• Tidak ada hasil yang ditemukan

DALAM POKOK PERKARA :

Mahkamah Agung Republik Indonesia

JAWABAN TERGUGAT VIII

I. DALAM POKOK PERKARA :

A. Bahwa Tergugat VIII menolak seluruh dalil gugatan Penggugat kecuali terhadap hal-hal yang diakui kebenarannya secara tegas.

B. Bahwa yang menjadi obyek dari gugatan Penggugat adalah Sertipikat Hak Milik No. 572, 573 dan 574,/Pejaten.

C. Bahwa riwayat Penerbitan Sertipikat tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Sertipikat Hak Milik No. 572/Pejaten.

• Sertipikat Hak Milik No. 572/Pejaten semula tercatat atas nama Insinyur Raden Prajitno Soedjono seluas 4.945 M2 sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi tanggal 18 Juli 1979 No. 32/1227/1979, terletak di Jalan Raya Pasar Minggu Kelurahan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berasal dari Konversi Tanah Milik Adat Girik C No. 1636 seb Blok 142.b.D/II, terbit tanggal 22 September 1979 ;

180

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 180

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Selanjutnya berdasarkan Akta Jual Beli PPAT Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH No. 811/XI/Pasar Minggu/1990 tanggal 23 Pebruari 1990, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 27 Mei 1992, Hak Milik No. 572/Pejaten beralih menjadi atas nama IRVAN YUSRIZAL ;

• Berdasarkan Akta Jual Beli PPAT Ny.

Siti Pertiwi Henny Shidki, SH. No. 76/

Pasar Minggu/1994 tanggal 23 Pebruari, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 25 Oktober 1996, Hak Milik,No. 572/

Pejaten beralih menjadi atas nama HUTOMO MANDALA PUTRA ;

• Bahwa berdasarkan Akta PPAT Soeparmi, SH tanggal 6 Nopember 1996 No.3390/Pasar Minggu/1996 Hak Milik No.572/Pejaten bersama dengan Hak Milik No.573 dan 574/

Pejaten dibebani Hak Tanggungan No.6659/1996 Peringkat Pertama atas nama PT. Bank Bumi Daya, berkedudukan di Jakarta ;

• Kemudian berpedoman pada Ketentuan pasal 57 ayat (1) dan pasal 59 Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1997 jo. Pasal 138 PERMENAG/Ka. BPN No. 37 Tahun

Hal. 181 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 181

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1998, dan berdasarkan Surat Pernyataan dibawah Sumpah/Janji dari Sdr. Hutomo Mandala Putra tanggal 6 Mei 2004, yang telah diumumkan di Harian Rakyat Merdeka tanggal 22 Juni 2004 pada halaman 11, Pengumuman dari Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 21 Juni 2004 No. 92/PPT/Peng/

S/2004 dan sesuai Berita Acara Pengumuman dan Penerbitan Sertipikat Pengganti tanggal 12 Mei 2005 No. 95/BA/PPT/2005 diterbitkan Sertipikat Pengganti/II sebagai Pengganti sertipikat Hak Milik No.

572/Pejaten yang hilang dan selanjutnya bidang tanah ini sekarang diuraikan dalam Salinan Gambar Situasi tanggal 18 Juli 1979 No. 32/1227/1979 seluas 4.945 M2 NIB 09.02.04.07.01169 No. Seri Blangko AT 990968 ;

• Selanjutnya terjadi Merjer berdasarkan Akta Merger PPAT Sutjipto, SH No. 100 tanggal 24 Juli 1999, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006, kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Mandiri, berkedudukan di Jakarta ;

182

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 182

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Selanjutnya Cessie, berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang No. SP-236/BPPN/0601 tanggal 12 Juni 2001, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006, kepada BADAN

PENYEHATAN PERBANKAN

NASIONAL (BPPN), berkedudukan di Jakarta ;

• Selanjutnya Cessie, berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang PPAT Aulia Taufani, SH pengganti dari PPAT Sutjipto, SH No.

