut ke lokasi lahan yang diakui milik Terdakwa yang belum dibebaskan oleh PT.

ABN yang telah dibangun konveyor, melakukan penutupan jalan, kemudian Terdakwa beserta saksi JALALUDDIN, saksi DODI, sdr. YANTO, sdr.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

ISHAQ dan yang lainya sekitar 15 (lima belas) orang langsung berangkat menuju lahan yang diakui Terdakwa tersebut dengan menggunakan beberapa sepeda motor, setelah sampai lokasi lahan yang diakui Terdakwa tersebut, kemudian Terdakwa memerintahkan saksi JALALUDDIN untuk menebang pohon nibung dengan panjang 10 meter dengan diameter 10 cm dengan menggunakan kapak milik Terdakwa yang berada dalam pondok Terdakwa, setelah pohon nibung tersebut ditebang, kemudian Terdakwa bersama saksi JALALUDDIN, saksi DODI, sdr. YANTO, sdr. ISHAQ mengangkat pohon tersebut menuju ke jalan di bawah konveyor PT. ABN, kemudian Terdakwa mengarahkan agar pohon nibung tersebut dipalangkan di tengah jalan tersebut, setelah itu Terdakwa dan yang lainnya berjaga- jaga disekitar lokasi jalan yang dipalang pohon tersebut, dan akibat dari perbuatan Terdakwa tersebut kendaraan operasional PT. ABN jadi terhenti sehingga tidak bisa melakukan aktifitas pekerjaan;

- Bahwa PT Adimitra Baratama Nusantara adalah Perusahaan perseorangan yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan dengan ijin Bupati Kutai Kartanegara tentang persetujuan ijin usaha pertambangan operasi produksi kepada PT Adimitra Baratama Nusantara nomor : 540/1691/IUP-OP/MB- PBAT/XII/2009 tanggal 1 Desember 2009;

Perbuatan Terdakwa M. SABRAN MALISI Bin ASRI sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 162 UURI No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara;

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa tidak mengajukan keberatan;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

1. MUHAMMAD ZENNURI Bin SUMARDI, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi mengerti diperiksa sehubungan adanya penutupan tambang di Areal Jalan Conveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kec Sanga- sanga Kab Kukar;

- Bahwa Jabatan saksi di PT. Adimitra Baratama Nusantara adalah Land Managemen, tugas dan kewenangan saksi adalah Inventarisasi, identifikasi dan melaksanakan pembebasan lahan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa saksi mengetahui permasalahan secara langsung, karena pada waktu itu saksi ikut mendatangi lokasi terjadinya penutupan tambang diareal jalan Conveyor PT. Adimitra Baratama Nusantara;

- Bahwa Terjadinya penutupan tambang di Areal Jalan Conveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kelurahan Pendingin Kec Sanga-sanga Kab Kukar tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 08.00 wita sampai dengan 12.30 wita, dan yang melakukannya yaitu Terdakwa bersama teman-temannya sebanyak kurang lebih 14 orang yang saksi tidak kenal namanya dan hubungan saksi dengan kejadian tersebut pada waktu itu saksi bersama Sdr HAMBALI, Sdr HASIM dan Sdr NOVENANTO melihat langsung dilapangan sekitar jam 10.00 wita;

- Bahwa Cara Terdakwa Dkk melakukan penutupan tambang di Areal Jalan Conveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kec Sanga-sanga Kab Kukar tersebut dengan cara membentangkan 2 (dua) batang pohon kayu berdiameter kurang lebih 10 cm dan melintangkan di tengah jalan akses Conveyor PT Adimitra Baratama Nusantara dan pohon kayu yang dilintangkan tersebut di tunggui dan dijagai oleh Terdakwa Dkk;

- Bahwa Maksud dan tujuannya Terdakwa Dkk tersebut pada saat saksi bersama berkomunikasi dilapangan dengan Terdakwa, bahwa Terdakwa menuntut ganti rugi lahannya kepada PT ABN yang lahannya berada di areal Conveyor tersebut;

- Bahwa Peran Terdakwa pada saat melakukan penutupan tambang di Areal Jalan Conveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kec Sanga-sanga Kab Kukar tersebut adalah sebagai aktor utama/ yang memimpin penutupan tambang di PT. Adimitra Baratama Nusantara karena pada saat saksi berada dilokasi penutupan tersebut sdr SABRAN sedang berada di pondok bersama-sama pak KAPOLSEK Sangasanga, Dan Ramil Sangasanga, Babin Kamtibmas Ds. Pendingin dan beberapa anggota Polisi yang lain dari Polsek Sangasanga, di tempat tersebut lalu saksi di panggil oleh Babin Kamtibmas Ds. Pendingin dan berkumpul jadi satu di pondok tersebut, setelah saksi di pondok Terdakwa sendiri menyampaikan kepada saksi dengan kata- kata “bahwa lahan yang di tutup ini supaya di bebaskan oleh PT. ABN “saksi jawab“ nanti akan kita sampaikan kepada Manageman“ setelah itu Terdakwa menyampaikan lagi

“saya meminta jawaban dari PT. ABN dengan jangka waktu, apabila tidak ada jawaban sampai hari kamis tanggal 04 Februari 2016, maka kami

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

akan melakukan aktivitas diatas jalur Conveyor“, setelah itu dari kelompoknya Terdakwa membubarkan diri;

- Bahwa PT. Adimitra Baratama Nusantara sudah melakukan pembebasan lahan kepada sdr IZHAR dan MULIADI NASUTION pada tanggal 24 Februari 2008;

- Bahwa lahan yang telah di klaim oleh Terdakwa tersebut, saat melakukan pembebasan PT. Adimitra Baratama sudah melakukan tahapan-tahapan yang benar dengan melibatkan pihak kelurahan setempat;

