• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG DINAS PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG DINAS PENDIDIKAN"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG

DINAS PENDIDIKAN

(2)

i KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur ke hadirat Allah S.W.T atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menuntaskan penyusunan Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Tahun 2021.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan pendidikan di Kota Tanjungpinang, Dinas Pendidikan selaku Penanggung Jawab Teknis penyelenggaraan pembangunan pendidikan, menyusun Rencana Kerja ini sebagai acuan dan pedoman bagi seluruh jajaran penyelenggara pendidikan baik pemerintah maupun masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembangunan pendidikan untuk satu tahun kedepan.

Penyusunan Rencana Kerja ini dilaksanakan secara transparan dengan mengikutsertakan berbagai pihak, diharapkan dengan adanya masukan dari berbagai pihak dapat mendorong partisipasi dari masyarakat luas semenjak dini untuk akhirnya dapat menciptakan rasa memiliki, menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dan melaksanakan program-program pembangunan yang telah ditetapkan.

Sebagai kegiatan operasional dari Rencana Kerja Pemerintah Kota Tanjungpinang, Rencana Kerja Dinas Pendidikan adalah dokumen perencanaan sektoral yang disusun dalam upaya menata perbaikan, pembaruan dan peningkatan bidang pendidikan.

Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Tahun 2021 disusun dengan mempertimbangkan aspek legalitas, aspek prioritas, aspek perimbangan kewenangan pusat dan daerah terutama dalam era otonomi pembangunan dan aspek teknis perencanaan strategis, serta melalui proses identifikasi masalah terhadap kondisi nyata pendidikan. Selain itu rencana kerja

(3)

ii

ini digunakan sebagai acuan dan pedoman dalam pelaksanaan seluruh unit kerja yang memuat perkiraan target-target pencapaian dalam satu tahun, dan diharapkan dapat memberi arah, acuan dan pedoman dalam pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah terutama dalam penyusunan kebijakan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di tingkat kabupaten / kota, sekolah, lembaga pendidikan lainnya, serta masyarakat umumnya.

Akhirnya, kepada semua pihak dengan segala kerendahan hati kami sampaikan ucapan terima kasih atas segala bantuan dan mohon maaf atas segala kekurangan. Saran dan kritik senantiasa kami harapkan.

ُُهُتاَك َرَب َو ُهالل ُُةَمْح َر َو ُْمُكْيَلَع ُُمَلاَّسلا َُو

KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA TANJUNGPINANG,

Drs. H. ATMADINATA, M.Pd Pembina Tk. I

NIP. 19640303 199003 1 016

(4)

iii DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……… i Daftar Isi ……… iii Daftar Tabel ……….. iv

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang ……… 1

1.2 Landasan Hukum ……… 3

1.3 Maksud dan Tujuan ………

………

………

5 1.4 Sistematika Penyusunan ………

……… 6 BAB II EVALUASI RENJA 2019 7

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja 2019

Tahun 2019 OPD Tahun Lalu dan

……… 7

2.2 Analisa Kinerja Pelayanan OPD ……… 15 2.3 Isu-Isu Penting

Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD

……… 27

2.4 Review terhadap Rancangan

Awal RKPD ……… 29

2.5 Penelaahan Usulan Program

dan Kegiatan Masyarakat ……… 29 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 32

3.1 Telahaan Terhadap Kebijakan

Nasional ……… 32

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja OPD ……… 32 3.3 Program dan Kegiatan ……… 36

BAB IV PENUTUP 37

(5)

iv DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Evaluasi dan Pencapaian Renja Dinas Pendidikan Kota

Tanjungpinang Tahun 2019 9

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2019 Dinas Pendidikan Kota

Tanjungpinang 16

Tabel 2.3 Indikator Kinerja Utama 18

Tabel 2.4 Hasil Musrenbang Tahun Anggaran 2021 33 Tabel 3.1 Program dan Kegiatan Dinas Pendidikan pada Tahun 2021 36

(6)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Sesuai amanat Undang - Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah disusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.

Perencanaan pembangunan daerah dimaksud disusun secara berjangka meliputi ; Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 tahun.

Untuk menyusun RKPD maka, setiap Organisasi Perangkat Daerah wajib menyusun Rencana Kerja Satuan Perangkat Daerah (RENJA OPD) yang merupakan dokumen perencanaan OPD untuk satu tahun (PP No 8 Tahun 2008) hal tersebut diperkuat dengan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010.

Konsep Pembangunan Nasional bidang pendidikan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, menyebutkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan itu sesuai Undang- undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Hal tersebut dijadikan sebagai salah satu dasar penyusunan

(7)

2

Dokumen Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yang merupakan pedoman dan arah pembangunan Pendidikan yang memuat program dan kegiatan serta indikator pencapaian yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran 2021 dengan rencana besaran dan sumber pendanaannya, baik yang berasal dari APBD Kota Tanjungpinang, DAK serta APBN. Dimana dalam penyusunannya Renja Dinas Pendidikan harus memperhatikan hal- hal sebagai berikut:

1. Rencana Kerja merupakan dokumen yang secara subtansial menerjemahkan Visi, Misi, tujuan, sasaran, kebijakan dan program prioritas yang ditetapkan dalam Rencana Strategis.

2. Rencana Kerja dapat dijadikan acuan untuk memasukan program kegiatan dalam KUA dan PPAS serta Perencanaan Program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

3. Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang merupakan salah satu instrument yang menggambarkan proyeksi perkembangan kondisi yang akan dilalui tahun depan.

Secara umum, Renja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang diharapkan dapat menjawab permasalahan Pendidikan yang ketercapaiannya dapat di evaluasi dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ). Permasalahan pendidikan yang berkembang di Kota Tanjungpinang yaitu:

a. Optimalisasi partisipasi pendidikan jenjang pendidikan SMP/MTs dan SD/MI.

b. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dasar, khususnya ruang kelas, perpustakaan dan Kamar Mandi/WC.

c. Peningkatan alat edukasi pendidikan (APE) anak usia dini.

d. Peningkatan kualitas mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Mengingat Renja sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintah daerah,

(8)

3

maka sejak awal tahapan penyusunan hingga penetapan dokumen Renja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang harus mengikuti tata cara dan alur penyusunannya sebagaimana tertuang dalam Permendagri No. 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata cara Evaluasi RPJPD dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD.

