Mahkamah Agung Republik Indonesia
PUTRA INDONESIA BERSAMA ( Tergugat V ), dan PT. HUTAMA
9. Bahwa Tergugat Rekonpensi melakukan perbuatan yang melanggar/
bertentangan dengan kepatutan. Bahwa adapun uraian lebih lengkapnya sebagai berikut:
1. Bahwa Surat No. 138/P/ML/VIII/2011 tertanggal 04 Agustus 2011 tersebut ternyata telah ditembuskan pula kepada (i) Gubernur DKI Jakarta, (ii) Ketua DPRD DKI Jakarta, (iii) Walikota Jakarta Selatan, (iv) Camat Pasar Minggu, (v) Lurah Pejaten Timur dan (vi) Ketua RT/RW jelas merupakan merupakan suatu tindakan berlebihan, tanpa kepentingan yang layak dan tidak berguna (over bodig), karena jelas pihak-pihak sebagaimana dimaksud di atas tidak memiliki kaitan dan tidak memiliki wewenang untuk dapat menyelesaikan sengketa dalam perkara No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel, sehingga Tergugat Rekonpensi dalam hal ini telah melanggar kepatutan.
2. Bahwa di samping hal tersebut di atas, sebagaimana telah dijelaskan di atas, Surat No. 138/P/ML/VIII/2011 tertanggal 04 Agustus 2011 juga memuat ancaman Tergugat Rekonpensi untuk mengerahkan massa 164
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 164
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
untuk menghentikan pembangunan Apartemen Niffaro dan menduduki lokasi pembangunan Apartemen Niffaro, sedangkan sudah jelas dan terang menurut hukum bagi Tergugat Rekonpensi bahwa tindakan-tindakan yang demikian sama sekali tidak dibenarkan oleh hukum dan juga melanggar segala sendi dan keharusan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat (kepatutan).
Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi telah menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat Rekonpensi
10.Bahwa Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi telah menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat Rekonpensi, sebagai berikut:
Kerugian Penggugat Rekonpensi I
Dengan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi sebagaimana dimaksud di atas, khususnya berupa pelanggaran hak subjektif atas nama baik Penggugat Rekonpensi I dimana Tergugat Rekonpensi telah membuat nama baik Penggugat Rekonpensi I menjadi tercemar, maka Penggugat Rekonpensi I telah mengalami kerugian immateriil yang apabila dinilai dengan uang tidak kurang dari Rp 500.000.000.000,- (lima ratus milyar rupiah)
Kerugian Penggugat Rekonpensi II
Bahwa akibat dari Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi sebagaimana dimaksud di atas, Penggugat Rekonpensi II mengalami kerugian materiil dan immaterial sebagai berikut:
a. Kerugian materiil, berupa batalnya beberapa penjualan/
pembelian baik melalui kredit bank ataupun tunai, akibat dari pemberitaan dan/atau surat peringatan yang disertai dengan ancaman dari Tergugat Rekonpensi, yaitu sebesar Rp 100.000.000.000,- (seratus milyar rupiah)
Hal. 165 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 165
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
b. Kerugian immateriil, berupa terganggunya aktifitas pembangunan dan ketidaknyamanan/ketentraman, yang apabila dihitung/dinilai dengan uang tidak kurang dari Rp.100.000.000.000,- (seratus milyar rupiah).
11.Bahwa karena Tergugat Rekonpensi telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang mengakibatkan kerugian bagi diri Para Penggugat Rekonpensi sebagaimana tersebut di atas, maka sudah seharusnya Tergugat Rekonpensi dihukum untuk membayar atas jumlah ganti kerugian tersebut di atas secara seketika, lunas dan sekaligus.
12.Bahwa selain itu, ancaman berupa akan mengerahkan massa untuk menghentikan pembangunan dan menduduki lokasi Apartemen Nifarro yang dilakukan oleh Tergugat Rekonpensi telah mengakibatkan warga masyarakat yang menjadi pembeli dan/atau calon pembeli unit-unit Apartemen Nifarro menjadi resah sehingga membatalkan dan/atau tidak jadi melakukan pembelian, sehingga Penggugat Rekonpensi II akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi, serta karena pengiriman dan penyampaian tembusan No. 138/P/ML/VIII/2011 tertanggal 04 Agustus 2011 tersebut telah mencemarkan nama baik dari Penggugat Rekonpensi I, maka untuk memulihkan atau merehabilitasi akibat-akibat tersebut di atas, adalah layak dan patut jika Tergugat Rekonpensi dihukum untuk membuat pengumuman permintaan maaf kepada Para Penggugat Rekonpensi dan menyatakan tidak akan melakukan pengerahan massa untuk menghentikan proses pembangunan dan menduduki Apartemen Nifarro secara paksa, di 3 (tiga) Surat Kabar berskala Nasional dengan ukuran minimal ½ halaman selama 1 (satu) minggu berturut-turut sejak adanya putusan dalam perkara aquo, dengan disertai uang paksa sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta Rupiah) setiap hari keterlambatan apabila Tergugat Rekonpensi terlambat membuat pengumuman sebagaimana dimaksud.