163 tanggal 25 Juni 2003, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006 No.163, kepada PT. PUTRA MANDIRI FIANCE, berkedudukan di Jakarta ;

• Cessie, berdasarkan Akta Pengalihan Piutang dari Notaris AULIA TAUFANI, SH.,Pengganti dari Notaris Soetjipto, SH tanggal 25 Agustus 2003 No.127, kepada HOPEFIELD OVERSEAS TRADING PTE LTD TORTOLA BRITISH VIRGIN ISANDS, terdaftar di kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 2 Mei 2006 ;

• Berdasarkan surat dari HOPEFIELD OVERSEAS TRADING PTE LTD TORTOLA BRITISH VIRGIN ISANDS

Hal. 183 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 183

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

tanggal 13 September 2006 Hak Tanggungan tersebut diatas hapus ;

• Bahwa Hak Milik No.572/Pejaten bersama sebagian Hak Milik No. 573 dan 574/Pejaten menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh Negara, karena pelepasan hak berdasarkan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah tanggal 23 Pebruari 1994 No. 240 dibuat oleh Nyonya Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, selanjutnya beradarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta tanggal 17 September 2009 No. 0193/HGB/

BPN.31/2009 diberikan Hak Guna Bangunan No. 211/

Pejaten Timur kepada Perseroan Terbatas ”PT. SEKAR ARTHA SENTOSA”, berkedudukan di Jakarta ;

2. Sertipikat Hak Milik No. 573/Pejaten.

• Sertipikat Hak Milik No. 573/Pejaten, semula tercatat atas nama Insinyur Raden Prajitno Soedjono, seluas 16.760 M2 sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi tanggal 18 Juli 1979 No. 33/1228/1979, terletak di Jalan Raya Pasar Minggu Kelurahan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berasal dari Konversi 184

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 184

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Tanah Milik Adat Girik C No. 1636 seb Blok 142.b.D/II, terbit tanggal 22 September 1979.

• Bahwa sebagian dari Hak Milik No.573/Pejaten seluas 97 M2 dilepaskan Haknya kepada Negara Cq. Pemerintah DKI Jakarta berdasarkan surat penyerahan/

pelepasan Hak dengan ganti rugi tanggal 14 Agustus 1985 No.Urut.109/37IV/V/1/S/PP4/1985 yang diketahui Lurah Peaten, Camat Pasar Minggu, Kepala Kantor Agraria dan Walikota Jakarta Selatan ;

• Selanjutnya berdasarkan Akta Jual Beli PPAT Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH No. 814/XI/Pasar Minggu/1990 tanggal 23 Pebruari 1990, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 27 Mei 1992, Hak Milik No. 573/Pejaten beralih menjadi atas nama IRVAN YUSRIZAL ;

• Berdasarkan Akta Jual Beli PPAT Ny.

Siti Pertiwi Henny Shidki, SH. No. 77/

Pasar Minggu/1994 tanggal 23 Pebruari 1994, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 25 Oktober 1996, Hak Milik No. 573/

Pejaten beralih menjadi atas nama HUTOMO MANDALA PUTRA ;

Hal. 185 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 185

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Bahwa berdasarkan Akta PPAT Soeparmi, SH tanggal 6 Nopember 1996 No.3390/Pasar Minggu/1996 Hak Milik No.572/Pejaten bersama dengan Hak Milik No.573 dan 574/

Pejaten dibebani Hak Tanggungan No.6659/1996 Peringkat Pertama atas nama PT. Bank Bumi Daya, berkedudukan di Jakarta ;

• Kemudian berpedoman pada Ketentuan pasal 57 ayat (1) dan pasal 59 Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1997 jo. Pasal 138 PERMENANG/Ka. BPN No. 37 Tahun 1998, maka berdasarkan Surat Pernyataan dibawah Sumpah/Janji dari Sdr. Hutomo Mandala Putra tanggal 6 Mei 2004, yang telah diumumkan di Harian Rakyat Merdeka tanggal 22 Juni 2004 pada halaman 11, Pengumuman dari Kepala Kantor Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 21 Juni 2004 No. 92/

PPT/Peng/S/2004 dan sesuai Berita Acara Pengumuman dan Penerbitan Sertipikat Pengganti tanggal 12 Mei 2005 No. 97/BA/PPT/2005 diterbitkan Sertipikat Pengganti Ke-II sebagai Pengganti sertipikat Hak Milik No.

573/Pejaten yang hilang dan selanjutnya bidang tanah ini sekarang diuraikan dalam Salinan Gambar Situasi tanggal 18 Juli 1979 No.

186

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 186

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

33/1228/1979 seluas 16.663 M2 NIB 09.02.04.07.01168 No. Seri Blangko AT 987513 ;

• Selanjutnya terjadi Merjer berdasarkan Akta Merger PPAT Sutjipto, SH No. 100 tanggal 24 Juli 1999, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006, kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Mandiri, berkedudukan di Jakarta ;

• Selanjutnya Cessie, berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang No. SP-236/BPPN/0601 tanggal 12 Juni 2001, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006, kepada BADAN

PENYEHATAN PERBANKAN

NASIONAL (BPPN), berkedudukan di Jakarta ;

• Selanjutnya Cessie, berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang PPAT Aulia Taufani, SH pengganti dari PPAT Sutjipto, SH No.