1.2. LANDASAN HUKUM

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);

3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahanan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

5. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pemerintah Daerah perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2014 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara No.4437);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah;

(9)

4

9. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1991 Tentang Pendidikan Luar Sekolah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Daerah Pemerintah Propinsi sebagai Daerah Otonom;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 pengganti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata cara Evaluasi RRPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;

15. Peraturan Walikota Tanjungpinang Nomor 38 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang;

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud disusunnya Rencana Kerja (Renja) OPD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Tahun 2021 adalah :

1. Memberikan gambaran tentang permasalahan dan isu strategis di bidang pendidikan untuk menentukan program kerja dan kegiatan yang mendukung visi dan misi kepala daerah;

(10)

5

2. Menjabarkan program strategis yang sesuai dengan RPJMD Kota Tanjungpinang dan Perencanaan Pendidikan tingkat Propinsi dan Nasional RENSTRA KEMENDIKBUD 2015-2019 dalam skala tahunan;

3. Melakukan identifikasi kebutuhan sesuai dengan program dan kegiatan yang direncanakan;

4. Memberikan arah dan pedoman bagi pelaksanaan program dan kegiatan tahunan dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang;

Sedangkan tujuan dari penyusunan Rencana Kerja (Renja) OPD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Tahun 2021 adalah : 1. Terwujudnya sinkronisasi dan pemahaman yang sama dalam

pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pendidikan di Kota Tanjungpinang untuk mengatasi permasalahan di bidang pendidikan pada tahun 2021;

2. Terdapat kepastian dan kejelasan pedoman dan arah pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pendidikan di Kota Tanjungpinang dalam tahun 2021;

3. Tercapainya efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan serta pelayanan di bidang pendidikan dalam tahun 2020;

4. Tercapainya sasaran dan tujuan yang sesuai dengan misi dan visi pimpinan daerah yang terukur sesuai dengan indikator capaian yang telah ditetapkan

1.4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN

Sistematika penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2021 terdiri dari :

BAB I : PENDAHULUAN

(11)

6

1.1 Latar Belakang 1.2 Dasar Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penyusunan

BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja OPD tahun lalu dan Capaian Renstra OPD

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan OPD

2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD

2.4 Review terhadap Rancangan Awal OPD

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

BAB III : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja OPD

3.3 Program dan Kegiatan

BAB IV : PENUTUP

Lampiran

(12)

7

BAB II

EVALUASI RENJA TAHUN 2019

2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2019

Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang pada Tahun Anggaran 2019 memiliki Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 154.649.276.095,00 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 144.224.709.796,00 dan Belanja Langsung

sebesar Rp. 37.270.295.948,74 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 35.670.225.474,00 atau 95,71% dengan rata-rata realisasi fisik kegiatan

sebesar 97,85%.

Anggaran belanja langsung urusan Pendidikan sebesar Rp. 191.919.572.043 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 179.894.935.270

atau 94% dengan rata-rata realisasi fisik kegiatan sebesar 96%. Secara keseluruhan urusan pendidikan didukung oleh sejumlah 8 program dan 38 kegiatan, dengan perincian sebagai berikut :

1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

• Penyediaan Administrasi Keuangan

• Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung

• Operasional Rutin Kantor

2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

• Pengadaan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga

• Pembangunan Fasilitas Gedung Kantor

3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

• Pendidikan dan Pelatihan Calon Pengawas TK, SD dan SMP 4) Program Pendidikan Anak Usia Dini

• Apresiasi dan Fasilitasi Kegiatan Bunda PAUD Kota Tanjungpinang

• Pengadaan BOP Pendidikan Anak Usia Dini (DAK) Non Fisik

• Gebyar PAUD Se Kota Tanjungpinang

• Pembangunan dan Pengadaan Sarana Prasarana PAUD

(13)

8

• Workshop Akreditasi Lembaga PAUD, PKBM dan Lembaga Kursus dan Pelatihan Se Kota Tanjungpinang

• Bimtek Pengelolaan Administrasi dan Keuangan BOP PAUD Se Kota Tanjungpinang

5) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

• Penambahan Ruang Kelas

• Pengadaan Mebeler Sekolah

• Penyelenggaran Paket A setara SD

• Penyelenggaran Paket B setara SMP

• Penyelenggaraan Ujian Sekolah SD/MI Se Kota Tanjungpinang

• Penyelenggaraan Ujian Nasional dan UASBN SMP/Mts Se Kota Tanjungpinang

• Pembangunan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana Jenjang SMP

• Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan SD (DAK)

• Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan jenjang SMP (DAK)

• Pembangunan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana Jenjang SD

• Penyelenggaran Paket C setara SMU

• Persiapan Pelaksanaan Ujian Sekolah SD/MI Se Kota Tanjungpinang

• Bimtek Tata Kelola (TAKOLA) Sarpras Jenjang SD Negeri dan swasta Se Kota Tanjungpinang

• Pengadaan Sarana Penunjang Pendidikan Jenjang SD dan SMP Se Kota Tanjungpinang

• Pembangunan USB dan Pengadaan mebeleur SDIT Ar Refa Sungai Timun Kota Tanjungpinang

• Pengadaan sarana Penunjang Pembelejaran SMP Se Kota Tanjungpinang

6) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

• Pelatihan Tata Kelola Keuangan bagi Tenaga Kependidikan TK, SD dan SMP

(14)

9

• Penyelenggaraan Pelatihan Tingkat Dasar Guru PAUD Kota Tanjungpinang

• Pengiriman Kontingen PORSENI PAUD Ke Tingkat Nasional

• Peningkatan Kapasitas Aparatur Dalam Pengelolaan Dana BOS 7) Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