- Bahwa sdr IZHAR dan MULYADI NASUTION ada memiliki bukti-bukti kepemilikan lahan berupa surat keterangan garap dari kelompok tani sepakat (data/ surat keterangan saksi lampirkan), Luasan lahan sdr IZHAR yang dialih garapkan kepada PT ABN adalah 7618,2190 M² diberikan kompensasi sebesar Rp. 76.180.000,00 dan sdr MULYADI NASUTION luas lahan yang dialih garapkan seluas 4.844,937 M² diberikan kompensasi sebesar Rp 79.940.000,00 dan seluas 20.000 M² diberikan kompensasi sebesar Rp. 840. 000 000,00;

- Bahwa PT Adimitra Baratama Nusantara memiliki perijinan IUP-OP dari Bupati Kutai Kartanegara Nomor : 540/1691/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2009 Tanggal 01 Desember 2009;

- Bahwa PT Adimitra Baratama Nusantara tidak bisa melakukan kegiatan operasional tambang batu bara berupa kegiatan pendistribusian bbm dan mobil kecil di areal Conveyor sempat berhenti 4,5 jam lamanya;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

2. HASYIM MUSTOFA Bin MARYUDI, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa Pekerjaan saksi adalah sebagai karyawan PT Adimitra Baratama Nusantara sejak tahun 2007, jabatan saksi sejak tahun 2011 adalah sebagai Kepala Teknik Tambang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja di lingkungan perusahaan - Bahwa PT Adimitra Baratama bergerak dalam bidang pertambangan batu

bara, adapun perijinan yang dimiliki adalah Izin Bupati Kutai Kartanegara Nomor : 540/1691/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2009, tanggal 01 Desember 2009 tentang Persetujuan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Adimitra Baratama Nusantara;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa Saksi menerangkan bahwa saksi mengetahui tentang terjadinya kegiatan menghalang-halangi kegitan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) sebagaimana laporan tanggal 04 Februari 2016, karena setelah saksi mendapatkan informasi tentang terjadinya perbuatan tersebut, saksi langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan dilokasi tersebut saksi melihat sendiri adanya kegiatan penutupan jalan konveyor;

- Bahwa Orang yang telah melakukan kegiatan menghalang-halangi kegiatan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) adalah Terdakwa dan kawan-kawannya yang saksi lihat sebanyak kurang lebih 7 orang;

- Bahwa Terdakwa dan kawan-kawan melakukan kegiatan menghalang- halangi kegiatan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) terjadi pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 08.30 Wita sampai jam 12.30 Wita di Area Konveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara;

- Bahwa Lokasi dimana Terdakwa dan kawan-kawan melakukan kegiatan menghalang-halangi kegiatan usaha penambangan PT ABN tersebut berada diluar wilayah konsesi PT ABN sebagaimana Perijinan yang ada, tetapi lokasi tersebut berada dalam izin lokasi dan berada dalam Peta Rencana Kerja sebagaimana dilaporkan dalam RKTTLAB (Rencana Kerja Tahunan Teknis dan Lingkungan Anggaran Biaya) ke Distamben secara periodic setahun sekali;

- Bahwa Terdakwa dan kawan-kawan melakukan kegiatan menghalang- halangi kegiatan usaha penambangan PT ABN dengan cara meletakkan kayu nibung ditengah jalan dari Office menuju Jetty yang kemudian dilokasi tersebut dijaga oleh kawan-kawan Terdakwa sehingga kendaraan tidak bisa lewat DAN mengklaim bahwa di lokasi tersebut adalah tanah milik Terdakwa yang belum dibebaskan atau belum diganti rugi oleh PT ABN, padahal dilokasi tersebut sudah dibebaskan pada tahun 2008 dari sdr MULYADI NASUTION dan sdr ISHAR dari kelompok Tani Sepakat;

- Bahwa Pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 08.30 Wita saksi mendapat email yang memberitahukan bahwa ada penutupan jalan akses di kompeyor yang dilakukan oleh Terdakwa dan kawan-kawan, sekira jam 11.00 Wita, saksi bersama dengan karyawan PT ABN lainnya termasuk dengan sdr HANBALI mendatangi lokasi kejadian, setibanya di lokasi kejadian saksi melihat ada dua batang kayu yang dibentangkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

dijalan dan ada tiga kendaraan operasional PT ABN yang berhenti karena tidak bisa lewat, disamping jalan dimana kayu dibentangkan saksi juga melihat beberapa rekan Terdakwa sedang duduk-duduk menjaga lokasi tersebut dan tidak beberapa kemudian ada anggota Polsek Sangasanga yang meminggirkan kayu yang dibentangkan tetapi tidak beberapa lama kemudian ada satu teman Terdakwa yang saksi tidak tahu namanya membentangkan lagi satu batang kayu dijalan tersebut, untuk Terdakwa sendiri infonya sedang berada di pondoknya yang berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi penutupan, sebelumnya dari unsure Muspika sudah mendatangi Terdakwa dipondoknya untuk dilakukan mediasi sedangkan dari PT ABN kemudian diwakili oleh sdr MUHAMMAD ZAENNURI dan sdr ANTONIUS NOVENANTO, dari laporan yang saksi dapat, bahwa dipondok tersebut Terdakwa meminta agar tanah dibebaskan dan perwakilan PT ABN agar mau menandatangani berita Acara yang dibuat pada saat itu juga, sekira jam 12.30 Wita beberapa kawan Terdakwa mulai membuka kayu atas perintah Babinsa Kel. Pendingin sehingga jalan bisa digunakan lagi;