Permohonan Sita Jaminan dan Putusan Serta Merta
166
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 166
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
13.Bahwa apabila gugatan Para Penggugat Rekonpensi ini nantinya dikabulkan, maka untuk menjamin agar putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan Para Penggugat Rekonpensi tersebut dapat benar-benar dilaksanakan dan tidak illusoir, maka dengan ini mohon agar Majelis Hakim Pemeriksa Perkara aquo, meletakkan sita jaminan terhadap asset/harta kekayaan Tergugat Rekonpensi yaitu:
i) Sebidang tanah berikut bangunan dan benda-benda yang berada di atasnya milik Tergugat Rekonpensi yang terletak di Jl. Tebet Dalam I J No. 1, Jakarta Selatan 12810.
ii) Asset atau harta kekayaan Tergugat Rekonpensi lain yang perinciannya akan diserahkan kemudian, oleh karenannya Para Penggugat Rekonpensi mereservir haknya untuk mengajukan permohonan sita jaminan lebih lanjut secara tersendiri.
14.Bahwa karena gugatan rekonpensi ini diajukan berdasarkan bukti-bukti surat yang sah dan menurut aturan yang berlaku dapat diterima sebagai bukti serta tidak dapat dibantah kebenarannya, maka sesuai dengan ketentuan pasal 180 HIR, Surat Edaran MARI Nomor 3 Tahun 2000 Tentang Putusan Serta Merta dan Putusan Provisionil, serta Surat Edaran MARI Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Permasalahan Putusan Serta-Merta dan Provisionil, maka sangatlah beralasan apabila putusan dalam gugatan rekonpensi ini dinyatakan dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uitvoerbaarr bij voorraad) meskipun ada verzet, banding, maupun kasasi.
PERMOHONAN
Berdasarkan seluruh uraian Eksepsi dan Jawaban pokok perkara (Konpensi) serta Gugatan Rekonpensi dari Tergugat II (Penggugat Rekonpensi I) dan
Hal. 167 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 167
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Tergugat V (Penggugat Rekonpensi II) di atas, maka dengan ini Tergugat II (Penggugat Rekonpensi I) dan Tergugat V (Penggugat Rekonpensi II) memohon agar Majelis Hakim Pemeriksa Perkara ini berkenan untuk menjatuhkan putusan dengan amar sebagai berikut:
DALAM KONPENSI
Dalam Eksepsi
• Mengabulkan Eksepsi Tergugat II dan Tergugat V untuk seluruhnya;
• Menyatakan Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima;
Dalam Provisi :
• Menolak Permohonan Provisi Penggugat untuk seluruhnya ;
Dalam Pokok Perkara
• Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
DALAM REKONPENSI
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat Rekonpensi untuk seluruhnya;
2. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan;
3. Menyatakan Tergugat Rekonpensi telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum;
4. Menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar ganti rugi secara seketika, lunas dan sekaligus kepada Para Penggugat Rekonpensi dengan rincian sebagai berikut:
a. Kepada Penggugat Rekonpensi I berupa kerugian immateriil sebesar sebesar Rp. 500.000.000.000,- (lima ratus milyar rupiah);
168
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 168
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
b. Kepada Penggugat Rekonpensi II berupa kerugian materiil sebesar Rp. 100.000.000.000,- (seratus milyar rupiah) dan kerugian immateriil sebesar Rp.100.000.000.000,- (seratus milyar rupiah).
5. Menghukum Tergugat untuk membuat dan menyiarkan pengumuman permintaan maaf kepada Para Penggugat dengan isi pengumuman yang ditentukan oleh Para Penggugat di 3 (tiga) Surat Kabar berskala Nasional dengan ukuran minimal ½ halaman selama 1 (satu) minggu berturut-turut sejak adanya putusan dalam perkara aquo;
6. Menghukum Tergugat untuk membayar dwangsom/uang paksa sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta Rupiah) setiap hari keterlambatan apabila Tergugat terlambat membuat dan menyiarkan pengumuman permintaan maaf di 3 (tiga) Surat Kabar berskala Nasional dengan ukuran minimal ½ halaman selama 1 minggu berturut-turut sejak adanya putusan dalam perkara aquo;
7. Menyatakan putusan dalam perkara rekonpensi ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada verzet, banding, maupun kasasi;
DALAM KONPENSI DAN REKONPENSI
• Menghukum Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi untuk membayar biaya perkara;
Atau,
Apabila Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan cq. Majelis Hakim Pemeriksa Perkara aquo berpendapat dan berpendirian lain, kami mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).