• Tidak ada hasil yang ditemukan

di sini BAPPEDA JABAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "di sini BAPPEDA JABAR"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

rencana kerja

tahun 2017

rencana kerja

tahun 2017

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat

Jalan Ir. H. Juanda No. 287 Telp. 2516061 (hunting 6 line) Fax:2510731

website:h p://bappeda.jabarprov.go.id email:[email protected]

(2)

Rencana Kerja Bappeda Provinsi Jawa Barat

i

KATA PENGANTAR

Rencana Kerja (Renja) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)

Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 (Revisi Tahun 2017) adalah dokumen perencanaan

Bappeda untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran dari Rencana

Strategis (Renstra) Bappeda 2013-2018 (Revisi Tahun 2016). Renja Bappeda Provinsi Jawa

Barat Tahun 2017 memberikan gambaran tentang program dan kegiatan yang akan

dikerjakan oleh Bappeda Provinsi Jawa Barat dalam satu tahun anggaran untuk

menjawab pertanyaan apa yang menjadi tujuan, sasaran peningkatan pelayanan, target

capaian kinerja, serta bagaimana pengorganisasian program dan kegiatan pelayanan

Bappeda Provinsi Jawa Barat sesuai tupoksinya.

Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan

Rencana Kerja Anggaran (RKA) Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, sebagai tahapan

penyusunan Rancangan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2017. Untuk menjamin

terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut serta untuk terwujudnya sinergitas kinerja

pembangunan semua pihak yang terkait, maka seluruh aparatur Bappeda Provinsi Jawa

Barat dan lembaga terkait berkewajiban untuk melaksanakan program-program dan

kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan dalam Renja Tahun 2016 ini.

Bandung, Februari 2016

Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah Provinsi Jawa Barat,

Kepala

(3)

Rencana Kerja Bappeda Provinsi Jawa Barat

ii

Kata Pengantar ...

i

Daftar Isi ...

ii

Bab. I Pendahuluan ...

1

1.1. Latar Belakang ...

1

1.2. Maksud dan Tujuan ...

1

1.3. Landasan Hukum ...

2

1.4. Proses Penyusunan Renja ...

4

1.5. Sistematika Penulisan ...

6

Bab. II Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2015...

7

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2014

dan Capaian Renstra Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018....

7

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Bappeda Provinsi Jawa Barat ...

10

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Bappeda Provinsi

Jawa Barat ...

12

2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ...

18

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ...

28

Bab. III Tujuan, Sasaran, program dan Kegiatan Tahun 2017 ...

29

3.1. Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun

2016 ...

29

3.2. Program dan Kegiatan Tahun 2016...

30

3.3. Program dan Kegiatan Tahun 2017 ...

34

Bab. IV Penutup ...

65

Lampiran - Lampiran :

-

Lampiran 1 : Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Bappeda Tahun 2015

dan pencapaian Renstra Bappeda Tahun 2013-2018

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Sesuai amanat Undang

undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), penjabaran Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah

Daerah (RKPD) dan Rencana Strategis (Renstra) SKPD, juga perlu ditindaklanjuti

dengan penyusunan dokumen Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-

SKPD). Dokumen tersebut merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1

(satu) tahun.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat

sebagai salah satu SKPD, memiliki tanggungjawab membantu Kepala Daerah melalui

tugas pokok dan fungsi dalam bidang perencanaan untuk mencapai visi dan misi

Pemerintah Daerah yang tercantum dalam RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun

2013-2018. Penjabaran visi dan misi tersebut disusun dalam dokumen Renstra Bappeda

Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2018 yang memuat visi, misi, strategi, dan kebijakan

Bappeda untuk mencapai misi dan indikator kinerja utama Kepala Daerah, serta untuk

menangani isu strategis pelayanan Bappeda Provinsi Jawa Barat.

Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, perlu disusun untuk

menjabarkan prioritas dan target dari setiap program dan kegiatan Tahun 2017 yang

ditetapkan dalam Renstra Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018, dan

memperhatikan Renja Bappenas. Selanjutnya Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat

Tahun 2017 menjadi pedoman bagi penyusunan anggaran kegiatan Bappeda Provinsi

Jawa Barat Tahun 2017.

1.2.

Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 adalah

memberikan arah bagi bidang di Bappeda Provinsi Jawa Barat dalam pencapaian

program/kegiatan Bappeda Provinsi Jawa Barat tahun 2016 sesuai dengan tugas, pokok

dan fungsi yang diamanatkan.

Tujuan penyusunan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 adalah

mewujudkan rencana kerja tahunan yang konsisten, implementatif, dan menjadi tolok

ukur penilaian kinerja, untuk mencapai harmonisasi perencanaan Bappeda Provinsi

(5)

2

meliputi :

1.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat

(Berita Negara Republik Indonesia tanggal 4 Juli 1950). Undang-Undang Nomor 20

Tahun 1950 tentang Pemerintahan Jakarta Raya (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 1950 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 15) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus

Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4744) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000

tentang Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4010);

2.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor

164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

3.

Undang

Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara

Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4438);

4.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005

2025 (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4700);

5.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir

dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 5679);

6.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);

(6)

3

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);

9.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

10.

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat

Daerah;

11.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4815);

12.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas

Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

13.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan,

Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

14.

Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015

2019;

15.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan

Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan

Keuangan Daerah;

16.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2008 tentang Urusan

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun

2008 Nomor 9 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 46);

17.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2008 tentang

Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 11

Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 47);

18.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem

(7)

4

Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029;

20.

Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2010 tentang Perubahan Peraturan Daerah

Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025;

21.

Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018 (Lembaran

Daerah Tahun 2013 Nomor 25 Seri E);

22.

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 79 Tahun 2010 tentang Petunjuk

Pelaksanaan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat

(Lembaran Daerah Tahun 2010 Nomor 79 Seri E).;

23.

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2016 tentang Penyelarasan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun

2013-2018 dengan Kebijakan Nasional (Lembaran Daerah Tahun 2016 Nomor 16

Seri E).

24.

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Rencana Kerja

Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2017;

25.

Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah

Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018;

26.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2017 tentang

Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat;

27.

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas

Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Rencana Kerja

Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2017.

1.4.

Proses Penyusunan Renja

Proses penyusunan dokumen Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2017

dilaksanakan melalui 4 (empat) tahapan, yakni Penyusunan Rencana, Penetapan

Rencana, Pengendalian Pelaksanaan Rencana dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana.

Keempat tahapan dimaksud diselenggarakan secara berkelanjutan untuk membentuk

(8)

5

Gambar 1

(9)

6

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Maksud dan Tujuan

1.3 Landasan Hukum

1.4 Proses Penyusunan Renja

1.5 Sistematika Penulisan

Bab II Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun

2015/2016

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun

2015/2016 dan Capaian Renstra Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun

2013-2018

2.1.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun

2015

2.1.2 Perkiraan Capaian Renja Tahun 2016 Dengan Acuan APBD 2016

2.1.3 Pencapaian Target Renstra Bappeda Berdasarkan Realisasi

Program dan Kegiatan Pelaksanaan Renja Tahun-tahun

Sebelumnya.

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Bappeda Provinsi Jawa Barat

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Bappeda Provinsi

Jawa Barat

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2017

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Tahun 2017

Bab III Tujuan, Sasaran, Program, dan Kegiatan

3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2017

3.3. Program dan Kegiatan Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2017

Bab IV Penutup

(10)

7

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN

RENCANA KERJA BAPPEDA TAHUN 2015

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 dan

Capaian Renstra Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018

2.1.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2015

Pelaksanaan tugas dan fungsi Bappeda Provinsi Jawa Barat mengacu kepada

Renstra Tahun 2013-2018. Dokumen Renja Tahun 2015 menetapkan 8 (delapan)

program yang terkait untuk dilaksanakan Bappeda melalui 128 kegiatan, dengan alokasi

anggaran Rp. 91.661.375.000. Namun berbagai kondisi terutama keuangan Pemerintah

Provinsi Jawa Barat berimplikasi pada tidak seluruh kegiatan yang direncanakan dalam

Renja 2016 dapat diakomodir. Anggaran Bappeda Provinsi Jawa Barat dalam APBD

Tahun 2015 sebesar Rp. 45.283.598.000 untuk pelaksanaan 8 program dan 96 kegiatan.

Selisih jumlah kegiatan sebesar 32 kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan, atau selisih

antara alokasi dana Renja dan APBD Tahun 2015 sebesar 49%.

Bappeda Provinsi Jawa Barat berperan sebagai OPD utama dalam 3 (tiga)

program yaitu Program Penataan Ruang, Program Perencanaan Pengendalian dan

Evaluasi Pembangunan Daerah, dan Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik

Daerah. Berdasarkan target kinerja Bappeda yang tertuang pada Renstra Bappeda

Tahun 2013-2018 terdapat 11 indikator kinerja program yang harus dicapai pada Tahun

2015.

Hasil evaluasi terhadap 8 (delapan) indikator kinerja Program Perencanaan

Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah terhadap tingkat realisasi kinerja

program dan kegiatan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2015, terdapat 3 (tiga)

indikator yang tidak mencapai target, yaitu Capaian indikator Tingkat Efektivitas

Pengendalian Pembangunan Daerah Tahun 2015 sebesar 90% dari target 96%, atau

tingkat capaian indikator tersebut sebesar 93,75%; Capaian indikator Tingkat Efektivitas

Proses Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2015 sebesar 90% dari target 95%,

atau tingkat capaian indikator tersebut sebesar 90%, dan Capaian indikator Tingkat

Kesesuaian antara Perencanaan dengan Implementasi Tahun 2015 sebesar 82% dari

target 95%, atau tingkat capaian indikator tersebut sebesar 90%.

Belum tercapainya target indikator tersebut disebabkan belum terwujudnya

(11)

8

sebesar 100% dari target 90% atau tingkat capaian indikator tersebut sebesar 111,1%,

Capaian indikator tingkat pelaksanaan koordinasi perencanaan pembangunan daerah

sebesar 100% dari target sebesar 90% atau tingkat capaian indikator tersebut sebesar

111%, Capaian indikator tingkat pelaksanaan koordinasi pendanaan pembangunan

daerah sebesar 100% dari target sebesar 90% atau tingkat capaian indikator tersebut

sebesar 111%, Capaian indikator jumlah dokumen pendanaan pembangunan daerah

sebanyak 6 dokumen dengan target 6 dokumen atau tingkat capaian indikator tersebut

sebesar 100%, dan Capaian indikator Jumlah Ketersediaan Dokumen Perencanaan

Regional, Makro, Spasial dan Sektoral Daerah sebesar 8 dokumen dari target 8 dokumen

atau tingkat capaian indikator tersebut sebesar 100%.

Hasil evaluasi pada Program Penataan Ruang terhadap tingkat realiasi kinerja

program dan kegiatan Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2015, terdapat 2 (dua)

Indikator yang tidak mencapai target, yaitu Capaian indikator tingkat Tingkat koordinasi

penataan ruang sebesar ..% dari target sebesar 100% dengan tingkat realisasi ...%. Tidak

tercapainya target tersebut disebabkan oleh tidak diserapnya anggaran untuk honor

anggota BKPRD Provinsi Jawa Barat. Sedangkan indikator kedua yaitu Capaian indikator

tingkat penanganan ketersediaan Rencana Rinci Tata Ruang sebesar 100% dari target

sebesar 100% dengan tingkat realisasi 100%.

Hasil evaluasi pada Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah

terhadap tingkat realiasi kinerja program dan kegiatan Renja Bappeda Provinsi Jawa

Barat Tahun 2015, terdapat 1 (satu) Indikator mencapai target, yaitu Capaian indikator

tingkat pelayanan dan pengelolaan data pembangunan Tahun 2015 sebesar 100% dari

target sebesar 75% dengan tingkat realisasi sebesar 133%. Sedangkan indikator yang

tidak mencapai target, yaitu capaian indikator jumlah dokumentasi data/informasi/statistik

daerah Tahun 2015 sebesar 11 dokumen dari target sebesar 17 dokumen dengan tingkat

realisasi sebesar 65%. Hal tersebut disebabkan tidak ada anggaran untuk pembiayaan

penyusunan 6 dokumen tersebut.

2.1.2 Perkiraan Capaian Renja Tahun 2016 Dengan Acuan APBD 2016

Berdasarkan dokumen Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 terdapat

11 program yang terkait untuk dilaksanakan Bappeda melalui 112 kegiatan, dengan

(12)

9

Jawa Barat pada APBD Tahun 2016 sebesar Rp. 88.134.390.000,- untuk pelaksanaan 10

program dan 87 kegiatan.