163 tanggal 25 Juni 2003, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006 No.163, kepada PT. PUTRA MANDIRI FIANCE, berkedudukan di Jakarta ;

Hal. 187 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 187

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Cessie, berdasarkan Akta Pengalihan Piutang dari Notaris AULIA TAUFANI, SH.,Pengganti dari Notaris Soetjipto, SH tanggal 25 Agustus 2003 No.127, kepada HOPEFIELD OVERSEAS TRADING PTE LTD TORTOLA BRITISH VIRGIN ISANDS, terdaftar di kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 2 Mei 2006 ;

• Berdasarkan surat dari HOPEFIELD OVERSEAS TRADING PTE LTD TORTOLA BRITISH VIRGIN ISANDS tanggal 13 September 2006 Hak Tanggungan tersebut diatas hapus ;

• Bahwa Hak Milik No.572/Pejaten bersama sebagian Hak Milik No. 573 dan 574/Pejaten menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh Negara, karena pelepasan hak berdasarkan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah tanggal 23 Pebruari 1994 No. 240 dibuat oleh Nyonya Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, selanjutnya beradarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta tanggal 17 September 2009 No. 0193/HGB/

BPN.31/2009 diberikan Hak Guna Bangunan No. 211/Pejaten Timur kepada Perseroan Terbatas ”PT.

SEKAR ARTHA SENTOSA”,

berkedudukan di Jakarta ; 188

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 188

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

3. Sertipikat Hak Milik No. 574/Pejaten

• Sertipikat Hak Milik No. 574/Pejaten semula tercatat atas nama Insinyur Raden Prajitno Soedjono, seluas 7.140 M2 sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi tanggal 18 Juli 1979 No. 34/1229/1979, terletak di Jalan Raya Pasar Minggu Kelurahan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berasal dari Konversi Tanah Milik Adat Girik C No. 1636 seb Blok 180 D/II, diterbitkan haknya tanggal 22 September 1979 ;

• Selanjutnya berdasarkan Akta Jual Beli PPAT Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH No. 816/XI/Pasar Minggu/1990 tanggal 23 Pebruari 1990, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 27 Mei 1992, Hak Milik No. 573/Pejaten beralih menjadi atas nama IRVAN YUSRIZAL ;

• Terakhir berdasarkan Akta Jual Beli PPAT Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki, SH. No. 78/Pasar Minggu/1994 tanggal 23 Pebruari 1994 jo.

Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional DKI Jakarta No. 1.711.2/2.2586/31-04/

M/96 tanggal 23 Oktober 1996,

Hal. 189 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 189

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 25 Oktober 1996, Hak Milik No. 574/Pejaten beralih menjadi atas nama HUTOMO MANDALA PUTRA.

• Bahwa berdasarkan Akta PPAT Soeparmi, SH. tanggal 6 Nopember 1996 No.3390/Pasar Minggu/1996 Hak Milik No.572/

Pejaten bersama dengan Hak Milik No.573 dan 574/Pejaten dibebani Hak Tanggungan No.6659/1996 Peringkat Pertama atas nama PT. Bank Bumi Daya, berkedudukan di Jakarta ;

• Kemudian berpedoman pada Ketentuan pasal 57 ayat (1) dan pasal 59 Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1997 jo. Pasal 138 PERMENANG/Ka. BPN No. 37 Tahun 1998, maka berdasarkan Surat Pernyataan dibawah Sumpah/Janji dari Sdr. Hutomo Mandala Putra tanggal 6 Mei 2004, yang telah diumumkan di Harian Rakyat Merdeka tanggal 22 Juni 2004 pada halaman 11, Pengumuman dari Kepala Kantor Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 21 Juni 2004 No. 92/

PPT/Peng/S/2004 dan sesuai Berita Acara Pengumuman dan Penerbitan Sertipikat Pengganti tanggal 12 Mei 2005 No. 97/BA/PPT/2005 diterbitkan 190

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 190

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Sertipikat Pengganti Ke-II sebagai Pengganti sertipikat Hak Milik No.

574/Pejaten yang hilang dan selanjutnya bidang tanah ini sekarang diuraikan dalam Salinan Gambar Situasi tanggal 18 Juli 1979 No.

34/1229/1979 seluas 7.174 M2 NIB 09.02.04.07.01170 No. Seri Blangko AT 990967.

• Selanjutnya terjadi Merjer berdasarkan Akta Merger PPAT Sutjipto, SH No. 100 tanggal 24 Juli 1999, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006, kepada Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Mandiri, berkedudukan di Jakarta ;

• Selanjutnya Cessie, berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang No. SP-236/BPPN/0601 tanggal 12 Juni 2001, didaftar di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006, kepada BADAN

PENYEHATAN PERBANKAN

NASIONAL (BPPN), berkedudukan di Jakarta ;

• Selanjutnya Cessie, berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang PPAT Aulia Taufani, SH.

pengganti dari PPAT Sutjipto, SH No.

163 tanggal 25 Juni 2003, didaftar di

Hal. 191 dari 238 hal. Putusan No. 245/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 191

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Kantor Pertanahan Jakarta Selatan tanggal 29 Mei 2006 No.163, kepada PT. PUTRA MANDIRI FIANCE, berkedudukan di Jakarta ;

• Cessie, berdasarkan Akta Pengalihan Piutang dari Notaris AULIA TAUFANI, SH., Pengganti dari Notaris Soetjipto, SH. tanggal 25 Agustus 2003 No.127, kepada HOPEFIELD OVERSEAS TRADING PTE LTD TORTOLA BRITISH VIRGIN ISANDS, terdaftar di kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 2 Mei 2006 ;

• Berdasarkan surat dari HOPEFIELD OVERSEAS TRADING PTE LTD TORTOLA BRITISH VIRGIN ISANDS tanggal 13 September 2006 Hak Tanggungan tersebut diatas hapus ;

• Bahwa Hak Milik No.572/Pejaten bersama sebagian Hak Milik No. 573 dan 574/Pejaten menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh Negara, karena pelepasan hak berdasarkan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah tanggal 23 Pebruari 1994 No. 240 dibuat oleh Nyonya Siti Pertiwi Henny Shidki, SH, selanjutnya beradarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta tanggal 17 September 2009 No. 0193/HGB/

192

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 192

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

BPN.31/2009 diberikan Hak Guna Bangunan No. 211/Pejaten Timur kepada Perseroan Terbatas ”PT.

SEKAR ARTHA SENTOSA”,

berkedudukan di Jakarta ;

D. Bahwa berdasarkan hal tersebut, terbukti bahwa KOERE ALIMOEDIEN dan para ahli warisnya yang terkabung dalam suatu wadah Yayasan Al-Djamien bukanlah pihak yang berhak secara hukum atas tanah aquo ;

Berdasarkan uraian tersebut diatas, bersama ini Tergugat VIII mohon kepada Majelis Hakim untuk berkenan memutus perkara ini dengan putusan :

I. Dalam Pokok Perkara

• Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;

• Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ;

Atau apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berpendapat lain Tergugat VIII mohon kepada Majelis Hakim kiranya berkenan memeriksa dan memutus perkara ini dengan putusan seadil-adilnya (Ex aequo Et Bono).

Menimbang, bahwa terhadap Jawaban Para Tergugat sebagaimana tersebut di atas maka Penggugat telah pula mengemukakan Repliknya secara tertulis tertanggal 08 Desember 2011, dan terhadap Replik Penggugat tersebut maka Tergugat I , Tergugat II, Tergugat IV, Tergugat V dan Tergugat VI mengemukakan Dupliknya secara tertulis tertanggal 15 Desember 2011, Tergugat VII dan Tergugat VIII tidak menyerahkan Dupliknya akan tetapi tetap pada Jawabannya yang untuk mempersingkat uraian tentang duduknya perkara ini maka secara mutatis mutandis dianggap telah termuat pula dalam putusan

Menimbang, bahwa terhadap Jawaban Para Tergugat sebagaimana tersebut di atas maka Penggugat telah pula mengemukakan Repliknya secara tertulis tertanggal 08 Desember 2011, dan terhadap Replik Penggugat tersebut maka Tergugat I , Tergugat II, Tergugat IV, Tergugat V dan Tergugat VI mengemukakan Dupliknya secara tertulis tertanggal 15 Desember 2011, Tergugat VII dan Tergugat VIII tidak menyerahkan Dupliknya akan tetapi tetap pada Jawabannya yang untuk mempersingkat uraian tentang duduknya perkara ini maka secara mutatis mutandis dianggap telah termuat pula dalam putusan

Garis besar

Dokumen terkait