• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
237
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

P U T U S A N No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memeriksa dan mengadili perkara- perkara perdata pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

NAZARWAN CHANDRA, Pekerjaan Swasta, alamat Jl. Tebet Barat Dalam I J/1 Rt.004/Rw.001, Kelurahan Tebet, Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili oleh kuasanya MANSON LUMBANRAJA, SH.MM., DUMOLI SIMANJUNTAK, SH., J.S. SIMATUPANG, SH., SAUT LUMBANRAJA, SH., SUDARTA SIRINGORINGO, SH., YOHANES VIANEY POA, SH., Advokat dan Pengacara dari Kantor Advokat dan Pengacara MANSON LUMBANRAJA, SH.MM. & ASSOCIATES, berkantor di Kompleks Perkantoran Pulo Mas Satu, Gedung I, Lantai III, Ruang 4, Jalan Ahmad Yani No.2, Jakarta Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 11 April 2011, selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;

M E L A W A N :

1. IRVAN YUSRIZAL, beralamat di Jl. Matraman Ciliwung No.7 Rt.03/07 Jakarta Pusat, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT I ;

2. HUTOMO MANDALA PUTERA, beralamat di Gedung Granadi Lt.9, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-1 No.8-9, Jakarta Selatan, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II ;

3. Notaris Dan PPAT Ny. SITI PERTIWI HENNY SHIDKI, SH., beralamat di Jl. Rajasa III/17 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT III ;

Hal. 1 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

4. PT. SEKAR ARTHA SENTOSA, beralamat di Gedung Granadi Lt.10, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-1 No.8-9, Jakarta Selatan, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT IV ;

5. PT. PUTRA INDONESIA BERSAMA, beralamat di Gedung Granadi Lt.10, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-1 No.8-9, Jakarta Selatan, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT V ;

6. HUTAMA KARYA (HK), beralamat di Jl. MT. Haryono Kav.8 Cawang, Jakarta Timur, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT VI ;

7. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Cq. MENTERI DALAM NEGERI RI Cq. GUBERNUR PROPINSI DKI JAKARTA, Cq.

KEPALA DINAS P2B PROPINSI DKI JAKARTA Cq. KEPALA

SUKU DINAS P2B JAKARTA SELATAN, beralamat di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jl. Prapanca Raya, Jakarta selatan,

selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT VII ;

8. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Cq. BADAN PERTANAHAN NASIONAL RI Cq. BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROPINSI DKI JAKARTA Cq. BADAN PERTANAHAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN, beralamat di Kantor Walikota Jakarta selatan, Jl. Prapanca Raya, Jakarta Selatan, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT VIII ;

Pengadilan Negeri Tersebut ;

Setelah membaca surat-surat perkara ;

Telah mendengar kedua belah pihak dan saksi- saksi Penggugat ;

TENTANG DUDUK PERKARA 2

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Menimbang, Bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tertanggal 21 April 2011 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 21 April 2011 di bawah Register Perkara Perdata No. 245/

Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel., telah mengemukakan dalil-dalil sebagai berikut :

DALAM PROVISI

Bahwa oleh karena Tergugat II, Tergugat IV, Tergugat V, dan Tergugat VI telah terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Penggugat dengan tanpa alas hak Tergugat IV dan Tergugat V telah mendirikan bangunan dan menjual dalam hal ini “ Niffaro Apartment “ tanpa memiliki hak diatas Tanah milik Penggugat seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu

wadah Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang

mana tanah tersebut belum pernah di jual, digadaikan dan dipindah tangankan kepada siapapun, sehingga jelas Para Tergugat telah melanggar aturan Perkotaan yang berlaku di Propinsi DKI Jakarta, maka karena menyangkut kerugian terhadap masyarakat banyak, oleh karena itu mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cq Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar kiranya berkenan terlebih dahulu Memerintahkan Tergugat II, Tergugat IV, Tergugat V, dan Tergugat VI untuk menghentikan segala pekerjaan atau kegiatan apapun diatas tanah milik Penggugat seluas 28.748 M2 yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel.

Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan sampai dengan Putusan Perkara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

DALAM POKOK PERKARA

1. Bahwa Penggugat adalah Pemilik Sah atas Tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN

Hal. 3 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan batas- batas sebagai berikut :

• Sebelah Utara / Kiri berbatasan dengan : Jalan Empang 3

• Sebelah Selatan / Kanan berbatasan dengan : Tanah EV. 6418 Sisa

• Sebelah Timur / Belakang berbatasan dengan : Jalan Tembakau

• Sebelah Barat / Depan berbatasan dengan : Jalan Raya Pasar Minggu

2. Bahwa Tergugat IV dan Tergugat V adalah suatu Perusahaan yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku

yang bergerak di bidang Property Developer & Management ;

3. Bahwa Penggugat sebagai Pemilik Sah atas tanah tersebut belum pernah menjual, menggadaikan maupun memindahtangankan kepada siapapun ;

