eBook Ruqyah Nai - Panduan Instant Menjadi Praktisi Ruqyah Syar'Iyyah

136  72  Download (0)

Teks penuh

(1)

Panduan Instant Jadi Praktisi

Ruqyah Syariyyah aktif

& SELF HEALING

Oleh: Nuruddin Al Indunissy

(2)

OPENING

KONSELING & CONDITIONING

WARMING

Membacakan Ayat Ruqyah

dan Melakukan Scanning/ Penelusuran.

EKSEKUSI.

A. PERSIAPKAN SENJATA

Ayat-Ayat Syifa.

Ayat Ruqyah Standard

Ayat-Ayat Ruqyah Khusus

Do’a Rasulullah.

B. TEHNIK EKSEKUSI

Menyiksa Jin.

Melemahkan Jin.

Menyembelih Jin.

Menarik Jin Keluar.

Mengeluarkan Jin.

C. KERAGUAN DAN JAWABAN SEPUTAR JIN & RUQYAH

CLOSING.

MENUNTASKAN SISA-SISA SIHIR

& MENGAKTIFKAN PAGAR GHAIB.

RUQYAH MANDIRI

10 Tehnik Mutakhir Ruqyah Syariyyah; Ruqyah Rumah, Ruqyah Sihir Menahun,

Mengalahkan Jin Dialam Mimpi, Teraphy Al Fatihah, IHP Al Fatihah, Ruqyah Mp3,

Meracun Jin, Ruqyah Sihir, Self Healing PTT.

(3)

Jazakumullah Khairan kepada sahabat dan Guruku

Ust. Perdana Akhmad Bin Akhmad S.Psi

Salam Bahagia kepada seluruh sahabat Rehab Hati di Kampung Nai

Salam Tauhid kepada seluruh Praktisi Quranic Healing

Dan Seluruh Uman Mukminin-Mukminat di Dunia

(4)

Bismillahirrahmaanirrahiim. Saya awali dengan salam terindah dan termegah, sebuah salam dari Syurga; "Assalamualaikum warohmatullah!" semoga kesejahtraan, shalawat serta salam senantiasa Allah curahkan kepada Rasulullah SAW, dan seluruh ummatnya dari masa ke masa hingga musim akhir jaman.

Semoga Allah Tabaroka wa Ta’ala meridhai, menyayangi, mencintai dan merahmati para pejihad yang meninggikan kalimat Tauhid dengan tetesan darahnya di garis depan. Juga para ulama pejihad dakwah yang tengah menata ruhani-ruhani generasi pecinta Al Qur’an di garis belakang.

Bahagia rasanya menyapamu diruang berharga ini, semoga kehadiran sinergi therapy penyembuhan dengan Al Quran ini menjadi obat penawar bagi hati yang terdzalimi, terbelenggu sihir, hati yang gundah tak terarah, kembali sebongkah harapan, menyemai, menyirami dan menumbuhkan kembali tunas-tunas iman .

‘Rehab Hati Qurani’ adalah upaya penanaman pemahaman sederhana tentang fitrah manusia yang memang mendambakan kebahagiaan. “Aneh, jika seorang Muslim tidak bahagia”. Selayaknya kita bahagia dan bangga dengan status "mukmin" dan “mukminat” yang melekat pada kita. Kita selayaknya bahagia dan terlepas dari belenggu keresahan dan berbagai malapetaka sihir yang ditimbulkan oleh mahluk-mahluk Allah yang dzalim yang terus menerus melecehkan ummat.

Insya Allah buku ke 2 saya ini akan terbit pertengahan 2013 ini, anggap saja eBook atau buku digital ini adalah hadiah dari saudara dekatmu yang ingi menyegerakan sentuhan untukmu, buku ini terdiri dari 130 halaman ekclusive yang akan membahas secara details dan sederhana langkah-langkah praktis untuk menuntaskan sihir dan sekaligus mengubah pasien jadi praktisi. Jadi anda pun bisa jadi praktisi, insya Allah. Banyak yang mengira ruqyah itu adalah bagian dari hal mistik dan tabu, sulit dan meragukan pengaruhnya pada kesehatan Ummat, padahal ruqyah itu sunnah dan kemudahan dari Allah sebagai senjata kepada kaum mumkminin untuk menuntaskan belenggu sihir yang mengikatnya.

Namun menjadi praktisi ruqyah itu butuh pengetahuan keyakinan dan pengalaman. Semakin

berpengalaman, maka proses penyembuhan semakin mudah dan kemudahan itu karena pengetahuan yang cukup, dan pengetahuan itu karena hanya akan didapat dari belajar. Nah, bagaimana untuk menjadi praktisi berpengalaman?

“Pengalaman itu harus diciptakan”. Saya tegaskan bahwa pengalaman itu harus diciptakan, karena kita tidak akan menemuinya di tok buku, atau bahkan di sekolahan, perguruan tinggi atau kampus-kampus keren sekalipun. Tidak ada warung yang jual pengalaman, di Al Azhar Kairo atau dimanapun tidak ada “fakultas pengalaman”, kita akan berpengalaman setelah kita belajar, tahu, yakin dan kemudian menciptakannya.

Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada perusahaan dimanapun yang menjual pengalaman untuk dibeli, namun anehnya pengalaman yang kita miliki itu justru memiliki nilai jual yang tinggi. Jadi Pengalaman Itu Harus Diciptakan.

Insya Allah buku sederhana ini akan membahas tuntas “rahasia sederhana” keberhasilan ruqyah. Rahasia tersebut adalah tahapan-tahapan dari mulai Opening hingga Closing. Banyak peruqyah gagal karena mereka tidak tahu rahasia ini, dan saya akan beberkan semua rahasianya. Rahasia untuk memerangi kedzaliman dari konspirasi Tukang sihir, Jin dan IBlis yang telah membelenggu manusia berabad-abad lamanya.

Secara garis besar, tahapan itu adalah: Opening/Counseling, Warming, Eksekusi dan Closing. OPENING/COUNSELING

Tahap ini sangat penting, yaitu kita berkonsultasi dengan pasien untuk mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya tentang penyebab masuknya jin ke tubuh. Apakah itu karena amaliah wiridnya sendiri yang

(5)

mengundang jin, sihir kiriman, kedengkian jin, disukai jin, jadi target pesugihan, terkelabui iming-iming kesaktian tenaga dalam, dll.

Counseling ini juga untuk mengindentifikasi, apakah ini penyakit medis atau sihir. Jangan sampe orang “stress” gara-gara hutang di ruqyah. Meski pada dasarnya, orang gila itu bisa sembuh dengan “Ruqyah Syar’iyyah”. Insya Allah

WARMING.

Warming atau pemanasan ini dilakukan dengan memperdengarkan ayat-ayat Ruqyah tertentu hingga jin-nya bereaksi. Nah, bajin-nyak praktisi yang gagal karena mereka hajin-nya melakukan tahap “warming up” saja dalam meruqyah tanpa memperhatikan teknis yang dibutuhkan untuk melemahkan atau bahkan meluluh lantakan pelecehan akidah yang menjajah muslimin muslimah ini.

EKSEKUSI

Eksekusi atau tahap menghukum jin ini dilakukan tepat saat jin itu mulai bereaksi atau kita sebut saja “kesurupan”, sebuah peristiwa dimana Jin mengendalikan raga manusia. Nanti akan dibahas tahapan-tahapan detailsnya, dan bagaimana cara menghentikan atau bahkan MEMBUNUHNYA. Serta dalil-dalil yang mengikutinya.

CLOSING

NAH ini dia, tahap ini yang dilupakan para peruqyah. “Peruqyah Passive” akan meninggalkan pasien dan menganggapnya tuntas setelah pasien muntah tanpa melakukan closing atau penutupan.

Padahal menetralisir sihir-sihir yang masih tersisa, semisal rasa panas atau dingin di jari kaki, betis, tangan, pusing dikepala, dan lain lain ini adalah hal pentung yang harus dituntaskan, karena secara logika jika lobang itu tidak ditutup ia akan menjadi pintu buat masuk jin lain.

Dalam closing ini akan dibahas juga tehnik untuk melakukan pembentengan, yaitu dengan penanaman nilai-nilai ketauhidan kepada pasien. Hingga bukan tidak mungkin, pasien tidak hanya sembuh namun juga jadi praktisi.

“Mengubah Pasien Jadi Praktisi”, adalah misi team kami di “Rehab” Hati dan “Quranic Healing Technologi” dalam rangka menggapai visi “Mencetak Praktisi Praktisi Ruqyah Syariyyah, 1 Visi 1 Hati Menuju Generasi Muda Indonesia Bertauhid 2020”.

Inti Tauhid

Bagaimanakah kita akan mengalahkan musuh sementara kita tidak mengenalinya, atau bahkan takut sama mahluk imut-imut yang dzalimnya naudzubillah ini? Padahal Rasulullah Saw telah bersabda bahwa “Jin itu takut kepada manusia, seperti manusia takut kepada Jin” ?

Selain Rahasia Kehendak dari Allah azza wa jalla, keberhasilan ruqyah ini sangat ditunjang oleh beberapa factor sederhana saja dan bukan tergantung kepada banyaknya hafalan dikepala kita. Karena terbukti banyak yang sudah hafal puluhan juz al Quran masih kesurupan atau terganggu jin. Bahkan tidak jarang praktisi Ruqyah yang juga kesurupan?

Jadi “ketauhidan” praktisi ada satu rahasia yang akan mengungkap semuanya, pernahkah berfikir kenapa Amirul Mukminin Ummar bin al Khatab sangat ditakuti syaitan, bahkan syaitan tidak berani diam dijalan yang akan dilewati Umar. Kenapa jin Ifrit di Irak takut kepada sandal Imam Ahmad Bin Hanbal bahkan mereka mengakui “bersedia” pergi dari negeri itu seandainya sang Imam memmerintahkannya? Jawabannya hanya satu kata; yaitu “Tauhid”. Satu kata inilah yang paling berat timbangannya diakhirat kelak. Satu kata yang menjadi intisari kekuatan Ummat yang saat ini hilang. Satu kata yang menyebabkan kita terjaga dari lembah kesyirikan yang membahayakan manusia di akhirat kelak. Karena syirik, adalah satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni.

(6)

Saya masih teringat ketika meruqyah seorang pasien di Pontianak, pasien yang menelphon saya tiba-tiba berkata; “Jangan ajari anak ini tauhid!”. Saya terkejut dan langsung sadar, bahwa jin itu mulai bereaksi padahal saya baru mengucapkan salam?

Hal lain adalah ketika seorang sahabat dari purwakarta yang berkunjung ke kantor Rehab Hati Bandung untuk silaturahim setelah sekian lama tidak bertemu dan sekalian mau nginstal Ulang laptopnya, dan tiba-tiba istrinya yang baru saja duduk itu memandangi saya sinis dan gelisah. Dia berkata “Jangan baca! Saya tau kamu baca!” Saya tertawa dan membalasnya, “Baca apa?”.

Ternyata istrinya itu adalah praktisi pencak silat Marga Luyu yang sudah memiliki 10 Jurus. Alhamdulillah, setelah diruqyah selama 7jam lebih 10 Jin yang mendiami 10 Jurus itu keluar. Yang menarik adalah ketika ibu itu sembuh, dia berkata; “Kenapa ya tadi saya tidak mau menyentuh semua buku di sini, saya juga tidak suka melihat buku kamu Nai? Padahal saya ini seorang guru agama dan kutu buku?”

Saya berkata datar; “Karena buku saya itu buku tauhid, begitu juga buku-buku yang ada di kantor ini”. Lebih jauh beliau berkata; “Saya juga tidak suka melihat wall dan photo facebook kamu sejak kamu masih di Riyadh?”.

Saya katakan; “Itu tidak hanya terjadi dengan ibu, tapi juga puluhan teman saya yang berubah drastis ketika saya mulai membahas tauhid secara Intensif. Bahkan ada dari mereka yang mengaku mual-mual bahkan muntah saat baca status facebook saya? ”. Seperti itulah pengaruh ketahuidan. Jadi betapa pentingnya, sehingga jin-jin itu memperhitungkan dan berfikir berkali-kali untuk mengganggu orang ataupun praktisi bertahuid.

Selengkapnya, mengenai kata “Tauhid” dan bagaimana mengaktifkannya akan dibahas di buku “Rehab Hati Qurani” dan “Quranic Healing Technology”.

Pada intinya tauhid itu adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan. Sehingga gerak seluruh indra itu bersatu padu menuju Allah, baik dalam ibadah ataupun amaliah lainnya dengan memurnikannya dari berbagai jenis kesyirikan, kebid’ahan dan dosa besar yang dilakukan terus-menerus. Ini merupakan tingkat yang wajib bagi orang yang ingin merealisasikan tauhid dengan sempurna.

Mari kita belajar dari Ummar! Tentang bagaimana menaklukan ketakutan dengan ketakutan yang lebih tinggi. Menyelami seni keindahan antara cinta, harap dan ketakutan. Agar syaitan lari ketakutan.

"Cinta itu datang karena butuh, dari butuh kemudian patuh dan takut. Takut akan kehilangan dan keinginan selalu bermesraan bersama dalam ujian, kekecewaan bahkan ditengah musibah dan malapetaka dunia". (Rehab Hati Qur’ani).

Ibnu Mas`ud RA berkata, “Ilmu yang banyak itu, bukanlah diukur dengan banyaknya hadits-hadits yang diriwayatkan seseorang. Namun ilmu itu diukur dengan semakin bertambah takutnya seseorang kepada Allah.”

Semula saya menyimpulkan syaitan tidak berani diam dijalanan yang dilewati Umar itu karena keimanan beliau yang tinggi atau mungkin itu anugerah saja dari Allah. Namun setelah menonton beberapa dari 30 episode film "Omar", sebuah film yang mengisahkan kisah kepeminpinan Umar bin Khatab Radiyallahu Anhu dari awal hingga akhir, saya menyimpulkan bawah ternyata umar sangat takut kepada Allah hingga syaitan takut kepadanya. Sering kali beliau bergumam "La Hawla wa Laa Quwwata illa billah" saat melakukan kedzaliman atau kesalahan.

Ini sesuai dengan Hadits yang diriwayatkan Imam Baihaqi; "Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah

menjadikannya takut kepada segala sesuatu". (HR. Al-Baihaqi).

"Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka,tetapi takutlah kepadaKU, jika kamu benar-benar orang yang beriman". (QS. Ali Imran 175).

Seorang ulama salaf berkata; “Setiap kali pengenalan seseorang kepada Allah bertambah, maka bertambahlah kadar ketakutannya,” mereka berkata, “Puncak ilmu itu, khasyatullah.”

(7)

Rabi` Ibn Anas berkata, “Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka dia bukanlah orang yang berilmu.” Allah juga berfirman dalam Hadits Qudsiy: "Tidak akan kukumpulkan dalam diri hambaKU dua ketakutan dan dua keamanan. Barang siapa yang takut kepadaKU didunia, akan kuberi keamanan diakhirat. Barang siapa yang merasa aman dariKU didunia, akan Kupertakuti dia dihari kiamat".

Semoga Allah merahmati iman Syathibi yang telah berkata; "Seandainya mata ini bahagia, niscaya

selaputnya akan terus menerus mengalirkan air mata dengan lebatnya. Namun kerasnya hati menjadikan ia gersang, aduhai orang yang tak mau menyuburkannya, engkau berjalan seenaknya tanpa mengindahkan ini dan itu".

Subhanallah!

Semoga seiring bertambahnya ilmu kita, bertambah pula ketakutan kepada Allah dan semakin menyirnakan rasa takut yang tak seharusnya. Semoga ini menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan tentang peristiwa betahnya sihir membelenggu hati kita karena ketakutan yang diakibatkan oleh lemahnya pengetahuan. Hingga disini kita telah tahu, bahwasannya titik kelemahan Iblis itu adalah dengan pengokohan nilai-nilai tauhid yang membentengi kita. Sehingga iblis dan pasukannya bergetar ketakutan saat kita mulai

membacakan Al Qur’an, bahkan sebelum kita membacakannya!

Hal ini pula yang melatarbelakangi bergabungnya Management RehabHati dengan Quranic Healing

Technology ust Perdana Akhmad SPsi. RehabHati adalah upaya teraphy hati untuk melembutkannya setelah ia mengeras yaitu dengan tulisan-tulisan sederhana yang di design sedemikian rupa agar ia langsung

mampir ke hati sahabat semua. Namun upaya rekontruksi atau pembangunan hati setelah pilar-pilarnya runtuh itu ternyata tidak berhasil serta merta. Tidak semua hati terehab dengan baik dan masih

menyisakan belenggu. Belenggu apakah yang mengikatkan kegelisahan hingga ia tidak sembuh itu? Ia adalah belenggu sihir. Iya sihir, karena pada intinya semua manusia itu baik. Ketika tidak "normal" maka ada sesuatu yang mempengaruhinya, dari gangguan biasa hingga gangguan yang akut bahkan

mengganggunya bertahun-tahun hingga kematian. Nah, ruqyah ini adalah cara untuk menuntaskannya. Tentu saja untuk melawan dan memusnahkannya kita harus mengenalinya dulu. Agar kita mengenal lawan kita. Dari itu sahabatku semua, jangan terburu mengklaim sihir itu mistik atau "aneh", padahal

ketidaktahuan kita tentangnya menjadi peluang bagi musuh-musuh Allah itu untuk menjerat kita - SELAMANYA.

Mari kita, saat ini belajar menjadi sehat dengan cara yang sehat. Insya Allah dalam buku sederhana ini akan dibahas secara secara bertahap, langkah-langkah sederhana Menjadi Praktisi Ruqyah dengan cara yang paling mudah.

BANGKITLAH WAHAI HAMBA ALLAH. Be Strong! Because you guys are Muslim!

Islam is our choicecs, and it is right. Islam is art, it’s such a marvelous way to heaven. And here in this amazing live, we’ll find millions reason to say Alhamdulillah. Even more!”.

Nuruddin Al Indunissy

(8)

OPENING

Opening atau pembukaan ini adalah tahapan yang harus kita lalui untuk menggali informasi tentang pasien dan jenis jin yang menyerangnya, sebagai senjata untuk melemahkannya. Sama seperti dokter yang memulai pengobatan dengan “diagnosa” kepada pasien. Jika jin sudah bereaksi dipandangan pertama saat ketemu kita, maka tidak perlu konseling dan langsung eksekusi saja ;)

A. KONSELING

Konseling adalah tahap pertama yang mempengaruhi keberhasilan ditahap-tahap berikutnya, jika tahap ini gagal tentu saja tahapan berikutnya tidak akan pernah berhasil. Dari konseling ini kita akan mendapatkan banyak informasi dari pasien tentang penyebab terjadinya sihir tersebut.

Dalam dunia kedokteran modern, tahap ini disebut diagnose. Dari diagnosa ini biasanya dokter

menyimpulkan obat apa yang akan diberikan, termasuk juga “Dosis” yang akan dipilihkan untuk membuat resep. Dalam ruqyah juga demikian, setelah tapah konseling ini praktisi akan menyimpulkan hal apa saja yang akan dilakukan. Bahkan tentang perlu atau tidaknya diruqyah?

Saya pernah mendapat keluhan dari sahabat saya di Palembang, katanya “Akhi saya sudah meruqyah selama 1 jam lebih dengan berbagai tehnik yang antum dan ust Perdana ajarkan, tapi belum ada reaksi sama sekali. Malahan ia semakin ngoceh?”

Saya bertanya: “Sakitnya apa?” dan beliau menjawab “Gila, bukannya stress itu bisa disembuhkan dengan ruqyah juga?”.

Saya jawab “Iya, tapi tergantung stressnya karena sihir atau bukan? Atau mungkin sekedar tekanan psychologis, atau kerusakan syaraf?”

Dan, besoknya sahabat saya itu kirim inbox di Facebook dan berkata; “Udah sembuh akhi, ternyata dia stress karena banyak utang. Dan setelah utangnya lunas ia sembuh!!”.

Jadi tidak semua stress itu disebabkan oleh gangguan sihir, dan ruqyah ini dikhususkan untuk menangani penyakit yang ada campur tangan sihir didalamnya. Sebentar lagi kita akan bahas bagaimana membedakan penyakit sihir dan medis.

Sebelum itu saya akan memberi contoh praktis untuk konseling ini. Yap, pertama jangan ragu. Anggaplah antum adalah seorang teraphist Al Qur’an professional, karena rasa percaya diri itu adalah modal. Karena semangat itu menyebar! Maka sebarkanlah seindah mungkin.  bagaimana caranya?

Pertama; Tanya nama pasien.

Cukup namanya saja, tidak usah nanya siapa nama ibu dan bapak kayak dukun-dukun itu. Cukup Tanya namanya agar kita bisa memanggil namanya saat berbicara, ini juga akan kita gunakan untuk menyadarkan dia saat kesurupan nanti.

Jika perlu Tanya juga usia dan tempat dia bekerja, agar kita bisa menyesuaikan bahasa dan penjelasan yang mungkin sesuai dengan logikanya. Karena beda usia beda pemikiran, beda pengalaman dan beda bahasa. Artinya jangan pake bahasa ABG atau bahasa alay jika kita tahu bahwa dia adalah seorang anggota paspampres :D

(9)

Jika dia ahwat Tanya apakah kesehariannya memakai jilbab?

Jika pasien belum mampu memenuhi kewajibannya sebagai hamba Allah, atau belum menunaikan kewajibannya sebagai muslim/muslimah, atau masih saja melakukan dosa-dosa besar maka ambil komitmentnya. Misalnya dengan kata-kata; “Ibu janji ya, setelah sehat nanti ibu akan memperbaiki hubungan ibu dengan Allah”.

Tanya juga apakah masih melakukan amal-amal Bid’ah atau bahkan masih punya keris dan jimat-jimat? Jika ada suruh dia melepas dan menghancurkannya terlebih dahulu. Karena biasanya khodam/jin pendamping itu ada di pusaka itu.

Ketiga; Tanya bagaimana awalnya sakitnya?

Ini adalah tentang gejala yang dia alami saat pertama sakit. Pertanyaan ini akan menambah informasi tentang cara penyembuhannya dan hal hal yang harus kita hindari saat melakukan teraphy ruqyah. Misalnya, jika saja sakitnya itu bekas operasi yang tidak sembuh-sembuh, atau misalnya bekas jatuh dari pohon yang tidak sembuh-sembuh. Ini juga bisa ditimbulkan oleh campur tangan jin. Dalam hal ini kita harus memperhatikan luka lahiriyah sang pasien, jangan sampai kita menekan atau memukul ditempat tersebut.

Keempat; Tanya Dimana saja biasanya sakitnya?

Ini agar kita tahu dimana letak jin itu berada, biasanya disanalah letak “rumah” jin-nya. Nanti kita bisa mengarahkan energy ruqyah ini ditempat tersebut, atau juga melakukan tehnik-tehnik penyembuhan di titik sakit tersebut.

Misalkan ketika sakitnya dipundak saja, maka kita jangan memengang lututnya  Jika sakitnya dipinggang tidak usah melakukan tehnik “Putaran Tawaf” diperut  Meskipun kita bisa memegang ubun-ubun untuk semua titik sakit. Kita akan bahas selengkapnya nanti.

Kelima; Kapan saja sakitnya?

Nah ini berhubungan dengan karakteristik sakit, jika itu santet atau sihir kiriman biasanya sakitnya dihari-hari tertentu. Jika itu gangguan jin “iseung” (kedzaliman jin tanpa sebab) biasanya terjadi saat si pasien mau shalat dan beramal ibadah lain. Meskipun hal ini bisa saja terjadi pada sihir kiriman, biasanya jin

mengganggu agar pasien tidak salat dan sulit baca qur’an agar karena mereka takut atau merasa kepanasan.

Keenam; Sudah kedokter kah?

Nah, ini dia. Ini juga penting, harusnya point itu disimpan di nomor 1. Jadi pasien harus ditanya, tentang tingkat kesungguhan dari ikhtiar si pasien?. Tanyakan padanya apakah sudah pakai Herba? Obat-batan dan lain sebagainya.

Jika beliau bilang; “Sudah 70 dokter berupaya menyembuhkan, bahkan sampai keluar negeri tapi gak sembuh-sembuh!” Disana antum jangan panic, senyum aja dan niatkan; “Ya Allah aku ingin menunjukan kehebatan-Mu sama hamba-Mu ini”. Lalu senyumlah  karena tentara Allah bersama kita.

Ketujuh; Sudah ke dokter belum ? 

Nah ini dia pertanyaan yang paling menyeramkan, jika pasien sudah ke mbah Dukun, saat itu juga beri pertanyaan lanjutan; “Sudah berapa dukun?”.

(10)

Jika dia jawab 15 dukun, saya yakin si ibu itu sudah ditanami lebih dari 15 Jin. Karena perbuatan dukun itu sejatinya bukan mengobati, tapi menyakiti. Karena ia melawan jin dengan jin. Kadang dia mengikatkan jin di dalam tubuh.

Sering saya mendapati hal ini, beberapa malam lalu di Kantor Rehab Hati saya kedatangan ibu yang sudah lama mengikuti Pelatihan Rehab Hati Quranic Healing tapi dia tidak sembuh sembuh. Bahkan dulu, pernah saya dan ust Perdana meruqyah beliau dan si jin nya malah senyum-senyum saja. Dan malam saat

berkunjung ke Rehab Hati itu saya berkesempatan menyiksa jin-jin didalam tubuhnya.

Setelah ruqyah selesai, diketahui ada 3 kelompok jin dalam tubuhnya. Kelompok pertama adalah jin kiriman atau santet dari teman si ibu, yang kedua adalah jin Reiki karena si ibu pernah mengikuti pelatihan tenaga dalam ini untuk upaya penyembuhan, namun gagal dan si ibu pergi ke dukun untuk mencopot jin nya. Namun malang, si dukun tadi malah mengikat jin di paha si ibu. Jadi benar, bahwa muamalah dengan jin itu tidak dilarang Allah seperti difirmankan-Nya dalam surah Al Jin Ayat 6.

Kedelapan; Tanya Sudah berapa lama sakitnya?

Ini juga menjadi informasi agar kita lebih hati-hati dan sungguh-sungguh dalam teraphy nanti. Konseling ini tidak berbatas waktu, semakin lama kita konseling semakin banyak informasi yang kita dapat. Semakin banyak informasi, semakin banyak celah yang bisa kita serang untuk melemahkan jin-jin didalam tubuhnya. Jika dipertanyaan ke 1 atau ke 2 sudah ditemukan celahnya, maka tak perlu lagi konselling. Apalagi jika baru saja dating si jin langsung bereaksi? Hajar saja langsung ;)

Tips Dalam Konseling.

Agar si jin cepat bereaksi atau dia mikir-mikir untuk melawan kita, maka pakai kata-kata yang menakutkan buat mereka; upayakan kata-kata kita bertabur Al Qur’an dan Hadits. Jangan menunjukan kehebatan kita, karena jin malah akan tertawa karena melihat kita sombong.

Jika tidak banyak pengetahuan kita tentang al Quran maka perbanyak mengait-ngaitkan obrolan dengan Asma Allah dengan Al Asmaul Husna-nya atau menyebut-nyebut nama Rasulullah. Karena selama konseling jin mendengarkan, seandainya ia ada didalam tubuh pasien.

B. MEMBEDAKAN SIHIR ATAU MEDIS?

Bagaimana kita mengetahui bahwa penyakit itu adalah sihir jin atau medis?

Akhir-akhir ini telah banyak ditemukan bahwa sebagian besar penyakit akut itu disebabkan konpirasi jin dan tukang sihir dikalangan manusia itu sendiri. Semisal kanker tulang, kanker darah, struk ringan, paru akut, migraine menahun dan lain sebagainya.

Bagaimanakah ini mungkin sementara praktisi ruqyah tidak bisa melihat jin dan dokter menganalisa dengan peralatan canggih? Praktisi melihat gejala yang ditimbulkan dan kesembuhan yang didapati, mungkin saja analisa dokter itu salah atau lebih tepatnya mengada-ada?

Benarkah demikian?

Ikhwatalil iman, sebenarnya bukan saatnya mencari kesalahan dalam media ini karena sesungguhnya jika negeri ini telah bertauhid maka kita bisa saja mengintruksikan para dokter diseluruh Indonesia untuk ikut pelatihan ruqyah dan para peruqyah juga diberi pelatihan “gratis” tentang ilmu kedokteran. Bukankah ini keren?

(11)

Jadi bagaimana hal ini bisa terjadi, dokter mengklaim bahwa ini penyakit medis dan praktisi ruqyah mengatakan ini sihir?

Jawabannya adalah sederhana; Jin, dalam sebuah kondisi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi

materi-materi di bumi, seperti peristiwa yang diabadikan al Qur’an ketika jin ifrit katanya mampu memindahkan istana ratu balqist sebelum berdiri dan sang ahli kitab memindahkan istana itu sebelum berkedip. Ini sebuah isyarat bahwa jin mampu mempengaruhi hal yang bersifat materi.

Sekarang mari kita kaitkan dengan teknologi kedokteran dan teknologi penyembuhan Al Qur’an, bagaimana menyikapi sebuah peristiwa dimana pasien ini memang sembuh dengan pengobatan dokter juga sembuh dengan ruqyah. Apakah ini semi medis?

Bukan, sebenarnya bukan begitu. Saya pernah mendapati, Alhamdulillah berhasil mengobati struk ringan di pergelangan kaki sebelah kiri seorang anak SMK di Bandung. Pengobatan berjalan kurang dari 5 menit, dan konseling sekitar 15 menit. Siswi tersebut mengalami struk ringan di daerah pergelangan kakinya dan ini sudah berbulan-bulan, dia juga pergi ke dokter dan melakukan “Vision Teraphy”. Dokter mengklaimnya sebagai ostreleoplorosis” atau apalah.. saya agak lupa, yang penting katanya penyempitan pembuluh darah di arteri.

Memang secara medis ini benar, bahwa penyempitan pembuluh darah di sekitar leher akan menimbulkan struk atau kebal kadang hingga tidak bisa digerakan dibagian pergelangan kaki kanan. Namun

bagaimanakah ini bisa terjadi; sipasien hamper muntah ketika saya mendekatkan telapak tangan di kaki dan menariknya dengan tehnik usapan secara pelan-pelan, dan Alhamdulillah sembuh setelah di ruqyah

beberapa menit saja dengan membacakan surah Al Hasyr ayat 21-24 dan mengancam jin itu agar keluar? Apakah kemudian peruqyah melemahkan teknologi kedokteran?

Baik sebentar, ada kisah yang lebih heboh lagi. Seorang praktisi Quranic Healing yang saya bombing (dulunya pasien saya) di Makkah Alhamdulillah berhasil menyembuhkan Kanker Tulang hanya dengan ruqyah sederhana dan digabung dengan tehnik pijatan biasa. Padahal majikannya sudah menderita kanker tulang selama 6 tahun dan sudah berobat keluar negeri serta hamper saja di amputasi?

Apakah kemudian peruqyah melemahkan teknologi kedokteran?

Tidak. Sekali lagi jawabannya tidak, saya justru berharap pihak kedokteran diseluruh Indonesia itu memberi pelatihan “gratis” kepada peruqyah dan juga sebaliknya karena ada sinergi yang perlu dikokohkan.

Yang harus diluruskan adalah para dokter yang belum Syair’iiyah, atau belum mengimani perkara ghaib ini. Dan memang ada penyakit sihir dan penyakit medis, seperti dikatakan Syaikh Abdul Rauf, seorang syaikh yang juga master Ruqyah International, beliau menyimpulkan dengan sederhana ada

4 ciri-ciri penyakit

yang disebabkan oleh gangguan Jin.

1. Adanya "invisible power" atau kekuatan yang tidak terlihat yang menghalangi keberlangsungan hidup dengan cara tak wajar dan berulang-ulang hingga hidup kita tidak maju.

2. Penyakit yang tidak wajar atau tidak terdeteksi dokter, diobati tidak sembuh-sembuh dan anda mengalaminya bertahun-tahun.

3. Kondisi mental yang tak wajar; emosi berlebihan, depresi, sedih berlebihan, kecemasan, tidak bisa konsentrasi, menjadi pelupa, tidak bisa fokus, mendengar atau melihat sesuatu hingga menimbulkan "kegilaan".

4. Mimpi buruk atau menakutkan; mimpi mati dan semua tentang kematian, mimpi tenggelam dan semua tentang air, mimpi terbang atau jatuh dari tempat tinggi dan semua tentang ketinggian.

(12)

Jadi ketika, misalnya dokter berhasil menyembuhkan (dengan izin Allah, da semua juga pasti atas izin Allah) sakit pasien dan tidak terulang lagi sakitnya itu merupakan penyakit medis. Namun jika hari ini dokter menyembuhkan maagh, tapi seminggu kemudian maagh lagi hingga tiap minggu harus bertemu dokter, nah ini tidak wajar dan sihir-sihir dalam tubuhnya harus dihajar.

Apakah ada ciri-ciri tertentu yang baku hingga bisa kita simpulkan untuk mengidentifikasi penyakit pasien? Mari kita lihat dengan seksama ciri-cirinya, barangkali ciri itu ada dalam diri kita. Alhamdulillah, ustad perdana Ahmad sudah menyimpulkan banyak karakteristik atau ciri-ciri seseorang terkena gangguan Jin atau sakit karena sihir jin. Baik dalam kondisi sadar atau tidak sadar:

1. Ciri-Ciri Gangguan Jin Pada Waktu Tidur:

 Susah dan tidak bisa tidur dimalam hari, kecuali setelah berupaya dengan susah payah.

 Susah bangun dan banyak tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah yang diinginkan.

 Selalu cemas dan sering terbangun dimalam hari.

 Mimpi buruk melihat sesuatu yang mengancam dan menakutkan , ingin berteriak minta tolong namun tidak bisa.

 Mimpi melihat berbagai binatang seperti ular, ulat, anjing, tikus, onta, kuda, monyet, serigala, harimau dan binatang lain yang menakutkan.

 Tertawa, menangis, berteriak, mengomel atau merintih pada saat tidur.

 Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi.

 Berdiri dan berjalan pada waktu tidur tanpa disadari.

 Mimpi berada dalam lingkungan pemakaman, didalam kuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan.

 Mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali.

 Mimpi-mimpi yang seram dan mengerikan.

 Mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan itu.

 Mimpi seakan akan dihimpit benda yang berat dan sulit untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut.

 Mendengkur dengan keras (seperti harimau, dsb).

 Mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yang berhubungan dengan kematian.

 Mimpi berada di masa atau abad yang lampau.

 Mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut.

2. Ciri-Ciri Gangguan Jin Pada Waktu Terjaga/Sadar.

 Sering merasa was-was dan ketakutan tanpa sebab yang jelas.

 Suka marah-marah dengan kadar emosi tidak terkendali.

 Dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat.

 Merasa lesu dan malas untuk beribadah.

 Sulit khusyuk dalam mengerjakan sholat, (susah mengingat rakaat yang sudah dikerjakan).

 Suka menghayal, melamun, menyendiri dan mengurung diri secara berlebihan.

 Sering pusing, dan merasa sakit pada kedua mata, telinga, hidung, bahu dan belikat, gigi, tenggorokan atau lambung tanpa sebab yang jelas.

 Selalu berpaling dari dzikir mengingat Allah dan memandang remeh kegiatan ibadah sholat dan amal kebaikan lainnya.

(13)

 Pikiran selalu linglung, merasa sedih, jantung berdebar-debar keras.

 Sering kesurupan baik separuh ingatan atau secara total.

 Sering mendengar bisikan memanggil namanya atau menyuruh sesuatu kejahatan semisal mencekik anak sendiri bahkan menyuruh bunuh diri.

 Merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh.

 Merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan untuk melakukan sesuatu, membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun kesungai atau jurang, menabrakan diri ke kereta api atau kendaraan lain.

 Sering mencium bau –bauan wangi kembang atau dupa, bau anyir atau busuk yang tidak terlihat sumber baunya.

 Melihat benda benda seakan bergerak, berputar, terbalik , miring dan lain sebagainya.

 Melakukan tindakan tindakan aneh tanpa disadari.

 Tiba tiba dapat meramal, menerawang, membaca fikiran orang lain atau mengetahui apa yang akan terjadi.

 Cemas dan paranoid (takut yang berlebihan).

 Melihat penampakan mahluk halus atau merasakan keberadaan mahluk halus.

 Rasa sakit disalah satu anggota badan namun setelah diperiksa secara medis tidak ditemukan adanya kelainan atau dokter tidak sanggup mengobati penyakit tersebut.

3.

Jika cirinya lebih dari 7 butir terdapat dalam diri atau keluarga tercinta kita, maka itu positive dan harus mulai membaca lebih jauh tentang ruqyah syar'iyyah. Semoga Allah memudahkan.

C. CONDITIONING

Conditioning atau pengkondisian ini perlu dilakukan agar terjadi sinergi energy, atau adanya keterpaduan kekuatan antara peruqyah dan yang diruqyah. Ini penting, karena ini adalah salah satu inti dari

keberhasilan. Hal ini juga sesuatu yang melatarbelakangi kegagalan ruqyah, dimana pasien belum siap diruqyah dan tempat yang tidak kondusif.

Pengkondisian ini perlu dilakukan agar ruqyah lebih effective dan tidak mengeluarkan banyak energy, karena kesurupan ataupun mengobati kesurupan itu butuh energy. Jika bisa dipercepat kenapa harus berjam-jam?

Pengkondisian pasien ini terbagi 4, yaitu pengkondisian fisik dan ruhani pasien, pengkondisian tempat, dan pengkondisian kita sendiri:

1. Pengkondisian Peruqyah.

Pengkondisian peruqyah jelas lebih penting, jangan sampe saat membaca ayat ruqyah pasiennya merasakan kesejukan dan peruqyahnya muntah-muntah :D

Bisakah hal ini terjadi? Bisa saja, misalnya karena jin yang ada dalam tubuh pasien masuk kedalam tubuh praktisi atau dalam tubuh praktisi itu memang ada jin yang belum diruqyah. Jadi kita yakinkan diri kita bersih.

Selain itu, praktisi sebaiknya dalam kondisi wudhu dan menunaikan shalat 2 rakaat untuk memohon pertolongan kepada Allah dan dilanjutkan dengan membaca do’a perlindungan. Semisal Al fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas dan Ayat Qursy. Juga membacakan do’a untuk memohon kekuatan sambil

membaca “Hasbunallah wanikmal wakiil nikmal maula wa nikman nasiir” juga “Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa alaiyhi rabbul arsyil adziim”.

(14)

Tempat juga harus dikondisikan, jangan sampe disebelah rumah sedang ada “kongser” dangdutan kita terus melanjutkan ruqyah, jangan sampe dirumah tersebut masih ada kemaksiatan semisal wanita yang tidak berhijab kita terus berjihad dengan ruqyah. Perangi dulu wanita yang tidak berhijab itu dengan baik, atau mohon dia untuk keluar dengan hormat.

Terus, lepaskan semua gambar-gambar dan patung yang ada dirumah. Sebaiknya dilepas selama-lamanya.

3. Pengkondisian Fisik Pasien.

Arahkan pasien juga untuk berwudhu, jika mungkin. Setelah itu persilahkan pasien duduk atau tiduran senyaman mungkin, biarkan ia memilih mau duduk atau baringan.

Anjurkan dia agar merebahkan tubuhnya, melemaskan urat-uratnya dan melonggarkan pembuluh darahnya dan bernafas dengan tenang.

4. Pengkondisian Ruhani.

Selain pengkondisian tubuh, ruhaninya juga perlu ditata. Misalkan dengan memberikan kata-kata padanya; “Saat ini kita akan menjemput tenaga dari langit dan mengusir mahluk-mahluk terlaknat dalam tubuh teteh, jangan takut karena sebenarnya mereka sedang ketakutan didalam. Upayakan dalam hati teteh dzikir terus.”

Juga beri arahan agar pasien mendengarkan dengan khusyuk dan jangan melakukan apapun, percayakan kepada peruqyah dan PERCAYALAH BAHWA kesembuhan itu datang dari Allah.

(15)

WARMING

Warming atau pemanasan ini dilakukan dengan melantunkan ayat-ayat Al Qur’an tertentu (ayat-ayat Ruqyah) kepada pasien dengan keras dan tadzwij yang benar. Jadi tidak dilakukan dengan bisik-bisik, bacakan dengan lantang dan yakin. Jangan ragu-ragu.

Ayat-ayat yang dibaca adalah ayat ruqyah standard, dimulai dari: Surah Al-fatihah, Al Baqarah: 1-5, 102-103, 284-286. Al-Imran 18-19, Al-A'Araf 54-56, Al-A'Araf 117-122, Yunus 81-82, Taha 69, Al-Mukminin 115-118, As-Shaffat 1-10, Al-Ahqaf 29-32, Ar-Rahman 33-36, Al-Hasyr 21-24, Al-Jin 1-9, Al-Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas.

Al Fatihah 1-7









































































Artinya: 1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 2. segala puji[2] bagi

Allah, Tuhan semesta alam. 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 4. yang menguasai di hari Pembalasan. 5. hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. 6. Tunjukilah Kami jalan yang lurus, 7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Al Baqarah 1-5



















































































Artinya: 1. Alif laam miin. 2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang

bertaqwa, 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. 4. dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

(16)























































































































































Artinya: Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan

mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

Al Baqarah 163-164













































































































Artinya: 163. dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha

Pemurah lagi Maha Penyayang. 164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

(17)







































































































Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus

mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

Al Baqarah 285-286





























































































































































Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula

orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." 286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."

(18)





























































































Artinya: 18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang

menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Al „Araaf 54-56





















































































































Artinya: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,

lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Al „Araaf 117-122











































































(19)

Artinya: dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!". Maka sekonyong-konyong tongkat

itu menelan apa yang mereka sulapkan. 118. karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. 119. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. 120. dan Ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. 121. mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, 122. "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun".

Yunus 81-82





















































Artinya: Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, Itulah yang sihir,

Sesungguhnya Allah akan Menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. 82. dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).

Toha 69



































Artinya: dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka

perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang".

Al Mukminun 115-118























































































Artinya: 115. dan Sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, Maka ia lupa (akan perintah

itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. 116. dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", Maka mereka sujud kecuali iblis. ia membangkang. 117. Maka Kami berkata: "Hai Adam, Sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. 118. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,

(20)



















































































































Artinya: 1. demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya, 2. dan demi (rombongan) yang

melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat), 3. dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran, 4. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa. 5. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari. 6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, Yaitu bintang-bintang, 7. dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari Setiap syaitan yang sangat durhaka, 8. syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) Para Malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. 9. untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, 10. akan tetapi Barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); Maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.

Al Ahqaaf 29-32



















































































































































Artinya: 29. dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al

Quran, Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. 30. mereka berkata: "Hai kaum Kami, Sesungguhnya Kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. 31. Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu[1390] dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. 32. dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka Dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata".

Figur

Memperbarui...

Related subjects :