• Apresiasi Prestasi dan Promosi Pendidikan Kota Tanjungpinang

• Workshop Pemutakhiran Data Profil dan Informasi Pendidikan Kota Tanjungpinang

• Pengadaan Sarana dan Prasarana Penunjang Pembelajaran 8) Program Kreatifitas Siswa

• Penyelenggaraan OSN Se Kota Tanjungpinang

• Penyelenggaraan Festifal Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Se Kota Tanjungpinang

• Sosialisasi Pembinaan Gala Siswa tingkat SMP Se Kota Tanjungpinang Dengan realisasi pelaksanaan program dan kegiatan sebagai berikut :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 18.467.057.700 memiliki realisasi keuangan sebesar 96.02% dan realisasi Fisik sebesar 96% dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

Tabel 2.1 Evaluasi dan Pencapaian Renja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Tahun 2019

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik 1 Penyediaan Jasa

Tenaga Pendukung 13.542.870.000

13.003.540.750 96.02 96%

2 OperasionalRutin Kantor

4.924.187.700

4.858.195.297 98.66 97%

(15)

10

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.214.068.000 memiliki realisasi keuangan sebesar 96,44% dan realisasi Fisik sebesar 100% dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik

1 Pengadaan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga

1.214.068.000

1.170.881.600 96.44 100%

3. Program Peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

Program Peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 10.000.000 memiliki realisasi keuangan sebesar 29,59% dan realisasi Fisik sebesar 100% dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik

1

Perencanaan,

monitoring dan evaluasi program kegiatan OPD

10.000.000 2.959.000

29.59 100%

4. Program Pendidikan Anak Usia Dini

Program Pendidikan Anak Usia Dini dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.235.768.210 memiliki realisasi keuangan sebesar 86,24 % dan realisasi

Fisik sebesar 96%, dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik

(16)

11

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik

1 Apresiasi dan Fasilitasi Kegiatan Bunda PAUD

Kota Tanjungpinang 120.715.000

110.958.900 91.92 100%

2

Pengadaan BOP Pendidikan Anak Usia

Dini (DAK) Non Fisik 238.052.000

209.840.600 88.15 100%

3 Gebyar PAUD Se Kota

Tanjungpinang 131.508.000

131.331.680 99.87 100%

4 Pembangunan dan Pengadaan Sarana

Prasarana PAUD 420.500.000

392.119.700 93.25 100%

5

Peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran

Pendidikan Anak Usia Dini

1.410.500.000

1.200.225.840 85.09 100%

6 Rehabilitasi dan pengadaan sarana dan prasarana PAUD (DAK)

323.247.460

191.291.490 59,18 75%

5. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan tahun dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 31.354.812.273 memiliki realisasi keuangan sebesar 83.10% dan realisasi Fisik sebesar 95 %, dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik 1 Penyelenggaran Paket A Setara SD 39.111.700 30.094.700 76,95 100%

2 Penyelenggaran Paket B Setara SMP 55.603.332 31.694.732 57.00 100%

3

Penyelenggaraan Ujian Nasional dan UASBN SMP/MTs se Kota Tanjungpinang

331.539.500

296.092.000 89.31 100%

(17)

12

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik

4

Peningkatan kapasitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan jenjang SD dan SMP

4.561.350.000 4.513.504.468 98.95 100%

5 Pengadaan Sarana dan Prasarana Jenjang

Pendidikan SMP (DAK) 2.123.673.960 2.025.611.734 95.38 100%

6 Pengadaan sarana dan prasarana jenjang

pendidikan SD 1.192.154.700 1.185.239.881 99.42 100%

7 Pembangunan dan pengadaan sarana dan

prasarana jenjang SD 3.395.406.700 3.254.869.100 95.86 100%

8 Penyelenggaraan paket C setara SMU 3.395.406.700 3.254.869.100 94.14 100%

9 Persiapan pelaksanaan ujian sekolah SD/MI se

Kota Tanjungpinang 343.903.250 335.568.447 97.58 100%

10

Bimtek Tata Kelola (TAKOLA) Sarpras jenjang sekolah dasar negeri dan swasta se Kota Tanjungpinang

223.215.000 167.754.828 75.15 100%

11

Pengadaan sarana penunjang

pembelajaran jenjang

SMP Se Kota

Tanjungpinang

3.899.247.800 3.692.959.375 94.71 100%

12

Pembangunan dan pengadaan prasarana pendidikan jenjang SMP Se KotaTanjungpinang

2.461.161.720 2.402.986.782 97.64 100%

13 Pelatihan proktor dan teknis UNBK Kota

Tanjungpinang 84.737.000 66.081.200 77.98 100%

14 Pengadaan

perlengkapan sekolah

tingkat SD 395.793.000 240.916.500 60.78 100%

15 Pengadaan

perlengkapan sekolah

tingkat SMP 483.070.000 385.121.000 79.72 100%

16 Rehabilitasi dan pengadaan sarana dan prasarana SKB (DAK)

351.026.460 162.861.152 46.40 90%

(18)

13

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik 17 Pembangunan dan rehab

gedung sekolah dasar

negeri (DAK) 7.785.071.000 7.596.253.105 97.57 100%

18

Pengadaan pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan jenjang SD dan SMP Se Kota Tanjungpinang

2.070.000.000 1.997.256.600 96.49 100%

19 Meubelair SD 777.553.851 769.553.051 98.97 100%

20

Pengadaan simbol daerah dan lambang negara untuk sekolah SD di Kota

Tanjungpinang

199.200.000 196.237.800 98.51 100%

21 Turnamen futsal antar pelajar se Kota

Tanjungpinang 231.892.500 - 0 0 22 Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) 300.000.000 298.463.000 99.49 100%

6. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 375.095.400 memiliki realisasi keuangan sebesar 67.90% dan realisasi Fisik sebesar 78%, dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik 1 Seleksi calon kepala

sekolah TK,SD dan SMP 195.653.000 135.857.100 69.44 100%

2 Penguatan kepala

sekolah TK,SD dan SMP 13.500.000 6.463.725 47.88 48%

3 Bimtek Implementasi

SPMI SD dan SMP 100.122.400 85.855.295 88.75 100%

(19)

14

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik

4

Seleksi pengawas sekolah, kepala sekolah, guru berprestasi tingkat TK,SD dan SMP

65.820.000 45.096.434 68.51 100%

Kegiatan Penguatan kepala sekolah TK, SD dan SMP realisasi fisik tidak mencapai 100% disebabkan karena Pelatihan yang dimaksud adalah Pelatihan Lanjutan sedang Judul Kegiatan adalah Pelatihan Dasar.

7. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.438.723.750 memiliki realisasi keuangan sebesar 86,65% dan realisasi Fisik sebesar 100%, dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019

Keuangan (Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik

1 Apresiasi Prestasi dan Promosi Pendidikan

Kota Tanjungpinang 285.690.800 191.240.800 66.94 100%

2

Workshop pengolaan

data pokok

pendidikan tahun 2019

166.712.500 158.787.894 95.25 100%

3 Bimtek tata kelola BOS SD dan SMP 156.824.150 154.851.340 98.74 100%

4

Pelatihan operator persiapan PPDB

online SMP 83.798.000 77.844.576 92.90 100%

5 Penyelenggaraan khataman Quran

siswa SD 336.663.800 330.755.070 98.24 100%

6 Penyelenggaraan PPDB online 202.862.000 166.889.250 82.27 100%

7

Study banding program penguatan literasi tingkat SMP kota Tanjungpinang

206.172.500 148.931.727 72.24 100%

(20)

15

8. Program Kreatifitas Siswa

Program Kreatifitas Siswa dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.192.466.650 memiliki realisasi keuangan sebesar 86,25% dan

realisasi Fisik sebesar 100%, dengan perincian sebagaimana tercantum pada tabel berikut ini:

No Kegiatan Total Anggaran (Rp)

Realisasi Tahun 2019 Keuangan

(Rp)

% Realisasi Keuangan

% Realisasi

Fisik 1 Penyelenggaraan

FLS2N Se Kota

Tanjungpinang 507.911.150 500.233.360 98.49 100%

2 Penyelenggaraan OSN

Kota Tanjungpinang 132.362.000 126.410.560 95.50 100%

3

Penyelenggaraan lomba cerdas cermat tingkat SD dan SMP kota Tanjungpinang

199.971.000 172.972.000 86.50 100%

4 Gala siswa SMP 941.302.500 852.242.401 90.54 100%

5

Penyelenggaraan festival kreatifitas kearifan lokal siswa

SMP Se Kota

Tanjungpinang

196.975.000 122.760.800 62.32 100%

6 Lomba pidato siswa tingkat SD dan SMP 213.945.000 180.023.300 84.14 100%

2.2. ANALISA KINERJA PELAYANAN OPD

Analisis kinerja pelayanan OPD merupakan hasil pengukuran kinerja pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Dinas Pendidikan yang dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2019.

Sedangkan pengukuran kinerja memberikan uraian tingkat capaian dari masing-masing program dan kegiatan baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang diharapkan memberikan

(21)

16

gambaran dan kejelasan tentang:

1. Permasalahan dan isu strategis yang ada di tengah masyarakat;

2. Rincian dari masing-masing kegiatan yang menyangkut penyelenggaraan, pembiayaan dan jadwal pelaksanaannya;

3. Evaluasi program dan kegiatan yang sudah atau belum berjalan sehingga dapat dijadikan tolak ukur penyusunan program/kegiatan untuk tahun anggaran berikutnya;

4. Kejelasan pemahaman dari seluruh pihak terkait terhadap capaian hasil kegiatan didasarkan pada parameter rencana kinerja tahunan.

Selanjutnya indikator kinerja yang dituangkan untuk melakukan pengukuran kinerja didasarkan pada input, output dan outcome yang tertuang pada Penetapan Kinerja yang telah disusun sebelum pelaksanaan program dan kegiatan. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang sebagaimana terlampir pada Perjanjian Kinerja Tahun 2019 seperti pada Tabel 2.2 dibawah:

Tabel 2.2

Perjanjian Kinerja Tahun 2019 Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang

NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

(1) (2) (3) (4)

1. Memperluas dan Memeratakan

Akses pendidikan • Angka Partisipasi Sekolah (APS) :

APS usia 7 – 12 tahun

APS usia 13 – 15 tahun

• Angka Pendidikan yang ditamatkan / Angka Kelulusan (AL)

AL SD/MI

AL SMP/MTs

• Angka Melek Huruf

15 – 65 tahun

• Angka Putus Sekolah

SD / MI

SMP / MTs

100%

100%

100%

100%

99%

0 0

(22)

17

SD / MI ke SMP / MTs

• Persentase RKB dalam Kondisi Baik

PAUD

SD / MI

SMP / MTs

• Rasio Ketersediaan Sekolah terhadap Penduduk Usia Sekolah :

PAUD

SD / MI

SMP / MTs

• Rasio Kelas / Siswa (Negeri) :

➢ PAUD

➢ SD / MI

➢ SMP / MTs

100%

70%

85%

85%

1 : 60 1 : 332 1 : 383 1 : 15 1 : 40 1 : 36 2. Meningkatnya Pelayanan

Pendidikan • Angka Partisipasi Kasar (APK)

PAUD

SD/MI

SMP/MTs

• Angka Partisipasi Murni (APM)

PAUD

SD/MI

SMP/MTs

• Rasio Guru per Siswa

➢ Guru/Murid PAUD

➢ Guru/Murid SD/MI

➢ Guru/Murid SMP/MTs

80%

100%

100%

80%

93%

91%

1 : 15 1 : 32 1 : 24 3. Meningkatnya Kualitas Mutu

Pendidikan • Persentase Pendidik Negeri

yang berkualifikasi S1 / D IV :

➢ Guru PAUD

➢ Guru SD / MI

➢ Guru SMP / MTs

• Presentase Pendidik yang Memiliki Sertifikat Pendidik:

➢ Guru PAUD

➢ Guru SD/MI

➢ Guru SMP/MTs

• Rata-rata Nilai Ujian Nasional :

➢ UAS SD / MI

➢ UN SMP / MTs

50%

65%

75%

20%

62%

75%

69 57

(23)

18

Angka Partisipasi Kasar Rumus:

APK =

Jumlah siswa di jenjang

pendidikan tertentu X 100 % Jumlah penduduk usia tertentu

SD Jumlah Siswa 24.613

Jumlah Penduduk Usia 7 - 12

Tahun 25.160

APK 97,83%

SMP Jumlah Siswa 11.928

Jumlah Penduduk Usia 13 - 15

Tahun 13.028

APK 91,56%

PAUD

Jumlah Siswa 7.394

Jumlah Penduduk Usia 4 - 6

Tahun 11.361

APK 65.08%

Angka Partisipasi Murni Rumus:

APM =

Jumlah siswa kelompok usia sekolah di jenjang pendidikan

tertentu X 100 %

Jumlah penduduk usia (sekolah)

SD Jumlah Siswa Usia 7 - 12 Tahun 21.528 Jumlah Penduduk Usia 7 - 12

Tahun 25.160

APM 85,56%

SMP Jumlah Siswa Usia 13 - 15 Tahun 9.511

Jumlah Penduduk Usia 13 - 15 Tahun

13.028

APM 73 %

PAUD

Jumlah Siswa Usia 4 - 6 Tahun 5.112 Jumlah Penduduk Usia 4 - 6

Tahun 11.361

APM 45 %

Angka Partisipasi Sekolah Rumus:

APS =

Jumlah siswa kelompok usia sekolah di semua jenjang

pendidikan X 100 %

Jumlah penduduk usia tertentu

SD Jumlah Siswa Usia 7 - 12 Tahun 21.528 Jumlah Penduduk Usia 7 - 12

Tahun 25.160

APS 85,56%

SMP

Jumlah Siswa Usia 13 - 15

Tahun 9.511

Jumlah Penduduk Usia 13 - 15 Tahun

13.028

APS 73 %

PAUD Jumlah Siswa Usia 4 - 6 Tahun 5.112

Jumlah Penduduk Usia 4 - 6

Tahun 11.361

APS 45 %

(24)

19

Angka Melanjutkan Rumus:

AM =

Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang pendidikan tertentu

X 100 % Jumlah lulusan pada jenjang

pendidikan yang lebih rendah tahun ajaran sebelumnya

SMP

Jumlah Siswa Baru 4.149 Jumlah Lulusan SD 3.916

Angka Melanjutkan 106%

Angka Putus Sekolah Rumus:

AKK = Jumlah Siswa Putus Sekolah

X 100 % Jumlah siswa

SD Siswa Putus Sekolah 9

Jumlah siswa 24.613

DO 0,4%

SMP Siswa Putus Sekolah 5 Jumlah siswa 11.928

DO 0,4%

PAUD Siswa Putus Sekolah 0

Jumlah siswa 0

DO 0,0%

MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Rasio Guru : Siswa

Rumus:

RGS = Jumlah Siswa Jumlah Guru

SD Jumlah Siswa 24.613 Jumlah Guru 1.303

RGS 18

SMP Jumlah Siswa 11.928 Jumlah Guru 592

RGS 16

PAUD Jumlah Siswa 7394

Jumlah Guru 515

RGS 14

Persentase Guru Tersertifikasi Rumus:

% Sertifikasi Guru =

Jumlah Guru

Tersetifikasi Jumlah Guru

(25)

20

Persentase RKB dalam kondisi baik Rumus:

RKB = Ruang kelas baik ruang kelas seluruh

SD Ruang kelas baik 540

ruang kelas seluruh 657

RKB 82,19%

SMP Ruang kelas baik 280

ruang kelas seluruh 338

RKB 82,84%

PAUD Ruang kelas baik 95

ruang kelas seluruh 127

RKB 75%

% Sertifikasi Guru 44,36%

SMP Jumlah Guru

Tersetifikasi 330

Jumlah Guru 592

% Sertifikasi Guru 55,74%

PAUD Jumlah Guru

Tersetifikasi 57

Jumlah Guru 515

% Sertifikasi Guru 11,07%

Rumus:

RGS = = Jumlah Guru Berkualifikasi

>=S1/D4

Jumlah Guru

SD

Jumlah Guru Berkualifikasi

>=S1/D4

1.035 Jumlah Guru 1.303

RGS1 79,43%

SMP

Jumlah Guru Berkualifikasi

>=S1/D4

486 Jumlah Guru 592

RGS1 82,09%

PAUD

Jumlah Guru Berkualifikasi

>=S1/D4 253

Jumlah Guru 515

RGS1 49,13%

(26)

21

Rasio Kelas / Siswa Rumus:

RKS = Ruang Kelas Seluruh Jumlah Siswa

SD

Ruang Kelas Seluruh 657 Jumlah Siswa 24.613

RKS 37

SMP Ruang Kelas Seluruh 338 Jumlah Siswa 11.928

RKS 36

PAUD Ruang Kelas Seluruh 127

Jumlah Siswa 7.394

RKS 58

Rasio Ketersediaan Sekolah Rumus:

Rasio ketersediaan

sekolah

Jumlah Sekolah Jumlah Penduduk Usia Sekolah

SD

Jumlah Sekolah 75 Jumlah Penduduk Usia

Sekolah

25.160 Rasio Jumlah Sekolah 336

SMP Jumlah Sekolah 30 Jumlah Penduduk Usia

Sekolah 13.028

Rasio Jumlah Sekolah 434

PAUD

Jumlah Sekolah 151

Jumlah Penduduk Usia Sekolah

11.361

Rasio Jumlah Sekolah 75

(27)

22

Analisa yang dapat disampaikan terhadap pencapaian dari sasaran strategis yang tercantum dalam penetapan kinerja Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang pada Tahun 2019 adalah :

1. Persentase Permukiman Permanen yang Dijangkau Sekolah

Presentase Permukiman Permanen yang Dijangkau Sekolah adalah Jumlah kelompok permukiman permanen yang sudah dilayani dalam jarak kurang dari 3 Km (SD/Mi) dan 6 Km (SMP/MTs) berbanding jumlah kelompok permukiman permanen di Kabupaten/Kota, dikali 100%. Penghitungan Presentase Permukiman Permanen yang Dijangkau Sekolah masing-masing Jenjang Pendidikan menggunakan data jumlah penduduk Kota Tanjungpinang Tahun 2019 yang bersumber dari Data BPS Kota Tanjungpinang. Ada beberapa pemukiman yang memang belum bisa dilayani terutama untuk jenjang pendidikan SMP yang sebagian besar berada di wilayah Tanjungpinang Timur. Mengingat pertumbuhan penduduk yang banyak terjadi di wilayah Tanjungpinang Timur. Oleh karena itu dibutuhkan Unit Sekolah Baru (USB) untuk menampung siswa siswi baru di wilayah tersebut.

Selain itu, Kecenderungan warga untuk menyekolahkan anak di Sekolah Negeri menjadi salah satu prioritas, dikarenakan Sekolah Negeri tidak memungut biaya apapun mengingat adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk operasional sekolah dan untuk menunjang proses pembelajaran, serta adanya dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang memang diperuntukkan untuk siswa kurang mampu untuk mendukung pembelajaran siswa.

2. Angka Putus Sekolah (APS)

Proporsi anak menurut kelompok usia sekolah yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang tidak menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu. Adapun kelompok umur yang dimaksud adalah kelompok umur 7-12 tahun dan kelompok umur 13-15 tahun berbanding jumlah penduduk usia penduduk yang pernah/sedang bersekolah di jenjang pendidikan tertentu di kali 100%.

Angka Putus Sekolah pada Jenjang pendidikan SD/Mi pada tahun 2019 berdasarkan data sekolah di Kota Tanjungpinang jumlah siswa yang putus sekolah di jenjang

(28)

23

pendidikan SD/Mi adalah 3 orang anak. Sementara jumlah siswa di tingkat pendidikan SD/Mi adalah 24.846 siswa. Sehingga angka putus sekolah pada jenjang pendidikan SD/Mi adalah 0,01 %. Sedangkan Angka Putus Sekolah pada Jenjang pendidikan SMP/MTs pada tahun 2019 berdasarkan data sekolah di Kota Tanjungpinang jumlah siswa yang putus sekolah di jenjang pendidikan SMP/MTs adalah 4 orang anak. Sementara jumlah siswa di tingkat pendidikan SMP/MTs adalah 11.923 siswa. Sehingga angka putus Sekolah pada jenjang pendidikan SMP/MTs adalah 0,03 % hal tersebut timbul dikarenakan adanya beberapa faktor, diantaranya :

• orang tua tidak mempunyai biaya untuk sekolah siswa siswinya, hal ini di temui bagi orang tua yang ada di daerah perkampungan kecil atau di daerah pesisir.

• Karena sakit yang diderita siswa yang tidak akan tahu kapan sembuhnya, sakit yang diderita siswa tersebut terlalu lama dan menyebabkan siswa tertinggal banyak pelajaran yang diajarkan oleh guru disekolah, maka keputusan yang dipilih siswa atau orang tua tersebut memilih tidak bersekolah lagi melihat teman-teman seumurannya yang sudah hampir menyelesaikan sekolah.

• Siswa yang terpaksa untuk bekerja demi menyambung hidup keluarga.

Keterpaksaan siswa untuk bekerja dalam hal ini menyebabkan siswa tidak fokus pada sekolah saja, melainkan bercabang untuk sekolah dan bekerja. Alhasil yang didapatkan adalah kelelahan fisik yang dikeluarkan siswa untuk bekerja tidak dapat dibagi dengan kegiatan sekolah, hal ini menjadikan pada saat di sekolah siswa menjadi tidak konsentrasi dalam menyerap pembelajaran yang di berikan oleh guru.

• Karena di droup-out dari sekolah yang bersangkutan. Hal ini dikarenakan sekolah merasa tidak mampu untuk mendidik siswa tersebut dikarenakan beberapa hal, yaitu karena siswa tersebut mempunyai kemampuan berpikir yang rendah, atau bisa jadi karena siswa yang bersangkutan tidak punya lagi keinginan untuk sekolah dan belajar.

• Faktor yang berasal dari siswa itu sendiri, yaitu keinginan siswa itu sendiri yang ingin putus sekolah atau tidak ingin melanjutkan sekolah ke tingkat berikutnya

(29)

24

dan keterbatasan atau kurangnya orangtua dalam memberikan motivasi serta dukungan pendidikan kepada siswa juga dialami oleh masing-masing orang tua yang siswanya mengalami putus sekolah.

Dari faktor diatas yang menyebabkan adanya Angka Putus Sekolah di Kota Tanjungpinang sangat diperlukan adanya peran pemerintah dan swasta dalam menyukseskan pendidikan, meskipun pendidikan dasar 9 tahun di Indonesia dinilai sukses, namun jumlah anak usia wajib belajar yang hanya sampai SD cukup besar. Ini menjadi pekerjaan semua pihak agar pendidikan semakin merata dan mensejahterakan. Mulai dari pemerintah, kalangan swasta dan semua lapisan masyarakat.

Masa depan di luar pendidikan sekolah dan tak kalah pentingnya ke depan, pemerintah juga mesti meningkatkan kapasitas dan kualitas guru agar peserta didik semakin nyaman dan bersemangat untuk bersekolah. Orang bersekolah bertujuan agar mampu berpikir, menalar secara rasional obyektif, dan bisa memecahkan masalah-masalah kehidupan yang dihadapi sehari-hari.

Untuk itu perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang mendukung dan ditopang dengan tenaga pengajar yang bersahabat. Dan, di sini Pemerintah melalui Dinas Pendidikan bisa berperan dengan optimal.

3. Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah Jumlah siswa di suatu jenjang pendidikan berbanding jumlah penduduk di usia pendidikan jenjang tersebut, dikali 100%.

Penghitungan Angka Partisipasi Kasar (APK) masing-masing Jenjang Pendidikan menggunakan data jumlah penduduk Kota Tanjungpinang Tahun 2019 yang bersumber dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tanjungpinang.

a) Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD

Berdasarkan data Disduk CApil Kota Tanjungpinang, jumlah penduduk usia 5- 6 tahun di Kota Tanjungpinang adalah 8.104 jiwa. Sementara jumlah siswa di jenjang pendidikan PAUD adalah 5.235 siswa. Sehingga APK PAUD pada tahun 2019 adalah 65,00%. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya minat

(30)

25

orang tua untuk memasukkan anak di jenjang Pendidikan Anaka Usia Dini (PAUD) terutama untuk Ibu yang tidak bekerja.

b) Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/Mi

Berdasarkan data Disduk Capil Kota Tanjungpinang, jumlah penduduk usia 7- 12 tahun di Kota Tanjungpinang adalah 25.591 jiwa. Sementara jumlah siswa di jenjang pendidikan SD adalah 24.846 siswa. Sehingga APK SD pada tahun 2019 adalah 97,09%. Tahun 2018 APK SD adalah 97,83%, pencapaian realisasi APK SD terjadi penurunan dalam hal pencapaian realisasinya. Hal ini dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor, antara lain : mutasi orang tua siswa sehingga siswa juga ikut mutasi ke luar daerah dan siswa bersekolah di luar daerah Tanjungpinang,

c) Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs

Berdasarkan data Disduk Capil Kota Tanjungpinang, jumlah penduduk usia 13-15 tahun di Kota Tanjungpinang adalah 11.923 jiwa. Sementara jumlah siswa di jenjang pendidikan SMP adalah 11.923 siswa. Sehingga APK SMP pada tahun 2019 adalah 94,48 %. APK SMP pada tahun 2018 adalah 91,56

%, pencapaian realisasi APK SMP pada tahun 2019 belum mencapai target.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain : mutasi orang tua siswa sehingga siswa juga ikut mutasi atau pindah ke luar daerah mengikuti orang tua, berdirinya unit sekolah baru (USB) Bintan di daerah hinterland atau perbatasan dengan Kota Tanjungpinang, sehingga siswa-siswa Kabupaten Bintan yang berada di daerah perbatasan, lebih memilih untuk mutasi atau bersekolah di unit sekolah baru tersebut serta sebagian orang tua siswa mengirim putra putri nya untuk bersekolah di luar daerah seperti pondok pesantren.

4. Angka Partisipasi Murni (APM)

Angka Partisipasi Murni (APM) adalah jumlah siswa yang berada di usia pendidikan berbanding jumlah penduduk yang berada di usia pendidikan dikali

(31)

26

100%.

a) Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Mi

Berdasarkan data Disduk Capil Kota Tanjungpinang, jumlah penduduk usia 7-12 tahun di Kota Tanjungpinang adalah 24.846 jiwa. Sementara jumlah siswa di jenjang pendidikan SD yang berusia di interval 7-12 tahun adalah 22.346 siswa. Sehingga APM SD pada tahun 2019 adalah 87,32%, dan belum mencapai target dimana target yang dicanangkan adalah 94%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : mutasi orang tua siswa keluar daerah, serta sosialisasi mengenai APM di masyarakat yang belum optimal.

Namun, tidak dipungkiri, bahwa tumbuhnya PAUD di Kota Tanjungpinang mempunyai dampak yang cukup signifikan terhadap pencapaian target APM ini. Tumbuhnya PAUD, tidak diiringi dengan aturan yang ketat tentang pembatasan umur seorang anak untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini.

Banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di PAUD tanpa menyadari bahwa anaknya belum berada di usia pendidikan. Sehingga setelah anak mengikuti pendidikan, timbul rasa jenuh di pendidikan PAUD itu. Akhirnya orang tua anak memaksakan anaknya untuk mengikuti pendidikan di jenjang yang lebih tinggi (SD), walaupun usia anak belum mencapai 7 tahun. Hal ini menyebabkan APM SD tentunya tidak akan mencapai target. Pencapaian realisasi APM SD pada tahun 2019 mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2018, realisasi capaian APM SD hanya 85,56 % dan di tahun 2019 adalah 87,32%.

b) Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs

Berdasarkan data Disduk Capil Kota Tanjungpinang, jumlah penduduk usia 13-15 tahun di Kota Tanjungpinang adalah 12.620 jiwa. Sementara jumlah siswa di jenjang pendidikan SMP yang berusia di interval 13-15 tahun adalah 9.795 siswa. Sehingga Angka Partisipasi Sekolah SMP pada tahun 2019 adalah 77,61%, dan angka ini masih jauh dari target yang dicanangkan yaitu 92 %.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : mutasi orang tua siswa

(32)

27

ke luar daerah serta usia siswa yang memang dirasa bergantung (>12 tahun dan <13 tahun) oleh karena itu perlu diadakan sosialisasi mengenai APM ini kepada masyarakat. Dibandingkan tahun 2018 adalah 73%, di tahun 2019 adanya kenaikan yaitu 77,61%.

2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI OPD

Kebijakan yang diajukan dalam RENJA 2020 mengacu dan berpedoman pada RPJMD Kota Tanjungpinang serta dokumen perencanaan pendidikan tingkat nasional dan tingkat provinsi yaitu Rencana Strategis (Renstra) Kemendiknas 2015-2019 disesuaikan dengan isu strategis yang terjadi.

Permasalahan atau isu yang ada dijadikan prioritas atau agenda utama rencana pembangunan daerah dalam 5 (lima) tahun kedepan. Beberapa isu strategis tersebut adalah :

a. Belum optimalnya partisipasi pendidikan khususnya jenjang SMP/MTs, terlihat dari angka APK dan APM yang belum mencapai 100%.

b. Belum memadainya kualitas sarana dan prasarana pendidikan dasar, khususnya ruang kelas, perpustakaan dan kamar mandi/wc.

c. Kurangnya alat edukasi pendidikan anak usia dini.

d. Kualitas guru dan tenaga kependidikan yang kurang memadai.

Sesuai dengan isu strategis yang berkembang maka diambil beberapa Kebijakan sebagai berikut :

a. Meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);

b. Menjadikan dan mewujudkan lembaga pendidikan formal, non formal yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kompetitif;

c. Meningkatkan mutu siswa pada jenjang pendidikan dasar ;

d. Menanamkan pendidikan akhlak, (sopan santun, tata kerama dan adat istiadat yang baik) sejak dini (mulai tingkatan PAUD) kepada peserta didik, dan

(33)

28

menjadi mata pelajaran wajib disetiap tempat penyelenggaraan pendidikan baik negeri maupun swasta

e. Melaksanakan pemerataan peserta didik sesuai dengan rayon sekolah ditingkat pendidikan sebelumnya (sistem zonasi sekolah);

f. Menyediakan prasarana dan sarana sekolah yang memadai;

g. Mendorong lembaga dan sekolah untuk dapat terakreditasi;

h. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dengan mengadakan pelatihan atau bekerjasama dengan lembaga lain untuk mengirim peserta pelatihan/bimtek;

i. Melaksanakan pemerataan guru-guru berkualitas yang merata di setiap sekolah.

Dalam mengimplementasikan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang melakukan berbagai strategi antara lain:

a. Mengadakan kegiatan pengadaan APE untuk sarana pembelajaran di PAUD;

b. Mengadakan bimtek atau pelatihan untuk para pengurus lembaga baik formal atau non formal;

c. Memberikan apresiasi pada siswa/siswi berprestasi ataupun yang memiliki nilai rata rata UN/US tertinggi;

d. Memberikan apresiasi pada sekolah yang mampu meningkatkan kompetensinya baik siswa, guru ataupun tenaga kependidikan;

e. Menyelenggarakan lomba untuk menarik minat, bakat dan kreatifitas siswa yang dapat dikirim sampai tingkat Nasional;

f. Penerimaan siswa baru sesuai zonasi/rayon sekolah;

g. Kewajiban setiap sekolah untuk berdoa, membaca alqur’an atau menyanyikan lagu patriotisme sebelum memulai pelajaran dalam rangka menumbuhkan keimanan dan jiwa patriotisme siswa;

h. Memberikan bimbingan pada lembaga sekolah untuk dapat meningkatkan akreditasi pada lembaga/sekolah tersebut;

(34)

29

i. Meningkatkan sarana prasarana pendukung siswa baik itu pengadaan alat pembelajaran, meja kursi siswa atau pembangunan sarpras pendukung seperti WC, pagar, kantin sehat, perpustakaan dan laboratorium;

j. Mengadakan unit sekolah baru serta kegiatan pembangunan dan perbaikan RKB;

k. Memberikan kesempatan kepada Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Kota Tanjungpinang untuk mengembangkan kompetensi dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2 dan S3;

l. Melakukan kerjasama pendidikan dengan instansi lain sebagai langkah awal dalam merealisasikan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan;

m. Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang memberikan bantuan beasiswa dari Pemerintah Pusat melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan untuk siswa yang mendapat Nilai 10 Ujian Nasional pada jenjang SD dan SMP.

n. Mengembangkan kurikulum berbasis teknologi dengan menyediakan sarana prasarana computer, laptop serta ruang multimedia untuk lebih menarik minat siswa.

Hal tersebut dapat dicapai dengan penyediaan sarana prasarana pendidikan yang bermutu, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

2.4 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD

Review terhadap rancangan awal RKPD diperlukan untuk membandingkan rancangan awal RKPD dengan kebutuhan program dan kegiatan yang diusulkan atau yang akan dikerjakan. Kebutuhan program dan kegiatan disusun berdasarkan isu-isu penting atau isu strategis yang dihadapi serta masukan dari masyarakat dan data yang telah dikirim sekolah melalui laporan bulanan dan aplikasi DAPODIK.

Secara keseluruhan, penyusunan program dan kegiatan untuk tahun 2019

Referensi

Dokumen terkait

Pada Tahun 2020 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial

Luasan kawasan dilindungi Sedang Luas kawasan lindung yang terdapat pada areal kerja PT MMB telah sesuai dengan dokumen perencanaan RKUPHHK-HA periode tahun 2013-2022,

Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan belajar tergantung pada proses belajar yang dialami. Banyaknya mahasiswa yang mempunyai kebiasaan belajar kurang sehingga

Praktikan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan selama satu bulan yang terhitung mulai tanggal 9 Januari sampai dengan 9 Februari 2018. Pada hari pertama pelaksanaan

Hasil penelitian ini mempunyai hubungan terhadap program studi PWD antara lain: bahwa industri kecil kecil pakaian jadi telah menyerap tenaga kerja (sumberdaya manusia) yang

Indikator zakat penghasilan menjadi sektor yang paling tinggi nilai potensi zakatnya yaitu sebesar Rp.139.07 Triliun, disusul oleh zakat uang sebesar Rp 58,76 Triliun,

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Maryadi (2012) bahwa pengaruh budaya organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja terhadap disiplin kerja guru SD di

Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC) memantau kondisi titik-titik strategis dan menginformasikan ke pengguna jalan (atau petugas) secara real