• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Daya Terima dan Nilai Gizi Selai Lembaran Jambu Biji Merah (Psidium guava L)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Daya Terima dan Nilai Gizi Selai Lembaran Jambu Biji Merah (Psidium guava L)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Buah-buahan merupakan salah satu produk pertanian unggulan yang

banyak dihasilkan di Indonesia sebagai negara agraris. Jenis buah yang dihasilkan

sangat beragam dan tergolong ke dalam jenis buah tropis seperti rambutan, nanas,

manggis, durian, jambu, dan lain-lain. Jambu biji merupakan salah satu jenis buah

yang banyak dihasilkan di Indonesia, berbuah sepanjang tahun akan tetapi

memiliki harga jual yang relatif rendah (Fachruddin, 2008).

Jambu biji merah memiliki kandungan vitamin C 186 mg per 100 gr jambu

biji merah yang tiga kali lebih tinggi dari jeruk yang bermanfaat sebagai

antioksidan dan peningkatan daya tahan tubuh juga mengandung lycopene 5204

mcg per 100 gr jambu biji merah yang 2 kali lebih banyak dari tomat yang

berguna untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet dan melawan kanker prostat.

Jambu biji merah memiliki kandungan yang lebih komplit dan kandungan vitamin

C yang lebih tinggi dari jambu biji lainnya yang hanya 87 mg per 100 gr

(Ramayulis, 2013).

Kandungan lainnya dari jambu biji merah kaya akan asam folat, kalium,

vitamin B1, B3, B6, E, K, fosfor, kalsium, magnesium, mangan, selenium, seng,

beta-karoten dan serat yang baik dalam pemenuhan vitamin dan mineral harian.

Suwarto (2010) mengatakan bahwa jambu biji merah mengandung vitamin A

(2)

tidak terdeteksi adanya karoten (pada panjang gelombang 450 nm). Jambu biji

berdaging buah merah mengandung asam panthotenat lebih tinggi (0,17 mg) dari

yang berdaging buah putih (0,13mg). Kandungan tiamin rata jambu biji berdaging

buah merah lebih tinggi (0,059 mg) dari pada yang berdaging buah putih (0,03

mg). Sehingga jambu biji merah dapat menjadi salah satu pilihan buah yang baik

dalam pemenuhan buah harian.

Khususnya di daerah Sumatera Utara, jambu biji banyak diproduksi

namun pengolahan paska panennya masih sangat kurang. Pada tahun 2014

Sumatera Utara memasok 12.661 ton jambu biji (BPS, 2014). Deli Serdang

sebagai pusat pemasok jambu biji terbesar di Sumatera Utara. Selain masa

simpannya yang relatif singkat dan harganya yang rendah, pemanfaatan jambu biji

oleh masyarakat pada umumnya hanya sebatas untuk dikonsumsi langsung atau

dibuat minuman jus. Oleh karena itu untuk meningkatkan nilai jual dan masa

simpannya maka buah jambu biji dapat diolah menjadi produk selai yang

mempunyai nilai tambah.

Seiring dengan perkembangan zaman, banyak pola kehidupan masyarakat

yang telah berubah. Salah satunya adalah perubahan pola makan masyarakat

modern saat ini. Masyarakat kini lebih menyukai dan menggunakan produk yang

praktis dan bermanfaat. Seiring dengan mobilitas penduduk yang tinggi,

masyarakat cenderung sarapan menggunakan roti yang dinilai praktis. Roti kerap

dikonsumsi dengan berbagai selai sehingga mengakibatkan permintaan terhadap

(3)

Selai yang ada di pasaran umumnya dalam bentuk selai oles. Hal ini

dianggap kurang praktis dalam penyajiannya sehingga perlu pengembangan

bentuk olahan lain sebagai contoh selai lembaran. Selai lembaran merupakan

salah satu upaya inovasi produk yang tidak hanya menjadikan produk kovensional

namun juga mempertimbangkan kemajuan dewasa ini dimana masyarakat

membutuhkan makanan yang praktis namun tentunya memiliki kandungan gizi

yang cukup.

