LOGIKA MATEMATIKA
Matematika Industri I
TIP – FTP - UB
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
Logika dan Logika Matematika
• Logika
ilmu yang mempelajari secara
sistematis kaidah-kaidah penalaran yang valid
– Penalaran deduktif dan penalaran induktif
– Penalaran diungkapkan dalam bahasa (kalimat-kalimat)
– Logika mempelajari kalimat-kalimat yang
mengungkapkan atau merumuskan penalaran manusia
• Logika matematika (logika simbol) logika yang
menggunakan bahasa matematika
(lambang-lambang atau simbol-simbol)
Pernyataan dan Proposisi
• Pernyataan
– Kalimat yang mempunyai nilai kebenaran (benar atau salah).
– Pernyataan yang tidak mengandung kata hubung kalimat disebut pernyataan primer / pernyataan tunggal / pernyataan atom, sedangkan pernyataan yang mengandung satu atau lebih kata hubung kalimat disebut pernyataan majemuk
• Proposisi
– Pernyataan atau kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya
“Gajah lebih besar daripada tikus.”
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
pernyataan
pernyataan
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
proposisi
proposisi
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
nilai
nilai
kebenaran
kebenaran
dari
dari
proposisi
proposisi
ini
ini
?
?
BENAR
BENAR
“520 < 111”
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
pernyataan
pernyataan
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
proposisi
proposisi
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
nilai
nilai
kebenaran
kebenaran
dari
dari
proposisi
proposisi
ini
ini
?
?
SALAH
SALAH
“y > 5”
Nilai
Nilai
kebenaran
kebenaran
dari
dari
pernyataan
pernyataan
tersebut
tersebut
bergantung
bergantung
pada
pada
y,
y,
tapi
tapi
nilainya
nilainya
belum
belum
ditentukan
ditentukan
.
.
Pernyataan
Pernyataan
jenis
jenis
ini
ini
kita
kita
sebut
sebut
sebagai
sebagai
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
pernyataan
pernyataan
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
proposisi
proposisi
?
?
TIDAK
TIDAK
“Sekarang tahun 2011 dan 99 < 5”
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
pernyataan
pernyataan
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
proposisi
proposisi
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
nilai
nilai
kebenaran
kebenaran
dari
dari
proposisi
proposisi
ini
ini
?
?
SALAH
SALAH
“Tolong untuk tidak tidur selama kuliah”
TIDAK
TIDAK
TIDAK
TIDAK
Hanya
Hanya
pernyataanlah
pernyataanlah
yang
yang
bisa
bisa
menjadi
menjadi
proposisi
proposisi
.
.
Ini
Ini
adalah
adalah
sebuah
sebuah
permintaan
permintaan
.
.
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
pernyataan
pernyataan
?
?
Apakah
Apakah
ini
ini
sebuah
sebuah
proposisi
proposisi
?
?
“x < y jika dan hanya jika y > x.”
Apakah
Apakah
ini
ini
pernyataan
pernyataan
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
ini
ini
proposisi
proposisi
?
?
YA
YA
Apakah
Apakah
nilai
nilai
kebenaran
kebenaran
dari
dari
proposisi
proposisi
ini
ini
?
?
BENAR
BENAR
…
…
karena
karena
nilai
nilai
kebenarannya
kebenarannya
tidak
tidak
bergantung
bergantung
harga
harga
spesifik
spesifik
x
x
maupun
maupun
y.
y.
Proposisi dilambangkan dengan huruf
kecil p, q, r, ….
Contoh:
p : 13 adalah bilangan ganjil.
q : Soekarno adalah alumnus UGM.
r : 2 + 2 = 4
Mengkombinasikan Proposisi
• Misalkan p dan q adalah proposisi. 1. Konjungsi (conjunction): p dan q
Notasi p q,
2. Disjungsi (disjunction): p atau q Notasi: p q
3. Ingkaran (negation) dari p: tidak p Notasi: p
• p dan q disebut proposisi atomik
• Kombinasi p dengan q menghasilkan proposisi
Contoh Proposisi-proposisi berikut:
p : Hari ini hujan
q : Murid-murid diliburkan dari sekolah
p
q : Hari ini hujan dan murid-murid diliburkan
dari sekolah
p
q : Hari ini hujan atau murid-murid
diliburkan dari sekolah
p
: Tidak benar hari ini hujan (atau: Hari ini
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
Tabel Kebenaran
p q p q p q p q p q T T T T T T T F T F F T F T F T F T F F T T F F F F F F Contoh. Misalkanp : 17 adalah bilangan prima (benar) q : bilangan prima selalu ganjil (salah)
Hukum-hukum Logika
Disebut juga hukum-hukum aljabar proposisi.
1. Hukum identitas: p F p p T p 2. Hukum null/dominasi: p F F p T T 3. Hukum negasi: p ~p T p ~p F 4. Hukum idempoten: p p p p p p 5. Hukum involusi (negasi
ganda): ~(~p) p 6. Hukum penyerapan (absorpsi): p (p q) p (p q) p
7. Hukum komutatif: p q q p p q q p 8. Hukum asosiatif: p (q r) (p q) r p (q r) (p q) r 9. Hukum distributif: p (q r) (p q) (p r) p (q r) (p q) (p r) 10. Hukum De Morgan: ~(p q) ~p ~q ~(p q) ~p ~q
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
TAUTOLOGI
• Tautologi adalah suatu bentuk kalimat majemuk
yang selalu bernilai benar untuk setiap penggantian
peubahnya dengan sebarang pernyataan.
• Suatu bentuk kalimat majemuk yang selalu bernilai
salah untuk setiap perngantian peubahnya dengan
sebarang pernyataan disebut Kontradiksi
• Bila penggantian peubah-peubah itu dengan
pernyataan dapat menghasilkan pernyataan yang
benar atau pernyataan yang salah, maka bentuk itu
disebut Kontingensi
TAUTOLOGI
• Pembuktian Tautologi :1. Dengan Tabel Kebenaran Bentuk pernyataan majemuk adalah tautologi bila kolom terakhir dari daftar kebenarannya berisi nilai ‘1’ semua
2. Bentuk pernyataan majemuk diturunkan menjadi
bentuk-bentuk lain yang ekuivalen, sampai akhirnya diperoleh bentuk yang dikenal sebagai Tautologi
3. Khusus untuk bentuk pernyataan majemuk yang berupa suatu ekuivalensi Salah satu rupanya diturunkan menjadi bentuk-bentuk lain yang
ekuivalen, sampai akhirnya diperoleh bentuk dari ruas lainnya.
Contoh. p
~(p q) adalah sebuah tautologi
p
q p
q ~(p q) p ~(p q)
T
T
T
F
T
T
F
F
T
T
F
T
F
T
T
Proposisi majemuk disebut tautologi jika
ia benar untuk semua kasus
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
Dua buah proposisi majemuk, P(p, q, ..) dan Q(p, q, ..) disebut ekivalen secara logika jika keduanya mempunyai tabel kebenaran yang identik.
Notasi: P(p, q, …) Q(p, q, …)
Contoh. Hukum De Morgan: ~(p q) ~p ~q.
p q p q ~ (p q) ~ p ~q ~ p ~ q
T T T F F F F
T F F T F T T
F T F T T F T
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
Conto. (p
q) ~(p q) adalah sebuah kontradiksi
p
q
p
q
p
q ~(p q)
(p
q) ~(p q)
T
T
T
F
F
F
T
F
F
T
F
F
F
T
F
T
F
F
F
F
F
F
T
F
Proposisi majemuk disebut kontradiksi
jika ia salah untuk semua kasus
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
PERNYATAAN BERKUANTOR
• Suatu kalimat terbuka akan diubah menjadi pernyataanbila semua peubahnya diganti dengan konstanta dari semesta pembicaraannya.
• Cara lain untuk mengubah kalimat terbuka menjadi pernyataan ialah dengan memakai kuantor (dari kata ”quantity” yang berarti ”banyaknya” ).
• Ada dua macam kuantor, yaitu:
a. Kuantor Universal, lambangnya : ” ” b. Kuantor Eksistensial, lambangnya : ” ”
PERNYATAAN BERKUANTOR
• Kalimat terbuka ”P(x)” akan berubah menjadi pernyataan apabila di depannya ditambahkan suatu kuantor, sbb:
• ( x ). P (x), yang dibaca :
Semesta pembicaraan: Bilangan Asli
Untuk setiap x, x adalah bilangan positif. Setiap ( semua) x adalah bilangan positif. Ini adalah pernyataan yang bernilai benar. • ( x ). P ( x ), yang dibaca :
Semesta: Bilangan Bulat
Terdapatlah x sedemikian sehingga x adalah bilangan positif ( “ Terdapat “ disini berarti sekurang – kurangnya ada satu ).
• Bila suatu kalimat terbuka memuat lebih
dari satu peubah, maka untuk
mengubahnya menjadi pernyataan setiap
peubahnya harus diberi kuantor.
• Banyaknya kuantor yang dibutuhkan di
depan kalimat terbuka harus sama dengan
banyaknya peubah agar kalimat terbuka
• Misalnya suatu kalimat terbuka yang memuat dua
buah peubah x dan y disajikan dengan lambang
”P(x,y)” Jika mendapatkan tambahan kuantor
menjadi :
( x ). P(x,y)
( y ). P(x, y)
( x ) . P(x,y)
( y ). P(x,y)
Semuanya masih tetap merupakan kalimat terbuka.
• Peubah yang diberi kuantor disebut peubah terikat,
sedangkan peubah yang tidak diberi kuantor disebut
peubah bebas.
• Sedangkan bentuk-bentuk:
( x ) ( y ). P(x,y).
(
x ) (y ). P(x,y)
( x) ( y ). P(x,y).
(x ) ( y ). P(x,y)
Ingkaran dari pernyataan
berkuantor
• Ingkaran dari suatu peryataan berkuantor dapat dinyatakan dengan lambang logika berikut ini:
• Menyatakan bahwa “ Tidak semua manusia pandai “ sama dengan menyatakan bahwa : “ Ada manusia yang tidak pandai “
Dengan P(x) adalah lambang untuk “x adalah pandai “ Demikian pula : Mengatakan bahwa “Tidak ada
manusia yang pandai “ Sama dengan mengatakan bahwa : “ Semua manusia tidak pandai “
) ( ) ( ) ( ) (x P x x P x ) ( ) ( ) ( ) (x P x x P x
Pokok Bahasan
• Proposisi dan negasinya
• Nilai kebenaran dari proposisi
• Tautologi
• Ekuivalen
• Kontradiksi
• Kuantor
Validitas pembuktian
• Validitas argumen tergantung pada bentuk argumen itu dan dengan bantuan tabel kebenaran
• Bentuk kebenaran yang digeluti matematikawan adalah kebenaran relatif
– Benar atau salahnya suatu konklusi hanya dalam hubungan dengan sistem aksiomatik tertentu
– Konklusi itu benar jika mengikuti hukum-hukum logika yang valid dari aksioma-aksioma sistem itu, dan negasinya adalah salah
• Menentukan validitas argumen dengan tabel kebenaran tidaklah selalu praktis.
– Cara yang lebih praktis banyak bertumpu pada tabel kebenaran dasar dan bentuk kondisional
• Bentuk agumen yang paling sederhana dan klasik – Modus ponens dan Modus tolens
Modus Ponen
• Premis 1 : p q • Premis 2 : p
• Konklusi : q
• Cara membacanya : Apabila diketahui jika p maka q benar, dan p benar, disimpulkan q benar. (Notasi : Ada yang
menggunakan tanda untuk menyatakan konklusi, seperti p q, p q)
• Contoh :
• Premis 1 : Jika saya belajar, maka saya lulus ujian (benar) • Premis 2 : Saya belajar (benar)
• Konklusi : Saya lulus ujian (benar)
• Baris pertama dari tabel kebenaran kondisional (implikasi) menunjukkan validitas dari bentuk argumen modus ponen
Modus Tolen
• Premis 1
: p q
• Premis 2
: ~ q
• Konklusi
: ~ p
• Contoh :
• Premis 1 : Jika hari hujan maka saya memakai
jas hujan (benar)
• Premis 2 : Saya tidak memakai jas hujan (benar)
• Konklusi : Hari tidak hujan (benar)
• Perhatikan bahwa jika p terjadi maka q terjadi,
sehingga jika q tidak terjadi maka p tidak terjadi.
Silogisma
Premis 1
: p q
Premis 2
: q r
Konklusi : p r
Contoh :
Premis 1 : Jika kamu benar, saya bersalah (B)
Premis 2 : Jika saya bersalah, saya minta maaf (B)
Konklusi : Jika kamu benar, saya minta maaf (B)
Silogisma Disjungtif
Premis 1 : p q Premis 2 : ~ q Konklusi : p
Jika ada kemungkinan kedua pernyataan p dan q dapat sekaligus bernilai benar, maka argumen di bawah ini tidak valid
Premis 1 : p ∨ q
Premis 2 : q
Konklusi : ~ p
Tetapi jika ada kemungkinan kedua pernyataan p dan q tidak sekaligus bernilai
benar (disjungsi eksklusif), maka
sillogisma disjungtif di atas adalah valid.
Contoh :
1. Premis 1 : Pengalaman ini berbahaya atau membosankan (B)
Premis 2 : Pengalaman ini tidak
berbahaya (B)
Konklusi : Pengalaman ini
membosankan (B)
2. Premis 1 : Air ini panas atau dingin (B) Premis 2 : Air ini panas (B)
Konklusi : Air ini tidak dingin (B)
3. Premis 1 : Obyeknya berwarna merah atau sepatu
Premis 2 : Obyek ini berwarna merah Konklusi : Obyeknya bukan sepatu
Konjungsi
Premis 1 : p
Premis 2 : q
Konklusi : p
q
Artinya : p benar, q benar. Maka p
q
benar.
Tambahan (Addition)
Premis 1 : p
Konklusi : p q
Artinya : p benar, maka p
q benar
(tidak peduli nilai benar atau nilai salah
yang dimiliki q).
Dilema Konstruktif
Premis 1 : (p q) (r s)Premis 2 : p r Konklusi : q s
Dilema konstruktif ini merupakan kombinasi dua argumen modus ponen (periksa argumen modus ponen).
Contoh :
Premis 1 : Jika hari hujan, aku akan tinggal di rumah; tetapi jika pacar datang, aku pergi berbelanja.
Premis 2 : Hari ini hujan atau pacar datang.
Konklusi : Aku akan tinggal di rumah atau pergi berbelanja.
Dilema Destruktif
Premis 1 : (p q) (r s)Premis 2 : ~ q ~ s Konklusi : ~ p ~ r
Dilema destruktif ini merupakan kombinasi dari dua argumen modus tolens (perhatikan argumen modus tolen). Contoh :
Premis 1 : Jika aku memberikan pengakuan, aku akan digantung; dan jika aku tutup mulut, aku akan ditembak mati
Premis 2 : Aku tidak akan ditembak mati atau digantung.
Konklusi : Aku tidak akan memberikan pengakuan, atau tidak akan tutup mulut