- Bahwa Akibat yang ditimbulkan adalah bahwa kendaraan operasional PT ABN jadi terhenti sehingga tidak bisa melakukan aktifitas pekerjaan sehari-hari, ada juga mobil tangki BBM yang hendak mensuplai solar tidak bisa masuk sehingga putar balik mencari jalan alternative yang lebih jauh, untuk kerugian yang diderita PT ABN atas kejadian tersebut saksi belum bisa dihitung pada saat ini, selain itu dengan keluar masuknya kendaraan Terdakwa dan kawan-kawan yang tidak permisi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan membahayakan keselamatan kerja;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

3. INDRA Bin SABA, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa Pekerjaan saksi adalah sebagai karyawan PT. Adimitra Baratama Nusantara sejak tahun 2008, jabatan saksi adalah sebagai anggota Security yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan asset perusahaan;

- Bahwa PT Adimitra Baratama bergerak dalam bidang pertambangan batu bara, adapun perijinan yang dimiliki adalah Izin Bupati Kutai Kartanegara;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa saksi mengetahui terjadinya kegiatan menghalang-halangi kegitan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) karena pada saat saksi berjaga di Pos 5 yang berjarak kurang lebih 2 Km dari lokasi kejadian saksi mendapatkan informasi tentang terjadinya perbuatan tersebut, kemudian saksi langsung mendatangi tempat kejadian;

- Bahwa yang telah melakukan kegiatan menghalang-halangi kegiatan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) adalah Terdakwa dan kawan-kawannya sebanyak kurang lebih 10 orang terjadi pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 08.30 Wita sampai jam 12.30 Wita di Area Konveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara;

- Bahwa Terdakwa dan kawan-kawan melakukan kegiatan menghalang- halangi kegiatan usaha penambangan PT ABN dengan cara meletakkan kayu ditengah jalan dari Office menuju Jetty yang kemudian dilokasi tersebut dijaga oleh Terdakwa dan kawan-kawan sehingga kendaraan tidak berani dan tidak bisa lewat;

- Bahwa Pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 09.00 Wita pada saat saksi sedang jaga di Pos 5 PT ABN kemudian saksi mendapat informasi dari koordinator Security yang singgah di Pos tempat saksi jaga dan mengajak saksi untuk bersama-sama ke Pos titian karena di tempat tersebut ada ribut-ribut, saksi kemudian langsung berangkat ke lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 2 Km dari Pos saksi dan setibanya dilokasi tersebut saksi melihat jalan samping kompeyor PT ABN sudah ada kayu nibung yang dibentangkan menutup jalan sehingga kendaraan tidak bisa lewat;

- Bahwa Akibat yang ditimbulkan adalah bahwa kendaraan operasional PT ABN jadi terhenti sehingga tidak bisa melakukan aktifitas pekerjaan sehari-hari, ada juga mobil tangki BBM yang hendak mensuplai solar tidak bisa masuk sehingga putar balik;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

4. MULIADI NASUTION Bin H. ABDUL RAHMAN MAJID, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa Pekerjaan saksi saat ini adalah petani dan Saksi tidak tahu tentang terjadinya kegiatan menghalang-halangi kegitan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa saksi mempunyai lahan di sekitar kompeyor PT ABN di Kelurahan Pendingin Kecamatan Sangasanga yang sudah dibebaskan atau diganti oleh PT ABN;

- Bahwa Saksi menerangkan bahwa Luas tanah yang dibebaskan oleh PT ABN di daerah sekitar kompeyer ada dua kali pembebasan yaitu:

1. Tahun 2008 seluas 4844,9370 M2 dengan saksi batas sdr IZHAR dan jalan Astiku dan untuk legalitas tidak ada tetapi setelah diverifikasi oleh tim Kecamatan Sangasanga telah dibuatkan legalitas berupa Surat pernyataan Lahan garapan diatas tanah WKP Pertamina (VICO) No. Reg. 046/SPPHG/II/2008 tanggal 24 Februari 2008 yang diketahui Lurah Pendingin sdr ARBAIN T., dan Surat Pernyataan Tidak Sengketa tanggal 24 Februari 2008.

2. Tahun 2012 seluas 20.000 M2 dengan saksi batas utara selatan barat dari kelompok Sepakat yang saksi tidak tahu nama- namanya dan batas timur dengan sungai pondok macan dan sungai timbangan, untuk legalitas tanah hanya berupa Surat Pernyataan Kelompok Tani Sepakat yang ditandatangi oleh sdr BAMBANG RUDIANSYAH tanggal 21 September 2011 dan bukti kuitansi pembayaran sebidang tanah (Lokasi) di Jl PT Titian Kaltim samping Conveyor ABN a/n BAMBANG RUDIANSYAH tanggal 26 Maret 2012 sebesar Rp 56.000.000,00 dan tanggal 21 Mei 2011 sebesar Rp 10.000.000,00 yang diterima oleh sdr A.

RITAMI, setelah diverifikasi oleh tim Kecamatan Sangasanga baru dibuatkan Surat Pernyataan pemilikan lahan garapan No.

Reg : 001/SPLG-ABN/P/VII/2012 tanggal 02 Juli 2012 dan Surat Pernyataan tidak sengketa tanggal 2 Juli 2012 yang diketahui oleh Lurah Pendingin sdri SRI WAHYUNI E.

- Bahwa Untuk lahan yang pertama dibebaskan oleh PT ABN pada tahun 2008 saksi peroleh sejak tahun 1993 dengan membuka sendiri dan rencananya akan saksi buat empang tetapi tidak jadi karena tidak ada biaya;

- Bahwa untuk lahan yang kedua saksi membeli dari sdr BAMBANG RUDIANSYAH selaku ketua kelompok tani sepakat seharga Rp 56.000.000,00 dan Rp 10.000.000,00 pada tahun 2012 dan 2011 sesuai kuitansi yang ada yang rencananya juga akan saksi pergunakan untuk empang tetapi tidak terlaksana;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa Untuk tanah yang pertama saksi buka berupa hutan nipah-nipah, sempat saksi rintis sebagian kemudian saksi biarkan saja hingga dibebaskan oleh PT ABN karena rencana membuat empang tidak jadi;

- Untuk tanah yang kedua sudah berupa tanah rintisan tetapi tidak ada tanaman budidaya dan saksi biarkan begitu saja hingga dibebaskan oleh PT ABN;

- Bahwa Untuk tanah yang pertama saksi menerima pembebasan sebesar Rp 79.940.000,00, Untuk tanah yang kedua saksi menerima pembebasan sebesar Rp 840.000.000,00;

- Bahwa Saksi tidak tahu secara pasti siapa Terdakwa, saksi hanya beberapa kali mendengar namanya saja, untuk Terdakwa mempunyai tanah di sekitar kompeyor PT ABN atau tidak saksi tidak tahu;

- Bahwa Saksi menerangkan bahwa selama saksi menguasai lahan yang sekarang menjadi kompeyor PT ABN, memang sempat terjadi sengketa dengan pihak kelompok tani Sepakat, tetapi permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan damai;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

5. JALLALUDDIN Bin AMIR HAMZAH, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi mengetahuinya pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 08.30 Wita sampai jam 12.30 Wita di Area Konveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara karena saksi bersama-sama Terdakwa serta kawan- kawan yang lainya ada ikut ke lokasi untuk melakukan kegiatan menghalangi kegiatan operasional tambang PT. ABN, tepatnya dibawah bangunan Kompeyor PT. ABN;

- Bahwa saksi bersama dengan teman-teman yang lainya termasuk bersama Terdakwa mendatangi lokasi lahan milik Terdakwa yang sudah dibangun Kompeyor oleh PT. ABN, kemudian membentangkan kayu nibung (sejenis pinang) dilokasi lahan milik Terdakwa yang sudah menjadi jalan dan bangunan Kompeyor dengan tujuan supaya PT ABN ada perhatian untuk melakukan atau memberikan ganti rugi;

- Bahwa saksi dkk semua diajak oleh Terdakwa ikut kelokasi untuk aksi penuntupan di tanahnya milik sdr SABARAN yang sudah dibaguni kompeyor oleh PT. ABN, mengunakan motor masing-masing;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- sesampainya dilokasi Terdakwa menunjukan kepada kami kayu nibung untuk dipotong selajutnya kayu nibung dipikul secara bersama-sama dibawa ke jalan dibawahnya kompeyor PT. ABN untuk meletakan kayu nibung tersebut di jalan tersebut dengan posisi di palangkan di jalan tepatnya di bekas portal milik PT. ABN, setelah itu Terdakwa, saksi dan kawan-kawan yang lainya menjagai disekitaran lokasi sambil berdiri dan ada juga yang duduk-dudukan;

- Bahwa Terdakwa adalah yang memimpin aksi dilapangan karena Terdakwa adalah pemilik lahan di lokasi yang diklaim dan Terdakwa pada saat itu dalam melakukan aksi penutupan di kompeyor PT. ABN;

- Bahwa Akibatnya adalah unit – unit mobil sarana tambang PT. ABN dan mobil tangki minyak harus memutar lebih jauh;

- Bahwa yang ikut mendatangi lokasi untuk membentangkan kayu nibung ( sejenis pinang ) dilokasi bagunan Kompeyor PT. ABN ada sekitar 15 (lima belas ) orang antara lain Terdakwa selaku pemilik lahan/ yang memimpin, sdr MASDAR IDAR, sdr DODI, sdr YANTO SUPRIYANTO, saksi dan yang lain saksi tidak tahu namanya;

- Bahwa alasan melakukan penutupan adalah agar PT ABN memberikan perhatian terkait lahan milik Terdakwa yang digunakan untuk kompeyor, sebelumnya permasalahan tersebut sudah beberapa kali dimediasi di Kecamatan tetapi tidak ada hasilnya;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

6. DODI Bin MARHASAN, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi bersama-sama Terdakwa serta kawan-kawan yang lainya ada ikut ke lokasi untuk melakukan kegiatan menghalangi kegiatan operasional tambang PT. ABN, untuk menuntut hak atas tanah milik Terdakwa yang belum di ganti rugi;

- Bahwa saksi bersama dengan teman-teman yang lainya termasuk bersama Terdakwa membentangkan kayu nibung (sejenis pinang) dilokasi lahan milik Terdakwa yang sudah menjadi jalan dan bangunan Kompeyor;

- Bahwa Alat yang saksi gunakan adalah hanya kayu nibung (sejenis pinang) saja dengan panjang sekitar 10 (sepuluh) meter dan diameternya sekitar 10 ( sepuluh ) cm;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa saksi dkk semua diajak oleh Terdakwa ikut kelokasi untuk aksi penuntupan di tanahnya milik Terdakwa yang sudah dibaguni kompeyor oleh PT. ABN, mengunakan motor masing-masing;

- sesampainya dilokasi Terdakwa menunjukan kepada kami kayu nibung untuk dipotong selajutnya kayu nibung dipikul secara bersama-sama dibawa ke jalan dibawahnya kompeyor PT. ABN untuk meletakan kayu nibung tersebut di jalan tersebut dengan posisi di palangkan di jalan tepatnya di bekas portal milik PT. ABN, setelah itu Terdakwa, saksi dan kawan-kawan yang lainya menjagai disekitaran lokasi sambil berdiri dan ada juga yang duduk-dudukan;