Selai lembaran sebagai produk inovasi dinilai praktis karena tidak perlu

dilakukan proses pengolesan pada roti seperti selai konvensional namun cukup

diletakkan pada permukaan. Selain itu dengan bentuk lembaran selai lebih mudah

untuk dikemas dalam plastik, lebih mudah dalam penyajian dan tentunya lebih

mudah untuk dibawa. Pemanfaatan jambu biji merah dalam proses pembuatan

produk selai lembaran menjadikan produk ini tidak hanya sangat potensial karena

memanfaatkan buah lokal yang selama ini belum ‘dilirik’, namun juga dapat

membantu upaya peningkatan konsumsi vitamin A dan C di masyarakat yang

selama ini masih rendah.

Produk selai lembaran yang baik adalah selai yang berbentuk lembaran

sesuai permukaan roti, tidak cair atau terlalu lembek, namun juga tidak terlalu

kaku sehingga diperlukan bahan tambahan berupa hidrokolid sebagai penguat

tekstur, salah satunya adalah hidrokoloid turunan rumput laut merah yaitu

agar-agar. Agar-agar banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang sebagai bahan

(4)

Salah satunya adalah sebagai pengental yang digunakan pada produk jelly, selai,

marmalade, sirup dan makanan lainnya.

Agar-agar memiliki kemampuan gelasi yang cukup baik dan efisien

karena pada konsentrasi rendah 1-5% telah mampu membentuk gel yang sangat

kental dan stabil terhadap suhu dan pH. Proses pembentukan gel agar-agar terjadi

setelah suhu diturunkan dan gel agar-agar tersebut akan stabil sampai batas suhu

90-95˚C. Pada suhu tersebut agar-agar akan berubah kedalam bentuk sol dan akan

membentuk gel kembali bila suhu diturunkan sampai pada suhu 0-40˚C.

Sedangkan pH optimum agar-agar adalah 6-7 dan kekuatan gel akan sangat lemah

pada pH di bawah 2,5 (Glicksman, 1983 dalam Kornelius 2006).

Pada prinsipnya, selai terbentuk karena proses pembentukan gel yang

dihasilkan oleh interaksi antara gula, asam dan hidrokoloid. Untuk selai buah

yang berperan sebagai pengental adalah pektin yang ada pada buah. Pektin

merupakan bahan perekat antar-jaringan yang dimiliki hampir semua jenis buah,

namun dalam kadar yang berlainan (Suprapti, 2005). Buah yang digunakan

menentukan tingkat kualitas selai. Tingkat kematangan buah juga perlu

dipertimbangkan karena kandungan pektin optimum pada buah adalah pada buah

yang baru matang dan akan semakin menurun seiring dengan tingkat kematangan

buah yang semakin matang. Untuk selai yang terbuat dari buah yang sangat

matang maka penambahan bahan pengental dari luar perlu dilakukan karena

diperkirakan kandungan pektin sudah tidak mendukung dalam pembentukan gel

(5)

Pemilihan jambu biji merah yang matang sebagai bahan baku pembuatan

selai kali ini agar kualitas rasa yang maksimum, sehingga membutuhkan

pengental dari luar yaitu agar-agar agar mendukung dalam pembentukan gel selai

terlebih lagi dalam pembentukan selai lembaran. Pemanfaatan agar-agar sebagai

bahan tambahan selai diharapkan mampu mengubah tekstur selai menjadi

lembaran yang disukai dan dapat memenuhi menjadi salah satu alternatif

makanan dalam pemenuhan gizi harian.

Berkembangan teknologi dan pengetahuan, jambu biji dan variannya

mulai dikembangkan oleh beberapa peneliti untuk menggali manfaat jambu biji

merah dalam pangan. Nikita (2014) meneliti tentang pengaruh perbandingan

jambu biji merah dengan lemon dan konsentrasi gelatin terhadap mutu

marshmallow jambu biji merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak

lengkap dengan dua faktor, yakni perbandingan jambu biji merah dengan lemon

(S) : (50% : 50%, 60% : 40%, 70% : 30%, 80% : 20%) dan konsentrasi gelatin (G)

: (2,5%, 3%, 3,5%, 4%). Hasil penelitian bahwa perbandingan jambu biji merah

dengan lemon 80% : 20% dan konsentrasi gelatin 3,5% memberikan pengaruh

yang terbaik untuk mutu marshamallow jambu biji merah.

Penelitian yang dilakukan oleh Andi (2012) tentang pengaruh

perbandingan yoghurt dengan ekstrak buah jambu biji merah dan perbandingan

zat penstabil terhadap mutu permen jelly. Penelitian ini menggunakan metode

rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu perbandingan yoghurt dengan

(6)

(2:3), (3:2), dan (4:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan yoghurt

dengan ekstrak buah jambu biji merah memberikan pengaruh yang berbeda sangat

nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, total asam, total soluble solid (TSS),

kadar protein, total mikroba, nilai organoleptik warna, aroma dan rasa serta

tekstur.

Penelitian lainnya dilakukan oleh Gustin dkk (2014) tentang formula selai

lembaran dari campuran rumput laut K. alvarezii dan buah nenas terbaik

berdasarkan nilai organoleptik hedonik selai lembaran. Hasil dari penelitian

menunjukkan bahwa formula terpilih adalah selai lembaran dengan perbandingan

bahan rumput laut dan buah nenas sebesar 1:2.

Melihat kondisi di atas maka perlu dilakukan diversifikasi bahan pangan

dari buah jambu biji merah, salah satunya adalah selai lembaran melalui

ekperimen yaitu Uji Daya Terima dan Nilai Gizi Selai Lembaran Jambu Biji

Merah (Psidium guajava L).

1.2Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana daya terima selai

dan nilai gizi selai lembaran jambu biji merah ((Psidium guajava L).

1.3Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima

(7)

1.4. Manfaat Penelitian

Adapun manfaaat dari penelitian yang dilakukan adalah

1. Memberi informasi kepada masyarakat tentang penganekaragaman

suatu produk makanan dari jambu biji merah.

2. Memberikan informasi mengenai pembuatan dan kandungan gizi selai

lembaran dari jambu biji merah.

3. Menambah variasi pangan olahan yang bermanfaat dan bernilai gizi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji organoleptik menunjukkan permen jeli jambu biji merah yang paling disukai adalah permen jeli dengan penambahan sari buah jambu biji merah 100 ml. Kata Kunci :

Hasil uji pengaruh ekstrak metanol daun jambu biji berdaging-buah putih dan jambu biji (P. guajava L.) berdaging-buah merah memiliki aktivitas yang berbeda dalam menghambat

Kombinasi perlakuan rasio buah naga merah-jambu biji merah-nanas madu 3:1:2 dan kadar gula 55% menghasilkan selai yang mempunyai aktivitas antioksidan (71,34%) dan kadar vitamin

UJI INVITRO DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BUAH JAMBU BIJI BERDAGING MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP AKTIVITAS TIROSINASE SERTA SKRINING..

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “UJI DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI COOKIES YANG DIMODIFIKASI DENGAN TEPUNG BIJI NANGKA DAN PENAMBAHAN KUBIS MERAH”

Manfaat dari penelitian ini menghasilkan produk diversifikasi olahan buah jambu biji yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dan nilai gizi dari buah jambu biji

Daya terima masyarakat terhadap rasa selai kulit pisang kepok kuning (Musa Paradisiaca) dengan penambahan jambu biji merah (Spidium Guajava) ditentukan dari hasil rerata

Selai jambu biji adalah olahan dengan kekentalan gel atau semi gel yang. dibuat dari bubur buah