BAB IX
UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH
BALAI LABORATORIUM KESEHATAN HEWAN
DAN KLINIK HEWAN (UPTD-BLKKH)
Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan pada Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat sesuai dengan tugas dan fungsinya adalah melaksanakan sebagian tugas teknis operasional Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat dalam bidang pelayanan teknis Laboratorium Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan dengan program sebagai berikut :
1. Penyusunan rencana pembangunan teknis operasional UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan.
2. Pengkajian dan analisis teknis Laboratorium Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan.
3. Pengkajian dan persiapan Teknologi Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan dilapangan
4. Pelaksanaan kebijakan teknis Laboratorium Kesmavet, Diagnostik dan Klinik Hewan
5. Pelaksanaan operasional pelayanan kepada masayarakat dalam Kesmavet dan Kesehatan hewan
6. Pelaksanaan operasional tugas teknis Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat
7. Pelaksanaan pelayanan teknis administratif ketatausahaan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan.
Dalam pelaksanaan tugas Ka UPTD BLKKH dibantu oleh 3 orang Eselon IV dan 12 orang staf dengan susunan sebagai berikut :
Eeselon III : Ka. UPTD BLKKH : Drh Enni Haswita
Eselon IV :
1. Kasubag TU : Des Usman SH dibantu 2 orang staf
2. Ka. Seksi Klinik Keswan : Drh Nurhayati dibantu 9 orang staf
Pengujian dan Penelitian : Drh. Catri Eriyani dibantu 4 orang staf
Untuk mewujudkan program, UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok sebagai berikut :
A. Labor Kesmavet. 1. Uji Fisik
- tekstur, rasa, warna, bau dan kekenyalan. 2. Pemeriksaan Kimia
- PH, kesempurnaan pengeluaran darah, awal pembusukan, formalin, boraks.
3. Cemaran Mikroba
- TPC, Staphylococcus durcus, Coliform, E. Coli, Salmonella, Sp. 4. Residu Antibiotik.
B. Klinik Hewan
- Pelayanan Pengobatan Hewan/ternak - Operasi
- Konsultasi Kesehatan Hewan
- Pelayanan Laboratorium Kesehatan Hewan - Depo Obat Hewan
C. Labor Kesehatan Hewan dan Klinik Hewan Simpang Empat. - Pemeriksaan Parasitologi, virology, pathologi,serta uji antigen - Pelayanan pengobatan hewan /ternak.
SEKSI KLINIK HEWAN
I. PELAKSANAAN KEGIATAN
a. Nama kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang sebesar Rp 45.000.000, meliputi:
i. Uang lembur
1. PNS Rp 12.000.000 (Realisasi Rp 18.240.000) ii. Belanja bahan pakai habis
1. Belanja Peralatan Dokter pakai habis Rp. 2.900.000(Realisasi Rp 2.882.000)
iii. Belanja Bahan/Material
1. Belanja bahan Obat-.obatan Rp 1.000.000 (Realisasi Rp 8.829.000)
1. Belanja Perjalanan Dinas dalam daerah Rp. 14.300.000 (Realisasi Rp. 15.050.000)
Survey Penyakit Hewan Menular
i. Gol C Rp. 7.000.000
ii. Gol D Rp.5.500.000
iii. Gol E Rp.1.800.000
2. Belanja Perjalanan Dinas luar daerah
Magang bedah(surgery) dan Penyakit hewan kecil ke RSH Jakarta Rp 9.400.000
- Pertemuan Organisasi Non Teritorial (Praktisi Hewan kecil) Rp.5.400.000 (Realisasi Rp. 3.400.000)
b. Nama kegiatan Pengadaan Barang dan Peralatan Klinik Hewan dan Laboratorium Keswan sebesar Rp 27.000.000, meliputi:
i. Belanja Modal Pengadaan Mobiler
1. Kursi labor Chairman MC-1201 Rp 4.000.000 (Realisasi Rp 18.240.000)
ii. Belanja Modal Pengadaan Alat-alat kedokteran Hewan
1. Tempat makan dan Minum Hewan Rp. 2.000.000 (Realisasi Rp 2.882.000)
2. Tiang Infus kaki 5 Rp. 500.000 (Realisasi Rp 735.000)
3. Pengadaan alat-alat operasi Rp. 6.000.000 (Realisasi Rp 2.882.000)
4. Lampu penghangat Hewan Rp. 1.350.000 (Realisasi Rp 735.000)
5. Pengadaan perlengkapan Rontgen Rp. 10.000.000 (Realisasi Rp 2.882.000)
6. Pengadaan Microplate 96 lubang Rp. 150.000 (Realisasi Rp 735.000)
7. Pengadaan Micropipete Rp. 3.000.000 (Realisasi Rp 2.882.000)
II. WAKTU PELAKSANAAN
a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang, meliputi pemberian uang lembur untuk petugas Medis dan Paramedis pelayanan lembur hari libur, yaitu setiap hari Sabtu, mulai bulan Januari 2010 s/d Desember 2010, Belanja bahan pakai habis meliputi belanja peralatan dokter pakai habis dilaksanakan pada trismester I, Belanja bahan obat-obatan dilaksanakan pada trismester ke II, Belanja Perjalanan Dinas dalam daerah dan Belanja perjalanan dinas luar daerah waktu pelaksanaannya mulai dari bulan Januari s/d bulan Desember 2010.
III. LOKASI KEGIATAN
a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang, dilaksanakan di Padang.
b. Kegiatan Pengadaan Barang dan Peralatan Klinik Hewan dan Laboratorium Keswan, dilaksanakan di Padang.
IV. JUMLAH DANA
a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang Rp. 45.000.000
b. Kegiatan Pengadaan Barang dan Peralatan Klinik Hewan dan Laboratorium Keswan Rp.27.000.000
V. PESERTA KEGIATAN
a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang, dilakukan oleh personal Klinik Hewan UPTD BLKKH Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat, pengadaan Obat-obatan dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).
b. Kegiatan Pengadaan Barang dan Peralatan Klinik Hewan dan Laboratorium Keswan, dilaksanakan oleh pihak ketiga (3).
VI. TUJUAN
i. Tujuan kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang adalah meningkatkan kualitas pelayanan terhadap hewan/ternak masyarakat yang datang ke Klinik Hewan, diharapkan dengan meningkatnya kualitas, akan diiringi dengan peningkatan kuantitas, jumlah hewan yang datang ke klinik hewan.
VII. HASIL
a. Hasil dari jumlah pasien, jenis penyakit yang datang ke Klinik Hewan padang dapat dilihat dilampiran laporan tahunan.
VIII. MANFAAT
a. Manfaat bagi Peningkatan Pelayanan Laboratorium Keswan dan Klinik Hewan Padang.
b. Manfaat bagi Klien/Masyarakat : Kesehatah pasien akan tetap terjaga, kepercayaan klien untuk berobat ke klinik hewan akan meningkat dengan meningkatnya pelayanan.
c. Manfaat bagi pemerintah : Memudahkan pembuatan rencana anggaran tahun depan.
a. Laboratorium Keswan belum terakreditasi sehingga dalam operasional pemeriksaan dan pengujiaan bila terdapat komplen dari customer dan menuntut balik kita tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan bisa diperkarakan ke pengadilan
b. Keterbatasan sumber daya manusia yang kualifikasi dan spesifikasi sehingga pelayanan dan pengujian di laboratorium belum dapat terpenuhi sebagaimana permintaan dari klien seperti rawat inap, penitipan, observasi dan lain-lain.
c. Keterbatasan bahan obat-obatan dan alat sehingga pelayanan terhadap permintaan klien dan pengujian di laboratorium belum maksimal.
X. PEMECAHAN MASALAH
a. Akreditasi adalah pengakuan formal kepada suatu lembaga untuk melakukan kegiatan tertentu
Untuk proses akreditasi dengan menganggarkan dana untuk pelatihan bagi petugas laboratorium sesuai ISO / IEC / 17025 / 2005 seperti :
i. Manejer puncak ii. Manejer Administrasi iii. Manejer mutu
iv. Manejer teknis v. Audit internal vi. Sistem mutu
b. Membuat telaah staf ke Gubenur tentang permintaan tenaga CPNS yang spesifikasi dan kualifikasi yaitu :
i. Dokter hewan ii. S1 Biologi iii. Paramedik iv. Laboran
v. Kennel Boy
c. Menerima siswa magang dari Mahasiswa Kedokteran Hewan, Dokter Hewan KO-Asisten.
SEKSI PEMERIKSAAN PENGUJIAN DAN PENELITIAN
1. PELAKSANAAN KEGIATAN Nama Kegiatan
a. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Laboratorium Kesmavet meliputi :
- Uang lembur PNS
- Belanja bahan pakai habis terdiri dari * Bahan bakar minyak (premium ) * Pengisian tabung gas
* Bahan kimia
* Bahan percontohan
- Perjalanan dinas dalam daerah/luar
- Belanja Modal Pengadaan alat-alat laboratorium
b. Uji Banding Bahan Pangan Asal Hewan - Belanja bahan pakai habis terdiri dari
* Bahan bakar minyak (premium) - Peralatan laboratorium pakai habis - Belanja bahan percontohan
- Biaya pengujian TPC di BPPV II Bukittinggi
- Biaya uji lanjut Salmonella secara vitek di BPPV II Bukittinggi - Perjalanan dinas dalam daerah/luar
Lokasi Kegiatan
a. Kegiatan aktif servis yaitu pengambilan, pembelian, pengemasan, pengujian dan pemeriksaan pada Rumah Potong Hewan sebanyak 40 sampel dari 2 (dua) Kota sebagai berikut :
- Kota Padang Panjang - Kota Bukittinggi
b. Kegiatan Uji banding bahan pangan asal hewan dilaksanakan di BPPV II Bukittinggi
c. Kegiatan pengadaan peralatan laboratorium dilaksanakan di propinsi (padang)
a. Kegiatan pengambilan, pembelian, pengemasan dan pengujian sampel Rp. 40.
205.000,-b. Kegiatan pengadaan barang dan peralatan labor kesmavet sebesar Rp.
9.795.000,-c. Kegiatan uji banding bahan pangan asal hewan sebesar Rp.
21.920.000,-Peserta Kegiatan
a. Kegiatan pengambilan, pembelian, pengemasan dan pengujian sebanyak 40 sampel dilakukan oleh personil UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat
b. Kegiatan pengadaan barang dan peralatan labor kesmavet dilakukan oleh pihak ke 3 (tiga)
c. Kegiatan uji banding bahan pangan asal hewan dilakukan oleh personil UPTD Balai Laboratorium Kesehatan dan Klinik Hewan Dinas peternakan Propinsi Sumatera Barat
2. TUJUAN
a. Tujuan kegiatan pengambilan, pembelian, pengemasan dan pengujian sampel daging sebanyak 40 sampel di Rumah Potong Hewan untuk mengetahui sanitasi higienis Rumah Potong Hewan, adanya kuman pathogen yaitu Salmonella Sp yang bersifat zoonosis dapat menular dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya (zoonosis) yang penularannya melalui makanan (food borne disease)
b. Tujuan kegiatan pengadaan alat-alat laboratorium adalah utuk membantu petugas dalam melaksanakan kegiatan operasional pemeriksaan dan pemgujian sampel bahan pangan asal hewan di laboratorium.
c. Tujuan kegiatan uji banding cemaran mikroba yaitu TPC dan uji lanjut Salmonella SP dari bahan pangan asal hewan adalah untuk menjamin, menentukan dan memonitor kesinambungan unjuk kerja laboratorium dalam pengujian tertentu.
a. Hasil dari pengambilan, pembelian, pengemasan dan pengujian sampel aktif yaitu petugas laboratorium yang mengambil di lokasi sebanyak 40 sampel daging sapi/kerbau diketahui kualitas bahan pangan asal hewan yang dikonsumsi oleh masyarakat konsumen yang diperiksa dan diuji laboratorium sebagai berikut :
- Daging sapi/ kerbau sebanyak 30 sampel dari RPH Kota Padang Panjang :
* Tahap I sebanyak 15 sampel
‘ TPC > BMCM 11 sampel ( 73, 33 %) ‘ Staphylococcus aureus > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Coliform > BMCM 6 sampel (40 %) ‘ E. Colli > BMCM 2 sampel (13, 33 %) ‘ Salmonella positif 1 sampel ( 6, 66 %) ‘ KPD positif 10 sampel ( 66, 66 %) ‘ APD positif 10 sampel ( 66, 66 %)
* Tahap II sebanyak 15 sampel
‘ TPC > BMCM 12 sampel ( 80 %) ‘ Staphylococcus aureus > BMCM
-‘ Coliform > BMCM 11 sampel (73, 33 %) ‘ E. Colli > BMCM
-‘ Salmonella positif 11 sampel ( 73, 33 %) ‘ KPD positif 13 sampel ( 86, 66 %) ‘ APD positif 14 sampel ( 93, 33 %)
Daging sapi/kerbau sebanyak 10 sampel dari RPH Kota Bukittinggi :
‘TPC > BMCM 3 sampel ( 30 %) ‘ Staphylococcus aureus > BMCM
-‘ Coliform > BMCM 4 sampel ( 40 %) ‘ E. Colli > BMCM
-‘ Salmonella positif 3 sampel ( 30 %) ‘ KPD positif 2 sampel ( 20 %) ‘ APD positif 9 sampel ( 90 %)
- Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kota Solok
# Daging sapi segar 17 sampel sebanyak
‘ TPC > BMCM 1 sampel ( 5,88 %) ‘ Staphylococcus aureus > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Coliform > BMCM 3 sampel (17,65 %) ‘ E. Colli > BMCM 1 sampel (5,89 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel ( 0 %) ‘ KPD positif 2 sampel ( 11,76 %) ‘ APD positif 2 sampel ( 11,76 %)
‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
‘ Boraks 0 sampel ( 0 %)
‘ Fisik mutu I 0 sampel ( 0%) ‘ Fisik mutu II 3 sampel ( 17,64 %) ‘ Fisik mutu III 0 sampel ( 0 %)
‘ Identifikasi jenis spesies daging positif 1 sampel ( 7, 14 %)
# Telur ayam ras sebanyak 3 sampel
‘ TPC > BMCM 0 sampel ( 0 %) ‘ Staphylococcus aureus > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Coliform > BMCM 1 sampel (33, 33 %) ‘ E. Colli > BMCM 1 sampel (33, 33 %) ‘ Salmonella positif 1 sampel (33, 33 %)
- Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kota Padang
# Daging sapi segar sebanyak 35 sampel
‘ Identifikasi jenis spesies daging positif 1 sampel ( 2,86 %)
‘ APD positif 28 sampel ( 80 %) ‘ KPD Positif 13 sampel ( 37,14 %) ‘ Formalin positif 0 sampel (0 %)
# Daging ayam segar sebanyak 45 sampel
‘ E. Colli > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Salmonella positif 14 sampel (31,11 %)
‘ Kesempurnaan pengeluaran 3 darah positif sampel (8,57 %)
‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
- Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Agam # Daging sapi segar sebanyak 6 sampel
‘ TPC > BMCM 4 sampel ( 66,67 %) ‘ Staphylococcus aureus > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Coliform > BMCM 5 sampel ( 83,33 %) ‘ E. Colli > BMCM 3 sampel (50 %) ‘ Salmonella positif 1 sampel ( 16,67 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
- Fast Food Kota Padang
# Daging ayam beku CFC sebanyak 18 sampel
‘ TPC > BMCM 5 sampel ( 27,78 %) ‘ Salmonella positif 2 sampel ( 11,11 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
# Daging ayam beku KFC sebanyak 5 sampel
‘ TPC > BMCM 2 sampel ( 40 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
# Daging ayam beku Texas sebanyak 12 sampel
‘ TPC > BMCM 0 sampel ( 0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
- Distributor # UD Al Aris
‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %)
‘ Kesempurnaan pengeluaran darah 1 sampel ( 100 %) positif
‘ Identifikasi jenis spesies daging 0 sampel (0 %) positif
* Daging Jantung beku sebanyak sebanyak 1 sampel ‘ TPC > BMCM 0 sampel ( 0 %) ‘ Staphylococcus aureus > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Coliform > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ E. Colli > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Kesempurnaan pengeluaran 1 sampel ( 100 %)
darah positif
‘ Identifikasi jenis spesie daging 0 sampel (0 %) positif
# Firdon
* Daging Hati beku sebanyak sebanyak 1 sampel
‘ TPC > BMCM 1 sampel ( 100 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
* Daging Sapi beku sebanyak sebanyak 1 sampel ‘ TPC > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %)
# PT. Sukanda Jaya
* Daging Hati beku sebanyak sebanyak 1 sampel ‘ TPC > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %)
‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %) ‘ APD positif 0 sampel (0 %)
* Daging Jantung beku sebanyak sebanyak 1 sampel ‘ TPC > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %) ‘ APD positif 1 sampel (100 %) ‘ KPD Positif 1 sampel ( 100 %) ‘ Borak positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Identifikasi jenis spesies 0 sampel ( 0 %) daging positif
* Daging Sapi beku sebanyak sebanyak 3 sampel
‘ TPC > BMCM 1 sampel (33,33 %) ‘ Salmonella positif 1 sampel (33,33 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %) ‘ APD positif 2 sampel (66,67 %) ‘ KPD Positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Borak positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Identifikasi jenis spesies 0 sampel ( 0 %) Daging positif
* Daging Bakso beku sebanyak sebanyak 1 sampel ‘ TPC > BMCM 1 sampel (100 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %) ‘ APD positif 0 sampel (0 %) ‘ KPD Positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Borak positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Identifikasi jenis spesies 0 sampel ( 0 %) daging positif
Daging positif
* Daging Ayam beku sebanyak sebanyak 1 sampel ‘ TPC > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %) ‘ APD positif 0 sampel (0 %) ‘ KPD Positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Borak positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Identifikasi jenis spesies 0 sampel ( 0 %) daging positif
* Daging Sozis beku sebanyak sebanyak 3 sampel ‘ TPC > BMCM 0 sampel (0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %) ‘ APD positif 0 sampel (0 %) ‘ KPD Positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Borak positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Identifikasi jenis spesies 0 sampel ( 0 %) daging positif
# Foodmart (Swalayan)
* Daging Sapi segar sebanyak sebanyak 2 sampel ‘ TPC > BMCM 0 sampel ( 0 %) ‘ Salmonella positif 0 sampel (0 %) ‘ Formalin positif 0 sampel ( 0 %) ‘ APD positif 2 sampel (100 %) ‘ KPD Positif 1 sampel ( 50 %) ‘ Borak positif 0 sampel ( 0 %) ‘ Identifikasi jenis spesies 0 sampel ( 0 %) Daging positif
Dari hasil pemeriksaan dan pengujian laboratorium dari sampel dari bahan pangan asal hewan yang berasal dari Rumah Potong Hewan, Pasar tradisional, Cold storage, Swalayan, fast food dan distributor yang ditemukan berarti :
b. Pemeriksaan ante dan post mortem belum dilaksanakan sebagaimana mestinya
c. Petugas keur master belum berjalan dengan baik d. Kurang sehatnya ternak sembelihan
e. Kesejahteraan ternak sembelihan tidak diperhatikan f. Ternak sembelihan tidak dimandikan
g. Tidak tersedianya fasilitas cuci tangan
h. Bahan pangan asal hewan yang dibekukan telah mengalami thawing
i. Tidak dilakukan desinfeksi secara berkala pada gudang penyimpan pada bahan pangan asal hewan yang dibekukan
j. Temperatur penyimpanan untuk daging beku -18 oC s/d -22oC selama 8 bulan tidak sesuai
k. Temperatur penyimpanan jeroan -18oC s/d -22oC selama 6 bulan tidak sesuai
l. Temperatur daging segar 0oC s/d 4 oC tidak sesuai
a. Hasil dari kegiatan pengadaan barang dan peralatan laboratorium adalah bertambahnya peralatan laboratorium Kesmavet.
b. Hasil dari uji banding TPC dan uji lanjut Salmonella secara vitek dari bahan pangan asal hewan adalah diketahuinya pada uji TPC antara laboratorium kesmavet BPPV II dengan laboratorium kesmavet UPTD terjadi perbedaan hasil yang sangat signifikan ini disebabkab oleh dari pembuatan media, pengenceran sedangkan uji lanjut Salmonella yang diduga kuman Salmonella dikirimkan ke BPPV II untuk melihat jenis spesies karena kuman Salmonella bersifat pathogen yang tidak boleh ada yaitu Salmonella Enteritidis yang berasal dari hewan itu sendiri bukan penularan dari tempat lain. terdilakukan ternyata ada 2 dan pakurasi dan ketepatan pengujian. Ternyata dari 10 isolat yang dikirim hanya 2 isolat yang terdeteksi jenis spesiesnya. Apabila ditemukan maka akan ditelusuri dan dilakukan desinfektan baik dari kandang, cold sorage ataupun test pullorum
4. MANFAAT
- Manfaat bagi konsumen : Keamanan dan kesehatan konsumen karena mereka tidak memiliki akses terhadap hasil uji produk yang dikonsumsinya.
- Manfaat bagi pemerintah : Memudahkan penegakan pengawasan dan pembinaan hygiene sanitasi serta umpan balik pengembangan program tidak lanjut mekanisme PMSRCM ( compliance Program ) - Manfaat bagi produsen, importer, distributor :
* Meningkatkan kredibilitas jaminan keamanan dan mutu produk peternakan yang diproduksinya ( daya saing meningkat)
b. Manfaat dari kegiatan pengadaan dan peralatan laboratorium Kesmavet yaitu meningkatnya jenis pengujian dan pemeriksaan sampel bahan pangan asal hewan di laboratorium Kesmavet.
d. Manfaat dari uji banding bahan pangan asal hewan yaitu : a. Pemeirksaan mutu data uji secara regular dan independent b. Dukungan komitmen untuk mempertahankan mutu uji c. Motivasi utuk memperbaiki unjuk kerja laboratorium d. Peningkatan mutu sesuai standar
e. Identifikasi masalah
f. Manfaat dari kegiatan pengadaan mobiler dan pengaman labor Kesmavet yaitu meningkatnya intensitas pengujian dan pemeriksaan di laboratorium.
5. MASALAH
a. Laboratorium belum terakreditasi sehingga dalam operasional pemeriksaan dan pengujian bila terdapat komplen dari customer dan menuntut balik kita tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan bisa diperkarakan ke pengadilan
b. Keterbatasan sumber daya manusia yang kualifikasi dan spesifikasi sehingga pemeriksaa dan pengujian di laboratorium belum dapat terpenuhi sebagaimana permintaan dari konsumen seperti pengujian residu antibiotik, hormon, pestisida dan logam berat.
belum oleh sebab itu dilakukan uji lanjut kuman Salmoneella sp secara vitek ke BPPV II Bukittinggi.
6. PEMECAHAN MASALAH
1. Akreditasi adalah pengakuan formal kepada suatu lembaga untuk melakukan kegiatan tertentu
Untuk proses akreditasi dengan menganggarkan dana untuk pelatihan bagi petugas laboratorium sesuai ISO / IEC / 17025 / 2005 seperti :
a. Manejer puncak b. Manejer Administrasi c. Manejer mutu
d. Manejer teknis e. Audit internal f. Sistem mutu
Pada tahun 2011 telah tersedia dana untuk proseS akreditasi
2. Membuat telaah staf ke Gubenur tentang permintaan tenaga CPNS yang spesifikasi dan kualifikasi yaitu :
a. Dokter hewan b. S1 Teknik kimia c. S1 Kimia
d. S1 Biologi e. D3 Analis kimia
Yang dipenuhi tahun 2010 adalah tenaga dokter hewan dan D3 Analis Kimia
3. Mengajukan surat untuk penetapan Tenaga Harian Lepas Rekruitmen Deptan ke Laboratorium Kesmavet Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat melalui Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan kesehatan Hewan.