- Bahwa mobil sarana tambang PT. ABN dan mobil tangki minyak untuk mengirim BBM ketambang PT. ABN harus memutar dengan jarak;

- Bahwa yang ikut mendatangi lokasi untuk membentangkan kayu nibung ( sejenis pinang) dilokasi bagunan Kompeyor PT. ABN ada sekitar 15 (lima belas) orang antara lain Terdakwa selaku pemilik lahan/ yang memimpin, sdr MASDAR IDAR, sdr JALALUDDIN, sdr YANTO SUPRIYANTO, saksi dan yang lain saksi tidak tahu namanya;

- Bahwa Saksi dan kawan-kawan melakukan aksi lapangan di daerah kompeyer PT ABN pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 09.00 Wita sampai jam 11.00 Wita di Area Konveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Rt 02 Kelurahan Pendingin Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara;

- Bahwa Setahu saksi Terdakwa ada memiliki bukti-bukti kepemilikan tanah yang telah diklaim tersebut;

- Bahwa Saksi menerangkan bahwa Yang saksi tahu hanya ukuran tanahnya saja yaitu Luas tanah milik Terdakwa adalah ukuran 100 meter x 400 meter;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

7. SRI WAHYUNI ERMAWATI, S.STP, M.Si Binti NANO PRASTOLO, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi Lurah Kelurahan Pendingin, Kec Sangasanga, Kab. Kutai Kartanegara sejak September 2011;

- Bahwa Terdakwa dan kawan-kawan melakukan kegiatan menghalang- halangi kegiatan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) saksi tidak tahu pasti kapan kejadiannya, lokasinya di Area

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

Konveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kelurahan Pendingin Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara;

- Bahwa Saksi menerangkan bahwa Terdakwa dan kawan-kawan melakukan kegiatan menghalang-halangi kegiatan usaha penambangan PT ABN dengan alasan bahwa Terdakwa mengklaim di lokasi tersebut adalah tanah milik Terdakwa yang belum dibebaskan atau belum diganti rugi oleh PT ABN;

- Bahwa Legalitas yang dimiliki oleh Terdakwa dalam mengklaim tanah tersebut adalah berupa Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) nomor 572.a/SPPT/VI/2000 tanggal 5 Juni 2000 atas nama M. SABRAN MALISI yang diketahui Ketua Rt 01 sdr HAMRI, Lurah Pendingin sdr MUHAMAD TABRIE. D, dan Camat Sangasanga Drs. A. WAHAB SYAHRANI dengan dilampiri Surat Pernyataan Tidak Sengketa dan pemeriksaan lokasi dengan ukuran panjang + 400 Meter dan lebar + 100 Meter dengan batas utara sdr H SYAHRUL, Timur sdr Hj. JASMAH, Selatan sdr ARFAI, Barat batas pondok macan;

- Bahwa setelah adanya kejadian tersebut baru PT ABN memberikan foto copi pembebasan lahan yang sudah dibebaskan dari sdr NASUTION dan sdr IZHAR;

- Bahwa Saksi tidak bisa memastikan apakah Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) atas nama M. SABRAN MALISI tanggal 5 Juni 2000 berlokasi sama dengan tanah yang diklaim oleh Terdakwa karena pada saat pembuatan SPPT tersebut belum dilengkapi dengan titik koordinat lokasi, tetapi dari data adminitrasi pertanahan di Kelurahan Pendingin, bahwa dokumen salinan SPPT atas nama M. SABRAN MALISI tidak pernah diberikan kepada saksi oleh pejabat kelurahan Pendingin yang lama sehingga sampai sekarang di Kelurahan Pendingin tidak ada arsip SPPT atas nama M. SABRAN MALISI;

- Bahwa kondisi lahan pada saat saksi datang kelokasi lahan, bahwa tidak ada tanda-tanda lahan tersebut dikelola kecuali oleh PT ABN untuk kegiatan kompeyer dan perawatannya, jauh sebelum itu saksi tidak tahu apakah Terdakwa telah mengelola lahan tersebut hingga sekarang atau tidak;

- Bahwa Saksi tidak tahu pasti apakah sdr NASUTION dan sdr IZHAR memang ada menguasai lahan di lokasi yang sekarang diklaim oleh Terdakwa pada saat ini atau tidak, yang jelas secara adminitrasi Kelurahan Pendingin bahwa sdr NASUTION dan sdr IZHAR tidak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

mempunyai legalitas yang terdaftar di Kelurahan Pendingin atas lahan tersebut, setelah terjadinya masalah itu baru PT ABN memberikan foto copi pembebasan lahan yang dalam Surat tersebut ada nomor Register seakan-akan tercatat di Kelurahan Pendingin yang ditandatangani oleh Lurah Pendingin sdr ARBAIN T terkait Surat tahun 2008 dan Lurah Pendingin saksi sendiri terkait Surat tahun 2012, tetapi pada kenyataannya Surat tersebut dibuat oleh PT ABN termasuk nomor registrasinya;

- Bahwa Saksi menerangkan bahwa Surat pernyataan Lahan Garapan diatas Tanah WKP Pertamina (VICO) atas nama sdr NASUTION dan sdr IZHAR adalah dibuat oleh sdr PT ABN sendiri dan lurah Pendingin hanya tinggal tanda tangan;

- Bahwa Dari batas alam berupa sungai timbangan yang pada saat ini sudah ditimbun oleh PT Astiku, bahwa lokasi lahan tersebut sebelumnya adalah masuk dalam Kelurahan Pendingin Kec Sangasanga, kemudian berdasarkan Keputusan Bupati Kutai Kartanegara tahun 2006 telah dilakukan inventarisasi batas oleh bagian adminitrasi pertanahan dan dari patok batas yang dipasang pada saat itu lokasi yang menjadi sengketa adalah terbagi menjadi dua wilayah yaitu Kelurahan Muara Kembang Kec Muara Jawa dan Kelurahan Pendingin Kec Sangasanga, untuk acuan batas tersebut adalah berupa Surat Keputusan Bupati Kutai Kartanegara Nomor :180.188/HK-86/2006, tanggal 11 April 2006 tentang Penetapan Batas Wilayah Kecamatan Sangasanga dengan Kecamatan Muara Jawa, pada saat ini telah terbit Surat Keputusan Bupati Kutai Kartanegara yang baru tentang Batas Wilayah Kecamatan Sangasanga dengan Kecamatan Muara Jawa;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

8. ABDUL RIVAI Bin H DARMANSYAH, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi adalah menjabat kasie pemerintahan Kecamatan Sangasanga sejak tahun 2011, tugas dan tanggung jawab saksi adalah salah satunya melakukan kegiatan penataan adminitrasi pertanahan - Bahwa yang telah melakukan kegiatan menghalang-halangi kegiatan

usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) menurut informasi yang saksi dapat adalah Terdakwa dan kawan-kawannya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa Terdakwa dan kawan-kawan melakukan kegiatan menghalang- halangi kegiatan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) terjadi pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016 sekira jam 08.30 Wita sampai jam 12.30 Wita di Area Konveyor PT Adimitra Baratama Nusantara Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara - Bahwa Legalitas yang dimiliki oleh Terdakwa dalam mengklaim tanah

tersebut adalah berupa Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) nomor 572.a/SPPT/VI/2000 tanggal 5 Juni 2000 atas nama M. SABRAN MALISI yang diketahui Ketua Rt 01 sdr HAMRI, Lurah Pendingin sdr MUHAMAD TABRIE. D, dan Camat Sangasanga Drs. A. WAHAB SYAHRANI dengan dilampiri Surat Pernyataan Tidak Sengketa dan pemeriksaan lokasi dengan ukuran panjang + 400 Meter dan lebar + 100 Meter dengan batas utara sdr H SYAHRUL, Timur sdr Hj. JASMAH, Selatan sdr ARFAI, Barat batas pondok macan;

- Bahwa Sebelumnya saksi tidak tahu apakah PT ABN sudah membebaskan lahan dimana lahan tersebut pada saat ini diklaim oleh Terdakwa atau belum karena pihak PT ABN sendiri tidak pernah memberitahukan atau menembusi Kecamatan Sangasanga, setelah adanya kejadian tersebut baru PT ABN memberikan foto copi pembebasan lahan yang sudah dibebaskan dari sdr NASUTION dan sdr IZHAR;

- Bahwa saksi tidak bisa memastikan apakah Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) atas nama M. SABRAN MALISI tanggal 5 Juni 2000 berlokasi sama dengan tanah yang diklaim oleh Terdakwa karena pada saat pembuatan SPPT tersebut belum dilengkapi dengan titik koordinat lokasi, tetapi dari data adminitrasi pertanahan di Kecamatan Sangasanga, bahwa dokumen salinan SPPT atas nama M.

SABRAN MALISI memang ada di Kecamatan Sangasanga dan SPPT tersebut juga didukung dengan SPPT batas-batas lahan atas nama H.

SYAHRUL, Hj JASMAH dan sdr ARFAI;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat tidak berkeberatan dan membenarkannya;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum telah mengajukan Ahli sebagai berikut:

1. ALRIANTO, S.H., M.H. Bin ALIRMAN, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

- Bahwa Pekerjaan ahli adalah sebagai Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Kutai Kartanegara, Jabatan ahli adalah Kasubag Penyelesaian Sengketa Tanah, adapun tugas dan tanggung jawab ahli dalam jabatan tersebut yaitu :

a. Memediasi atau memfasilitasi penyelesaian sengketa tanah garapan.

b. Menjalankan Perintah Pimpinan

- Ahli menerangkan bahwa Riwayat Pendidikan Sarjana ahli yaitu :

a. Sarjana Hukum pada Universitas Tujuh belas Agustus Samarinda tahun 1987

b. Magister Hukum pada Universitas Putra Bangsa Surabaya Tahun 2003

Riwayat Pekerjaan dan Jabatan ahli yaitu :

a. Tahun 1987 ahli di angkat sebagai PNS pada Kanwil Diknas Propinsi Kaltim

b. Tahun 2002 ahli di mutasikan ke Bapedalda Kab. Kukar

c. Tahun 2006 ahli di mutasikan pada bagian Hukum Setkab Kukar d. Tahun 2009 ahli di mutasikan ke Bagian Pertanahan Setkab Kukar Adapun keahlian yang ahli miliki berkaitan dengan pekerjaan ahli adalah dalam bidang tanah

- Ahli tidak ada pendidikan secara khusus berkaitan dengan keahlian tersebut, tetapi ahli sudah sering diundang sebagai Narasumber untuk memberikan pelatihan-pelatihan terkait penyelesaian permasalahan pertanahan di Dirjen BAK (Bina Admitrasi Kewilayahan) Kementerian Dalam Negeri

- Ahli tidak mengetahui tentang terjadinya kegiatan menghalang-halangi kegitan usaha penambangan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), ahli tahu permasalahan tersebut setelah ada Surat dari Kapolres Kutai Kartanegara perihal permohonan pengecekan lokasi dan bantuan Ahli - Ahli menerangkan bahwa ahli ikut dalam pengecekan di lokasi kejadian

pada hari Senin tanggal 11 April 2016

- Bahwa Hasil dari peninjauan lapangan tanggal 11 April 2016 adalah : a. Lahan yang diklaim Sdr SABRAN MALISI DKK adalah lahan yang

berada dibawah conveyor PT Adimitra Baratama Nusantara yang dibeli dari Sdr MULIADI NASUTION dan sdr IZHAR

b. Hasil pengamatan dilokasi dan melalui foto udara terlihat bahwa lahan yang diklaim sebagian masih berupa hutan nipah yang artinya tidak pernah dilakukan pengelolaan ataupun bentuk penguasaan lahan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

sebelumnya sekalipun di kanan kiri lahan yang diklaim Nampak adanya aktifitas bukaan garapan baru

- Ahli menerangkan bahwa untuk menghimpun fakta-fakta pendukung terhadap kepastian obyek yang disengketakan sebagai tindak lanjut verifikasi permasalahan tersebut, pada tanggal 30 Maret 2016 dilaksanakan penghimpunan data lapangan dengan data-data yuridis masing-masing pihak sebagai berikut :

a. Bukti pembebasan lahan kepada sdr IZHAR pada tahun 2008 seluas + 7.618,219 M2 berdasarkan legalitas (SPPT) yang diregistrasi di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga dengan nomor : 045/SPPHG/II/2008, tanggal 24 Februari 2008 dengan disertai Surat Pernyataan Pengalihan Hak Garapan (SPPHG);

b. Bukti pembebesan lahan kepada sdr MULIADI NASUTION pada tahun 2008 seluas + 4.844,937 M2 berdasarkan legalitas (SPPT) yang diregistrasi di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga dengan nomor : 046/SPPHG/II/2008, tanggal 24 Februari 2008 dengan disertai Surat Pernyataan Pengalihan Hak Garapan (SPPHG)

c. Keputusan Bupati Kutai Kartanegara Nomor : 340- 107/IMB/DPU/XII/2008, tanggal 18 Desember 2008 tentang Izin Mendirikan Bangunan untuk pembangunan Crusher Plant dan Loading Conveyor di Kelurahan Pendingin Kecamatan Sangasanga d. Legalitas perijinan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) yaitu :

1) Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) Nomor : 540/1691/IUP-OP/MB-PBAT/XII/2009, tanggal 01 Desember 2009;

2) Ijin Lokasi Nomor : 79/DPN.K/IL-79/XI-2007;

3) AMDAL Nomor : KAKK/06/AMDAL/TB/VI-2012 dan revisi nomor 109 – 2015.

- Bahwa berdasarkan data dan dokumen yang dimiliki oleh sdr SABRAN MALISI ditinjau berdasarkan kondisi lapangan saat ini maka dapat disimpulkan bahwa sdr SABRAN MALISI selama ini tidak pernah menguasai secara fisik lahan tersebut dalam bentuk pengelolaan/penggarapan lahan atau dalam bentuk apapun, hal ini bertentangan dengan keterangan yang dimuat dalam SPPT yang dimiliki dan dibuat tahun 2000, data fisiknya menerangkan “dikuasai dan dipelihara terus menerus untuk kebun/ladang dll…”, namun kenyataannya sampai saat inipun tanah tersebut tidak pernah di kuasai, diusahakan/dikelola, adanya bukti Surat Keterangan Tanah (SKT/SPPT)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

yang dimiliki sdr SABRAN MALISI tidak serta merta dapat dijadikan dasar Hak Milik atas Tanah, namun hanya dapat diakui sebagai Surat Keterangan Penguasaan Tanah berupa garapan/pengelolaan Lahan apabila lahan tersebut benar-benar dikerjakan dan dikelola, namun apabila tanah tersebut tidak pernah dikuasai dan/atau digarap selama 3 (tiga) tahun, maka hak penguasaan tanah tersebut gugur dan tanah kembali kepada penguasaan negara, hal ini sebagaimana diatur pada Pasal 11 Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 31 tahun 1995 dan Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 36 tahun 2013

- Bahwa Pembelian lahan oleh PT Adimitra Baratama Nusantara kepada sdr IZHAR dan MULIADI NASUTION pada tahun 2008 untuk kepentingan pembangunan Crusher Plant dan Loading Conveyer juga tidak dapat dikatakan salah karena pembebasan tersebut berdasarkan pengakuan saja dari sdr IZHAR dan sdr MULIADI NASUTION sebagai seseorang yang akan bertanggung jawab dengan didasarkan :

a. Tanah tersebut tidak pernah dikuasai dan/atau digarap selama 3 (tiga) tahun atau lebih, maka hak penguasaan kembali kepada pengusaan Negara;

b. Baik sdr SABRAN MALISI maupun sdr IZHAR dan sdr MULIADI NASUTION sama-sama tidak pernah menguasai atau menggarap lahan yang dipermasalahkan, hal ini dapat dibuktikan pada saat pengecekan lokasi dan foto udara tanggal 11 April 2016 kondisi lahan masih cenderung alami (pohon nipah)

c. Berkenaan dengan permasalahan pembuatan Surat Keterangan Tanah (SKPT/SPPT) dan Surat Pelepasan Hak Atas Tanah (SPHAT) yang dibuat oleh PT Adimitra Baratama Nusantara terhadap lahan yang dibebaskan, menurut ahli lahan tersebut tidak/belum ada data fisik dan data yuridis sehingga PT Adimitra Baratama Nusantara membuat SPHT sebagai bukti pembebasan hak dan dan kepada seseorang yang bertanggung jawab, sedangkan SPPT/SKPT yang dibuat oleh PT Adimitra Baratama Nusantara mestinya bersifat sementara dan wajib didaftarkan ke Kelurahan dan Kecamatan untuk diregistrasi sebagai bukti pengalihan hak dan pengusaaan tanah - Bahwa lahan yang dibeli/dibebaskan oleh PT Adimitra Baratama

Nusantara kepada sdr MULIADI NASUTION dan sdr IZHAR untuk kepentingan membangun Crasher Plant dan Loading Conveyer, telah memenuhi ketentuan Pasal 136 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, sekalipun menurut kami PT Adimitra Baratama Nusantara tidak perlu membebaskan lahan tersebut dengan alasan bahwa tanah tersebut merupakan TANAH NEGARA dan tidak terdapat Hak keperdataan siapapun baik keterangan data fisik berupa penguasaan dan/atau pengelolaan lahan maupun keterangan data yuridis;

2. BUANA SJAHBOEDDIN, SH, MH Bin ASRIL SJAHBOEDDIN, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa tugas dan tanggung jawab ahli adalah sebagai Analis Hukum memberikan konsultasi dan bantuan hukum yang berhubungan dengan kegiatan pertambangan mineral dan batubara

- Bahwa Pengertian dari Usaha Pertambangan menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (selanjutnya akan ahli sebut UU Minerba) Pasal 1 huruf 6

“Usaha Pertambangan adalah kegiatan dalam rangka pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pascatambang”

- Sedang pengertian Penambangan menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasal 1 huruf 19 “Penambangan adalah bagian kegiatan usaha pertambangan untuk memproduksi mineral dan/atau batubara dan mineral ikutannya”.

- Bahwa Berdasarkan Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Bab VIII mengenai Persyaratan Perizinan Usaha Pertambangan, Pasal 65 dijelaskan “Badan Usaha, koperasi, dan perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51, Pasal 54, Pasal 57 dan Pasal 60 yang melakukan usaha pertambangan wajib memenuhi persyaratan Adminitratif, persyaratan teknis, persyaratan Lingkungan dan persyaratan Finansial”.

- Bahwa Kegunaan Izin Usaha Pertambangan adalah Izin untuk melaksanakan usaha pertambangan sesuai Pasal 1 ayat (7) UURI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara;

Kemudian mengenai siapa yang berhak memberikan izin dalam hal pemberian IUP ini diatur dalam Pasal 37 UURI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yaitu IUP diberikan oleh :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

a. Bupati/Walikota; apabila WIUP (Wilayah Ijin Usaha Pertambangan) berada didalam satu wilayah kabupaten/kota

b. Gubernur; apabila WIUP berada pada lintas wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu) propinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari Bupati/walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan; dan

c. Menteri; apabila WIUP berada pada lintas wilayah propinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari gubernur dan bupati/walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan

Kemudian berdasarkan Pasal 14 Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Kehutanan, kelautan, serta energi dan sumber daya mineral dibagi antara Pemerintah Pusat dan Daerah Provinsi

- Bahwa Setiap pemegang IUP ekplorasi maupun IUP Operasi Produksi tidak secara otomatis berhak melakukan kegiatan pertambangan disuatu wilayahnya, hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Undang undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba pada Pasal 134 ayat (1) Hak atas WIUP, WPR, atau WIUPK tidak meliputi hak atas tanah permukaan bumi. Ayat (2) Kegiatan usaha pertambangan tidak dapat dilaksanakan pada tempat yang dilarang untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ayat (3) Kegiatan usaha pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari instansi Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Pasal 135 Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi hanya dapat melaksanakan kegiatannya setelah mendapat persetujuan dari pemegang hak atas tanah

Pasal 136 ayat (1) Pemegang IUP atau IUPK sebelum melakukan kegiatan operasi produksi wajib menyelesaikan hak atas tanah dengan pemegang hak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ayat (2) Penyelesaian hak atas tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan atas tanah oleh pemegang IUP atau IUPK

Pasal 138 menjelaskan Hak atas IUP, IPR, IUPK bukan merupakan pemilikan hak atas tanah.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 42 Putusan Nomor 600/Pid.Sus/2017/PN Trg

Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa apabila ada pemegang IUP Ekplorasi atau Operasi Produksi apabila akan melaksanakan kegiatan dilapangan harus dengan persetujuan atau wajib menyelesaikan hak atas tanah dengan pemegang hak sesuai dengan peraturan perundang undangan

- Bahwa berdasarkan UURI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batu bara, dapat ahli jelaskan definisi dari Pasal 162 adalah sebagai berikut :

a. Setiap orang memiliki definisi dan maksud bahwa setiap orang atau orang perorangan, koorporasi dan/atau badan usaha yang berbadan hukum, maupun yang tidak berbadan hukum, sebagai pelaku dari tindak pidana atau pelanggaran atau sebagai subyek hukum

b. Merintangi memiliki definisi dan maksud bahwa suatu perbuatan atau kegiatan menghalangi dan atau menghentikan kegiatan usaha pertambangan yang telah memiliki perijinan sesuai dengan perundang-undangan

c. Mengganggu juga memiliki definisi yang sama dari pengertian merintangi

d. Kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP/IUPK yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 136 ayat (2), memiliki definisi bahwa untuk kegiatan usaha pertambangan dapat dilakukan setelah memiliki IUP, dengan pentahapan IUP Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, sedangkan untuk syarat-syarat yang diatur dalam Pasal 136 ayat (2) dan UURI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan batubara, syarat-syarat dimaksud adalah :

 Bahwa bagi pelaku usaha dibidang pertambangan, dan/atau pemegang IUP dan IUPK sebelum melakukan kegiatan operasi produksi wajib menyelesaikan hak-hak yang ada diatas tanah dimaksud

 Sedangkan untuk kegiatan penyelesaian hak-hak atas tanah tersebut dapat dilakukan dengan cara bertahap, sesuai dengan kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan;

 Dalam hal yang dimaksud dengan hak-hak atas tanah tersebut, sebagaimana diatur UURI No. 5 tahun 1960 tentang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah