• Tidak ada hasil yang ditemukan

26578 materi 1 pengantar kewarganegaraan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "26578 materi 1 pengantar kewarganegaraan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAAN

(2)

KONTRAK PERKULIAHAN

1. Hadir tepat waktu (toleransi 15 menit)

2. Penilaian 5 unsur

a. Hadir/Presensi : 10%

b. Perilaku:15%

c. Tugas: 10 %

d. Ujian Mid: 30%

e. Ujian Akhir:30%

f. Kreativitas:5%

(3)

TATA TERTIB PERKULIAHAN

Mahasiswa diwajibkan menggunakan pakaian sopan, rapi, berkerah,

pada waktu mengikuti perkuliahan di kelas

Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandal /sepatu sandal

waktu mengikuti perkuliahan, kecuali alasan tertentu (sakit, habis

kecelakaan)

Pada waktu perkuliahan semua handphone dinon aktifkan/disilent

Keterlambatan masuk di kelas hanya diijinkan maksimal 15 menit

dari jadwal. Lewat dari batas tersebut mahasiswa boleh masuk tapi

tidak diperkenankan untuk absensi.

Tidak diperkenankan melakukan keributan di kelas dalam bentuk

apapun selama perkuliahan berlangsung, kecuali pada saat diskusi.

Mahasiswa wajb hadir minimal 75% dari tatap muka

(4)

Kegiatan Belajar Mengajar

a. Metoda

Ceramah/Presentasi

Diskusi/Eksplorasi

Studi Kasus

b. Alat Bantu

Papan tulis

LCD

(5)

Referensi

 Winarno, 2007. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan.

Jakarta: Bumi Aksara

 Sumarsono, dkk.2006. Pendidikan Kewarganegaraan.Gramedia Pustaka

Utama Jakarta

 Tim Fak.Filsafat UGM,2003 Pendidikan Pancasila. Universitas Terbuka

Jakarta

 Ubadillali. Achmad, et.al. 2003. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic

Education) Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press. Ed.Revisi.

 Rosiada, Dede, dkk. 2003. Pendidikan Kewargaan Demokrasi Hak Asasi

Manusia Masyakarat Madani. Jakarta. Edisi Revisi.

 Quelan Haq. Ed. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan

Tinggi. Yogyakarta: Paradikma. Edisi Pertama.

 Oesman Octojo dan Alvian. 1992. Pancasila sebagai Ideologi dalam

(6)

Cakupan MATERI PERKULIAHAN

(SK No. 38/DIKTI/Kep/2002)

A.

PENGANTAR

B. IDENTITAS NASIONAL

C. HAK DAN KEWAJIBAN WARGANEGARA

D. KONSTITUSI &

RULE OF LAW

E. DEMOKRASI

F. HAM

G.

GEOPOLITIK & OTODA

H.

GOOD GOVERNANCE

(7)

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS

PENDIDIKAN NASIONAL

( UU RI 20/2003)

“PENDIDIKAN NASIONAL BERFUNGSI

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN MEMBENTUK WATAK SERTA

PERADABAN BANGSA YANG BERMARTABAT DALAM RANGKA

MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”

(Ps 3 UU RI No 20 tahun 2003)

PENDIDIKAN NASIONAL BERTUJUAN :

“…UNTUK BERKEMBANGNYA POTENSI PESERTA DIDIK AGAR MENJADI

MANUSIA YANG BERIMAN BAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG

MAHA ESA, SEHAT, BERILMU, CAKAP, KREATIF, MANDIRI, DAN MENJADI

WARGANEGARA YANG DEMOKRATIS DAN BERTANGGUNG JAWAB”

(8)

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL

( UU RI No. 20/2003)

“KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH” WAJIB MEMUAT :

a.

PENDIDIKAN AGAMA

b.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

c.

BAHASA

( Ps 37 AYAT 1 UU No 20 tahun 2003 )

“KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI” WAJIB MEMUAT :

d.

PENDIDIKAN AGAMA;

e.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN;

f.

BAHASA.”

(9)

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL

( UU No. 20/2003)

“Penjelasan Pasal 37 Ayat (1) UU RI No.20

Tahun 2003:

Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan

untuk membentuk peserta didik menjadi

manusia yang memiliki rasa kebangsaan

(10)

SEJARAH MK: PKn

Period

e

Ltr Blk/Kondisi

Politik

Nama MK

Orientasi (Cakupan

Materi Kuliah)

67-73

(SKB)

a.Ketidakstabilan politik

(Pasca G 30 S/PKI) b.Potensi timbulnya pemberon takan

Wajib Latih Mahasiswa (WALAWA)

Pionir : UGM, UI, ITB, IPB, UNAIR

Latihan Fisik

dikoordinasikan Kodam Instruktur dari ABRI

1979..? Mulai maraknya gerakan mahasiswa dengan puncaknya MALARI 1978

KEWIRAAN - Pengembangan kemamp akademik/intelegensi

- Polstra Hankamnas dan Sishankamrata sbg bagian dari materi kuliah

- Dosen dari ABRI 1985

(SKB)

Kondisi politik neg relatif stabil (unjuk rasa mhs dpt

ditekan

pendekatan militer

“Kewiraan”

(masuk dlm MKDU, dilaksanakan di

SEMUA PT)

- sda—

-Dosen non ABRI dgn

syarat Diklat Suscadoswir

1989 (UU 2/89)

-Stabilitas negara

terkendali

- Hampir tak ada unjukrasa

“Pendidikan Kewiraan “(Bhw PBN dan PKn termasuk dlm Pendd Kewiraan)

-Sda –

-Bbrp PTN buka S2 TANNAS - dosen non militer

diperbanyak

(11)

SEJARAH MK: PKn ( lanjutan….)

Periode

Ltr Blk/Kondisi

Politik

Nama MK

Orientasi (Cakupan

Materi Kuliah)

1998 -Gerakan people

power

-Demo besar2an dlm

skala nasional -Soeharto menyatakan berhenti sbg presidesn Pendidikan Kewiraan (sesuai UU 2/1989)

-Pelaksanaan diperlonggar -Materi beraroma “militer”

dihilangkan

2002 -Era demokratisasi

dan HAM

-UUD 1945

diamandemen

-Pemilu langsung,

multipartai

Pendidikan

Kewarganegaraan SK No.

38/DIKTI/Kep/2002

-Materi I (Pengantar)

ditambah HAM dan Demokrasi

-Polstra Hankamnas dan

Sishankamrata (Ban V dan VI) dihapus

-Dosen diutamakan sipil

2003 (UU 20/2003 )

-sda- -sda- Kurikulum Pend Tinggi wajib memuat: Pendd

(12)

12

VISI

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DI PERGURUAN TINGGI

(Menurut SKep Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep./2002 )

~

SUMBER NILAI

DAN

~ PEDOMAN PENYELENGGARAAN

PROGRAM STUDI DALAM MENGANTARKAN

MAHASISWA, UNTUK

~

MENGEMBANGKAN KEPRIBADIANNYA

SELAKU

WARGANEGARA YANG BERPERAN AKTIF

~ MENEGAKKAN DEMOKRASI MENUJU

(13)

MISI

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DI PERGURUAN TINGGI

( Menurut SKep Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep./2002 )

Membantu mahasiswa selaku warganegara,

agar mampu :

~ mewujudkan nilai-nilai dasar perjuangan

bangsa Indonesia,

~ mewujudkan kesadaran berbangsa dan

bernegara,

(14)

KOMPETENSI

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DI PERGURUAN TINGGI

(Menurut SKep Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep./2002 )

BERTUJUAN UNTUK MENGUASAI :

~ Kemampuan berfikir, ~ Bersikap rasional, dan dinamis,

~ Berpandangan luas sebagai manusia intelektual.

Mengantarkan mahasiswa selaku warganegara,

memiliki :

a. Wawasan kesadaran

bernegara, untuk : - bela negara. - cinta tanah air.

b. Wawasan kebangsaan, untuk : - kesadaran berbangsa - mempunyai ketahanan nasional. c. Pola pikir, sikap yang

(15)

9/12/17 Sahudiyono 15

PRETEST

A. Apa yang sdr ketahui tentang :

1. Kewarganegaraan?

2. Wawasan Nusantara ?

3. Ketahanan Nasional ?

Referensi

Dokumen terkait

Datang tepat waktu, terlambat lebih dari 10 menit tidak diperkenankan masuk ruang laboratorium komputer kecuali ada alasan yang dapat diterima.. Bagi mahasiswa

Alasan mengapa memakai simulasi diskrit sebagai metode pendekatannya dikarenakan permintaan suplai dari masing-masing pembangkit berbeda-beda, waktu habis pemakaian

Pemutusan hubungan kerja ini karena sakit berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas waktu 2 bulan,

(2) Mahasiswa yang telah mengikuti kuliah dan praktikum minimal 75% namun tidak bisa mengikuti UAS yang telah terjadwal, karena sakit atau halangan lain dengan

Tidak diberikan perpanjangan waktu kerja praktek atau magang tanpa alasan yang mendasar, untuk memberikan kesempatan lain.. Tidak diperkenankan mengambil data dari atau

Mengulang perbuatan pengunduran diri dari satu atau beberapa mata kuliah setelah lewat batas waktu perubahan KRS tanpa alasan yang dapat dibenarkan (misalnya, sakit, kecelakaan,

Mengulang perbuatan pengunduran diri dari satu atau beberapa mata kuliah setelah lewat batas waktu perubahan KRS tanpa alasan yang dapat dibenarkan (misalnya,

2) Bila tidak dapat hadir karena alasan sakit atau kecelakaan, harus ada surat dari orang tua/wali disertai dengan surat keterangan dokter kepada Ketua Jurusan atau