4. Bahwa akan tetapi pada Tahun 1987, ternyata timbul Sertifikat-Sertifikat atas tanah tersebut diatas, antara lain :

- Sertifikat Hak Milik No. 572 atas nama Ir. Raden Mas Mohamad Prayitno Soedjono berdasarkan Akta Hibah No. 10/JS/I/1988 dikembalikan kepada Ahli Waris ;

- Sertifikat Hak Milik No. 573 atas nama Ir. Raden Mas Mohamad Prayitno Soedjono berdasarkan Akta Hibah No. 8/JS/I/1988 dikembalikan kepada Ahli Waris ;

- Sertifikat Hak Milik No. 574 atas nama Ir. Raden Mas Mohamad Prayitno Soedjono berdasarkan Akta Hibah No. 9/JS/I/1988 dikembalikan kepada Ahli Waris ;

4

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

5. Bahwa sesuai dengan Penetapan No. 93/Pdt/P/1987/PN.Jkt.Tim tertanggal 25 April 1987, yang amarnya berbunyi :

1. Mengabulkan permohonan Pemohon tersebut diatas ;

2. Menetapkan bahwa Yayasan Al Djamien adalah satu-satunya wadah pengelola harta peninggalan almarhum Djamien dihadapan Notaris

Batavia dahulu / sekarang Jakarta John Cornelis Meyer tertanggal 2 Desember 1840 beserta wasiat lainnya Yan Ferdinand Lens dan

Ketetapan No. 198/166 tertanggal 9 Maret 1855 ;

3. Bahwa para ahli waris Djamien adalah pihak yang tetap mempunyai hak terhadap persil-persil tanah dari Eigendom Indonesia No. 8361, 8733, 4238, 4938, 6420, 6421, 6930, 7372, 7373, 6419, 6481, 5600, 8732, 8750, 6339, 6415, 6418, 1575, 5555, 5559, 5530, 5704, sebagai hak milik sepanjang tidak digarap pihak lain atau yang telah diambil Pemerintah, serta hak dasar bagi yang dikerjakan pihak lain dan atau Pemerintah, yang kesemuanya ini diurus oleh YAYASAN AL DJAMIEN ;

4. Menetapkan biaya permohonan ini sebesar Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah) ;

6. Bahwa sesuai dengan Penetapan No. 402/Pdt/P/1988/PN.Jkt.Sel tertanggal 22 Juli 1988, yang amarnya berbunyi :

1. Mengabulkan permohonan pemohon tersebut diatas ;

2. Menyatakan batal permohonan dari pemohon ( MUHAMMAD TOHA

dan RUDI TOHA ) untuk membalik nama Sertifikat Hak Milik No. 573, No. 574, No. 572 yang sekarang dalam proses pada Kantor Agraria

Jakarta Selatan ;

Hal. 5 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

3. Menyatakan tanah-tanah yang tercantum dalam Sertifikat Hak Milik No. 573, No. 574, No. 572 dikembalikan pada status semula, sebagai

tanah Verponding Indonesia No. 6418 dan mewajibkan Pemohon

segera mengajukan suatu permohonan hak baru atas nama Yayasan Al Djamien ;

4. Memerintahkan kepada Pemohon untuk segera memberitahukan Penetapan ini kepada Instansi yang berwenang yaitu Kantor Agraria Jakarta Selatan untuk dicatat dalam buku register untuk itu ;

5. Menetapkan biaya permohonan ini sebesar Rp. 22.500,- ( dua puluh dua ribu lima ratus rupiah ) dibebankan kepada Pemohon ;

7. Bahwa dengan menggunakan alas hak Sertifikat Hak Milik No. 572/

Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 573/Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 574/

Pejaten, Tergugat I telah menjual Tanah tersebut diatas kepada Tergugat II, antara lain :

a. Sertifikat Hak Milik No. 572/Pejaten berdasarkan Akta Jual Beli No. 76/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 Pebruari 1994 yang dibuat dihadapan Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, PPAT di Jakarta ( Tergugat III ) ;

b. Sertifikat Hak Milik No. 573/Pejaten berdasarkan Akta Jual Beli No. 77/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 November 1994 yang dibuat dihadapan Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, PPAT di Jakarta ( Tergugat III ) ;

c. Sertifikat Hak Milik No. 574/Pejaten berdasarkan Akta Jual Beli No. 78/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 Pebruari 1994 yang dibuat dihadapan Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, PPAT di Jakarta ( Tergugat III ) ;

6

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

yang nyata-nyata ketiga Sertifikat tersebut telah DIBATALKAN OLEH

PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN sesuai dengan Penetapan No. 402/Pdt/P/1988/PN.Jkt.Sel tertanggal 22 Juli 1988, oleh karena itu

mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini menyatakan Akta Jual Beli No. 76/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 Pebruari 1994, Akta Jual Beli No. 77/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 November 1994, Akta Jual Beli No. 78/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 Pebruari 1994 yang dibuat dihadapan Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, PPAT di Jakarta ( Tergugat III ) batal demi hukum ;

8. Bahwa perlu kami BERITAHUKAN kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, bahwa Tergugat I adalah Direktur Utama PT.

HUMPUSS, sedangkan Tergugat II adalah pemilik PT. HUMPUSS, sehingga mana mungkin terjadi Jual Beli diantara Tergugat I dengan Tergugat II, ini hanyalah rekayasa dan akal-akalan oleh Tergugat I dan Tergugat II untuk mengambil alih Tanah milik Penggugat ;

9. Bahwa di areal tanah Aquo, Tergugat IV ( PT. SEKAR ARTHA SENTOSA ) dan Tergugat V ( PT. PUTRA INDONESIA BERSAMA ) tanpa alas hak telah mendirikan bangunan dalam hal ini “ Niffaro Apartement “ yang dahulu diatas Tanah Aquo pernah didirikan Pusat Perkulakan GORO yang didirikan oleh PT. Goro Yudhistira Utama, dimana jelas-jelas tanah tersebut belum pernah dijual, digadaikan, maupun dipindahtangankan oleh Penggugat kepada siapapun ;

10.Bahwa dengan timbulnya Sertifikat Hak Milik No. 572/Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 573/Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 574/Pejaten dalam hal ini Pembangunan “ Niffaro Apartement “ sudah tentu adanya bantuan dari Tergugat VII Dan Tergugat VIII, maka hal ini jelas-jelas merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang telah dilakukan oleh Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV, dan Tergugat V yang mana kenyataannya ketiga Sertifikat tersebut telah dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sesuai dengan Penetapan No. 402/Pdt/P/1988/

PN.Jkt.Sel tertanggal 22 Juli 1988 ;

Hal. 7 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

11.Bahwa atas perbuatan Tergugat II, Tergugat IV dan Tergugat V, dengan menggunakan alas hak Sertifikat Hak Milik No. 572/Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 573/Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 574/Pejaten telah mendirikan bangunan dalam hal ini “ Niffaro Apartement “ yang nyata- nyata ketiga Sertifikat tersebut telah DIBATALKAN OLEH PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN sesuai dengan Penetapan No. 402/Pdt/P/1988/PN.Jkt.Sel tertanggal 22 Juli 1988, Penggugat sudah 4 ( empat ) kali mengirim Surat Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V, yaitu :

a. Surat No. 34/K/ML/II/2011 Perihal Konfirmasi tertanggal 18 Februari 2011 ;

b. Surat No. 37/T/ML/II/2011 Perihal Tanggapan Surat No. 016/SAS/II/2011 tertanggal 18 Februari 2011 ;

c. Surat No. 44/P/ML/III/2011 Perihal Pemberitahuan / Somasi tertanggal 10 Maret 2011 ;

d. Surat No. 50/J&S/ML/III/2011 Perihal Jawaban / Somasi tertanggal 29 Maret 2011 ;

yang intinya semua surat-surat tersebut adalah mencoba mengupayakan jalan damai tetapi tidak berhasil, karena Tergugat II, Tergugat IV, dan

Tergugat V keras, seakan-akan tidak mengakui Penetapan No. 402/Pdt/P/1988/PN.Jkt.Sel tertanggal 22 Juli 1988, yang ada justru

Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V menyampaikan jawaban-jawaban Peringatan / Somasi Penggugat tersebut dengan memutarbalikan fakta dimana seakan-akan Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V ada dipihak yang benar, maka sebagai upaya terakhir dari Penggugat dilakukanlah upaya gugatan ini ;

8

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

12. Bahwa sebelum Gugatan ini diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Penggugat juga mengirim surat kepada Tergugat VII dan Tergugat VIII, antara lain :

- Surat No. 40/K/ML/III/2011 Perihal Konfirmasi tertanggal 04 Maret 2011 ;

- Surat No. 41/P/ML/III/2011 Perihal Mencabut / Membatalkan Site Plane, SIPPT (Surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah) Dan Izin Mendirikan Bangunan tertanggal 04 Maret 2011 ;

yang intinya meminta penjelasan kepada Tergugat VIII dari mana Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V memperoleh Tanah Aquo, dan meminta kepada Tergugat VII agar mencabut atau membatalkan Site Plane, SIPPT ( Surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah ) Dan Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) yang dimiliki oleh Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V dalam hal ini Pembangunan “ Niffaro Apartement “, akan tetapi sampai dengan Penggugat mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tergugat VII dan Tergugat VIII tidak juga memberikan penjelasan atas kedua surat tersebut, apakah karena Tergugat VII dan Tergugat VIII telah mengetahui kesalahannya mengakibatkan tidak berani menjawab surat dari Penggugat, oleh karena itu Penggugat anggap tidak ada bukti kepemilikkan yang sah dan Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) tersebut ;

13. Bahwa sesuai dengan Surat dari Badan Pertanahan Nasional Proyek Pemetaan Fotografi No. 0124/L.P/BPN/VIII/1994 tertanggal 12 Agustus 1994 DENGAN JELAS DITERANGKAN bahwa persil Tanah Eigendom Verponding 6418 benar terletak di pinggir Jalan Raya Pasar Minggu, Kel.

Pejaten Timur, Kec. Pasar Minggu Jakarta Selatan atas nama Koeroe Alimoedin sebagaimana dimaksud dalam SKPT No. 1116/1984 tanggal 12 Desember 1984, oleh karena itu Penggugat MENSOMER Tergugat I, Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V untuk membuktikan tanah

Hal. 9 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

tersebut adalah milik Tergugat I, Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V di hadapan Persidangan ;

14. Bahwa apabila Tergugat IV dan Tergugat V benar-benar memiliki Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) dalam hal ini “ Niffaro Apartement “ tentu adanya bantuan dari Tergugat VII, hal ini merupakan Perbuatan Melawan Hukum, karena Tergugat IV dan Tergugat V tidak ada hak untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) maupun mendirikan bangunan diatas Tanah milik Penggugat yang belum pernah di jual, digadaikan dan dipindah tangankan kepada siapapun termasuk kepada Tergugat I dan Tergugat II, oleh karena itu mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini mencabut Izin Mendirikan Bangunan dalam hal ini

“ Niffaro Apartement “ dan menyatakan Izin Mendirikan Bangunan tersebut tidak sah menurut hukum ;

15. Bahwa perbuatan atau tindakan Para Tergugat seperti yang telah diuraikan diatas merupakan Perbuatan Melawan Hukum ( Onrecht Machtigedaad ) yang sangat merugikan Penggugat, oleh karenanya berdasarkan ketentuan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang berbunyi :

“ Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut ”.

16. Bahwa akibat Perbuatan Para Tergugat yang telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum, mengakibatkan kerugian yang sangat besar terhadap Penggugat baik Kerugian Materiil maupun Immateriil, yaitu sebagai berikut :

A. KERUGIAN MATERIIL 10

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Penggugat telah mengalami kerugian karena tidak dapat menikmati haknya sebagai Pemilik Sah atas Tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan

• 1 meter = Rp. 7.000.000,- / meter

• 1 Ha = 10.000 meter x Rp. 7.000.000,- = Rp. 70.000.000.000,-

• Jadi, 28.748 M2

= 28.748 x Rp. 7.000.000,- = Rp. 201.236.000.000,-

Total Kerugian Materiil sebesar Rp. 201.236.000.000,- ( Dua Ratus Satu Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Enam Juta Rupiah ). Dengan rincian yang harus ditanggung oleh Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V, adalah sebagai berikut :

• Jumlah yang harus ditanggung oleh Tergugat II adalah sebesar Rp. 80.494.400.000,- ( Delapan Puluh Milyar Empat Ratus Sembilan

Puluh Empat Juta Empat Ratus Rupiah ) ;

• Jumlah yang harus ditanggung oleh Tergugat IV adalah sebesar Rp. 80.494.400.000,- ( Delapan Puluh Milyar Empat Ratus Sembilan

Puluh Empat Juta Empat Ratus Rupiah ) ;

• Jumlah yang harus ditanggung oleh Tergugat V adalah sebesar.

Rp. 40.247.200.000.- ( Empat Puluh Milyar Dua Ratus Empat Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Ribu Rupiah ) ;

B. KERUGIAN IMMATERIIL

Penggugat telah kehilangan waktu untuk mengurus dan / atau menyelesaikan Perkara ini dengan Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat

Hal. 11 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

V yang seharusnya waktu tersebut dapat dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan yang lain yang lebih produktif, akan tetapi dipergunakan untuk mengurus persoalan dengan Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V, hal ini seharusnya tidak terjadi dan / atau telah mengganggu ketenangan dan / atau konsentrasi pikiran Penggugat, kerugian ini sebenarnya merupakan kerugian akibat perbuatan melawan Hukum yang dilakukan oleh Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V dengan tidak ternilai harganya, namun demi tegaknya Hukum dan Keadilan, maka sangatlah pantas jika ditetapkan suatu jumlah tertentu sebagai Pengganti Kerugian Immateriil Penggugat dengan jumlah uang sebesar Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah)

Maka Jumlah Total keseluruhan Kerugian Penggugat baik secara Materiil maupun Immateriil yang ditanggung oleh Tergugat II, Tergugat IV dan Tergugat V adalah :

= Rp. 201.236.000.000,- + Rp. 10.000.000.000,- = Rp. 211.236.000.000,- ( Dua Ratus Sebelas Milyar Dua Ratus Tiga Puluh

Enam Juta Rupiah ).

17.Bahwa untuk menghindari Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V mengalihkan harta kekayaannya kepada Pihak lain serta agar menjaga Gugatan Penggugat ini tidak sia-sia, maka berdasarkan Pasal 227 HIR, Penggugat mohon sudilah kiranya Bapak Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cq Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan meletakkan Sita Jaminan ( Conservatoir Beslag ) terhadap :

1. Tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang sekarang dilokasi Sita Jaminan dibangun

12

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

“ Niffaro Apartement “ oleh Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V , dengan batas-batas sebagai berikut :

• Sebelah Utara / Kiri berbatasan dengan : Jalan Empang 3

• Sebelah Selatan / Kanan berbatasan dengan : Tanah EV. 6418 Sisa

• Sebelah Timur / Belakang berbatasan dengan : Jalan Tembakau

• Sebelah Barat / Depan berbatasan dengan : JalanRaya Pasar Minggu

2. Harta kekayaan Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang ada sekarang maupun yang diketemukan kemudian hari