Berdasarkan hasil evaluasi Renja Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2015,

maka perlu dilakukan percepatan untuk mencapai target Renja pada Tahun 2016. Renja

Bappeda Tahun 2016, terdiri atas 3 (tiga) program utama, yaitu:

1.

Program Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada

Tahun 2016 terdapat 8 (delapan) Indikator, yaitu: (1) tingkat efektivitas

pengendalian pembangunan daerah; (2) tingkat efektivitas proses perencanaan

pembangunan daerah; (3) tingkat Kesesuaian antara Perencanaan dengan

Implementasi; (4) tingkat partisipasi publik dalam proses perencanaan; (5) tingkat

pelaksanaan koordinasi perencanaan pembangunan daerah; (6) tingkat pelaksanaan

koordinasi pendanaan pembangunan daerah; (7) jumlah dokumen pendanaan

pembangunan daerah; (8) jumlah ketersediaan dokumen perencanaan regional,

makro, spasial dan sektoral daerah. Kedelapan indikator tersebut diharapkan dapat

dicapai 100% .

2.

Program Penataan Ruang pada Tahun 2016 menembak indikator tingkat

penanganan ketersedian Rencana Rinci Tata Ruang, dengan harapan pencapaian

100% .

3.

Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah Pada Tahun 2016 terdapat

2 (dua) Indikator, yaitu: (1) indikator tingkat pelayanan dan pengelolaan data

pembangunan; (2) indikator jumlah dokumentasi data/informasi/statistik daerah.

Kedua indikator tersebut diharapkan dapat dicapai 100% .

2.1.3 Pencapaian Target Renstra Bappeda Berdasarkan Realisasi Program dan

Kegiatan Pelaksanaan Renja Tahun-tahun Sebelumnya.

Kinerja Bappeda dicerminkan oleh pencapaian indikator kinerja yang telah

ditargetkan pada dokumen Renstra Bappeda. Berdasarkan realisasi dari indikator

program dan kegiatan pelaksanaan Renja Tahun 2015, dan perkiraan pencapaian Renja

Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018 yang terdiri atas: Realisasi target kinerja hasil

program dan keluaran kegiatan sampai dengan Tahun 2015 (kolom 5); target kinerja

capaian program Renstra OPD Tahun 2018 (kolom 4); Perkiraan tingkat capaian realisasi

target Renstra dalam persen (kolom 11), tercantum pada Lampiran 1 pada umumnya

(13)

10

Tugas pokok Bappeda Provinsi Jawa Barat berdasarkan Peraturan Gubernur

Jawa Barat Nomor 17 Tahun 2015 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Rincian Tugas Unit dan

Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat adalah:

1. Menyelenggarakan perumusan kebijakan teknis bidang Perencanaan pembangunan

Provinsi;

2. Menyelenggarakan koordinasi, pembinaan, pengendalian, fasilitasi dan pelaksanaan

urusan Pemerintahan Daerah Provinsi;

3. Menyelenggarakan koordinasi dan perencanaan daerah Kabupaten/Kota;

4. Mengidentifikasi, mengolah dan menganalisis data pembangunan;

Fungsi Bappeda Provinsi Jawa Barat dalam menyelenggarakan tugas pokok

tersebut, meliputi :

1. Penyelenggaraan perumusan kebijakan teknis bidang perencanaan pembangunan;

2. Penyelenggaraan

urusan

Pemerintahan

daerah

di

bidang

perencanaan

pembangunan;

3. Penyelenggaraan koordinasi, pembinaan, dan fasilitasi pelaksanaan urusan

Pemerintahan Daerah Provinsi bidang perencanaan pembangunan;

4. Penyelenggaraan koordinasi dan sinkronissasi perencanaan pembangunan daerah

kabupaten/kota;

5. Penyelenggaraan pengendalian, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan

Pemerintah daerah Provinsi;

6. Penyelenggaraan indentifikasi, pengolahan dan penganalisaan data pembangunan.

Berdasarkan Renstra Bappeda Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018, dalam

mewujudkan Visi dan Misi Bappeda ditetapkan 10 (Sepuluh) sasaran strategis, yang

pencapaiannya diukur dengan 14 (empatbelas) indikator sasaran, meliputi :

1. Tingkat Kesesuaian Prioritas Pembangunan RKPD dengan Prioritas Pembangunan

RPJMD;

2. Tingkat Kesesuaian Target Program Renstra OPD Terhadap Target Program

RPJMD;

3. Tingkat Kesesuaian Target Kegiatan Renja OPD Terhadap Target Prioritas

Pembangunan RKPD;

4. Tingkat

Kesesuaian

perencanaan

pembangunan

Pusat,

Provinsi,

dan

(14)

11

5. Persentase usulan dari pelaku pembangunan yang sesuai dengan prioritas

pembangunan Jawa Barat;

6. Tingkat keselarasan rencana tata ruang provinsi dengan tata ruang Kabupaten/Kota;

7. Tingkat layanan informasi perencanaan pembangunan daerah;

8. Tingkat layanan satu data pembangunan Jawa Barat;

9. Tingkat aksesibilitas informasi pembangunan;

10. Tingkat kesesuaian sasaran pembangunan dari perencanaan jangka panjang, jangka

menengah dan tahunan;

11. Tingkat konsistensi pelaksanaan pembangunan terhadap rencana pembangunan;

12. Tingkat kesesuaian perencanaan dengan penganggaran;

13. Persentase aparatur perencana OPD dan Kabupaten/Kota yang memiliki sertifikat

kompetensi;

14. Persentase SDM perencana terhadap kebutuhan ideal.

Bappeda pada tahun 2017 bertransformasi dalam hal kewenangan urusan data

yang sebelumnya disebut dengan UPTB Pusdalisbang menjadi UPTB P2APD, namun

kewenangan mengenai pengolahan data dan informasi dilakukan oleh Dinas Komunikasi

dan Informasi Provinsi Jawa Barat (Diskominfo). UPTB P2APD khusus mengenai potensi

daerah serta pengembangan pembangunan daerah. Unit Pelaksana Teknis Badan

(UPTB) Pengembangan Pembangunan dan Analisa Potensi Daerah (P2APD) BAPPEDA

Provinsi Jawa Barat, dengan tugas pokok menyelenggarakan sebagian kegiatan teknis

penunjang di bidang analisa potensi daerah dan pengembangan pembangunan sebagai

bahan kebijakan jangka menengah dan jangka panjang, meliputi pengembangan

pembangunan dan analisa potensi daerah. Fungsi P2APD meliputi :

a. Penyelenggaraan penyusunan bahan kebijakan teknis penunjang pengembangan

pembangunan dan analisa potensi daerah;

b. Penyelenggaraan analisa pengembangan pembangunan dan analisa potensi

daerah meliputi analisa potensi daerah dan pengembangan pembangunan sebagai

bahan kebijakan jangka menengah dan jangka panjang;

c. Penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan balai; dan

d.

Penyelenggaraan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

.

Rincian Tugas Balai Pengembangan Pembangunan dan Analisa Potensi Daerah, meliputi

:

a. Menyelenggarakan penyusunan program kerja Balai;

b. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dalam perumusan analisa

potensi daerah sebagai salah satu pertimbangan penyusunan perencanaan

pembangunan;

(15)

12

e. Menyelenggarakan

penyusunan

bahan

rekomendasi

penetapan

kebijakan

pembangunan daerah jangka menengah dan jangka panjang berdasarkan hasil

analisa pembangunan daerah;

f. Menyelenggarakan

kooordinasi,

pembinaan,

pengendalian

dan

memimpin

pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai meliputi pengembangan pembangunan

dan analisa potensi daerah;

g. menyelenggarakan ketatausahaan Balai;

h. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan

kebijakan;

i. Menyelenggarakan ketatausahaan Balai;

j. Menyelenggarakan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan lingkup Balai;

k. Menyelenggarakan

penyampaian

bahan

saran

pertimbangan

mengenai

pengembangan pembangunan dan analisa potensi daerah sebagai bahan

perumusan kebijakan Pemerintah Daerah;

l. memimpin seluruh kegiatan Balai

m. Menyelenggarakan evaluasi dan pelaporan Balai; dan

n. Menyelenggarakan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Balai Pelayanan Evaluasi dan Pelaporan Perencanaan Pembangunan Daerah (PEP3D)

Bappeda Provinsi Jawa Barat mempunyai kewenangan menyelenggarakan sebagian

kegiatan teknis penunjang di bidang pelayanan evaluasi dan pelaporan perencanaan

pembangunan daerah, meliputi pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan

daerah, pelaporan dan pemantauan pemanfaatan pembangunan daerah, serta

mengendalikan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai Pelayanan Evaluasi dan

Pelaporan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas, Balai Pelayanan

Evaluasi dan Pelaporan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai fungsi:

a) penyelenggaraan penyusunan bahan kebijakan teknis penunjang pelayanan

evaluasi dan pelaporan perencanaan pembangunan daerah;

b) penyelenggaraan pelayanan evaluasi dan pelaporan perencanaan pembangunan

daerah meliputi pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah,

pelaporan dan pemantauan pemanfaatan pembangunan daerah;

c) penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan Balai; dan

d) penyelenggaraan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Rincian Tugas Balai Pelayanan Evaluasi dan Pelaporan Perencanaan Pembangunan

Daerah:

a. menyelenggarakan penyusunan program kerja Balai;

b. menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan pelayanan evaluasi dan

pelaporan perencanaan pembangunan daerah;

(16)

13

pembangunan daerah serta pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan

daerah;

d. menyelenggarakan sebagians kegiatan teknis penunjang di bidang pengendalian

dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah

e. menyelenggarakan dan memfasilitasi pengendalian dan evaluasi perencanaan

pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota meliputi, pengendalian dan

evaluasi perencanaan pembangunan jangka panjang, menengah dan tahunan;

f.

menyelenggarakan

peningkatan

kemampuan

aparat

dalam

penyusunan,

pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah melalui sosialisasi

dan/atau bimbingan teknis;

g. Menyelenggarakan koordinasi penyusunan LKPJ tahunan dan LKPJ akhir masa

jabatan;

h. menyelenggarakan koordinasi dan supervisi perencanaan pembangunan daerah

Provinsi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan lintas pemerintahan;

i.

menyelenggarakan ketatausahaan Balai;

j.

menyelenggarakan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan lingkup Balai;

k.

menyelenggarakan penyampaian bahan saran pertimbangan mengenai pelayanan

evaluasi dan pelaporan perencanaan pembangunan daerah sebagai bahan

perumusan kebijakan Pemerintah Daerah;

l.

memimpin seluruh kegiatan Balai;

m. menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan

kebijakan;

n. menyelenggarakan evaluasi dan pelaporan Balai; dan

o. menyelenggarakan fungsi lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

2.3

Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Bappeda Provinsi Jawa

Barat

2.3.1 Tingkat Pelayanan Bappeda dan Hal Kritis terkait Pelayanan Bappeda

Provinsi Jawa Barat

Hal kritis dalam menjalankan tupoksi Bappeda adalah: (1) menyelaraskan antara

program dan kegiatan Bappeda Provinsi dengan pusat dan Kabupaten/Kota, sehubungan

dengan belum sinkronnya periode RPJMN, RPJMD Provinsi, dan RPJMD

Kabupaten/Kota; (2) tingkat kualitas perencanaan pembangunan yang ditujukan oleh:

jumlah ketersediaan dokumen perencanaan pembangunan sektoral, kewilayahan dan

perbatasan, tingkat koordinasi perencanaan pembangnan daerah dengan pusat dan

Provinsi; tingkat kesesuaian perencanaan, dengan pendanaan dan pelaksanaan

pembangunan daerah; (3) tingkat kualitas layanan informasi dan perencanaan

pembangunan yang ditunjukan oleh frekuensi pelayanan publik dalam proses

perencanaan pembangunan; (4) proses perencanaan dan pengendalian yang efektif dan

efisien yang ditunjuksn oleh: tingkat efektivitas proses perencanaan dan pengendalian

berbasis teknologi dan Informasi. Pada proses ini perlu peningkatan kapasitas dari fungsi

(17)

14

kesesuaian rencana tata ruang Provinsi dengan tata ruang Kabupaten/Kota; (6) tingkat

kinerja perencanaan pembangunan daerah yang ditunjukan oleh: jumlah pelaksanaan

pengendalian dan pelaksanaan pembangunan daerah, tingkat konsistensi pelaksanaan

program pembangunan daerah; (7) tingkat pengelolaan data perencanaan pembangunan

yang ditunjukan oleh: tingkat layanan data dan informasi perencanaan pembangunan

dalam rangka mendukung satu data pembangunan Jawa barat, tingkat ketersediaan data

dan informasi pembangunan Jawa Barat dalam rangka mendukung satu data

pembangunan Jawa Barat; (8) tingkat kreatifitas dan inovasi sumberdaya aparatur

Bappeda ditunjukan oleh: jumlah jumlah sumber daya aparatur Bappeda yang berkualitas

dan berdaya saing, tingkat kemampuan dan kesesuaian sember daya aparatur dengan

tugas dan fungsi Bappeda, jumlah layanan pendidikan kesehatan dan kesejahtraan

sumber daya aparatur Bappeda; (9) tingkat pelayanan kerja yang memadai yang

ditunjukan oleh jumlah layanan pengadaaan sarana dan prasarana kerja, tingkat

kesuaian kebutuhan sarana prasarana kerja, tingkat layanan operasional perkantoran,

jumlah dokumen penganggaran dan pelaporan kinerja serta pengelolaan keuangan.

2.3.2

Permasalahan dan Hambatan yang Dihadapi Berdasarkan Tugas Fungsi

Bappeda Provinsi Jawa Barat

Secara kelembagaan, organisasi Bappeda Provinsi Jawa barat saat ini ditinjau

dari cakupan bidang tugas, dan fungsinya telah mencapai bentuk yang optimal yang

memenuhi kriteria organisasi perencanaan yang disyaratkan. Keberadaan sekretariat,

bidang perencana (ekonomi,sosial budaya, fisik, Pemerintahan), bidang pendanaan

pembangunan, bidang pengendalian dan evaluasi, serta balai Pusat data dan Analisi

Pembangunan telah sesuia dengan kebutuhan organisasi dan mendukung fungsi-fungsi

perencanaan pembangunan Jawa Barat. Namun demikian dalam mengantisipasi

perubahan-perubahan lingkungan strategis baik internal Provinsi Jawa Barat maupun

lingkungan eksternal masih terdapat permasalahan dan hambatan bagi Bappeda

Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tupoksinya diantaranya:

1. Sumber daya aparatur: (1) belum dipenuhinya hasil analisis beban kerja yang

menyebabkan masih kurangnya jumlah dan kompetensi perencana dimasing

-masing bidang; (2) belum jelasnya strategi pengembangan kompetensi, jenjang

(18)

15

2. Koordinasi dengan OPD/Biro dan Kabupaten/Kota: belum optimalnya koordinasi

antar OPD dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan khususnya bidang

perencanaan pembangunan.

3. Hasil evaluasi dan analisis data pembangunan: belum efektifnya hasil evluasi dan

analisis pembangunan bagi perencanaan pembangunan.

4. Kebijakan Pemerintah pusat yang sering berubah-ubah yang bedampak signifikan

kepada perencanaan pembangunan daerah: adanya kebijakan Pemerintah pusat

yang meyebabkan perubahan perencanaan pembangunan daerah, diantaranya

terbitnya Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah

yang merubah urusan dan kewenangan Pemerintah Provinsi yang berakibat

kepada meningkatnya beban anggaran, dan mekanisme pendanaan.

5. Peraturan Pemerintah untuk Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 belum

diterbitkan, menyebabkan kegamangan pada proses perencanaan pembangunan.

2.3.3

Dampak Terhadap Pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Daerah Provinsi

Jawa Barat

Peningkatan kualitas penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah

tidak lepas dari meningkatnya kapasitas kelembagaan Bappeda baik aparatur maupun

sistem pendukung perencanaan pembangunan. Posisi Jawa Barat yang strategis dan

berdekatan dengan ibukota negara, mendorong Jawa Barat berperan sebagai

agent of

development

(agen pembangunan) bagi pertumbuhan nasional. Visi Pemerintahan

Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2013

– 2018 yang hendak dicapai dalam tahapan

ketiga Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Barat adalah :

"Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk Semua"

Makna yang terkandung dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:

Maju

:

adalah sikap dan kondisi masyarakat yang produktif, berdaya saing

dan mandiri, terampil dan inovatif dengan tetap dapat menjaga

tatanan sosial masyarakat yang toleran, rasional, bijak dan adaptif

terhadap dinamika perubahan namun tetap berpegang pada nilai

budaya serta kearifan lokal dan berdaulat secara pangan, ketahanan

ekonomi dan sosial.

Sejahtera

: adalah sikap dan kondisi masyarakat Jawa Barat yang secara lahir

dan batin mendapatkan rasa aman dan makmur dalam menjalani

(19)

16

Dalam rangka mengantisipasi kondisi, potensi dan permasalahan yang ada serta

memperhatikan tantangan ke depan dengan memperhitungkan peluang yang dimiliki,

maka rumusan Misi Provinsi Jawa Barat dalam rangka pencapaian Visi Jawa Barat 2013

– 2018 ditetapkan dalam 5 (lima) Misi, untuk mencapai masyarakat Jawa Barat yang

mandiri, dinamis dan sejahtera, yaitu:

1.

Misi Pertama, Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing

.

Misi ini untuk menciptakan sosok Jawa Barat pada Tahun 2018 yaitu Masyarakat

Jawa Barat yang agamis, berakhlak mulia, sehat, cerdas, bermoral, berbudaya

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), memiliki spirit juara dan siap

berkompetisi serta didukung dengan ketahanan keluarga yang baik.

2.

Misi Kedua, Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan

. Misi ini

untuk menciptakan sosok Jawa Barat pada Tahun 2018, yaitu Perekonomian

Jawa Barat yang semakin maju dan berdaya saing, bersinergi antar skala usaha,

berbasis ekonomi pertanian dan non-pertanian yang mampu menarik investasi

dalam dan luar negeri, menyerap banyak tenaga kerja, serta memberikan

pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

3.

Misi Ketiga, Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur,

dan Perluasan Partisipasi Publik

. Misi ini untuk menciptakan sosok Jawa Barat

pada Tahun 2018 yaitu Pemerintahan Jawa Barat yang bermutu dan akuntabel,

handal dan terpercaya dalam pelayanan yang ditopang oleh aparatur profesional,

sistem yang modern berbasis IPTEK menuju tata kelola Pemerintahan yang baik

(Good Governance) dan Pemerintahan yang bersih (Clean Government) serta

menerapkan model manajemen Pemerintahan hibrida yang mengkombinasikan

manajemen berbasis Kabupaten/Kota dengan manajemen lintas Kabupaten/Kota.

4.

Misi Keempat, Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan

Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan

. Hal ini untuk menciptakan sosok

Jawa Barat pada Tahun 2018, yaitu Pembangunan Jawa Barat yang selaras

dengan kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan, memiliki infrastruktur

dasar yang memadai, serta didukung oleh tersedianya infrastruktur yang mampu

meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pertumbuhan ekonomi.

5.

Misi Kelima, Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran

Pemuda dan Olahraga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai

Kearifan Lokal

. Hal ini untuk menciptakan sosok Jawa Barat pada Tahun 2018

(20)

17

bercirikan tingginya pemanfaatan modal sosial dalam pembangunan, menurunnya

jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), tingginya peran

pemuda dalam pembangunan, meningkatnya prestasi olahraga tingkat nasional

dan internasional, terpeliharanya seni dan warisan budaya dan meningkatkan

industri pariwisata yang berdaya saing dalam bingkai kearifan lokal.

Visi Misi tersebut harus diwujudkan oleh seluruh OPD/Biro lingkup Pemerintahan

Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat termasuk Bappeda. Bappeda

Provinsi Jawa Barat menterjemahkan visi dan misi tersebut dengan memperhatikan tugas

pokok dan fungsinya maka telah ditetapkan visi dan misinya yang tertuang dalam Renstra

Bappeda, yaitu:

Visi:

“Mewujudkan Perencanaan Pembangunan Jawa Barat Yang Berkualitas

dan Akuntabel”

Dengan

Misi

sebagai berikut:

1. Mewujudkan Perencanaan pembangunan yang implementatif;

2. Mewujudkan Perencanaan pembangunan yang selaras dengan fungsi perencanaan

pemerintah daerah (kab/kota) dan pemerintah pusat;

3. Mewujudkan Perencanaan pembangunan yang konsisten dan transparan;

4. Mewujudkan Perencanaan pembangunan yang didukung oleh SDM yang handal.

Dalam mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bappeda tersebut

di atas, telah teridentifikasi isu penting dan permasalahan seperti telah di bahas pada Sub

bab sebelumnya. Antisipasi terhadap isu penting dan permasalahan tersebut akan

berdampak terhadap keberhasilan pencapaian Misi ketiga Pemerintah Daerah khususnya

mengenai:

1. Penyelenggaraan tata kelola Pemerintahan yang baik (

Good Governance

) dan

Pemerintahan yang bersih

(Clean Goverment

) melalui peningkatan

Cyber System;

2. Reformasi Birokrasi menuju reformasi berkelas dunia;

3. Pengembangan Pusat Data Jawa Barat yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat;

4. Transparansi informasi program-program pembangunan bagi masyarakat.

2.3.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Bappeda Provinsi Jawa

(21)

18

Barat memiliki peluang besar untuk meningkatkan peranannya dalam perencanaan dan

pembangunan Jawa Barat. Strategi Bappeda Provinsi Jawa Barat dalam upaya mencapai

Visi, Misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, mengacu pada :

Faktor Internal

, yang meliputi :

Kekuatan

:

1. Struktur organisasi Bappeda Provinsi Jawa Barat yang cukup memadai;

2. Cakupan tupoksi yang luas antara bidang dan fungsi yang ditangani dari

perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi;

3. Cakupan wilayah kerja meliputi 27 Kabupaten/Kota dan 58 OPD/Biro Pemerintah

Provinsi Jawa Barat;

4. Kompetensi dan pengalaman Sumber Daya Manusia yang dimiliki cukup baik;

5. Fasilitas yang cukup memadai;

6. Penggunaan

teknologi

informasi,

data

dan

analisa

untuk

perencanaan

pembangunan;

7. Tingginya kepercayaan OPD/Biro terhadap pelaksanaan perencanaan pembangunan

Jawa Barat.

Kelemahan:

1. Jumlah SDM sesuai dengan beban kerja di masing-masing bidang belum terpenuhi;

2. Pemanfaatan hasil evaluasi dan analisis data dalam perencanaan pembangunan

belum optimal;

3. Pengumpulan data pembangunan dari OPD/Biro dan Kabupaten/Kota belum optimal.

Faktor Eksternal

, yang meliputi :

Peluang:

1. Koordinasi dan dukungan Provinsi PErbatasan dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat

dalam perencanaan pembangunan terjalin dengan baik

2. Kepercayaan dan penghargaan dari Pemerintah Pusat dalam proses dan

pelaksanaan perencanaan pembangunan berupa Anugrah Pangripta Nusantara;

3. Amanat peraturan-perundang-undangan terkait perencanaan;

4. Dukungan seluruh pemangku kepentingan (akademisi, dunia usaha, dan komunitas)

dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan (Jabar Masagi).

Ancaman:

(22)

19

2. Perubahan kebijakan Pemerintah dan lambatnya pembuatan petunjuk teknis;

3. Ego sektoral dari OPD/Biro dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

2.3.5 Formulasi Isu-Isu Penting Berupa Rekomendasi dan Catatan Yang Strategis

Untuk Ditindaklanjuti dalam Perumusan Program dan Kegiatan Prioritas

Bappeda Tahun 2017

Berdasarkan kekuatan, kelemahan, dan ancaman yang dimiliki, maka ditetapkan

formulasi strategi untuk perumusan dan kegiatan prioritas Bappeda sebagai berikut

:

Strategi 1:

memanfaatkan peluang dan kekuatan yaitu:

Meningkatkan kepercayaan pusat dalam proses perencanaan pembangunan dan

dukungan pemangku kepentingan dengan memanfaatkan kompetensi dan pengalaman

Sumber Daya Manusia Bappeda serta dukungan OPD/Biro terhadap pelaksanaan

perencanaan pembangunan Jawa Barat.

Strategi 2:

meminimalkan kelemahan dan mengatasi ancaman yaitu:

Memenuhi jumlah

SDM yang kompeten sesuai dengan beban kerja di masing-masing

bidang, mengoptimalkan hasil evaluasi dan analisis data dalam perencanaan

pembangunan, serta meminimalkan intervensi politik dan ego sektoral dalam

perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

2.4.

Review Terhadap RKPD Tahun 2017

Penelaahan terhadap RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 dilakukan melalui

tahapan sebagai berikut:

1.

Mengidentifikasi program dan kegiatan prioritas Bappeda yang tercantum di dalam

RKPD 2017;

2.

Membandingkan dengan rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan

Bappeda berdasarkan analisis tahap-tahap sebelumnya;

3.

Menyajikan dalam bentuk matrik, dengan menempatkan program/kegiatan Bappeda

yang sama pada garis yang sejajar untuk memudahkan análisis;

4.

Melakukan pengecekan program/kegiatan Bappeda yang merupakan kegiatan

lanjutan dan/atau prioritas SKPD sudah termuat dalam RKPD. Jika belum termuat,

(23)

20

dan kegiatan yang sesuai;

6.

Membuat rumusan kebutuhan program dan kegiatan Bappeda hasil review terhadap

RKPD yang lengkap dengan lokasi, indikator kinerja, besaran target/tolok ukur, dan

besaran dana yang dibutuhkan untuk setiap program/kegiatan;

7.

Mengidentifikasi program dan kegiatan yang akan didanai dengan APBD menurut

objek pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah.

Hasil telaahan terhadap 11 program dan 85 kegiatan dalam RKPD Tahun 2017

dengan hasil análisis kebutuhan program dan kegiatan Bappeda Provinsi Jawa Barat

Tahun 2017 adalah sebagai berikut :

1. Terdapat 11 kegiatan dari 85 kegiatan dalam RKPD Tahun 2017 yang disesuaikan

dengan hasil análisis kebutuhan program dan kegiatan, yang ditujukan untuk

ketercapaian

output

dan

outcome

kegiatan.

2. Jumlah kegiatan dan anggaran pada RKPD Tahun 2017 dengan hasil análisis

(24)

21

Tabel 2.1

Review terhadap RKPD Tahun 2017

RKPD 2017

Hasil Analisis Kebutuhan

Keterangan

Nomor

Kegiatan (RKPD Online)

APBD Prov (RKPD Online)

Kegiatan (usulan bidang)

APBD Prov

(usulan bidang)

Penunjang Urusan Pemerintahan

Perencanaan

Program Penataan Ruang

Penyusunan Finalisasi Revisi

RTRW Provinsi Jawa Barat

Tahun 2009- 2029

500,000,000

Penyusunan Finalisasi Revisi

RTRW Provinsi Jawa Barat Tahun

2009-2029

500,000,000

Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi

Publikasi Proses

Perencanaan Pembangunan

Melalui Media

2,000,000,000

Publikasi Proses Perencanaan

Pembangunan Melalui Media

2,000,000,000

Pengelolaan Jendela Dunia

Perencanaan Pembangunan

Jawa Barat

400,000,000

Pengelolaan Jendela Dunia

Perencanaan Pembangunan

Jawa Barat

400,000,000

Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah

Penguatan Informasi

Pembangunan Daerah Jawa

Barat

1,500,000,000

Penguatan Informasi

Pembangunan Daerah Jawa

Barat

1,500,000,000

Pengelolaan Satu Data

Pembangunan Jawa Barat

700,000,000

Pengelolaan Satu Data

Pembangunan Jawa Barat

700,000,000

Kajian Analisis

Pembangunan Jawa Barat

850,000,000

Kajian Analisis Pembangunan

Jawa Barat

850,000,000

Pelayanan Data dan

Informasi Hasil Analisis

Pembangunan

527,500,000

Pelayanan Data dan Informasi

Hasil Analisis Pembangunan

(25)

22

(usulan bidang)

Kegiatan Suveillance Audit

Sistem Manajemen Mutu ISO

9001 : 2001 Pelayanan Data

Pembangunan Jawa Barat

120,000,000

Kegiatan Suveillance Audit Sistem

Manajemen Mutu ISO 9001 :

2001 Pelayanan Data

Pembangunan Jawa Barat

120,000,000

Penyelenggaraan e-Monev

dan Pelaporan Kinerja

Pembangunan Jawa Barat

350,000,000

Penyelenggaraan e-Monev dan

Pelaporan Kinerja Pembangunan

Jawa Barat

350,000,000

Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Perumahan dan

Permukiman

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Perumahan dan

Permukiman

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Energi

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Energi

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Lingkungan

Hidup

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Lingkungan

Hidup

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Perhubungan

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Perhubungan

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Sumber Daya

Air

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Sumber Daya

Air

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Kebinamargaan

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Kebinamargaan

300,000,000

Background Study RPJMD

2018-2023 Bidang

Pendidikan

400,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Pendidikan

(26)

23

RKPD 2017

Hasil Analisis Kebutuhan

Keterangan

Nomor

Kegiatan (RKPD Online)

APBD Prov (RKPD Online)

Kegiatan (usulan bidang)

APBD Prov

(usulan bidang)

Background Study RPJMD

2018-2023 Perencanaan

Pengurangan Kemiskinan

400,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Perencanaan

Pengurangan Kemiskinan

400,000,000

Background Study RPJMD

2018-2023 Bidang

Kebudayaan

400,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Kebudayaan

400,000,000

Background Study RPJMD

2018-2023 Bidang

Kebencanaan

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor Kebencanaan

300,000,000

Background Study RPJMD

2018-2023 Bidang

Ketenagakerjaan

300,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD

2018-2023 Sektor

Ketenagakerjaan

300,000,000

Kegiatan Background study

RPJMD Tahun 2018-2023

Sektor reformasi birokrasi

630,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD Tahun

2018-2023 Sektor reformasi

birokrasi

630,000,000

Background study RPJMD

Tahun 2018-2023 Sektor

Penataan daerah otonom

600,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD Tahun

2018-2023 Sektor Penataan

daerah otonom

600,000,000

Kegiatan Background study

RPJMD Tahun 2018-2023

Sektor Pemerintahan desa

750,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD Tahun

2018-2023 Sektor

Pemerintahan desa

750,000,000

Background Study

RPJMD

Tahun 2018-2023 Bidang

Pertanian Jawa Barat

1,750,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD Tahun

2018-2023 Sektor Pertanian

Jawa Barat

1,750,000,000

Background Study

RPJMD

Tahun 2018-2023 Bidang

Dunia Usaha, Industri dan

Investasi Jawa Barat

1,050,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD Tahun

2018-2023 Sektor Dunia

Usaha, Industri dan Investasi

Jawa Barat

(27)

24

(usulan bidang)

Background Study RPJMD

Tahun 2018-2023 Bidang

Perdagangan, Jasa dan

Pariwisata Jawa Barat

1,050,000,000

Kajian Persiapan

Penyusunan RPJMD Tahun

2018-2023 Sektor

Perdagangan, Jasa dan

Pariwisata Jawa Barat

1,050,000,000

Analisis Perkembangan

Ekonomi Makro Tahunan

Jawa Barat

400,000,000

Analisis Perkembangan

Ekonomi Makro Tahunan

Jawa Barat

400,000,000

Kajian Peran BUMD Jawa

Barat Terhadap

Perekonomian Jawa Barat

500,000,000

Kajian Peran BUMD Jawa

Barat Terhadap

Perekonomian Jawa Barat

500,000,000

Penyusunan Rencana Kerja

Pemerintah Daerah Provinsi

Jawa Barat

900,000,000

Penyusunan Rencana Kerja

Pemerintah

Daerah Provinsi Jawa Barat

900,000,000

Penyusunan Rencana Kerja

Bappeda

275,000,000

Penyusunan Rencana Kerja

Bappeda

275,000,000

Musyawarah Perencanaan

Pembangunan (Musrenbang)

950,000,000

Musyawarah Perencanaan

Pembangunan

(Musrenbang)

1,500,000,000

Pengembangan Sistem

Perencanaan dan

Penganggaran Daerah

1,250,000,000

Pengembangan Sistem

Perencanaan dan

Penganggaran Daerah

1,250,000,000

Penyusunan Dokumen

KU-Perubahan APBD dan PPAS

Perubahan APBD Tahun

2017, serta KU-APBD dan

PPAS APBD Tahun 2018

900,000,000

Penyusunan Dokumen

KU-Perubahan APBD dan PPAS

Perubahan APBD Tahun

2017, serta KU-APBD dan

PPAS APBD Tahun 2018

900,000,000

Penyelenggaraan RAD-GRK

Provinsi Jawa Barat

100,000,000

Penyelenggaraan RAD-GRK

Provinsi Jawa Barat

100,000,000

Penyelenggaraan

Perencanaan Lingkup Bidang

Fisik

1,500,000,000

Penyelenggaraan

Perencanaan Lingkup Bidang

Fisik

(28)

25

RKPD 2017

Hasil Analisis Kebutuhan

Keterangan

Nomor

Kegiatan (RKPD Online)

APBD Prov (RKPD Online)

Kegiatan (usulan bidang)

APBD Prov

(usulan bidang)

Perencanaan pengelolaan

pembangunan dan

pengembangan metropolitan

dan pusat pertumbuhan

Provinsi Jawa Barat

750,000,000

Perencanaan pengelolaan

pembangunan dan

pengembangan metropolitan

dan pusat pertumbuhan

Provinsi Jawa Barat

750,000,000

Kajian Pemanfaatan

Anggaran Kesehatan Melalui

Provincial Health Account

(PHA)

350,000,000

Kajian Pemanfaatan

Anggaran Kesehatan Melalui

Provincial Health Account

(PHA)

350,000,000

Penyusunan RAD

Pencapaian SDGs

400,000,000

Penyusunan RAD

Pencapaian SDGs

400,000,000

Pengembangan Taman

Budaya, Ilmu, dan Teknologi

di Kawasan Pendidikan

Jatinangor

450,000,000

Pengembangan Taman

Budaya, Ilmu, dan Teknologi

di Kawasan Pendidikan

Jatinangor

450,000,000

Valuasi Potensi Kewilayahan

Jawa Barat

1,500,000,000

Valuasi Potensi Kewilayahan

Jawa Barat

1,500,000,000

Kegiatan Perencanaan

Pemerintah Desa di Wilayah

Perbatasan Provinsi Jawa

Barat

500,000,000

Kegiatan Perencanaan

Pemerintah Desa di Wilayah

Perbatasan Provinsi Jawa

Barat

500,000,000

Kegiatan Perencanaan

Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah

950,000,000

Kegiatan Perencanaan

Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah

950,000,000

Penyusunan Data dan

Analisis Sebaran Daerah

Rawan Pangan di Jawa

Barat

350,000,000

Penyusunan Data dan

Analisis Sebaran Daerah

Rawan Pangan di Jawa

Barat

350,000,000

Penyelenggaraan

Pengelolaan Program

Penanganan Lahan Kritis

dan Sumber Daya Air

Berbasis Masyarakat

(PLKSDA-BM)

70,000,000

Penyelenggaraan

Pengelolaan Program

Penanganan Lahan Kritis

dan Sumber Daya Air

Berbasis Masyarakat

(PLKSDA-BM)

Gambar

Tabel 2.1 Review terhadap RKPD Tahun 2017

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Judul Keterkaitan Ekonomi Sektoral dan Spasial di Indonesia Nama Mahasiswa Uka Wikaryac. Nomor Pokok

Analisis Kelayakan Usulan Hasil Musrenbang Bidang Infrastruktur Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi

kebijakan di bidang perencanaan pembangunan nasional, strategi pembangunan nasional, arah kebijakan sektoral, lintas sektor, dan lintas wilayah, kerangka ekonomi

Rakor ini dimaksudkan sebagai wahana bagi jajaran pemerintah untuk mengkoordinasikan dukungan di bidang sarana dan prasarana ekonomi sehingga rencana investasi dunia

Kebijakan Bidang Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah.Rekomendasi Kebijakan Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, meliputi dokumen-dokumen hasil dari kegiatan koordinasi

Terlaksananya koordinasi dan sinkronisasi perencanaan bidang Sosbud( Koord. Musrenbang Kab, Bakorwil, Prov, MusrenbangNas; Koord Forum SKPD; Penajaman dan Sinkronisasi APBD

Keputusan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan Penjaminan

Lingkup penyajian data meliputi data indikator makro ekonomi (Pendapatan Daerah Regional Bruto, Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Regional Per Kapita, Inflasi,