• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 KEUANGAN DRAFT LKJP 2014 - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 3 KEUANGAN DRAFT LKJP 2014 - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

h a l | 2 5 BAB III

KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Daerah harus dilaksanakan secara akuntabel dan transparan, berkeadilan guna menuju kesejahteraan masyarakat secara luas. Dalam pengelolaan keuangan daerah diperlukan pengaturan kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya yang dimiliki dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Ketentuan Peraturan Perundangan yang dijadikan acuan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 serta diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011. Pada pasal 83 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 diamanatkan bahwa Kepala Daerah menyusun Kebijakan Umum APBD (KUA) berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, selain itu pemerintah juga menyusun pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada tahun bersangkutan, dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2013.

Serangkaian langkah yang telah ditempuh Pemerintah Kota dalam mengambil Kebijakan Umum Pengelolaan Anggaran sebagaimana uraian diatas selalu mempertimbangkan permasalahan yang terjadi, isu strategis, proyeksi pendapatan dan belanja daerah serta sumber penggunaan pembiayaan yang dimiliki.

3.1 PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH

Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah ditempuh oleh Pemerintah Kota Semarang sebagai berikut :

1. Penyediaan anggaran melalui pengelolaan pendapatan daerah untuk dipergunakan dalam belanja daerah (belanja tidak langsung dan belanja langsung), merupakan salah satu indikator kemampuan daerah dalam mengalokasikan anggaran yang tersusun dalam program dan kegiatan.

(2)

h a l | 2 6

Anggaran Pendapatan Daerah Kota Semarang tahun 2014, terdiri dari: 1. Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 891.280.705.000,-

2. Dana Perimbangan sebesar Rp. 1.266.631.093.000,-

3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp. 707.597.780.000,-

Total Pendapatan Daerah sebesar Rp. 2.865.509.578.000

Seluruh pendapatan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto, yaitu jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan belanja yang digunakan dalam rangka menghasilkan pendapatan tersebut dan/atau dikurangi dengan bagian Pemerintah Pusat/Daerah lain dalam rangka bagi hasil.

3.1.1 Kebijakan Pendapatan

Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah seiring dengan perkembangan dinamika tahun berjalan maka diperlukan koreksi yang disesuaikan dengan kondisi yang aktual pada daerah dan nasional. Adapun Kebijakan Pendapatan Daerah sebagai berikut :

1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan baik dalam penganggaran maupun pelaksanaan dengan mempertimbangkan optimalisasi sumber-sumber pendapatan melalui perkiraan yang terukur secara rasional serta mempertimbangkan perolehan PAD tahun lalu serta potensi tahun berjalan.

2. Kebijakan Dana Perimbangan yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun propinsi maka disesuaikan dengan peraturan ketentuan yang telah ditetapkan dari Pusat maupun Propinsi.

3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah diproyeksikan dengan memperhatikan kondisi riil yang tengah dihadapi pada saat ini dan potensi yang dimiliki serta realisasi tahun sebelumnya sehingga merupakan perencanaan yang terukur dan dapat dicapai.

Secara umum Kebijakan perencanaan Pendapatan Daerah Kota Semarang pada tahun 2014 diarahkan pada :

Optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah dengan menitikberatkan pada :

(3)

h a l | 2 7

3. Mudah diterapkan dan dilaksanakan. 4. Tidak merusak lingkungan.

5. Penyesuaian pendapatan baik mengenai tarif maupun materinya serta optimalisasi aset dan kekayaan Pemerintah Kota.

Kebijakan perencanaan Pendapatan Daerah ini diharapkan akan meningkatkan dengan perkembangan yang terjadi pada akselerasi aktivitas perekonomian dan memberikan akuntabilitas yang obyektif dan proporsional pada pembangunan yang akan dilaksanakan serta berupaya meningkatkan pengembangan perekonomian di daerah.

3.1.2 Target dan Realisasi Pendapatan

Upaya-upaya dalam mencapai target pendapatan daerah pada tahun 2014, dapat ditempuh melalui:

a. Penyusunan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah yang sederhana dan akuntabel;

b. Meningkatkan ketaatan wajib pajak dan pembayaran retribusi daerah;

c. Peningkatan pengendalian dan pengawasan atas pemungutan pendapatan asli daerah untuk terciptanya efektifitas dan efisiensi yang diikuti dengan peningkatan kualitas, kemudahan, ketepatan dan kecepatan pelayanan;

d. Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah serta lain-lain pendapatan yang sah terus ditingkatkan sesuai dengan potensi pungutan; e. Penyusunan regulasi Peraturan daerah tentang Pendapatan Daerah yang tidak

bertentangan dengan kebijakan investasi (Pro Investasi);

f. Mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah yakni PDAM Tirta Moedal, Perusda Percetakan, Perusda BPR Bank Pasar, Perusda BPR/BKK dan Perusda RPH dan BHP dalam memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah.

(4)

h a l | 2 8

Target Pendapatan Rp. 2.865.509.578.000,- Realisasi Pendapatan Rp. 3.185.786.667.455,- -

Selisih Lebih Rp. 320.277.089.455,-

Realisasi Pendapatan mencapai 111,18% dari target Pendapatan Tahun 2014.

Target dan Realisasi pendapatan secara rincian adalah sebagai berikut :

NO JENIS

PENDAPATAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH

PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Pendapatan Asli Daerah.

891.280.705.000 1.158.137.854.383 266.857.149.383 129,94 925.919.310.506

2. Dana Perimbangan 1.266.631.093.000 1.274.767.390.279 8.136.297.279 100,64 1.191.097.523.757

3. Lain-lain Pendapatan yang Sah.

707.597.780.000 752.881.422.793 45.283.642.793 106,40 679.553.892.597

Jumlah Pendapatan

Daerah. 2.865.509.578.000 3.185.786.667.455 320.277.089.455 111,18 2.796.570.726.860

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014.

a) Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan pendapatan yang berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang dipisahkan.

Target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah adalah sebagai berikut :

Target Rp. 891.280.705.000,-

Realisasi Rp. 1.158.137.854.383,- -

Selisih Lebih Rp. 266.857.149.383,- Realisasi PAD mencapai 129,94% dari target PAD Tahun 2014.

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Pendapatan Pajak Daerah

642.700.000.000 791.764.929.686 149.064.929.686 123,19 683.708.489.950

2. Pendapatan Retribusi Daerah

104.484.420.000 110.310.402.783 5.825.982.783 105,58 102.785.108.993

3. Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan

7.989.867.000 8.036.099.560 46.232.560 100,58 7.650.778.888

4. Lain-lain PAD yang Sah

136.106.418.000 248.026.422.354 111.920.004.354 182,23 131.774.932.675

JENIS PAD 891.280.705.000 1.158.137.854.383 266.857.149.383 129,94 925.919.310.506

(5)

h a l | 2 9

Rincian Pendapatan Asli Daerah sebagai berikut :

1) Pajak Daerah :

Pajak Daerah adalah PAD yang tarifnya diatur dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang. SKPD yang melakukan pengelolaan pendapatan Pajak Daerah dan pemungutan penerimaan adalah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang. Adapun Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah tahun 2014 adalah :

Target Rp. 642.700.000.000,-

Realisasi Rp. 791.764.929.686,- -

Selisih lebih Rp. 149.064.929.686,-

Realisasi Pajak Daerah mencapai 123,19% dari target Pajak Daerah Tahun 2014.

Rincian Pajak Daerah adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Pajak Hotel 44.000.000.000 50.589.695.464 6.589.695.464 114,98 44.674.905.002

2. Pajak Restoran 45.000.000.000 62.752.745.542 17.752.745.542 139,45 48.387.960.623

3. Pajak Hiburan 11.250.000.000 14.670.566.132 3.420.566.132 130,41 12.405.484.804

4. Pajak Reklame 20.812.500.000 22.505.204.858 1.692.704.858 108,13 22.921.879.365

5. Pajak Penerangan Jalan

136.687.500.000 163.497.269.631 26.809.769.631 119,61 137.411.660.918

6. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

800.000.000 25.199.840 (774.800.160) 3,15 1.367.379.075

7. Pajak Parkir 5.600.000.000 7.508.343.122 1.908.343.122 134,08 5.658.633.242

8. Pajak Air Tanah 4.500.000.000 4.873.574.208 373.574.208 108,30 4.679.097.924

9. Pajak Sarang Burung Walet

50.000.000 0 (50.000.000) 0 0

10. Pajak BPHTB 188.000.000.000 254.336.964.060 66.336.964.060 135,29 220.909.156.797

11. Pajak PBB 186.000.000.000 211.005.366.829 25.005.366.829 113,44 185.292.332.200

PAJAK DAERAH 642.700.000.000 791.764.929.686 149.064.929.686 123,19 683.708.489.950

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

2) Retribusi Daerah

(6)

h a l | 3 0

Target dan Realisasi Retribusi Daerah adalah :

Target Rp. 104.484.420.000,-

Realisasi Rp. 110.310.402.783,- - Selisih lebih Rp. 5.825.982.783,-

Realisasi Retribusi Daerah mencapai 105,58% dari target Retribusi Daerah Tahun 2014.

Rincian Penerimaan Retribusi Daerah adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. DINAS

KESEHATAN

7.403.912.000 12.279.939.000 4.876.027.000 165,86 8.250.886.050

Retribusi Pelayanan Kesehatan

7.403.912.000 12.279.939.000 4.876.027.000 165,86 8.250.886.050

2. DINAS BINA

MARGA

41.445.000 42.800.000 1.355.000 103,27 41.500.000

Retr. Ijin Persewaan Alat Berat

41.445.000 42.800.000 1.355.000 103,27 41.500.000

3. DINAS PSDA & ESDM

136.233.000 105.025.000 (31.208.000) 77,09 121.645.000

Retr. Ijin Persewaan Alat Berat

136.233.000 105.025.000 (31.208.000) 77,09 121.645.000

4. DINAS

KEBAKARAN

66.445.000 82.682.500 16.237.500 124,44 72.762.500

Retr.Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran

55.945.000 64.682.500 8.737.500 115,62 58.512.500

Retr.Pemakaian Kekayaan Daerah

10.500.000 18.000.000 7.500.000 171,43 14.250.000

5. DINAS TATA

KOTA & PERUMAHAN

25.868.426.000 32.662.155.200 6.793.729.200 126,26 30.268.115.900

Retr.Pelayanan Pemakaman & Pengabuan Myt

750.000.000 842.654.000 92.654.000 112,35 771.062.000

Retr.Penggantian Biaya Cetak Peta

1.300.000.000 1.461.821.300 161.821.300 112,45 1.482.845.800

Retr. Ijin Pemakaian Kekayaan Daerah

979.080.000 948.947.700 (30.132.300) 96,92 917.667.500

Retr. Ijin Mendirikan Bangunan

17.280.888.000 23.696.254.200 6.415.366.200 137,12 21.070.239.500

Retr. Ijin Gangguan / Keramaian

5.558.458.000 5.712.478.000 154.020.000 102,77 6.026.301.100

6. PENERANGAN

JALAN & P. REKLAME

10.398.067.000 6.168.304.625 (4.229.762.375) 59,32 6.675.978.460

Retr. Reklame / Titik Reklame

0 0 0 0 6.675.978.460

Retr.Pemakaian Kekayaan Daerah

10.398.067.000 6.168.304.625 (4.229.762.375) 59,32 0

7. DISHUB

KOMINFO

(7)

h a l | 3 1

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

Retr. Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum

3.700.000.000 2.783.789.500 (916.210.500) 75,24 2.601.911.700

Retr. Pengujian Kendaraan Bermotor

5.879.655.000 6.468.913.470 589.258.470 110,02 6.142.773.030

Retr.Pemakaian Kekayaan Daerah

1.223.365.000 1.233.912.375 10.547.375 100,86 1.900.248.500

Retr. Terminal 882.300.000 798.725.000 (83.575.000) 90,53 963.826.000

Retr.Tempat Khusus Parkir

874.695.000 911.147.500 36.452.500 104,17 872.445.000

Retr. Ijin Trayek 120.690.000 111.525.000 (9.165.000) 92,41 91.700.000

8. BADAN

LINGKUNGAN HIDUP

269.831.000 338.050.000 68.219.000 125,28 275.950.000

Retr. Pemakaian Kekayan Daerah

0 0 0 0 275.950.000

Retr.Hasil Sewa Laboratorium Air

269.831.000 338.050.000 68.219.000 125,28 0

9. DINAS

KEBERSIHAN & PERTAMANAN

12.428.329.000 14.664.628.000 2.236.299.000 117,99 13.631.303.800

Retr.Pelayanan Persampahan

11.772.150.000 13.610.750.000 1.838.600.000 115,62 12.648.398.000

Retr. Penyedotan Kakus

149.929.000 203.378.000 53.449.000 135,65 228.405.800

Retr. Sewa Lapangan Simpang Lima

506.250.000 850.500.000 344.250.000 168,00 754.500.000

10. DISPENDUK & CAPIL

753.155.000 1.156.621.000 403.466.000 153,57 2.854.896.000

Penggantian Biaya KTP & Akte Capil

753.155.000 1.156.621.000 403.466.000 153,57 2.854.896.000

11. D. SOSIAL PEMUDA & OLAHRAGA

1.628.180.000 1.755.557.150 127.377.150 107,82 2.060.349.950

Retr.Pemakaian Kekayaan Daerah

702.600.000 818.357.650 115.757.650 116,48 975.912.450

Retr.Tempat Rekreasi & Olah Raga

925.580.000 937.199.500 11.619.500 101,26 1.084.437.500

12. DINAS TENAGA

KERJA & TRANSMIGRASI

700.000.000 1.631.172.000 931.172.000 233,02 0

Retr. Perpanjangan Ijin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing

700.000.000 1.631.172.000 931.172.000 233,02 0

13. DINAS

PARIWISATA & KEBUDAYAAN

4.863.841.000 4.880.453.350 16.612.350 100,34 5.568.807.000

Retr.Pemakaian Kekayaan Daerah

1.056.927.000 1.257.088.000 200.161.000 118,94 2.380.678.000

Retr.Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa

365.600.000 376.800.000 11.200.000 103,06 355.200.000

Retr.Tempat Rekreasi & Olahraga

(8)

h a l | 3 2

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

14. SEKRETARIAT 788.674.000 904.163.000 115.489.000 114,64 846.734.000

Retr. Pemakaian Kekayaan Daerah

99.541.405 115.600.000 16.058.595 116,13 125.200.000

Retr.Tempat Penginapan / Villa

689.132.595 788.563.000 99.430.405 114,43 721.534.000

15. D P K A D 5.949.740.000 2.632.670.402 (3.317.069.598) 44,25 2.636.154.903

Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah

5.949.740.000 2.632.670.402 (3.317.069.598) 44,25 2.636.154.903

Retr.Sewa Aset Tanah

385.990.000 969.702.328 583.712.328 251,22 1.453.460.228

Retr. SPBU Pandanaran

3.353.900.000 0 (3.353.900.000) 0 110.000.000

Retr.Sewa Lahan Jembatan Ciputa-Anggrek

15.691.000 18.986.302 3.295.302 121,00 17.260.275

Sewa Lahan Jembatan Ciputa-Achmad Dahlan

142.381.000 160.182.000 17.801.000 113 142.383.000

Retr.Kerjasama Lantai dasar Pertokoan Simp.5

191.239.000 155.381.750 (35.857.250) 81,25 223.112.000

Retr.Kerjasana Bengkok Pujasera Ngaliyan

19.044.000 42.003.990 22.959.990 221 34.625.000

Retr.Kerjasana PT. NARPATI

580.000.000 0 (580.000.000) 0 580.000.000

Retr.Sewa Lahan Sam Po Kong

34.875.000 132.668.032 97.793.032 380,41 24.494.400

Retr.Sewa Lahan Tk. Roti Purimas

26.620.000 53.746.000 27.126.000 201,90 50.820.000

Retr.Sewa Lapangan Golf

1.200.000.000 1.100.000.000 (100.000.000) 91,67 0

16. DINAS KELAUTAN & PERIKANAN

55.687.000 66.535.295 10.848.295 119,48 58.802.580

Pemakaian Kekayaan Daerah

25.312.000 29.641.500 4.329.500 117,10 26.240.500

Retr. Tempat pelelangan Ikan

30.375.000 36.893.795 6.518.795 121,46 32.562.080

17. DINAS PASAR 20.451.750.000 18.631.633.416 (1.820.116.584) 91,10 16.848.318.620

Retr. Pelayanan Pasar

13.757.871.000 13.824.452.709 66.581.709 100,48 12.414.897.320

Retr.Pemakaian Kekayaan Daerah

6.693.879.000 4.807.180.707 (1.886.698.293) 71,81 4.433.421.300

RETRIBUSI

DAERAH

104.484.420.000 110.310.402.783 5.825.982.783 105,58 102.785.108.993

(9)

h a l | 3 3 3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah (HPKD) yang dipisahkan :

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan adalah PAD yang berasal dari pembagian laba atas Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kota Semarang pada Perusahaan Daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. Pendapatan ini dikelola dan diterima melalui Sekretariat Daerah Kota Semarang.

Target dan Realisasi HPKD yang dipisahkan adalah : Target Rp. 7.989.867.000,- Realisasi Rp. 8.036.099.560,- - Selisih lebih Rp. 46.232.560,-

Realisasi HPKD mencapai 100,58% dari target HPKD yang dipisahkan Tahun 2014.

Rincian Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1 Perusahaan Daerah RPH & BHP

40.150.000 40.263.443 113.443 100,28 40.024.700

2 Perusahaan Daerah Percetakan

157.178.000 186.582.943 29.404.943 118,71 181.801.835

3 Perusahaan Daerah Bank Pasar

385.769.000 191.206.550 (194.562.450) 49,57 330.515.110

4 Perusahaan Daerah Bpr / BKK

1.406.770.000 934.594.286 (472.175.714) 66,44 1.048.800.379

5 Bank Jateng Cabang Semarang

6.000.000.000 6.683.452.338 683.452.338 111,39 6.049.636.864

JUMLAH 7.989.867.000 8.036.099.560 46.232.560 100,58 7.650.778.888

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

4) Lain-lain PAD yang Sah :

Penerimaan Lain-Lain PAD yang Sah adalah penerimaan yang berasal dari 7 Satuan Perangkat Kerja (SKPD) Kota Semarang yaitu Dinas Kesehatan Kota, RSUD, Dinas Perhubungan dan Kominfo, Dinas Sosial, Pemuda dan Olah raga, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pertanian dan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Target Rp. 136.106.418.000,- Realisasi Rp. 248.026.422.354,- Selisih lebih Rp 111.920.004.354,-

(10)

h a l | 3 4

Lain – lain PAD yang Sah dapat dirinci sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. DINAS

KESEHATAN KOTA

14.327.067.000 14.971.508.000 644.441.000 104,50 0

Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada FKTP

14.327.067.000 14.971.508.000 644.441.000 104,50 0

2. RUMAH SAKIT

UMUM

82.000.000.000 108.862.750.734 26.862.750.734 132,76 50.648.925.346

Jasa Pelayanan Kesehatan BLU

0 0 0 0 0

Pendapatan BLUD RSUD Kota Semarang

82.000.000.000 108.862.750.734 26.862.750.734 132,76 50.648.925.346

3. DISHUB

KOMINFO

16.644.361.000 16.668.845.275 24.484.275 100,15 12.583.669.564

Fasilitas Umum 219.313.000 245.384.775 26.071.775 111,89 245.617.850

Penr.lain2 BLU 16.425.048.000 16.423.460.500 (1.587.500) 99,99 12.338.051.714

4. D. SOSIAL PEMUDA & OLAHRAGA

0 0 0 0 1.182.449.664

Penr Lain-lain / GGS 0 0 0 0 1.182.449.664

5. D P K A D 22.656.250.000 106.739.200.151 84.082.950.151 471,12 67.037.712.938

Pelepasan Hak Atas Tanah

100.000.000 4.247.676.530 4.147.676.530 4247,68 96.698.000

Penj.Peralatan/ Perlengk.Kant. Yg tdk terpakai

56.250.000 795.290.500 739.040.500 1413,85 1.435.318.450

Jasa Giro Kas Daerah 5.000.000.000 23.279.308.915 18.279.308.915 465,59 13.011.336.326

Rekening Deposito pada Bank

17.500.000.000 53.782.838.186 36.282.838.186 307,33 44.781.020.977

Plat Ijin Reklame 0 6.856.000 6.856.000 0 36.471.500

Lain-lain DPKAD 0 24.549.806.948 24.549.806.948 0 7.608.536.756

Bunga Dana Bergulir 0 77.423.072 77.423.072 0 68.330.929

6. DINAS

KELAUTAN & PERIKANAN

15.240.000 15.810.500 570.500 103,74 13.787.000

Penjualan Hasil Perikanan

15.240.000 15.810.500 570.500 103,74 13.787.000

7. DINAS

PERTANIAN

463.500.000 768.307.694 304.807.694 165,76 308.388.163

Penjualan Hasil Pertanian

18.000.000 28.136.800 10.136.800 156,32 24.416.600

Penjualan Hasil Peternakan

445.500.000 740.170.894 294.670.894 166,14 283.971.563

PENERIMAAN LAIN-LAIN PAD YG SAH

136.106.418.000 248.026.422.354 111.920.004.354 182,23 131.774.932.675

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

b) Dana Perimbangan

Dana Perimbangan adalah dana yang berasal dari Pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.

(11)

h a l | 3 5

Target Rp. 1.266.631.093.000,- Realisasi Rp. 1.274.767.390.279,- - Selisih lebih Rp. 8.136.297.279,-

Realisasi Dana Perimbangan mencapai 100,64% dari target Dana Perimbangan Tahun 2014.

Rincian Dana Perimbangan adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Bagi Hasil Pajak 120.850.000.000 137.759.893.153 16.909.893.153 113,99 120.223.608.244 2. Bagi Hasil Bukan

Pajak/ Sumber Daya Alam

2.059.000.000 3.031.059.126 972.059.126 147,21 1.878.324.513

3. Dana Alokasi Umum.

1.104.739.473.000 1.104.739.473.000 0 100,00 1.054.002.569.000

4. Dana Alokasi Khusus

38.982.620.000 29.236.965.000 (9.745.655.000) 75,00 14.993.022.000

Dana Perimbangan 1.266.631.093.000 1.274.767.390.279 8.136.297.279 100,64 1.191.097.523.757

Sumber : Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

1) Bagi Hasil Pajak :

Dana Bagi Hasil Pajak adalah dana yang berasal dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak Cukai Tembakau dan Pajak Penghasilan Pasal 25 dan Pasal 29.

Target dan Realisasi Bagi Hasil Pajak adalah :

Target Rp.120.850.000.000,-

Realisasi Rp.137.759.893.153,- -

Selisih lebih Rp. 16.909.893.153,-

Atau realisasi Bagi Hasil Pajak mencapai 113,99 % dari target Bagi Hasil Pajak Tahun 2014.

Adapun Rincian Bagi Hasil Pajak adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Bagi Hasil Pajak Bumi & Bangunan

11.950.000.000 18.569.293.102 6.619.293.102 155,39 18.596.870.546

2. Bagi Hasil dari PPH OPDN & Pasal.21

94.000.000.000 99.186.447.967 5.186.447.967 105,52 85.000.241.717

3. Bagi Hasil Pajak Cukai Tembakau

5.900.000.000 6.441.892.797 541.892.797 109,18 7.265.045.216

4. PPH Pasal 25/29 9.000.000.000 13.562.259.287 4.562.259.287 150,69 9.361.450.765

Bagi Hasil Pajak 120.850.000.000 137.759.893.153 16.909.893.153 113,99 120.223.608.244

(12)

h a l | 3 6 2) Bagi Hasil Bukan Pajak / Sumber Daya Alam (BHBP / SDA) :

Bagi Hasil Bukan Pajak / Sumber Daya Alam adalah dana yang berasal dari Penerimaan SDA Kehutanan, pertambangan umum, perikanan, pertambangan minyak bumi, pertambangan gas bumi dan pertambangan panas bumi.

Target dan Realisasi BHBP / SDA adalah : Target Rp. 2.059.000.000,- Realisasi Rp. 3.031.059.126,- - Selisih lebih Rp. 972.059.126,-

Atau realisasi BHBP/SDA mencapai 147,21% dari target BHBP / SDA Tahun 2014.

Rincian Penerimaan Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Bagi Hasil dari Iuran Pengusahan Hutan

0 0 0 0 0

2. Bagi Hasil dari Eksplorasi & Eksploitasi

2.059.000.000 3.031.059.126 972.059.126 147,21 1.878.324.513

Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam

2.059.000.000 3.031.059.126 972.059.126 147,21 1.878.324.513

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

3) Dana Alokasi Umum

Dana Alokasi Umum adalah dana yang berasal dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah dalam rangka mendanai kebutuhan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi.

Target Rp. 1.104.739.473.000,- Realisasi Rp. 1.104.739.473.000,- -

Selisih Rp. 0,- -

Atau realisasi Dana Alokasi Umum mencapai 100% dari target Dana Alokasi Umum Tahun 2014.

4) Dana Alokasi Khusus

(13)

h a l | 3 7

Target dan Realisasi Dana Alokasi Khusus adalah :

Target Rp. 38.982.620.000,-

Realisasi Rp. 29.236.965.000,- - Selisih Kurang Rp. ( 9.745.655.000,- )

Realisasi Dana Alokasi Khusus mencapai 75,00 % dari target Dana Alokasi Khusus Tahun 2014.

c) Lain – lain Pendapatan Daerah Yang Sah

Lain – lain Pendapatan Daerah Yang Sah adalah pendapatan daerah yang berasal dari sumber lain yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Target dan Realisasi Lain – lain Pendapatan Daerah Yang Sah adalah :

Target Rp. 707.597.780.000,-

Realisasi Rp. 752.881.422.793,-

Selisih lebih Rp. 45.283.642.793,-

Realisasi Lain – lain Pendapatan Daerah Yang Sah mencapai 106,40% dari target Lain – lain Pendapatan Daerah yang sah Tahun 2014.

Rincian Lain – lain Pendapatan Daerah Yang Sah adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN

2014 REALISASI 2014 SELISIH

PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemda Lainnya

345.255.000.000 399.557.971.017 54.302.971.017 115,73 329.977.231.976

2. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

283.917.499.000 283.917.499.000 0 100,00 266.894.650.000

3. Bantuan Keuangan dari Propinsi

78.425.281.000 69.405.952.776 (9.019.328.224) 88,50 82.682.010.621

Lain – lain

Pendapatan Daerah Yang Sah

707.597.780.000 752.881.422.793 45.283.642.793 106,40 679.553.892.597

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

1) Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

(DBHP & PD)

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi adalah dana yang berasal dari pendapatan APBD Provinsi yang dialokasikan kepada kabupaten/kota se Provinsi yang bersangkutan berdasarkan angka PERSENTASE untuk mendanai kebutuhan daerah.

Target dan Realisasi DBHP dan PD adalah :

Target Rp. 345.255.000.000,-

Realisasi Rp. 399.557.971.017,-

(14)

h a l | 3 8

Realisasi DBHP & PD mencapai 115,73 % dari target Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Tahun 2014.

Rincian Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya adalah sebagai berikut :

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1. Pajak Kendaraan Bermotor

110.000.000.000 128.647.152.000 18.647.152.000 116,95 105.092.447.396

2. BBNKB 139.000.000.000 139.354.094.076 354.094.076 100,25 138.691.775.956

3. Bahan Bakar Kendaraan Bermotor

87.315.000.000 107.170.327.744 19.855.327.744 122,74 86.033.439.525

4. P2 & PAP 140.000.000 165.592.525 25.592.525 118,28 159.569.099

6. Pajak Rokok 8.800.000.000 24.220.804.672 15.420.804.672 275,24 0

Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemda Lainnya

345.255.000.000 399.557.971.017 54.302.971.017 115,73 329.977.231.976

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

2) Dana Penyesuaian

Dana penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam rangka melaksanakan kebijakan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang terdiri dari Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah, Dana Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah, Bantuan Operasional Sekolah dan Dana Insentif Daerah.

Target dan Realisasi Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus adalah :

Target Rp. 283.917.499.000,-

Realisasi Rp. 283.917.499.000,- Selisih Rp. 0,-

Dana Penyesuaian mencapai 100% dari target Dana Penyesuaian Tahun 2014. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus dirinci sebagai berikut:

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

0 0 0

0

0

2 Dana Bantuan Operasional Sekolah

0

0 0 0 0

3 Tambahan Penghasilan Guru PNSD & Tunj.Prof

283.917.499.000 283.917.499.000

0

100 266.894.650.000

Dana Penyesuaian

& Otonomi Khusus

283.917.499.000 283.917.499.000 0 100 266.894.650.000

(15)

h a l | 3 9

Dana BOS target dan realisasi sebesar Rp 0,- dikarenakan dana BOS tidak masuk pada laporan realisasi anggaran (LRA) APBD namun dimasukkan pada laporan operasional dan neraca.

3) Bantuan Keuangan Provinsi

Bantuan keuangan provinsi adalah bantuan dalam penggunaannya dan teknis penganggarannya dibedakan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus. Bantuan ini diberikan provinsi kepada kabupaten/kota dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan.

Target dan Realisasi Bantuan Keuangan Provinsi adalah :

Target Rp. 78.425.281.000,-

Realisasi Rp. 69.405.952.776 ,-

Selisih kurang Rp. (9.019.328.224,-)

Bantuan Keuangan Provinsi mencapai 88,50% dari target Bantuan Keuangan Provinsi Tahun 2014.

Adapun rincian dari Bantuan Keuangan adalah sebagai berikut:

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1 Bantuan Keuangan dari Propinsi Tk.I

78.425.281.000 69.405.952.776 (9.019.328.224) 88,50 82.682.010.621

Bantuan Keuangan

dari Propinsi Tk.I

78.425.281.000 69.405.952.776 (9.019.328.224) 88,50 82.682.010.621

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

3.1.3 Permasalahan dan Solusi Pencapaian Pendapatan Daerah

Dalam upaya mengoptimalisasi mengelola pendapatan daerah Pemerintah Kota Semarang sering mengalami berbagai permasalahan. Adapun permasalahan yang timbul pada setiap optimalisasi pendapatan dan solusinya sebagai berikut :

1. Permasalahan Pendapatan dan Solusi pada PAD

a) Permasalahan Pajak Daerah

1) Adanya pembayaran pajak yang belum membayar sesuai ketentuan yang seharusnya.

(16)

h a l | 4 0

3) Keterbatasan SDM Pemeriksa Pajak yang memenuhi kriteria pemeriksa pajak yang bersertifikat dan latar pendidikan yang sesuai. 4) Kesulitan dalam pemungutan Pajak Daerah yang obyek pajaknya

tidak jelas kepemilikannya.

5) Kesulitan untuk mencari pemilik titik reklame

6) Kesulitan penerapan denda untuk keterlambatan pendaftaran Reklame.

7) SPT Pajak Parkir yang disampaikan ke WP tidak dapat segera terdata dan terdaftar, karena pengelola parkir di daerah tidak diberi kewenangan untuk menyelesaikan masalah perpajakan karena harus menunggu kebijakan dari pengelola parkir di pusat.

8) Pajak daerah sarang burung wallet capaian masih 0%.

9) Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan tidak mencapai target dikarenakan Wajib Pajak yang memiliki ijin saja yang menyetorkan pajak

10) Belum sinkron antara peta dan database SISMIOP PBB belum validnya database SISMIOP.

11) Adanya Surat Edaran Kepala BPN RI Nomor 5 Tahun 2013 bahwa tidak perlu verifikasi BPHTB yang dilakukan Pemerintah Kota.

b) Solusi yang diupayakan sebagai berikut :

1) Melaksanakan pemeriksaan secara periodik setiap Triwulan dan penungguan terhadap obyek pajak tertentu yang ditengarai dalam membayar pajaknya tidak sesuai dengan yang seharusnya dan kedepan akan dilakukan pembayaran dan pelaporan melalui sistem elektronik

2) Telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dengan pemasangan on line system (pembayaran dan pelaporan melalui sistem elektronik) terhadap wajib pajak terhadap wajib pajak restoran dan pajak hiburan dan akan dilakukan terhadap obyek pajak yang lain.

3) Mengusulkan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan terkait pengelolaan dan pemeriksaan pajak daerah bagi pegawai di lingkungan DPKAD.

4) Melakukan perubahan data obyek pajak secara berkala dan melakukan updating obyek pajak daerah.

(17)

h a l | 4 1

6) Melakukan sosialisasi penerapan sanksi administrasi.

7) Melakukan pemanggilan terhadap wajib pajak melalui surat.

8) Berusaha mencari informasi pemilik sarang burung wallet dengan melakukan pendataan melalui kerjasama dengan masyarakat sekitar serta koordinasi dengan Asosiasi Sarang Burung Walet.

9) Meningkatkan monitoring dan pengawasan terhadap Pajak mineral bukan logam dan batuan

10) Pada tahun 2015 planning PETA PBB updating database secara parsial.

11) Mengirim surat pemberitahuan kepada Kepala INI (Ikatan Notaris Indonesia) dan IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah) Kota Semarang tentang kewajiban melakukan verifikasi/penelitian SSPD BPHTB sesuai dengan yang berlaku.

2. Permasalahan Retribusi Daerah

Upaya pengelolaan Retribusi Daerah secara optimal sering terjadi permasalahan dan kendala yang dihadapi SKPD pengelola Retribusi Daerah bersangkutan. Adapun permasalahan Retribusi Daerah setiap SKPD sebagai berikut :

Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame

Permasalahan :

1. Diberlakukannya Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sehingga titik reklame yang berada di lahan Bina Marga, Jasa Marga dan Jalan Nasional tidak boleh lagi dipungut retribusi sewa lahan.

2. Dicabutnya Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Retribusi Ijin Penyelenggaraan Reklame, sehingga pemasangan reklame yang berada di halaman/bangunan sendiri tidak lagi dipungut retribusi.

(18)

h a l | 4 2 Solusi :

1. Adanya Penyederhanaan dalam proses perijinan titik reklame 2. Penyusunan Raperda tentang Penyelenggaraan Reklame 3. Perubahan tarif Pajak Reklame

Dinas Perhubungan, Komunikasi & Informatika

Permasalahan :

1) Target pendapatan parkir tepi jalan umum tidak dapat terpenuhi.

2) Tidak tercapainya target pada Retribusi Ijin Operasional Taksi karena pelaksanaan Ijin Operasional Taksi selama 5 (lima) tahun sekali.

Solusi yang diupayakan sebagai berikut :

1) a. Pengoptimalan pencarian titik parkir baru dan mengefektifkan titik-titik parkir yang sudah ada

b. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pembinaan dan pengawasan terhadap Juru Parkir

c. Menambah personil sebagai pemungut retribusi parkir

2) a. Diadakan Operasi Laik Jalan bersama instansi terkait dalam rangka penertiban dan pengawasan terhadap angkutan umum yang tidak laik jalan.

b. Diberikan Surat Peringatan yang menerangkan bahwa kendaraan telah habis masa berlakunya dan untuk segera melakukan perpanjangan dan diberikan sanksi apabila tidak dilakukan perpanjangan akan dicabut ijin trayeknya.

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah :

Permasalahan :

1) Kerjasama pengelolaan SPBU Pandanaran sudah berakhir dan tidak

diperpanjang lagi, sedangkan denda terhadap keterlambatan Rp. 3.353.900.000,- sampai dengan selesainya perjanjian belum dipenuhi

sehingga masuk menjadi piutang.

(19)

h a l | 4 3 Solusi sebagai berikut :

1) Pemerintah Kota Semarang telah melaksanakan proses hukum sampai

dengan tingkat Kasasi dan saat ini telah ada putusan kasasi dari MA ( Mahkamah Agung ). Sesuai putusan MA tersebut dimenangkan oleh

pihak Pemerintah Kota Semarang.

2) Pemerintah Kota Semarang sudah melakukan penagihan sebanyak 2 ( dua ) kali, tapi sampai dengan saat ini PT. Narpati belum melakukan pembayaran.

Dinas Pasar :

Permasalahan :

Tidak tercapainya Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dikarenakan : 1) Kurang optimalnya dalam penarikan retribusi sewa lahan.

2) Kurang efektifnya mekanisme hubungan kerja sama dalam pemberdayaan aset melalui kewenangan kewilayahan, hal tersebut dikarenakan juru pungut retribusi PKL dilakukan oleh petugas kelurahan sesuai dengan kewilayahan sehingga Dinas Pasar tidak dapat secara optimal memberdayakan petugas tersebut.

Solusi yang diupayakan sebagai berikut :

1) Sosialisasi penarikan retribusi kepada petugas juru pungut retribusi sewa lahan di 15 (lima belas) Kecamatan.

2) Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait yaitu kelurahan dan kecamatan.

3. Hasil PengelolaanKekayaan Daerah Yang Dipisahkan

Permasalahan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan :

PD. BPR Bank Pasar

PD BPR Bank Pasar tidak mencapai target di tahun 2014 karena :

a. Adanya biaya jasa pengabdian direktur yang harus dibayarkan secara langsung dan tidak boleh diambilkan dari dana kesejahteraan pegawai. b. Adanya biaya sistem yang harus dibayar langsung oleh BPR Bank Pasar

(20)

h a l | 4 4 Solusi yang diupayakan sebagai berikutnya :

PD. BPR Bank Pasar untuk memaksimalkan penyaluran kredit kepada pihak ketiga sehingga target tercapai.

PD. BPR BKK Kota Semarang

PD BPR BKK Kota Semarang tidak mencapai target di tahun 2014 karena persaingan pasar yang semakin ketat

Solusi yang diupayakan sebagai berikutnya :

PD. BPR BKK Kota Semarang meminimalisir suku bunga lebih rendah sehingga dapat bersaing dengan lembaga perkreditan yang lain.

4. Pendapatan Dana Perimbangan

Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) hanya terserap sebesar 75% dari target yang ditetapkan, hal tersebut disebabkan oleh :

a. Selisih nilai kontrak di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah) b. Adanya kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan karena tidak cukup waktu

untuk proses lelang.

5. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah

Realisasi Dana Bantuan Keuangan dari Propinsi terserap sebesar 88,50% dari target yang ditetapkan, hal tersebut disebabkan karena

• Gagal lelang, terutama untuk kegiatan yang bersifat fisik sehingga waktunya tidak cukup karena harus melalui proses lelang terlebih dahulu.

Solusi yang ditempuh :

(21)

h a l | 4 5

3.2 PENGELOLAAN BELANJA DAERAH

Pemerintah Kota Semarang dalam Pengelolaan Belanja Daerah berupaya

mengarah pada Anggaran Berbasis Kinerja. Belanja daerah agar berdaya dan berhasil guna maka belanja daerah penganggarannya disusun

berdasarkan prestasi kerja yaitu anggaran disusun berdasarkan atas target kinerja yang ditetapkan dengan tetap berlandaskan pada azas umum pengelolaan keuangan daerah yaitu tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab serta memperhatikan azas keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat. Anggaran berbasis kinerja bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektifitas dan efesiensi penggunaan alokasi anggaran. Orientasi dari anggaran berbasis kinerja adalah pencapaian hasil (output dan outcome) dari input yang dimanfaatkan guna pencapaian target kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah masing-masing sebagaimana tugas pokok, fungsi dan kewenangan yang dimiliki.

3.2.1 Kebijakan Belanja Daerah

Keterbatasan sumber daya yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang maka perlu diambil kebijakan Belanja Daerah. Adapun kebijakan belanja daerah sebagai berikut :

1. Belanja daerah disusun untuk mendanai pelaksanaan urusan Pemerintahan Daerah yang menjadi kewenangan Pemerintah. Kewenangan Pemerintah Kota Semarang terkait dengan pelaksanaan urusan pada tahun 2014 terdiri atas 26 urusan wajib dan 7 urusan pilihan. Kewenangan urusan ini diarahkan pada peningkatan proporsi belanja yang memihak kepentingan publik terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar, disamping tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan Pemerintahan.

2. Banyaknya Kebutuhan pembangunan maka belanja daerah disusun sesuai dengan prioritas pembangunan tahun 2014 dalam rangka pencapaian target indikator sebagaimana yang ditetapkan dalam RPJMD 2010-2015, capaian Millenium Development Goals (MDG’s) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dijabarkan dalam RKPD 2014.

Penganggaran Belanja Daerah di tahun 2014 terdiri atas belanja langsung dan belanja tidak langsung.

(22)

h a l | 4 6

a. Belanja Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) penganggarannya berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Tahun 2014 Gaji PNSD telah diproyeksikan meningkat rata-rata 10 persen, termasuk accress.

b. Belanja Hibah adalah anggaran yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat serta tidak secara terus menerus kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang diberikan dalam bentuk uang, barang dan/atau jasa kepada Pemerintah atau Pemerintah Daerah lainnya, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. c. Belanja Bantuan Sosial merupakan anggaran yang digunakan untuk pemberian bantuan yang bersifat sosial kemasyarakatan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada kelompok/anggota masyarakat dan partai politik yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemberian bantuan sosial diberikan secara selektif, tidak terus menerus/tidak mengikat (pemberian bersifat tidak wajib dan tidak harus diberikan tiap tahun), kecuali dalam keadaan tertentu serta memiliki kejelasan peruntukan penggunaannya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Selektif dalam arti bahwa bantuan diberikan kepada calon penerima yang ditujukan untuk melindungi dari kemungkinan resiko sosial.

d. Belanja Tidak Terduga merupakan anggaran penyediaan belanja untuk kegiatan yang bersifat tanggap darurat yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, diluar kendali dan pengaruh Pemerintah, diberikan dalam rangka pencegahan gangguan terhadap stabilitas penyelenggaraan Pemerintahan demi terciptanya keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat serta tidak diharapkan secara berulang seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Penetapan belanja tidak terduga pada tahun anggaran 2014 dilakukan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku.

2. Belanja Langsung meliputi :

a. Kebijakan Belanja berdasarkan Urusan Pemerintah Daerah

(23)

h a l | 4 7

b. Kebijakan Belanja berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah

Kebijakan belanja berdasarkan SKPD diarahkan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rangka melaksanakan pelayanan kepada masyarakat yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD serta memenuhi target-target kinerja yang telah ditetapkan pada tahun 2014. Belanja yang direncanakan oleh SKPD harus memenuhi prinsip-prinsip Specific, Measurable, Acceptable, Reliable, Timely (SMART) dengan tetap memperhatikan efisiensi dan efektivitasnya.

3.2.2. Kebijakan Pembangunan Daerah

Kebijakan Pembangunan Daerah tahun 2014 selaras dengan prioritas pembangunan daerah Kota Semarang sebagaimana tercantum dalam kebijakan umum RPJMD Kota Semarang 2010-2015. Prioritas Pembangunan merupakan upaya pemantapan pencapaian visi Kota Semarang yaitu “Terwujudnya Semarang Kota Perdagangan dan Jasa, yang Berbudaya Menuju Masyarakat Sejahtera” melalui pelaksanaan tujuh agenda pokok prioritas pembangunan Kota Semarang dalam SAPTA PROGRAM. Pada tahun 2014 prioritas pembangunan Kota Semarang adalah sebagai berikut:

1. Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran

a. Peningkatan kualitas perumahan dan permukiman melalui kegiatan pemugaran rumah tidak layak huni, perbaikan kualitas lingkungan dan penyediaan rumah layak huni serta penyediaan air bersih masyarakat; b. Pemberdayaan masyarakat dan kelompok masyarakat dalam peningkatan

pendapatan masyarakat melalui pelatihan ketrampilan berusaha, penyuluhan dan pendampingan serta penyediaan sarana dan prasarana usaha bagi kelompok masyarakat kurang mampu.

c. Pemberian akses permodalan, pemasaran dan peralatan usaha melalui fasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi usaha kecil menengah dan fasilitasi akses permodalan Kelompok Usaha Menengah Kecil/Mikro (KUMKM).

(24)

h a l | 4 8

e. Pemerataan jangkauan jaminan pelayanan kesehatan

f. Pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat di 48 kelurahan melalui kegiatan pembinaan kelompok masyarakat, pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat (PNPM) serta fasilitasi permodalan bagi usaha miko kecil dan menengah di kelurahan;

g. Menurunkan angka pengangguran melalui Pelatihan kewirausahaan dan peningkatan produktivitas angkatan kerja serta Padat karya produktif; h. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan peningkatan

produktivitas UKM/IKM dan pengembangan agrobisnis peternakan/perikanan;

2. Penanganan rob dan banjir

a. Penyelesaian Polder Banger melalui pembebasan tanah kali tenggang tahap II, Pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pembangunan Sistem Polder Kali Banger serta Operasi dan pemeliharaan sistem polder kali Banger; Pembebasan lahan Paket C Kali Semarang dan Kali Asin;

b. Rehabilitasi kawasan pesisir melalui pemanfaatan dan penanganan sumberdaya pesisir, pengadaan lahan pesisir dan pengelolaan/rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut;

c. Normalisasi sungai dan drainase kota melalui kegiatan pembangunan saluran drainase/gorong-gorong, pemeliharaan jaringan irigasi, operasional dan pemeliharaan drainase kota dan peningkatan pembangunan pusat-pusat pengendalian banjir;

d. Peningkatan kapasitas pompa melalui kegiatan operasional dan pemeliharaan pompa banjir, operasional sistem polder kali semarang dan operasional dan pemeliharaan pintu air dan polder;

e. Penyediaan air baku melalui kegiatan peningkatan sumur-sumur dalam dan pembangunan instalasi pengolahan air minum sederhana;

3. Peningkatan pelayanan publik

(25)

h a l | 4 9

b. Peningkatan keterbukaan informasi publik melalui kegiatan pembangunan e-Gov dan optimalisasi Pusat Penanganan Pengaduan Pelayanan Publik Daerah (P5D);

c. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyelenggaraan pembangunan;

d. Dukungan pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden Tahun 2014 melalui kegiatan Pengamanan Tidak Langsung (PAM TAKSUNG), fasilitasi sukses pemilihan presiden dan legislatif tahun 2014, dan pencanangan kampanye damai;

e. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui penggalian potensi sumber-sumber penerimaan pendapatan daerah;

f. Optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi melalui pembuatan bank data center Kota Semarang serta pemantapan pelaksanaan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN).

4. Peningkatan infrastruktur

a. Pembebasan lahan Jangli-Undip dan lahan underpass Jatingaleh; b. Pembebasan lahan Pembangunan TPU Jabungan;

c. Pengadaan lahan perluasan TPA Jatibarang d. Perbaikan lingkungan permukiman

e. Peningkatan jalan & jembatan wilayah pengembangan & penyangga; f. Pembangunan sarana perekonomian melalui pembangunan pasar-pasar

tradisional (Pasar Rejomulyo, Pasar Wonodri, dan Pasar Klitikan); g. Pembangunan ruang terbuka hijau baru.

5. Pengarusutamaan gender

Peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak, serta penyediaan data pilah gender;

6. Peningkatan Pelayanan Pendidikan

a. Rehabilitasi sedang/berat bangunan SD dan pengadaan sarana prasarana; b. Pendampingan bantuan operasional sekolah SD dan SMP;

c. Pembangunan SMP Negeri baru;

(26)

h a l | 5 0 7. Peningkatan Pelayanan Kesehatan.

a. peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar masyarakat di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu,

b. pemantapan pelaksanaan Total Coverage, c. peningkatan derajat kesehatan,

d. pencegahan penyakit menular.

3.2.3. Target dan RealisasiBelanja Daerah

Target dan Realisasi Belanja Daerah adalah Anggaran Rp. 3.737.509.710.000 Realisasi Rp. 2.961.976.689.386 _

Selisih kurang Rp. (775.533.020.614) Kurang 20,75% dari Anggaran Belanja Tahun 2014

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1 Belanja Tidak Langsung

1.360.453.951.000 1.232.457.912.913 (127.996.038.087) 90,59 1.189.315.029.305

2 Belanja Langsung 2.377.055.759.000 1.729.518.776.473 (647.536.982.527) 72,76 1.284.175.580.132

Belanja 3.737.509.710.000 2.961.976.689.386 (775.533.020.614) 79,25 2.473.490.609.437

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

Target dan Realisasi Belanja dapat dirinci sebagai berikut :

1. Belanja Tidak Langsung

Target dan Realisasi Belanja Tidak Langsung adalah : Anggaran Rp. 1.360.453.951.000,-

Realisasi Rp. 1.232.457.912.913,- _ Selisih kurang Rp. 127.996.038.087,-

Atau kurang 9,41% dari Anggaran Belanja Tidak Langsung Tahun 2014.

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1 Belanja Pegawai 1.271.120.556.150 1.178.286.258.488 (92.834.297.662) 92,70 1.142.988.541.942

2 Belanja Bunga 250.000.000 250.000.000 0 100 378.295.400

3 Belanja Subsidi 0 0 0 0 0

4 Belanja Hibah 57.956.904.850 44.933.676.000 (13.023.228.850) 77,53 41.621.315.866

5 Belanja Bantuan Sosial

7.794.905.000 6.301.500.000 (1.493.405.000) 80,84 2.731.600.000

6 Belanja Bagi Hasil 0 0 0 0 0

7 Belanja Bantuan Keuangan

870.105.000 870.104.900 (100) 100 788.567.000

8 Belanja Tidak terduga

22.461.480.000 1.816.373.525 (20.645.106.475) 8,09 806.709.097

Belanja Tidak

Langsung

1.360.453.951.000 1.232.457.912.913 (127.996.038.087) 90,59 1.189.315.029.305

(27)

h a l | 5 1

Pemerintah Kota Semarang dalam Realisasi Belanja Daerah diupayakan menghindari adanya pelampauan. Realisasi kurang dari target belanja apabila target sasaran output terpenuhi berarti terjadi efisiensi. Adapun selisih kurang Belanja pada Belanja Tidak langsung dapat diuraikan sebagai berikut :

a) Belanja Pegawai :

Selisih kurang diakibatkan adanya pegawai pensiun, mutasi pegawai, pegawai yang cuti dan meninggal. Kurang Belanja Pegawai terdapat pada setiap SKPD dengan selisih terkecil di SKPD Kantor Ketahanan Pangan dan terbesar di SKPD Dinas Pendidikan

b) Belanja Bunga :

Antara anggaran dan realisasi tidak ada selisih

c) Belanja Subsidi

Belanja subsidi tidak dianggarkan.

d) Belanja Hibah

Selisih kurang karena pemberian hibah selektif dan lebih berhati-hati.

e) Belanja Bantuan Sosial :

Selisih kurang karena pemberian Bantuan Sosial lebih selektif dan hati-hati.

f) Belanja Bantuan Keuangan :

Bantuan Keuangan yang diberikan kepada 9 ( sembilan ) partai poltik berdasarkan jumlah kursi, yang diperoleh dari masing-masing partai.

g) Belanja Tidak Terduga :

Belanja Tidak Terduga digunakan sesuai dengan kebutuhan yaitu untuk restitusi sedangkan sisanya dicadangkan apabila terjadi bencana alam.

2. Belanja Langsung

Target dan Realisasi Belanja Langsung adalah :

Anggaran Rp. 2.377.055.759.000,-

Realisasi Rp. 1.729.518.776.473,- -

Selisih kurang Rp. (647.536.982.527,-)

Atau kurang sebesar 27,24% dari target Belanja Langsung Tahun 2014:

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1 Belanja Pegawai 137.673.630.082 133.988.263.889 (3.685.366.193) 97,32 147.891.489.190

2 Belanja Barang dan Jasa

928.942.801.796 808.370.385.171 (120.572.416.625) 87,02 545.272.678.680

3 Belanja Modal 1.310.439.327.122 787.160.127.413 (523.279.199.709) 60,07 591.011.412.262

Belanja Langsung 2.377.055.759.000 1.729.518.776.473 (647.536.982.527) 72,76 1.284.175.580.132

(28)

h a l | 5 2

Keterangan kurang belanja pada Belanja Langsung sebagai berikut :

a) Belanja Pegawai :

Selisih kurang belanja pegawai disebabkan karena :

Selektif dalam kegiatan yang melibatkan kepanitiaan dalam hal jumlah personil. Kurang Belanja Langsung Pegawai terdapat pada beberapa SKPD yaitu SKPD BPBD, Dinas Koperasi dan UKM, Kantor Perpustakaan dan Arsip dan Dinas Kelautan dan Perikanan.

b) Belanja Barang dan Jasa :

Pada belanja barang dan jasa selisih kurang disebabkan karena :

1) Belanja barang jasa disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang dilaksanakan.

2) Pembelian makan dan minum rapat sesuai dengan perencanaan dan dilakukan penyesuaian dengan kegiatan kedinasan

3) Pemakaian telepon, listrik, dan air disesuaikan dengan kebutuhan kedinasan. 4) Pengadaan dan penyediaan ATK, komponen instalasi listrik/penerangan

bangunan kantor, dan pengadaan dan penyediaan peralatan gedung kantor disesuaikan dengan harga pasar dan negosiasi barang.

5) Adanya kegiatan yang dilaksanakan tetapi target dan penyerapan belanjanya tidak mencapai 100% dan ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan atau 0% .

Kurang Belanja Barang dan Jasa terdapat pada SKPD Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan BPBD.

Kegiatan yang tidak dilaksanakan antara lain Dinas Bina Marga, Dinas PSDA dan ESDM, Sekretariat DPRD, Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi.

c) Belanja Modal :

Pada belanja modal selisih kurang Belanja disebabkan karena :

1) Pembelian barang modal memiliki kualitas dan kuantitas dan pelaksanaannya di bawah standar indeks harga yang sudah ditentukan. 2) Belanja modal pengadaannya dilakukan secara selektif yaitu dengan

melakukan perbandingan harga yang menguntungkan bagi pemerintah daerah yaitu melalui mekanisme lelang.

3) Belanja modal pengeluarannya sesuai kebutuhan.

(29)

h a l | 5 3

SKPD BKD, Kantor Ketahanan Pangan, Kecamatan Gayamsari, dan Kantor Satpol PP.

3.2.4. Permasalahan dan Solusi

Permasalahan belanja Daerah yang timbul dalam pelaksanaan. Tahun Anggaran 2014 adalah sebagai berikut :

a) Keterbatasan sumber pendapatan daerah yang diperoleh sehingga alokasi belanja mengutamakan pada program dan kegiatan yang sangat prioritas, dengan demikian tidak semua program dan kegiatan yang direncanakan terdanai.

b) Permasalahan pembebasan pada pertanahan masih banyak tanah sengketa di masyarakat harga negosiasi yang dikehendaki masyarakat dan kemampuan keuangan pemerintah belum mencapai sepakat sehingga memerlukan waktu lama penyelesaiannya, maka pembebasan belum dapat diselesaikan semua

c) Beberapa program dan kegiatan dari pusat yang ditetapkan belum diikuti dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dengan tepat waktu sehingga bila direalisasikan pelaksanaannya sering terbentur dengan waktu dan kondisi di lapangan.

Solusi dalam Pengelolaan Belanja Daerah adalah sebagai berikut :

a) Dalam upaya pemenuhan pendanaan Pemerintah Kota melakukan komunikasi dan konsultasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi, Pusat maupun dari pihak ketiga dalam memenuhi alternatif pendanaan yang saling menguntungkan dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas pendanaan pada program dan kegiatan yang ada.

b) Permasalahan pembebasan tanah diselesaikan dengan komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat serta tokoh-tokoh masyarakat selain dengan musyawarah mufakat.

c) Melakukan koordinasi dan komunikasi dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan dengan Petunjuk Pelaksanaan (juklak) dari pusat.

3.3 PEMBIAYAAN DAERAH

(30)

h a l | 5 4

pada tahun-tahun berikutnya. Pembiayaan dalam struktur APBD merupakan akibat dari penerapan surplus/defisit anggaran. Pembiayaan untuk menutup defisit anggaran disebut sebagai penerimaan pembiayaan, sedang pembiayaan yang dilakukan untuk memanfaatkan surplus disebut pengeluaran pembiayaan. Sehingga penyusunan anggaran pembiayaan daerah akan dipengaruhi oleh kondisi surplus/defisit anggaran.

3.3.1. Penerimaan Pembiayaan

1. Kebijakan Penerimaan Pembiayaan

Kebijakan Penerimaan Pembiayaan pada tahun 2014 berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran daerah (SilPA), penerimaan pinjaman daerah, pencairan dana cadangan daerah dan hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan.

2. Target dan Realisasi Penerimaan Pembiayaan

Anggaran Rp. 920.179.046.000,-

Realisasi Rp 912.721.021.842,- _ Selisih kurang Rp (7.458.024.158,-)

Atau 99,19% dari Target Penerimaan Pembiayaan Tahun 2014.

Penerimaan Pembiayaan adalah berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2013, yaitu sebesar Rp.912.721.021.158,-.

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PERSEN

TASE REALISASI 2013

1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SILPA)

912.721.021.842 912.721.021.842 0 100 635.457.569.772

2 Pencairan Dana Cadangan

7.458.024.158 0 7.458.024.158 0 0

Penerimaan Pembiayaan

920.179.046.000 912.721.021.842 7.458.024.158 99 635.457.569.772

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

3.3.2. Pengeluaran Pembiayaan

1. Kebijakan Pengeluaran Pembiayaan

Kebijakan Pengeluaran Pembiayaan pada tahun 2014 berasal dari Dana Cadangan Pemilihan Umum Walikota Dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2015

2. Target dan Realisasi Pengeluaran Pembiayaan

Anggaran Rp. 48.178.914.000,-

Realisasi Rp. 48.095.579.353,- -

Selisih kurang Rp. (83.334.647),-

(31)

h a l | 5 5

NO URAIAN ANGGARAN 2014 REALISASI 2014 SELISIH PROSEN

TASE REALISASI 2013

1 Pembentukan Dana Cadangan

25.439.914.000 25.439.914.000 0 100 15.000.000.000

2 Penyertaan Modal (Bank Jateng)

8.339.000.000 8.339.000.000 0 100 15.000.000.000

3 Penyertaan Modal (Dana Bergulir UKM, LKM,dan Koperasi

10.000.000.000 0 (10.000.000.000) 0 0

4 Penyertaan Modal (PDAM)

1.000.000.000 10.000.000.000 9.000.000.000 1000 10.000.000.000

5 Penyertaan Modal BPR/BKK

0 1.000.000.000 1.000.000.000 0 1.000.000.000

6 Penyertaan Modal Bank Pasar

0 0 0 0 1.000.000.000

7 Penyertaan Modal (Perusda

Percetakan)

0 0 0 0 1.000.000.000

8 Penyertaan Modal Perusda RPH dan BHP

1.500.000.000 1.500.000.000 0 100 1.000.000.000

9 Pembayaran Pokok Utang

1.900.000.000 1.816.665.353 (83.334.647) 95,61 1.816.665.353

10 Pengembalian Sisa Dana DPPID

0 0 0 0 0

Pengeluaran Pembiayaan

48.178.914.000 48.095.579.353 (83.334.647) 99,83 45.816.665.353

Sumber : Data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang Tahun 2014

Keterangan :

Sisa anggaran pada pembayaran pokok utang digunakan untuk berjaga – jaga apabila terdapat pembayaran utang yang tidak tepat waktu baik pokok maupun bunganya, sehingga mengakibatkan adanya denda.

3.4 SISA LEBIH PERHITUNGAN TAHUN 2014

3.4.1 Kebijakan SILPA Tahun Berjalan.

(32)

h a l | 5 6 3.4.2 Realisasi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2014.

Mendasarkan hal tersebut di atas maka perhitungan anggaran Tahun 2014 pada sisa kas (Sisa perhitungan) sebagai berikut :

1. Realisasi Pendapatan Rp. 3.185.786.667.455,- Realisasi Belanja Rp. 2.961.976.689.386,- _

Surplus Anggaran Rp. 223.809.978.069,- 2. Realisasi Penerimaan Pembiayaan Rp. 912.721.021.842,- Realisasi Pengeluaran Pembiayaan Rp. 48.095.579.353,- _

Surplus Pembiayaan Rp. 864.625.442.489,- 3. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2014 Rp 1.088.435.420.558,-

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2014 sebesar Rp. 1.088.435.420.558,- terdiri dari :

• Over Target Pendapatan sebesar Rp. 320.277.089.455,-

• Sisa kegiatan dari Dana Perimbangan/Transfer yang harus dianggarkan kembali sebesar Rp. 94.509.605.365,- yang berasal dari dana – dana yang sifatnya khusus dan sesuai dengan ketentuan tidak dapat digunakan untuk membiayai program dan kegiatan yang lain, dengan rincian sebagai berikut :

1. Alokasi DBHCHT yang belum dilaksanakan di tahun 2014 akan dianggarkan

kembali di tahun 2015 dalam APBD Perubahan 2015 sebesar Rp. 5.900.000.000,- terdiri dari :

a. RSUD Rp. 3.400.000.000,-

b. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rp. 1.000.000.000,- c. Dinas Koperasi dan UKM Rp. 500.000.000,-

d. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rp. 1.000.000.000,-

2. Dana Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah diakumulasi dengan Silpa tahun sebelumnya dan dianggarkan kembali di tahun 2015 sebesar Rp. 3.451.500.000,-

3. Dana Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah diakumulasi dengan Silpa tahun sebelumnya dan dianggarkan kembali di tahun 2015 sebesar Rp. 75.244.812.886,-

4. Dana Alokasi Khusus dan Pendamping yang dianggarkan kembali di tahun 2015 sebesar Rp. 7.422.909.703,- terdiri dari :

(33)

h a l | 5 7

c. Dinas PSDA dan ESDM Rp. 216.360.000,- d. Badan Lingkungan Hidup Rp. 61.043.500,-

e. Dinas Perhubungan dan Kominfo Rp. 20.214.500,- f. Dinas Pasar Rp. 79.496.000,-

5. Dana Bantuan Keuangan yang dianggarkan kembali di tahun 2015 sebesar Rp. 2.490.382.776,- disebabkan antara lain karena keterlambatan juknis, keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan, tidak cukup waktu pelaksanaan lelang, kesalahan penempatan rekening yang terdiri pada SKPD:

1. Bantuan Umum Rp. 193.762.776,-

2. BAPPEDA Rp. 21.705.000,-

3. Bapermas dan KB Rp. 618.000,-

4. DTKP Rp. 216.274.000,-

5. Dinas Bina Marga Rp. 688.426.000,- 6. Dinas PSDA dan ESDM Rp. 342.209.000,-

7. Dishubkominfo Rp. 20.002.000,-

8. Dinas PJPR Rp. 76.688.000,-

9. RSUD Rp. 282.000.000,-

10. DKK Rp. 258.067.000,-

11. Dinas Pendidikan Rp. 390.650.000,-

• Sisa efisiensi atau target yang sudah mencapai 100% sebesar Rp. 288.939.768.745,-, antara lain di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Kota,

Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas PJPR, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan Kota, Kelautan dan Perikanan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sekretariat DPRD, Dinas PSDA dan ESDM dan DPKAD.

• Sisa kegiatan yang tidak mencapai 100% sebesar Rp. 291.983.572.993,- , antara lain di Dinas Pendidikan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Bina Marga, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan DPKAD.

Referensi

Dokumen terkait

Program dan Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Semarang dalam penyelenggaraan Tugas Pembantuan dan Urusan Bersama pada tahun 2014 yang ditugaskan

Dalam penyelenggaraan desentralisasi telah ditetapkan ketentuan pembagian urusan antara Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah

Pada tahun anggaran 2014 Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisataa Kota Semarang menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang

Dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik mendorong Pemerintah Kota Semarang semakin terbuka dalam memberikan pelayanan

dan Urusan Bersama yang diselenggarakan di Pemerintah Kota Semarang.. menjadi sebesar Rp 24.953.081.000,-

Tambahan penyertan modal daerah kepada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Semarang sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan belanja daerah Kota Semarang tahun

c bahwa Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah

c) Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, antara lain bagian laba penyertaan modal pemerintah daerah pada perusahaan milik daerah (BUMD), perusahaan milik