Adapun permohonan Sita Jaminan ( Conservatoir Beslag ) tersebut akan diajukan permohonannya secara tersendiri oleh Penggugat melalui Majelis Hakim Perkara ;

18. Bahwa apabila Para Tergugat lalai dalam melaksanakan seluruh Pembayaran ganti rugi kepada Penggugat, maka Para Tergugat patut

dihukum secara tanggung – renteng untuk membayar uang paksa ( Dwangsom ) sebesar Rp. 20.000.000,- ( Dua Puluh Juta Rupiah ) setiap

harinya atas keterlambatan pembayaran, terhitung sejak Putusan ini berkekuatan Hukum Tetap sampai pembayaran keuangan dan ganti rugi dibayar sampai lunas ;

19.Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 180 HIR, oleh karena gugatan ini didukung oleh alat bukti yang kuat, maka beralasan apabila terhadap Putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu ( Uit Voerbaar bij Voorraad ) meskipun ada Upaya Hukum Verzet, Banding, Kasasi atau Upaya Hukum lainnya ;

Hal. 13 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

20.Bahwa mengingat Para Tergugat telah terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum, maka cukup patut dan adil serta sangat beralasan hukum apabila Para Tergugat di hukum secara tanggung - renteng untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

Bahwa berdasarkan dalil-dalil dan alasan-alasan yang Penggugat uraikan diatas mohon Kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memanggil Para Pihak dan memberikan Putusan sebagai berikut :

DALAM PROVISI

Memerintahkan Tergugat II, Tergugat IV, Tergugat V, dan Tergugat VI untuk menghentikan segala pekerjaan atau kegiatan apapun diatas tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah

Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan sampai

dengan Putusan Perkara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

DALAM POKOK PERKARA

1. Mengabulkan Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan Penggugat adalah pemilik sah atas Tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah Yayasan Al- Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan batas- batas sebagai berikut :

• Sebelah Utara / Kiri berbatasan dengan : Jalan Empang 3

14

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Sebelah Selatan / Kanan berbatasan dengan : Tanah EV. 6418 Sisa

• Sebelah Timur / Belakang berbatasan dengan : Jalan Tembakau

• Sebelah Barat / Depan berbatasan dengan : Jalan Raya Pasar Minggu

3. Menyatakan Sertifikat Hak Milik No. 572/Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 573/Pejaten, Sertifikat Hak Milik No. 574/Pejaten tidak mempunyai

kekuatan hukum atau batal demi hukum ;

4. Menyatakan Akta Jual Beli No. 76/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 Pebruari 1994, Akta Jual Beli No. 77/Pasar Minggu/1994 tertanggal

23 November 1994, Akta Jual Beli No. 78/Pasar Minggu/1994 tertanggal 23 Pebruari 1994 yang dibuat dihadapan Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, PPAT di Jakarta ( Tergugat III ) batal demi hukum ;

5. Menyatakan Para Tergugat telah Melakukan Perbuatan Melawan Hukum ;

6. Menyatakan Izin Mendirikan Bangunan yang dimiliki oleh Tergugat IV Dan Tergugat V dalam hal ini “ Niffaro Apartement “ tidak sah menurut hukum

7. Menghukum Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V untuk membayar ganti rugi secara tunai dan sekaligus kepada Penggugat baik secara Materiil dan Immateriil dengan rincian sebagai berikut :

A. KERUGIAN MATERIIL

Penggugat telah mengalami kerugian karena tidak dapat menikmati haknya sebagai Pemilik Sah atas Tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Hal. 15 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• 1 meter = Rp. 7.000.000,- / meter

• 1 Ha = 10.000 meter x Rp. 7.000.000,- = Rp. 70.000.000.000,-

• Jadi, 28.748 M2

= 28.748 x Rp. 7.000.000,- = Rp. 201.236.000.000,-

Total Kerugian Materiil sebesar Rp. 201.236.000.000,- ( Dua Ratus Satu Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Enam Juta Rupiah ). Dengan rincian yang harus ditanggung oleh Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V, adalah sebagai berikut :

• Jumlah yang harus ditanggung oleh Tergugat II adalah sebesar Rp. 80.494.400.000,- ( Delapan Puluh Milyar Empat Ratus Sembilan

Puluh Empat Juta Empat Ratus Rupiah ) ;

• Jumlah yang harus ditanggung oleh Tergugat IV adalah sebesar Rp. 80.494.400.000,- ( Delapan Puluh Milyar Empat Ratus Sembilan

Puluh Empat Juta Empat Ratus Rupiah ) ;

• Jumlah yang harus ditanggung oleh Tergugat V adalah sebesar.

Rp. 40.247.200.000.- ( Empat Puluh Milyar Dua Ratus Empat Puluh Tujuh Juta Dua Ratus Ribu Rupiah ) ;

B. KERUGIAN IMMATERIIL

Penggugat telah kehilangan waktu untuk mengurus dan / atau menyelesaikan Perkara ini dengan Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V yang seharusnya waktu tersebut dapat dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan yang lain yang lebih produktif, akan tetapi dipergunakan untuk mengurus persoalan dengan Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V, hal ini seharusnya tidak terjadi dan / atau telah mengganggu ketenangan dan / atau konsentrasi pikiran Penggugat, kerugian ini sebenarnya merupakan kerugian akibat perbuatan melawan Hukum yang dilakukan oleh Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V

16

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dengan tidak ternilai harganya namun demi tegaknya Hukum dan Keadilan, maka sangatlah pantas jika ditetapkan suatu jumlah tertentu sebagai Pengganti Kerugian Immateriil Penggugat dengan jumlah uang sebesar Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah)

Maka Jumlah Total keseluruhan Kerugian Penggugat baik secara Materiil maupun Immateriil yang ditanggung oleh Tergugat II, Tergugat IV dan Tergugat V adalah :

= Rp. 201.236.000.000,- + Rp. 10.000.000.000,- = Rp. 211.236.000.000,- ( Dua Ratus Sebelas Milyar Dua Ratus Tiga Puluh

Enam Juta Rupiah ).

8. Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan ( Conservatoir Beslag ) terhadap :

1. Tanah seluas 28.748 M2 dengan dasar kepemilikkan E.V 6418 atas nama KOEROE ALIMOEDIEN Dan Para Ahli Warisnya yang tergabung dalam suatu wadah Yayasan Al-Djamien yang terletak di Jl. Raya Pasar Minggu, Kel. Pejaten ( sekarang Kel. Pejaten Timur ), Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang sekarang dilokasi Sita Jaminan dibangun

“ Niffaro Apartement “ oleh Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V , dengan batas-batas sebagai berikut :

• Sebelah Utara / Kiri berbatasan dengan : Jalan Empang 3

• Sebelah Selatan / Kanan berbatasan dengan : Tanah EV. 6418 Sisa

• Sebelah Timur / Belakang berbatasan dengan : Jalan Tembakau

• Sebelah Barat / Depan berbatasan dengan : Jalan Raya Pasar Minggu

2. Harta kekayaan Tergugat II, Tergugat IV, dan Tergugat V baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang ada sekarang maupun yang diketemukan kemudian hari

Hal. 17 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

9. Menghukum Para Tergugat secara tanggung – renteng untuk membayar uang paksa ( Dwangsom ) sebesar Rp. 20.000.000,- ( Dua Puluh Juta Rupiah ) kepada Penggugat setiap harinya atas keterlambatan pembayaran, terhitung sejak Putusan ini berkekuatan Hukum Tetap sampai pembayaran keuangan dan pembayaran ganti rugi dibayar sampai lunas ;

10. Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu ( Uit Voerbaar bij Voorrad ) meskipun ada upaya hukum Verzet, Banding, Kasasi atau Upaya Hukum lainnya ;

11. Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini.

ATAU :

Apabila Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cq. Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya ( Ex Aequo Et Bono ).

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan untuk Penggugat hadir diwakili oleh kuasanya sebagaimana tersebut di atas, sedangkan untuk Tergugat I hadir kuasanya Krisna Hernandi, SH., Hartanto, SH., Dosdo B.C.H. Siahaan, SH., Ignatius Supriyadi, SH., Marselinus Kurnia Rajasa, SH.LLM., Paulus T. Andes Samosir, SH., Para Advokat dan Konsultan Hukum yang tergabung dalam Law Firm Krisna Hernandi & Oartners, beralamat di CBD-BIDEX No. F-26, Jl. Pahlawan Seribu, BSD City, Serpong, Tangerang 15322, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 06 Juli 2011, untuk Tergugat II, diwakili kuasanya Krisna Hernandi, SH., Hartanto, SH., Ignatius Supriyadi, SH., Meidianto Susatya, SH., Adji Supriansjah, SH., Para Advokat dan Konsultan ukum yang tergabung dalam Law Firm Krisna Hernandi &

Partners, beralamat di CBD-BIDEX No. F-26, Jl. Pahlawan Seribu, BSD City, Serpong, Tangerang 15322, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 06 Juli 2011, untuk Tergugat III diwakili kuasanya Sri Laksmi Damayanti, SH. &

Djum’an Fathoni, SH.. Para Advokat berkedudukan di Jakarta, Jl. Senopati 18

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

No.96, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 14 Juni 2011, untuk Tergugat IV diwakili oleh kuasanya Krisna Hernandi, SH., Dosdo B.C.H. Siahaan, SH., Richard, SH., Paulus T. Andes Samosir, SH., Para Advokat dan Konsultan Hukum yang tergabung dalam Law Firm Krisna Hernandi & Partners, beralamat di CBD-BIDEX No. F-26, Jl.

Pahlawan Seribu, BSD City, Serpong, Tangerang 15322, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 31 Mei 2011, untuk Tergugat V diwakili oleh kuasanya Krisna Hernandi, SH., Hartanto, SH., Hertanto, SH., Ignatius Supriyadi, SH., Marselinus Kurnia Rajasa, SH.LLM., Elsiana Inda Puti Maharani, SH., Para Advokat dan Konsultan Hukum yang tergabung dalam Law Firm Krina Hernandi

& Partners, beralamat di CBD-BIDEX No. F-26, Jl. Pahlawan Seribu, BSD City, Serpong, Tangerang 15322, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 9 Juni 2011, untuk Tergugat VI diwakili kuasanya Yusran Isnaini, SH.M.Hum., Eko Dwinanto, SH., Alfian Syukran, SH., Advokat pada Makmun & Partners Law Firm, berkantor di Gedung Taluson Pembangunan Interprise, Jl. RP. Soeroso No.28-30 Lt. 3F, Menteng, Jakarta Pusat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 5 Juli 2011, untuk Tergugat VII diwakili oleh kuasanya Zulkifli Said, SH.MH., Juli Susanto, SH., Harmanto, SH., Tumbur Parluhutan, SH., Tri Toni Rubianto, SH., Cahya Febriana, SH., Pegawai Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada Bagian Hukum Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jl. Prapanca Raya No.9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 6 Juni 2011, untuk Tergugat VIII diwakili kuasanya Bambang Bharoto, SH., Dewi Masitoh, SH., Ketut Ngurah Suteja, S.Sos, MAP., Pegawai Kantor Pertanahan Nasional Kota Administrasi Jakarta Selatan, beralamat di Jl. Prapanca Raya No.9 Jakarta Selatan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 24 Juni 2011 ;

Menimbang, bahwa kepada para pihak yang berperkara sebagaimana PERMA No. 1 Tahun 2008 telah di usahakan penyelesaian sengketa diantara mereka melalui proses mediasi dengan menunjuk saudara ACHMAD DIMYATI R.S, SH.MH., Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai mediator tetapi ternyata proses penyelesaian sengketa melalui mediasi tersebut mengalami kegagalan, sehingga dengan demikian pemeriksaan perkara ini dilanjutkan

Hal. 19 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dengan membacakan surat gugatan Penggugat yang ternyata isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat ;

Menimbang, bahwa atas gugatan Pengggugat tersebut para Tergugat telah mengajukan Eksepsi Kompetensi Absolut masing-masing Tergugat I, II, IV, V, VII dan VIII tanggal 22 September 2011, Tergugat III tidak mengajukan Eksepsi dan Tergugat VI tanggal 6 Oktober 2011, selengkapnya sebagai berikut :

EKSEPSI KOMPETENSI ABSOLUT TERGUGAT I, II, IV DAN V :

1. Bahwa dengan memperhatikan ketentuan dan praktek hukum acara yang berlaku maupun prinsip peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan, Tergugat I, II, IV dan V mengajukan Eksepsi Kompetensi Absolut ini secara terpisah dari jawaban terhadap pokok perkara dan/atau gugatan rekonpensi, sekaligus mencadangkan haknya menurut hukum untuk mengajukan eksepsi-eksepsi yang lain bersama-sama dengan jawaban terhadap pokok perkara dalam perkara aquo apabila diperlukan dikemudian hari.

“20.1. Tangkisan atau eksepsi yang diajukan oleh tergugat, diperiksa dan diputus bersama-sama dengan pokok perkaranya, kecuali jika eksepsi itu mengenai tidak berwenangnya Pengadilan Negeri untuk memeriksa perkara tersebut.”

(vide Halaman 114, Angka 20 Tentang Tangkisan/Eksepsi, Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan, Buku II, Cetakan Ke-4, Mahkamah Agung 2003)

“Pasal 4 (1) ...

(2) Peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat, dan biaya ringan.”

20

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

(vide Pasal 5 Ayat 2 dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman).

2. Bahwa Hakim pada Pengadilan Negeri karena jabatannya (ex officio) harus menyatakan dirinya tidak berwenang untuk memeriksa perkara yang diajukan kepadanya apabila Pengadilan Negeri tidak memiliki kewenangan secara mutlak/absolut meskipun pihak tergugat tidak mengajukan eksepsi tentang ketiadaan wewenang secara absolut tersebut (vide Pasal 134 HIR juncto Pasal 136 HIR dan Halaman 52, Angka 3 Tentang Wewenang Absolut, Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan Buku II, Edisi 2007, Mahkamah Agung 2007).

Pasal 134 HIR:

“Tetapi dalam hal perselisihan itu mengenai suatu perkara yang tiada masuk kekuasaan pengadilan negeri, maka pada sembarang waktu pemeriksaan perkara itu, boleh dituntut, supaya hakim mengaku dirinya tidak berhak dan hak sendiri wajib mengakui itu karena jabatannya”

Pasal 136 HIR:

“Perlawanan yang sekiranya hendak dikemukakan oleh si tergugat, dikecualikan hanya hal-hal hakim tidak berkuasa, tidak boleh dikemukakan dan ditimbang satu-persatu, ....”

Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan

“Hakim karena jabatannya harus menyatakan dirinya tidak berwenang untuk memeriksa perkara yang bersangkutan meskipun tidak ada eksepsi dari tergugat, dan hal ini dapat dilaukan pada semua taraf pemeriksaan, termasuk dalam tarat banding dan kasasi (lihat pasal 134 HIR)

Hal. 21 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

(vide Halaman 52, Angka 3 Tentang Wewenang Absolut, Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan Buku II, Edisi 2007, Mahkamah Agung 2007).

3. Bahwa dengan demikian, Majelis Hakim Yang Terhormat sudah sepatutnya menerima Eksepsi Kompetensi Absolut yang diajukan oleh Tergugat II dan V dalam perkara aquo, dan berkenan untuk terlebih dahulu memeriksa dan memutuskan apakah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memiliki kewenangan secara absolut (kompetensi absolut) untuk memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara aquo.

4. Bahwa selanjutnya alasan-alasan Eksepsi Kompetensi Absolut yang diajukan oleh Tergugat II dan V terhadap Surat Gugatan pada pokoknya adalah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak memiliki kewenangan secara absolut untuk memeriksa, mengadili maupun menjatuhkan putusan atas Surat Gugatan karena lembaga pengadilan yang memiliki kewenangan untuk memeriksa, mengadili dan memutuskannya adalah Pengadilan Tata Usaha Negara.

Adapun alasan-alasan dari Eksepsi Kompetensi Absolut yang diajukan oleh Tergugat II dan V adalah sebagai berikut:

1. Bahwa Tergugat I, II, IV dan V, menolak secara tegas seluruh dalil-dalil yang diajukan oleh Penggugat, kecuali yang diakui kebenarannya oleh Tergugat I, II, IV dan V secara tegas dan tertulis.

Tergugat VII (Kepala Dinas P2B DKI Jakarta cq. Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Selatan) adalah Pejabat Tata Usaha Negara sedangkan Tergugat VIII (Badan Pertanahan Nasional RI cq. Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi DKI Jakarta cq. Kantor Pertanahan Kota Jakarta Selatan) adalah Badan Tata Usaha Negara

22

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

2. Bahwa dalam Perkara aquo, Surat Gugatan selain ditujukan terhadap Tergugat I, II, IV dan V, juga ditujukan antara lain terhadap:

i) Pemerintah Republik Indonesia cq. Menteri Dalam Negeri RI cq.

Gubernur Prop. DKI Jakarta cq. Kepala Dinas P2B Prop. DKI Jakarta cq. Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Selatan (Tergugat VII), terkait tuntutan agar Izin Mendirikan Bangunan yang dimiliki oleh Tergugat IV dan V dinyatakan tidak sah menurut hukum (vide Posita butir 14 hlm. 6 dan Petitum butir 6 hlm. 9 Surat Gugatan), dan

ii) Pemerintah Republik Indonesia cq. Badan Pertanahan Nasional RI cq. Badan Pertanahan Nasional Propinsi DKI Jakarta cq. Badan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Tergugat VIII), terkait tuntutan agar Sertifikat Hak Milik (“SHM”) No. 572/Pejaten, SHM No. 573/Pejaten dan SHM No. 574/Pejaten tidak mempunyai kekuatan hukum atau batal demi hukum (vide Petitum butir 3 hlm 9 Surat Gugatan).

3. Bahwa Tergugat VII [Kepala Dinas P2B atau Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan DKI Jakarta (dh. Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta) dan Kepala Suku Dinas P2B atau Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Jakarta Selatan (dh. Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan Jakarta Selatan)] adalah pejabat yang memimpin Dinas P2B DKI Jakarta dan pejabat yang memimpin Suku Dinas P2B Jakarta Selatan, masing-masing berdasarkan ketentuan Pasal 4 dan Pasal 34 Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 123 Tahun 2009 tentang Organisasi Tata Kerja Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (“Pergub DKI Jakarta No. 123/2009”).

4. Bahwa mengenai Dinas P2B DKI Jakarta dan Suku Dinas P2B Jakarta Selatan sendiri dibentuk berdasarkan Pasal 2, Pasal 3 ayat (1) dan (2) dan Pasal 151 Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 10 Tahun 2008 tentang

Hal. 23 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Organisasi Perangkat Daerah (“Perda DKI Jakara No. 10/2008”) dan merupakan lembaga Perangkat Daerah yang menjadi bagian dari Pemerintah Daerah yang menjalankan/menyelenggarakan Pemerintahan Daerah (in casu Pemerintahan Daerah DKI Jakarta dan Pemerintahan Daerah Kota Jakarta Selatan) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 3 jo Pasal 120 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (“UU No. 32/2004”) jis. Pasal 1 angka (7) dan (8), Pasal 7 ayat (1) dan (2) serta Pasal 14 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (“PP No. 41/2007”).

5. Bahwa dengan demikian jelas dan tegas, bahwa Dinas P2B DKI Jakarta cq. Suku Dinas P2B Jakarta Selatan adalah BADAN TATA USAHA NEGARA, SEDANGKAN Tergugat VII yaitu Kepala Dinas P2B DKI Jakarta cq. Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Selatan adalah PEJABAT TATA USAHA NEGARA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka (8) Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Undang-Undang No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (“UU Peratun”) yang berbunyi:

“Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah badan atau pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku.”;

6. Bahwa selain itu, Tergugat VIII (Badan Pertanahan Nasional RI cq. Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi DKI Jakarta cq. Kantor Pertanahan Kota Jakarta Selatan) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dan memiliki tugas untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral, sebagaimana

24

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah