Panduan Pemberian Informasi Yang

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PANDUAN

PANDUAN

PEMBERIAN INFORMASI DAN EDUKASI

PEMBERIAN INFORMASI DAN EDUKASI

RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

PRABUMULIH

PRABUMULIH

2016

2016

(2)

Panduan

 _________________________________ 

PEMBERIAN INFORMASI DAN EDUKASI

RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

(3)

BAB I DEFINISI 1. Penger!an

Informasi adalah suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan, yang berupa data, fakta, gagasan, konsep, kebijakan, aturan, standar, norma,  pedoman atau acuan yang diharapkan dapat diketahui, dipahami, diyakini, dan

diimplementasikan oleh komunikan.

Edukasi adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui teknik praktik belajar atau instruksi, dengan tujuan untuk mengingat fakta atau kondisi nyata, dengan cara member dorongan terhadap pengarahan diri, aktif memberikan informasi-informasi atau ide baru (Craven dan Hirnle, !!" dalam suliha, #$$#%.

2. Tu"uan

• &ebagai pedoman dalam melakukan edukasi kesehatan.

• 'emahami bagaimana cara dan proses melakukan edukasi kesehatan di rumah sakit. &ehingga edukasi kesehatan (penkes% dapat berjalan lancar dan sesuai prosedur yang ada.

• gar pasien ) keluarga berpartisipasi dalam keputusan pera*atan dan proses  pera*atan. &ehingga dapat membantu proses penyembuhan lebih cepat.

• +asienkeluarga memahami penjelasan yang diberikan, memahamipentingnya mengikuti rejimen pengobatan yang telah ditetapkansehingga dapat meningkatkan motivasi untuk berperan aktif dalammenjalani terapi obat.

BAB II

(4)

'anusia sebagai mahluk individu maupun mahluk sosial memiliki dorongan ingin tahu, ingin maju dan ingin berkembang. ntuk itu maka salah satu sarananya adalah komunikasi. arenanya komunikasi merupakan kebutuhan yang mutlak bagi kehidupan manusia. /erbicara itu mudah, tetapi berkomunikasi dengan baik tidaklah mudah. /erbicara saja belum dapat menjamin apa yang dibicarakan itu dapat sampai kepada orang yang memperolehnya. 'elalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau kelompok  orang dapat dipahami oleh pihak lain. kan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila  pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan.

omunikasi dan efektivitas kerja mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses manajerial suatu perusahaan, dimana dengan meningkatkan efektivitas komunikasi dan kerja pada akhirnya dapat mendukung pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. dapun fungsi komunikasi dan efektivitas kerja dalam  perusahaan berhubungan erat dengan informasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari  proses manajerial sehingga menciptakan kualitas informasi yang baik dapat dilihat sebagai

upaya untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan kerja.

Pr!n$!%

. ntuk mendapatkan hasil komunikasi yang efektif, dilakukan melaui prinsip terima, catat, verifikasi dan klarifikasi0

a. +emberi pesan secara lisan memberikan pesan

 b. +enerima pesan menuliskan secara lengkap isi pesan tersebut

c. Isi pesan dibacakan kembali (1ead /ack% secara lengkap oleh penerima  pesan.

d. +emberi pesan memverifikas isi pesan kepada pemberi penerima pesan. e. +enerima pesan mengklarifikasi ulang bila ada perbedaan pesan dengan

hasil verifikasi

#. /aca ulang dan verifikasi dikecualikan untuk kondisi darurat di 1uang ra*at intensif dan I23

4. +enggunaan code alfabetis internasional digunakan saat melakukan klarifikasi hal-hal penting, misal nama obat, nama pasien, dosis obat, hasil laboratorium dengan mengeja huruf-huruf tersebut saat membaca ulang (reed back% dan verifikasi 5. 6ujuan utama panduan komunikasi efektif ini adalah untukmemperkecil

terjadinya kesalahan penerima pesan yang diberikan secara lisan

Te&r! '&(un!'a$!

