• Tidak ada hasil yang ditemukan

April 1987 dan Penetapan PN Jakarta Selatan Nomor 86

Mahkamah Agung Republik Indonesia

tanggal 25 April 1987 dan Penetapan PN Jakarta Selatan Nomor 86

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 86

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

402/Pdt/P/1988/PN.Jak.Sel. tanggal 22 Juli 1988, telah gugur dan terbantah dengan sendirinya :

24.Bahwa dalam Penetapan PN Jakarta Timur Nomor 93/Pdt/P/1987/

PN.Jkt.Tim. tanggal 25 April 1987, pada pokoknya telah ditetapkan bahwa : ahli waris Djamin yang tergabung dalam Yayasan Al-Djamien berhak atas tanah-tanah Eigendom Verponding Indonesia yang salah satunya adalah Tanah E.V. 6418;

25.Bahwa Selanjutnya, dalam pertimbangan hukum hlm. 7 Penetapan PN Jakarta Selatan No. 402/Pdt/P/1988/PN.Jak.Sel. tanggal 22 Juli 1988, pada pokoknya dinyatakan bahwa : Tanah SHM No. 572/Pejaten Timur, Tanah SHM No. 573/Pejaten Timur dan Tanah SHM No. 574/Pejaten Timur berdasarkan isi Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 93/Pdt/P/1987/PN.Jkt.Tim tanggal 25 April 1987 adalah berasal dari Tanah E.V. 6418. Kemudian dalam diktum butir.3 hlm. 9 telah ditetapkan bahwa Tanah SHM No. 572/Pejaten Timur, Tanah SHM No.

573/Pejaten Timur dan Tanah SHM No. 574/Pejaten Timur dibatalkan dan dikembalikan menjadi Tanah E.V. 6418;

26.Bahwa hal-hal di atas, kemudian terbantahkan dan gugur dengan sendirinya berdasarkan fakta-fakta hukum, sebagai berikut:

26.1. Bahwa sejak tanggal 13 Mei 1930 Tanah E.V. 6418 telah hapus dan berubah menjadi tanah Gouvernment Van Nederlandsh Indie, yang kemudian setelah kemerdekaan menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh Pemerintahan Negara Republik Indonesia atau menjadi Tanah Negara, sehingga ahli waris Djamin dan Koeroe Alimoedin dan/atau Yayasan Al-Djamien maupun Penggugat Tidak Berhak lagi atas Tanah E.V. 6418, yang terbukti dengan :

Hal. 87 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 87

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

a. Surat Ditjen Agraria, tanggal 13 Juli 1971;

b. SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah) No. 1116/1984;

c. Surat BPN Kanwil DKI Jakarta tertangal 14 April 1994; dan d. Surat BPN Proyek Pemetaan Fotogrametri No. 0124/1994.

26.1. Bahwa Tanah SHM No. 572/Pejaten Timur, Tanah SHM No. 573/

Pejaten Timur dan Tanah SHM No. 574/Pejaten Timur BUKAN berasal dari Tanah E.V. 6418 MELAINKAN berasal dari Tanah Konversi Milik Adat Dft.C.No.1636-Seb.Blok 142b D/II dan Tanah Konversi Milik Adat Dft.C.No.1636-Seb.Blok 180 D/III, dibuktikan dengan bukti-bukti berupa sertifikat-sertifikat atas Tanah SHM No. 572/Pejaten Timur, Tanah SHM No. 573/Pejaten Timur dan Tanah SHM No. 574/Pejaten Timur itu sendiri ;

26.2. Bahwa Sertifikat-Sertifikat Hak atas Tanah SHM No. 572/Pejaten Timur, Tanah SHM No. 573/Pejaten Timur dan Tanah SHM No. 574/

Pejaten Timur tersebut, juga secara tegas telah dinyatakan SAH berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 2807 K/PDT/1994 tanggal 2 Mei 1996 jo. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 449/PDT/1992/PT.DKI. tanggal 26 April 1993 jo. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 011/Pdt/G/1991/PN Jkt.Sel. tanggal 17 Desember 1991;

27.Bahwa dengan telah terbantahnya Isi Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 93/Pdt/P/1987/PN.Jkt.Tim tanggal 25 April 1987 dan Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 402/Pdt/

P/1988/PN.Jak.Sel. tanggal 22 Juli 1988, maka secara hukum Penetapan-Penetapan tersebut tidak dapat dijadikan dasar ataupun bukti atas dalil-dalil gugatan yang diajukan oleh Penggugat, sehingga dalil-dalil Penggugat yang mendasarkan pada penetapan-penetapan tersebut haruslah DITOLAK;

88

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 88

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

VII. Akta Hibah yang dipergunakan sebagai alat bukti PENETAPAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN No. 402/Pdt/P/1988/

PN.Jak.Sel. tertanggal 22 Juli 1988 adalah PALSU :

28.Bahwa Tergugat II dan Tergugat V dalam hal ini perlu menguraikan hal-hal terkait dengan perkara gugatan lain terdahulu sebagaimana dimaksud di atas, karena erat kaitannya dengan perkara aquo, dimana untuk menunjukkan bahwa Akta-Akta Hibah yang menjadi dasar dan bukti pada saat dijatuhkannya Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 402/Pdt/P/1988 tanggal 22 Juli 1988 adalah Akta-Akta Hibah PALSU. Adapun uraian singkatnya adalah sebagai berikut :

- Bahwa (i) Maswandi Hasyri, (ii) Djohogoeno, (ii) Boedi Satria Sanusi dan (iv) Sardjono Hardja Soegondo selaku Para Penggugat dalam Perkara No. 011/Pdt/G/1991/Pn.Jkt.Sel., jo. No. 449/Pdt/1992/PT.DKI jo. No. 2807 K/PDT/1994), mengaku bahwa memiliki tanah hak Milik dengan Sertifikat Hak Milik No. M.714, M.721, M.740, M.722, M.723, M.712 dan M.713 yang dulunya berasal dari Tanah SHM No. 672/

Pejaten, Tanah SHM No. 573/Pejaten, dan Tanah SHM No. 574/

Pejaten yang dibeli dari Ir. Raden Muhammad Prajitno Soedjono dengan alamat di Jalan Platina B.11/12, Permata Hijau, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Pemegang KTP No. 2543/271136198 berdasarkan Akta Jual Beli No.

4, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 masing-masing tertanggal 12 September 1987 yang dibuat di hadapan Ambrosius Sitompul, PPAT di Jakarta ;

- Bahwa dalam pertimbangan hokum halaman 11 dan 12 Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 449/PDT/1992/PT.DKI.

tanggal 26 April 1993, pada pokoknya Pengadilan Tinggi telah

Garis besar

Dokumen terkait