). Pr&$e$ '&(un!'a$!*

omunikasi dapat efektif apabila pesan diterima dan dimengerti

(5)

dengan sebuah perbuatan oleh penerima pesankomunikan dan tidak ada hambatan untuk hal itu (Hardjana, #$$4%.

g. Pe(+er! %e$an,'&(un!'a&r -ang +a!'*

+ada saat melakukan proses umpan balik, diperlukan kemampuan dalam hal-hal berikut

 Cara berbicara (talking%, termasuk cara bertanya (kapan menggunakan  pertanyaan tertutup dan kapan memakai pertanyaan terbuka%, menjelaskan,

klarifikasi, parapharase dan intonasi

- 'endengar (listening%, termasuk memotong kalimat

- Cara mengamati (observation% agar dapat memahami yang tersirat di balik  yang tersurat (bahasa non verbal di balik ungkapan katakalimatnya, gerak  tubuh%.

- 'enjaga sikap selama berkomunikasi dengan komunikan (bahasa tubuh% agar tidak menggangu komunikasi, misalnya karena komunikan keliru mengartikan gerak tubuh, raut muka, dan sikap komunikator.

/. S!)a K&(un!'a$!

omunikasi itu bisa bersifat informasi (asuhan% dan edukasi (+elyanan  promosi%. omunikasi yang bersifat infomasi asuhan didalam rumah sakit

(6)

 7am pelayanan

 +elayanan yang tersedia

 Cara mendapatkan pelayanan

 &umber alternative mengenai asuhan dan pelayanan yang diberikan ketika kebutuhan asuhan pasien melebihi kemampuan rumah sakit.

BAB III TATALAKSANA 2.1 Lang'a/ Aa A$$e$(en Pa$!en Dan Keuarga

ssesmen merupakan proses pengumpulan menganalisis dan menginterpretasikan data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya. egiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang berbagai kondisi individu dan lingkungannya sebagai dasar untuk memahami individu dan untuk pengembangan  program pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan.

+engkajian pasien merupakan langkah guna mengidentifikasi sejauh mana kebutuhan pasien akan pelayanan kesehatan. eputusan mengenai jenis pelayanan yang paling tepat untuk   pasien, bidang spesialisasi yang paling tepat, penggunaan pemeriksaan penunjang

diagnostik yang paling tepat,sampai penanganan pera*atan, gi8i, psikologis dan aspek lain dalam  penanganan pasien di rumah sakitmerupakan keputusan yang diambil berdasarkan pengkajian (assessment%.

(7)

&ebelum pendidikan kesehatan diberikan, lebih dulu dilakukan  pengkajiananalisis terhadap kebutuhan pendidikan dengan mendiagnosis penyebab masalah kesehatan yang terjadi. Hal ini dilakukan dengan melihat factor - faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan.

9a*rence 2reen (!:$%, perilaku dipengaruhi oleh 4 faktor0 . ;aktor pendukung ( predisposing factors%, mencakup0

+engetahuan, sikap, tradisi, kepercayaankeyakinan, sistem nilai, pendidikan, sosial ekonomi, dsb.

#. ;aktor pemungkin(enambling factors%, mencakup0

;asilitas kesehatan, mis0 spal, air bersih, pembuangan sampah, mck, makanan  bergi8i, dsb. 6ermasuk juga tempat pelayanan kesehatan seperti 1&, poliklinik,  puskesmas, rs, posyandu, polindes, bides, dokter, pera*at dsb.

4. ;aktor penguat (reinforcing factors), mencakup0

&ikap dan perilaku0 toma, toga, petugas kes. ebijakanperaturan, 9&'.

Informasi tersebut dapat diperoleh melalui kegiatan 0 . <bservasi

#. =a*ancara

4. ngket>uesioner  5. 3okumentasi

7enis informasi yang diperlukan dalam pengkajian antara lain0

. +entingnya masalah bagi individu, kelompok dan masyarakat yang dibantu #. 'asalah lain yang kita lihat

4. 'asalah yang dilihat oleh petugas lain 5. 7umlah orang yang mempunyai masalah ini ?. ebiasaan yang dapat menimbulkan masalah

". lasan yang ada bagi munculnya masalah tersebut @. +enyebab lain dari masalah tersebut.

6ujuan pengkajian

. ntuk mengetahui besar, parah dan bahayanya masalah yang dirasakan. #. 'enentukan langkah tepat untuk mengatasi masalah.

'emahami masalah

. 'engapa muncul masalah

(8)

4. 7enis bantuan yang akan diberikan

+rioritas masalah

3isusun berdasarkan hirarki kebutuhan maslo*0

gar edukasi dapat dipahami dengan baik dilakukan dahulu assesmentpenilaian terhadap pasien dan keluarga meliputi 0

. epercayaan dan nilai-nilai agama yang dianut pasien dan keluarganya #. ecakapan baca tulis, tingkat pendidikan dan bahasa mereka

4. Hambatan emosional dan motivasi 5. eterbatasan fisik dan kognitif 

?. emauan pasien untuk menerima informasi

&ehingga pemberi edukasi mengetahui apakah pasien dan keluarga bersedia dan mampu untuk belajar, hasil penilaian didokumentasikan dalam rekam medis.

+emahaman tentang tingkat pengetahuan target sasaran mengenai materi yang akan dikomunikasikan akan memudahkan terjadinya penerimaan perubahan. omunikasi tentang sesuatu yang relatif sudah pernah didengar akan lebih muda diterima dibanding sesuatu yang jarang didengar atau sama sekali asing bagi penerima.

+erlu dipahami bah*a pengetahuan tidak selalu menyebabkan terjadinya

 perubahan perilaku. da beberapa persepsi individual yang dapat menghambat seseorang melakukan perilaku yang diharapkan yaitu 0

a. ognitif  epercayaankeyakinan  +ersepsi  +endapat pribadi  Aorma  b. Emosional  emampuan pribadi ktualisasi diri Harga diri asih sayang man  nyaman /iologis  ;isiologi

(9)

 1espon emosional c. Interaksi sosial

 +engaruh sosial

 njuran kepada teman

2.2 Ta/a% ara Pen-a(%a!an In)&r(a$! Dan Edu'a$! 3ang E)e'!) 

&emua aktifitas manusia melibatkan komunikasi, namun karena kita sering menerimanya begitu saja, kita tidak selalu memikirkan bagaimana kita berkomunikasi dengan yang lain dan apakah efektif atau tidak. omunikasi yang baik melibatkan  pemahaman bagaimana orang-orang berhubungan dengan yang lain, mendengarkan apa

yang dikatakan dan mengambil pelajaran dari hal tersebut

omunikasi adalah tentang pertukaran informasi, berbgi ide dan pengetahuan. Hal ini berupa proses dua arah dimana informasi, pemikiran, ide, perasaan atau opini disampaikandibagikan melalui kata-kata, tindakan maupun isyarat untuk mencapai  pemahaman bersama. omunikasi yang baik berarti bah*a para pihak terlibat secara aktif. Hal ini akan menolong mereka untuk mengalami cara baru mengerjakan atau memikirkan sesuatu.

6atalaksana +emberian Informasi 3an Edukasi

• +etugas yang melakukan kegiatan ini harus memiliki pengetahuan tentang informasi yang akan di sampaikan, memiliki rasa empati dan ketrampilan berkomunikasi secara efektif.

• +emberian informasi dan edukasi dilakukan melalui tatap muka dan berjalan secara interaktif, dimana kegiatan ini bisa dilakukan pada saat pasien dira*at, akan pulang atau ketika datang kembali untuk berobat

• ondisi lingkungan perlu diperhatikan untuk membuat  pa sie n ke lua rg a me ras a nyaman dan bebas, antara lain0

a% 3ilakukan dalam ruang yang dapat menjamin privacy.

 b% 1uangan cukup luas bagi pasien dan pendamping pasien untuk kenyamanan mereka.

c% +enempatan meja, kursi atau barang-barang lain hendaknya tidak menghambat komunikasi.

d% &uasana tenang, tidak bising dan tidak sering ada interupsi

• +ada pasien yang mengalami kendala dalam berkomunikasi, maka pemberian informasi dan edukasi dapat disampaikan kepada keluargapendamping pasien.

(10)

• 'embina hubungan yang baik dengan pasienkeluarga agar tercipta rasa percaya terhadap peran petugas dalam membantu mereka.

• 'endapatkan data yang cukup mengenai masalah medis pasien ( termasuk adanya keterbatasan kemampuan fisik maupun mental dalam mematuhi rejimen pengobatan %.

• 'endapatkan data yang akurat tentang obat -obat yang digunakan pasien, termasuk obat non resep.

• 'endapatkan informasi mengenai latar belakang sosial budaya,  pendidikan dan tingkat ekonomi pasienkeluarga

• Informasi yang dapat diberikan kepada pasienkeluarga adalah yang berkaitan dengan  pera*atan pasien 0

a. ssesment pendidikan pasien dan keluarga

 b. +endidikan kesehatan pengobatan B +enggunaan obat-obatan yang aman0 kemungkinan nama obat, kegunaan obat, aturan pakai, teknik penggunaan obat- obat tertentu (contoh0 obat tetes, inhaler%, cara penyimpanan, berapa lama obat harus digunakan dan kapan obat harus ditebus lagi, apa yang harus dilakukan j i k a terjadinya efek samping yang akan dialami dan /agaimana cara mencegah atau meminimalkannya, meminta  pasienkeluarga untuk melaporkan jika ada keluhan yang dirasakan pasien selama

menggunakannya.

c. +endidika kesehatan 'anajemen nyeri d. +endidikan kesehatan diet

e. +endidikan kesehatan penggunaan peralatan medis f. +endidikan kesehatan proses penyakit

g. +endidikan kesehatan pre operasi (informed consent%

2.4 Ta/a% ara 5er!)!'a$!

6ahap cara verifikasi bah*a pasien dan keluarga menerima dan memahami edukasi yang diberikan

% apabila pasien pada tahap cara memberikan edukasi dan informasi, kondisi pasien  baik dan senang, maka verifikasi yang dilakukan adalah 0 menyatakan kembali

edukasi yang telah diberikan .

 pertanyaannya adalah 0  3arim materi edukasi yang telah disampaikan, kira-kira apa yang bapakibu bisa pelajariD

#% pabila pasien pada tahap cara memberikan edukasi dan informasi, pasiennya mengalami hambatan fisik, maka verifikasinya adalah dengan pihak keluarganya dengan pertanyaan yang sama 0 3ari materi edukasi yang telah disampaikan, kira-kira apa yang bapakibu bisa pelajariD

(11)

4% pabila pasien pada tahap cara memberikan edukasi dan informasi, ada hambatan emosional (marah atau depresi%, maka verifikasinya adalah dengan tanyakan kembali seajauh mana pasiennya mengerti tentang materi edukasi yang diberikan dan pahami. +roses pernyataan ini bisa via telepon atau sedang langsung ke kamar pasien setelah  pasien tenang.

3engan diberikannya informasi dan edukasi pasien, diharapkan komunikasi yang disampaikan dapat dimengerti dan diterapkan oleh pasien. 3engan pasien mengikuti semua arahan dari rumah sakit, diharapkan mempercepat proses penyembuhan pasien.

BAB I5 DOKUMENTASI

/entuk dokumen informasi dan edukasi secara tertulis yang dibuat dari 6im +romosi esehatan 1umah &akit yang meliputi0

 9eaflet dan materi edukasi

# &tandard prosedur <perasional (&+<% pemberian informasi dan edukasi 4 ;ormulir pemberian informasi dan edukasi

5 3aftar hadir peserta edukasi

&emua dokumen ini disertakan dan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan +romosi esehatan 1umah &akit dan penerapan pelayanan +romosi esehatan 1umah &akit  bagi setiap pasien.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :